[SEG Event] Still My Love

Title : Still My Love

Main cast : Jung Yong Hwa, Park Shinhye, Jung Hyesung

Genre : Romance

Tema : Valentine’s day

Length : oneshoot

—- happy reading —-
Seorang gadis berambut panjang kecoklatan berjalan menuju koridor sebuah universitas terkenal di Seoul. Gadis itu selalu menjadi pusang perhatian karna wajahnya yang cantik dan juga cerdas. Banyak mahasiswa pria yang mengincarnya, tapi sayang gadis bernama Park Shinhye itu telah memiliki kekasih.

Kekasihnya yang bernama Jung Yonghwapun memiliki pesona yang cukup memikat para mahasiswi di kampus yang sama. Selain tampan ia juga memiliki suara yang indah hingga mampu menarik perhatian anak dari pemilik kampus bernama, Jung hyesung.
Shinhye berjalan menuju tempat loker-loker khusus mahasiswa di kampus itu. Saat ia membuka pintu loker, ia menemukan setangkah mawar merah dan sebuah kotak berwarna merah muda dengan hiasan pita berwarna merah.
“Apa ini? Ringan sekali?” Tanya Shinhye seraya menggoyang-goyang kotak itu lalu membuka penutup kotak itu dan melihat kotak itu kosong. “Apa dia sedang mengerjaiku?”
Shinhye kembali menaruh kotak dan bunga itu di dalam lokernya. Iapun berjalan menuju kelasnya. Saat ia masuk ke dalam kelas, terlihat sebuah memo ada di atas mejanya.
‘Apa kau sudah melihatnya? Tunggu sampai tanggal 14 nanti kkkk. Aku tunggu di perpustakaan’
“Ck, dia benar-benar.” Umpatnya lalu mulai membuka buku miliknya.

Di sela-sela waktu istirahat, Yonghwa diam-diam pergi ke sebuah toko perhiasan. Dia melihat-lihat etalase yang di penuhi cincin. Yonghwa melihat sebuah cincin dengan hiasan permata yang sangat cantik, iapun meminta sang pelayan untuk  mengambil cincin itu dan memperlihatkan padanya.
“apa anda akan melamar kekasih?” tanya seorang pelayan saat Yonghwa melihat cincin itu.
“tidak! Aku hanya ingin memberikan hadiah di hari Valentine’s nanti pada kekasihku.” Jawab Yonghwa denga ramah.
“Itu pilihan yang sangat cantik.” Puji pelayan tersebut.
“Benarkah??”
“ne.”
“kalau begitu aku ambil ini.” Yonghwa meminta palayan untuk membungkusnya. Seusai membeli cincin, iapun segera kembali ke kampus.

Sebelum pulang, Shinhye pergi ke perpustakaan atas permintaan Yonghwa. Di dekat pintu masuk perpustakaan, terdengar beberapa orang tengah berbincang-bincang. Langkahnya terhenti saat mendengar nama kekasihnua di sebut.
“kau tahu Jung Hyesung?” tanya salah seorang wanita dengan ponsel di tangannya.
“Eoh. Anak pemilik kampus ini, bukan? Ada apa dengannya?” tanya wanita yang lainnya.
“Aku dengar dia mengukai Jung Yonghwa.” Bisik wanita tadi.
“Apa? Shinhye jelas akan kalah oleh seorang Hyesung.”bisik yang lain.
Shinhye tentu bisa mendengar jelas setiap perkataan mahasiswi-mahasiswi itu. Tapi Shinhye mencoba megabaikan dan masuk ke dalam perpustakaan, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan perpustakaan. Shinhye melihat di sebuah meja pojok dekat dengan jendela, sosok pria yang menutupi seluruh wajahnya dengan sebuah buku. Walaupun begitu, Shinhye sangat mengenali pria itu. Dengan langkah pelan, gadis itu mulai menghampiri pria dipojok sana.
“Boooooo!!” Teriaknya seraya menyingkirkan buku dari depan wajah Yonghwa. Sontak semua orang yang berada di perpustakaan melihat ke arah Shinhye yang lupa mengontrol suaranya.
“Hey!! Ini perpustakaan!” Bisik Yonghwa yang telah membekam Shinhye.
“Mianhae!!! Mianhae!!” Ucap Shinhye pada semua orang yang terganggu dengan suaranya. Lalu iapun duduk berhadapan dengan pria yang sangat mencintainya itu.
“Kau sudah melihatnya?” Tanya Yonghwa menanyakan kotak yang ia simpan di loker milik shinhye.
“Kau ini apa-apaan? Itu tidak lucu!” Shinhye tampak merengut.
“Aku akan mengisinya nanti saat tanggal 14. Temui aku di taman Festival Valentine’s nanti.”
“Kau tidak bohong kan?”
“Ne. Sekarang sebaiknya kita pulang.” Yonghwa menggandeng tangan Shinhye sangat erat dan menariknya untuk pulang. Dari kejauhan, seorang wanita yang tak lain adalah Jung Hyesung, memperhatikan kedua sejoli itu. Ada perasaan iri yang ia rasakan pada Shinhye.
“Aku memiliki segalanya, tapi mengapa aku tidak bisa memilikinya.” Gumamnya saat melihat Yonghwa. Pria sederhana yang telah berhasil memikat perhatiannya.


Di sebuah cafe, Yonghwa berada diatas panggung kecil dan memangku sebuah gitar. Ia bekerja paruh waktu sebagai penyanyi di cafe tersebut. Dengan sangat lihai ia mulai memetik setiap senar gitar dengan jari-jarinya. Tentu saja banyak pengunjung yang sangat terkagum-kagum melihat penampilannya, begitupun sosok wanita yang duduk di barisan kursi paling depan, yang tak lain adalah Jung Hyesung.
Seusai bernyanyi, Yonghwa hendak pulang, namun Hyesung berhasil menahan Yonghwa sejenak.
“Jung Yonghwa!”
“O, kau Hyesung ssi. Apa yang kau lakukan disini?”
“Aku ingin mengajakmu makan malam. Kau ada waktu?” Tanya Hyesung.
Saat yang bersamaan Shinhye muncul di depan pintu masuk cafe. Beruntung Shinhye tak menyadari adanya Hyesung karna tengah mencari Yonghwa.
“Aku sudah ada janji dengan Shinhye. Mianhae!” Yonghwa begitu saja pergi dari hadapan Hyesung dan menghampiri Shinhye yang tengah mencarinya.
“Mengapa kau menyusulku? Nanti aku akan menjemputmu.” Yonghwa menggandeng pundak Shinhye dan membawa gadis itu keluar dari cafe.
“Aku baru saja pergi ke toko buku sebelah, jadi aku sekalian menjemputmu! Kajja!” Ajak Shinhye dengan menggandeng lengan Yonghwa. Sementara hyesung masih mematung menyaksikan sepasang kekasih yang membuatnya sangat iri.
Yonghwa membawa Shinhye ke sebuah kedai kecil di dekat cafe tempatnya bekerja, mereka duduk di kursi yang berada di luar untuk menikmati udara dingin malam itu. Yonghwa memesan beberapa makanan kesukaannya dan juga Shinhye. Sebelum makan, Shinhye hanya mengaduk-aduk makanan di depannya.

Yonghwa terheran dengan sikap Shinhye malam itu.
“Mengapa kau tak makan? Apa kau sedang sakit?” tanya yonghwa lalu meletakkan telapak tangannya pada kening Shinhye, ia khawatir jika Shinhye sakit.
“tidak. Aku tidak apa-apa. Hanya saja ada pikiran yang mengganjal tentangmu!” ucapnya pelan.
“tentangku? Apa itu?” tanya Yonghwa yang tak mengetahui tentang rumor antara Hyesung dengannya.
“jika saja, seandainya, ada wanita yang lebih cantik dan kaya dariku, apa kau akan tetap memilihku?” tanya Shinhye sambil menatap Yonghwa dengan lekat.
“tentu saja. Sampai kapanpun, aku akan tetap di sampingmu! Apakah ada seseorang yang mengganggumu?” yonghwa belum menyadari jika yang Shinhye bicarakan adalah Hyesung, wanita yanh baru saja menemuinya di cafe. Shinhye hanya menggelengkan kepalanya, lalu mulai memakan makan malamnya yanh hampir dingin.
Mereka berjalan kaki saat pulang menuju rumah, mereka bisa menikmati pemandangan malam hari yang indah. Shinhye sangat menyukai bintang. Mereka berjalan dengan ditemani iringan lagu yang dinyanyikan oleh Yonghwa. Suara pria itu adalah suara yang paling Shinhye sukai.

Di tatapnya pria yang berjalan di sampingnya, dan berkata dalam hati.
“saat ini aku sangat beruntung memilikinya.” Senyumnya mengembang dan ia semakin mengeratkan tangannya pada lengan Yonghwa.


Pagi ini, Shinhye kembali membuka loker dan di kejutkan dengan bunga mawar putih dan masih dengan kotak yang sama. Saat Shinhye mengguncangkan kotak itu, seperti terdengar suara kecil yang membuatnya yakin jika di dalamnya terdapat sesuatu. Dengan antusias ia membuka kotak itu dan ia melihat sebuah kertas yang di gulung. Dengan cepat ia membuka kertas itu dan ia mengernyitkan dahinya saat membaca sebuah pesan.
‘Kau tertipu! Ini bukan hadiah yang sesungguhnya!’
“Aiissshh dia menipuku lagi!”
Shinhye kembali menutup loker itu dan menuju kelas Yonghwa. Hari ini ia sengaja membawa sebuah kotak makanan yang berisi beberapa potong kimbab dan juga buah-buahan untuk sarapannya bersama Yonghwa.
USementara itu, di ruang kelas Yonghwa baru saja datang dan telah ada seseorang yang menunggunya. Gadis itu tersenyum mengembang saat melihat Yonghwa berjalan ke arahnya, lebih tepatnya menuju mejanya, karna tempat duduknya tepat di belakang gadis itu. Yonghwa melalui gadis itu begitu saja tanpa membalas senyumannya.
“Yonghwa!! Kau bisa membantuku?” Tanya Hyesung yang kebetulan memang 1 kelas dengan Yonghwa.
“Oh apa itu?” Tanyanya saat Hyesung menyodorkan sebuah gitar akustik.
“Kau bisa membantuku untuk belajar? Melihatmu bermain gitar semalam, membuatku ingin mempelajarinya.” Yonghwa berpikir cukup lama, ia hanya terdiam menanggapi permintaan Hyesung.

“Aku mohon!” Melihat wajah Hyesung yang memohon, ia pun meng-iyakan permintaan gadis itu.
Yonghwa tak ada niat buruk, ia hanya ingin membantu Hyesung. Keduanya duduk bersampingan, terlihat Hyesung sangat kaku saat menggerakkan jarinya. Terpaksa Yonghwa memegang tangan Hyesung untuk membantunya.

Sementara itu, Hyesung hanya menatap Yonghwa yang berada sangat dekat itu. Sadar Hyesung sedang menatapnya, Yonghwa pun melihat ke arah Hyesung. Keduanya saling bertatapan saat ini.
“Berhenti menatapku! Kau lebih baik belajar di tempat kursus.” Ujar Yonghwa lalu hendak menjauhkan dirinya dari Hyesung.

Wanita itu dengan sigap kembali menarik Yonghwa.
“Aku menyukaimu!”
Praang!!!!!

Suara benda jatuh berasal dari depan pintu ruangan kelas. Yonghwa dan Hyesung melihat ke arah sumber suara itu berasal.

Yonghwa membulatkan matanya saat melihat Shinhye tengah berdiri dan menangis di depan pintu ruangan itu. Shinhye membalikkan tubuhnya lalu berlari menjauhi ruangan itu.
“Shinhye ya!” Yonghwa berdiri lalu bergegas berlari mengejar Shinhye.

Tapi Shinhye terus berusaha menjauhi Yonghwa, tapi Karna Yonghwa

Berlari lenih cepat akhirnya ia bisa menghentikan Shinhye dan menarik tangan gadis itu.
“lepaskan aku!” shinhye mencoba melepaskan genggaman tangan Yonghwa.
“dengarkan aku! Ini tidak seperti yang kau lihat!” Yonghwa mencoba untuk menjelaskan ada Shinhye, namun Shinhye terus berusaha terlepas dari Yonghwa.
“aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!” Shinhye semakin menangis. Yonghwa menarik nafas panjang, ia berpikir apa yang harus ia katakan pada gadisnya itu.
“Shinhye…”
“Sekarang apa yang mereka katakan itu benar. Aku telah dikalahkan oleh Hyesung!” ujar Shinhye.
“shin, aku mohon dengarkan aku sekali saja!”
“sekarang lepaskan aku!” Shinhye berhasil menghempaskan tangan Yonghwa dan pergi meninggalkan

Yonghwa sendiri. Yonghwa memilih membiarkan Shinhye pergi, ia tahu betul seperti apa gadisnya itu. Jika sedang marah, Shinhye tak ingin diganggu.
Yonghwa memutuskan untuk kembali ke kelasnya, saat ia sampai di depan pintu ruangannya, ia melihat beberapa potong kimbab dan buah-buahan yang berserakan di lantai. Iapun memungutinya satu persatu untuk ia buang. Hyesung tentu saja masih berada disana dan berniat untuk membantunya. Tapi Yonghwa dengan cepat mencegah Hyesung melakukannya.
“apa dia marah  padamu?”
“jangan pernah mendekatiku lagi!”
“kau marah padaku?”
Yonghwa berlalu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Hyesung benar-benar telah membuat Shinhye marah. Kini Yonghwa tak tahu apa yang harus dia lakukan untuk membujuk kembali Shinhye. Terlebih besok adalah hari Valentin dimana dia dan Shinhye telah membuat sebuah janji untuk bertemu di festival valentine.

Shinhye duduk dipinggiran jendela kamarnya sambil menatap langit yang sudah gelap berhiaskan jutaan bintang yang indah. Pemandangan itu seringkali ia lihat bersama Yonghwa. Tapi kali ini ia melihatnya sendiri. Tanpa terasa air matanya kembali menetes saat ia mengingat kembali kejadian siang tadi di kelas Yonghwa. Ia benar-benar tak habis pikir jika kekasihnya itu tengah dekat dengan gadis pemilik kampus itu.

Shinhye mengambil kotak dari Yonghwa yang akan ia isi nanti di hari Valentine.
“kau pembohong Jung Yonghwa!” rutuknya.
Ponselnya berbunyi tanda sebuah panggilan masuk. Dengan santai Shinhye mengambil ponselnya, keningnya mengerut saat melihat nama Yonghwa terpampang di layar ponselnya. Tanpa berpikir panjang, Shinhye menggeserkan telunjuknya ke arah penutup panggilan.
“benar-benar tidak tahu malu. Setelah ketahuan selingkuh, ia masih bisa menghubungiku!”
Tak lama pesan dari Yonghwa datang.
From : oppa

Aku bisa jelaskan semuanya padamu. Tetap temui aku besok di festival valentine’s. Ini hanya salah paham. Saranghae.
Shinhye kembali meneteskan air matanya seusai membaca pesan dari Yonghwa lalu melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur dan kembali menatap langit gelap di luar.

Seperti biasa Yonghwa pergi ke Cafe untuk bekerja paruh waktu, ia tampak tak bersemangat. Wajahnya kusam, tapi ia harus tetap menampilkan yang terbaik untuk para pengunjung yang hadir untuk makan malam atau sekedar berkumpul dengan teman-teman malam itu. Dengan gitar yang berada dalam pangkuannya, ia mulai menyanyikan sebuah lagu yang ia ciptakan untuk Shinhye. Ia menyanyikan ssbuah lagu kerinduan untuk seorang kekasih. Hampir setiap pengunjung cafe itu terhanyut dengan alunan musik ballad yang dimainkan Yonghwa.
Sosok tak asingpun ikut menikmati lagu yang mengisyaratkan kesedihan Yonghwa saat ini. Hyesung, gadis itu mendengarkan dengan seksama setiap lirik yang terucap dari lagu Yonghwa. Gadis itu menatap lekat Yonghwa yang beenyanyi dengan tetesan air mata di pipinya.
Seusai bekerja, Yonghwa pun berniat untuk pulang dan tanpa disangka Hyesung menunggunya di luar cafe dan Hyesung menghampirinya.

“Jung Yonghwa!” sahutnya. Yonghwa menoleh ke arah sumber suara berasal. Ia berusaha tak peduli saat melihat Hyesung lalu berjalan menuju arah halte yang tak jauh dari cafe tempatnya bekerja.

Tapi Hyesung tak ingin menyerah begitu saja, ia pun berlari dan mencegah Yonghwa untuk pergi.
“sudah ku katakan jangan mendekatiku lagi! Karna kau, Shinhye menyangka aku telah menduakannya.” Yonghwa hendak menghindari Hyesung, namun kembali Hyesung mencegahnya.
“aku menyukaimu!”
“Aku tidak peduli!”
“aku tidak memaksamu! Aku hanya ingin mengatakannya padamu. Aku sungguh tak berniat untuk merusak hubunganmu dengan Shinhye.” Jelas Hyesung. Yonghwa terdiam sejenak.
“aku sudah mengetahui perasaanmu sekarang! Jadi jangan ganggu aku!” yonghwa melewati Hyesung karna bis yang ia tunggu telah datang.
“aku akan membantumu untuk membuat Shinhye kembali!” teriak Hyesung, namun sepertinya tak dapat di dengar oleh Yonghwa.

.

.

.

Yonghwa berjalan di tengah dinginnya malam itu sendirian, biasanya Shinhye akan menemaninya membeli makan malam seusai bekerja. Yonghwa melewati rumah Shinhye yang memang tak jauh dari rumahnya. Terlihat lampu kamarnya telah padam, mungkin gadisnya itu kini telah terlelap, pikirnya.

Kriiiingg!!!!
Bunyi alarm di ponselnya yang telah berbunyi puluhan kali itu baru terdengar oleh Shinhye. Saat ia melijat jam dinding yang tergantung di kamarnyapun ia segera terperanjat. Dan bergegas untuk pergi ke kampus.

Dengan sangat terburu-buru ia pergi ke kampus. Ia berlari menuju kelasnya dan melewati ruangan Yonghwa. Yonghwa pun bisa melihat gadis itu berlari cukup cepat untuk bisa sampai di kelasnya.

Shinhye membuka pintu kelasnua dengan sangat pelan dan merayap jalan menuju tempat duduknya, berharap jika pengajarnya tak menyadari kehadiran shinhye.
“Park Shinhye! Kau terlambat! Keluar dari ruanganku!” teriak pengajar di depannya yang secara diam-diam mengetahui keterlambatan Shinhye.
“tapi….” Shinhye berusaha membela dari.
“tak ada kata tapi. Cepat keluar!” sang pengajar telah mendahuluinya sebelum ia menjelaskan. Dengan terpaksa ia menunggu hukuman di luar. Dari kejauhan Yonghwa bisa melihat Shinhye tengah berdiri bersandar pada tembok kelasnya dan sesekali menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

.

.

.

Saat akan pulang, Shinhye menerima pesan dari Yonghwa.
From : oppa

‘pulanglah bersamaku! Aku ingin jelaskan semuanya padamu! Tunggu aku di halte!’
Shinhye mengabaikan pesan dari yonghwa tanpa ada niat untuk membalasnya, ia benar-benar masih marah pada kekasihnya itu.

Shinhye menunggu di halte, bukan untuk menunggu Yonghwa. Tapi untuk menunggu bis. Setelah bisnya tiba, Shinhye melihat ke belakang sebelum ia memasuki bis. Tak ada Yonghwa disekitar halte, iapun memutuskan masuk ke dalam bis. Saat bis mulai melaju, Yonghwa baru saja tiba di sana. Iapun melihat shinhye tengah duduk di bangku dekat jendela, Yonghwa mengejar bis itu dan berusaha mengimbangi laju bis dan memanggil nama Shinhye, tapi Shinhye tak dapat mendengar Yonghwa karna ia memakai headset di kedua telinganya. Yonghwa yang tak bisa mengejar bis itupun akhirnya menyerah dan berhenti berlari.

.

.

.

Yonghwa kembali mengirimi Shinhye pesan sesaat sebelum ia bekerja paruh waktu.
To : chagi

‘sampai kapan kau akan mengabaikanku? Aku mohon maafkan aku!’
Pesannya kembali diabaikan oleh Shinhye, karna saat itu Shinhye telah terlelap lebih awal karna tak ingin terlambat pergi ke kampus.

Pagi ini Shinhye datang ke kampusnya lebih awal, Shinhye menuju lokernya. Saat ia membuka loker itu, ia melihat sebuah kotak makanan. Shinhye membukanya dan sangat terkejut saat ada beberapa potong sandwich, dan disana terdapat pula secarik surat.
‘makanlah! Ini sebagai permintaan maafku. Temui aku nanti malam! Saranghae Park Shinhye’
Tersungging senyum di bibir Shinhye, melihat makanan pemberian Yonghwa yang dengan tulus membuatkannya sesuatu yang bisa ia makan. Malam ini adalah malam valentine, dimana mereka telah membuat janji untuk merayakannya bersama-sama. Tapi Shinhye masih belum bisa memaafkannya, ia bahkan berniat untuk mengakhiri hubungannya dengan Yonghwa
“apakah aku harus menemuimu nanti malam dan mendengarkan semua penjelasanmu?” tanyanya pada sandwich seolah ia sedang berbicara pada Yonghwa. “atau kita akhiri saja semuanya, agar kau bisa bersama Hyesung. Sungguh aku tak memiliki apapun dibandingkan dia.”
saat Shinhye memutar tubuhnya untuk pergi ke kelas, ia dikejutkan dengan sosok Hyesung yang sedari tadi berada di belakangnya. Gadis itu tersenyum ke arah Shinhye
“apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Shinhye dengan nada sedikit ketus.
“aku ingin meminta maaf padamu untuk kejadian yang kau lihat kemarin. Aku memang menyukai Yonghwa, tapi dia tak menyukaiku dan hanya mencintaimu. Dia bahkan memintaku untuk tidak mendekatinya lagi.”  Hyesung mencoba meyakinkan Shinhye, sementara itu Shinhye masih mendengarka Hyesung dengan seksama. “Kau wanita yang sangat beruntung bisa mendapatkannya. Aku mohon maafkan dia, ini semua salahku! Yonghwa benar-benar tak bersalah.”
“Kau tidak berbohong padaku, kan?” tanya Shinhye yang masih sedikit ragu.
“hhmmm” Hyesung mengangguk.
“gomawo karna kau telah mengatakannya padaku.”
“memang itu yang seharusnya aku lakukan. Kau ingin aku membawamu padanya? Hari ini dia sangat murung.” Ujar Hyesung.
“tidak, terima kasih. Aku akan menemuinya nanti!” Shinhye melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 8. “aku harus pergi ke kelas!” Shinhye segera pergi. Hyesung hanya mengangguk dan pergi ke kelasnya..

.

.

.

Yonghwa mencari Shinhye ke kelasnya seusai kelas berakhir, tapi ia tak menemukan gadis itu. Iapun mencari ke setiap sudut kampus, tapi tak juga bisa menemukannya.
“kau melihat Park Shinhye?” tanyanya pada salah seorang mahasiswa.
“ah aku lihat dia sudah pulang!”
“Ah begitu. Gomawo!” Yonghwa pun memutuskan untuk pulang dan bersiap untuk malam nanti.

Waktu telah menunjukan pukul 10 malam. Yonghwa dengan menggunakan kemeja berwarna merah dan   dipadu jeans hitam, siap untuk pergi ke festival Valentine’s. Seikat bunga dan kotak cincin berwarna merah telah siap ia bawa. Ia pun bergegas menuju tempat yang telah ia janjikan pada Shinhye beberapa hari yang lalu.
Sementara itu di tempat lain, Shinhye masih menatap kotak kosong itu di kamarnya. Ia terlihat sedang berpikir, apa ia harus pergi ke taman itu atau tidak.

Dia mengambil dress berwarna merah muda dan mencoba memakainya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin dan tersenyum.
“oppa, aku akan datang!”

Yonghwa telah sampai di taman festival Valentine’s. Tempat itu telah penuh dengan orang-orang yang mulai berdatangan bersama pasangannya. Yonghwa terus melihat ke sekitar taman itu, masih belum ada tanda-tanda kedatangan Shinhye. Iapun mengirimkan pesan pada Shinhye, bisa saja Shinhye mungkin tak bisa menemukannya di taman.
To : chagi

‘kau datang kan? Aku berada di depan pohon tempat dimana kita pertama kali bertemu’
Ia yakin jika gadisnya itu masih ingat tempat itu. Waktu terus bergulir, Yonghwa tak hentinya melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10.45pm.
“apa mungkin dia tak akan datang?” Yonghwa menatap bunga di tangannya yang sudah aedikit layu. Iapun menarik nafasnya, lalu berbalik memutuskan untuk pergi.
Gap!
Seseorang memeluknya dari belakang. Sontak Yonghwa terkejut dan menoleh ke belakang punggungnya untuk melihat siapa yang berada di balik punggungnya itu. Maya Yonghwa memerah saat melihat Shinhye. Dan Shinhye menatapnya dari belakang.
“kau hampir kecewa kan?” tanya Shinhye. “maafkan aku yang datang sedikit terlambat!” ucap Shinhye lalu melepaskan pelukannya.
“sedikit terlambat? Kau bahkan hampir membuatku patah hati shin.” Ucap Yonghwa.
“aku sudah memaafkanmu! Lagipula itu memang bukan salahmu. Hyesung tadi menemuiku dan mengatakan semuanya padaku.” Jelas Shinhye dan menggenggam kedua tangan Yonghwa. “sekarang tersenyumlah! Apa kau tak suka aku datang?” tanya Shinhye dan berhasil mengundang senyuman di bibir yongHwa.
“lalu mengapa kau terus mengabaikan pesanku?” Yonghwa menatap Shinhye dengan lekat.
“aku sengaja melakukannya, agar kau merasa khawatir.” Jawab Shinhye dengan sedikit tawa. “Oh ya, mana hadiah untukku?” Shinhye membuka kotak kosong yang harus diisi Yonghwa hari itu sesuai janjinya.
“tutup matamu!” pinta Yonghwa.
“untuk apa?”
“ayo cepat!”
“baiklah!” Shinhye memejamkan kedua matanya. Yonghwa mengambil kotak cincin yang ia simpan di saku celananya dan menaruhnya di kotak itu.
“kau boleh membuka matamu!” shinhye perlahan membuka matanya. Ia mengerut kan keningnya. Ia sedikit khawatir jika saja Yonghwa menipunya lagi.
“kotak lagi? Kali kau tidak memberiku kotak kosong kan?” tanya Shinhye dengan tatapan seolah menuduh Yonghwa telah menipunya kembali.
“buka saja!” Shinhye pun dengan antusias membuka kotak berukuran kecil itu dan tak ada apa-apa disana. Shinhye mengerucutkan bibirnya, ia ditipu lagi oleh kekasihnya. Sementara Yonghwa tertawa sangat keras melihat raut wajah kekasihnya itu.
“kau menipuku lagi!”
“apa kau hanya mengharapkan sebuah hadiah yang mungkin saja biaa rusak atau hilang dariku?” tanya Yonghwa dan merubah raut wajahnya menjadi serius.
“apa maksudmu?”
“bagaimana jika aku tak punya sesuatu untukku berikan padamu? Apa kau masih mau mencintaiku?” tanya yonghwa seraya memegang kedua pipi Shinhye.
“tentu saja!”
“kalau begitu, tetap lah menjadi orang yang bisa aku cintai dan bisa mencintaiku!” Shinhye hanya mengangguk meng-iyakan perkataan Yonghwa. “kasih sayangmu juga bukan hanya untuk hari ini, tapi juga di hari-hari setelah ini!” yonghwa memeluk Shinhye sangat erat, lalu melepaskannya.
Yonghwa merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah cincin putih dengan berhiaskan berlian dan memakaikannya di jari manis milik Shinhye. Shinhye sangat terkejut saat melihatnya.
“kau katakan padaku jika tak ada hadiah untukku? Lalu apa ini?”
“ini hanya simbol bahwa kau adalah milikku! Tetaplah menjadi milikku!” ucap Yonghwa.
“tapi kau telah membuang uangmu untuk membeli hadiah ini?” Shinhye merasa tak enak hati dengan hadiah pemberian Yonghwa yang mungkin pria itu harus menghabiskan semua uangnya hanya untuk membeli cincin itu.
“ini belum seberapa dengan cinta yang kau berikan padaku, Shin.” Yonghwa mendaratkan kecupannya di kening Shinhye dan kembali memeluk gadis itu dengan erat.
“saranghae Park Shinhye!” teriak Yonghwa.
“nado Saranghae Jung Yonghwa!” shinhye membalas teriakan Yonghwa dan mereka tertawa bersama seolah dunia ini hanya milik mereka berdua.
Mereka berdua duduk di kursi taman yang berada di bawah pohon, tempat pertama kali mereka bertemu. 2 tahun sudah mereka melewati waktu bersama. Shinhye menyandarkan kepalanya di bahu Yonghwa. Tangan mereka saling menggenggam erat.
“setelah lulus, mau kah kau menikah denganku?” tanya Yonghwa. Shinhye terbangun lalu menatap wajah Yonghwa.
“apa kau sedang melamarku?”
“mmmm.” Yonghwa menganggukan kepalanya.
“tentu saja, kita bisa menikah setelah lulus. Tapi, kau harus pergi wajib militer terlebih dahulu. Baru menikah denganku.”
“mwo?? Baiklah! Tapi, kau harus berjanji padaku untuk tidak pernah berpaling dan tetap menjaga cintamu untukku!” pinta Yonghwa. Shinhyepun mengangguk tanda mengiyakan permintaan Yonghwa. Yonghwa pun berdiri, sementara Shinhye hanya menengadahkan wajahnya saat Yonghwa berdiri.
“ayo kita pulang. Hari sudah larut! Mulai besok, pergilah ke kampus bersamaku!”
“ne.”

Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan. Tapi Shinhye meminta agar Yonghwa menggendongnya di atas punggung. Dan Yonghwa pun mengikuti permintaan Shinhye dan menggendong Shinhye hingga sampai di rumahnya.

END

Advertisements

15 thoughts on “[SEG Event] Still My Love

  1. Bagus… Bagus…
    Cerita yang ringan tanpa konflik yang terlalu berat i like it 👍
    Tapi mau sedikit koreksi boleh ??
    Mungkin dalam penulisannya masih ada beberapa typo ya thor, ya semoga ke depannya bisa lebih di perhatiin lagi hehe hwaiting 👍

  2. Kirain hyesung orang nya jahat, ternyata dia orang baik. Dia mau menjelaskan semua salah paham ini kepada shin hye, jadi nya yongshin bisa bersama kembali

  3. manis bgt mereka eon..shinhye minta di gendong segala kkekeke klo gk kena deadline bs dtambihn dkit nih eon 🙂 🙂

  4. Suka cerita yongshin yg sweet kayak gini,,,, apalagi yonghwa selalu bisa membahagiakan shinhye,,,,, cerita nya keren kok.

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s