[Ficlet] Apa Kabar Hati?

f4ede430cd98980aea9c38e18213a20d

Apa Kabar Hati?

ninegust©2017

Mingyu & Rain(OC) | G/Ficlet/AU!, Fluff, Romance, Comedy

Bau khas obat-obatan mendesak masuk kedalam indera pinciuman Rain, kepalanya berdenyut lagi. Degupan jantungnya tak bisa bergerak lebih tenang lagi, ia sudah habis kesabaran pada dua pemuda yang sekarang membuntutinya dari belakang tanpa melakukan apapun serta bungkam seribu bahasa.

Tidak, Rain tidak semenyesal itu untuk datang ke tempat serba putih ini. Memang iya, jadwal tidurnya terkikis sedikit karena ia menyempatkan diri untuk hadir demi melihat presensi sang kekasih yang katanya dirujuk kerumah sakit kemarin sore akibat diare.

Rain mencoba tenang walaupun nyatanya tidak sama sekali.

Demi neptunus dan tongkat garpunya yang berwarna biru, apa yang dilakukan seorang Kim Mingyu yang aktif setengah mati sampai-sampai ia berakhir terkapar di tempat seperti ini. Sejatinya pemuda bergaris Kim itulah yang membuatnya jatuh sakit begitu selesai membuatnya terjaga sampai pagi karena perilakunya yang diatas ambang kewajaran.

Tungkai jenjang Rain berjalan dengan elok, diikuti dengan dua pasang kaki lainnya yang dengan senang hati membayanginya dari belakang. Bagai kapten yang memimpin para awak kapal dari terjangan ombak di lautan, keduanya masih setia menemani, kendati tidak tahu ingin dibawa kemana jiwa raganya ini.  Sudah begitu, diantara ketiganya tak ada yang berani sama sekali untuk bertanya pada petugas yang berlalu lalang di sekitar. Alhasil pemuda Lee dan Xu itu menaruh kepercayaan mereka pada pundak si surai legam itu.

“Ketemu”

Minghao dan Seokmin saling melempar pandangan.  Untuk kesekian kalinya, Seokmin percaya bahwa Rain memanglah gadis yang ajaib, dan untuk ke tiga kalinya, Minghao mengucap takjub padanya. Lagi-lagi gadis itu masuk terlebih dahulu, Rain berjalan dengan gagah. Tidak aku hanya bercanda, Oh Rain masih seorang gadis sepenuhnya.

Ditangkapnya seorang pemuda tengah menyilangkan kedua tangan di belakang kepala sambil menatap kosong ke arah televisi. “Hei, Mingi!” sapa Rain ketus. Terkejut bukan main, pemuda Kim itu hampir saja terguling ke samping ketika menangkap figur gadis yang sangat-amat ia kenali tiba-tiba hadir bersama dua sahabat karib.

Bola mata Pemuda bergaris Kim itu sukses membulat seratus kali lipat. Mulutnya menganga beberapa senti. Sampai-sampai, Seokmin gemas hendak memasukkan ribuan tisu bekas keringat Jeon Jungkook ke dalamnya, lantas memukulnya dengan kaus kaki yang diawetkan selama lima puluh hari milik Yugyeom. Bahkan Minghao berani bersumpah, demi kerang ajaib yang medatangkan makanan lezat dari langit, ketampanan Kim Mingyu terkalahkan dengan baju lusuhnya yang belum tersentuh setrika sama sekali ketika terkejut seperti ini.

“Bagaimana kalian-“

“Berisik” tukas Rain lagi, gadis itu melangkah hendak mengikis jarak diantara keduanya. Punggung tangan Rain ia arahkan pada dahi sang pemuda, perasaan khawatir yang membuncah tak bisa ia sembunyikan lagi.

“Sudah minum obat? Bagaimana dengan makanannya? Apa kau sedikit pusing? Kenapa kau bisa tak teliti saat memilih makanan, apa kau bodoh? Hapus senyum bodohmu itu, ck dasar merepotkan!” Rain mendengus,

Namun sang tersangka justru terkikik hebat, “Kau mengkhawatirkanku, nona Oh~” senyumnya tersimpul manis pada wajah tegasnya. Lantas dihadiahi pukulan kecil pada lengan Mingyu, “Aw sakit tau!”

Rain menjulurkan lidahnya, “Rasakan itu, suruh siapa tidak menghubungiku lebih dulu. Lihat, makananmu bahkan tak tersentuh, kau ini mau mati ya?” telunjuk kurus Rain mengarah pada senampan mangkuk beserta buah-buahan tepat di atas nakas besi itu, “Kau sudah tak mencintaiku lagi ya? Karena itu kau melakukan ini, huh?”

Mengerti dengan situasi yang sedang terjadi Seokmin serta Minghao buru-buru menyapu presensinya demi memberi waktu pada dua sejoli itu. Terbesit sedikit kerinduan berbungkus api cemburu yang ditujukkan pada sang sahabat, namun Seokmin dan Minghao menampiknya dengan kesabaran.

Sementara itu, Rain menyilang kedua tangannya di depan dada, “Kau selalu saja menyebalkan!” Gadis itu menilik si pemuda yang tengah berusaha bangkit dari tidurnya.

“Kau ini sudah ku bilang -“

Namun, belum tuntas Rain menyempurnakan kalimatnya, Mingyu buru-buru menarik pergelangan sang gadis. Membuat wajahnya berselisih hanya beberapa senti dari wajah Mingyu saat ini, “Jangan berisik, nanti pasien yang lain terbangun”

Rain memutar bola matanya malas, “Lepaskan” bisiknya dengan penekanan.

Bukannya melepas cengkaraman, Mingyu malah tersenyum menang melihat Rain gelagapan menahan pipi yang semakin memerah. Tidak berhasil menahan degup jantung yang semakin berpacu lebih cepat, begitu juga pipi yang berangsur merah Rain berusaha memberontak lantas menyembunyikan wajahnya yang sedang tersipu.

Bukan Kim Mingyu namanya kalau tidak melancarkan aksi yang membuat jantung mendadak copot. Lihat saja, Rain sudah beberapa kali memberontak, namun tetap saja Mingyu tak mengindahkannya, ia malah semakin menggoda sang gadis   “Bukannya kau merindukanku?” bisik Mingyu tepat di telinga sang gadis, membuat Rain merinding bukan main.

“Bagaimana kalau ada yang melihat, ck, dasar bodoh”

deg

deg

deg

deg

Ehem” dehaman itu sukses membuat keduanya kembali pada posisi semula. Rain tambah terkejut begitu melihat presensi ketiga kakak Mingyu yang berderet rapih sambil menatap keduanya bergantian. Susah payah gadis bersurai hitam legam itu menelan ludahnya, tangannya bergetar hebat, ia terlihat sangat gelisah, pipinya yang berangsur-angsur merah membuatnya terlihat seperti ikon badut disalah satu restoran ternama.

Melihat sang kekasih gelisah, lantas Mingyu berusaha menggenggamnya. “Ini calon istriku yang aku bicarakan waktu itu, bagaimana cantik ‘kan?” Bukannya membaik, pacuan jantung Rain semakin cepat dan bahkan rasanya ingin meledak karena sudah mencapai batasnya. Gadis itu mendelik, menatap sang pemuda dengan tatapan dongkol.

aku bersumpah akan membunuhmu setelah ini Kim Mingyu

Ketiganya saling melempar pandang lantas tersenyum canggung, “Baiklah, selama kau mencintai adikku. Aku akan menyetujuinya, salam kenal adik ipar”

Oh apa ini? kenapa dunia semakin gelap? Hei! siapa saja tolong nyalakan lampunya, kumohon!

FIN

Hehe, maafin ya ffnya melenceng gitu….. sebenernya mau bikin Rain ngurusin Mingyu sampe sembuh. tapi apadaya hati ini tak sanggup menampung fantasi Kim Mingyu lebih lanjut.

:’)

mind to review? 😉

-tiaa

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s