[Ficlet] Sacrifice 

                                  Sacrifice

                                 Han Rae Hwa

           Rating T | Fluff | Ace (VAV) & A Lin (OC)


Banyak yang mengatakan bahwa apapun akan kita lakukan demi orang yang kita cintai. Apa itu yang lantas dinamakan dengan pengorbanan?

                                                   -oOo-


Zzzrrraasshhhh…


Hujan mengguyur sepuluh menit sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Akhir-akhir ini memang sering turun hujan. Untungnya eomma tak pernah lupa mengingatkanku untuk membawa payung. Jadi jika hujan turun di saat yang tidak tepat bagi kebanyakan murid, aku hanya perlu santai membuka payungku.

“Ace.”

Langkahku yang santai terhenti kala manik mata ini tak sengaja menangkap sosoknya yang tengah berdiri menyandarkan punggung di tiang penyangga gedung. Kakinya menyilang dengan kedua tangan yang terselip di kantung celananya. Dengan ransel yang menutupi punggungnya yang terlihat seksi apabila hujan mengguyur tubuhnya dan seragamnya menjadi transparan.

“Astaga, aku berpikir apa sih?!”

Tapi memang benar. Dadanya yang bidang juga tak kalah seksi ketika terguyur hujan saat pertandingan basket beberapa minggu yang lalu. Dan aku menyukainya. Heol, sebenarnya kau ini hanya menyukainya saja ya, tidak lebih?

Aku tersenyum samar. “Aku juga tidak tahu perasaan apa yang tengah menggebu di hatiku sejak pertama kali melihatnya.”

“Bagaimana perasaanku padanya ya?”

Sebuah pertanyaan yang sudah lama bersarang di kepalaku tak kunjung terjawab hingga hari ini. Pertanyaan yang bagiku sulit sekali untuk dijawab. Dan pertanyaan yang tak tahu bagaimana harus kujawab. Jelas itu membuatku semakin tak berhenti memikirkannya setiap saat.

“Yang pasti, jantungku selalu berdegup kencang setiap melihatnya.” Kuraba dadaku dan merasakan bagaimana kuatnya degupan jantungku. “Seperti saat ini.”

Kualihkan pandangan ke luar gedung dari jendela besar di samping kiriku. Hujan semakin deras turunnya. Pasti akan sangat lama jika harus menunggu hingga berhenti. Ah, bukannya aku harus senang? Pasalnya dari tempatku berdiri, aku bisa terus memandanginya. Memperhatikan gelagatnya di sana.

Kumiringkan sedikit kepalaku dan menautkan telunjuk di dagu. “Ataukah, aku harus memberikan payung ini kepada yang lain dan dengan sengaja menunggu hingga hujannya berhenti hanya untuk terus memandanginya seperti ini?!” pikiranku benar-benar deh.

Punggungnya yang sedari tadi menyandar ditegapkan seiring dengan sepasang kakinya yang menapak kuat pada lantai. Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menjawab panggilan masuk. Setelah menutup telepon, ia terlihat menjadi gusar sambil memperhatikan hujan yang turun. Menoleh ke sekelilingnya yang sepi karena ternyata murid lain masih menetap di kelasnya, malas pulang basah-basahan. Sementara yang lainnya sudah lebih dulu pulang dengan payung masing-masing. Dan… Sepasang bola matanya yang hitam kecokelatan itu menangkap sosokku.

Aku menunduk dan berpura-pura tak menyadari saat ia memandangku. Padahal jantungku berdegup dua kali lebih kencang dari sebelumnya. Tapi detik berikutnya hujan kembali jadi titik fokusnya. Di saat itu pula aku kembali memandangnya.

Yang bisa kubaca dari gelagatnya, sepertinya ia harus segera pulang. Tapi tak menemukan cara bagaimana ia bisa menerjang hujan. Aku tahu betul ia tidak suka hujan. Ia akan sangat terpaksa hujan-hujanan demi hal yang penting seperti pertandingan basket yang tadi sempat kuungkit tadi.

Kakiku yang semula tak ingin beranjak, akhirnya luluh mengikuti kata hatiku. Hanya butuh beberapa langkah untuk bisa menyamai posisinya di pelataran gedung. Ia menoleh kala aku membuka payung di sampingnya. Kuangkat payung itu hingga tepat beberapa senti berada di atas kepalanya. Ia memiringkan kepalanya untuk melihatku dengan ekspresi bingung. 


“Sepertinya kau lebih membutuhkannya. Pakailah,” ujarku seadanya. Degupan jantungku yang kuat membuatku tak tahu apa yang harus kuucapkan. “Mian, aku telah mencuri kesempatan untuk memperhatikanmu dari kejauhan. Jadi, sebagai permintaan maaf, pakailah. Sepertinya kau harus segera pulang, bukan?!”

Ia mengambil alih gagang payung dari tanganku meski ragu-ragu. Aku hanya bisa tersenyum menatapnya. “Aku duluan ya.” Pamitku sambil memayungi tubuhku dengan ransel dan segera menejang hujan.

“Hey! Tunggu!!”

Coba saja ada kaca spion di depanku. Aku ingin melihat ekspresinya sekali lagi. Tapi sepertinya aku terlalu serakah. Bahkan aku sudah berada sedekat itu dengannya. Menikmati detik demi detik menatap matanya yang indah dan berkilauan bak Swarovski yang pernah kulihat di televisi. Setelah sekian lama memendam perasaan begitu inginnya aku berada dekat dengannya.

“Siapa namamu?” teriaknya yang membuat aku menghentikan langkahku. Meski hujan begitu deras, tapi suaranya yang begitu sering menghantui indera telingaku dapat kudengar dengan jeals.

Aku menoleh. “A Lin. Namaku A Lin.” Jawabku lantang, bahkan kuulang hingga dua kali agar ia dapat mendengarnya dan dapat meningatnya. Aku tersenyum sebelum melanjutkan perjalananku menerjang hujan.

“Ace. Terimakasih untuk detik demi detik yang singkat itu. Aku tidak akan melupakannya.”
Bagiku, ini adalah hujan terindah yang pernah terjadi di sepanjang hidupku.

                                         -oOo-


Ternyata benar. Pengorbanan itu akan terjadi hanya karena demi cinta. Dan mungkin jawaban atas pertanyaanku sudah pasti. Bahwa benar aku mencintainya. Bukan hanya sekadar mengagumi belaka karena ia adalah namja yang hampir mendekati sempurna yang pernah kulihat sepanjang perjalanan hidupku.

Karena cinta selalu butuh pengorbanan.

Karena pengorbanan hanya akan terjadi apabila sebuah cinta terpanggil. 


“Ace, saranghae.”


Finish. 


Pertama kalinya ngepost fanfiction disini. Semoga suka ^^

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Sacrifice 

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s