[Freelance || Part 2] Message

PicsArt_01-23-09.24.41 (1)

Title : Message (part 2)

Author : Kayit

Genre : romance, school life, sad

Length : chaptered

Cast : Yerin Gfriend | Nam Joo Hyuk | Ji Soo Blackpink | Yuju Gfriend | dan cast pendukung lainnya yang tidak disebutkan ^^

FF ini berdasarkan pemikiran, imajinasi, dan pengalaman author sendiri, jadi jika ada kesamaan dengan cerita yang lain itu berarti ketidaksengajaan dan kebetulan semata. Dalam FF ini juga masih terdapat banyak kekurangan jadi diharapkan kritik dan saran dari para pembaca sekalian terimakasih ~

Happy reading ^^

Joo Hyuk berjalan menyusuri jalan yang cukup ramai, sebenarnya dia tidak tahu kemana dia akan pergi, dia hanya mengikuti kemana arah angin dan kakinya akan membawanya. Tidak lama berjalan kakinya pun akhirnya berhenti di depan sebuah tempat, Joo Hyuk yang sedari tadi menundukkan wajahnya kini mendongak untuk melihat tempat apa yang sudah kakinya tuju. Sebuah café dengan suasana vintage rupanya, Memories Café. Joo Hyuk mengernyitkan dahinya, apa ia masuk saja ? Joo Hyuk bahkan bisa melihat ke dalam café karena kaca transparan yang mengelilingi bangunan tersebut. Ketika ia baru saja akan pergi, ia menyadari sepasang mata sedang memperhatikannya. Seorang gadis yang bisa Joo Hyuk tebak juga seumuran dengannya sedang menatapnya dari sisi meja kasir di dalam café tersebut. ‘Apa dia pemilik café ini ?’ pikir Joo Hyuk, karena merasa tak enak jadi Joo Hyuk memutuskan untuk masuk ke dalam, bunyi lonceng terdengar bersamaan saat Joo Hyuk membuka pintu café. Sedikit terkejut Joo Hyuk sontak langsung menatap ke atas, setelah melihat sebuah lonceng berwarna emas tergantung disana dia kembali menatap kedepan dan didetik berikutnya untuk kedua kalinya dia terkejut setelah masuk ke dalam café itu. Gadis yang tadi berdiri di depan kasir sekarang sudah berdiri tepat 1 meter dihadapannya, dengan tatapan aneh dan dengan ramah ia menyapa Joo Hyuk.

“Selamat datang tuan, meja untuk berapa orang ?” tanya gadis pelayan itu,

“Em … Untuk satu orang.” Joo Hyuk menjawab dengan perasaan sedikit bingung,

“Baiklah silahkan pilih tempat duduk yang paling nyaman untuk anda.” Joo Hyuk kemudian berjalan menuju sebuah tempat duduk di samping jendela sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal. Gadis pelayan itu mengikutinya sampai ia duduk.

“Anda ingin pesan apa ?” tanpa memikir Joo Hyuk langsung melontarkan apa yang ingin ia pesan.

Vanilla Latte.”

“Es atau panas ?”

“Es.”

“Baiklah tunggu sebentar kami akan membuatkan pesanan anda.”

 Joo Hyuk bersyukur akhirnya gadis pelayan aneh itu menghilang dari hadapannya.

5 menit menunggu, akhirnya pesanan pemuda itu datang. Masih dengan tatapan yang sama gadis itu mengantarkan pesanan pemuda itu. ‘Apa hanya dia pelayan disini ?’ pikir Joo Hyuk.

“Selamat menikmati pesanan anda. Kami harap anda puas dengan pelayanan kami.”

Gadis pelayan itu meletakkan gelas yang penuh dengan Vanilla Latte itu di atas meja, Joo Hyuk sempat melihat tangan gadis itu gemetar.

Joo Hyuk mengangguk sambal tersenyum tak yakin, ‘Aku cukup tahu saja.’ Pikir Joo Hyuk lagi.

Sambil mulai menyeruput Vanilla Latte nya, Joo Hyuk memperhatikan punggung pelayan itu ketika dia berjalan sampai ke meja kasir. Dia merasa ada yang aneh dengan pelayan itu, meskipun dia terlihat ramah tapi ada sesuatu yang menjanggal. Padahal awalnya tadi dia terlihat baik-baik saja, tapi semenjak keluar dari ruangan yang Joo Hyuk tebak adalah dapur itu, dia mulai terlihat aneh. Dari wajahnya juga, meski memakai make up tapi Joo Hyuk bisa melihat wajah yang pucat dibalik semua make up itu. ‘Apa dia sedang panik, bingung atau bagaimana ? Entahlah itu bukan urusanku.’

∞∞∞

Yerin terus memegangi dadanya, jantung didalamnya itu terus saja berdetak kencang tak karuan. Mata Yerin juga terfokus hanya pada satu arah. Ponselnya. Sudah sekitar setengah jam yang lalu Jong Suk mengirim nomor telpon Joo Hyuk, dan sejak setengah jam yang lalu pula Yerin tak berani memegang ponselnya. Sesuatu yang selama ini dia cari-cari sekarang sudah ada didalam ponselnya. ‘Aku harus apa ???’ pikir Yerin, Yerin memang orang yang gampang bingung, meski pada hal sekecil apapun.

Yerin kemudian berjalan keluar kamar, dia rasa dia harus mencari udara segar. Apa yang harus dia lakukan ? Apa dia mengirim pesan saja dulu pada Joo Hyuk ? Tapi pesan apa ? Pesan apa yang tidak terlihat aneh bagi Joo Hyuk dan tidak membuat Joo Hyuk ilfeel padanya. Apa yang akan Joo Hyuk pikirkan ketika mendapat pesan darinya ? Apa Joo Hyuk akan bertanya dari mana Yerin mendapat nomornya ? Bagaimana kalau dia curiga ? Apa dia tidak akan membalas pesannya ? Atau mungkin Joo Hyuk akan langsung memblokir nomor Yerin ?

“Ah kau jangan berharap terlalu tinggi dulu Yerin ! Pikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi !” ucap Yerin pada dirinya sendiri.

Yerin melihat kearah jam, sudah jam 8 malam sekarang. Apa Joo Hyuk sudah tidur ? Dia sedari tadi hanya mengetik dan menghapus pesan yang akan dia kirim pada Joo Hyuk. Dia tidak yakin, dia juga tidak berani menekan tombol kirim. Yerin mencoba menenangkan dirinya, jantungnya sedari tadi tak berhenti berdetak kencang. ‘Ayolah Yerin, kau harus bisa. Cobalah dulu, mau bagaimana nanti adalah urusan belakangan, kenapa kau jadi seperti ini ?’. Setelah mengumpulkan semua keberaniannya, Yerin mulai mengetik pesan dan setelah selesai dia langsung menekan tombol kirim dengan percaya diri sambal berdoa dalam hati. Didetik berikutnya ketika dia sadar dia telah mengirimkan pesan itu pada nomor yang dituju, dia langsung melempar ponselnya ke sembarang arah. Kini dia kembali panik. Tangannya kembali gemetar. Yerin rasanya ingin menertawakan dirinya sendiri. ‘Kau memang bodoh Yerin.’

∞∞∞

Menunggu. Tepatnya itu adalah kegiatan yang seharian ini Yerin lakukan. Yerin masih terus saja berkutat dengan ponselnya. Sudah 1 hari ini dia bolak-balik mengecek ponselnya, seharian ini di sekolah Yerin juga tidak terlalu fokus pada semua kegiatannya. Mungkin ini adalah efek samping dari hal itu. Perasaan Yerin benar-benar kacau, hanya karena satu pesan yang telah ia kirim pada Joo Hyuk dia jadi tidak fokus melakukan semua kegiatannya hari ini. Kenapa Joo Hyuk tidak kunjung membalas pesannya ? Semua pikiran negatif terus saja menghantui pikiran Yerin. Apa Joo Hyuk langsung menghapus pesannya tanpa membacanya dulu ? Apa Joo Hyuk tidak ada niatan untuk membalas meski hanya satu kata pun ? Apa dia tidak ingin membalas pesan Yerin ? Atau mungkin pesan Yerin tidak masuk ke ponsel Joo Hyuk ? Argh ! Yerin bisa gila dibuatnya ! Hampir saja Yerin sempat berfikir untuk berhenti menyukai laki-laki itu. Ayolah Yerin kau harus berfikir positif, mungkin saja pesanmu tidak masuk ke ponsel Joo Hyuk. Ayolah kemana perginya semua semangat untuk  melanjutkan semua ini ? Jangan hanya Karena satu pesanmu yang tidak dibalas oleh Joo Hyuk kau jadi patah semangat ! Kau tidak boleh berhenti disini, kau harus mencobanya lagi ! Dengan perasaan yakin Yerin akhirnya membuka ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan lagi untuk Joo Hyuk.

“Selamat sore Joo Hyuk, kau sedang apa ?”

Yerin berbelok menuju gang rumahnya, namun langkahnya terhenti ketika merasakan ponselnya bergetar. Cepat-cepat ia membukanya, siapa tahu ini adalah balasan dari Joo Hyuk. Ia membuka ponselnya dan masuk ke pesan, setelah melihat memang benar itu pesan dari Joo Hyuk senyum mengembang di wajah Yerin, jantungnya berdegup kencang. Apa ini mimpi ? Yerin pun dengan segera membuka pesan itu, sedikit mempersiapkan hatinya. Namun senyum diwajah Yerin perlahan meredup setelah membaca pesan dari Joo Hyuk. Yerin merasakan kakinya melemas, didetik berikutnya dia langsung berlari berbalik arah.

Memang benar pesan yang masuk ke ponselnya adalah dari Joo Hyuk tapi bukan Joo Hyuk yang membalasnya, melainkan orang lain yang tidak lain adalah Jong Suk. Joo Hyuk tertabrak lari saat pulang sekolah tadi. Yerin tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi, Jong Suk hanya bilang bahwa Joo Hyuk tertabrak lari dan sekarang sedang berada di rumah sakit, Jong Suk juga tak lupa memberi tahu nama rumah sakitnya. Yerin mempercepat larinya, untung saja rumah sakit tempat Joo Hyuk dibawa dekat dengan rumah Yerin.

Yerin berlari kecil ke arah tempat Joo Hyuk diperiksa. Di depan ruang tersebut Yerin melihat Jong Suk sedang terduduk dibangku yang terletak sepanjang koridor tersebut. Yerin mencoba mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Yerin terdiam di tempatnya berdiri sekarang. Perlahan ia berjalan mendekati Jong Suk. Jong Suk yang menyadari kehadiran Yerin langsung mendongak dan menyuruhnya untuk duduk.

“Bagaimana … Keadaan Joo Hyuk ?” seperti tercekat dikerongkongannya, kata-kata Yerin sedikit terbata.

“Dia baik-baik saja, hanya cedera kecil dibagian bahunya. Penabrak mengemudikan sebuah mobil dan menyerempet Joo Hyuk tepat di bagian bahu, tadi Joo Hyuk dan aku sedang dalam perjalanan pulang, ketika itu aku dan Joo Hyuk hendak menyebrang. Padahal lampu sudah menunjukkan merah untuk kendaraan tapi dari arah kanan sebuah mobil melaju dengan sedikit kencang, mencoba menerobos lampu merah. Aku reflek langsung melangkah mundur dengan cepat tapi langkah Joo Hyuk sedikit terlambat, mobil itu langsung menyerempetnya. Joo Hyuk langsung tersungkur ke pinggir jalan sedangkan penabrak tersebut langsung melarikan diri”.

Yerin sedikit lega karena tidak ada cedera serius tapi tetap saja ia merasa khawatir. Jantungnya sudah hampir mulai berdetak dengan normal lagi jika saja Joo Hyuk tidak dengan tiba-tiba keluar, Yerin membulatkan matanya sempurna dan diam mematung di tempatnya berdiri sekarang. Mereka sempat bertemu mata tapi lalu dengan cepat Yerin mengalihkan pandangannya. Jantungnya serasa akan meledak saja sekarang. Jong Suk yang menyadari hal itu menoleh lalu sedikit terkejut melihat Joo Hyuk sudah keluar, secepat itukah ?

“Jong Suk aku duluan ya.” Tanpa mendapat jawaban dari Jong Suk gadis itu langsung saja melesat pergi dengan cepatnya.

“Yerin tung-“ belum sempat Jong Suk melanjutkan kata-katanya Yerin sudah hilang dari lorong koridor rumah sakit. Jong Suk kemudian tersadar setelah mendapat tepukan pelan dipundaknya. Oh iya Joo Hyuk.

“Apa kata dokter ?”

“Katanya aku baik-baik saja, lagi punya hanya memar sedikit dan sekarang sudah tidak sakit. Dokter memberiku salep dan obat untuk diminum jika terasa nyeri. Kalau begitu ayo pulang.”

“Hm ya ayo.”

Yerin berlari sekencang mungkin dan sejauh mungkin dari rumah sakit. Jantungnya benar-benar tidak bisa diajak toleransi. Sial ! Yerin mengutuk dirinya sendiri yang tidak bisa bersikap tenang di depan Joo Hyuk. Ah sudahlah, yang penting Joo Hyuk baik-baik saja. Sekarang dan Yerin bisa pulang dengan perasaan tenang.

∞∞∞

Yerin menjatuhkan tubuh mungilnya ke kasur, hari yang sangat sangat sangat melelahkan baginya. Jika dihitung sudah berapa kilometer dia berlari hari ini ? Dia mengecek ponselnya, masih belum ada balasan. Apa Joo Hyuk sudah tidur ? Atau apa memang dia tidak ingin membalas pesanku ? Sekilas Yerin merasa begitu ‘bukan siapa-siapa’ dimata Joo Hyuk. Dia pasti merasa aneh melihatku tadi di rumah sakit. Yerin menutup wajahnya dengan bantal, ingin rasanya ia teriak sekarang menyesali sikap bodohnya tadi. Tapi yah sudahlah yang sudah terjadi biarlah terjadi. Yerin kemudian membuka ponselnya lalu mengetikkan sebuah pesan yang hendak ia kirimkan kepada seseorang. Siapa lagi kalau bukan Joo Hyuk. Sekarang Yerin sudah mulai terbiasa mengirim pesan pada Joo Hyuk, dia tidak lagi bingung harus bagaimana, meskipun belum mendapat satu balasan pun, dan meskipun jika Joo Hyuk memang tidak ingin membalas pesannya setidaknya dia sudah membacanya dan itu sudah cukup untuk Yerin. Tapi meskipun begitu Yerin tau dia akan tetap menunggu balasan dari Joo Hyuk suatu saat nanti.

“Semoga bahumu cepat sembuh Joo Hyuk. Selamat beristirahat.”

TBC.

 

 

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s