[FICLET] Regret

Regret || Han Rae Hwa


Rating PG | Angst | Youngmin MXM (Brand New Boys) and Ri Sa (OC) 

“Y-Youngmin..” Sapa Ri Sa dengan begitu gugup. Kakinya terasa gemetar, tidak. Bahkan seluruh tubuhnya ikut gemetar hebat. Hingga ia tak kuat berpijak di kediaman Youngmin. Serta matanya yang tak mampu menatap sosok namja di hadapaannya itu.

Youngmin yang merasa namanya terpanggil menoleh. Ia kenal betul suara yang memanggil namanya itu. Bahkan tanpa melihat, ia sudah tahu siapa pemilik suara yang memiliki ciri khas tersebut.

“Ada apa? Kenapa kembali? Apa ada yang tertinggal?” tanyanya tanpa melihat Ri Sa.

“Aku.. Aku minta maaf.”

Tak ada suara yang terucap dari bibir Youngmin. Ia hanya terdiam menunggu kelanjutan kalimat yang akan terujar dari Risa.

“Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu.”

“Lantas kenapa kau melakukannya?” Youngmin tertawa remeh. “Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api.”

Ri Sa semakin gugup. Bibirnya mulai bergetar.

“A-aku.. Aku tidak tahu. Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri. Aku menyesal.. Benar-benar menyesal.” Ia terdiam sejenak. “Kau.. Mau kan, memaafkanku?” sambungnya lagi dengan terbata-bata.

“Maaf? Menyesal? Apa maaf serta penyesalanmu itu dapat membuat mataku bisa kembali melihat? Tidak, kan?!” tukas Youngmin dengan suara yang tercekat dan masih enggan menghadap kearah Ri Sa meski tahu ia tak bisa melihat.

Yeoja bermarga Yoon itu terbelalak. Manik matanya yang berkaca-kaca memandang Youngmin tak percaya. Kalimat yang terucap itu seperti boomerang yang meledak di hati Ri Sa. Semua rasa bersalah melebur seketika. Hingga tak ada kata-kata yang dapat diucapkan lagi.

“Pergi.”

Tatapan Ri Sa pada Youngmin masih lekat. Hingga air mata mengalir begitu saja.

“Y-Youngmin-a..”

“Pergi!!!” perintahnya lagi dengan amarah yang tertahan. Sebetulnya ingin rasanya ia meluapkan amarahnya dengan berteriak. Kalau perlu sekencang-kencangnya hingga yeoja di dekatnya itu bisa mendengar suaranya dengan jelas. Tapi ayahnya pernah berpesan, bahwa seorang laki-laki yang berani berteriak di depan seorang perempuan, siapapun itu, ia tidak layak disebut laki-laki.

“Dan jangan pernah datang menemuiku lagi.”

Sejak awal Ri Sa memang sudah menduga. Sekeras apapun ia meminta maaf dan sebesar apapun rasa sesalnya, Youngmin tak akan pernah bisa untuk memaafkannya. Tapi nekatnya ia selalu ingin mencoba. Siapa tahu ada kesempatan untuknya membalas semua yang pernah ia perbuat pada Youngmin. Nyatanya tak ada yang ia dapatkan selain penolakan mentah-mentah dari Youngmin. Dan ia sadar, ia pantas mendapatkannya.

Ia berbalik badan dan memandang Youngmin sebelum pada akhirnya ia benar-benar pergi meninggalkan tempat yang tak layak ia sambangi lagi. Air mata mengiringi kepergiannya.

Amarah yang tak dapat diluapkan Youngmin, membuat air matanya mengalir meski tak sederas air mata Ri Sa. Setidaknya ia puas, apa yang baru saja ia lakukan adalah benar. Biar Ri Sa menanggung semua rasa sesal itu, pikirnya.

Finish.

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s