Amour Triste : Ch. 2.2 The Diary (December 2012)

2017-16-12-17-53-33

|Author| Vania Akari |Casts|Park Jihoon, Ong Seongwoo, OC|Genre|Fantasy, Angts, Seaguk (Historical Story) |Length|Chapter|Rating|PG-15

Ost part 2 : Jang Nara – Walk In A Dreamy Road

Diary Jihoon Desember 2012

Dear Diary,

Malam ini sama seperti malam-malam biasanya, aku duduk di ruang baca rahasiaku yang hanya diterangi sebuah lampu minyak kecil.  Di sini merupaka tempat yang paling nyaman bagiku, tempat aku bisa menjadi diriku sendiri, Choe Young.  Semua kenanganku yang selalu hidup bersama  ingatanku, semuanya ada di sini. Teman – temanku di masa lalu, pekerjaanku di masa lalu, cintaku di masa lalu, yang hingga sekarang tetap tidak pernah berubah.  Aku masih ingat bunga yang dahulu sering dibawakannya untukku, wind flower. Aku heran meskipun bunga itu beracun, mengapa ia sangat menyukai bunga itu? Apakah dari dulu sebenarnya hatinya terus mengingat cinta kita yang tragis ini. Dirinya bagaikan wind flower, meskipun begitu indah, meskipun begitu ingin kusentuh, hanya mampu kulihat dari kejauhan. Jika aku memaksa, maka aku akan mati. Dan sayangnya hal itulah yang akhirnya kulakukan.

Aku tidak pernah bisa menghabiskan malamku tanpa menangis di kamar yang gelap ini. Betapa sakitnya hatiku setiap teringat takdir kami yang tidak pernah berubah. Itulah mengapa setiap musim dingin aku menjadi semakin sedih. Aku bukan punya ganguan kejiwaan. Meskipun aku mengalami hal yang mungkin akan membuat orang lain gila jika menjadi aku, aku masih kuat menjaga pikiranku tetap normal.  Aku harus menjaga kesadaranku agar aku tetap bisa menjaga Tuan Putri, itulah sumpahku pada ayahanda Tuan Putri, aku harus menjaganya sampai dunia berkahir, sampai takdir ini berakhir. Musim dingin, adalah di saat aku kembali sadar akan keberadaanku. Saat aku diingatkan kembali akan posisiku yang tidak layak memiliki Putri. Waktuku menekan segala egoku untuk memilikinya, meskipun aku tahu kami saling mencintai. Waktuku tersadar kebersamaanku bersamanya tidak akan berlangsung lama. Musim dingin adalah peringatan hari kematian kami. Hari di mana takdir menyedihkan ini dimulai. Meskipun sangat dingin dan menyakitkan, entah mengapa kami menyukainya. Mungkin karena kami tahu, di titik inilah kisah cinta abadi kami dimulai, meskipun bersamaan dengan kesedihan yang juga tidak pernah mati.

Buku itu, kisah Tristan dan Isolde. Aku selalu mengingatnya, saat aku pertama kali menemukannya di halaman kediaman Paduka Raja dengan kondisi setengah terbakar. Beberapa hari sebelum aku menjemput kematianku. Aku masih ingat ekspresi Paduka yang dipenuhi kemarahan dan kekecewaan saat membakar buku itu. Aku tidak pernah tahu isi dari buku itu, sampai beberapa hari yang lalu, Nayoung menemukannya di ruang bawah tanah rumahku. Ternyata isi buku itu, benar – benar mirip dengan kisah kami. Apakah karena buku itu, Putri menjadi sadar akan arti perasaannya padaku? Semenjak aku tahu isi buku itu, aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri. Seharusnya, aku tidak usah mengikuti ayahku ke istana. Seharusnya aku memendam keinginanku menjadi orang kepercayaan Raja. Seharusnya, aku tidak pernah bertemu dengan Tuan Putri. Atau, lebih baik aku tidak pernah dilahirkan. Sekarang yang bisa kulakukan adalah menahan perasaanku, meskipun ini sangat menyakitkan. Aku harus tetap menjaga Tuan Putri dan mencegahnya untuk jatuh kembali ke takdir ini. Aku juga harus segera menemukan Paduka Raja. Paduka Raja, kapan kau akan datang padanya? Kapan kau akan membuat penderitaan ini berakhir?

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s