[FICLET] 마지막 (Last) 

Majimak (Last) | Han Rae Hwa


Rating T | Sad | Do Kyung Soo (EXO) & Seo Hye Jin (OC) 

 

Senja pada hari itu tak menawarkan tebaran jingga yang indah di langit. Matahari yang biasanya bergerak menuju peraduan pada pukul yang sama, kini menghilang sejak beberapa jam yang lalu. Tak juga dengan kicauan burung yang bahkan tak terdengar sama sekali. Cuaca di senja itu benar-benar buruk apalagi ditambah dengan semilir angin yang berhembus cukup kencang.

Di dekat lampu penerangan jalan yang belum waktunya untuk menyala itu berdiri seorang yeoja dengan rambut bersurai hitam kecokelatan. Geraian rambutnya bergerak kesana-kemari mengikuti arah angin. Biasanya ia akan segera merapikannya apalagi saat hendak bertemu dengan kekasihnya. Namun, kali ini ia membiarkannya begitu saja. Juga berbeda dengan hari-hari sebelumnya, ia akan merasa begitu senang apabila akan bertemu dengan kekasihnya. Tapi kali ini wajahnya dirundung sendu. Matanya menekuri aspal tempatnya berpijak sejak kedatangannya beberapa menit yang lalu. Kedua tangannya menggenggam tali sling bag yang ia kenakan. Sesekali ia menghembuskan napas dengan berat dengan mata terpejam.

“Hye Jin Seo!” sapa Kyung Soo bersemangat. Tangannya melambai-lambai ke arah Hye Jin yang saat itu baru mau mengangkat kepalanya. Mata keduanya sama-sama berbinar ketika menangkap ssok sang kekasih di hadapannya. Binaran mata itu masing-masing memiliki arti, binaran mata Hye Jin yang syarat akan kesedihan sementara binaran mata Kyung Soo yang dipenuhi rasa bahagia.

“Sudah lama?” Kyung Soo memeluk Hye Jin dengan erat. “Maaf ya, aku agak terlambat menemuimu.” Tatapnya pada kekasihnya setelah pelukan itu merenggang.

“Tak apa. Aku juga baru datang.” Tutur Hye Jin diikuti senyum tipis. “Apa… Tidak apa kita bertemu disini?” matanya melirik dengan rasa khawatir ke gedung S.M. Entertainment yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

“Kau bilang ingin menemuiku sebentar. Jadi kupikir tak akan ada masalah.” Kyung Soo menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Hebat sekali kau tak memakai topi dan masker saat menemuiku Do Kyung Soo.” Hye Jin mencoba mencairkan suasana hatinya yang sedari tadi merasa gundah. Senyumnya terlihat lebih lebar dibandingkan sebelumnya.

“Ya! Jangan terlalu takut begitu Hye Jin Seo!” hidung Hye Jin dicubit oleh Kyung Soo penuh kelembutan.

“Kau terlihat sangat senang hari ini. Kabarmu pasti sangat baik, ya?! Bagaimana dengan kehidupan barumu sebagai idol? Apa kau tidur dan makan dengan baik? Aaa, teman-teman dalam satu grupmu baik kan padamu? Pasti sangat menyenangkan setelah debut menjadi seorang idol.” Segelintir pertanyaan yang diselimuti rasa kekhawatiran terucap dari bibir kecilnya.

“Ya!” Kyung Soo melipat kedua tangan di dada. “Kau sebegitu mengkhawatirkanku ya?!” ia tersenyum dan mengusap pangkal kepala Hye Jin sebelum melanjutkan ujarannya. “Jangan khawatir. Aku kan sudah besar. Aku bisa menjaga diriku dengan baik. Yang tidak bisa kulakukan saat ini adalah menjagamu.” Matanya kembali berbinar. Mengisyaratkan kesedihan serta rasa sesal yang mendalam. “Mianhae.”

“Aku juga sudah besar. Jadi kau juga jangan khawatir. Aku bisa menjaga diriku dengan baik.” Jawaban yang diikuti senyum dari Hye Jin membuat Kyung Soo memperlihatkan lagi senyumannya. Rasa lega mengalir ke dadanya.

“Ah iya, kau bilang ingin menyampaikan sesuatu. Apa itu?”

Hye Jin yang teringat sesuatu mengambil sepucuk surat dari dalam sling bag-nya dan memberikannya pada Kyung Soo.

Kyung Soo menerimanya sambil mengerutkan kening. “Apa ini? Jika bisa bicara secara langsung kenapa harus menulis surat segala?” matanya memandang Hye Jin penuh tanya.

“Terkadang akan ada ungkapan yang tak bisa diucapkan secara langsung. Bacalah setelah kau sampai di dorm-mu.” Perintah Hye Jin yang membuat Kyung Soo mengangguk-angguk paham sambil menyimpan surat itu ke dalam saku hoodie-nya.

Hye Jin maju satu langkah lebih dekat. Ia memamerkan senyum terbaiknya pada Kyung Soo. Kedua tangannya menjamah dada bidang kekasihnya. Sementara Kyung Soo yang kegirangan mendapatkan sentuhan manja itu ikut tersenyum. Senyumnya begitu lebar hingga dderetan giginya yang putih nan bersih itu dapat terlihat.

“Kau begitu merindukanku, ya?!”

Hye Jin mengangguk cepat. “Iya. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Dan akan selalu merindukanmu.”

Manik matanya mengarah lurus pada mata Kyung Soo.

“Kau harus berjanji padaku untuk tidur dengan baik, makan dengan baik, dan hidup dengan sangat baik. Kau juga harus selalu dekat dengan teman-teman satu grupmu. Bantu mereka jika suatu saat mereka membutuhkan pertolongan. Dan bersikap baiklah pada mereka. Dengan begitu kau selalu mendapatkan perlakuan yang baik juga dari mereka.”

“Ne. Aku akan berjanji padamu akan semua hal itu.”

“Dan menangislah secukupnya jika suatu saat sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupmu. Seberat apapun itu. Karena dengan begitu, kau akan lebih bisa menerima dan menghadapinya. Kau akan menjadi lebih kuat.”

“Ya! Kekasihku ini benar-benar mencintaiku hingga benar-benar memberiku perhatian sebegitunya.”

Hye Jin kembali tersenyum. Ia senang melihat Kyung Soo yang begitu menghargainya sebagai kekasih.

“Boleh aku minta peluk?”

Namja bersurai hitam itu tersenyum lebar. “Minta cium juga boleh.” Ia segera merentangkan tangannya, mendekap kekasihnya dnegan begitu erat, serta mencium pangkal kepalanya. Ia baru mengecup bibir kecil Hye Jin ketika mereka puas memberikan pelukan masing-masing.

“Terimakasih banyak atas semuanya Hae Jin.”

Hye Jin menggelengkan kepalanya samar. “Aku yang harusnya berterimakasih. Aku beruntung sempat memilikimu dalam hidupku. Dan yang harus selalu kau ketahui.. Aku akan selalu mencintaimu, Do Kyung Soo.”

“Aku juga. Aku juga akan selalu mencintaimu.”

Mereka saling melempar tatapan penuh arti dengan senyuman yang tiada sempat pudar lagi.

“Kembalilah ke dalam. Sebelum semua orang tahu bahwa idol baru ini sudah memiliki kekasih.”

Kyung Soo tertawa kecil tanpa suara. “Baiklah. Kalau begitu aku kembali dulu ya. Sampai jumpa.” Ia membalik badan dan berjalan menjauh dari Hye Jin. Sesekali ia berbalik sambil melambaikan tangannya pada kekasih tercintanya yang juga membalas lambaian tangannya.

“Selamat… Tinggal… Do Kyung Soo.” Hye Jin tersenyum samar. Senyum sebagai penutup senja yang sebentar lagi tergantikan malam. Wajahnya yang semula sendu –sebelum bertemu Kyung Soo semakin menunjukan kesenduannya. Bahkan air matanya sempat mengalir membasahi pipinya yang sering dicubit oleh sang kekasih. Kakinya yang bergetar tetap melangkah dengan berat menjauhi tempat itu sambil terus menangkupkan mulutnya yang tak kuasa menahan tangis.

\-oOo-/

Seo Hye Jin
@HyeJinSeo
Bekerja keraslah untuk masa depanmu, dan aku berharap debutmu berjalan sukses.

Mata Kyung Soo terasa panas dan berair ketika melihat status terbaru di akun twitter kekasihnya. Kekasih yang beberapa waktu lalu sudah bermertamorfosis sebagai mantan kekasihnya.

“Aaaarrrrggghhhh!!”

Ia membanting handphone di tangannya dengan geram ke rerumputan. Tubuhnya yang bergetar merosot hingga kedua lututnya membentur rerumputan yang lembab, dan semakin basah ketika hujan tiba-tiba mengguyur secara keroyokan diikuti suara gemuruh dari langit. Kedua tangan besar itu merengkuh kepalanya dan menjambak samar rambutnya.

Sepucuk surat pemberian Hye Jin ia keluarkan dari saku hoodie yang ia kenakan dan diremasnya kuat-kuat. Berusaha meluapkan amarahnya yang tak terkendali. Tapi justru dengan melakukan itu ingatannya akan tulisan Hye Jin pada surat itu semakin berkeliaran dalam pikirannya.

To: Do Kyung Soo

Setelah kau membaca surat ini, itu tandanya kita telah mengakhiri hubungan kita. Meskipun kau tidak sepakat dengan keputusan sepihak yang kuambil ini, kuharap kau mengerti mengapa aku melakukannya.

Terimakasih telah menerimaku sebagaimana diriku. Aku yang semula bukan siapa-siapa kini kembali pada kehidupanku yang berawal tanpa dirimu. Aku mengembalikan seluruh cinta yang telah tertuai dalam hatiku.

Selamat atas debutmu bersama EXO. Kudoakan kau selalu. Semoga kehidupanmu menjadi lebih baik setelah berhasil meraih impianmu yang selama ini selalu kaututurkan kepadaku.

Kuyakin semua orang tak akan pernah puas dengan apa yang telah didapatnya. Maka, tetap bekerja keraslah untuk masa depanmu.

Kupastikan ini yang terakhir kalinya kita bertemu. Sebelum kita sama-sama kuat untuk kembali saling bertemu dalam hati yang tak lagi diselimuti rasa kecewa dan sakit.

Saranghae.
Hye Jin Seo.’

Ia tak menyangka akan kehilangan cintanya setelah ia mendapatkan impiannya. Mau tidak mau dan dengam berat hati, Kyung Soo harus mengorbankan cintanya demi impiannya. Ia harus merelakan yang -mungkin- memang bukan untuknya.

Sekelibat beberapa perkataan Hye Jin saat pertemuan mereka sore tadi terngiang dalam indera pendengarannya.

“Dan menangislah secukupnya jika suatu saat sesuatu yang buruk terjadi dalam hidupmu. Seberat apapun itu. Karena dengan begitu, kau akan lebih bisa menerimanya dan menghadapinya. Kau akan menjadi lebih kuat.”

“…Aku beruntung sempat memilikimu dalam hidupku. Dan yang harus selalu kau ketahui.. Aku akan selalu mencintaimu, Do Kyung Soo.”

Tangisnya semakin sesenggukan. Ini adalah tangisannya setelah sekian lama.

“Biarkan tangisanku ini menjadi tangisan yang pertama dan terakhir karenamu.” Ujarnya parau.

Dari belakang, Kai datang memayungi tubuh Kyung Soo yang sudah terlanjur basah kuyup. Saat merasa tubuhnya tak lagi terguyur hujan, barulah ia mengangkat kepalanya.

“Bukan putus cinta namanya jika tak ada kesedihan yang menyelimuti. Pacarmu itu benar-benar penuh pengertian. Ketika ia harus mengakhiri hubunganya dengan seorang idol, itu tandanya ia memahami banyak hati fangirl di seluruh belahan dunia. Aku benar-benar salut dengan pengorbanannya.” Suara hujan yang turun membuat Kai harus mengencangkan volume suaranya.

Kai mengulurkan tangannya ke hadapan Kyung Soo. Lama memandangi tangan Kai, Kyung Soo pun meraihnya dan berdiri. Sorot matanya lurus memandangi Kai yang tersenyum padanya. Masih begitu terasa sedih, ia lantas memeluk Kai dan kembali larut dalam tangisannya. Sementara tangan kanan Kai yang kosong menepuk punggung Kyung Soo, berusaha menenangkannya sebisa mungkin.

“Perjalanan kita masih panjang. Mari kita bekerja keras bersama-sama.”

Kyung Soo mengangguk samar dengan pandangan yang kosong. Dalam hatinya ia mengucap janji yang diminta oleh Hye Ji.

Finish.

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s