[FICLET] Ma Bling Girl

Ma Bling Girl

Han Rae Hwa

Rating T | Hurt/Comfort | Shannon Williams & Jung Jinyoung (B1A4)


BRAAKK!!!

Shannon membanting pintu kamarnya dengan kasar karena terlanjur lelah dengan segudang aktivitas yang telah ia lewati hari ini. Ia melempar ranselnya asal ke lantai dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Matanya terpejam begitu hembusan berat terdengar begitu jelas di ruang kamarnya yang sunyi.

Hari yang sangat melelahkan, pikirnya.
Ya, sangat melelahkan baginya memang. Ia yang sudah berusaha keras memotret berbagai macam objek, namun yang ia terima hanya makian dari atasannya. Sedikitpun pujian tak terlontar dari bibirnya. Hal itu tentu merusak mood Shannon di hari itu.

Shannon terus memikirkan perkataan atasannya saat matanya kembali terjaga. Hasil kerja kerasnya tidak mendapat apresiasi yang pantas. Padahal, teman-temannya sangat menggilai setiap hasil potret Shannon. Memang, semua orang memiliki pendapatnya masing-masing, batin Shannon.

“Ah, molla molla molla!!” rengeknya sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali. Lalu mengusap wajah dengan kedua tangannya begitu kasar. Hingga wajahnya terlihat sedikit memerah.

Ia beranjak dan menegakkan tubuhnya dalam posisi duduk. Matanya berputar ke segala arah hingga berhenti di sebuah bingkai foto yang terpajang di meja. Senyum tipis terukir di wajahnya yang mulai sayu dan sedikit berminyak.

Annyeong.. Kau apa kabar? Sudah lama sekali kita tidak berjumpa.” Ujarnya pelan.

Senyumnya semakin melebar ketika ia menjulurkan tangannya, mengambil bingkai foto itu dan memandangnya dalam-dalam. Diusapnya bingkai foto itu dengan sentuhan yang lembut. Tak ingin merusak sepercik kenangan lalu.

“Aku rindu. Rindu kau nyanyikan sebelum aku terlelap di malam yang gelap dan sunyi seperti ini.” Ia terdiam sejenak. “Kapan lagi aku bisa mendengar suaramu yang khas? Ya! Apa kau tidak merindukanku, eoh?”

“Kau merindukanku?”

Shannon menoleh saat suara milik seseorang yang familiar mengejutkannya.

“Jinyoung?!”

Seseorang pemilik suara yang familiar bernama Jinyoung itu tersenyum lebar lalu duduk di samping Shannon. Sementara itu, Shannon masih larut dalam keterkejutannya. Ia terperangah melihat Jinyoung yang secara tiba-tiba datang menghampirinya.

“Kau pasti sedang merasa penat.” Tebak Jinyoung yang dijawab dengan anggukkan kepala yang sedikit kaku oleh Shannon.

Jinyoung menyandarkan kepala Sannon dan mendekapnya erat. Sesekali ia menepuk lembut lengan kekasihnya itu.

Nae sarangin-gol oh baby ma bling girl bling girl

Naege theogeobsi bujokhangeol ara

Hajiman geudaereul hyanghaneun maeumeun nado eojjeol su eomnabwayo

So so I love you Oh baby ma bling girl bling girl

Neowa hamkkeramyeon forever ever

Oh baby geudaega jakkuman nae mameul budeureopge mandeunabwayo

Ma bling girl.”

Lagu yang disenandungkan oleh Jinyoung dengan lembut itu diakhiri senyum dari keduanya.

“Kau memang penyanyi terbaik yang pernah aku kenal.” Puji Shannon diikuti senyum hangatnya.

“Masih merasa penat?”

Shannon menggeleng. “Tetap lakukan itu untukku. Aku suka.”

Jinyoung tidak menjawab. Ia hanya tersenyum.

“Aku senang kau datang.”

“Aku juga senang bisa menemuimu. Aku selalu memikirkanmu. Aku paham. Betapa beratnya merindu itu. Makanya aku datang.”

“Kau datang di saat yang tepat.”

Jinyoung melirik Shannon. “Ya! Bukankah aku memang nam-chingu yang terlalu peka?” Tawa kecil mengakhiri kalimatnya. Shannon ikut tertawa sambil berpura-pura meninju dada Jinyoung.

“Tidurlah. Kau pasti lelah.”

“Tapi jangan pergi sebelum aku terlelap.”

Namja itu mengangguk. Lalu Shannon mulai memejamkan matanya saat dua tangan kekar nan hangat itu kembali mendekapnya erat.

-oOo-

“Shannon-ah.. Kau tidak pergi bekerja?”

Suara sang ibu dari luar kamar serta beberapa kali ketukkan pintu membuat Shannon terbangun. Ia yang lupa menutup gorden jendela membuat sinar matahari masuk menyinari seluruh ruang kamarnya. Tanpa sadar ia mengangkat bingkai foto yang didekapnya semalaman.

“Jadi semalam hanya mimpi?” gumamnya dengan suara yang sedikit serak, efek baru bangun tidur. Ia menarik sudut bibirnya ke atas. Walau begitu, aku tetap merasa senang. Tetaplah datang walau hanya dalam mimpi. Denga begitu, seterusnya aku akan selalu merasa nyaman.

Ia membalik bingkai foto itu sebelum menaruhnya di atas meja. Dan betapa terkejutnya saat ia menemukan tulisan yang ia pastikan bahwa sebelumnya tidak ada. Ia begitu hapal siapa pemilik dari tulisan tangan itu.

Tetaplah menjadi ma bling girl – Jinyoung. 

Shannon mengangkat kepalanya ke atas, menahan agar air mata tak jatuh berlinang. Nyatanya air mata itu sudah terlanjur menetes. Hingga ia membiarkan setetes demi tetes air mata itu menjadi genangan di pipinya.

Berusah untuk tersenyum, Shannon berujar. “Aku akan selalu menjadi your bling girl.” Ujarnya getir. Ada sesuatu yang terasa mengganjal tenggorokkannya saat kalimat itu terujar.

Ia menyeka air mata yang kesekian kalinya menetes dan menaruh bingkai foto itu di tempat semula. Membiarkan secuil kenangan lalu itu menjadi sesuatu yang paling berharga yang bisa ia simpan untuk saat ini. Kemudian beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan kamarnya.

Finish.

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s