Seductive Mr. Byun (One)

Poster by : Alkindi (https://dirtykindi.wordpress.com/)

Romance | Married Life | Sad | PG-17 | etc

[Rated Can Change Anytime!]

Disclaimer! The original results my imagination. NOT FOR PLAGIARISM OR COPY PASTE!!!

©2017.billhun94


Jika membahas kehidupan sisi malam kota London pasti tidak ada habisnya. Kelab maupun pup tersedia di sepanjang jalan (khusus) ibu kota dari negara maju tersebut. Tinggal memilih mana yang kita mau, maka sudah dapat menikmati gemerlapnya malam di London.

Banyak yang tergoda untuk menikmati malam di London, tak terkecuali seorang gadis yang memilih London sebagai pelampiasan akan nafsu malamnya―Kelyn Kim, gadis blasteran Korea dan Kanada.

Sejujurnya, ada maksud lain mengapa Kelyn memilih London.

Malam sabtu biasanya kelab di London akan ramai dengan orang-orang yang haus akan kesenangan. Dan Kelyn pun memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari kesenangan, sama seperti malam-malam sebelumnya.

Gadis yang mengenakan gaun malam hitam perpotongan pendek yang ketat itu meliukkan badannya mengikuti alunan musik yang dj mainkan. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan gelombang di bawahnya, sedangkan make-up khas Asia Timur menempel di wajah oriental cantiknya.

Kelyn menyudahi kegiatannya begitu melihat sosok gadis yang baru masuk kedalam kelab. Ia duduk di sofa sudut ruangan untuk mengasingkan diri dari yang lain. Setelah memesan satu gelas vodka, Kelyn meminumnya. Setelah itu, Kelyn mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam tasnya. Sebelum sempat menyalakan pemantik rokok, seorang pria datang menginterupsi.

Hey sweety,” sapa pria itu.

Kelyn yang tanpa minat meladeni pria tadi membalas sapaannya dengan ketus, “Banyak gadis lain yang bisa kau goda, James.”

“Hanya kau yang menarik perhatianku, cantik.”

Kelyn menaruh rokok beserta pemantiknya di meja, ia menatap tajam pria bernama James Wilson itu. Walaupun James tampan, kaya, memilki tubuh atletis, dan seumuran dengan Kelyn, tapi ia tidak tertarik pada pria itu.

Oh, ayolah! Hubungan persahabatan Kelyn dan Isabelle Fern―mantan kekasih James―harus berakhir sia-sia karenanya.

Singkatnya, James secara terang-terangan mengatakan tertarik pada Kelyn di depan Isabelle. Dan gadis yang sudah menjadi sahabatnya di London itu berpikir jika Kelyn telah menggoda James demi hartanya karena Isabelle tahu kalau Kelyn adalah gadis yang miskin.

“Sayangnya aku tidak tertarik padamu, Mr. Wilson.” Timpal Kelyn.

James tertawa pelan setelah mendengar perkataan Kelyn. Ia semakin mendekat pada gadis itu dengan seringaian mematikannya.

Tanpa diduga, James menangkupkan tangannya di rahang Kelyn. Jarak di antara mereka hanya tinggal 5 sentimeter lagi, dan itu membuat Kelyn dapat merasakan hembusan napas James.

“Kau adalah gadis pertama yang berani menolakku, Kelyn Kim.” Desis James, setengah frustasi.

James pernah mengajak Kelyn untuk berhubungan seks, dan Kelyn menolaknya karena ia tahu jika pria itu adalah kekasih sahabatnya sendiri. Apalagi saat itu Kelyn dan James baru pertama kali bertemu.

Merasa dilecehkan?

Tentu saja! Apa James pikir Kelyn adalah jalang yang rela berbagi tubuhnya untuk pria kaya dan tampan seperti James begitu saja? Hell no!

Kelyn tahu dirinya miskin. Tapi, ia masih punya harga diri.

“Mantan kekasihmu sedang kalang kabut melihat kita. Apa kau tidak kasihan?”

Dapat Kelyn lihat dari tempatnya jika Isabelle sedang melampiaskan kemarahannya dengan membuat kekacauan di mejanya.

James justru acuh. Kelyn rasa kalau pria itu adalah ‘penjahat kelamin’ yang hanya menginginkan tubuh wanita. Dan Isabelle telah meluluh oleh mulut manis James.

Tangan James yang masih berada di rahang Kelyn kini telah berpindah ke leher gadis itu. Kelyn merasakan bulu kuduknya meremang sewaktu James mengeluarkan napas di lehernya yang sensitif.

“Aku sangat ingin merasakan kelembutan setiap bagian tubuhmu, Lyn. Kau kelihatan sangat manis dan kenyal seperti jelly. Apa kau berubah pikiran, honey?” Tanya James setengah berbisik di telinga Kelyn dengan nada suaranya yang dibuat menggoda.

Kelyn merasakan sesuatu di pusat dirinya yang bereaksi, tapi ia tahu bahwa yang James lakukan ini salah.

Manik James yang gelap membuat Kelyn sempat terlena, dan Kelyn masih bisa menangani itu ketika menatapnya. Mengapa kali ini terasa sulit sekali untuk mengabaikan pesona pria itu?

“Maaf menggangu Anda, Mr. Wilson. Tapi, Mr. Byun telah tiba.”

Bibir James baru saja akan menyambut bibir Kelyn yang terlihat sangat menggoda―sebelum seorang pria datang menginterupsi.

Holy shit!” Umpat James yang kesal. Tinggal selangkah lagi ia berhasil membawa Kelyn ke ranjangnya, dan gagal begitu saja.

James menjauh dari Kelyn, dan menatap kesal pada pria yang menginterupsinya tadi. Jika tidak mengingat seseorang yang pria itu maksud, mungkin James sudah mengabaikannya. Sayangnya, si calon investor itu lebih berharga untuk maskapai penerbangan yang diwariskan keluarganya.

“Tidak bisakah kau memilih waktu yang pas, bung?”

“Sekali lagi saya minta maaf, Mister.”

James kembali pada Kelyn―yang bernapas lega―ia mengecup pipi gadis itu, lalu berbisik, “Kita bisa melakukannya nanti, honey. Jadi, bersabarlah.”

Kelyn tersenyum kecut menanggapi bisikan James yang rasa-rasanya lebih mirip bisikan iblis. Setelah James meninggalkannya, Kelyn duduk di sofanya.

Kelyn butuh menenangkan pikirannya saat ini juga. Oleh karena itu, ia memesan vodka sebanyak yang ia mampu.

-☆-

Langkahnya diseret, dan tubuhnya linglung akibat alkohol. Gadis bernama lengkap Kelyn Kim itu harus berpegang pada setiap mobil di parkiran sebagai tumpuannya.

Shit! Di mana mobilku?”

Kelyn yang mulai frustasi karena tidak menemukan mobilnya pun samar-samar mulai melihat mobil miliknya. Mobil keluaran tahun 2015 itu terparkir dua meter di depan Kelyn.

“Akhirnya ketemu,” ujar Kelyn sambil tersenyum lebar. Dengan tubuhnya yang linglung, gadis itu sempat menabrak mobil-mobil yang terparkir.

Tanpa perlu susah-susah untuk mengeluarkan kunci mobil dari dalam tasnya, Kelyn langsung membuka pintu mobil itu, dan duduk manis di samping kemudi.

Kelyn yang masih berada didalam pengaruh alkohol memilih acuh. Bahkan gadis itu tidak sadar jika ada seorang pria yang sedang menatap kehadirannya dengan aneh.

“Kepalaku pusing sekali,” rancau Kelyn. Matanya terpejam dari tubuhnya ia senderkan di jok mobil.

Aroma mint yang ada di mobil itu membuat mata Kelyn terasa berat sekali, ia menjadi tidak bisa mengontrol rasa kantuknya. Dari situ, dari aroma mobil itu, Kelyn baru merasa ada yang aneh.

“Nona, apa yang kau lakukan di sini? Cepat keluar!” Sungut pria itu tidak nyaman dengan kehadiran Kelyn di mobilnya.

“Ini mobilku,” timpal Kelyn yang masih menutup matanya.

Pria itu berdecak kesal, untung ia masih memilki kesabaran untuk tidak menyeret Kelyn keluar dari mobilnya dengan cara yang tak etnis.

“Nona, lebih baik kau segera keluar selagi aku memintanya baik-baik.”

Kelyn melenguh, “Kau orang Korea?” Tanyanya.

Pria itu mendengus, lalu Kelyn pikir ia berkata sedari tadi menggunakan bahasa apa? Alien? Lagi juga Kelyn yang memulai percakapan mereka.

“Nona, please!

Kelyn membuka matanya, ia menatap pria yang berada di sampingnya itu. Dalam pengaruh alkohol, Kelyn kira pria tersebut adalah supir pengganti yang dipesankan oleh James. Padahal bukan.

“Terserah kau mau membawaku kemana,” ujar Kelyn yang membuat si pria kebingungan.

“Apa mak―”

Pria itu tak sempat melanjutkan perkataannya karena secara tiba-tiba Kelyn muntah di mobilnya, dan mengenai baju serta celana yang ia kenakan.

-☆-

Kelyn merasakan kepalanya pusing yang membuat ia malas untuk membuka matanya. Kehangatan kasur juga menjadi sebab, entah sejak kapan flat mininya menjadi sangat hangat seperti sekarang.

Gadis itu seperti sedang bermimpi indah. Sangat indah sampai rasanya malas untuk terbangun karena takut mimpi indah itu hilang.

Selimut yang tadinya hanya menutupi sampai batas sepinggang gadis itu kini sudah ia naikkan sampai kepalanya. Rasanya benar-benar hangat dan nyaman, membuat Kelyn tambah malas untuk enyah.

Ceklek

Suara pintu yang terbuka membuat Kelyn merasa ada yang aneh. Sejak kapan orang lain memilki kunci flatnya selain dirinya?

Kelyn dengan sangat terpaksa menyudahi mimpi indahnya dan menurunkan selimutnya, ia membuka mata dan mengubah posisi menjadi duduk.

“Kau… sudah bangun, honey?

Demi Neptunus! Kelyn ingin terjun dari lantai 3 saat ini juga.

Jantung Kelyn hampir saja copot dari tempatnya begitu mendengar suara seorang pria asing. Dan pria asing itu sedang tersenyum menawan pada Kelyn yang tampak terkejut.

“Siapa kau? Dan di mana aku sekarang?”

Oke, Kelyn kira ini adalah mimpi indahnya. Tapi, setelah menyadari kalau hal yang ia alami saat ini bukanlah mimpi, Kelyn seperti ditampar keras dari kenyataan.

Kelyn mencoba mencubit pipinya, jelas ini bukan mimpi―sudah berapa kali ia bilang, jika ini bukan MIMPI!

Kelyn memperhatikan sekeliling kamar yang ditempatinya―mewah dan sangat rapi―pantas saja ia merasa ada yang aneh sejak awal.

“Masih di London,” jawab pria itu sambil berjalan menuju walk in clothes untuk mengambil sebuah kaos, lalu memakainya.

Seakan sadar, Kelyn baru ingat jika laki-laki tersebut bertelanjang dada di hadapannya. Mendapat tamparan keras kedua kali untuk pagi ini, Kelyn baru menyadari jika ia hanya mengenakan pakaian dalamnya saja―padahal sekarang ia tahu betul jika kini berada di kamar mewah si pria tadi.

“YAAAAA!!! Apa yang sudah kau lakukan padaku?!”

Pria itu malah terlihat santai saja menanggapi keterkejutan Kelyn. Ia memberikan sebuah kaos lengan pendek pada Kelyn, “Bersihkan dirimu, baru setelah itu kita bicara.” Perintahnya, setelahnya ia pergi dari sana.

Seperti budak, Kelyn menuruti perintah pria asing itu begitu saja tanpa banyak protes.

“Dasar aneh,” desis Kelyn sesudahnya ia sampai di kamar mandi.

Dari kaca wastafel, Kelyn memperhatikan dirinya dengan seksama. Ia sedang mencari sesuatu yang mungkin saja pria itu tinggalkan di tubuhnya. Bisa saja ‘kan pria tersebut berbuat tak senonoh padanya saat ia sedang mabuk. Namun, Kelyn tidak menemukan sesuatu yang ia cari.

Gadis itu mencoba mengingat kejadian kemarin malam, dan mencoba menemukan sebab kenapa ia bisa berada di rumah yang tampak lebih mirip penthouse ini, atau mungkin ini memang penthouse?

Ah, entahlah! Intinya Kelyn harus mendapat penjelasan dari pria itu.

“Dia kaya juga. Kenapa aku tidak mencoba memerasnya saja?”

-☆-

Setelah membersihkan dirinya, Kelyn menuruni tangga untuk ke ruang tengah―di mana pria itu berada. Dia sedang membaca koran dengan secangkir kopi di meja, tampak sangat serius membaca sampai alisnya menyatu dan keningnya mengkerut. Benar-benar tipe seorang pria yang cerdas. She’s like it.

Kelyn menghentikan langkahnya di seperempat tangga―ia memilih untuk memperhatikan pria itu dari tempatnya karena angle yang sangat pas untuk mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah ini.

Hanya kaos rumahan, celana bahan panjang, rambut legam yang menutupi dahinya alami, kulit putih susunya, dan wajah yang tampak seperti seorang bocah berumur 5 tahun. Entah kapan terakhir kalinya gadis itu memperhatikan seorang pria sampai sedetil tadi.

Karena terlalu asyik memperhatikan pria itu membuat Kelyn tidak sadar jika kini si pria juga sedang memperhatikannya. Tatapan yang diberikannya membuat Kelyn merasa seperti sedang ditelanjangi di depannya.

“Aku tidak menyangka jika kau sekaya ini,” ujar Kelyn sambil melanjutkan langkahnya.

Yang dimaksud bangkit dari duduknya―menghampiri Kelyn yang baru saja turun dari tangga.

Tanpa aba-aba, pria itu mendorong tubuh Kelyn ke tembok dan menyambar bibir si gadis dengan rakus.

Tentu saja Kelyn sangat terkejut. Tubuhnya menegang mendapat serangan mendadak dari pria asing itu. Kelyn juga memberikan perlawanan sekuat yang ia bisa.

“Lepas-kannn!”

Kelyn seberusaha mungkin untuk tidak mengeluarkan desahannya saat pria itu meremas bokongnya yang tidak terlapisi apapun.

Pria itu berusaha untuk menjebloskan lidahnya kedalam mulut Kelyn dengan mengigit bibir bawah si gadis. Ia mengabsen satu persatu deretan gigi-gigi Kelyn sebelum beradu lidah dengan gadis itu.

“Eugh….”

Sial! Kelyn kelepasan. Kenapa ia malah menikmatinya? Dan kenapa tubuhnya malah meminta lebih?

Pria itu menyudahi aksi panasnya. Ia menatap manik Kelyn yang penuh gairah―sama sepertinya.

“Kau sengaja menggodaku, nona Kim?”

Kelyn yang masih mencoba untuk mengatur napas―menaikkan sebelah alisnya. Ia tidak mengerti maksud pria itu.

“Dengan cara tidak memakai pakaian dalam-mu, sayang. Sesuatu di bawah sana sudah membesar. Apa kau berniat untuk menuntaskannya?” Kata pria itu, bibirnya membentuk seringaian.

Kelyn mengerti sekarang. Bukan maksudnya untuk menggoda karena tidak memakai pakaian dalamnya. Karena alasan tidak nyaman Kelyn memilih untuk menanggalkannya. Gadis itu tidak terbiasa mengunakan pakaian dalam yang sama tanpa harus dicuci lebih dulu.

“Aku tidak bermaksud untuk menggoda siapapun,” bela Kelyn. “Dan kau tahu dari mana namaku, tuan?” Lanjutnya.

“Bukan hal rumit untuk mendapatkan informasi pribadimu, nona Kim.”

Kelyn memutar bola matanya. Ini yang tidak ia suka dari orang kaya―sifat sok berkuasa mereka membuatnya muak.

“Jadi, siapa namamu, tuan?”

Pria itu mendekatkan wajahnya pada telinga Kelyn. Ia menghirup aroma sabun yang sama seperti yang dipakainya saat ini. Tapi, ada perbedaan yang tak bisa dijelaskan.

“Byun Baekhyun. Namaku Byun Baekhyun, sayang,” bisik Baekhyun di telinga Kelyn dengan nada suara yang dibuat se-menggoda mungkin.

Baekhyun yang berniat memberikan rangsangan lebih pun mulai mengigit kecil daun telinga Kelyn sambil sesekali menghembuskan napasnya di sana.

Kelyn kembali merasakan sesuatu di pusat dirinya bereaksi. Kali ini lebih parah karena pria bernama Baekhyun itu menempelkan tubuh mereka, sampai tidak ada jarak lagi. Dan Kelyn dapat merasakan sesuatu yang menonjol di bawah sana mengenai pusat dirinya.

“Jadi, bagaimana?”

-☆-

To Be Continue

TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA!!!

#Thanks

See u next part^^

Advertisements

One thought on “Seductive Mr. Byun (One)

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s