The Mortal (Chapter 1)

The Mortal (Chapter 1)

the-mortal-poster9

{ Baby’s present }

poster by redbabyred @ INDO FANFICTIONS ART

Title : The Mortal

Genre : hurt, fantasy, angst, action, romance, friendship.

Length : Chaptered

Cast :

–          Xi Luhan (Exo)

–          Oh Sehun (Exo)

–          Byun Baekhyun (Exo)

–          Park Chanyeol (Exo)

–          Kim Jongin (Exo)

–          Song Joohee (Hello Venus)

–          Song Jinhee (Oc)

–          Bang Minmi (Oc)

–          Choi Sulli (Fx)

–          Krystal Jung (Fx)

–          And more

~this fic is mine and I’m yours~

{the cast doesn’t belong to me, they belong to god and themselves, the story is purely mine and from my own thoughts, tell me if there are similarities with other story}

Enjoy for read, guys !

previous : prolog 1 | prolog 2 | prolog 3 | last-prolog |

_baby’s storyline_

 Pemuda bersosok jangkung itu menarik pedang dari dalam sarungnya. Ia tertawa kecil sebelum menawan leher gadis itu dengan pedang ditangannya. “Kau tahu, bukan? Semua nyawa keluargamu melayang oleh tebasan pedang ini, aku hanya tak mau nyawamu juga melayang dalam genggaman pedang ini.” menutup mulutnya rapat. Matanya melebar tak karuan. Jemarinya bergetaran. Ia ketakutan, kedinginan dan diselimuti kemarahan.

Continue reading

Advertisements

Theatre Show

teater2

Title : Theatre Show

Author : Little Thief

Cast(s) : Zelo and Alice.

Genre : mungkin romance/drama. Gak tau deng……atau mungkin Plot What Plot

Rating : G

Length: ficlet series. Nama seriesnya:::: Zelo’s File.

Disclaimer: Hanya membangun ide saja. Castnya, itu milik pihak yang bersangkutan.

***

Junhong punya catatan yang kelam. Diharapnya tak ada yang pernah membacanya.

Apalagi untuk urusan catatan tentang cinta.

 

***

Continue reading

THE MORTAL [PROLOG 1]

THE MORTAL [PROLOG 1]

The Mortal (Prolog 1)

immortality-2

{ Baby’s present }

Title : the mortal

Genre : hurt, fantasy, angst, action, romance, friendship.

Length : Chaptered

Cast :

–          Xi Luhan (Luhan Exo)

–          Song Joohee

–          And more

~this fic is mine and I’m yours~

{the cast doesn’t belong to me, they belong to god and themselves, the story is purely mine and from my own thoughts, tell me if there are similarities with other story}

Enjoy for read, guys !

_baby’s storyline_

“apa seorang pemuda bernama xi luhan sangat penting untuk hidup mereka ? kurasa, tidak.”

“dalam kegelapan sekalipun aku masih bisa merasakan jika langit itu biru, Awan itu putih,” 

 

_baby’s storyline_

Song joohee melangkah perlahan menuju kelasnya, dengan tanpa semangat ia memaksakan dirinya untuk pergi sekolah hari ini, padahal jika boleh jujur, ia sangat tak mau malah juga jenuh pergi kesekolah. Joohee menoleh mendengar langkah-langkah cepat, ia mengernyit heran melihat beberapa orang dengan penutup wajah berlari kearah belakang sekolah.

 “sedang apa orang-orang itu disekolahku ? apakah-” joohee terdiam, lalu dengan pikiran berkecamuk ia kembali meneruskan langkahnya menuju kelas. Dengan sapaan singkat, ia menyapa teman-teman sekelasnya. Lalu, duduk dikursinya. Seorang pria paruh baya masuk kedalam kelas dengan setumpukan buku tebal. Pria berkacamata longgar dengan rambut yang sudah memudar. Kulit yang sudah agak mengerut juga bulu-bulu kasar dibawah hidung dan wajahnya. Dengan langkah yang masih tegap dia berjalan menuju meja guru, Membenarkan kacamatanya, lalu, membuka buku absen yang ia tenteng. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh murid, hingga pandangannya terhenti dikursi kosong sebelah joohee.

“kukira siswa baru itu akan datang hari ini,” gumamnya cukup jelas ditelinga seluruh siswa yang kini saling pandang satu sama lain. sedangkan joohee tak begitu mendengarkan apa yang gurunya katakan, ia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.

“baiklah, kita mulai dengan halaman 78,”

_baby’s storyline_

Seorang pemuda berkulit putih tengah sibuk mengatur nafasnya, ia bersandar didinding sebuah gudang yang cukup rapih. Dilemparnya tas sekolah yang sedari awal ia gandong, ia mendengarkan dengan seksama keadaan diluar ruangan pengap itu. sedikit bersyukur saat tak ada suara apapun yang ia dengar, itu berarti dia aman.

 “shit! darimana mereka tahu jika aku disini?” umpatnya kesal, lalu duduk dengan kasar.

“ahjussi itu selalu tahu dimana keberadaanku, percuma aku terus menghindar darinya,” lanjutnya dengan dengusan kesal. ia melirik jam digital yang melingkar sempurna dipergelangan tangannya.

 “sebenarnya, seberapa ingin mereka terhadapku ? kenapa mereka tak pernah lelah mengejarku,”

“apa seorang xi luhan sangat penting untuk hidup mereka ? kuras, tidak.” pemuda bernama lengkap xi luhan itu terkekeh pelan, ia menghela nafas.

Menatap sebuah tanda dinadinya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“jaga dirimu baik-baik, jangan berkelahi jika tak diperlukan karna itu hanya akan membuatmu semakin tak ter-control,”

Jika saja ia tak mengingat kata-kata itu, ia sudah habisi orang-orang yang mengincarnya, namun, ia selalu ingat kata-kata itu walaupun terkadang ia juga melawan jika mereka menyerang. Namun, orang-orang yang tak pernah luhan tahu wajah mereka itu bukanlah lawan yang lemah, mereka terlatih, tidak seperti orang-orang dalam serial drama yang bisa dikalahkan dengan satu tendangan. Apalagi, satu orang itu, pria mengerikan yang harus benar-benar diantisipasi oleh luhan. tapi anehnya, berkali-kali pria itu meloloskan luhan saat luhan tertangkap olehnya, entah apa alasannya.

“aku tak suka dengan hal yang terlalu mudah, menangkapmu seperti ini sangat tidak seru, jadi, sekarang pergilah. Tapi, kau harus ingat, sejauh apapun kau pergi bagiku menangkapmu seperti menangkap seekor anjing kecil. Berubahlah menjadi seekor serigala jantan jika kau ingin aku kembali mengejarmu,”

Kata-kata yang sampai kapanpun tak pernah luhan lupa, kalimat yang diucapkan bersamaan dengan senyuman mengejek yang bisa membuat emosi tak terkontrol.

_baby’s storyline_

Joohee duduk bersandar diatas atap sekolahnya, ia menghela nafas seraya memejamkan matanya perlahan. Senyumnya merekah seketika, senyum tipis namun sangat manis, senyum yang sangat disukai semua orang. Senyum seorang malaikat.

 “dalam kegelapan sekalipun aku masih bisa merasakan jika langit itu biru. Awan itu putih,” senyum joohee pudar, tergantikan dengan wajah datar tanpa ekspresinya, “lalu, warna apa yang cocok denganku? hitam? kurasa aku tak seburuk apa yang aku pikirkan. Putih? kurasa aku tak sebaik apa yang mereka katakan, lalu, aku ini apa? apakah- hmm, abu-abu. aku ini abu-abu, tetap menjadi abu-abu,” joohee memasangkan earphone ketelinganya, bayangan-bayangan orang-orang yang pagi tadi ia lihat muncul dipikirannya, joohee menghela nafas, berusaha untuk tak memikirkannya. Lagipula, itu bukan urusannya, bukan sama sekali.

_baby’s storyline_

Joohee membuka matanya. Langit sudah gelap, itu artinya dia tertidur hingga malam. Joohee tersenyum, Kembali ia menatap langit.

“langit bisa berubah menjadi gelap begitupun dengan awan. Kuharap, aku takkan pernah berubah menjadi hitam. Tetaplah menjadi abu-abu,” joohee tersenyum, berdiri dan mulai berjalan dengan hati-hati. Joohee menuruni tangga tanpa rasa takut sedikitpun. Dia sudah terbiasa, Terlampau biasa berjalan seorang diri ditengah malam sunyi tanpa satu orangpun yang menemaninya atau sekedar mengawasinya. Langkah joohee terhenti dilorong yang merupakan pertigaan antar jalan menuju gudang, aula dan atap. Ia mengernyit, merasakan deru nafas seseorang. Joohee menoleh saat mendengar derap langkah cepat beberapa orang dibelakangnya, namun, bukan hal itu yang membuatnya terkejut. Ia terkejut saat seseorang dari arah samping menarik tangannya, lalu membekap mulutnya mengantisipasi agar joohee tidak berteriak. Joohee melirik orang-orang yang kini pergi menjauh kearah lain itu tajam. Luhan, orang yang membekap mulut joohee segera melepaskan joohee. joohee mencekal tangan luhan saat pemuda itu hendak pergi begitu saja, luhan mencoba melepaskan cekalan joohee, namun joohee dengan cepat menarik tangan luhan, menyebabkan dengan reflex luhan menoleh menatap joohee.

“neo, nuguseo?” tanya joohee dengan tatapan mengintimidasinya, luhan tak menjawab. Ia mengalihkan tatapannya kearah lain.

“ya, nuguseo?” ulang joohee dengan penekanan. Luhan menatap joohee dengan helaan nafas lelah.

“lepaskan tanganku, aku lelah,” joohee menghelas nafas, ia melirik kearah pergelangan tangan luhan. ada hal menarik yang membuat joohee terkesiap seketika, ia menatap luhan.

“neo,” luhan dengan cepat menarik tangannya lalu pergi meninggalkan joohee yang masih terdiam.

“maldo andwae,”

_baby’s storyline_

“dari mana saja kau?” luhan menoleh mendengar suara berat nan khas itu, ia mendesah saat mendapati pemuda dengan rambut berwarna merah yang diberi lowlight putih disekitar poninya, walaupun luhan tak bisa melihat wajahnya yang tertutup masker hitam kelam, tapi melihat mata besarnya yang tajam itu luhan sudah bisa menebak siapa pemuda ini. Walau sebenarnya, ia tak tahu bagaimana rupa pemuda bersuara khas ini.

“lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu? aku sudah menunggu sangat lama ditempat ini, darimana saja kau?” luhan tak merespon sedikitpun atas ucapan pemuda yang tengah bersandar ditembok, tak jauh dari tempat luhan berdiri. pemuda itu berjalan mendekat kearah luhan, luhan sedikit mengantisipasi, ia mundur beberapa langkah.

“ya, ada apa denganmu? apa kau takut denganku?”

“aku sama sekali tak takut denganmu, hanya saja, ini bukan saat yang tepat,” jawab luhan dalam hati, pemuda itu kini tepat dihadapan luhan.

“emm, bau apa ini? apakah bau seorang gadis?” luhan terhenyak mendengar apa yang ia ucapkan, ia lupa akan sesuatu, tentang penciuman pemuda yang luhan kenali sebagai Bradley yang lebih tajam daripada siapapun didunia ini. Pemuda bermata tajam itu terdiam, sepertinya ia memikirkan sesuatu. Setelahnya, ia kembali menatap luhan, ditepuknya pundak luhan dengan akrab.

“mulai sekarang, kau harus menjaga kesehatanmu dan makan yang banyak, energimu harus selalu penuh karna hari-hari melelahkanmu telah kembali dimulai,” dia menatap luhan dengan tatapan tajam, “aku kemari, hanya karna aku merindukanmu, lain kali, mari kita bermain lagi, anyeong,” dengan smirk kecil dibalik masker itu, ia berbalik, perlahan meninggalkan luhan yang mematung disana.

Inilah yang ia tak mengerti dari kelompok menyeramkan itu, sebagian dari mereka mengejar luhan dengan tanpa henti, tapi, sebagian yang lain bertingkah bersahabat dengan luhan. luhan tahu, kelompok ini benar-benar berbahaya, benar-benar menyeramkan, tanpa berpikirpun luhan tahu ia harus berhati-hati, mereka bukan tandingan untuk luhan hadapi, luhan hanya bisa berlari dan bersembunyi. Tapi, sejauh apapun ia bersembunyi, mereka selalu bisa menemukan luhan dengan mudah. Setelah mereka menangkap luhan, dengan enteng mereka membiarkan luhan pergi.

Itu terjadi, semenjak luhan berumur 10 tahun, tepat saat ia masih berstatus sebagai warga Negara china, bukan korea. Ia yang tinggal bersama dengan kakeknya, tanpa ayah, tanpa ibu. Entahlah, setahunya kedua orang tuanya meninggal tepat saat ia dilahirkan. Dan, kakeknya selalu mengajari luhan untuk hidup dengan berhati-hati, karena, suatu saat nanti –sekarang, luhan akan menghadapi sesuatu yang besar dalam hidupnya. Sesuatu yang menentukan hidup atau matinya.

_baby’s storyline_

Joohee hanya duduk temenung diatas kursi, menopang dagu diatas mejanya. ia masih memikirkan kejadian semalam. Seakan tak merasa kelas yang tadinya ramai itu kini hening, joohee tak menyadari bahwa didepannya telah berdiri seorang pria paruh baya dengan warna putih mendominasi rambutnya. Seorang pemuda tampan berdiri disebelahnya, dengan tatapan innocent dan wajah yang terkesan datar, luhan, pemuda yang seketika menjadi pembincangan para siswa lain. luhan membungkuk setelah guru han memperkenalkannya kepada seluruh kelas, pandangannya menyapu kearah seluruh siswa. Ia terkesiap, menatap gadis yang baru saja menyibakan rambut blonde panjang yang semula menutupi sebagian wajahnya, sama halnya dengan luhan, joohee, gadis itu memicingkan matanya.

“dia..”

To be continue..

P.S : sebenernya ini udah pernah dipost dibeberapa wp tapi karena aku bingung mau posting apa, akhirnya aku memutuskan untuk post ini, dan karena aku juga ingin punya ff chaptered di wp ini hihi

dont forget to review. kritik&saran. thankseuu ❤