The Story of Miracle Generation [Chapter 2]

162918-sekolah-mewah

The Story of Miracle Generation

Author : Jinho48

Genre : Friendship, School Life

Cast : Find it on the story

Length : Series

Summary : “Di sebuah SMA internasional bernama Kirin International High School hiduplah para murid yang tidak biasa. Mereka adalah generasi keajaiban SMA Kirin. Bagaimanakah kisah mereka? Mari kita simak bersama!”

HAPPY READING! ^^

% % %

Chapter 2

Chanmi POV

Pagi ini aku berangkat lagi bersama Junhoe. Padahal aku sudah menolaknya. Aku merasa tidak enak jika Hajin melihat kami bersama. Kemarin aku sempat melihat Hajin ketika aku dan Junhoe keluar dari kantin. Aku dan Junhoe asik bercanda dan tak sengaja aku melihat gadis itu tengah menatap ke arah kami. Seketika dia menunduk dan mungkin menangis.

Saat aku mengatakannya pada pemuda jangkung itu, dia hanya diam dan mengacuhkanku. Menyebalkan bukan? Sudah jelas dia tahu Hajin masih menyukainya tapi kenapa ia malah sengaja membuat gadis itu tersakiti? Padahal dia pun masih menyukai mantan kekasihnya. Walau dia tak pernah mengatakannya padaku, tapi aku tahu. Bisa terlihat jelas di dahinya.

Oh ya, Junhoe selalu mengambil jalan memutar untuk pergi ke kelasnya. Dari parkiran dia memilih berjalan ke arah lapangan yang ada di samping sekolah. Ia tidak pernah melewati lorong utama lagi sejak dia berpisah dengan Hajin. Tapi kenapa ya? Aku jadi penasaran. Haruskah aku mengikutinya saja? Tadi dia berjalan mendahuluiku. Baiklah, aku ikuti saja.

Aku segera berlari ke arah lapangan dan kulihat pemuda itu berdiri di tengah lapangan sembari mendongakkan kepalanya. Ku coba untuk mengikuti arah pandangnya. Hmm… ke arah ruangan khusus untuk generasi keajaiban kah? Lantas dia kembali menunduk dan berjalan biasa saja. Aku pun bergegas menghampirinya.

Manikku sempat melirik ke arah yang tadi di tatap oleh Junhoe. Kulihat Hajin tengah menatap kami dengan tatapan sendu. Aku menghela nafas lalu berusaha mensejajarkan langkahku dengan Junhoe. Ku tepuk punggung pemuda itu dan dia menoleh ke arahku. Aku menatapnya tajam sedangkan ia hanya menatapku datar.

“Kenapa lewat sini? Karena Hajin? Kau masih suka dengannya kan?”

“Tidak.”

“Jangan berbohong, Junhoe! Aku bisa melihatnya. Kau masih menyayangi gadis itu. Iya kan?”

“Diamlah! Itu bukan urusanmu.”

YA! Itu juga urusanku bodoh! Kita berteman sudah sejak taman kanak-kanak, June! Aku tahu bagaimana dirimu. Oh, ayolah! Jangan menyangkal!”

Junhoe hanya diam dan ia mempercepat langkahnya. Aku mendengus sebal lantas segera menyusul langkahnya. “Hei, dengarkan aku! Jika masih sayang, katakanlah! Jangan menyakiti dan mengabaikannya! Kau akan menyesal jika nanti dia berpaling darimu, June! Cerna ucapanku baik-baik! Aku ke kelas dulu.”

Kemudian aku segera pergi ke kelasku. Aku tak tahu bagaimana ekspresinya saat ini tapi ku yakin dia tengah memikirkan perkataanku barusan. Ah, entah apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran pemuda itu. Terkadang, pria memang susah di pahami ya? Huh. Untung dia teman masa kecilku, jika tidak… sudah ku buang ke laut dia. Tsk!

Kurang beberapa meter lagi aku sampai di kelas, seorang gadis menghadangku. Aku menatapnya dengan tatapan datar. Dia adalah Ahn Minji. Entah apa urusannya denganku. Aku merasa tak pernah membuat masalah dengannya. Gadis itu lantas menarikku ke tempat yang sepi. Dengan malas aku mengikutinya.

“Ada apa?”

“Kau Park Chanmi kan?”

“Hmm. Kenapa? Apa aku ada masalah dengan kalian?”

“Apa hubunganmu dengan Junhoe?”

“Bukan urusanmu.”

“Hei, ku peringatkan padamu, jangan dekat-dekatnya. Jauhi Koo Junhoe! Apapun hubungan kalian. Aku tidak suka melihat kalian bersama. Jika kau masih mendekatinya dan dengan sengaja memperlihatkan kemesraan di depanku, aku takkan segan untuk memberimu pelajaran, Park Chanmi!”

“Hahaha. Lucu sekali! Untuk apa kau melarangku dekat dengan Junhoe? Padahal kau membencinya kan? Dan sebenarnya, kami tidak boleh bermesraan di depanmu atau di depan Hajin, eoh? Ahn Minji, sampai kapan kau akan mempertahankan topengmu?”

“Tutup mulutmu! Pokoknya patuhi saja laranganku! Tsk!”

Setelah itu Minji pergi dari hadapanku. Aku tersenyum sinis. Kenapa orang-orang di sekolah ini begitu lucu? Mereka selalu terlihat cuek dan mengacuhkan orang lain namun nyatanya justru mereka yang paling peduli dengan orang lain itu. Sudah dua kali aku bertemu orang semacam itu pagi ini. Koo Junhoe dan Ahn Minji. Keduanya sama-sama peduli dengan Hajin.

Hahaha. Dasar manusia bertopeng! Aku pun merapikan penampilanku yang agak berantakkan lalu segera masuk ke dalam kelas karena sebentar lagi jam pelajaran pertama akan di mulai. Ah, entah sampai kapan mereka akan seperti itu. Sudahlah, aku tidak mau ikut campur lagi. Mulai sekarang aku hanya akan menonton dan mengikuti permainan yang ada. Hah.

Di ruang khusus generasi keajaiban tampak tentram dan hening. Masing-masing dari mereka fokus memperhatikan guru yang tengah mengajar dan sesekali mencatat hal yang perlu. Tapi sebenarnya ada satu orang yang tidak terlalu fokus hari ini. Melihat pemandangan yang menyesakkan di awal hari memang sangat berdampak pada mood seseorang.

Tatapannya terpaku pada guru tetapi pikirannya melayang entah kemana. Di sebelahnya, pemuda berambut dark brown tampak tengah sibuk memperhatikan guru. Dia memang selalu antusias di saat pelajaran ini. Berbeda dengan pelajaran yang kemarin. Bahkan, ia banyak bertanya pada gurunya. Dia Kim Taehyung dan sebelahnya masihlah seorang Jung Hajin yang sedang galau.

“Hajin-ah? Hajin Haksaeng?” panggil guru yang rupanya sedari tadi memperhatikan Hajin.

Gadis itu mengerjap beberapa kali. Ia menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Lantas mengalihkan perhatiannya pada guru muda itu. “Du bu qi!”

“Hajin baik-baik saja? Kenapa menangis? Ada masalah, hmm?” tanya guru itu dengan lembutnya.

“Ah, tidak. Saya tidak menangis, Minhee Saem. Hanya kelilipan.”

“Benarkah?” Hajin hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Minhee Saem.

“Dia selalu seperti itu setiap hari. Seolah hidupnya hanya bergantung pada pria brengsek itu. Padahal masih banyak pria lain di luar sana. Tsk!”

Tanpa perlu melihat, sudah jelas siapa yang mengatakan hal seperti itu. Hajin hanya menghela nafas tanpa membalas ucapan yang keluar dari mulut Ahn Minji. Seokjin memberi death glare pada Minji dan membuat gadis itu bungkam. Minhee Saem melihat kedua siswinya itu secara bergantian. Lantas guru muda itu berdiri dari duduknya.

“Pelajaran hari ini akan saya akhiri lebih awal. Kerjakan latihan di halaman 48! Besok pagi kumpulkan ke meja saya. Baiklah, sampai jumpa, anak-anak!”

Lantas Minhee Saem keluar dari ruangan itu. Ya, begitulah guru bernama lengkap Tae Minhee. Dia sangat pengertian dan perhatian kepada murid-muridnya. Terutama Hajin dan Taehyung. Dia tahu bahwa kedua remaja itu selalu di anggap remeh oleh yang lain dan banyak tidak di sukai guru-guru.

Dulu Minhee lah yang merekomendasikan kedua bocah itu masuk ke generasi keajaiban. Alasannya? Dia tidak ingin keduanya selalu di remehkan dan di tindas karena kemampuan akademik mereka yang tidak terlalu menonjol.

“Hah, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Tae Saem. Selalu saja seperti ini ketika tahu Hajin menangis. Tsk!”

“Sudahlah, Minji! Jangan ribut!” ujar Seokjin sebal.

Dia merapikan buku-bukunya dan hendak menghampiri Hajin di mejanya. Namun ia keduluan oleh Mark. Pemuda berambut blonde itu bergegas mendekati Hajin lalu mengajaknya pergi. Taehyung tampak tidak setuju dan berusaha menahan agar gadis itu tidak di bawa pergi oleh Mark. Tapi Seokjin menyuruhnya untuk membiarkan mereka pergi.

“Biarkan saja, Tae! Tidak apa. Jangan khawatir!” Setelah itu Mark dan Hajin pergi dari ruangan. Seokjin menghela nafas sejenak. Sementara Taehyung memicing tidak suka dan Minji sibuk mengutak-atik ponselnya.

Hyung, kau yakin? Mark tidak akan melakukan hal buruk pada Hajin kan?”

“Tentu saja. Memang Mark mau melakukan apa padanya? Paling hanya memberi petuah.”

“Benarkah? Ah, aku masih meragukannya. Mark kan kasar padaku.”

“Hmm, mungkin. Atau mungkin hanya sebuah pelukan. Hajin kan magnae kesayangan kita. Hahaha. Dan kau bukan magnae kesayangan Mark makanya dia kasar padamu. Wkwk.”

Aish, Seokjin Hyung!” kesal Taehyung sembari merajuk. Minji yang melihatnya memperlihatkan ekspresi jijik dan hendak muntah. Taehyung menatap tajam gadis itu.

“Apa kau? Tak usah melihatku!” serunya pada Minji. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi dari ruangan. Dia malas sekali melihat wajah Taehyung yang menyebalkan itu. Heol!

Seokjin menghampiri magnae kedua di generasi keajaiban. Lalu menjitak kepala pemuda itu. Yang membuatnya semakin memanyunkan bibirnya. Dan pelaku penjitakan hanya terkekeh melihat kelakuan pemuda yang umurnya sudah 18 tahun itu.

“Hahaha. Berhentilah merajuk! Dan berhenti bersikap seperti itu pada Minji! Ubahlah sikapmu pada Minji dan Mark! Dasar bocah!”

YA! Aku bukan bocah, Hyung! Tsk! Menyebalkan!”

“Sudahlah, ayo ke kantin! Aku ingin burger. Kaja!” Seokjin langsung menarik Taehyung pergi dari ruangan itu. Mereka memilih untuk pergi ke kantin dan mengisi perut.

Hajin POV

Mark Oppa membawaku ke atap dan awalnya dia hanya diam sebelum akhirnya ia mulai berbicara. Dia mengatakan padaku untuk berubah. Jangan terus menangis setiap melihat Junhoe bersama gadis lain. Katanya aku tidak boleh egois dan terlihat lemah. Karena itu akan membuatku semakin terluka. Aku harus melupakan Junhoe.

Ah, memang mudah mengatakannya. Tapi untuk melakukannya sangat sulit. Aku benar-benar tidak bisa. Aku masih menyayanginya. Aku belum bisa melupakannya. Huwaa, aku harus apa? Aku juga lelah seperti ini terus. Dan ku rasa Junhoe sudah melupakanku. Nyatanya dia sudah bisa bersenang-senang dengan gadis lain. Huh.

Hmm… sudahlah. Lebih baik aku menemui para sahabatku lalu membolos saja. Aku rasa aku butuh hiburan. Rasanya bosan, jenuh, dan penat. Mark Oppa sudah kembali ke ruangan sejak seperempat jam yang lalu. Dan sekarang aku memutuskan untuk pergi dari atap. Ya, aku akan membolos saja.

Aku menuju lift dan turun ke lantai 2 –tempat dimana ruang kelasku dulu berada. Keluar dari lift, ku tundukkan kepalaku selama perjalanan ke kelas. Aku masih memikirkan perkataan Mark Oppa tadi. Huh. Bagaimana caraku untuk melupakan pemuda bermarga Koo itu? Setiap kali aku berusaha untuk melupakannya, ada saja membuatku kembali mengingatnya. Aish, mollayo!

DUG

Eh? Sepertinya aku menabrak sesuatu. Aku pun mendongak dan sontak membulatkan mata ketika tahu apa –atau tepatnya siapa– yang ku tabrak. Ku kedipkan mataku berkali-kali. Ini bukan mimpi kan? Tak lama aku tersadar dan segera mundur beberapa langkah. Orang yang ku tabrak itu hanya menatapku datar –seperti menungguku meminta maaf.

“Oh, maafkan aku. Hmm… aku tidak sengaja. Maaf ya!” ujarku seraya menunduk. Ku gigit bibir bawahku. Aku sangat gugup dan takut. Ah, sudah lama aku tak mendengar suaranya dan berpapasan langsung seperti ini.

“Hmm…” balasnya singkat lalu kembali melangkah melewatiku begitu saja.

Lantas aku berbalik. “Eumm.. Junhoe-ya!”

Pemuda itu menghentikan langkahnya namun tak membalikkan badannya. Aku pun berjalan mendekatinya perlahan. Dengan ragu ku peluk dia dari belakang. Ku tempelkan pipiku di punggungnya. Ia tak menujukkan reaksi apapun dan tak berbicara apapun. Aku anggap dia tidak keberatan ku peluk.

“Aku merindukanmu…” bisikku pelan. Ku gigit bibir bawahku kuat-kuat dan sebisa mungkin aku mencoba untuk menahan air mataku.

Terdengar helaan nafas darinya. Perlahan dia menyingkirkan tanganku lalu ia berbalik menghadapku. Ia menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan. Aku tersenyum tipis dan akhirnya menunduk. Ah, aku tahu ini salah. Seharusnya aku tidak boleh memeluknya. Dia kan sudah bersama gadis lain. Hahh.

“Aku terlalu lancang ya? Maafkan aku. Aku–“

“Jangan begini!”

“Ha? Apa?”

“Berhenti melakukan hal bodoh!”

“Melakukan hal apa? Tadi? Ah, aku minta maaf. Sungguh–“

“Jangan menyiksa dirimu! Kau tahu kita tak bisa bersama lagi. Carilah pria lain yang bisa membahagiakanmu! Masih banyak pria yang lebih baik dariku. Jangan terus terpaku pada masa lalu. Itu tidak akan membawa keuntungan untukmu.”

“Koo Junhoe! Kau tahu apa soal aku dan perasaanku? Apa kau pikir semudah itu untuk melupakan segalanya? Hah. Aku sudah pernah bilang, sekalinya aku jatuh cinta, aku tidak akan mudah melupakannya. Terlalu dalam rasaku ini dan terlalu banyak kenangan kita, Jun!”

“Terserah!” Setelah itu Junhoe kembali berjalan menjauhiku. Aku terdiam mendengar ucapannya. Apakah dia sudah benar-benar melupakanku? Hahaha.

Tapi aku menahan lengannya. Dia berhenti tapi tidak berbalik. Aku segera membuka suara sebelum dia pergi lagi.

“Jun, boleh aku bertanya?”

“Tidak!”

“Apa hubunganmu dengan Chanmi?”

“Bukan urusanmu! Lepaskan!”

Setelah itu aku membiarkannya pergi. Aku terdiam dan air mata kembali mengaliri kedua belah pipiku. Ku kepalkan tanganku kuat-kuat lantas aku meninju tembok yang ada di dekatku. Aku berteriak seperti orang gila di lorong yang sepi ini. Sungguh, aku sangat marah sekarang. Entah karena apa dan siapa yang membuatku marah.

“ARGHH!!!” jeritku frustasi. Aku pun segera pergi dari tempat itu. Aku berlari secepat yang ku bisa. Dan aku membatalkan niatku untuk menemui para sahabatku. Yang kini ku pikirkan hanya kabur sejauh-jauhnya dari tempat ini.

TBC

Yap, chapter 2 sudah keluar. Maaf kalo ga terlalu panjang. Baiklah, sekarang kita lihat visualilasi dari Tae Minhee dan Park Chanmi. Dan tentunya Koo Junhoe.

WhatsApp Image 2017-03-11 at 12.38.01 Ini adalah Tae Minhee. Guru Sastra Mandarin yang ada di SMA Kirin. Ia di sukai banyak muridnya karena sifatnya yang kalem dan keibuan. Dia yang selalu membela Taehyung dan Hajin jika ada masalah yang menimpa keduanya. Sering berselisih paham dengan Kim Yura. Yura lebih suka membela Mark, Seokjin dan Minji sehingga membuatnya tidak aku dengan Minhee. Ia memiliki suami bernama Jung Taekwoon, seorang jaksa di Kepolisian Seoul.

WhatsApp Image 2017-03-11 at 12.23.54 Dia adalah Park Chanmi. Gadis periang yang terkadang judes. Tergantung moodnya. Sebenarnya dia ini hanya bersahabat dengan Junhoe tapi tidak ada yang tahu termasuk saudara kembarnya. Ia tidak terlalu akrab dengan saudara-saudaranya semenjak masuk SMA. Entah kenapa dia lebih sering menyendiri di rumah.

iKON_MY-TYPE_JUNHOE Yap, inilah yang di tunggu-tunggu. Sosok makhluk tampan yang berhasil membuat Hajin gagal move on hingga detik ini. Dia tipe pemuda cool dan misterius. Kenal dengan Hajin sudah sejak SMP dan akhirnya mereka berpacaran di SMA. Tidak memiliki teman dekat selain Chanmi. Sebenarnya masih suka dengan Hajin namun ia tidak bisa mengakuinya.

Yash, sudah dulu oke? Di tunggu saja lanjutnya. Jangan lupa RCL! Mian for typo. Annyeong! ^^

 

Advertisements

12 thoughts on “The Story of Miracle Generation [Chapter 2]

  1. Kok rasanya aku pengen nabok june, trus gantung hajin di tiang bendera ya? Dua2nya sama aja. Kalo suka udh balikan.. klo mau move on ya jgn ngomong doang aigoo… jin jin jin.. jin iprit… kenapa kamu galauers juga di ff 😂😂😂😂 btw sunkyo ga nongol weh 😑😑😑😑

    • ish, jangan di tabok. ntar gantengnya luntur kak -_-
      ada alasan. pasti june punya alasan kak yuns. liat aja ntar 😀
      aku ga galo. hajin yg galo weh :/
      hahaha, nanti ada sunkyo kok. makasih udah komen kak 🙂

  2. HEOL! DAKU KESAL SAMA KARAKTER HAJIN #capsjebol wkwkwk

    Berasa lagi baca curhatannya kamu, Jin hahaha
    ditunggu kelanjutannya.

    ps. hati2 entar Taehyung suka sama Minji loh wkwkk

    • Dih, kak pel mah sejenis sama kak wao komennya -__-
      pantesan kalian jadi sekutu yah. ckck. bukan curhatan itu. tanya aja sama june 😀
      dih, tae ga bakal sama minji pokoknya. ga setuju 😀
      makasih udah komen kak 🙂

  3. Jin..jin..jin.. ay kaming ^^
    Maap ya saii baru bisa nengok ffmu sekarang. Soalnya dari kemarin aku lagi gak enak badan, jadi jarang aktif.

    Ciyee… minji galak-galak ma jin ternyata dibelakangnya care#SusahCuit# Tapi kenapa ya aku berpikir kalo jun itu nyebunyiin sesuatu sama jin? Dia keliatan masih sayang tapi gak mau hajin deket-Deket ma dia. Apa dia lagi sakit parah jadi doi mendingan menjauh dari hajin. Buat hajin benci sebenci-bencinya biar tar doi kalo gak ada lagi hajinnya gak sedih#KebanyakanNontonSinetronNihYgKomen# wkwkwk…😂😂😂 #MaapkanKehilafanku# 😅😂😂

    Ditunggu kelanjutannya yah, keep writting and Fighting!! Cemangat juga buat ujiannya 😊

    • wkwk gapapa kok kak piyun~
      hahaha hajin-minji kan emang gitu. galak tapi peduli 😀
      aish. jangan sakit dong. kasihan juneku. ga boleh di nistain kak wkwk
      makasih udah komen panjang yak kak 😀
      siap. tunggu aja lanjutannya 🙂

  4. MINJI MAU NENGGELEMIN HAJIN DI SAMUDERA HINDIA. Kesel bgt liat cewek bodoh kayak gitu. Move on cah. Taehyung sama Minji suka berantem? Taehyunh jodohnya Minji dong? Uyeee~~~ wakak. Keluarkan jodohku secepatnya! Ini perintah.

    • Kak wao sehat? Ngapa gaje gitu? /kedip kedip polos
      Jodoh Minji masih ntar. Sudah ku siapin kok. Tenang aja wkwk 😀
      Makasih udah komen kak wao sayang~ :*

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s