[Ficlet] Falling Crazy In Love

960-akihabara_02

©Shannellerush present

Wonwoo (Seventeen) | Slice of life, hurt | G

Ada satu alasan yang membuat ia masih bertahan berada di tempat ini. Meski hujan sudah reda beberapa waktu lalu, namun ia tetap duduk manis dengan arah pandang yang ia fokuskan pada seseorang di ujung sana. Seseorang yang duduk di dekat jendela dan berhadapan langsung dengan jalan raya. Ada banyak hal yang ia ingat tentang gadis itu.

Posisi duduknya…

Hujan…

Secangkir teh….                                        

Sebuah ponsel lengkap dengan earphone…

Hingga tatapannya….

Ia tak lupa. Walau waktu telah berjalan begitu cepat, tak membuat ingatannya lumpuh. Senyum nya tak kunjung berubah sejak pertama kali matanya menangkap sosok itu.

Rindu?

Mungkin saja ia merindukan orang itu. Sudah tiga tahun sejak kejadian di prom night lalu, ia hilang kontak dengan tetangga sekaligus temannya. Bukan kah sudah wajar bila ia merindu?

Omong-omong, alasan ia masih berada di kafe ini ialah gadis itu. Gadis yang duduk di dekat jendela paling ujung.

Jeon Wonwoo. Lelaki itu masih menatap lekat-lekat sosok gadis yang berada tidak jauh darinya. Irama air hujan memang sudah berhenti, namun irama hatinya belum berakhir. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Beruntung, suara jantungnya tak terdengar sampai memenuhi kafe ini.

Ia sebenarnya ingin berbincang dengan gadis itu, hanya saja keberaniannya belum terkumpul. Jangan kan berbicara, untuk mengambil langkah dan berjalan menuju meja si gadis saja ia belum bisa.

Seketika senyum Wonwoo sedikit memudar lantaran teringat pada sesuatu. Perlahan, ia mengambil sebuah note dan pulpen di kantong celananya. Kemudian mulai menuliskan sesuatu di atasnya.

Beberapa menit setelahnya, tangan kanan Wonwoo terangkat guna memanggil sang pelayan kafe.

“Tolong berikan note ini pada gadis di ujung sana.” Ujar Wonwoo yang disambut anggukan oleh si pelayan.

Setelah si pelayan tadi meninggalkannya, kini Jeon Wonwoo bersiap untuk meninggalkan kafe. Ia merapikan jaket dan memasang syal di lehernya. Sebelum ia melangkah pergi, ia sempat tersenyum sesaat pada gadis itu.

Jeon Wonwoo memang merindukan gadis itu, hanya saja waktu untuk bertemu dengannya belum tepat.

 Ia lantas melangkah menuju pintu keluar kafe, tanpa melihat ke arah si gadis. Wonwoo sudah cukup senang bisa bertemu dengan gadis itu secara tidak sengaja.

Setelah berada di luar kafe, ia berhenti sekejap untuk menghela napas.

Setidaknya, semua perasaan ku sudah ku tuangkan disana. Batin Wonwoo.

Tiga detik kemudian, ia melanjutkan langkahnya yang tertunda.

.

.

.

.

.

“Aku mencintai mu walau hanya sebatas teman lama.” -Jeon Wonwoo.

-FIN-

 

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s