[SEG Event] You Never Walk Alone

20170302_071812.jpg

 

You Never Walk Alone

[First Love]

Tittle : Story Of 24th

Tema : Spring Season

[Special Birthday Suga & Me]

Author : Adorable.Me

Cast :

Min Yoongi aka Suga Of BTS

Park Cheonsa (Oc/You) and other cast.

Genre : Romance, Hurt, Angst, Tragedy.

Length : Oneshoot

Ost FF : Suga – First Love, BTS – Love is not over, BTS – dead leaves, BTS – Butterfly.

|9 March|

_ Min Yoongi_

Aku langkahkan kakiku secara perlahan menyusuri jalan beraspal penuh dengan dedaunan kering yang berguguran, matahari menampakkan cahaya terangnya seakan memberikan kehangatan keseluruh sudut kota diawal musim semi ini. Tiba-tiba angin berhembus dengan kencangnya menyapu semua hawa hangat yang sedari tadi menyelimutiku, kurapatkan kembali jaket tebal pada tubuhku ini agar mendapatkan kehangatan yang lebih. Hari ini sangatlah special bagiku, karena apa? karena tepat dihari ini aku sedang berulang tahun yang ke 24 tahun, ditambah lagi dengan sang manager yang mengizinkanku untuk pulang kekampung halamanku di Daegu untuk beberapa minggu ini. “Aku sangat senang sekarang!”Batin. Setelah sekian lama aku menetap di Seoul untuk menggapai cita-citaku kini aku bisa menyinggahi kembali tempat yang membesarkanku sewaktu kecil, aku sangat merindukan tempat ini. Lama kuberjalan, akhirnya akupun sampai ditempat tujuanku. Kedua manikku menangkap bayangan sebuah rumah berukuran kecil yang terlihat sudah tua, kakiku kembali melangkah mendekati rumah tersebut, dengan perlahan aku mulai membuka pintu rumah ini yang terlihat sudah sangat lapuk dimakan rayap. Kini cahaya matahari mulai merambat masuk kedalam rumah dari balik pintu yang semakinku buka sempurna. Kedua mataku langsung terarah menatap dalam rumah yang menampakkan sebuah piano coklat. Aku kembali melangkahkan kedua kakiku menghampiri piano tersebut, kulihat debu menempel tebal diatas piano ini serta jaring laba-laba yang menghiasi disetiap sudut piano. Hatiku memerintahkanku untuk duduk dikursi panjang berhadapan dengan piano ini dan akupun melakukannya. Kedua tanganku kini terulur membuka penutup not piano coklat senada ini dan langsung menampakan not-not yang terlihat kotor nan usang tak terurus. Kuhembuskan napas beratku saat mengawali aksi jari-jariku menekan memainkan not-not favoriteku ini. Beberapa menit aku pun terhanyut dalam permainan pianoku kini, hingga saat jariku akan menekan not C major, aku binggung sekarang! aku tidak bisa menemukan not tersebut, aku melihat terdapat ruang kosong diantara deretan not, “not itu menghilang!”Bantinku dalam hati.

“Permainan piano ini tidak bisa dilanjutkan seperti ini!”

Lama kumenatap ruang kosong not tersebut, tiba-tiba bayangan akan masa lalu berputar dalam otakku bagaikan klise tak beraturan. Aku pegangi kepalaku yang sedikit terasa sakit dengan kedua tanganku, terdengar suara satu nada monoton keras ditelinggaku dan itu semakin membuat kepalaku terasa sakit, kedua mataku pun ikut terpejam secara reflek seolah tidak ingin mengingat semua bayangan akan masa lalu itu. Bayangan akan masa lalu semakin jelas terlintas dipikiranku, saat pertama kali ku menginjakkan kakiku disekolah, mendapatkan teman sebayaku, berlatih rap disudut kota bersama clubku, dan masih banyak lagi lainnya yang semakin samar kulihat. Sedetik kemudian rasa sakit di kepalaku menghilang dan akupun membuka kembali kedua mataku perlahan. “Sudah tidak aman lagi!”Batinku kembali dan akupun segera menegakkan tubuhku berniat meninggalkan piano coklatku ini, tetapi setelah beberapa langkah kakiku menuju pintu, kakiku terhenti seketika saat indera pendengaranku menangkap suara lantunan nada indah dari not-not piano! Sontak akupun membalikkan tubuhku ke arah sumber suara dan ternyata suara yang aku dengar kini berasal dari piano coklatku. Kedua mataku membulat seketika saat melihat sosok perempuan berpakaian dress putih yang kini sedang membelakangiku seperti sedang memainkan pianoku. Aku kenal dengan lantunan not yang dimainkan perempuan ini, hingga tanpa disadari akupun menghampiri perempuan tersebut dan duduk dikursi panjang ini tepat disampingnya. Jari jemari lentiknya menari-nari indah menekan setiap not dengan apiknya, hingga kini tatapanku terarah menatap wajahnya dengan lamat. Lamaku menatap wajah perempuan ini meskipun sedikit tertutupi oleh surai hitam panjangnya, tapi tetap saja aku bisa melihat wajah cantiknya itu. Perlahan perempuan itu memalingkan wajahnya melirik kearahku dengan senyuman manis yang menghiasi bibir pink segarnya itu, tanpa menghentikan aksi bermain pianonya. Tanpa disadari bibirku pun ikut tertarik membalas senyuman manisnya, sedetik kemudian perempuan itupun memberikan kode kepadaku untuk ikut serta dalam permainan pianonya, dan akupun menurutinya dengan senang hati. Lantunan yang dihasilkan dari piano ini semakin terasa sempurna jika didengarkan lebih lama karena kami memainkannya dengan penuh perasaan. Senyuman perempuan itu tidak lepas dari bibirnya seperti terukir permanen indah diwajah putihnya itu, meskipun terlihat sangat putih pucat menurutku. Beberapa menit kemudian permainanku kembali terhenti karena harus terjebak oleh not yang hilang entah kemana. Seketika perempuan itupun ikut menghentikan permainannya karena binggung kepadaku yang menghentikan permainannya secara sepihak. Kini manik perempuan itu ikut terarah menatap jajaran not yang terdapat satu ruang kosong not hilang, lalu perempuan tersebut terlihat meronggoh saku kiri dress putihnya itu seperti sedang mencari sesuatu dan ternyata benar, kini ia menunjukan sesuatu yang ia sembunyikan dibalik kedua tangannya yaitu not C major yang hilang.

“Tunggu dulu! Kenapa perempuan ini memiliki not pianoku yang hilang?”Batinku binggung sambil menatap wajahnya dan not itu secara bergantian, tapi ia hanya menampilkan senyumannya padaku, tangannya kini terulur menempatkan not tersebut ketempat asalnya.

“C major”

Kini aku mulai berpikir keras menerawang kejadian terdahulu yang teralami olehku. C major, C! C! “Cheonsa? Kedua mataku membulat seketika dan langsung menatap kembali perempuan disampingku ini saat mengingat nama tersebut. “Aku ingat sekarang kenapa not piano C major menghilang! Karena dulu sebelum aku pergi ke Seoul, aku memberikan not tersebut kepada seseorang yang sangat aku sayangi sebagai pengingat akan diriku, C major untuk Cheonsa yang berarti malaikatku. Seketika perempuan itu pun menghentikan senyumannya dan menatap mataku dalam.

“Apa oppa mengingatku, eoh?”Tanya perempuan itu padaku, aku hanya bisa menatapnya tak percaya.

“Ne benar sekali! Aku Cheonsa oppa~”ucapnya kembali membuatku semakin tak percaya. Sekian lama aku tidak bisa menemukan keberadaannya, dan kini secara tiba-tiba ia muncul dihadapanku sekarang. Orang yang sangat aku sayangi, orang yang sangat aku cintai kini tepat berada dihadapanku? Ia adalah Park Cheonsa, malaikatku. Tak mau menunggu lama akupun menarik tubuhnya kedalam dekapanku memeluknya dengan erat melepaskan semua kerinduan yang kualami untuk sekian kalinya, sudah hampir 8 tahun ini aku tidak pernah melihatnya lagi.

“Oppa~ neomu bogoshipo.

 

| Morning |

Aku buka kedua mataku secara terhentak karena terkejut dengan apa yang sudah kulihat oleh kedua mataku baru saja. Mataku menatap kesekitarku yang hanya menampakkan suasana kamar seperti biasanya pada saat bangun tidur. Aku berada dikamarku sekarang, lebih tepatnya diatas ranjang empukku ini! “Tunggu dulu! Cheonsa? Apakah semuanya hanya mimpi?”Batinku binggung dan berpikir keras. Tidak mau menunggu lama akupun menegakkan tubuhku meraih jaket hitam tebalku dan berlari keluar dari kamarku ini. Aku kencangkan langkah kaki berlariku menuju tempat pianoku disimpan, deru napas memburu keluar bersamaan dengan uap hangat keluar dari mulutku yang sudah menjadi khas dimusim dingin ini. Beberapa menit berlari akhirnya akupun sampai didepan pintu rumah ini, aku kembali mengatur napasku dan memantapkan tekadku untuk membuka pintu ini dengan segera. Setelah pintu ini terbuka sempurna, kedua matakupun membulat seketika saat melihat sosok perempuan yang kini sedang menampilkan senyuman manisnya kearahku dari bangku piano coklatku, Ia adalah Cheonsa. “Ternyata ini semua bukan mimpi, Cheonsa memang selalu hadir didekatku akhir-akhir ini!”Batinku dalam hati sambil menghembuskan napas legaku.

“Oppa wasseo? Kajja kita mainkan lagu favorite kita!”Ucapnya lembut sambil menarik tanganku untuk duduk disampingnya, aku hanya bisa pasrah dan mengikuti ajakannya bermain piano.

Setiap hari kujalani dengan mengulang-ngulang kenangan indah ini bersama Cheonsa, seperti biasanya aku dan Cheonsa akan menghabiskan waktu kami dengan memainkan lagu-lagu favorite kami lewat piano ini, dan jika hari mulai senja kami berdua akan pergi berjalan-jalan menyusuri padang rumput ilalang yang terbentang luas didekat rumah Cheonsa. Para warga seperti biasanya selalu menyapaku dengan sangat ramah bahkan tak sedikit dari mereka memintaku untuk berfoto ria bersama mereka, karena mereka tahu bahwa aku seorang bintang sekarang!hehe~

 

| 14 March |

Yoongi

Hari ini adalah saat-saat yang sangat membahagiakan untukku! Karena kenapa? Karena tepat di hari esok adalah hari yang sangat special sekali bagi Cheonsa yaitu hari ulang tahunnya yang ke 24 tahun, sama halnya sepertiku, karena kami berdua seumuran hanya berbeda beberapa hari saja hari ulang tahunnya. Aku sudah mempersiapkan kejutan untuknya, dan akupun sudah menciptakan lagu khusus untuk dirinya. Seperti biasa akupun mengunjungi rumah pianoku berniat menemui Cheonsa disana, karena Cheonsa selalu menyuruhku untuk bertemu dengannya ditempat ini sebagai tempat janjian kami akan bertemu. Seperti biasanya Cheonsa selalu menyambutku dengan senyuman manisnya, tapi aku rasa ada yang berbeda dengan senyumannya saat ini, tidak seperti biasanya, seperti ada yang ia sembunyikan dariku!”Batinku dalam hati dan mencoba berpura-pura tidak tahu. Akhirnya kamipun mulai memainkan not-not piano ini melantunkan lagu favorite kami seperti biasanya. Suasana ruangan ini terasa indah dan hangat jika kami memainkan lagu ini, canda dan tawa selalu menghiasi kami, hingga tanpa terasa hari pun semakin senja sekarang. Jika sudah bermain piano kami tidak akan ingat dengan waktu, dan seperti biasanya akupun menggenggam tangan Cheonsa dengan erat berniat mengajaknya berjalan-jalan ke tempat biasa kami berdua kunjungi yaitu padang rumput ilalang. Petani yang sedang mengurus ladangnya terlihat menyapaku seperti biasanya, aku hanya bisa melambaikan tanganku membalas sapaan mereka, tapi petani tersebut selalu melihatku dengan tatapan anehnya, tidak tahu kenapa! Tetapi aku sama sekali tidak ingin mempermasalahkannya.

Sesampainya ditempat biasa akupun mulai mengajak Cheonsa untuk duduk dibangku taman menikmati pemandangan matahari terbenam yang sangat indah dimataku kini! “Tapi ada yang aneh dengan Cheonsa, kenapa ia terlihat menundukkan kepalanya sedari tadi tidak seperti biasanya!”Batinku dalam hati sambil menatap wajah Cheonsa yang terus saja menundukkan kepalanya menatap lurus kebawah.

“Cheonsa-yah gwaenchana, eoh?”Tanyaku membuka pembicaraan, kini Cheonsa mulai membalikkan wajahnya menatapku, tatapan Cheonsa kini terlihat sangat rapuh, seperti memendam kesedihan yang mendalam.

“Anio gwaenchana oppa! Geogjeonghajima.”Jawabnya mencoba tersenyum kearahku, meskipun senyumannya itu terlihat dipaksakan kini.

“Anio malhaebwayo Cheonsa-yah! Jangan kau pendam suatu masalah itu sendiri, apapun itu beritahukan kepada oppa, eoh!”Ucapku kembali menenangkannya, Cheonsa terlihat sedang berpikir sekarang. “Tapi tunggu dulu! Setelah dilihat dengan seksama, Cheonsa sering memakai pakaian berwarna putih sekarang, tapi memang warna itu adalah favoritenya!”Batinku kembali tidak mempermasalahkan.

“Anio eoppseoyo oppa, hanya saja~ tidak tahu kenapa akhir-akhir ini aku sangat mencintaimu oppa!”Jawabnya jujur dan kini ia menampilkan senyuman manis seperti biasanya padaku, bahkan senyumannya kini berkali lipat lebih manis menurutku.

“Geuraeyo? Ah~ aku kira ada apa, Kau ini! Sini aku akan memelukmu!”Ucapku sedikit tersipu malu mendengar jawaban polos dari Cheonsa barusan dan kini aku mulai menarik tubuh Cheonsa dalam pelukanku secara perlahan. “Hangat!” Aku merasakan tubuhku sangat hangat memeluknya, tetapi seperti biasa tubuh Cheonsa selalu terasa dingin dan akulah yang selalu bertugas untuk menghangatkannya lewat pelukanku ini. Kini Cheonsa mulai membalas pelukkanku dengan erat dibalik jaket tebalku.

“Apa kau sangat mencintaiku, eoh? Hubungan kita sempat terputus 8 tahun yang lalu, dan sekarang kita kembali menjalin hubungan kita. Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu lagi. “Kau tahu? Semenjak aku pindah ke Seoul untuk mencapai cita-citaku menjadi seorang rapper, kini aku pun sudah mendapatkannya, dan aku mulai terkenal bersama Boygrupku BTS, aku tidak pernah melupakanmu Cheonsa-yah, bahkan apa yang selalu aku rasakan terhadapmu selalu aku tuangkan dalam setiap lagu yang kubuat. Apa kau tahu itu, eoh?”Ucapku mencoba menjelaskan dan sesekali kembali mengenang masa lalu, tidak ada kata yang terucap dari bibir Cheonsa, ia hanya diam mencerna setiap kata yang aku ucapkan, dan kini aku mulai merasakan Cheonsa menganggukan kepalanya dalam pelukkanku memberi tanda mengerti.

“Oppa~ aku selalu menunggumu pulang, tapi kau tak kunjung datang juga. Setiap akhir pekan aku selalu menunggumu dihalte pemberhentian terakhir bis, tapi aku tidak melihat oppa kembali juga untuk pulang. Apa oppa sangat sibuk disana, eoh?” Kini Cheonsa mulai berbicara.

“Mianhae chagiya~ aku tidak berniat untuk membuatmu menunggu seperti itu, tapi kau tahu sendirikan bagaimana kehidupan seorang trainee? Sangatlah sulit, kuharap kau dapat memakluminya.

“Ne oppa~ aku sudah memaafkanmu, bahkan aku selalu berusaha memaafkanmu setiap saat, karena yang lebih terpenting sekarang yaitu oppa masih bisa mengingatku dan aku sangat senang bisa melihat oppa lagi sekarang disini!”Jawabnya sambil dihiasi dengan senyuman manisnya dan kedua maniknya pun tidak lepas menatap kedua mataku. Aku merasakan Cheonsa menguatkan pelukannya terhadapaku, akupun ikut membalasnya.

“Oppa~ jika suatu hari nanti aku yang akan pergi meninggalkan oppa, apa yang akan oppa lakukan?”Ucapnya kembali, dan sukses membuat mataku membulat seketika tak percaya dangan apa yang baru saja ia ucapkan.

“Andwaeyo! Mulai saat ini kau tidak boleh meninggalkanku Cheonsa-yah, meskipun itu sudah menjadi sebuah keharusan untuk kau pergi, tapi aku akan menunggumu seperti apa yang kau lakukan saat menungguku!”Jawabku sedikit tidak terima dengan apa yang aku ucapkan barusan.

“Anio oppa~ kau harus merelakanku pergi, dan aku ingin oppa tidak pernah menungguku nanti!”Ucapnya sedikit terdengar aneh ditelingaku. “Aku binggung sekarang kenapa Cheonsa berbicara seperti itu!”Batinku dalam hati binggung, akupun mencoba melepaskan pelukkanku secara perlahan dan Cheonsa pun hanya menurutinya, kini ia hanya menundukkan kepalanya dalam. Kuperhatikan wajahnya dalam dan tiba-tiba setetes air mata sukses menetes dari kedua mata Cheonsa! “Cheonsa menangis?”Batinku kembali binggung. Tanganku kini terulur menakup kedua pipi Cheonsa mencoba menyuruhnya untuk mendongkakkan wajahnya menatapku, dan ternyata berhasil. Cheonsa pun kini menatap mataku dengan sendu.

“Aku tidak ingin mendengar ucapan itu darimu Cheonsa-yah! Aku akan selalu berada disampingmu kapanpun dan dimanapun itu, aku akan selalu menjagamu. Percayalah padaku, eoh!”Ucapku mencoba meyakinkan bahwa aku tidak akan meninggalkannya mulai dari saat ini, bahkan aku berniat akan membawanya ke Seoul nanti. Cheonsa terlihat hanya berdiam diri saja sekarang! “Kenapa dia sebenarnya?”Batinku kembali dalam hati.

“Oiya besok jangan lupa kau datang ketempat biasa kita bertemu, ok! dan aku ingin kau datang lebih awal dari pada biasanya. Bagaimana? Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu Cheonsa-yah. Karena ini sudah malam, ayo kita pulang!”Ucapku kembali mencoba tersenyum menenangkannya, kini Cheonsa mulai menampilkan senyumannya kembali kepadaku, aku merasa sedikit lega melihat senyumannya itu. Senyuman itu sangat manis, tiba-tiba kedua mataku terarah menatap bibir tipis pink Cheonsa, tanpa disadar wajahku pun mulai mendekat kearah wajahnya lebih tepatnya mendekat kearah bibir Cheonsa, dan dengan segera akupun mengecup bibir tipisnya dengan lembut.

 

| 22.00 pm |

Angin berhembus cukup kencang malam ini, tapi itu semua tidak mematahkan semangatku untuk memberikan kejutan pada Cheonsa nanti pagi tepat dihari specialnya yaitu hari ulang tahunnya. Kini Yoongi terlihat sedang menghias rumah pianonya dengan lampu-lampu kerlip kecil menampilkan kesan bintang-bintang yang bersinar sangatlah indah, dan ia pun membersihkan setiap sudut ruangan agar terlihat lebih rapih dan bersih kembali seperti dulu. Keringat mulai membasahi wajahnya kini dimalam musim dingin, karena sepertinya musim semi akan segera datang saat ini, tapi Yoongi tidak mempermasalahkannya dan kembali berfokus pada acara menghiasnya,

“Aku harap Cheonsa menyukainya.”Batinku dalam hati sambil tersenyum melihat apa yang sudah dilakukan kepada rumah tua ini yang terlihat sangat indah sekarang.

 

“Morning” |15 March|

Cahaya matahari mulai menelusup masuk kedalam ruang kamar dari balik tirai putih tipis, dan cahaya tersebut kurasakan mulai mengganggu dari acara tidur indahku ini. Terpaksa aku pun merenggangkan kedua tanganku keluar dari balik selimbut tebal ini berniat untuk bangun. Saat sudut mataku menangkap benda bundar yang tertempel didinding sebelah kananku yang sering kita kenal dengan jam dinding, betapa terkejutnya aku karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 09.00 am! “Hwaaa~ aku terlambat!”Teriakku frustasi karena sangat terlambat untuk menemui Cheonsa dihari specialnya kini, dengan segera akupun menegakkan tubuhku berniat untuk bersiap-siap. Lima belas menit kemudian akupun sudah siap dengan penampilan rapihku seperti biasanya. Kedua kakiku pun langsung berlari menuju rumah pianoku dan tak lupa aku membawa kotak hitam kecil yang didalamnya terdapat sepasang cincin yang akan ku berikan kepada Cheonsa sebagai pengikat hubunganku dengannya. Senyumanku tidak lepas menghiasi acara berlariku kini, uap hangat keluar dari mulutku bersamaan dengan napasku yang memburu keluar. “Aku sedikit kelelahan sekarang.”Batinku dalam hati dan kembali mengencangkan berlariku. Sesampainya didepan gerbang, aku sedikit binggung sekarang! “Kenapa Cheonsa tidak ada disini? Apa dia belum datang?”Gumamku pelan sambil melirik kearah sekitarku, tiba-tiba aku merasakan angin berhembus dengan kencangnya kearahku, aku hanya bisa merapatkan jaket tebalku ini ketubuhku. Dengan segera akupun langsung membuka kunci rumah pianoku ini, kedua mataku kini menatap kesegala arah yang menampakkan suasana yang sangat indah terpancar dari dalam rumah ini, meskipun terlihat dari luar rumah ini sangat lapuk tapi tidak dengan keadaan dalamnya. Akupun mendudukkan tubuhku dikursi piano dan mulai melantunkan not-not indah yang biasa kumainkan bersama Cheonsa, terdengar lantunan suara not piano yang kurang sempurna ditelinggaku karena permainan solo tidak seperti biasanya. Hampir 3 lagu sudah aku mainkan pada piano ini, tapi Cheonsa tidak kunjung datang juga. “Apa dia lupa dengan janji kita kemarin? Eiii~ Maldo andwae!”Batinku dalam hati heran. Aku mencoba berpikir positif sekarang mungkin ada yang harus Cheonsa lakukan sebelum datang kesini, dengan perasaan was-was akupun melanjutkan kembali memainkan piano coklatku ini. Lama menunggu membuat Yoongi pun sedikit mengantuk sekarang, kini ia pun mulai menghentikan permainan pianonya dan menghampiri sofa disampingnya. Tanpa disadari kedua mata Yoongipun terpejam menuju alam mimpi, mungkin karena ia begadang semalaman untuk menghias rumah ini serta rasa lelah yang ia rasakan menimpanya sekarang, sehingga kini ia terlelap tidur dengan pulasnya.

 

|17.00-pm|

Kedua mataku kini perlahan terbuka saat cahaya matahari senja mulai menyinariku lurus dari balik jendela yang tak tertutupi oleh tirai orenku. Secara reflek kedua tanganku merentang kedua arah berlawanan disampingku diiringi oleh menguapnya mulutku khas bangun tidur. Kini mataku sudah terbuka sempurna menatap kesekitarku dan ternyata aku berada dirumah pianoku. Tiba-tiba aku teringat pada Cheonsa. “Apa hari ini Cheonsa tidak kesini, eoh? Waeyo? Tidak seperti biasanya, ini kan hari ulang tahunnya, kenapa ia malah tidak datang?”Gumamku binggung karena tidak seperti biasanya cheonsa absen menemuiku dirumah piano ini. Akupun memutuskan untuk melangkahkan kakiku menemui Cheonsa dirumahnya langsung, karena hari sudah mulai malam akupun dengan segera mengencangkan acara berjalanku ini. Saatku sampai didepan rumah Cheonsa, aku melihat rumah Cheonsa sangatlah sepi, bahkan lampu yang biasanya bersinar dengan terang kini tak menampakkan cahayanya. Dengan segera akupun menekan bel rumah Cheonsa dengan penasaran, 1 menit, 2 menit tidak ada respon apapun dari dalam rumah. Akupun semakin panik sekarang, aku kembali menekan bel rumah ini dan sesekali aku berteriak memanggil nama Cheonsa, hingga warga pun mulai melihat kearahku dengan raut wajah herannya, Aku semakin mengkhawatirkan keadaan Cheonsa! “Apa yang sebenarnya terjadi pada Cheonsa?”Batinku dalam hati. Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang menarik tanganku dari arah belakang, sontak akupun membalikkan tubuhku berharap cheonsa lah yang melakukannya, tapi ternyata salah. Kini aku melihat sesosok laki-laki paruh baya menyuruhku untuk mengikutinya kesuatu tempat. Beberapa menit berjalan akhirnya akupun sampai disebuah bangunan yang cukup besar. “Tunggu dulu! Bangunan ini kan tempat orang menyimpan abu yang sudah meninggal! Ada yang tidak beres, apa maksud orang tua ini mengajakku ketempat ini?

“Mianhae ajushi! Sepertinya kau salah mengajakku kesini, aku tidak sedang ingin mengunjungi harabeojiku yang sudah meninggal! Tapi~

“Sudahlah~ lebih baik kau segera masuk kedalam sebelum semuanya terlambat!”Ucap tuan jang ajushi tersebut memotong perkataanku. Aku semakin binggung sekarang, akupun kembali melanjutkan langkah kakiku mengikuti kemana ajushi itu berjalan.

Hingga sampai diujung koridor, ajushi ini menghentikan langkahnya dan ia pun masuk kedalam suatu ruangan yang menampakaan lemari berjajar yang didalamnya tersusun rapih guci abu kematian. Aku semakin binggung sekarang, hingga tuan jang mulai memberikan perintah kepadaku untuk menghampirinya, kedua mataku pun sontak mengikuti arah dari tatapan tuan jang ini, sedetik kemudian kedua mataku membulat sempurna saat menatap lemari yang ada dihadapanku saat ini! Detak Jantungku terasa berhenti untuk berdetak, dan tanpa diberi aba-aba lagi air mataku pun menetes keluar tak tertahankan. Tanganku bergetar terulur menutup mulutku yang sedari tadi terbuka karena tak percaya dengan apa yang sudah aku lihat saat ini. Didalam laci lemari tersebut terlihat sebuah balok porselin bertuliskan nama “Park Cheonsa” serta fotonya pun hadir menghiasi lemari tersebut, bahkan fotoku dulu yang sedang tersenyum bahagia bersamanya ada didalam. Kini kedua lututku sudah tidak bisa lagi menopang tubuhku hanya untuk berdiri sekalipun dan akhirnya aku pun terduduk lemas dilantai dingin ini. Kedua matakupun terus menumpahkan air matanya dengan deras, dadaku terasa sesak sekali seperti terhimpit batu besar yang menimpaku, tubuhku bergetar hebat sekarang.

 

“Ini tidak mungkin!”

“Ini tidak mungkin!”

“Cheonsa masih hidup, aku yakin Cheonsa masih hidup!”Gumamku tak percaya dan berusaha untuk tidak percaya dengan semua ini.

“Mungkin ini saatnya kau mengetahui semuanya Yoongi-yah! Cheonsa meninggal 4 tahun yang lalu!”Ucap tuan jang membuat dadaku semakin terasa sesak.

“Anio! Ini tidak mungkin! Ini tidak mungkin ajushi, buktinya aku masih bisa bertemu dengannya kemarin! Bahkan kami selalu bersama dalam satu minggu lebih ini. Ajushi tolong jangan berbicara omong kosong seperti itu!”Jawabku tidak terima dengan apa yang telah diucapkannya.

“Mianhae~ tapi memang seperti ini adanya Yoongi-yah. Semua anggota keluarga Cheonsa terbunuh oleh sekelompok perampok saat akan merampok rumahnya 4 tahun yang lalu. Keadaan mereka sangat tragis dan tidak dapat terselamatkan lagi, termasuk Cheonsa yang mendapatkan luka yang paling parah karena menurut para saksi Cheonsa mencoba mengagalkan perampokan itu, tapi dampaknya malah Cheonsa ikut terbunuh dengan kejinya!”Ucap tuan Jang kembali menjelaskan, aku sangat tidak terima kenyataan bahwa Cheonsa sudah meninggal kini.

“Ajushii~ jika Cheonsa meninggal 4 tahun yang lalu, bagaimana bisa ia selalu hadir disampingku, eoh? Apa semua ini masuk akal?

“Entahlah~ sepertinya ia sangat merindukanmu. Kau tahu? Sebelum kejadian itu terjadi, Cheonsa selalu terlihat menunggumu pulang, bahkan ia selalu menunggumu sampai hari mulai senja. Bahkan setelah kejadian pembunuhan itu terjadi, arwah Cheonsa selalu terlihat dihalte seperti biasanya, warga mulai resah dengan kedatangan arwah penasaran Cheonsa yang mungkin ia sangat ingin bertemu denganmu, tapi lama kelamaan kamipun sudah terbiasa akan hal itu. Setiap malam kami selalu mendengar jeritan-jeritan dari dalam rumah Cheonsa, padahal rumah tersebut tidak ada yang menempati satu orangpun! “Ucap tuan Jang mencoba menjelaskan kepadaku kembali, aku hanya bisa mengerjapkan mataku tak percaya sambil terus mencerna setiap kata-katanya.

“Apa kau percaya dengan perkataan orang tua dulu yang mengatakan bahwa ‘Seseorang yang mati terbunuh akan bangkit kembali dan membalaskan dendamnya pada umur ke 24 tahun’? Apa kau percaya itu, eoh?

“Ne, aku pernah mendengar hal itu. Chamkanman! Cheonsa berulang tahun hari ini, dan ulang tahunnya kini tepat diumur 24 tahun ajushi!”Jawabku sangat terkejut.

“Ne benar sekali! Sepertinya Cheonsa sudah berhasil membalaskan dendamnya dan mungkin sekarang ia sudah kembali lagi kealamnya. Asal kau tahu saja? Selama Cheonsa menunggu hari pembalasan ini tiba, setiap pagi sampai senja ia selalu terlihat menunggumu pulang dihalte dan ketika malam hari tiba Cheonsa harus menjalani kenyataan yang ia sendiripun tidak ingin merasakannya, yaitu Cheonsa harus merasakan kesakitan yang ia alami seperti pada saat pembantaian keluarganya, rasa sakit tertusuk benda tajam, lebam akibat benturan benda tumpul, darah yang mengucur deras, air mata yang menghiasi kesakitannya, luka sayatan dalam perih dan lainnya menghiasi sekujur tubuhnya, serta mendengar suara erangannya, setiap hari Cheonsa harus mati dan mengulang kembali kematiannya. Itu terus berulang saat menjelang malam dan yang selalu ia cari adalah kau, tapi jika matahari mulai muncul kepermukaan bumi luka, darah, dan rasa sakitnya pun hilang begitu saja dan Cheonsa pun dapat kembali menjalani rutinitas yang sama setiap harinya yaitu menunggu kehadiranmu disampingnya. Sangatlah pedih!”Ucapnya kembali menjelaskan, aku sangat terkejut mendengar penjelasannya kali ini!”Apa Cheonsa mengalami itu semua? Aku tidak mau Cheonsa tersakiti seperti itu!”Batinku dalam hati. Aku tahu ajushi ini terkenal sebagai orang yang bisa berkomunikasi dengan makhluk asral, sehingga bukan hal yang asing lagi baginya untuk mengetahui keadaan Cheonsa selama ini.

“Aku sangat menyesal meninggalkan Cheonsa, padahal aku tahu Cheonsa sangat membutuhkan aku!”Batinku dalam hati sangat menyesal.

“Ajushi! Apa aku bisa bertemu dengan Cheonsa meskipun hanya sebentar saja, eoh?”Ucapku mencoba bertanya kepada ajushi tersebut, tiba-tiba aku merasakan angin berhembus cukup kuat menerpaku saat ini.

“Sepertinya kau bisa bertemu dengan Cheonsa. Aku akan meninggalkanmu agar kau lebih leluasa bersamanya!”Jawab tuan jang yang kini mulai menampilkan senyumannya kepadaku. Tanpa disadari ajushi tersebut berkata seperti itu karena kini ia melihat sosok arwah Cheonsa sedang berdiri tepat dibelakang Yoongi yang sedang terduduk pasrah dilantai, cheonsa terlihat tersenyum kearahnya dan dengan segera Yoongipun menegakkan tubuhnya mulai mengikuti arah tatapan mata ajushi tersebut. Kini kedua mataku membulat sempurna saat melihat sosok Cheonsa dihadapanku dengan senyuman manis seperti biasanya. Ada rasa tak percaya bahwa Cheonsa mengalami ini semua, aku sangat menyesal.

“Oppa mianhae~ hari ini aku tidak bisa menempati janji menemui oppa dirumah piano seperti biasanya. Ada yang harus aku lakukan tadi!”Ucapnya dengan nada menyesalnya membuat hatiku semakin teramat sakit.

“Gwaenchana Cheonsa-yah, gwaenchana!”Jawabku sambil menahan tangisku. Aku ingin sekali mendekapnya erat kedalam pelukanku dan dengan segera akupun mulai melakukannya, tapi tidak bisa! Tanganku tidak bisa menyentuh tubuh Cheonsa dan hanya bisa menembusnya. Dadaku semakin sesak mengetahui kenyataan ini, air mataku pun tidak bisa lagi dibendung dan akhirnya menetes tak tertahankan, kini kulihat tubuh Cheonsa pun ikut bergetar menahan tangisnya.

“Oppa mianhae~ mulai saat ini, Aku tidak bisa berada disampingmu lagi oppa. Aku tahu oppa pasti sudah mengetahui semua tentang permasalahanku ini kan? Dan sekarang aku harus kembali ke alamku menemui keluargaku disana!”Ucap Cheonsa menjelaskan dan mulai menangis sesegukan dihadapanku.

“Andwaeyo! Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya, aku sangat mencintaimu Cheonsa-yah. Aku sudah menyiapkan cincin untukmu dihari ulang tahunmu ini, aku ingin kau menjadi pasangan hidupku untuk selamanya.

“Andwaeyo oppa~ Kita sudah berada didunia yang berbeda, jadi kita tidak mungkin untuk bersama lagi oppa~ lebih baik oppa lupakan semuanya, anggap saja selama ini oppa tidak pernah bertemu denganku.

“Anio~ aku tidak mungkin bisa melakukan itu semua Cheonsa-yah! Apa kenangan indah yang selama ini kurindukan harus kulupakan begitu saja sekarang, eoh? Itu tidak akan pernah terjadi.

“Maafkan aku oppa! Aku sangat senang bisa melihat dan bertemu denganmu lagi disisa hariku ini, bahkan dihari ulang tahunku ini, meskipun aku dan oppa harus menerima kenyataan yang sangat mengejutkan, tapi aku merasa menjadi seseorang yang sangat beruntung bisa mendapatkan hati oppa selama ini. Mungkin oppa akan mendapatkan yang lebih baik dariku mulai dari sekarang, aku yakin itu. Jadi, aku mohon tolong lupakan aku oppa, agar aku tenang diatas sana!”Jawab Cheonsa dengan nada tertahankan oleh tangisannya, tiba-tiba aku merasakan angin dingin berhembus dengan kencangnya kembali kearahku. Kedua mataku kini membulat seketika saat melihat wajah Cheonsa kini mengeluarkan darah dari sudut dahinya yang menampakkan luka cukup dalam semakin lama semakin terlihat jelas luka diwajahnya, sangat sakit jika ikut merasakan. Aku binggung harus berbuat apa sekarang, Cheonsa terlihat tersenyum kearahku seperti memaksakan, aku mendengar Cheonsa mulai merintih kesakitan akibat luka yang dideritanya. Tiba-tiba ucapan tuan Jang tadi terlintas dalam pikiranku! “Apakah ini yang dimaksud oleh tuan Jang yang Cheonsa alami setiap malam tiba?”Batinku khawatir melihat keadaan Cheonsa sekarang. Cheonsa mulai terduduk lemas dilantai sambil memegangi perutnya yang kini mengeluarkan darah terlihat jelas dari dress putih yang ia kenakan. Aku kembali mencoba meraihnya tapi tetap saja tidak bisa, aku binggung harus berbuat apa, air mataku tiada hentinya menetes menghiasi pipiku. Sekujur tubuh Cheonsa sekarang terlihat penuh dengan darah dan rintihan kesakitannya pun kini semakin menjadi menggema ke setiap sudut ruangan, meskipun ia terlihat meredamnya karena tidak mau membuatku semakin khawatir.

“Apa yang harus aku lakukan Cheonsa-yah agar kau tidak merasakan sakit seperti ini lagi, eoh?”Ucapku mulai panik karena Cheonsa kini terbaring lemah dilantai yang sudah dikelilingi oleh darah merah pekatnya.

“Oppa~ kau harus segera mengikhlaskanku untuk pergi agar aku tidak merasakan kesakitanku ini lagi, aku sudah berhasil membalas dendamkan keluargaku pada perampok itu dan kini aku hanya menunggu oppa mengizinkanku untuk pergi dengan tenang. Aku sangat senang oppa masih mengingatku, karena menurut seseorang jika pada hari ini (ulang tahun 24 tahun) orang yang aku cintai mengingatku, maka dikehidupan yang akan datang oppa akan mengingatku juga!”Jawab Cheonsa dengan lemahnya tapi aku masih bisa mendengarnya. Aku merasa sangat binggung sekarang! Disatu sisi aku tidak ingin kehilangan dia, tapi disatu sisi aku tidak ingin melihat dia merintih kesakitan seperti ini. Tiba-tiba tangan Cheonsa terulur menyentuh pipiku lembut, aku sangat terkejut karena dapat merasakan sentuhannya, dengan segera akupun langsung menggenggam tangannya dengan erat dan ternyata berhasil. Aku dapat menyentuhnya, dengan segera akupun mengangkat tubuh Cheonsa dan memeluknya erat tanpa mempedulikan darah yang terus saja keluar mengucur dari setiap lukanya, Cheonsa tiada hentinya merintih kesakitan akibat luka yang diderita dan tubuhnya pun bergetar hebat. Sedetik kemudian akupun melepaskan pelukanku secara perlahan dan kedua mataku tak lepas menatap wajah Cheonsa dengan sendu.

“Cheonsa-yah mianhae! Aku tidak bisa menjagamu dengan baik, aku sangat menyesal telah meninggalkanmu selama ini. Aku sangat ingin membawamu ke Seoul bersamaku tapi aku yakin kau tidak akan menyetujuinya karena orang tuamu. Jeongmal mianhae~

“Anio oppa gwaenchana~ aku masih mempunyai kedua orang tuaku, mana mungkin aku tega meninggalkan mereka. Jika aku ikut bersamamu, aku tidak akan bisa menjaga keluargaku dari perampok itu meskipun kami semua tak terselamatkan!”Jawab Cheonsa pelan tertahankan oleh darah yang kini mulai keluar dari mulutnya. Cheonsa terbatuk-batuk karena darah yang terus keluar, serta napasnya pun kini terlihat sangat tertahankan.

“Mianhae Cheonsa-yah! Aku tidak ingin melakukan ini semua, aku tidak mungkin bisa melupakanmu tapi aku akan berusaha mengikhlaskanmu pergi jika itu yang terbaik untukmu!”Ucapku dengan berat hati, karena aku sangat tidak tega melihat keadaannya yang semakin memburuk seperti mendekati pada ajal kematiannya.

“Geu..raeyo op..paaaa? Neom…muuu gom…maawoo opp..paaa!”Jawab Cheonsa berusaha untuk berbicara ditengah kesakitannya, aku hanya bisa membalasnya dengan anggukanku. Kini sedikit demi sedikit aku merasakan tubuh Cheonsa menjadi sangat ringan, tetapi kedua matanya masih menatapku dengan lemahnya. Cheonsa kini terlihat terbatuk dan batuknya itu kembali mengeluarkan banyak darah. Aku semakin panik sekarang, hatiku semakin terasa remuk melihatnya. Kedua mata Cheonsa mulai melemah menatapku, rintihan kesakitannya pun kini mulai terhenti.

“Oppa~ saranghae!”Ucap Cheonsa dan sepertinya itu ucapan terakhir dari Cheonsa untukku, karena kini kedua mata Cheonsa sudah tertutup rapat dengan damainya. Mataku tidak lepas menatap seseorang yang sangat aku cintai ini pergi untuk selamanya, aku sangat tidak percaya dengan apa yang aku alami saat ini. Kehilangan seorang perempuan yang sangat aku rindukan sekian lama dan kini ia malah meninggalkanku dengan kenangan yang membuat hatiku sakit seperti ini. Tiba-tiba tubuh Cheonsa mengeluarkan cahaya putih, lalu dengan seketika luka-lukanya pun semakin lama semakin menghilang, dan kini hanya menampakan sosok Cheonsa yang sedang tersenyum kearahku dalam tidur panjangnya.

 

|20 March|

Kulangkahkan kakiku menyusuri lorong yang terasa panjang ini, sebuket bunga lily putih sudah menghiasi genggaman tangan kananku serta ransel gendong besar sudah bersender dengan kuatnya dipunggungku. Kedatanganku saat ini untuk meminta izin kepada Cheonsa bahwa aku akan kembali ke Seoul melanjutkan pekerjaanku sebagai rapper dan composer lagu di Boygrupku BTS. Ternyata Yoongi kini sedang berjalan menuju lemari abu Cheonsa disimpan. Sesampainya didepan lemari Cheonsa, bibirku mulai menampilkan senyuman kearahnya. Kulihat foto Cheonsa yang terlihat sangat ceria membuatku sedikit terhibur setiap kali mengunjunginya ditempat ini, kulirik ke arah sebelahnya terdapat kotak hitam terbuka yang menampilkan sepasang cincin couple. Aku sengaja menyimpan cincin ini karena cincin ini memang hanya untuknya dan sekarang aku akan kembali ke Seoul, aku akan memakai cincin jatahku ini untuk selamanya. Tiba-tiba bayangan ketika bersama Cheonsa terlintas begitu saja dalam pikiranku.

“Saat bertemu pertama kali dengan Cheonsa setelah sekian lama tidak menemukan keberadaannya. Aku baru saja menyadari bahwa waktu itu Cheonsa datang dengan tiba-tiba dihadapan pianoku. Saat tersenyum ceria memainkan lantunan not-not indah bersama denganku, saat melewati ladang pertanian bersama yang sesekali Cheonsa menjahiliku agar aku terjatuh, dan aku pun tahu sekarang penyebab para petani melihatku dengan tatapan yang sulit diartikannya itu! Karena saat itu aku sedang berjalan bersama hantu tercantik diseluruh dunia! Haha. . .

“ketika menikmati matahari terbenam bersama denganmu itu sangatlah indah, dan tanpa disadari aku telah mencuri First Kissmu yang sangat berharga, dan kaupun telah mencuri First Kissku karena ulahmu! Bibir tipis pinkmu itu sangat memabukkan. Aku berpikir, kenapa aku tidak menyadarinya sejak dulu? Kenapa aku tidak melakukannya dari dulu?”Gumamku pelan mencoba berbicara dengan Cheonsa yang berada jauh disurga sana. Aku tidak ingin membahas tentang penderitaan Cheonsa, Itu akan membuatku semakin tak rela melepaskan kehilangannya.

“Cheonsa-yah! Terima kasih kau telah membuat hariku menjadi berwarna disaat lelah menghadangku kemarin, meskipun waktunya hanya sesingkat ini tapi aku sangat bersyukur dapat bertemu denganmu kembali sebagai tambatan hatiku. Aku tidak akan melupakan kenangan-kenangan indah yang pernah kita lalui bersama.

Kau adalah orang yang sangat aku sayangi.

Kau adalah orang yang sangat aku cintai.

Kau adalah FIRST LOVEku Cheonsa-yah.

Saat ini aku akan kembali ke Seoul melanjutkan scheduleku dan demi memajukan cita-citaku menjadi seorang producer+composer terkenal. Aku yakin kau akan selalu ada disampingku, memberikan kekuatan dan semangat untukku. Aku yakin itu! Jaljinaeyo Cheonsa-yah! Saranghaeyo! Annyeong!!!

|”I Love You My First Love”|

 

Akhirnya Yoongipun melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan terakhir Cheonsa meskipun dengan berat hati, tapi ia akan berusahan mengikhlaskan kepergian Cheonsa. Tanpa disadari terlihat bayangan sosok Cheonsa sedang berdiri dari arah pintu ruangan dengan senyuman manisnya menatap kepergian Yoongi dan sedetik kemudian bayangan Cheonsa pun menghilang bagaikan terbawa angin diawal musim semi ini.

“Andai kau bisa hidup sampai aku kembali, aku ingin mengatakan bahwa . . .

“Aku akan melindungimu untuk selama-lamanya.”

 

Yoongi

Yoongipun kembali menjalani rutinitas seperti biasanya menjadi seorang rapper dan composer lagu untuk boygrupnya BTS, semua member BTS sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri karena mereka sangat menyukaiku, mereka sangat perhatian padaku. Sampai pada saat comeback album kedua boygrupku tiba, aku menyumbangkan satu lagu ciptaanku dan akupun menyanyikan sendiri lagu tersebut. Lagu ini berjudul “First Love”, lagu ini terinspirasi dari perjalanan hidupku selama ini, kalian pasti tahu lagu ini untuk siapa? Karena tadinya lagu ini yang aku buat untuk dinyanyikan pada hari ulang tahun Cheonsa, tapi waktunya kurang tepat saat itu dan kini aku akan menyanyikannya didalam album ke 2 boygrupku BTS.

“Aku harap kalian menyukai laguku ini A.R.M.Y!

 

Note :

Potongan Lirik Lagu untukmu :

|FIRST LOVE|

Sudut-sudut ingatanku, melihat sebuah piano coklat mengambil sudut ruang di satu sisi Sudut rumah.

Aku sangat merindukanmu ketika aku memalingkan wajahku untukmu.

Ketika aku membelaimu dengan satu jari, aku merasa begitu baik.

Aku tidak mengerti akan dirimu.

Pada saat itu, aku mulai diabaikan olehmu kau yang selalu aku rindukan.

Di atas tombol seperti batu giok putih debu tertumpuk.

Aku tidak tahu saat itu arti dirimu yang selalu berada disisiku, kau akan selalu melindungi ruangku, mungkin itu sebabnya.

Aku tidak tahu itu akan menjadi akhir.

Kau tidak akan pergi seperti ini, kau katakan padaku bahkan jika aku pergi jangan khawatirkan aku, karena kau akan melakukannya dengan baik pada dirimu sendiri.

Aku berpikir waktu aku pertama kali bertemu denganmu, kau menempatkan periode pada hubungan kita, tapi aku tidak menyesal.

“Bentuk apapun diriku kau akan melihatku lagi.”

 

“Mari kita bertemu lagi dengan bahagia pada saatnya.”

 

Aku ingat waktu itu, apa yang membuatku muram, aku canggung dan membelaimu lagi sejenak.

“Bahkan meskipun aku pergi untuk waktu yang lama, kau akan menerimaku lagi tanpa tolakan apapun.”

Tanpamu aku bukan apa-apa…

Aku tidak akan melepaskan tanganmu selamanya, karena aku tidak akan membiarkanmu pergi.

Setiap kali aku ingin menyerah, kau selalu mengatakan dari sebelahku bahwa aku benar-benar bisa melakukannya!

Itu benar, itu benar, itu benar, aku ingat ketika aku telah jatuh ke dalam lubang harapan putus asa dan putus asa.

“Aku mendorongmu untuk pergi, bahkan ketika aku ingin bertemu denganmu kembali kau tetap tegas tinggal di sisiku bahkan jika aku tidak mengatakannya”

“Karena itu, jangan pernah melepaskan tanganku, karena aku tidak akan melepaskanmu untuk kedua kalinya!”

“Kelahiranku dan akhir hidupku, kau akan selalu melindungi hal-hal itu.”

 

_END_

#BAEYoung-Ra #SWAGGirlRayA #SugaRCouple

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s