[Chaptered] With One Look-Part 2

image

Title: With One Look ♥Author: Vieveelaristy (Risty Lahagu)♥ Poster by: Vieveelaristy’s Artwork♥Main Casts: Cho Kyuhyun (SUJU), Park Shin Hye, Park Chanyeol (EXO)♥ Genre: Romance, School Life ♥ Disclaimer: I JUST OWN THE STORY!!! THE STORY IS MINE!!! DON’T TRY TO COPY PASTE!!!

Happy reading then….



[Prologue] [Part-1]

Shin Hye’s POV

Teman? Aku pasti sudah kehilangan akal.

Sepanjang pelajaran pagi ini, otakku terus memutar ulang percakapanku barusan dengan Cho Kyuhyun.

Aku tidak bisa berteman dengan Kyuhyun. Aku tahu dia sebenarnya tidak menginginkanku berteman dengannya. Yang benar saja! Playboy seperti dirinya ingin memasukkanku dalam daftar tak terhingga gadis-gadis yang berhasil dia taklukkan.

Cih… dia pikir aku bodoh?

Namun entah mengapa kali ini sulit sekali mengabaikannya. Dia terlalu mengintimidasi. Dia terlihat kuat dan kokoh. Tubuh tinggi atletisnya seakan mampu melindungi siapapun dari apapun di dunia ini.

Pabo! Stop memikirkan laki-laki itu. Aku harus fokus pada tujuan hidupku. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal tak berguna seperti Cho Kyuhyun. Prioritasku adalah menjaga adikku Chanyeol tetap aman sampai aku lulus, mendapat pekerjaan tetap agar aku bisa menyewa tempat tinggal untuk kami berdua.

Keluar dari rumah itu selamanya.

Jangan terlalu heran, hidupku memang tidak seindah kehidupan kalian. Dari kecil aku sudah mengalami banyak sekali kepahitan hidup. Diabaikan dan tidak dicintai oleh orang tua sudah lama mengeringkan air mataku.

Ibu kandungku lari dari rumah demi mengejar pria lain, meninggalkanku bersama ayahku yang terluka. Kala itu umurku masih tiga tahun dan tidak mengerti apa-apa. Menangis memanggil ibu semakin membuat ayahku kalap dan memukuliku.

Tak tahan mengurusku, ayah kembali menikah dengan Sooheon Ahjumma. Namun Sooheon ahjumma juga membenciku. Dia kerap memukuliku bahkan di depan ayahku sendiri. Terlebih-lebih saat Chanyeol lahir. Meski Sooheon ahjumma menyayangi Chanyeol, dia bukanlah sosok ibu yang baik. Kebiasaan nya yang mabuk-mabuk an membuat Chanyeol tak terurus dengan baik. Akulah yang mengurus adikku. Meski ibunya membenciku, aku mencintai Chanyeol sepenuh hatiku.

Tahun berlalu, keadaan semakin memburuk ayah dan ibu tiriku semakin sering bertengkar. Tak jarang aku dan Chanyeol merasakan akibatnya. Pukulan, kesakitan, kelaparan seakan menjadi menu utama kami sehari-hari. Namun sebisa mungkin aku berusaha melindungi Chanyeol. Mengunci diri di kamar saat mereka mulai bertengkar, rela kelaparan asal Chanyeol mendapat makanan, semuanya kulakukan agar adikku tetap aman.

Tapi akhirnya, mereka bercerai juga. Ayah membawaku yang berumur 14 tahun bersamanya. Itu adalah tahun-tahun yang menyedihkan. Berpisah dengan Chanyeol, satu-satunya keluarga yang mencintaiku dan menggantungkan dirinya padaku membuatku tersiksa. Aku terus memikirkan keadaan Chanyeol, kesehatanya, keselamatannya. Aku tidak bisa mempercayai Chanyeol dengan Sooheun ahjumma.

Dua tahun kemudian ayahku menikah lagi dengan Yoori, gadis muda yang hanya 5 tahun lebih tua dariku. Sama seperti sebelumnya, istri baru ayahku ini juga membenciku. Dia bahkan membuat ayah harus memilih antara dia atau aku putri kandungnya sendiri.

Seperti yang kuduga, dia tidak memilihku.

Memaksaku untuk pergi dan pindah sekolah. Tapi aku malah bersyukur akan hal itu, karena ternyata dia kembali mengirimku ke rumah Sooheon Ahjumma.

Kembali bersama Chanyeol.

Tentu saja Sooheon ahjumma sama sekali tidak menyukai kedatanganku. Tapi Chanyeol sudah terlanjur dekat dan bergantung padaku. Adikku tidak ingin lagi berpisah dariku. Membuat Sooheon ahjumma terpaksa membatalkan niatnya untuk membuangku.

Selain itu keberadaanku juga memberi keuntungan tersendiri bagi wanita itu. Dia bisa bebas keluar berkencan dengan siapapun tanpa harus direpotkan dengan hal-hal seperti mengurus rumah dan anaknya. Akulah yang harus melakukan semua itu, dan aku sama sekali tidak mengeluh. Asal bisa bersama Chanyeol, semua akan terasa baik-baik saja.

Namun nampaknya kebiasaan Sooheon ahjumma yang sering membawa pulang pria hidung belang yang dia kencani membawa masalah baru bagiku dan Chanyeol.

Tak jarang pria kurang ajar itu berusaha untuk menyentuhku. Dan saat aku menolaknya, pria itu akan memukuliku. Chanyeol sering mendapat perlakuan yang sama karena hendak melindungiku. Membuatku berusaha keras untuk menjauhkan dirinya. Lebih baik akulah yang dipukuli daripada adik kecilku.

Bagaimana dengan polisi? Kenapa kami tidak melaporkan kekerasan ini?

Tidak…

Itu akan menjadi berita buruk untuk kami.

Melapor ke Polisi sama artinya dengan mengundang Dinas Sosial untuk menyelidiki keadaan kami. Jika mereka tahu, maka aku dan Chanyeol akan dibawa ke panti asuhan. Tidak, panti asuhan akan memisahkan kami berdua dan hal itu jauh lebih buruk daripada ditendang di tulang rusuk.

Aku harus bertahan, demi adikku.

Kutahan nafas dengan kuat, berusaha untuk tidak meringis saat menyentuh rusukku. Aku takut kali ini tulang itu benar-benar patah. Pria yang dibawa pulang ibu tiriku kali ini adalah pemabuk parah yang marah saat aku tidak mau duduk di pangkuannya. Dia menendang ku dua kali hingga terkapar di lantai.

Hah… untung saja saat itu Chanyeol sedang berada di rumah Gary.

Aku tidak tahu harus bagaimana mengobatinya. Aku sudah mengambil perban dan melilitkan sekitar tulang rusukku dengan kuat. Tidak mungkin berobat ke rumah sakit. Jika Dokter tahu penyebabnya, tentu mereka akan memanggil polisi dan kemungkinan besar kami akan dibawa ke panti asuhan.

Seperti yang selama ini kutakutkan.

Tidak, aku akan baik-baik saja. Rasa sakit ini akan segera sembuh seperti sebelumnya.

Bel pertanda istirahat siang berbunyi. Kuraih bukuku dan memasukkannya ke dalam tas sebelum beranjak dari kursi. Kim Hyo Ra, sahabatku berdiri di depanku seraya menyeringai. Rambut cokelatnya yang panjang kini dipotong pendek sebahu. Wajahnya pun dipulas make up tidak seperti tahun lalu. Membuatnya tampak lebih manis dan menarik.

“Kau kebanyakan melamun cantik. Kau tidak tahu dari tadi aku setengah mati menarik perhatianmu. Kita tidak bertemu sepanjang liburan musim panas. Apa kau tidak merindukanku?”
Ujarnya cemberut.

Hyo Ra adalah salah satu dari dua teman baikku di sekolah ini. Aku memang pendiam dan sedikit susah bergaul. Lagipula siswa pindahan sepertiku memang tidak begitu mudah diterima oleh siswa lainnya.

“Mianhae, bagaimana liburan musim panasmu?” Tanyaku sementara kami mulai berjalan keluar kelas.

Hyo Ra mengangkat bahu “Biasa saja. Orangtuaku mengajak kami ke Busan seperti biasanya. Yah, tidak ada yang spesial”

Liburan keluarga normal. Seharusnya dia bersyukur akan hal itu. Tidak sepertiku yang menghabiskan liburan dengan memar di badan.

“Kalau kau? Bagaimana liburanmu?”

“Mmm…. aku, aku bekerja paruh waktu di toko Seoyoung ahjumma. Tidak ada yang spesial juga”

Hyo Ra tampak ingin mengatakan sesuatu, namun mendadak dia terdiam. Matanya membulat lebar seakan terkejut pada sesuatu yang ada di belakangku.

Jantungku berdegup kencang. Tanpa menoleh aku bisa menebak, hal apa atau lebih tepatnya sosok siapa yang membuat sahabatku itu terkejut.

Karena mendadak wangi mint segar menyerang penciumanku.

Cho Kyuhyun

Sial, mengapa laki-laki itu berbau sangat harum?

Aku berbalik dan memandang tubuh tinggi Kyuhyun di hadapanku.

Sementara Hyo Ra dengan cepat merubah keterkejutannya, menjadi ekspresi menggoda. Cih, dasar wanita! Dia pasti mempersiapkan diri untuk menarik perhatian si tuan keterlaluan tampan ini. Hyo Ra memang cantik, namun aku tidak ingin dia jadi target Kyuhyun selanjutnya.

Sahabatku ini perlu diselamatkan.

“Hai Kyu,” ujarku saat berhadapan dengannya. Matanya yang legam seutuhnya fokus padaku, mengabaikan Hyo Ra dengan senyumnya yang menggoda dan bulu matanya yang mengedip nakal.

Kyuhyun tersenyum, “Ayo, makan siang denganku” ujarnya.

Mwo!?

Makan siang dengan Cho Kyuhyun? Yang benar saja. Tarik nafas Shin Hye, tarik nafas. Berhentilah bertingkah tolol.

“Mianhae Kyu, aku berencana makan siang bersama Hyo Ra” balasku sambil menoleh pada sahabatku itu. Aigoo, hanya itu alasan yang terlintas di kepalaku.

Tatapan Kyuhyun akhirnya berpindah pada Hyo Ra yang kini terlihat seperti mau pingsan.

“Apa kau keberatan jika aku bergabung, Hyo Ra” tanya Kyuhyun.

“Tidak, tentu saja tidak. Maksudku, kau bisa mengajak kami berdua makan siang. Atau jika Shin Hye tidak mau, kau bisa mengajakku, dimana saja dan kapan saja”.

Aku mengerut kesal

Hah… yang benar saja

Sahabatku ini mulai mengoceh tidak jelas seperti orang bodoh. Mengapa semua gadis bertingkah absurd seperti ini saat berhadapan dengan Cho Kyuhyun?

Demi Tuhan, dia hanya manusia biasa.

Yang terlalu tampan

Kyuhyun tertawa kecil, “Sebenarnya aku hanya ingin mengajak Shin Hye. Kami baru saja berteman dan aku sedang berusaha untuk menjaga pertemanan kami menjadi lebih baik” ujarnya seraya kembali menatapku.

Ugh…

Namun tiba-tiba saja Hyora mendorongku keras tepat di tulang rusukku yang kesakitan.

Rasa nyeri yang amat sangat sontak menghantamku kuat, membuat pandanganku mengabur dan mataku berair. Tubuhku mendadak limbung, dan terjatuh ke depan sementara jeritan kesakitan lolos dari mulutku.

“Shin Hye!!” Teriak Kyuhyun.

Dua lengan kuat sontak memelukku dan menahanku agar tidak terjatuh. Aku bisa merasakan kepalaku yang bersandar di dada Kyuhyun.

“Shin Hye, kau tidak apa-apa?” Nada kepanikan terdengar jelas dalam suara Kyuhyun.

Tuhan, perutku mual. Aku harus bisa bernafas. Aku tidak bisa menjawabnya. Rasa sakit masih kuat menjalari tubuhku. Membuatku kesulitan untuk bernafas.

“Sialan! Seberapa kuat kau memukulnya?” Tanya Kyuhyun marah pada Hyo Ra yang tampak ketakutan.

Rasa sakit itu berangsur-angsur surut, dan aku bisa mendengar suara tercekat Hyo Ra yang meminta maaf padaku. Aku ingin mengatakan kalau ini bukan salahnya. Namun aku masih berjuang melawan rasa sakit yang masih ada.

“Kau baik-baik saja Shin Hye? Ayo, aku akan mengantarmu ke ruang kesehatan” ujarnya khawatir

Kutarik nafasku dalam-dalam. Sakitnya mulai mereda. Menegakkan bahu, aku mulai melangkah mudur, mencoba keluar dari lengannya.

“Hei, hati-hati, apa kau bisa berdiri?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu mengantarku Kyu, aku sudah merasa baikan”

“Tapi,”

“Sungguh, ini bukanlah apa-apa” elakku.

“Aku sungguh minta maaf Shin Hye,” Bisik Hyo Ra seperti mau menangis. “Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya mendorongmu, agar kau mau pergi dengan Kyuhyun. Maksudku dia itu Cho Kyuhyun, Demi Tuhan. Kau harus memanfaatkan kesempatan langka seperti ini. Dia itu…. ups… maaf” Hyo Ra terdiam saat menyadari dirinya kembali mengoceh tidak jelas.

“Tidak apa-apa. Aku tahu kau tidak sengaja. Aku hanya tidak menyadarinya saja. Itu sebabnya tubuhku sedikit limbung. Tidak ada masalah sebenarnya”

Ugh… kedengarannya tidak meyakinkan.

Aku melirik Kyuhyun yang tampak kebingungan. Hah… dia pasti berpikir aku sudah gila. Baguslah, dengan itu dia tidak akan mencoba mendekatiku lagi.

“Maaf Kyu, sepertinya aku tidak akan pergi makan siang. Kau ajak Hyo Ra saja. Aku harus ke perpustakaan. Ada buku yang harus kupinjam di sana” ujarku dengan cepat.

Tanpa menunggu respon dari Kyuhyun aku segera berjalan turun menuju tangga secepat yang aku bisa.

Tidak ada langkah kaki yang mengikutiku. Itu bagus. Kyuhyun pasti menerima ideku untuk mengajak Hyo Ra. Lagipula kejadian barusan sepertinya cukup membuatku menjadi kelihatan aneh di depannya.

Tapi mengapa gambaran Kyuhyun yang sedang makan siang bersama Hyo Ra membuatku mendadak mual?

Kugelengkan kepalaku kuat-kuat. Itu bukanlah urusanku.

Aku berjalan melewati perpustakaan menuju ruang olahraga. Terlihat sepi di sana. Aku bisa berbaring di kursi panjang dan agar rasa sakit di tulang rusukku yang mulai memudar seutuhnya menghilang.

Hah, tapi aku belum makan siang.

Makan siang adalah salah satu hal favoritku di sekolah. Selain gratis, aku juga mendapatkan makanan panas yang lezat. Bukannya makanan instan kalengan yang selalu kudapatkan di rumah.

Hah… aku lapar sekali. Aku ragu bisa mendapatkan makanan malam ini. Mood Sooheon ahjumma sedang buruk. Kekasih terakhirnya meninggalkannya semalam karena diriku.

Tidak apa-apa. Ini bukanlah kali pertama aku kelaparan seperti ini. Aku bisa bertahan sampai makan siang besok di sekolah.

Ya, daripada aku harus kembali ke kafetaria dan bertemu dengan Kyuhyun yang mungkin sedang bersama Hyo Ra.

Hah…. entah mengapa memikirkan hal itu semakin membuat kepalaku sakit.

*****TBC******

Maaf y readers kalau banyak typo atau ejaan yg salah soalnya malas ngereview ulang hehehe.

Maaf juga kalau akhir2 ini jarang ngepost soalnya saya mengalami morning sickness parah. Pagi malam pasti mual-mual. Selain itu mood sayajuga berubah-ubah… hah… mianhae ya.

Makasih ya udah baca…. ^^
Posted from WordPress for Android

Advertisements

28 thoughts on “[Chaptered] With One Look-Part 2

  1. Mkin bca mkin pnsaran…
    Mdh2n cpt dinext…dn nie mah krg pnjang…
    Hehe….
    Suka alur ny…
    Mdh2n next chpt konflik ny gk njelimet…

  2. ksian bget khidupn shinhye…mnderita bnget…mdh2 an kyuhyun bnr2 bs cinta dengan shinhye scara tulus…dtggu lnjutannya yaa thor….lg hmil yaa…brp bln…aku udh msuk 6 bln dan ini ank k3…tp payah mpe 4 bln..skrg c udh mndingan..udh jln2. n mkn ..aku ngrasain dah apa yg author rasain…mg ga payah lg yaa…mg author n bayi ny sht….ammiiiinn…fighting thor

    • Hai sesama bumil hehehe….
      Aku baru masuk 3 bulan sih…. makanya masih kepayahan…. ga tahan sama bau atau wangi tertentu… susah emang …. semangat utk kita yaaayyy!!!

  3. akhirnya ngepost jg..aq bolak balik liat ne.web tp blm ada updatetan …. akhrnya lega jg … btw slmt y atas kehaminya smg bunda m debay nya sehat
    ….

  4. Aduh kejem banget kisah hidupnya shinhye kaa, dan ternyata chanyeol itu saudara sedarah ya sama shinhye, dan bapaknya shinhye nikah mulu deh, aduh inu mah gak broken home lagi udah ancur seancur2nya kehidupan mereka, dan kyu kurang gercep kamu, harusnya kalopun shinhye gak mau ya di kejar atuh biar, jangan menyerah dan malah lunch sama hyora, gemess, semoga kyukyu cepet tau kalo si cantik pujaan hatinya semenderita itu, btw kak selamat ya buat kehamannya semoga sehat selalu kakak dan janin kakak, dan di beri kelancaraan dan berkat sampe hari kelahiran nanti, semoga dedek bayinya juga sehat selalu :*

  5. Akhirnya di update ff nya.. kasihan shinhye hidup nya menderita banget.. semoga kyuhyun bisa menjadi pelingdung shinhye..ditunggu next part nya.. selamat oennie atas kehamilan kedua nya.. sehat selalu buat oenni dan calon

  6. Hai…finally ada update an nya…kyu mulai tau bhw dia hrs jagain shinhye…iya nih krg panjang…😘😘

    Wow km lg hamil ya eonni? Chukkae…sehat selalu ya mommy and calon aegya nya

    Ditunggu next chap😚😚

  7. Wah wah wah.. Finally update juga thor..
    Tpi kurang panjaaaaaang… Huft 😂
    Tpi sukaa part ini.. Kyu bener* khawatir gtu, nasib shinhye kasian bener deh disini . Smga kyu bsa jagain shinhye yaaa 😢😢 next jngan kelamaan thor 😘😘😘

  8. Akhirnya update juga,kasian bgt shinhye tulangnya sakit gara2 pria hidung belang gajelas.semoga aja shinhye bawa chanyeol pindah ke biar aman hidupnya

  9. Thanks udh update authornim,slmt utk kehamilan ke 2 kan?smg sehat semua ya,,,ah kyuhyun udh mulai care nie,shinhye udh mulai ada rasa nie,,,meskipun partnya pendek tetap suka koq,semoga tetap sehat dan semangat yaaa

  10. Trmksh thor,,smkin penasaran dg shinhye rupanya si evil kyu hyun ini. Dan smkin penasaran dg ap yg akan kyu lakukan jk tahu shin disiksa sama ajumma.nya… Duh jahat bgt shin ajumma.nya itu.

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s