[Chaptered] With One Look -Part 1

image

Title: With One Look ♥Author: Vieveelaristy (Risty Lahagu)♥ Poster by: Vieveelaristy’s Artwork♥Main Casts: Cho Kyuhyun (SUJU), Park Shin Hye, Park Chanyeol (EXO)♥ Genre: Romance, School Life ♥ Disclaimer: I JUST OWN THE STORY!!! THE STORY IS MINE!!! DON’T TRY TO COPY PASTE!!!

Happy reading then….
*
*
*
*

[Prologue]

Shin Hye’s POV

Kebanyakan siswa merasa tersiksa saat liburan berakhir dan musim sekolah dimulai.

Pemikiran yang aneh

Aku duduk di dalam bus sekolah, mendengarkan yang lain berbicara tentang liburan musim panas mereka yang menyenangkan. Jalan-jalan keluar kota, tidur sampai siang dan berpesta sampai larut malam. Tentunya sangat menyebalkan jika harus kembali melakukan rutinitas sekolah.

Tapi tidak denganku. Justru sangat melegakan bisa kembali ke sekolah lagi. Rasanya seperti selama ini aku sedang kesusahan mencari udara, dan kala oksigen yang nikmat itu membanjiri paru-paruku yang sekarat terasa sangat luar biasa.

Ya, karena bagiku sekolah adalah tempat pelarian terbaik. Tempat dimana aku bisa berada jauh dari rumah, tempat yang tiada bandingnya dengan neraka.

Kulirik kursi di seberangku, dimana adik laki-lakiku satu satunya Park Chanyeol dan sahabatnya Gary sedang dudukdi sana.

Chanyeol sama leganya denganku karena akhirnya bisa kembali ke sekolah lagi. Kami sudah lama menantikan hari ini sepanjang liburan musim panas. Memiliki alasan kuat bisa kabur dari kehidupan yang kami rasakan di rumah benar-benar sebuah berkat.

Chanyeol dan Gary tampak bersemangat karena mereka sudah kelas sembilan sekarang. Tahun ini sebagian siswa SMP terpaksa dipindahkan ke gedung SMA akibat renovasi yang sedang dilakukan.

Kebanyakan ruangan mereka memang terpisah dari siswa SMA namun mereka tetap bisa memakai fasilitas seperti kafetaria dan gym.

Jadi tahun ini, Chanyeol akan bersekolah di tempatku. Kami akan naik bus sekolah yang sama dan aku akan semakin mudah mengawasinya.

Adikku tumbuh lebih tinggi sekitar enam inci di musim panas ini. Tepatnya lebih tinggi dariku. Sepertinya sepanjang malam tubuhnya semakin berubah dari anak kecil yang dulunya kurus kering menjadi tinggi berisi dan sedikit mengintimidasi.

Tapi bagiku dia tetaplah anak kecil. Seorang anak kecil yang ketakutan. Seseorang yang membutuhkan diriku untuk selalu melindunginya.

Kusilangkan kakiku seraya menarik turun ujung rokku, meskipun itu sama sekali tidak membantu. Tidak ada uang lagi untuk membeli seragam baru. Aku harus tetap memakai seragam lamaku dua tahun yang lalu. Chanyeol tumbuh lebih cepat akhir-akhir ini dan dia membutuhkan seragam baru. Jadi seluruh uang yang kudapat dari hasil kerjaku sebagai pelayan di toko Han Ahjumma musim panas lalu, kuhabiskan untuk membeli seragam baru Chanyeol.

Masalahnya adalah, memakai seragam dua tahun yang lalu cukup membuatku kesulitan. Tubuhku sepertinya semakin membesar di sana-sini. Bajuku kesempitan dan rokku terlihat kependekkan. Aku tidak yakin bagaimana bisa kakiku semakin memanjang setiap harinya sementara pinggulku dan dadaku sedikit lebih besar. Hah…. pertumbuhan itu memang menyebalkan.

Chanyeol menoleh dan mendapatiku sedang menarik ujung rokku ke bawah. Aku berhenti. Kerutan di antara alisnya memberitahukanku bahwa dia tidak senang.

Mengingatkanku akan perdebatan panjang kami beberapa hari yang lalu. Aku menghabiskan seluruh gajiku untuk membelikannya seragam baru. Menurutnya pakaiannya itu masih bisa digunakan padahal kenyataannya, dengan tinggi badan yang sekarang, seragam lama Chanyeol terlihat konyol jika dikenakan.

Dan aku tidak ingin melihatnya menjadi bahan olokan.

Aku tidak apa-apa. Aku hanya butuh diet dan membuat seragamku menjadi muat lagi.

Aku tersenyum menenangkan Chanyeol sembari bertingkah seakan rok pendekku bukanlah masalah besar. Kuraih tas dan meletakkannya di pangkuanku.

Tak lama kemudian bus sekolah pun berhenti. Hannyoung High School. Sekolah menengah atas yang cukup populer akan atlet basketnya.

“Sudah sampai” ujarku sambil berdiri.

“Rok mu itu terlalu pendek noona, seharusnya kau yang butuh seragam baru” gerutu Chanyeol

Aigoo

“Aissh, sudah lah Chan-ah, lupakan hal itu dan fokuslah pada sekolah. Aku hanya terlalu banyak makan di liburan kemarin. Pakaianku akan muat lagi nanti saat berat badanku turun”

“Cih, makanan di rumah tidak cukup mampu membuatmu kelebihan berat badan noona,” tukas Chanyeol lagi.

“Demi Tuhan noonaku yang cantik, kumohon, jangan sampai kau kehilangan berat badan seksimu ini. Itu akan menghancurkan hatiku” goda Gary sembari menyeringai.

Chanyeol mendorong tubuh Gary hingga terduduk kembali di kursi bus. “Jangan menggodanya bodoh!”

Gary sahabat baik Chanyeol memang sering menggodaku. Bagiku dia sudah seperti adik laki-lakiku yang lain. Tapi sifat overprotective Chanyeol padaku terlalu berlebihan walau dia tahu sahabatnya itu hanya bercanda.

“Pokoknya aku tetap tidak suka rokmu itu, noona. Terlalu pendek” bisik Chanyeol marah saat kami sudah keluar dari dalam bus.

“Hei, sudahlah. Lagipula tidak ada yang peduli”

Lalu tiba-tiba aku merasakannya. Jantungku berdetak kencang dan nafasku berhenti mendadak

Dia ada di sini.

Aku memang belum melihatnya, namun aku tahu kalau dia ada di sini. Entah mengapa tubuhku selalu bereaksi demikian jika namja itu berada di sekelilingku.

Cho Kyuhyun

Sial, ada apa denganku? Mengapa tingkahku begitu absurd?

Hal itu dimulai sejak pertama kali aku melangkah keluar dari bus pada hari pertamaku bersekolah di sini tahun lalu. Kala itu netraku langsung bertemu pada seorang namja paling tampan yang pernah kulihat sepanjang hidupku.

Hal yang paling gila itu pun terjadi. Aku tidak mengerti mengapa tiba-tiba jantungku berdebar begitu memekakkan dan pandangan di sekitarku mengabur kecuali pada sosok tinggi, tegap, berambut hitam dengan tatapan yang mampu melelehkan hati wanita terkuat sekalipun itu.

Aneh…

Tidak masuk akal….

Dan detik itu pula hatiku mendesak akal sehatku untuk segera bertemu dengannya lagi.

Hampir tiga jam aku menunggu untuk melihat sosoknya. Pada akhirnya saat makan siang aku kembali melihatnya di kafetaria sekolah.

Dengan seorang gadis yang bergelayut mesra di sebelahnya bahkan seorang lagi sedang duduk di pangkuannya menemaninya makan.

Mendadak aku ingin mual.

Teman-temannya yang lain yang juga tampan tampaknya tidak jauh beda dengannya. Dikelilingi yeoja yang menurutku bertingkah terlalu konyol hanya untuk menarik perhatian mereka. Gadis-gadis itu seakan rela melemparkan diri mereka untuk Cho Kyuhyun dan teman-temannya itu.

Seperti itu gadis-gadis itu adalah hak mereka saja.

Ketika Kyuhyun akhirnya beranjak dari kursinya, namja itu menoleh padaku dan mengedipkan matanya, tepat sebelum gadis yang lainnya itu menarik lengannya dan mengajaknya keluar dari kafetaria.

Pada saat itu juga aku sudah memutuskan untuk berhenti mencari tahu tentang Cho Kyuhyun. Aku sudah cukup mengetahui jenis namja seperti apa dia itu.

Namja playboy arogan yang mengira semua gadis di dunia ini akan memutar dunia demi memuaskan egonya.

Cho Kyuhyun memang kadang mendekatiku. Namun aku berusaha keras menjauh. Menolak sekuat tenaga pesona yang sedang dia tawarkan padaku.

No Way!

Aku tidak mau luluh di kakinya seperti yeoja-yeoja idiot itu.

Cho Kyuhyun adalah jenis namja yang harus dihindari oleh gadis yang cukup waras sepertiku.

“Hei, bukankah itu Cho Kyuhyun?” Tanya Chanyeol terpesona. Seakan-akan Kyuhyun itu selebriti saja.

Mmmm walau tak dapat disangkal jika dia memang cukup populer.

Cho Kyuhyun adalah bintang basket Hannyoung High School. Dia tidak hanya terkenal di dalam sekolah saja namun juga di luar sekolah. Aku mendengar banyak tawaran beasiswa dari universitas terkenal yang dia terima karena talentanya itu. Orang-orang berasumsi kuat jika masa depannya akan secerah matahari siang.

Jadi apa? Dia memang setampan dewa Adonis. Dia juga bertalenta. Tapi tetap saja aku tidak ingin Chanyeol mengidolakan orang sepertinya.

Kuabaikan pertanyaan memuja Chanyeol. “Kau tidak lupa jadwalmu kan? Ingat, jangan terlambat untuk makan siang atau kau tidak akan punya cukup waktu untuk mengisi baki dan memakan makan siangmu. Dan habiskan semua. Arasseo?”

Chanyeol menyeringai. “Aku mengerti noona, tenanglah..”

Kupandangi adikku sambil tersenyum. Aku sebenarnya yakin dia akan baik-baik saja. Malah aku berpikir dia akan menjadi idola di sini. Chanyeol memang tampan. Banyak gadis-gadis yang memperhatikannya. Selain itu dia memiliki karisma yang tidak bisa ditolak. Tidak sulit untuk jatuh cinta padanya.

Namun bukan berarti aku tidak bangga dengan itu, hanya saja aku tidak ingin orang mengenalnya karena rupanya saja. Adikku itu punya banyak hal mengagumkan dalam dirinya.

“Aku tahu kau bisa menjaga diri. Hanya saja ini adalah hari pertama kau menyesuaikan diri dengan lingkungan di sini. Dan aku ingin semuanya berjalan dengan baik” balasku sambil merapikan kerah bajunya.

“Hei lihat, itu mereka!” Tiba-tiba Gary menyikut Chanyeol sembari menunjuk ke arah di mana aku tahu, dengan tanpa melihat. Cho Kyuhyun dan sahabat-sahabatnya sedang berada di sana.

Dengan dikelilingi gadis-gadis yang memuja setiap langkah kaki mereka.

“Mereka seperti memiliki sekolah ini. Kau lihat gadis-gadis di sekitar mereka itu? Benar-benar mengangumkan. Kelak aku ingin seperti mereka jika sudah SMA nanti.” Celoteh Gary lagi.

Chanyeol menoleh ke belakang. Namun aku tetap memaksakan diri untuk tidak melihat ke arah itu. Aku sudah cukup tahu apa yang akan kulihat di sana.

Lee Donghae, Kim Myungsoo, Oh Sehun dan Cho Kyuhyun terlihat seperti dewa dimana setiap wanita rela melakukan apapun untuk menarik perhatian mereka. Mereka seakan mewakili setiap tokoh klise romansa dalam buku.

Oh Sehun adalah bad-boy pemberontak. Kim Myungsoo, playboy dengan sejuta rayuan manis yang mampu membuat kaki gadis manapun goyah seperti jeli. Lee Donghae si anak pengusaha kaya raya dan yang terakhir…

Dia….

Cho Kyuhyun, si bintang basket bermasa depan cerah.

Keempatnya memiliki tubuh dan wajah sempurna yang mampu membuat gadis manapun kelaparan.

Yap…. terkecuali aku, tentu saja.

Sial! Aku mendengar suara tawa Kyuhyun dan sontak seluruh tubuhku bergetar impulsif.

Aigoo…. dasar reaksi pabo!!

“Kalian cepat pergilah ke kelas. Di gedung sebelah sana. Bel akan berbunyi sebentar lagi. Jadilah anak baik. Aku akan menemui kalian lagi nanti saat makan siang.” Ujarku cepat pada Chanyeol dan Gary, berusaha mengabaikan sekelilingku yang mendadak membuat tubuhku resah.

“Baiklah noona” sahut mereka serempak.

Chanyeol dan Gary segera berlari menuju sisi gedung untuk siswa SMP dan aku berjalan ke sisi lain.. ke gedung SMA.


Kyuhyun’s POV

Sial, tiga bulan liburan musim panas tetap saja tidak mampu membuatku berhenti bereaksi aneh saat melihatnya.

Berbagai cara telah kulakukan untuk mengeluarkan sosok cantiknya dari dalam kepalaku. Tapi tetap saja tidak ada gunanya. Hanya dengan melihat dirinya sekilas saja, udara dalam paru-paruku mendadak lenyap dan jantungku berdetak hebat.

Gila, gadis itu benar-benar membuatku gila…

Tahun lalu, dia adalah siswa baru di sekolah ini. Dia pindahan dari kota lain dan meski tidak sekelas,dia setingkat denganku.

Namanya adalah Park Shin Hye.

Dan dia membintangi setiap fantasi liar yang aku miliki.

Well, hanya itu saja yang kutahu

Bukan berarti aku tidak berusaha mencari tahu tentang dirinya. Namun entah mengapa setiap kali aku mendekatinya, dia akan berlari seperti menghindari wabah.

Sial, aku tidak pernah ditolak oleh wanita. Mereka bahkan berbondong-bondong melemparkan diri padaku. Mengetahui seorang gadis yang ternyata mampu menarik atensiku malah justru memandangiku seperti seorang berpenyakitan jujur membuat egoku terluka.

Namun, aku malah menghitung setiap detik dan menit dengan tidak sabar berharap liburan segera berlalu, dan sekolah dimulai…

Sehingga aku bisa melihatnya lagi.

Menyedihkan bukan?

Tapi itulah kenyataannya.

Bahkan jika dia mengabaikan dan menghindariku sekalipun, aku harus melihatnya. Mataku seakan lapar menjelajahi setiap inci dirinya yang menawan.

Sial, aku mulai terdengar seperti psycho tak waras.

Hari ini dia melangkah keluar dari dalam bus bersama seorang laki-laki yang terus menempelinya seakan menjaganya dari pandangan-pandangan liar.

Sialan, siapa sih dia?

Tapi dia kelihatan muda. Meski tinggi tubuhnya melebihi Shin Hye, wajahnya mengatakan hal itu. Dan… sialan… bodoh sekali aku. Dia mengenakan seragam SMP. Berarti dia masih SMP.

Tapi tetap saja itu tidak mencegahku merasa jengkel akan kedekatannya dengan Shin Hye.

“Aku rasa itu adiknya. Kau tidak lihat kemiripan wajah mereka? Mereka pasti bersaudara” ujar Sehun di sebelahku.

Sial, dia berhasil mendapatiku sedang memperhatikan Shin Hye.

“Bukan urusanku,” kataku sembari mengalihkan tatapanku dari gadis itu ke arah gadis-gadis lain yang berusaha menarik perhatianku.

Sehun tertawa mengejek. “Baiklah, terserah kau saja”

Brengsek, tampaknya mustahil bisa menyembunyikan apapun dari ketiga sahabatku ini. Kami sudah sangat dekat sejak SMP. Mereka mengenalku sama baiknya dengan diriku sendiri. Ketertarikanku pada Park Shin Hye sudah menjadi bahan candaan mereka sejak tahun lalu. Mereka bahkan mengolok-olokku saat usahaku mendekati gadis itu gagal total.

Namun sejak dia menolak berbicara denganku bukan hanya sekali dua kali namun tiga kali, aku pun segera mundur. Ditolak tiga kali oleh seorang gadis bukanlah gayaku.

“Aku dengar kau dan Hyunah sudah putus” ujar seorang gadis yang kutahu adalah anggota cheerleader namun tidak kuingat namanya sedang menyentuh lenganku dengan jarinya.

“Aku tidak berkencan dengan siapapun” balasku kesal. Aku tahu gadis ini murahan. Sama sekali tidak tertarik. Tidak sejak aku memiliki Shin Hye di setiap mimpi liarku.

“Oh ya, tapi dia mengatakan kau sudah menciumnya dengan ganas di pesta Jaehyun dua minggu yang lalu” godanya sembari mengedipkan matanya dengan genit.

“Tidak ingat, dan aku tidak peduli.” Balasku sambil menepis tangannya dari lenganku. Sial aku harus keluar dari kerumunan ini. Aku harus mencari tahu apakah aku bisa bertemu dan berbicara dengan Shin Hye lagi.

“Kau bisa berkencan denganku Cho Kyuhyun, aku akan menawarkan segalanya padamu”

Brengsek gadis ini,

“Jangan ganggu dia sayang, dia sama sekali tidak tertarik denganmu. Mengapa kau tidak mencoba denganku saja?” Sahut Myungsoo.

Baguslah. Si playboy itu menyelamatkanku dari situasi sulit.

Namja SMP yang bersama Shin Hye itupun berbalik arah menuju gedung khusus siswa SMP. Sehun mungkin ada benarnya. Laki-laki itu terlihat seperti adiknya.

Shin Hye berdiri sembari memperhatikan jadwal di tangannya. Caranya mengatupkan bibirnya kala dia sedang berpikir keras benar-benar manis. Dia memang memiliki ekspresi wajah yang menarik. Aku hampir bisa membaca pikirannya hanya dengan memandangi wajahnya saja.

“Rasanya tidak adil jika kau semakin cantik saja setiap kali aku melihatmu” ujarku sesaat setelah aku mencapai sisinya.

Bodoh sekali.

Namun gadis ini benar-benar membuatku gugup. Aku tidak bisa mencegah diri untuk mengatakan hal konyol setiap kali aku berada di dekatnya.

Tubuh Shin Hye menegang seperti yang selalu dia lakukan setiap kali aku mendekatinya. Aku tidak suka itu. Aku tidak mengerti. Seingatku tidak pernah sekalipun aku melakukan sesuatu yang membuatnya tidak menyukaiku.

Sial, apakah aku akan gagal lagi sekarang? Sudah lebih dari setahun aku menunggu dirinya memperhatikanku.

“Apakah tahun ini kau akhirnya akan berbicara denganku atau kembali menghindar seperti biasanya, Park Shin Hye-ssi?” Tanyaku.

Kerutan di pertengahan alisnya semakin mendalam, namun aku tetap menunggu. Kali ini aku tidak akan membiarkannya menghindariku lagi. Demi Tuhan, setidaknya dia bisa berbicara padaku. Mengapa harus dia satu-satunya gadis di sekolah ini yang tidak ingin kudekati?

Sial,

Bahkan gadis yang sudah kucampakkan sekalipun masih meleleh jika melihat pesonaku.

“Aku tidak menghindar. Aku hanya tidak tertarik berbicara denganmu” jawabnya singkat.

Ouch…

Sialan…

Itu menyakitkan.

Tapi masalahnya adalah, aku tidak mempercayainya. Sudah cukup sering aku mendapatinya mencuri-curi pandang padaku. Bahkan di saat dia tidak menyadari hal itu. Aku bisa melihat ketertarikan di matanya kala melihatku. Bahkan saat sekarang inipun aku bisa melihat kilatan itu.

“Hey, aku ini cukup menyenangkan. Mengapa kau tidak memberiku kesempatan dan mencoba berteman?”

Apakah aku baru saja menawarkan zona pertemanan pada gadis ini? Brengsek, lidahku pasti terselip. Aku tidak ingin menjadi teman. Aku ingin lebih dari sekedar teman.

Berpikir cerdaslah Cho Kyuhyun! Kau akan menakutinya.

Akhirnya dia menoleh dan melihat ke arahku. Dia mungil sekali membuatku ingin sekali melindunginya dari apapun di dunia ini. Ekspresi tak mengerti yang menghiasi wajahnya hampir membuatku tertawa.

Dia pasti berpikir aku sudah tidak waras.

Memang benar.

“Kau tidak berteman dengan gadis Cho Kyuhyun. Kau ingin gadis-gadis memujamu. Lagipula aku sudah melihat geng kecilmu itu dan seingatku tidak ada seorangpun gadis di sana”

Dia benar, aku tidak punya teman seorang gadis.

Tapi dia berbeda.

“Mmm mungkin aku ingin perubahan. Aku ingin mencoba merasakan pertemanan dengan wanita. Lagipula jika hal itu satu-satunya cara agar kau mau berbicara denganku, aku bersedia melakukannya”

Alisnya terangkat. Tidak percaya, kemudian tanpa disangka dia tertawa.

Aku tertegun. Aku tidak pernah mendengarnya tertawa sebelum ini. Dan demi Tuhan, itu sangat mempesona. Rasanya seperti mendengar musik dari surga. Aku ingin merekam momen ini, sehingga aku bisa memainkannya lagi, lagi dan lagi.

Perasaanku begitu membuncah mengetahui kenyataan bahwa akulah yang membuatnya tertawa. Aku ingin mengingat bagaimana mata coklatnya yang indah itu menari-nari bahagia.

“Apakah itu lucu?” Tanyaku tak mampu menyembunyikan seringai bodoh di bibirku.

Tawa kecilnya lolos sebelum dia menggelengkan kepalanya.

Aniya, aku bahkan berpikir kata-katamu itu sesuatu yang menakjubkan. Sangat tidak masuk akal. Kau memang sangat ahli dalam merayu wanita Cho Kyuhyun-ssi tapi sayangnya itu tidak bisa mempengaruhiku” dan saat kata-kata itu keluar, kegembiraan menghilang dari dirinya dalam sekejap. Gadis itu kembali dalam mode dingin dan membuat frustasi.

Bel berbunyi. Brengsek!

“Aku harus pergi, permisi” katanya mulai melangkah pergi.

Tapi aku tidak akan membiarkannya. Tidak kali ini. Ini adalah kali pertama dia mau berbicara padaku dan aku tidak ingin semuanya berakhir begitu saja. Aku harus bisa meyakinkannya.

“Beri aku kesempatan Shin Hye, jadilah temanku”

Sial aku memohon. Seorang Cho Kyuhyun memohon pada gadis. Jika Sehun, Myungsoo dan Donghae tahu hal ini mereka akan menggoda bokongku sepanjang minggu.

Shin Hye menarik nafas panjang. Untuk beberapa saat dia terdiam. Lalu akhirnya dia berbalik dan menatapku.

“Baiklah. Terserah. Sekarang aku harus pergi ke kelasku, teman

Puji Tuhan….

Aku menyeringai senang “Baiklah, sampai bertemu lagi teman” ujarku sementara Shin Hye dengan cepat berlari menuju kelasnya tanpa menoleh lagi ke belakang.

Senyumku semakin melebar.

Aku melihat para siswa laki-laki banyak yang menatapnya saat dia melewati mereka. Sial, wajahku memanas. Shin Hye memang sangat cantik tentu saja mereka tidak buta akan hal itu. Tapi aku tetap tidak suka dengan tatapan mereka. Seharusnya Shin Hye tidak mengenakan rok seperti itu. Dia terlihat… ah… sial

Hah… ini akan menjadi berat.

Kuberi para laki-laki itu tatapan membunuh saat aku melewati mereka menuju kelasku. Mereka harus tahu dia milikku. Teman atau tidak, Park Shin Hye itu off limits. Aku akan menendang pantat mereka jika itu bisa membuat mereka mengerti.

**** To be Continued *****

Hai guys…. aku sangat menghargai apresiasi kalian, saat prolog ff ini dipost, aku mendapat banyak dukungan dari kalian semua.
Terimakasih banyak…
Semoga kalian suka part ini juga…

Posted from WordPress for Android

Advertisements

38 thoughts on “[Chaptered] With One Look -Part 1

  1. aku suka ma ff nya….biarlah kyuhyun yg mngejar shinhye….krna mmg shrusny lki2 yg mnunjukan rasa ny bkn prmpuan. …salut ma shinhye …dy pintar n ga mau lgsung jtuh k pelukan kyuhyun…dtggu next part ny

  2. seneng bc ni ff,seruu cerita’x,,,,,
    ky’x kehidupan shinhye ma chanyeol tidak baik ya??
    setuju ama shinhye,cwo ky kyuhyun n tmn2 x emang hrus dihindari,,,,,hehehe
    dtunggu lanjutan’x,,,,,,,semangat trussssss

  3. bnr2 deh..mereka sbnrnya saling tertarik cm kyu nya yg bad boy jd baby shin nya males.hahahhaa…. bnran ne kyu hatimu selalu memilih baby shin…tp heran mrk g prnh dpt.project bersama tp knp chemistrynya di ff bgtu ngena banget seh…

  4. Bagaimana kehidupan hye ? Chaenyol apa dia asli adiknya ? Cho kyuhyun ^^ daebak eonn.. Penasarannn!!!!

    Next Chap di tunggu.

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s