[SEG Event] Throwback Line

SEG Poster.png

 

Throwback Line

Cast : Jung Yong Hwa, Park Shin Hye, Cho Kyu Hyun
Genre : Romance, Thriller
Lenght : OneShoot
Ratting : PG-16
Credit Poster : Dinda Art

Maaf jika Genre Thrillernya kurang terasa.

~~Haapy Reading~~

Seoul 1996~

“Eomma……..” Anak-anak berlari keluar dari kelas mereka dan menghapiri ibu mereka yang sudah menunggu di luar. Mereka masih berada di kelas 1 sekolah dasar dan masih wajar jika ibu mereka menunggu. Anak-anak tersenyum bahagia saat melihat ibunya bahkan ada yang memeluk ibunya. Tapi, tidak dengan satu anak itu. Dia hanya diam menghampiri ibunya yang masih sibuk menelpon.

Yeoja itu masih sibuk dengan telponnya walau kini anaknya tengah berdiri didepannya. Ia hanya memberikan senyuman kecilnya kepada anak kecil itu lalu menggenggam tangannya dan membawa anak itu pergi. Selama di perjalanan, yeoja itu masih sibuk dengan telpon yang tiada henti menghubunginya. Anak kecil itu hanya diam menundukkan kepalanya.

“Yonghwa, apa kau lapar?” Tanya yeoja itu kepada anaknya. Anak kecil itu hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah. “Yya…. Jung Yong Hwa. Kau harus menjawabnya dengan kata. Bukan dengan gelengan seperti itu. Apa seperti itu ajaran di sekolahmu?” Ucap yeoja itu sedikit marah kepada anaknya. Seorang anak kecil yang bernama Jung Yong Hwa. Anak itu barulah berusia 7 tahun.

“Tidak eomma…” Jawab Yonghwa pelan.

“Berbicaralah yang tegas. Kau ini seorang namja”

“Ne eomma…”

*

Yeoja itu turun dari mobilnya membawa anak itu masuk kedalam kantor polisi yang berada di Gangnam-gu, sebelah seletan sungai han. Semua orang tertunduk sopan kepadanya. Ya, yeoja itu adalah kepala team kasus pembunuhan di kantor itu. Jung Sung Min. Itulah namanya. Yeoja yang saat ini berusia 33 tahun itu telah memulai karirnya di dunia detektif sejak ia berusia 20-an tahun. Dan ia menjadi satu-satunya legenda detektif yeoja di Seoul. Kepintaran, kecerdasan, ketelitian dan penyamaranya adalah sempurna.

“Tunggu disini. Eomma ada rapat mendadak. Setelah itu eomma baru mengantarmu pulang” Ucap Sungmin meninggalkan Yonghwa yang sudah duduk di tempat duduk. Ia menatap kesekeliling tempat itu. Begitu banyak aktivitas yang berjalan disana. Dan… ia banyak melihat wajah-wajah orang yang babak belur akibat perkelahian dan terkadang di kantor polisi itu terjadi perkelahian. Pemandangan ini sudah menjadi hal biasa untuknya. Sejak berusia 1 tahun ia sudah berada di tempat itu.

“Kau sudah makan Yonghwa?” Tanya seorang polisi.

“Ne ahjussi” Jawab Yonghwa datar.

“Arrasso. Jika butuh apa-apa katakan saja kepada ahjussi” Ucap ahjussi itu dan di beri anggukan oleh Yonghwa.

*

“Seperti yang kita lihat. Pembunuhan ini merupakan kasus yang sama. Kita harus segera menangkapnya. Pergunakan dengan baik rekaman CCTV yang ada. Jangan sampai terlewatkan satu pun CCTV. Semua priksa dengan teliti semua rekamannya. Kali ini kita pasti bisa menangkapnya. Periksa juga CCTV jalan tol dan temukan mobil yang dikendarainya” Jelas Sungmin.

“Ne Timjang-nim”

“Aku tunggu kabarnya besok. Rapat selesai” Sungmin meninggalkan tempat itu.

“Timjang-nim selalu memberikan tugas yang berat untuk kita” Ucap seorang namja.

“Ya, seperti itulah Timjang-nim kita. Dia juga sangat teliti. Kita tidak bisa malas sedikit saja” Timbal yang lain.

“Lebih baik kita kerjakan apa yang dikatakannya”

*

“Mian, ternyata pekerjaan eomma banyak” Ucap Sungmin saat perjalanan kerumah. Yonghwa hanya diam tidak berkata apa-apa. “Bagaimana kalau kita makan malam di restoran?” Tanya Sungmin.

“Aku tidak lapar. Kita pulang saja” Ucap Yonghwa yang masih menundukan kepalanya dari tadi.

“Kau marah dengan eomma? Mianhae…” Sungmin mengelus kepala Yonghwa dan tersenyum. Ia tahu jika ia selama ini tidak pernah memperhatikan anaknya itu. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaanya sebagai detektif. Menangkap penjahat untuk kenyamanan warga. Namun, itu malah membuat tidak ada kenyamanan untuk anaknya.

Keduanya masuk kedalam rumah. Yonghwa langsung menuju kekamarnya dan mengunci pintunya. “Hah…” Helaan napas Sungmin terdengar begitu menyesal. “Aku tidak membencimu, aku hanya membenci appa-mu. Seharusnya aku tak pernah melahirkanmu” Gumam Sungmin menatap pintu kamar Yonghwa.


Sungmin datang ke sekolah Yonghwa secara pribadi. Hari ini guru Yonghwa memintanya untuk datang. Karna ada yang ingin di sampaikan kepadanya. “Yonghwa eomma..” Panggil seosangnim.

“Ne Seosangnim. Katakan saja….” Ucap Sungmin yang sudah siap mendengar apa saja tentang anaknya. Ia sadar tidak banyak perhatian yang di berikan kepadanya anaknya. Jadi sangat wajar jika Yonghwa mengalami masalah di sekolah. Mungkin karna nilai yang buruk.

“Yonghwa terlihat begitu sangat berbeda dari teman-temannya yang lain. Dia tidak pernah bergaul dengan satu pun murid dikelasnya. Dia hanya menyendiri. Tapi, setiap hari ia selalu berkelahi”

“NE?” Ucap Sungmin terkejut. “Yonghwa berkelahi? Itu tidak mungkin. Yonghwa anak yang begitu baik”

“Ne Yonghwa eomma. Setelah saya perhatikan, Yonghwa berkelahi dengan temannya hanya karna hal sepele. Contohnya seperti saat temannya bertanya tentang Appa-nya”

Sungmin terdiam… Ya Tuhan, ia tak menduga jika Yonghwa seperti itu. Ia memang tahu jika Yonghwa tidak banyak berbicara. Tapi, berkelahi? Hanya karna sepele? Ia tak menyangka jika Yonghwa melampiaskan semua amarahnya kepada temannya.

“Mianhae seosangnim. Aku memang tidak begitu memperhatikannya. Mungkin karna itu Yonghwa melampiaskan kemarahan untukku kepada temannya” Jelas Sungmin.

“Ne. Saya mengerti. Tapi, saya harap anda lebih memperhatikan Yonghwa. Dia anak yang begitu sangat cerdas. Jika tidak di imbangi dengan prilaku yang baik. Itu akan menjadi sia-sia”

“Ne. Apa Yonghwa tidak mengalami masalah tentang pelajaran?”

“Tidak Yonghwa eomma. Seperti yang saya katakan tadi, Yonghwa anak yang begitu sangat cerdas. Yonghwa selalu mendapatkan nilai tertinggi dikelas. Bahkan tak jarang ia mendapatkan nilai sempurna. Ia menguasai semua pelajaran dengan sangat baik. Anda pasti sangat bangga mempunya anak sepintar Yonghwa”

“Ah, ne” Sungmin hanya tersenyum kecil. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

*

Sungmin dan Yonghwa didalam perjalanan pulang. “Apa hari ini sekolahmu menyenangkan?” Tanya Sungmin.

“Ne eomma..” Jawab Yonghwa seadanya.

“Apa kau pernah berkelahi dengan temanmu?” Tanya Sungmin menyelidiki.

“Hmm. Dia duluan menggangguku. Mengejekku karna aku tak punya seorang Appa. Mereka semua tahu jika aku tidak mempunyai Appa. Tapi, tetap saja terus menggejekku” Jelas Yonghwa.

“Hmm. Baiklah…” Sungmin tersenyum lembut. “Tapi, jika mereka terus mengejekmu. Biarkan saja mereka. Arrasso” Sungmin mengelus lembut kepala Yonghwa dan dijawab anggukan dari Yonghwa. “Hmm. Eomma lapar. Kita makan dulu sebelum pulang”

*

Keduanya makan bersama. Terlihat tidak ada kata-kata yang keluar duluan dari Yonghwa. percakapan keduanya terjadi karna pertanyaan yang dilontarkan Sungmin kepada anaknya itu. Kini ia benar-benar menyadari jika anaknya benar-benar hidup didunianya sendiri. Tidak memperdulikan orang disekitarnya dan itu semakin membuatnya cemas. Sungmin menatap kearah lain dan melihat sosok namja. Seketika matanya mulai berkaca-kaca, membuat dadanya terasa sakit.

“Sunbae-nim….” Ucapnya saat namja itu berdiri didepannya.

~~~~

Sungmin dan namja yang bernama Park Tae Joon duduk berhadapan dengan segelas kopi didepan keduanya. Yonghwa berada di tempat lain sembari menggambar. Keduanya terlihat begitu canggung. “Apa kau baik-baik saja selama ini? Apa sudah 8 tahun lamanya?” Ini adalah percakapan keduanya setelah 8 tahun yang lalu.

“Aku baik-baik saja seperti sunbae. Sudah 8 tahun sejak pertemuan kita terakhir kali. Sunbae sudah menikah?

“Hmmm. Tepat setelah kau meninggalkanku. Aku menikahi seorang yeoja yang dijodohkan denganku” Ucap Taejoon dengan tatapan mata sedihnya. Sepertinya masih bekas rasa sakit masa lalu di hatinya.

Sungmin hanya diam menundukan kepalanya. Ia menyembunyikan rasa bersalah di matanya. “Apa dia anak itu?” Taejoon menatap kearah Yonghwa.

“Ne. Dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Aku hanya bisa mengawasinya saat ini”


Seoul 2017~~

“Pagi appa….” Seorang yeoja cantik senyuman yang mengembang sempurna menghampir namja paruh baya yang sedang sibuk membaca koran.

“Pagi katamu? Apa kau tidak lihat pukul berapa sekarang? Apa kau tidak lihat dimana letak matahari sekarang?” Dumel namja itu.

“Aigo… Kepala Polisi Park Tae Joon. Berhentilah memarahi anakmu ini, eoh? Apa appa tidak lihat jika aku sekarang sudah dewasa?”

“Ckckckckck…” Tn Park menggelengkan kepalanya.

“Ck..” Shinhye meninggalkan Tn Park dan menuju meja makan. Ia mengambil sepotong roti dan mengoles selai strawberry di rotinya. “Setiap hari marah-marah apa tidak lelah? Lagian sebenarnya aku sudah bangun pagi-pagi. Hanya saja aku menelpon orang yang istimewa” Dumel yeoja itu sendiran.

“Yya.. Park Shin Hye. Appa mendengar semua ucapanmu. Dan berhentilah setiap pagi menghubunginya. Pasti disana tengah malam”

“Appa tahu sendirikan kalau Yonghwa memiliki penyakit insomnia” Jelas Shinhye sambil berjalan menuju ruang tv dan membuka acar tv.

Tn Park sedikit meremas koran yang dibacanya. “Jangan terlalu sering mengganggunya. Dia harus fokus dengan pelajarannya. Menjadi seorang Jaksa itu tidak mudah”

“Arrah…” Shinhye tidak ingin membuat Appa-nya terus mengomel. Ia hanya ingin fokus dengan acara tv. Hari ini ia libur dari aktivitasnya jadi ia ingin memanfaatkan waktu yang ada dengan bersantai.

*

“Yong-ah, apa kau sibuk?” Tanya Shinhye melalui telpon. Saat ini Shinhye tengah bersiap-siap untuk tidur.

“Ada apa? Katakanlah..”

“Apa kau tidak merasakannya?”

“Merasakan apa?”

“Angin musim semi mulai terasa. Akan sangat indah jika bisa melihat bunga sakura bermekaran bersamamu. Apa kau tidak bisa pulang? Appa setiap hari hanya mengatakan jika kau perlu fokus dalam pelajaranmu. Appa tidak pernah ingin tahu seperti apa kuliahmu. Bahkan kau sudah menyelesaikan kuliahmu saja appa tidak tahu” Jelas Shinhye cukup panjang.

“Ahjussi sudah terlalu sibuk bekerja, jadi tidak perlu tahu seperti apa kuliahku”

“Kau memang benar. Tapi setiap kali aku bertanya mengapa appa menyekolahkanmu ke luar negri appa tidak pernah menjawab. Padahal aku ingin kau tetap bersama denganku. Melewati waktu bersama. Aku sangat merindukanmu. Apa kau tidak merindukanku?”

“Hmm Naddo. Baiklah Shin. Aku harus siap-siap. Ada hal yang harus ku urus di kampus. Akan ku usahakan minggu depan kembali”

“Jinjja?” Shinhye terlihat begitu bahagia. “Kau tidak berbohong kan? Janji? Aku akan menunggumu. Baiklah… kau urus dengan cepat semua urusanmu disana. Agar cepat selesai. Aku dan musim semi akan menunggumu. Saranghae…”

“Hmm. Jaljayo…” Yonghwa menutup telponya.


“Apa yang membuatmu begitu bahagia eoh?” Tanya seorang namja yang berjalan beriringan dengan Shinhye.

“Apa begitu kelihatan oppa? Aku benar-benar sangat bahagia” Seluruh tubuh Shinhye menunjukan jika ia sangat bahagia.

“Ckckck, orang pasti akan berpikir jika kau gila. Senyumanmu itu tidak pernah lepas dari wajahmu”

“Tentu saja aku bahagia. Yonghwa akan kembali minggu depan”

“Yonghwa? Siapa dia?”

“Yya… Kyuhyun oppa. Oppa tidak mengingat Yonghwa?”

“Ah.. Namja yang selalu kau ceritakan kepadaku? Namja yang bukan kekasihmu? Cinta bertepuk sebelah tangan, benarkan?”

“Yya.. oppa” Shinhye segera memukuli tubuh namja yang bernama Cho Kyuhyun itu. “Oppa benar-benar sangat menyebalkan”

“Cinta bertepuk sebelah tangan. Hahaha…”

“Aish.. jinjja” Shinhye benar-benar begitu kesal dengan ejekan dari Kyuhyun. “Appa…” Shinhye menghampiri Tn Park dan hendak mengadu.

“Yya.. apa yang kau katakan eoh? Ini di kantor” Ucap Tn Park tegas.

“Ceosunghamnida…” Shinhye langsung bertingkah hormat.

“Hormat…” Kyuhyun memberi hormat kepada Tn Park setelah itu berbisik kepada Shinhye. “Cinta bertepuk sebelah tangan. Benarkan?”

“Appa… Kyuhyun oppa menggangguku” Aduh Shinhye.

“Yya.. apa kau gila?” Kyuhyun mengedarkan matanya kesekeliling. Karna ucapan Shinhye membuat mereka menjadi bahan perhatiaan.

“Ops.. mian” Shinhye tersenyum dengan cengir kudanya. “Ah, appa. Ani.. ani.. Kepala Polisi bisakah saya berbicara dengan anda empat mata?”

Tn Park menghela napasnya. Ia sangat lelah menghadapi anak semata wayangnya itu. Tidak pernah melihat seketikar dulu sebelum mengatakan sesuatu. Walau kini yeoja itu sudah dewasa dan memiliki lencana seorang detective namun tetap saja. Shinhye tetap seorang yeoja yang manja kepada appa-nya. Apa lagi sejak kepergian eomma-nya. Shinhye semakin manja kepada appa-nya. “Torawa…” Shinhye pun mengikuti Tn Park.

“Appa, Yonghwa minggu depan akan kembali” Ucapan Shinhye langsung membuat keterkejutan di wajah Tn Park. “Aku sangat bahagia appa. Appa juga bahagia kan?”

“Mengapa dia kembali? Wae?”

“Ada apa appa?” Tanya Shinhye yang kini menjadi bingung melihat ekspresi appa-nya.

“Kau belum mengatakan kepadanya jika kau itu polisi, kan?”

“Hm. Belum. Appa yang melarangku. Tapi appa, mengapa aku harus menyembunyikannya?”

“Dengar Shin” Tn Park memegang kedua pundak putrinya dan menatap dengan serius. “Sampai kapan pun Yonghwa tidak boleh tahu tentang pekerjaan. Arrachi?” Shinhye mengangguk. “Dan satu lagi. Saat Yonghwa disini. Jangan biarkan dia sendirian. Kau harus selalu berada di sampingnya. Itu adalah perintah dariku. Tugasmu”

Shinhye tersenyum bahagia. “Ne. Jangan khawatir appa. Aku akan selalu bersamanya karna itu keinganku. Gomawa appa” Shinhye memeluk Tn Park. “Hanya appa yang tahu keinginanku”


Shinhye keluar dari minimarket setelah membeli beberapa ramen pesanan Yonghwa. Ia semakin tak sabar menunggu besok. Pasalnya, besok namja yang di tunggu-tunggunya akan kembali. Saat melihat ramen yang di belinya ia tersenyum bahagia memikirkan makan ramen bersama dengan namja itu.

“Copet….” Teriakan yeoja itu membuat Shinhye membalikan tubuhnya namun tepat saat tubuh Shinhye berbalik. Ia tertabrak seorang namja yang menggunakan setelan hitam semua. Bahkan ramen yang di beli Shinhye tadi terpijak oleh namja itu.

“Berengsek!! Yya….” Shinhye pun langsung mengejar namja itu sambil tangannya mendeal sebuah nomor. “Oppa, ada pencopetan di daerah Hanam-dong. Aku sedang mengejarnya” Shinhye terus mengejar namja itu sampai ia kehilangan jejak namja itu di karenakan banyak gang di perumahan itu. Tempat yang sepi dan cukup luas membuat Shinhye sedikit kesulitan untuk menemukan pencopet itu. “Sial!” Umpatnya kesal.

Shinhye terus berjalan secara perlahan setelah mendengar sebuah benda yang jatuh. Tempat yang ditujunya sedikit gelap sehingga membuat Shinhye semakin berhati-hati. Tidak ada siapa-siapa disana. Ia hanya menemukan sebuah dompet merah. Diambilnya dompet itu dan memeriksa siapa pemilik dompet itu dengan bantuan penerangan melalui senter ponselnya. “Ini pasti dompet yang di ambil bajingan itu” Gumam Shinhye. Shinhye langsung mengarahkan ponselnya kearah lain saat ia merasakan ada seseorang yang lewat. Namun tidak ada yang apa-apa.

Shinhye pun memutuskan untuk meninggalkan tempat gelap itu, baru satu kakinya yang melangkah. Sebuah benda tajam telah berada di lehernya. “Serahkan uangmu” Suara besar itu terdengar menyeramkan. Tapi tidak untuk Shinhye.

“Apa uang saja cukup? Kau tidak tertarik dengan tubuhku? Kau tidak ingin melihat wajahku dulu? Aku sangat cantik dan aku yakin saat kau melihatku kau pasti langsung menginginkanku” Ucap Shinhye dengan santai.

“Diamlah. Atau pisau ini akan benar-benar menyakitimu” Ada sebuah darah yang mengalir di leher Shinhye karna goresan yang disebabkan namja itu.

“Aish.. sial. Aku ditolaknya” Gumam Shinhye merasa kesal. “Arrasso” Dengan santai Shinhye mengambil dompet dari tasnya dan memegang dompetnya tepat didepan wajahnya. “Ambillah”

Saat tangan namja itu mengambil dompet Shinhye. Tangan Shinhye dengan sigap memutar tangan namja yang memegang pisau di lehernya. Lalu menyiku punggung namja itu dengan kuat dan sebuah tendangan juga di berikan Shinhye. Ia juga mengunci kedua tangan namja itu dan menduduki tubuh namja yang sudah telungkup. “Aku benar-benar kesal denganmu” Shinhye memukul kepala namja itu. “Kau menolakku?” Shinhye memukul kepala itu kembali. “Yya… kau pikir aku ini yeoja lemah seperti yang kau copet tadi eoh?” Dumelnya sambil tak berhenti memukul kepala namja itu. “Kau mau mengambil duitku setelah melihat isi didalam dompet itu sedikit eoh? Aish.. ramen ku. Yya.. itu ramen untuk Yonghwa. Aish.. kau benar-benar banyak melakukan kesalahan kepadaku hari ini” Dumel Shinhye seperti seorang eomma yang sedang memarahi anaknya.

“Park Shin Hye…”

“Oh, oppa. Aku disini” Teriak Shinhye.

Kyuhyun langsung menuju kesumber suara tersebut. “Kwenchana?” Tanyanya dengan khawatir.

“Tentu saja”

“Yya.. mengapa kau tidak membawa borgolmu eoh?” Kyuhyun langsung memborgol namja itu. “Apa telingamu sakit? Ckck, kau pasti banyak mendengar omelannya kan?” Kyuhyun bertanya kepada namja itu.

“Oppa!” Shinhye memukul Kyuhyun dengan kesal.

Kyuhyun menyerahkan namja itu kepala polisi yang baru datang. “Shin, lehermu” Kyuhyun terkejut melihat ada darah dileher Shinhye.

“Aish, aku terluka. Yya… berhenti” Shinhye menghampiri para polisi yang membawa pencopet itu. “Ini untuk leherku yang berharga” Shinhye menendang kuat kaki pecopet itu membuat namja itu kesakitan dan Kyuhyun tertawa kecil melihat Shinhye yang begitu lucu dimatanya.

“Aigoo.. Park Shin Hye. Behenti marah-marah. Kita obati dulu lehermu agar tidak membekas”

“Ne oppa…”


Shinhye terlihat cantik dengan dress berwarna putihnya dan high heels yang berwarna sama. Rambut panjang yang sedikit bergelombang itu di gerainya dengan indah. Penampilannya di sempurnakannya dengan tas kecil yang bergantung di bahunya. Namun sayang, syal yang melingkar di leher Shinhye sedikit mengganggu penampilannya.

Senyuman yang penuh kebahagiaan itu merekah sempurna saat kedua bola mata indah berwarna coklat pekat itu berasil menangkap sosok namja. Namja itu hanya tersenyum kecil dengan pakaian berwarna hitam semua. Bahkan namja itu juga menggunakan kaca mata hitam. Rambutnya ditata dengan gaya gentel.

“Apa perjalananmu menyenangkan?” Tanya Shinhye semangat.

“Hmm”

“Ck, apa kau tidak merindukanku eoh? Mengapa kau tidak memelukku dan ini…” Shinhye membuka kata mata Yonghwa. “Mengapa kau memakai kaca mata? Apa kau tak ingin melihatku?” Dumelnya.

Yonghwa tersenyum kecil. “Kajja…”

“Aish…” Shinhye mengejar Yonghwa dan memeluknya dari belakang. “Bogoshipo. Neomu.. neomu.. neomu bogoshipo Yong” Ucapnnya lembut.

Namja itu terlihat menelan ludahnya dengan pelan. Tangannya digepalnya sebelum membalikan tubuhnya. “Naddo…” Setelah memberikan senyuman kecil, Yonghwa memeluk tubuh Shinhye membuat si pemilik tubuh tersenyum begitu bahagia bahkan yeoja itu semakin mempererat pelukan itu.

*

“Bukankah cuaca hari ini begitu indah Yong?” Tanya Shinhye bersemangat sambil menyetir mobil.

“Hmm…”

“Wah.. bunga-bunga bermekarang semua. Bagaimana jika ke Yeouido untuk melihat bunga sakura? Pasti saat ini bunga-bunga sakura sudah bermekaran begitu indah. Musim semi memang musim yang paling indah”

“Lain kali saja, Shin”

“Kau pasti lelah. Bagaimana jika kita makan di restoran favoritemu?”

“Kita pulang saja…” Namja itu mengeluarkan topi dari dalam tas ransel yang dari tadi di pangkunya. Ia memakai topi itu lalu menyamankan duduknya dan menutup matanya.

“Kau pasti benar-benar lelah” Shinhye mencoba untuk tersenyum namun masih terlihat jelas raut kekecewaan di wajahnya.


“Tidurlah di kamarmu. Aku sudah merapikannya. Akan ku siapkan makan siang untukmu” Ucap Shinhye sesampai dirumah.

“Eoh. Gomawo” Yonghwa hanya pergi begitu saja meninggalkan Shinhye.

Yeoja itu hanya mampu menatap jalan yang di lewati Yonghwa dengan kecewa. “Ada apa dengannya? Mengapa dia berubah seperti itu?” Yeoja itu mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. “Kyuhyun oppa, kau sedang apa? Sibuk?” Tanyanya.

“Wae? Namja itu mengabaikanmu?”

“Eoh..”

“Sudah ku duga itu” Kyuhyun malah tertawa membuat suasana hati Shinhye semakin buruk. “Dia pasti menemukan yeoja yang lebih cantik darimu”

“Oppa” Teriak Shinhye kesal. “Aku ini sangat cantik. Di luar sana tidak ada yeoja secantikku. Dia hanya kelelahan saja”

“Apa kau yakin?” Pertanyaan Kyuhyun semakin membuat Shinhye semakin kesal. “Apa kau mau aku bantu untuk mengetahui isi hatinya kepadamu?”

Tawaran Kyuhyun begitu sangat menggoda membuat Shinhye tak bisa menolaknya. “Arrasso. Satu jam lagi datanglah kerumah. Kita makan siang bersama. Aku tunggu” Shinhye tersenyum percaya diri memikirkan betapa terbakar cemburunya Yonghwa nanti. “Aku harus segera memasak…”

*

“Yong, ini Kyuhyun oppa. Sahabat di tempatku bekerja. Dan oppa, ini Yonghwa sahabat lamaku” Shinhye memperkenalkan keduanya. Setelah keduanya berkenalan Shinhye langsung mengajak mereka makan siang bersama.

“Apa lehermu baik-baik saja Shin?” Tanya Kyuhyun.

“Ne oppa…” Shinhye tersenyum kecil.

“Apa itu goresan pisau?” Yonghwa hanya menatap sekilas goresan itu.

“Ani. Ini terluka saat aku membuka kalung”

Kyuhyun hanya memperhatikan Yonghwa. Melihat cara makan namja itu dan mimik wajah namja itu. “Tinggal di Amerika pasti menyenangkan, kan?” Tanya Kyuhyun.

Yonghwa menatap Kyuhyun cukup tajam, sebelum menjawab pertanyaan itu sebuah senyuman kecil terukir. “Ne…”

“Sepertinya kau sangat menyukai warna putih”

“Apa oppa buta? Lihatlah pakaiannya. Yonghwa hanya menggunakan warna hitam” Bisik Shinhye.

“Apa aku begitu menarik untukmu?”

“Hmm, tentu saja. Kau terlihat berbeda. Tatapanmu dan tindakanmu. Mengapa kau memutuskan menjadi Jaksa? Aku dengar dari Shinhye jika kau sangat pintar”

“Sepertinya kau menyukai Shinhye. Tatapanmu dan tindakanmu menunjukan jika kau menyukai Shinhye”

Shinhye langsung tersedak mendengar ucapan Yonghwa. “Yya.. itu tidak mungkin” Shinhye langsung mengambil air yang di berikan Kyuhyun.

Yonghwa tersenyum kecil melihat semua itu. “Aku menikmati makan malam ini…” Yonghwa meninggalkan tempat itu.

“Makananmu belum habis Yong….” Ucap Shinhye.

“Biarkan dia…” Kyuhyun menatap penuh curiga ke punggung Yonghwa.

“Apa dia cemburu?” Gumam Shinhye tersenyum malu.

“Apa kau tidak merasa aneh tentangnya?”

“Yonghwa? Aneh? Ah.. itu. Yonghwa memang orang yang suka berdiam”

“Yya.. sadarlah!! Kau itu seorang polisi”

“Oppa..” Shinhye langsung menutup mulut Kyuhyun.

“Aku mengkhawatirkanmu. Yang ku lihat tadi bukan seperti Yonghwa yang selalu kau ceritakan kepadaku. Kita tidak tahu Shin, apa yang dilakukannya selama ini di Amerika”

“Oppa, aku yang tahu seperti apa Yonghwa. Seperti yang oppa katakan, aku ini seorang polisi. Aku berterimakasih karna oppa khawatir kepadaku. Tapi, kekhawatiran oppa tidak akan terjadi”

“Hmm. Baiklah…” Kyuhyun tak ingin memperpanjang sesuatu yang belum dapat di pastikannya.


Yonghwa dan Shinhye berjalan secara beriringan. “Mian, aku lupa membeli ramennya. Kau jadi membelinya sendiri” Sesal Shinhye.

“Kwenchana. Aku senang bisa menghirup udara musim semi dimalam hari seperti ini” Yonghwa tersenyum kecil.

“Terimakasih copet. Berkat kau aku bisa berjalan berduaan seperti ini bersama Yonghwa” Gumam Shinhye.

“Shin..”

“Wae?”

“Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?”

“Ani. Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku, Yong?”

“Aku mendengar percakapanmu dengan temanmu semalam. Kau seorang polisi bukan? Mengapa kau menyembunyikannya dariku?” Pertanyaan Yonghwa sontak membuat Shinhye menghentikan kakinya dan tak sanggup berkata apa pun. “Kwenchana. Aku bisa mengerti mengapa kau menyembunyikan dariku. Ahjussi pasti melarangmu”

“Yong, apa kau tahu alasan appa melarangku memberitahumu?”

“Aku tidak seperti orang lain pada umumnya. Aku berbeda dan berbahaya. Itu yang aku tahu mengapa ahjussi melarangmu memberitahuku”

“Apa maksudmu Yong? Jelaskan dengan benar. Aku tidak mengerti. Berbeda? Berbahaya? Apanya yang berbeda dan berbahaya?”

“Shinhye…” Ucap Yonghwa sedikit kuat saat pengendara sepeda tanpa sengaja menabrak Shinhye. “Kwenchana?”

“Maafkan aku. Aku tidak sengaja” Ucap namja yang mengendari sepeda sambil membantu Shinhye.

“Kwenchana. Kau harus lebih berhati-hati…” Ucap Shinhye.

“Kajja, kita pulang”

*

“Apa yang terjadi?” Tn Park langsung berlari menghampiri Shinhye yang terlihat berjalan sambil di bantu Yonghwa. Tn Park bahkan mendorong Yonghwa begitu saja dan membawa Shinhye duduk. “Apa yang terjadi kepadamu eoh? Mengapa kau sampai terluka?”

“Appa, ini hanya luka kecil. Aku tidak sengaja tertabrak orang yang mengendarai sepeda”

“Aku akan pergi beli obat dulu” Ucap Yonghwa.

“Tidak Yonghwa. Tidak! Aku saja yang membelinya” Tolak Tn Park langsung.

“Biar Yonghwa saja. Appa menemaniku dirumah” Pinta Shinhye.

“Hm baiklah. Cepatlah kembali” Ucap Tn Park.

Setelah melihat Yonghwa pergi Shinhye langsung menatap serius Tn Park. “Appa, apa sebenarnya alasan appa melarangku memberitahu Yonghwa tentang pekerjaanku? Katakan appa”

“Mengapa kau tiba-tiba membicarakan ini?”

“Yonghwa sudah mengetahuinya”

“MWO?”

“Katakan appa! Apa alasannya?” Tanya Shinhye semakin penasaran. Apa lagi melihat wajah appa-nya yang langsung berubah menjadi ketakutan.

“Apa yang dikatakannya kepadamu?”

“Dia berbeda dan berbahaya. Apa maksudnya itu appa? Yonghwa tidak berbeda sama sekali. Dia sama seperti dengan yang lain. Aku tahu itu. Berbahaya? Dia tidak berbahaya sedikit pun. Mengapa appa membuatnya berpikiran seperti itu tentang dirinya? Wae appa?”

“Berhentilah membicarakan ini!”

“Appa! Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa sepertinya begitu banyak rahasia? Apa aku harus mencaritahu sendiri?”

“Shinhye” Tn Park menatap tajam Shinhye. “Berhenti membahas ini. Dan… jangan coba-coba mencaritahu apa pun. Jika kau berani mencobanya aku akan memecatmu dan jika kau meminta bantuan orang lain. Aku juga akan memecatnya. Ingat itu!” Ancam Tn Park.

“Wae appa? Mengapa appa begitu menyembunyikanya? Apa benar-benar ada yang appa sembunyikan dariku?”

“Lebih baik kau diam. Ini demi dirimu bukan orang lain. Untukmu nak!”

“Demi diriku? Apa appa benar-benar tidak mengetahui seperti apa perasaanku kepada Yonghwa? Apa appa tidak tahu seperti apa aku menjaga tubuhku agar tidak terluka dan terlihat cantik walau aku terus berlatih bela diri dan melawan orang jahat. Apa appa benar-benar tidak tahu itu? Appa, aku sangat menyukai Yonghwa dan aku tahu dia tidak berbeda. Dia hanya orang yang tertutup dan itu tidak membuatnya berbeda. Apa yang appa pikirkan sebenarnya?”

Tn Park menutup matanya setelah mendengar semua ucapan putrinya itu. Tidak mungkin ia tidak tahu. Semua yang dilalui putrinya ia lah saksinya. Bagaimana putrinya itu terus menyimpan perasaan itu sejak lama. Seperti apa putrinya mengabaikan masa remajanya hanya untuk menjaga perasaannya kepada namja itu. “Jawab aku appa. Aku perlu tahu alasannya…”

“Beristirahatlah…” Setelah mengelus rambut Shinhye Tn Park pergi meninggalkan Shinhye.

Tanpa diketahui keduanya ternyata Yonghwa mendengar semua yang mereka bicarakan. Ia hanya tersenyum kecil dan pergi. Berjalan dan terus berjalan sampai tiba disebuah gang. Ia melihat dua orang namja yang sedang menghabiskan alkohol mereka. Yonghwa hanya berjalan dengan begitu santai dan berhenti di depan kedua namja itu.

“Neo…” Salah satu namja itu terkejut melihat kehadiran Yonghwa,

“Wae? Kau mengingatku? Benar. Aku namja pemilik minum kalian”

“Hahahaha…” Kedua namja itu malah tertawa. Dengan gaya brutalnya kedua namja itu berdiri dan menatap Yonghwa dengan tajam. “Apa kau memiliki 2 nyawa?” Tangan telunjuk salah satu namja itu mendorong dada Yonghwa.

Sebuah desisan kecil keluar dari mulut Yonghwa. “Pelan-pelan memang lebih menyenangkan…”

“Pergilah jika kau ingin hidup…”

“Ah… hari ini aku tidak bisa lama-lama. Kita percepat saja…” Entah belajar dari mana Yonghwa. Dengan begitu mudahnya ia merubuhkan pertahanan kedua namja itu. Bahkan tidak ada kesempatam untuk kedua namja itu menyentuhnya. Tanpa ampun Yonghwa menghajar kedua namja itu seolah-olah ia sedang meluapkan semua emosinya. Setelah puas, Yonghwa mengambil dompetnya yang ternyata di ambil oleh namja yang menabrak Shinhye. “Jangan pernah menyentuh yang bukan barang kalian” Ucapnya sebelum pergi.


“Appa… aku masih mengantuk” Shinhye menaikan selimutnya saat seseorang menurunkan selimutnya. “Berhentilah membangunkanku appa. Aku benar-benar sangat mengantuk”

“Ini aku. Yonghwa” Shinhye langsung membuka matanya lebar-lebar dan duduk. Ia segera merapikan rambutnya yang berantakan. “Yya.. mengapa kau masuk ke kamarku tanpa permisi? Yya.. aku sangat malu” Dumelnya.

Yonghwa tersenyum cukup lebar. “Kau sangat cantik seperti ini. Bangunlah. Kita sarapan” Yonghwa meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Shinhye yang masih terpelongo akan perubahan sikap Yonghwa kepadanya.

“Apa kau mau jalan-jalan bersamaku?” Tanya Yonghwa saat sarapan bersama Shinhye.

“Hmm…” Jawab Shinhye. Ia semakin terkejut melihat Yonghwa yang benar-benar terlihat berbeda.

“Kau ingin pergi kemana? Melihat bunga Maehwa di Gwangyang? Atau melihat Cherry Blossom di Jeju? Bukankah kau menyukai musim semi?”

“Yya.. Bunga Maehwa ada di Provinsi Jeollanam-do. Itu cukup jauh dan Cherry Blossom? Jeju? Itu sangat jauh. Lebih baik ke Yeuido. Di Seoul juga banyak bunga sakura yang bermekaran begitu indah saat musim semi”

“Baiklah… kau habis dulu sarapanmu. Lalu kita pergi bersama”

“Ne..” Shinhye tersenyum begitu bahagia. Ia merasa jika perasaannya terbalas.


“Pagi….” Sapa Shinhye penuh semangat.

“Bukankah kau cuti? Mengapa kau disini?” Tanya Kyuhyun heran.

Shinhye hanya tersenyum cengir kuda. “Aku merindukan penjahat” Jawabnya.

“Ckckckck…” Kyuhyun mengacak rambut Shinhye dengan manja. “Apa namja itu masih mengabaikanmu?”

“Ani…” Shinhye malah tersenyum malu.

“Pasti sesuatu telah terjadi kan? Kisseu?”

“Yya oppa… belum sejauh itu” Ucap Shinhye malu. Yeoja itu sedikit menjijitkan kakinya untuk menggapai telinga Kyuhyun. “Bergandengan tangan”

“Seperti ini” Dengan santai Kyuhyun memasukan jemarinya ke sela-sela jemarin Shinhye. “Yya… ini sangat biasa saja”

“Aish… mengapa oppa sangat menyebalkan eoh? Biar bagaimana pun aku ini yeoja. Mengapa seenaknya saja menyentuhku eoh?” Shinhye langsung melepaskan jemarinya dengan kesal. “Apa mungkin oppa tidak memandangku sebagai yeoja?”

Kyuhyun tersenyum manis. “Kau yeoja. Yeoja yang sangat menawan”

Shinhye tercengang mendengar ucapan Kyuhyun. “Ap.. apa mungkin opp?”

Kyuhyun hanya menatap Shinhye yang saat ini menerka-nerka dengan pikirannya sendiri.

“Ada pembunuhan di Yeuido..” Ucap seorang petugas polisi.

“MWO? Yeuido? Onje?”

“Mayatnya baru di temukan tadi. Kemungkinan dia dibunuh tadi malam”

“Mwo? Tadi malam? Bagaimana mungkin? Oppa, aku tadi malam ke Yeuido bersama Yonghwa. Bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya?”

“Apa maksudmu Shinhye? Kau bersama Yonghwa Yeuido tadi malam? Tempat pembunuhan itu terjadi?” Tanya Tn Park yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

“Eoh appa…” Shinhye terlihat sok.

“Kajja, kita harus kesana” Ucap Kyuhyun dan Shinhye pun mengikutinya untuk memastikan mayat yang baru di temukan.

*

“Gila. Ini benar-benar gila….” Umpat Shinhye tak percaya melihat keadaan mayat yang tertutupi oleh bunga sakura.

Kyuhyun memperhatikan mayat tersebut. “Dia pasti seorang ahli bela diri” Kyuhyun mengangkat tangan mayat itu yang patah. “Ini dilakukan dalam sekali tindakan. Bagaimana menurutmu, Shin?”

“Psiko. Dia seorang psiko. Bagaimana mungkin ia melakukan hal seperti ini kepada seorang yeoja? Di bawah bunga sakura yang begitu indah? Ini musim semi oppa. Musim yang dinanti banyak orang”

“Yya.. jangan memasukan hal pribadi kedalam pekerjaan. Aku tahu kau sangat menyukai musim semi, tapi ini berbeda. Kau harus fokus” Ucap Kyuhyun.

“Mianhae oppa…” Shinhye pun fokus dengan pekerjaannya. “Aku belum pernah melihat korban pembunuhan seperti ini” Ucapnya fokus. “Tidak ada CCTV disini” Shinhye menatap kesekeliling.

“Benar. Dia pasti sudah merencanakan ini dengan teliti. Tidak akan ada yang curiga kepadanya karna banyak orang yang disana”

“Ne. Aku yakin dia pasti sudah mengenal yeoja itu sebelumnya. Kekasihnya mungkin?”

“Kita selidiki lebih lanjut Shin. Kajja…”

“Ne oppa…”


“Bagaimana hasilnya?” Tanya Tn Park.

“Ini metode baru. Dan menurutku ini orang baru. Tidak ada luka ditubuh korban dan kasus ini baru kali ini di temukan”

“Baiklah. Apa kau peduli dengan Shinhye?” Kyuhyun telihat bingung dengan pembicaraan Tn Park kepadanya. “Jangan menatapku seperti itu. Aku berbicara kepadamu sebagai seorang appa” Kyuhyun mengangguk mengerti. “Awasilah Shinhye”

“Awasi Shinhye? Wae?”

“Aku hanya mempercayakan pekerjaan ini kepadamu…”

“Apa maksud Sajang-nim adalah Jung Yong Hwa?”

“Apa kau menyadarinya? Tentang Yonghwa?”

“Aku tidak tahu seperti apa tepatnya. Tapi, aku bisa merasakan sesuatu yang aneh tentangnya. Dia terlihat berbeda sekaligus berbahaya. Tapi aku tidak tahu apa alasannya”

“Tidak!! Yonghwa tidak berbeda dan berbahaya” Ucap Shinhye yang ternyata dari tadi mendengar pembicaraan keduanya melalui belakang pintu.

“Shinhye…”

“Apa maksud oppa, Yonghwa berbeda dan berbahaya? Oppa baru sekali bertemu dengannya. Oppa tidak mengenalnya. Aku yang mengenalnya” Ucap Shinhye sedikit histeris. “Dan.. appa. Aku  bisa menjaga diriku sendiri. Tidak akan ada yang terjadi kepadaku saat bersama dengan Yonghwa. Aku mohon berhentilah membuatnya terlihat jahat” Lanjutnya sebelum melangkahkan kakinya pergi.

“Jung Sung Min..” Teriak Tn Park menghentikan kaki Shinhye. “Kau pasti pernah mendengar cerita tentangnya kan?” Tanyanya.

Shinhye membalikan tubuhnya. “Apa maksud appa? Mengapa pembicaraan ini lari ke Jung Sung Min sunbae-nim?”

“Sunbae-nim? Apa kau mengenalnya sampai kau mengatakannya sunbae-nim?”

“Dia panutanku. Satu-satunya detektif yang berhasil menangkan pembunuh yang menggemparkan Korea dengan penyamarannya. Tentu saja aku tahu. Tapi, kenapa?”

“Ya, Jung Sung Min terkenal dengan kepintaran, kecerdasan, ketelitian dan penyamaran yang sempurna. Dia adalah IBU Yonghwa”

“NE?” Kyuhyun dan Shinhye sama-sama terkejutnya. “Yonghwa eomma? Bagaimana mungkin? Apa sebenarnya yang ingin appa katanya? Jika memang benar Sungmin sunbae-nim adalah eomma dari Yonghwa. Lalu apa hubungannya dengan Yonghwa yang berbeda dan berbahaya? Katakan appa!!” Shinhye meminta penjelasan dengan semua teka teki yang selama ini sangat ingin di pecahkannya. Apa di balik semua alasan appa-nya menjauhkan dirinya dari Yonghwa.

“Yonghwa yang membunuh Sungmin…” Ucap Tn Park berat. Ia harus mengingat kembali tentang masa lalu yang sangat ingin di lupakannya.

“NE?” Mata Shinhye membulat sempurna. “Itu tidak mungkin. Dicatatan di katakan bahwa Sungmin sunbae-nim meninggal saat melakukan tugasnya. Appa berbohongkan? Lagian saat itu pasti Yonghwa masih anak-anak. Itu tidak mungkin appa” Shinhye mencoba untuk berpikir rasional.

“Yonghwa itu anak yang berbeda sejak kecil. Ia sangat suka berdiam diri. Hidup dengan dunianya sendiri. Pada saat itu, Sungmin terpaksa membawa Yonghwa untuk menangkap penjahat. Karna saat itu ketepatan keduanya sedang diperjalanan bersama. Entah apa yang membuat Yonghwa melakukan itu saat Sungmin sedang sibuk menenangkan penjahat yang ingin membunuh korban dengan pisaunya. Yonghwa yang berada di dalam mobil menembak Sungmin dengan pistol milik Sungmin sendiri” Jelas Tn Park. Shinhye hanya diam dan menggepal erat tangannya.

“Mungkin itu hanya kesalahan saja” Ucap Kyuhyun.

“Kepolisian memutuskan untuk menutup kasus itu dengan menyatakan meninggal karna tugas. Sebelum Sungmin meninggal, dia meminta untuk tidak melakukan apa pun kepada anaknya. Jangan bertanya atau pun menyebut namanya atas kematiannyaa”

“Akan ku cari tahu sendiri kebenarannya” Shinhye pergi meninggalkan ruangan itu, bahkan tanpa tertunduk hormat.

“Shinhye….” Panggil Kyuhyun

“Jagalah dia. Itu tugas untukmu…”

“Ne sajangnim…” Kyuhyun langsung mengejar Shinhye.


Shinhye berdiri di bawah pohon sakura. Ia menatap kearah atas untuk menahan air matanya yang akan jatuh. Kenyataan yang di terimanya saat ini benar-benar sulit untuk di terimanya. “Bukankan? Itu tidak benarkan?” Gumamnya.

“Shinhye…” Panggil Kyuhyun. Shinhye hanya diam dan tetap menatap bunga sakura itu. “Masa lalu. Siapa pun tidak ada yang mampu mengubah masa lalu. Dan… tidak seharusnya kita hidup dengan bayang-bayang masa lalu” Ucapnya.

“Bukankah bunga sakura itu sangat cantik, oppa?”

“Hmm. Tentu saja. Secantik dirimu saat tersenyum”

“Bukan Yonghwa kan? Kasus Yeuido”

Kyuhyun terdiam sejenak dan menelan ludahnya. “Belum ada yang pasti. Dan semoga saja itu bukan dia. Untuk saat kau harus mempercayai apa yang kau percayai”

“Bagaimana jika yang ku percayai itu salah, oppa? Bagaimana aku harus menghadapinya?” Suara Shinhye tetap normal.

“Tidak ada bukti apa pun tentang itu. Tadi malam kau bersamanya. Jika kau tidak mencurigai apa pun kepadanya. Maka itu bukan dia. Kau hanya terlalu tertekan menerima kenyataan yang baru saja kau dengar. Itu masa lalu, dan mungkin saja itu ketidak sengajaan yang dilakukannya. Saat ini… kau harus tetap bersamanya, menjadi penguat untuknya. Selama ini ia telah menjalani hidup yang begitu menyedihkan sendirian” Jelas Kyuhyun.

“Ne. Oppa benar. Aku selalau mempercayai apa yang aku yakin benar” Shinhye tersenyum tegar.

Kyuhyun tersenyum bangga menatap Shinhye. Yeoja itu… berhasil memasuki hatinya begitu dengan muda. Walau sering bermanja ria bersama appa dan dirinya. Walau terlihat lemah namun yeoja itu sangatlah kuat dan hebat. Dia selalu berpikir lurus saat menghadapi sesuatu. Tegar menerima kenyataan. Yeoja itu berhasil mencuri hatinya dengan sikap kuatnya.


“Yonghwa…” Shinhye langsung berhambur kedalam pelukan Yonghwa.

“Ada apa?” Tanya Yonghwa sedikit bingung.

“Sarangahae…” Shinhye semakin mengeratkan pelukanya. “Apa pun itu, perasaanku tidak akan berubah kepadamu. Kau juga kan? Kau akan tetap bersamaku selamanya kan?” Tanyanya.

“Ada apa?” Yonghwa mencoba melepaskan pelukan itu tapi Shinhye menolak dan tetap memeluknya. “Apa sesuatu telah terjadi?”

“Ani” Jawab Shinhye menutup matanya. “Aku yakin itu bukan kau” Gumam Shinhye didalam hatinya. “Gomawo Yong”

“Untuk apa?”

“Tadi malam” Shinhye menatap Yonghwa dengan lembut. “Tadi malam aku sangat bahagia. Melihat bunga sakura bersamamu adalah hal terindah didalam hidupku” Shinhye tersenyum lebar. “Akan ku patahkan semua tuduhan buruk tentangmu” Gumam Shinhye didalam hatinya.

Shinhye memperhatikan mata Shinhye dengan seksama. “Apa yang kau sembunyikan dariku? Katakanlah”

“Benar-benar tidak ada. Akan ku siapkan makan siang…”

*

Shinhye membaca berkas-berkas yang berkaitan dengan Jung Sung Min. Mencari sesuatu yang mungkin bisa mematahkan tuduhan Yonghwa. Ia juga membaca di Internet berharap mendapatkan sesuatu. “Hah…” Helaan Shinhye terdengar begitu kecewa. “CCTV. Mungkinkah aku bisa mendapatkan CCTV di tempat kejadian itu?” Gumam Shinhye. Yeoja itu pun segera mencari lokasi kejadian itu. Namun sayang, saat itu CCTV belum banyak di gunakan. Seperti mencari jarum yang di dalam jerami. Buntu….

Tangan Shinhye mendeal sebuah nomor. “Aku mengirimkan e-mail kepadamu. Tolong periksa dan baca” Ucapnya mengakhir panggilannya. Ia sedikit resah menunggu balasan e-mailnya. Saat e-mail itu masuk, tangannya dengan cepat membuka e-mail itu dan membaca berkas yang masuk. “Ada?” Gumamnya terkejut saat membaca ada dua orang yang babak belur dan patah tulang. “Mwo? Bukankah…itu hari yang sama?” Shinhye segera berlari untuk meninggalkan gedung itu.

“Pembunuhan terjadi lagi…” Laporan itu menghentikan lari Shinhye.

“Apa kasus yang sama?” Tanyanya was-was.

“Sepertinya…” Ucapan namja itu membuat Shinhye menutup matanya. “Kwenchana?”

“Eoh… Cepatlah pergi ke lokasi” Perintah Shinhye. Yeoja mengambil ponselnya dan mendeal sebuah nomor. “Oppa dimana?”

“Aku menuju lokasi…”

“Oh, baiklah. Aku juga” Shinhye pun segera berlari.

*

“Gila! Manusia bukanlah sebuah permainan” Umpat Shinhye kesal saat melihat korban yang baru saja dilaporkan. “Cepat priksa CCTV terdekat” Perintah Shinhye.

Namja-namja yang disuruh Shinhye hanya menatapnya bingung. “Lakukan apa yang diperintahnya” Ucap Kyuhyun sebagai Timjang-nim.

“Oppa, ini sudah keterlaluan. Baru 2 hari yang lalu hal seperti ini terjadi” Shinhye benar-benar terlihat geram.

“Shin…” Kyuhyun mengajak Shinhye menjauh dari korban. “Apa yang Yonghwa lakukan tadi malam?” Tanyanya.

“Oppa” Shinhye tak percaya dengan pertanyaan dari Kyuhyun. Melihat mata Kyuhyun yang begitu serius membuat Shinhye sadar jika saat ini posisi keduanya bukanlah sebagai sahabat melainkan atasan dan bawahan. “Molla. Sejak kemarin aku tidak pulang kerumah…”

“Kau kembalilah ke kantor…” Kyuhyun langsung berlari.

“Oppa mau kemana?” Teriak Shinhye namun tidak ada jawaban dari namja itu.


“Shinhye tidak ada disini” Ucap Yonghwa saat melihat Kyuhyun datang.

“Jangan berpura-pura tidak tahu” Ucap Kyuhyun dingin.

Yonghwa tersenyum kecil yang mirip dengan menahan tawanya. “Aku tahu semuanya” Ucapnya. “Kau menyukai Shinhye”

“Karna itu kau melakukannya? Untuk mengalihkan perhatiaan ku darinya?”

“Kau begitu pintar” Gumam Yonghwa begitu pelan. Bahkan Kyuhyun tak sanggup mendengar itu.

“Katakan dengan jelas! Apa itu kau?” Tanya Kyuhyun tertahan.

“Apa? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan”

“Yeuido dan sekarang Daechi-dong?”

Yonghwa berjalan dengan santai menuju sofan dan duduk disana. “Apa maksudmu Detektif Cho? Aku benar-benar tidak mengerti”

“Bagaimana kau tahu jika aku seorang detektif?” Kyuhyun sangat ingin saat Shinhye mengatakan jika dia menyembunyikan pekerjaannya dari Yonghwa. Dan sekarang apa? Yonghwa bahkan tahu pekerjaannya.

“Shinhye bercerita kepadamu”

“Yya… Psikopat!!” Kyuhyun mengambil langkah lebarnya menghampiri Yonghwa. Ia bahkan meremas kera baju Yonghwa. “Jangan pernah menyakiti Shinhye. Ini bukan permintaan tapi ini ancaman!”

“Baiklah..” Tidak ada ketakutan di mata Yonghwa saat matanya bertatapan dengan mata Kyuhyun.

Kyuhyun melepaskan tangannya. “Aku tidak tahu apa tujuanmu mendekati Shinhye. Apa itu ajang balas dendam?”

Yonghwa sedikit mengerutkan keningnya membuat Kyuhyun tersenyum puas. “Sepertinya kau belum mengetahui semuanya. Apa kau ingin tahu?”

“Tidak!”

“Sepertinya ini sangat menarik. Sesuatu yang tidak kau tahu tapi aku mengetahuinya. Park Tae Joon dan Jung Sung Min adalah sepasang kekasih dulunya”

Wajah Yonghwa terlihat tegang walau telah dicobanya untuk normal. Gepalan tangannya membuat Kyuhyun merasa menang. “Jika kau benar-benar mencintai Shinhye. Maka, jangan pernah melukainya atau pun memberinya beban” Kyuhyun pergi meninggalkan tempat itu.

*

Shinhye masuk kedalam rumahnya. Disana terlihat begitu sangat gelap karna tidak ada penerangan lampu sedikit pun. Ia menghidupkan lampu dan mendapati Yonghwa yang hanya diam duduk disofa. “Yong, apa yang kau lakukan?” Shinhye duduk disamping Yonghwa.

“Apa kau mengenal Jung Sung Min?” Pertanyaan Yonghwa membuat Shinhye cukup terkejut.

“Wae?” Tanya Shinhye berhati-hati.

“Katakanlah! Kau mengenalnya atau tidak?”

“Ani. Siapa dia?” Tanya Shinhye berharap Yonghwa membicarakannya sendiri.

“Bukan siapa-siapa” Yong tersenyum kecil. “Kau sudah makan?” Yonghwa mengalihkan pembicaraan.

“Yong..”

“Hmm”

“Seseorang mengatakan kepadaku, jika tidak ada yang mampu mengubah masa lalu. Karna itu tidak seharunya kita hidup dengan bayang-bayang masa lalu. Itu masa lalu dan hanya akan tetap menjadi masa lalu. Kita saat ini berada dimasa depan” Jelas Shinhye.

“Apa maksudmu Shin?”

“Tidak ada. Aku hanya ingin mengatakan itu saja” Shinhye mencoba untuk menyembunyikan semuanya di balik senyumannya.

“Kau tahu tentang masa laluku?” Tanya Yonghwa hati-hati.

“Masa lalu? Masa lalu yang mana?”

“Jung Sung Min adalah IBU-ku” Yonghwa memperhatikan wajah Shinhye. Ia mendesis geli saat menyadari sesuatu. “Kau tahu tentang itu…”

“Hmm…” Jawab Shinhye.

“Arrasso…” Yonghwa meninggalkan Shinhye.

“Aku menyukaimu. Aku tidak peduli dengan masa lalumu” Ucap Shinhye sebelum Yonghwa menghilang dari pandangannya.

*

“Cukup kau menghancurkan masa laluku. Masa depanku, jangan kau sentuh” Tn Park membaca pesan yang baru masuk. “Masa depanmu? Nugu?” Gumamnya.


Shinhye… dengan langkah kecil sepelan mungkin mengikuti jejak seseorang yang mencurigakan. Sejak dua kasus itu, Shinhye memutuskan untuk terus bekerja dan berusaha untuk menangkap pembunuh itu. Gelapnya malam membuat suasanya begitu menyeramkan ditambah lagi dengan lampu yang tak begitu terang menerangi jalanan kecil itu. “Aku pasti menangkapmu!”

Shinhye langsung langsung bersembunyi saat langkah namja yang diikutinya berhenti. Dadanya kembang kempis karna takut jika ketahuan. Saat ia menyakini jika namja itu sudah jalan kembali, Shinhye mengintip dan.. “Yonghwa” Wajah namja itu terlihat jelas dimata Shinhye walau dalam keadaan gelap. “Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Shinhe mengatur napas keterkejutannya.

“Seharusnya itu yang kutanya kepadamu. Apa yang kau lakukan disini malam-malam begini?”

“Ak… aku..”

“Apa pekerjaanmu?”

“Hmm. Seperti itulah. Ini sudah malam mengapa kau malah jalan-jalan?” Tanya Shinhye berusaha untuk membuat Yonghwa tidak mencurigai apa-apa.

“Apa kau lupa jika aku ini memiliki insomnia”

“Ah.. itu benar”

“Kajja,,,” Yonghwa mengenggam tangan Shinhye. “Tanganmu sangat dingin” Namja itu memasukan tangan Shinhye ke kantong mantel tebalnya.

Shinhye tersenyum bahagia. “Aku tahu jika itu bukan kau” Gumamnya.


“Kembalilah ke Amerika” Perintah Tn Park.

“Wae ahjussi? Musim semi belum berakhir. Dan… kuliahku juga sudah selesai”

“Jauhi Shinhye”

Yonghwa langsung menatap tajam Tn Park. “Wae? Karna aku berbahaya? Berhentilah membual”

“Jangan berpura-pura dan jangan pernah menyakiti Shinhye. Kau bukan orang bodoh. Seharusnya kau sudah mengerti saat aku mengirimmu ke luar negri. Tapi mengapa kau kembali?”

“Apa maksud ahjussi? Aku memang seharusnya disini. Disini kenangankudulu”

“Masa lalumu, maksudmu?”

“Tidak bisakah ahjussi melupakan masa laluku? Membiarkannya hanya menjadi masa lalu. Tidak bisakah ahjussi?”

“Kau membunuh eomma-mu. Kau pembunuh. Bagaimana mungkin aku melupakannya? Mengapa kau melakukannya? Apa kau sangat membenci eomma-mu?”

“Ani. Aku tidak membunuhnya. Tidak!!” Ucap Yonghwa penuh dengan keyakinan.

“Apa kau lupa jika kau menembak eomma-mu sendiri dengan pistol? Kau lupa? Kau seharusnya bersyukur.. karna eomma-mu, kau tidak disentuh sedikit pun oleh polisi. Saat itu usiamu sudah cukup mengerti tentang pistol. Mengapa kau melakukannya?”

“Ani. Aku tidak melakukannya. Semua orang tahu itu” Ucapnya santai.

“Mengapa kau melakukannya?” Teriak Tn Park tak tahan melihat tingkah Yonghwa. “KAU MEMBUNUH EOMMA-MU!!”

“Ak.. aku hanya ingin eomma peduli denganku” Yonghwa mengingat kembali kenangan yang sangat ingin di hapusnya. Kini tidak ada Yonghwa yang terlihat tenang.

“Karna itu kau membunuhnya?”

“Aku sakit. Saat itu aku benar-benar sakit. Tapi apa yang dilakukannya untukku? Dia hanya sibuk dengan orang lain. Dia tidak peduli denganku. Aku tidak tahan menahan sakitnya… aku pikir dengan melukai seseorang. Aku akan segera di bawa kerumah sakit. Ak.. aku tida sengaja melakukannya” Ucap Yonghwa terlihat gemetaran. Tangannya terlihat begitu gemetaran menunjukan jika dirinya ketakutan.

“Dasar psikopat!!” Tn Park menampar kuat Yonghwa.

“Kau merawatku karna kau mencintai eomma-ku. Bukankah begitu?”

Taejoon cukup terkejut Yonghwa mengetahui itu. Namun, itu bukanlah permasalahan saat ini. “Eoh, karna eomma-mu. Karna kau anak dari orang yang kucintai. Tapi, aku tidak sanggup melihat wajahmu. Karna itu aku membuangmu”

“Membuangku?” Kata itu benar-benar menyakiti Yonghwa. Ia sadar jika selama ini Tn Park tidak pernah peduli kepadanya. Namun, kata ‘membuang’ tidak pernah terlintas di pikirannya. Ada air mata yang mengalir dari sudut mata elang Yonghwa. “Arrasso…”

“Sebaiknya kau menjauhi Shinhye sebelum semuanya terbongkar. Tentang kelahiranmu”

Yonghwa semakin menggepal erat tangannya. Rahangnya mengeras menunjukkan betapa marahnya ia saat ini.


Yonghwa langsung mencari keberadaan Shinhye di Kantor Polisi. Ia langsung memeluk tubuh yeoja itu saat melihatnya. “Apa yang kau lakukan?” Shinhye mencoba melepaskan pelukan itu karna saat ini ia menjadi bahan perhatian di ruangan itu. Bahkan Kyuhyun terlihat menggepal tangannya karna cemburu.

“Aku memang berbeda tapi…”

“Hentikan Yong!” Shinhye melepaskan pelukan itu. “Kita bicara diluar” Shinhye membawa Yonghwa pergi. “Ada apa sebenarnya Yong?”

“Shinhye…” Yonghwa  memeluk Shinhye begitu erat seolah-olah ia tak mau kehilangan yeoja itu. Melihat sikap Yonghwa yang berubah seperti itu membuat Shinhye merasa aneh. Ia senang dipeluk seperti itu, tapi ini terasa aneh untuknya.  “Aku memang berbeda tapi…”

“Kau tidak berbeda” Potong Shinhye cepat. “Kau hanya lebih suka berdiam diri”

“Sejak kecil aku selalu hidup sendirian. Eomma-ku sibuk dengan pekerjaannya dan teman-teman sekolahku hanya mengangguku, mengolok-olokku karna tidak mempunyai teman. Sejak itu aku lebih menyukai berdiam diri. Menciptakan duniaku sendiri”

“Aku bisa bisa mengerti Yong. Aku mengerti” Shinhye melepaskan pelukan itu dan menatap Yonghwa. “Lalu apa karna itu kau melakukannya kepada eomma-mu?” Tanya Shinhye berhati-hati.

“Apa kau berpikir aku benar-benar melakukannya? Biar bagaimana pun dia eomma-ku. Saat itu, aku hanya sedang bosan menunggu didalam mobil. Aku melihat kesekeliling mobil dan menemukan sebuah pistol ‘Ah, pistol ini pasti tidak ada pelurunya. Karna itu eomma tidak membawanya’ seperti itulah yang ada di pikiranku. Ak.. aku hanya bermain seperti para polisi hebat. Dan.. tanpa sengaja aku mengarahkan ke eomma dan menarik pelatiknya dan.. dan…” Yonghwa menangis tak kuasa menceritakan semua itu.

“Mianhae…” Shinhye langsung memeluk Yonghwa. “Mianhae Yong. Itu pasti sangat berat untukmu. Diusiamu seperti itu kau pasti sangat ketakutan” Shinhye menyesal karna meminta Yonghwa menceritakan hal yang tak ingin diingat namja itu.

“Kau tidak seperti mereka kan? Tidak akan meninggalkanku kan?”

“Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu. Tidak akan” Shinhye mempercayai semuanya karna melihat tidak ada kebohongan di mata Yonghwa. “Aku percaya kepadamu. Sangat percaya” Gumamnya didalam hati.

“Aku percaya itu” Yonghwa tersenyum lega. Tangannya mengagapi pipi Shinnhye dan mengelusnya lembut dengan tatapan yang baru kali ini di berikannya. “Selama ini aku sering mengabaikanmu. Mian. Aku hanya takut jika kau meninggalkanmu disaat aku benar-benar menyayangimu. Tapi, kini aku percaya. Kau tidak akan meninggalkanmu” Ucap Yonghwa pelan dan diakhiri dengan ciuman hangat di kening Shinhye.


“Oh, oppa” Shinhye terkejut melihat keberadaan Kyuhyun. “Ada apa appa? Apa yang ingin apa bicarakan?” Tanyanya.

“Duduklah kalian…” Kyuhyun dan Shinhye pun mengikuti perintah Tn Park. “Kalian menikahlah”

“Appa…”

“Sajang-nim…”

“Omong kosong apa ini appa?”

“Wae? Apa kau tidak menyukai Kyuhyun? Apa kau tidak sadar jika Kyuhyun selama ini menyukaimu dan melindungimu? Mengapa kau begitu bodoh, eoh?”

Shinhye langsung menatap kearah Khyuhyun. “Oppa, itu tidak benarkan?”

Kyuhyun hanya diam. “Appa tidak peduli dengan perasaanmu kepada Yonghwa. Appa yakin Kyuhyun namja yang pantas untukmu. Menikahlah dengannya. Hanya itu cara agar kau bisa lepas dari psikopat itu”

“Appa!! Yonghwa tidak psikopat!!”

“Dia psokopat. Dia anak dari psikopat yang berhasil ditangkap Sungmin” Pekik Tn Park.

Shinhye, Kyuhyun terkejut mendengar itu.”Apa maksud appa? Anak psikopat? Jung Sung Min sunbae-nim? Apa yang sebenarnya appa sembunyikan?”

“Berjanjilah kau akan menikah dengan Kyuhyun jika appa menceritakan semuanya. Hanya Kyuhyun yang bisa appa percayai untuk menjagamu”

“Eoh. Aku berjanji. Aku akan menikahi Kyuhyun oppa. Katakan semuanya appa”

“Shinhye, apa kau gila?” Kyuhyun tak percaya dengan apa yang Shinhye katakan. Benar memang, ia menyukai Shinhye. Tapi, tetap saja ia tak ingin memiliki Shinhye dengan cara seperti ini.

“Baiklah…”

Flashback

Saat itu, warga Seoul di gemparkan dengan pembunuhan berantai yang di duga seorang psikopat. Setelah menculik dan memperkosa para yeoja. Satu hari kemudian psikopat itu membunuhnya dan meletakan tubuh korban dengan begitu tragisnya. Dalam kurun waktu 3 bulan, psikopat itu berhasil membunuh kurang lebih dari 20 orang. Benar-benar sangat memperhatinkan karna tidak ada jejak sedikit pun dari psikopat tersebut.

Seluruh kepolisian bergabung untuk menangkap psikopat itu. Namun, masih tidak berhasil mendapatkannya. Dan…. saat itu hanya Jung Sung Min yang memiliki ide untuk melakukan penyamaran. Berpura-pura menjadi yeoja biasa untuk memancing psikopat tersebut.

Taman Dosan, Gangnam-gu tempat penyamaran Jung Sung Min. Saat itu Jung Sung Min dan Park Tae Joon berstatus sebagai sepasang kekasih dan sudah berencan untuk menikah. Namun karna kasus ini mereka menunda pernikahan mereka. Taejoon sangat khawatir dengan Sungmin yang menyamar. Namun, ia harus profesional dan percaya dengan kepolisian beserta kemampuan Sungmin.

1 Minggu penyamaran…..

Sungmin tiba-tiba saja sudah berada disebuah ruangan yang begitu gelap. Matanya memang terbuka namun yang dilihatnya hanya kegelapan. Terakhir kali yang diingatnya, ia sedang berjalan-jalan di taman seperti biasa. Namun, tiba-tiba ada sebuah tangan yang membungkam mulutnya dengan sapu tangan dan tak salah lagi, sapu tangan itu telah di beri obat bius. Ia mencoba berdiri berjalan dengan meraba. Namun, ia hanya berputar-putar di tempat itu. Ia pun menyadari jika saat ini ia berada didalam sebuah ruangan tertutup dan kecil. Tangannya tak diikat, mata dan mulutnya juga tidak di tutup. Ia sedikit bingung dengan apa yang terjadi. Jika ia benar-benar korban dari psikopat itu mengapa ia di biarkan begitu saja?

Sungmin duduk di salah satu sudut ruangan itu dan duduk meringkuk. Ia tidak tidak ketakutan sama sekali. Karna ini memang keinginannya. Ia hanya berpura-pura ketakutan untuk membohongi psikopat itu. “Kreekkkkkk…” Pintu itu terbuka sedikit memperlihatkan sosok manusia masuk. Cahaya dari luar terlalu terang sehingga membuatnya tidak dapat milihat siapa sosok manusia itu. Dadanya kembang kempis. Perasaan tenang yang di rasakannya tadi berubah dalam hitungan detik menjadi perasaan penuh dengan was-was.

Tik… Lampu diruangan itu hidup menunjukan wajah yang berhasil membuat Sungmin penasaran. Sosok namja dengan pakaian hitam yang lengkap. Namja itu terlihat begitu muda mungkin seumuran dengannya. Bahkan bisa di bilang namja itu tampan dan menarik. “Apa tujuanmu membawaku kesini?” Tanya Sungmin tanpa ada suara gemetar sedikit pun.

“Apa aku perlu menjelaskannya?” Namja itu merenggangkan otot-otot kepalanya membuat Sungmin berdecak ngeri.

“Apa kau namja yang dicari polisi? Seorang psikopat yang membunuh banyak yeoja tanpa ampun” Ucap Sungmin mencoba membuat namja itu mengatakan sesuatu.

Namja itu memasang wajah yang sulit dimengerti dengan senyuman tipis di ujung bibirnya. Ia melangkahkan kakinya mendekati Sungmin lalu duduk didepan Sungmin. “Kau membuatku menyadari sesuatu” Ucapnya tersenyum penuh arti.

“Apa maksudmu?” Tanya Sungmin mencoba mengartikan ucapan namja itu.

“Kau ingin membodohiku dengan statusmu?”

“Status?”

“Bagaimana kau mengetahui tentang psikopat dan pembunuhan yang kulakukan. Hahahaha… aku tidak mengerti mengapa polisi memanggilku dengan nama psikopat”

“Ternyata aku berhasil. Dia psikopatnya. Jika aku melawannya belum tentu aku akan menang melawannya. Aku harus menunggu bala bantuan datang. Aku tidak boleh gegabah” Gumam Sungmin didalam hatinya. “Apa kau juga akan melakukan hal sama kepadaku seperti yang lain?” Tanya Sungmin menyembunyikan ketakutan yang mulai menyerangnya.

“Tentu saja…” Tiba-tiba psikopat itu mengikat tangan Sungmin dengan tali di belakang dan memulai aksinya sebagai psikopat. Sungmin tak berniat melawan, karna jika ia melawan ia akan kalah dan akhirnya akan berakhir pingsan dan tidak tahu apa yang akan terjadi dengannya setelah itu. Sungmin pun terpaksa mengikuti permainan psikopat itu dengan air mata yang terus di tahannya. Ia hanya mampu menggerutu didalam hatinya. Menggertak giginya sebagai bentuk amarahnya.

Sungmin bertahan memuaskan hawa nafsu psikopat gila itu sampai psikopat itu benar-benar kelelahan. Sungmin juga kelelahan, namun di tahannya dan ia harus kuat. Jika tidak maka pengorbanannya akan menjadii sia-sia. Ia berpura-pura tertidur untuk membuat psikopat itu beristirahat. Dan.. berhasil. Psikopat itu tertidur membuatnya segara berusaha merepas ikatan talinya. Setelah berhasil melepaskan ikatan tali itu, Sungminn secara perlana berjalan untuk mengambil tali yang berada cukup jauh. Suara apa pun akan menimbulkan hal yang tak diinginkan. Psikopat bukanlah orang biasa, ia orang yang cerdas dan sangat tanggap akan hal apa pun.

Tangannya gemetaran untuk menggapai tali yang sedikit lagi digapainya. Air matanya mengalir mengingat kembali apa yang telah dilakukan psikopat itu kepadanya. Sekuat apa pun ia, ia tetaplah seorang yeoja. Ia langsung memeluk tali itu ketika berhasil menggapainya. Ia merasa seperti hidupnya baru terselamatkan. Ia pun bergegas mengikat tangan psikopat itu beserta kakinya. “Yya….” Psikopat itu tersadar dan menunjang Sungmin hingga terjatuh. “Apa yang kau lakukan wanita jalang?” Namja itu berusaha untuk membuka ikatan itu.

Sungmin yang sudah hampir habis tenaganya berusaha untuk bangkit. Ia langsung menduduki tubuh namja itu. “Bajingan!!” Berulang kali ia meninju wajah psikopat itu, melampiskan semua amarah yang ditahannya dari tadi. “Aaaa….” Teriak Sungmin.

**

Setelah kejadian itu, Sungmin mengambil cuti dalam pekerjaannya. Ia merasa trauma dengan semua yang terjadi. Ia juga masih tidak bisa menerima jika tubuhnya telah kotor dan itu karna psikopat itu. Ia juga menjauhi Taejoon. Selang satu bulan lebih… Sungmin mengetahui jika dirinya hamil dan memutuskan hubungannya dengan Taejoon. Apa pun alasannya ia sudah tidak pantas untuk siapa pun. Walau Taejoon tidak menerima perpisahan itu, namun demi Sungmin yang selalu berusaha bunuh diri jika ia terus menghubunginya. Namja itu pun menyerah.

Entah berapa kali Sungmin mencoba untuk menggugurkan kandungannya. Tapi, bayi di dalam kandungannya terlalu kuat. Pada akhirnya Sungmin tetap melahirkan anak yang sebenarnya sangat di bencinya. Anak yang membuat hidupnya hancur berantakan.

Flashback End

Taejoon menangis menceritakan semuanya. Tidak ada yang tahu tentang kejadian itu. “Hanya appa dan Sungmin yang mengetahui ini. Yonghwa tidak mengetahuinya. Tapi, Kyuhyun dapat merasakan keanehan dari Yonghwa”

“Lalu eomma? Apa arti eomma untuk appa?” Shinhye tidak peduli dengan rahasia itu. Ia terluka mengetahui jika appa-nya mencintai orang lain bukan eomma-nya.

“Eomma-mu adalah wanita paling istimewa untuk appa”

“Karna itu appa ingin membuat Kyuhyun seperti eomma? Appa ingin membuat masa lalu terulang lagi? Aku menikahi orang yang tidak ku cinta dan ada cinta yang tidak akan berubah di hatiku untuk orang lain juga. Seperti itu appa?”

Tn Park diam dan Kyuhyun juga. Ucapan Shinhye membuat alasan apa pun tidak berguna lagi. “Apa appa ingin aku hidup seperti appa? Begitu appa?” Tanyanya tertahan.

“Shinhye berpikirlah. Apa yang akan terjadi jika kau bersama dengan Yonghwa. Kau hanya akan meneruskan garis psikopat”

“Ani! Yonghwa bukanlah psikopat. Apa seharusnya tahu, mewariskan sosok psikopat sangat kecil melalui gen. Hanya karna dia anak dari psikopat, bukan berarti dia psikopat juga. Aku tahu itu! Jangan pernah mengatur hidupku lagi appa. Aku tahu apa yang baik untukku” Shinhye pergi dari ruangan itu.

Tn Park terlihat lemas. “Sajang-nim, kwenchana?” Tanya Kyuhyun”

“Kyuhyun-ah, aku haya percaya kepadamu. Jagalah Shinhye. Kau bisakan?”

“Ne Sajang-nim…”


Dimalam yang begitu indah dengan suhu udara yang begitu nyaman, bunga-bungan bermekaran dimana pun. Begitu banyak orang yang merayakan musim semi ini. Malam hari juga lebih ramai dari musim-musim yang lainnya. Dijalanan banyak orang yang berwara-wiri untuk menghabiskan malam musim semi.

Seorang namja menggeret dengan kasar tubuh seorang yeoja. Kepala yeoja itu telah berdarah dan tak sadarkan diri. Namja itu meletakan tubuh yeoja itu disebuah gang dan menampar sekali pipi yeoja itu dengan kuat. Ia tersenyum kecil. “Jadi seperti ini rasanya” Gumamnya. Sebuah benda tajam dikeluarkannya dari jaket hitamnya. “Kita buktikan semua itu…” Pisau itu telah mendarat di perut yeoja itu. Darahnya bahkan mengenai wajah namja itu. “Ah” Desisnya sebelum menusukkan kembali pisau itu ke perut yeoja itu. Setelah puas melukai yeoja itu, namja itu berdiri dan manutup matanya, ia bahkan menghirup udara sambil memutarkan kepalanya selayaknya psikopat.

*

Kyuhyun dan Shinhye segera menuju tempat kejadian itu setelah mendapatkan laporan. Shinhye menutup mulutnya saat membaca pesan yang ditinggalkan pembunuh yeoja itu di dinding. ‘MENJELASKAN SIAPA DIRIKU’ Shinhye menatap ke arah korban. Ia semakin terkejut melihat ada bunga sakura yang terhapit di telinganya. “Yonghwa..” Gumamnya tak percaya sampai memundurkan langkahnya.

“Ada apa, Shin?” Tanya Kyuhyun khawatir.

“Itu Yonghwa…”

“Apa maksudmu? Yonghwa yang melakukannya?”

“Tidak oppa. Segeralah periksa korban. Mungkin kita bisa menemukan bukti. Tidak ada kejahatan yang sempurna” Shinhye melarikan pembicaraan.

“Jangan sembunyikan apa pun dariku. Kita ini polisi. Jangan libatkan pekerjaan dengan perasaan. Kau mengertikan? Tunggulah disini. Aku yang akan memeriksa korbannya” Kyuhyun pun meninggalkan Shinhye.

Yeoja itu menyapu kasar wajahnya dan menghela napasnya. “Itu hanya ketepatankan?” Shinhye mengingat kembali saat Yonghwa meletakan bunga sakura di telinganya waktu di Yeuido. Shinhye menutup matanya setelah milihat kembali bunga sakura yang ada di korban. Ia tak tahu harus berbuat apa. Apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa seketika semua ini menjadi rumit hanya dalam satu musim. Dan mengapa itu harus musim semi? Musim dimana semua orang menantikannya…..


“Itu semua kau kan?” Tanya Tn Park.

“Wae? Kau tak percaya dengan semuanya?”

“Mengapa kau melakukannya? WAE?”

“Karna kau telah menghancurkan masa depanku”

“Bukan aku. Tapi kau sendiri Jung Yong Hwa!”

“Aku? Ani. Itu kau!!” Tatapan Yonghwa begitu tajam. “Rahasi kelahiranku…”

Taejoon terkejut mengetahui jika Yonghwa juga mengetahui tentang kelahirannya. “Wae? Mengapa kau terkejut seperti itu? Apa kau lupa saat pertama kali bertemu dengan eomma? Kalian membicarakan tentang itu”

“Lalu karna itu kau membunuh?”

“Kau seharusnya membunuhku! Agar aku tidak membunuh! Mengapa kau merawatku? WAE?” Pekik Yonghwa emosi.

“Sungmin sangat menyayangimu. Bahkan sampai akhir hidupnya hanya kau yang dipikirkannya”

Yonghwa menutup matanya. “Benar. Ternyata itu kau bukan eomma. Kau yang membuatku seperti ini. Tidakah kau berpikir jika kau bernar-benar merawatku, aku bisa menjalani hidup normal seperti yang lain?”

“Jangan menyalahkan orang lain atas jalan hidup yang kau ambil sendiri”

“Yang aku ambil sendiri?” Yonghwa tercengang mendengar ucapan itu. “Bukankah kau yang membuatku manjalani hidup ini? Aku memang suka berdiam diri sejak dulu. Eomma tahu aku seperti itu karna apa. Itu bukan karna aku psikopat. Apa kau pernah membayangkan seperti apa hidup yang kujalani sejak kecil? Aku… aku hanya melihat kekerasan di hidupku. Aku tidak menyalahkan eomma atas itu semua. Aku memahaminya karna itu pekerjaannya. Tapi kau?”

“Jika kau tidak menyalahkan eomma-mu. Mengapa kau membunuhnya?”

Yonghwa tertawa kecil. “Yya… Park Tae Joon. Mengapa kau tidak merasa bersalah sedikit pun? Aku seperti ini karnamu! KARNAMU!!” Pekiknya.

“Aku sudah memberi pilihan kepadamu, saat aku mengirimmu ke luar negri. Aku memberimu kesempatan untukmu memilih jalan hidupmu sendiri. Tapi kau tidak menyadarinya. Kau tetap hidup dengan masa lalu yang kau ingat. Bukankah begitu?”

“Yya…” Yonghwa benar-benar terlihat emosi. “Kau yang membuatku berbeda! KAU! Hanya karna kau anak seorang psikopat kau tidak peduli kepadaku? Kau berpikir jika aku ini seorang spikopat juga? Garis masa lalu yang seharusnya bisa ku hindari, kau malah menuntunku untuk menjalani garis itu. Kau yang membentuk jati diriku. KAU!!”

“Berhentilah menyalahkan orang lain!!” Teriak Tn Park. “Jika kau bukan psikopat maka berperilakulah selayaknya orang normal. Mengapa kau membunuh seperti appa-mu?”

“Karna itu keinginanmu saat menciptakanku” Jawab Yonghwa santai.

“Kau.. kau benar-benar seperti bajingan itu” Tn Park tak percaya dengan apa yang Yonghwa katakan.

“Lalu mengapa kau menghancurkan masa depanku?”

“Kau sendiri yang menghancurkan masa depanmu. Kau menghancurkan kepercayaan Shinhye dengan begitu mudanya. Kau membuatnya tak memiliki arti apa pun untukmu”

“Aaa……” Teriak Yonghwa tak terkendali. “Semua karnamu” Yonghwa berlari dan mencekik leher Tn Park. “Kau menghancurkan hidupku!!” Mata Yonghwa memerah penuh amarah.

“Bunuh aku jika itu akan memuaskanmu” Ucap Tn Park tanpa rasa takut.

Yonghwa mengangkat pisau yang ada di tangannya. “Aku tidak akan mengucapkan kata terimakasih kepada orang yang telah merawatku tanpa izin dariku” Sebuah senyum terukir disudut bibir Yonghwa.

“BERHENTI!!” Teriak Shinhye dengan pistol ditangannya. “Letakkan pisau itu Yong. Jebal!!” Pinta Shinhye dengan nada ketakutan.

“Tidak Shin. Aku harus menyingkirkan orang yang telah menghancurkan hubungan kita”

“Tidak Yong. TIDAK! Dia appa-ku”

“Walau pun dia appa-mu aku tidak bisa memaafkannya. SEMUA KARNANYA!!”

“TIDAK!!” Shinhye melepaskan tempakan kepada Yonghwa saat Namja itu mengayunkan pisaunya kepada Tn Park. Yonghwa langsung dihempas di lantai di iringi tubuh Shinhye yang terhempas dilantai juga. “Aa..aa…” Isaknya dengan tangan yang entah sejak kapan bergetar. “Yong.. Yonghwa…” Shinhye merangkak untuk menggapai tubuh Yonghwa. “Mianhae…” Tangan Shinhye hanya mampu menggapai kaki namja itu. Ia memeluk kaki namja itu dengan tangisnya yang begitu menyedihkan. “Ah, Mianhae…” Ia tak sanggup melihat wajah namja itu.

Tn Park yang tak mampu berkata atau pun melakukan sesuatu. Ia dapat memahami seperti apa perasaan putrinya saat ini.

“Shin.. Shinhye..” Suara itu samar-samar didengar Shinhye.

“Yonghwa…” Shinhye langsung memeluk kepala Yonghwa. “Mianhae… Mianhae…”

“Tidak Shin. Ini memang sudah menjadi garis hidupku..” Darah keluar dari mulut Yonghwa. “Terimakasih telah menghentikanku” Lanjutnya.

“Tidak Yonghwa. Tidak!! Jebal! Jangan tinggalkan aku. Yonghwa.. jebal jangan seperti ini. Apa yang harus aku lakukan? Appa… appa… apa yang harus ku lakukan? Yonghwa… Yonghwa…” Shinhye terlihat histeris.

“Saranghae…” Kata itu berhasil membuat teriak tangis Shinhye pecah begitu saja. Ia meraung menangis atas apa yang telah dilakukannya.


Musim semi… aku tidak pernah menunggu musim semi itu lagi. Musim semi waktu itu, adalah akhir dari kehidupanku. Aku tidak dapat menyalahkan siapa pun atas kejadian itu. Aku juga tak mampu menyalahkan diriku sendiri. Jika saja.. jika saja appa merawat Yonghwa dengan baik dan menuntunya dengan benar bersama denganku. Aku yakin saat ini pasti kami hidup bahagia bersama. Tapi, itu bukan salah appa juga. Jika saja.. jika saja… Yonghwa memilih jalan yang tepat saat ia mulai membentuk jati dirinya di Amerika sana. Aku juga yakin saat ini pasti kami hidup dengan bahagia bersama. Tapi itu juga bukan salah Yonghwa.

Dan… jika saja… jika saja… Jung Sung Min lebih memperhatikan Yonghwa dan meluangkan waktunya kepada Yonghwa. Aku yakin.. pasti saat ini Yonghwa dan eomma-nya akan hidup bahagia bersama. Tapi, itu juga bukan salah Jung Sung Min. Sebagai seorang yeoja aku dapat memahami seperti rasanya membesarkan anak dari sosok namja yang tak dikenal yang berhasil menghancurkan hidupnya seketika.

Jika waktu itu terulang lagi. Aku tetap akan melakukan hal yang sama. Seperti apa pun aku membujuk Yonghwa, hasilnya tidak akan berubah. Saat itu Yonghwa telah di kuasi oleh masa lalunya. Bukan karna aku lebih memilih appa. Tapi, aku seorang polisi yang bertugas memberantas orang jahat tanpa memandang status. Dan seterusnya aku akan hidup seperti itu…

~~ PARK SHIN HYE~~

_END_

Advertisements

21 thoughts on “[SEG Event] Throwback Line

  1. Kasihan shin hrus membunu orng yg dia cintai …masa lalu yg kelam bisa membentuk kepripadian se2orng..se2orng bisa jdi jht dan bisa jdi baik tergantng dri cra dia menganinya..

  2. Tanpa sadar tn.park membentuk kepribadian yonghwa sebagai seorang psikopat….

    Astagaaa!!!! Kepalaku sampe sakit loh bacanya….
    Nice story

  3. 😭😭😭rasanya cmpur aduk,mank gk da yg salah dsni,mungkin mank dah jlnnya spt tu cz smuanya gk akan berubah hanya dg berandai2.
    2 hari berturut2 aq baca ff yg yonghwa jdi psikopat,rsanya slit bgt ngebayangin bang yong jd psikopat😂😂
    tp ceritanya bner2 keren👍👍smoga auhor dinda beruntung n bsa menang,
    tp klo author dinda pensi smentara dri dunia ff pasti qta bkalan kngen bg ma crita author, tp msih bsa berharap kan klo author bkaln kmbali?
    tp yg trbaik z deh buat author n ttp semangat!!

  4. Benar-benar cerita sangat mengejutkan dari awal baca sampai akhir sangat penasaran apa yang terjadi dimasa lalu. Sampai akhirnya kebenaran terungkap dengan jelas…
    Good job Author ceritanya sangat memuaskan i like it thor semoga sukses 👍

  5. Daebak.. Keren bget ffna bner2 mnegangkan, kirain shinhye bner2 nikah ma kyuhyun… Trnyata yonghwa mati d tgn wanita yg d cintaina…

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s