The Story of Miracle Generation [Chapter 1]

162918-sekolah-mewah
The Story of Miracle Generation

Author : Jinho48

Genre : Friendship, School Life

Cast : Find it on the story

Length : Series

Summary : “Di sebuah SMA internasional bernama Kirin International High School hiduplah para murid yang tidak biasa. Mereka adalah generasi keajaiban SMA Kirin. Bagaimanakah kisah mereka? Mari kita simak bersama!”

HAPPY READING! ^^

% % %

Chapter 1

Hajin POV

Kakiku melangkah menyusuri lorong utama yang masih sepi. Ketukan dari ujung sepatu heels ku dengan lantai terdengar menggema. Ku percepat langkahku menuju ruang khusus untuk generasi keajaiban. Rasanya melelahkan setiap hari harus pergi ke lantai paling atas dari gedung sekolah ini hanya untuk menuju ke ruang itu. Kami melakukan semuanya di sana.

Aku menaiki lift yang ada di ujung lorong. Tujuanku adalah lantai tujuh, lantai teratas di sekolah ini. Jangan tanya kenapa sekolah ini memiliki tujuh lantai. Aku juga tidak tahu dan ku pikir ini berlebihan untuk sebuah gedung sekolah. Ah, aku terlalu cerewet ya? Hehe. Maaf. Beginilah aku. Tak lama aku sampai di lantai tujuh.

Dengan segera aku keluar dari lift dan pergi ke ruang khusus itu. Sampai di dalam ruangan, aku mendapati Mark Oppa dan Seokjin Oppa sedang sarapan. Pasti Seokjin Oppa yang memasak. Aku melangkah ke arah mereka sembari tersenyum ringan. Ku jatuhkan pantatku ke kursi yang ada di sebelah Mark Oppa. Lalu mencomot telur gulung yang ada di kotak bekal di depannya.

Aish! Kebiasaan jelekmu! Ini jatahmu. Jangan mengambil punya orang!”

Aku hanya nyengir mendengar gerutuan Seokjin Oppa. Ku ambil kotak bekal berwarna biru yang di sodorkan olehnya. Lantas aku membukanya dan segera memakannya dengan lahap. Wah, masakan Seokjin Oppa yang terbaik. Aku sangat menyukainya. Aku terus memakannya hingga habis dalam hitungan menit.

Seokjin Oppa menatapku horror sementara Mark Oppa hanya melirik sekilas. Aku menatap polos ke arah Seokjin Oppa. “Waeyo, Oppa?”

“Whoa, dasar rakus! Bagaimana perempuan bisa makan seperti itu? Ini baru tujuh menit sejak kau menerima kotak bekal itu, dan sudah habis? Tsk!”

“Sudahlah. Biarkan saja! Terimakasih atas makanannya!” ujar Mark Oppa  yang sudah menyelesaikan makannya. Lantas ia berjalan ke mejanya dan mulai berkutat dengan bukunya.

“Hahaha. Aku bukan rakus, Oppa. Kau saja yang makannya terlalu lama. Dan juga kau terlalu berisik!” ujarku santai sembari membereskan kotak bekalku lalu ku kembalikan ke Seokjin Oppa.Gomawo, Seokjin Oppa. Saranghae~”

Kemudian aku beranjak ke mejaku. Aku memilih untuk menatap keluar jendela. Yah, kebetulan sekali mejaku ada di pojok ruangan dengan jendela yang mengarah ke bukit belakang sekolah ini. Disini aku lebih sering melamun daripada mendengarkan penjelasan para guru. Aku hanya menyimak pelajaran yang aku suka.

“Hajin, jangan melamun lagi! Jam pertama Bahasa Inggris. Kau mau di omeli Kim Saem?”

Aniya, Oppa. Aku tidak melamun. Tenang saja. Hahaha.”

“Tak perlu kau tegur. Dia pasti akan tetap melakukannya. Kerjaannya kan hanya itu!”

Aish, Ahn Minji! Jangan mulai lagi! Ini masih pagi.”

Aku hanya menatap ke arah Minji yang entah kapan datangnya. Sementara dia tampak cuek dan sibuk mencatat sesuatu di bukunya. Ku edarkan pandanganku kesekeliling dan aku belum mendapati eksistensi dari Kim Taehyung disini. Lantas aku kembali menatap keluar jendela dan aku tak sengaja melihat seorang pemuda bertubuh jangkung tengah berjalan melintasi lapangan.

Tanpa sadar senyumku merekah. Pemuda itu.. satu-satunya yang bisa membuatku merasa bahagia. Dia yang memberikan warna pada kehidupanku. Meski sekarang kami tak memiliki hubungan apapun. Yah, tapi setidaknya di masa lalu kami memiliki hubungan spesial dan jujur saja aku masih menyayanginya. Belum ada yang mampu menggantikan posisinya di hatiku.

Tiba-tiba ku rasakan bahuku memberat. Kulihat Taehyung menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku hanya menghela nafas. Kebiasaannya ketika jam Bahasa Inggris adalah tidur. Alasannya? Karena dia malas melihat sepupunya yang menyebalkan itu.

Maka tak heran jika nilainya selalu jelek dalam mata pelajaran ini dan dia juga masuk ke dalam murid yang tidak di sukai oleh Kim Saem. Termasuk aku. Yah, guru muda itu tak suka denganku karena aku selalu membela Taehyung dan sering melamun saat pelajarannya.

Oh ya, untuk tempat duduk, hanya ada lima meja. Satu meja guru dan empat meja untuk kami. Hanya Taehyung yang tidak memiliki meja tetap. Terkadang dia duduk denganku, terkadang juga bersama Seokjin Oppa. Dan dia sangat anti terhadap Mark Oppa serta Ahn Minji. Baginya kedua orang itu membosankan. Padahal jika dia bersamaku pun aku tak banyak bicara.

CKLEK

Good morning, class!”

Morning, Ma’am!”

Let’s start the lesson!”

Tak lama Kim Saem masuk dan saem langsung memulai pelajarannya. Ya, begitulah Kim Yura Songsaenim. Selalu to the point. Aku hanya diam memperhatikannya dan membiarkan Taehyung memindahkan kepalanya di pahaku.

Di saat aku sibuk memperhatikan pelajaran, ponselku bergetar. Aku pun membukanya secara sembunyi-sembunyi. Kulihat ada notif di grup LINE –grup khusus untukku dan para sahabatku. Perlahan aku mulai membaca chat mereka.

Sunkyo_Han : Hei, Hajin-ah

ParkJi : Kami punya berita untukmu

Hoe_Jin31 : Ada apa?
Hoe_Jin31 : Tidak bisa nanti saja? Ini jamnya Kim Saem

Sunkyo_Han : Tadi kami melihat Junhoe-mu

Hoe_Jin31 : Lantas?

NayLee : Dia bersama Park Chanmi

ParkJi : Benar. Mereka tampak mesra

Hoe_Jin31 : Apa? Yang benar saja. Jangan memanasiku!

ParkJi : Kami hanya memberitahumu. Tadi memang begitu. Iyakan, Nay?
ParkJi : Junhoe berangkat bersama Chanmi

NayLee : Benar, Hajin-ah! Kami bertiga melihatnya di parkiran

Sunkyo_Han : Aku bahkan sudah menanyakannya pada Bogum Oppa
Sunkyo_Han : Mereka memang berangkat bersama. Tapi…
Sunkyo_Han : Kami tidak tahu mereka ada hubungan apa. Bogum Oppa juga tidak tahu

“EHEM!”

Aku terkejut mendengar dehaman itu lantas aku segera menyembunyikan ponselku di laci. Aku tersenyum kikuk ke arah Kim Saem yang tengah menatap tajam. “Jwesonghamnida, Songsaenim!”

Saem hanya menggelengkan kepalanya lalu ia kembali melanjutkan penjelasannya. Sedangkan aku hanya terdiam memikirkan ucapan para sahabatku. Benarkah? Junhoe dengan Chanmi? Hah. Entahlah. Ku alihkan pandanganku keluar jendela. Tak ku pedulian peringatan-peringatan kecil dari Kim Saem karena perbuatanku.

Hingga akhirnya bel istirahat berbunyi. Aku segera menyingkirkan kepala Taehyung dari pahaku lalu pergi meninggalkan ruang kelas bahkan sebelum Kim Saem keluar. Ah, masa bodoh. Aku harus memastikan kebenaran informasi dari sahabatku. Tidak boleh! Junhoe tidak boleh bersama Park Chanmi. Aku bergegas menuju ke kelasku sebelum menjadi generasi keajaiban.

Di lorong yang mengarah ke kantin, empat orang berjalan dengan menguarkan aura negatif di sekelilingnya. Mereka memasang wajah yang berbeda-beda. Ada yang memasang wajah sombong, wajah dingin, tampang judes, dan ada pula yang sibuk berkaca dengan ponselnya. Keempat gadis itu hendak membeli makanan di kantin.

Dari arah berlawanan, ada empat gadis juga yang tengah berjalan keluar dari kantin. Sosok gadis di tengah menundukkan kepalanya. Sementara kedua gadis di sebelahnya merangkul bahu temannya itu. Lalu satu orang lagi tengah berjalan di belakang ketiga gadis itu.  Satu gadis yang ada di belakang itu sibuk membaca novel makanya berjalan lebih lambat dari ketiga temannya.

Tanpa sengaja–atau mungkin disengaja–gadis dari kubu yang hendak pergi ke kantin, menabrak gadis dari arah berlawanan yang tadi tengah menunduk. Lantas kedelapan gadis itu berhenti. Gadis yang di tabrak tadi mendongakkan kepalanya. Ia menatap orang yang menabraknya dengan tatapan lesu. Kemudian ia kembali melangkah namun langkahnya tertahan.

“Kau kenapa lagi? Pemuda brengsek itu lagi, hmm? Cih! Sampai kapan kau akan seperti ini? Belajarlah dengan benar atau kau akan di tendang dari generasi keajaiban!” Gadis itu memberi jeda sebelum kembali berbicara. “Atau bahkan kau akan di tendang dari sekolah, Hajin-ah. Hahaha.”

“Minji-ya, bisa tidak sehari saja tidak mencari masalah dengan kami?” ujar gadis yang ada di sebelah Hajin. Ia menatap jenggah ke arah Minji dan kawanannya.

“Hei, Sunkyo-ya! Tidak perlu ikut campur dengan urusan mereka,” Gadis yang ada di sebelah Minji maju lalu menepuk pelan bahu Sunkyo. Hanya senyuman sinis yang ia tunjukkan.

“Diam kau, Ji Saehyun!” sentak salah satu teman Hajin.

“Kau juga diam, Jihyun-ssi! Ini urusan Minji dengan Hajin. Jangan ikut campur!”

“Park Mina! Kau juga ikut campur!” balas Jihyun sengau. Belum sempat kawanan Minji membalas ucapan Jihyun, Hajin melakukan pergerakan.

Ia mendengus keras. Lalu ia melepaskan tangan Minji yang mencengkram lengannya. “Aku sedang malas meladenimu. Biarkan aku lewat dengan tenang, oke?” Lantas gadis manis itu berjalan melewati gadis semampai berwajah angkuh.

“Susah sekali berbicara denganmu! Aku heran kenapa kau bisa masuk ke dalam generasi keajaiban. Padahal otakmu tidak sejenius itu. Haha, mungkin guru-guru telah salah memilihmu. Tsk! Berpikir realistis saja tidak bisa. Apalagi berpikir logis. Dasar bodoh!”

Mendengar ucapan tajam dari gadis bermarga Ahn itu, Hajin menghentikan langkah. Ia mengepalkan tangannya. Lantas berbalik dan menarik kerah Minji. Teman-teman kedua gadis itu pun maju. Mereka saling berhadapan. Sunkyo dengan Saehyun dan Mina dengan Jihyun. Lantas dua gadis lainnya memilih diam. Kedua gadis itu malah pergi dari tempat kejadian.

Perkelahian antara dua kelompok wanita itu pun tak terelakkan. Mereka saling jambak dan adu mulut. Bahkan Hajin sempat menampar pipi Minji karena tidak terima dengan ucapan pedasnya. Perkelahian itu menjadi pusat tontonan para murid yang tengah berlalu lalang di lorong. Ada yang hanya diam menonton sambil mencibir dan ada pula yang merekam kejadian itu.

Sementara kedua gadis yang tadi memelih pergi, kini berada di lantai teratas gedung sekolah ini. Tepatnya mereka menuju ruang generasi keajaiban. Gadis cantik berambut sebahu berjalan di depan sementara gadis yang satunya mengekor di belakang. Saat sampai di depan pintu ruangan itu, mereka berhenti sejenak.

“Nayoung-ah, kau lakukan tugasmu! Aku akan melakukan tugasku. Mengerti?”

“Iya, Jiseo-ya. Ah, aku lelah melihat mereka seperti itu. Tidak ada kapoknya.”

Jiseo tersenyum. “Biarkan saja! Lama-lama juga mereka akan lelah sendiri. Ayo masuk!”

Kemudian Jiseo membuka pintu ruangan tersebut dan masuk terlebih dahulu di ikuti oleh Nayoung yang tampak gugup. Di dalam, ada ketiga pemuda yang tengah asik mengobrol sembari memakan camilan. Karena terlalu asik, mereka sampai tidak menyadari masuknya kedua gadis tadi. Lantas yang pertama menyadarinya adalah seorang pemuda berambut blonde.

“Jiseo? Nayoung? Ada apa?” panggilnya yang membuat kedua pria lainnya menoleh ke arah dua gadis itu.

“Soal Hajin dan Minji?”

Nayoung mengangguk. “Mereka berkelahi lagi di lorong yang menuju ke kantin, Seokjin Sunbae.”

Aigo, mereka itu! Hah. Baiklah! Nayoung, ikut denganku! Jiseo, kau disini saja. Jaga kedua makhluk ini agar tidak canggung atau berdebat. Araseo?”

“Siap, Seokjin Oppa!”

Lantas Seokjin berdiri dari tempatnya. Ia melangkah keluar ruangan di ikuti Nayoung. Sedangkan Jiseo duduk di tempat pemuda jangkung tadi duduk. Ia tersenyum ke arah dua pemuda yang tampak kurang akrab. Mereka berdua mengalihkan pandangannya dari gadis cantik itu. Yang membuat gadis itu menggembungkan pipinya sebal.

“Kalian berdua kapan akrabnya? Selalu saja canggung. Aku bosan melihatnya.”

Tapi ucapan gadis itu tak mendapat respon dari kedua pemuda yang kini tengah sibuk dengan gadgetnya. Jiseo menghela nafas lelah. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi. Kedua pemuda itu benar-benar keterlaluan. Entah kenapa susah sekali akrab. Padahal mereka satu kelompok dan selalu bertemu di sekolah.

YA! Kim Taehyung! Mark Tuan! Aish, jinja!” gerutu sebal Jiseo. Akhirnya ia memilih untuk mendengarkan musik lewat earphone yang sejak tadi telah tergantung di lehernya. Dia menyerah karena tak mendapat respon dari kekasihnya dan juga sahabat kecilnya.

Seokjin POV

Dengan cepat aku dan Nayoung pergi ke lorong dimana sedang berlangsung perkelahian antara Minji dan Hajin. Ah, aku tidak mengerti dengan kedua gadis itu. Kenapa selalu saja bertengkar? Kapan jeranya, eoh? Kepalaku hampir pecah setiap kali mereka ribut begini. Keduanya sama-sama keras kepala dan emosional.

Sampai di tempat kejadian, aku menyuruh murid-murid yang ada di sana bubar dan mengahapus rekaman perkelahian itu. Aku juga menyuruh mereka tutup mulut agar hal ini tidak sampai ke telinga Kim Saem ataupun Tae Saem. Lantas aku meminta Nayoung untuk membantuku melerai dua kelompok wanita yang sama-sama anarkis itu.

Awalnya mereka tak mau berhenti tapi akhirnya mereka berhenti. Hajin yang berhenti terlebih dahulu. Ku perhatikan arah pandangnya yang memandang ke arah lain –bukan memandang Minji lagi. Tapi saat aku melihat ke arah yang ia lihat, aku tak menemukan apapun. Lalu aku kembali menatap Hajin. Gadis itu tengah menunduk dan bahunya bergetar.

Terdengar isakan darinya. Seketika suasana menjadi hening. Teman-teman Hajin melihat ke arah gadis itu. Dengan sigap aku menariknya ke dalam dekapanku. Ku usap punggungnya agar dia tenang. Lantas gadis yang lainnya merapikan penampilan mereka. Mereka mengalihkan pandangan mereka entah kemana. Hanya Minji yang menatap ke arah Hajin.

“Hajin-ah, gwaenchana? Kenapa menangis, hmm?” tanyaku pelan namun ia tak menjawab dan terus menangis.

“Paling juga karena Junhoe lagi. Memang apa lagi yang bisa membuatnya menangis, Seokjin-ah!”

“Diam, Minji-ya! Aku tidak bertanya padamu.”

Tiba-tiba Hajin mendorong dadaku lalu ia berlari meninggalkan lorong ini. Aku menatapnya hingga punggungnya tak terlihat lagi. Ku hela nafas perlahan. Lalu ku edarkan pandanganku ke arah gadis-gadis pembuat onar itu. Salah satu dari mereka tampak menunduk dan aku sempat melihat Nayoung menatapku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan. Hmm… entahlah.

“Hmm, ada yang mau memberi penjelasan padaku apa yang terjadi sebenarnya? Dan mungkin ada yang tahu kenapa Hajin menangis barusan?”

Mereka terdiam dan ketika aku hendak membuka suara lagi, seorang gadis bername tag Park Jihyun menatapku lalu berdiri di hadapanku. “Minji dulu yang mulai. Dia dengan sengaja menabrak Hajin lalu mengeluarkan kata-kata pedasnya dan akhirnya Hajin terpancing emosi.”

YA! Hajin yang mulai. Dia berajalan sambil menunduk dan menabrak Minji. Setelah itu dia mau kabur begitu saja. Jelas saja Minji menahannya. Hajin harusnya minta maaf pada Minji!”

“Hei, jangan memutar balikan fakta, Park Mina! Kau–“

“Cukup! Jangan berdebat, Jihyun-ssi, Mina-ssi, dan Saehyun-ssi! Lain kali aku tak mau hal seperti ini terjadi lagi. Ah, sudahlah! Minji, kembalilah! Kalian juga kembali ke kelas masing-masing.”

Lantas mereka mulai berjalan kembali ke kelas mereka masing-masing. Aku pun kembali ke ruangan generasi keajaiban. Tapi saat hendak menuju ke lift, aku melihat teman Hajin dan Minji berdiri di balik tembok dekat tangga. Kenapa mereka? Mau berkelahi lagi? Kemudian ku urungkan niatku untuk naik lift. Aku mendekati mereka dan bersembunyi di dekat sana.

“Kenapa, Sunkyo-ya? Kau mau menghajarku?”

“Tidak. Aku hanya ingin bertanya. Apa hubungan Junhoe dengan Chanmi?”

“Ha? Chanmi? Siapa ya?”

YA! Park Mina! Dia saudara kembarmu, bodoh. Jangan basa-basi! Jawab saja!”

Aish, mana ku tahu! Urusan Chanmi bukan urusanku! Meskipun dia saudari kembarku!”

Aigo, berbicara denganmu hanya membuang waktu saja. Sudahlah! Awas kalau kau menutupinya! Akan ku laporkan pada Bogum Oppa.”

Cih! Apa hanya itu yang bisa kau lakukan? Dasar tukang ngadu! Aku tidak menyembunyikan apapun. Aku tidak tahu apapun soal Chanmi dan Junhoe.”

“Baiklah. Kembali ke kelasmu sana!” ujar Sunkyo lalu ia pergi meninggalkan Mina. Lantas Mina pun pergi dari sana.

Kemudian aku keluar dari persembunyianku. Park Chanmi? Koo Junhoe? Jadi itu yang membuat Hajin sedih? Hah. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Sudahlah, aku kembali ke kelas saja. Aku pun bergegas naik lift dan kembali ke ruang khusus. Selanjutnya pelajaran kesukaanku. Aku tidak boleh terlambat masuk. Dan ku harap Hajin ada di ruangan.

TBC

Oke, akan ku tunjukan visualisasi dari cecans cecans yang sudah muncul di chapter ini. Baiklah, yang pertama adalah Kim Saem. Guru muda yang imut-imut tapi judes. Hahaha.

https://i1.wp.com/myfantasyworldrp.weebly.com/uploads/1/3/1/7/13176055/855636471.png

Ini dia Kim Yura. Jangan tertipu dengan wajahnya yang imut. Dia termasuk guru killer dan juga berpengaruh yang ada di SMA Kirin. Dia sudah menikah dengan seorang dokter spesialis bedah di salah satu rumah sakit yang ada di Seoul.

Selanjutnya ada Han Sunkyo, Park Jihyun, dan Lee Nayoung. Mereka ada sahabat baik dari Jung Hajin.

WhatsApp Image 2017-03-13 at 21.37.35 Ini adalah Han Sunkyo. Gadis ceria yang selalu maju pertama kali untuk melindungi Hajin. Dia selalu berhadapan dengan Saehyun ketika kedua geng itu bertengkar. Ia sudah memiliki kekasih yaitu Park Bogum.

WhatsApp Image 2017-03-11 at 12.22.58.jpeg Yang ini Park Jihyun. Dia gadis yang ramah dan kalem. Tapi jika berurusan dengan gengnya Minji, dia berubah arogan. Selalu berhadapan dengan Mina. Dia ini cukup dekat dengan Taehyung karena kakak Jihyun berteman dekat dekat dengan pemuda itu. Kakaknya bernama Park Jimin.

WhatsApp Image 2017-03-11 at 12.35.22 Lee Nayoung. Gadis polos yang biasanya menjadi tukang ngadu ke Seokjin ketika kedua geng itu berkelahi. Sebenarnya dia menyukai Seokjin tapi dia malu untuk mengakuinya. Tidak ada yang tahu bahwa dia suka dengan pemuda itu kecuali, Jiseo.

Kemudian ada Ji Saehyun, Park Mina, dan Kim Jiseo. Mereka sahabat baik Minji sejak SMP dulu. Keempatnya sudah seperti saudara.

WhatsApp Image 2017-03-11 at 12.28.40 Ji Saehyun-lah yang paling dekat dengan Minji. Mereka bersahabat sejak kelas 2 SD. Dia memiliki kekasih yang berbeda sekolah dengannya. Namanya Jeon Jungkook. Sifatnya yang asli sebelas duabelas dengan Minji tapi dia lebih bisa mengendalikan emosi dan ucapan pedasnya.

WhatsApp Image 2017-03-11 at 12.28.58 Yang ini adalah Park Mina. Gadis cantik yang hobinya bersolek. Dia memiliki suadara kembar yaitu, Park Chanmi. Dan saudara laki-laki bernama Park Bogum. Sejujurnya dia menyukai Kim Taehyung namun dia telah memiliki kekasih yaitu, Park Jimin.

WhatsApp Image 2017-03-12 at 09.51.39 Terakhir ada Kim Jiseo. Dia adik dari Seokjin tapi hanya beberapa orang saja yang tahu. Gadis cuek yang memiliki banyak penggemar dan sangat sulit di dekati. Well, dia kekasihnya Mark tapi hanya anak generasi keajaiban yang tahu. Ketika terjadi perkelahian antara Hajin dan Minji, dia memilih pergi ke ruang generasi keajaiban bersama Nayoung.

Oke, apakah aku harus memperkenalkan Park Chanmi? Park Bogum? Koo Junhoe? Lebih baik ku simpan untuk chapter selanjutnya. Baiklah, sekian dulu chapter satu dari FF gaje ini. Maaf jika ada typo berkeliaran. Jangan lupa RCL! ^^

Advertisements

15 thoughts on “The Story of Miracle Generation [Chapter 1]

  1. Hy jin, kim jiseo baru sempet baca nih. Duh ini, aku serasa flashback ke masa2 sekolah.
    Makasih loh ya udh bikin aku jd cewe yg punya banyak penggemar. :p

    Ceritanya seru jin, aku mau baca next partnya. Fighting jin!

  2. Kwkwkwk ngakakk baca ini 😂😂😂😂 bener bener school life banget yaa sampai ada geng gengan. Dan whyy Chanmi dg Jonhoe jadi bikin anak orang galau kan 😂😂😂😂 okeee kutunggu next chapternya jin. Keep writing and hwaitinggg

  3. Halooo Jin, Ji Saehyun dataaang kkk
    Satu kata untuk cerita perseteruan mereka : NGAKAK
    dan aku gk nyangka ternyata meranin antagonis di sini wkwkwk padahal di ff zulfa kita geng retjeh wkwkwk

    aku suka ffnya, bahasanya enak aja buat dibaca hehe lanjutkan jiiin

    • Wkwk. abisnya saehyun suka ngedukung minji kalo minji lagi ngebully hajin sih. jadi ya ku jadiin kalian segeng 😀
      wkwk, oke kak. di tunggu kelanjutannya. makasih ^^

  4. Alloo… Jin aku datang…
    Ceritanya seru berasa kembali lagi ke sekolah, wkwkkw… minji ma hajin gak disini gak disitu gak disana pasti deh rame, wakakaa 😂😂😂

    Jihyun kalem-kalem sangar ya, tapi aku suka ma karakternya, soalnya sebelas dua belas ma aku 😂😂😂. Wih saingan jihyun ternyata mina ya. Jangan bilang tar mereka berantem gara-gara rebutan si taehyung. Tapi yg direbutin malah php-in mereka wkwkwkw 😂😂😂

    Okeh deh jin ditunggu part selanjutnya ya saii… keep writting and fighting!!! Semangat juga buat ujiannya ya, jin 😘

    • Wkwk, makasih udah mampir kak piyun 😀
      nah, iya. Minji-Hajin kaya Tom & Jerry ya dimana-mana 😀
      Karakter yang pas buat jihyun emang gitu wkwk 😀
      untuk itu, liat ntar. aku masih bingung Tae sama Jihyun atau Mina 😀
      oke kak. makasih ya ^^

  5. Holaaaa jin wakakkakaka… kocak dan school life bgt… ga habis pikir kenapa aku harus berantem sama kak apel ijo wakakakkaka… bayangin.. sunkyo yg visualisasinya unyu gitu di cabik2 sama kak saehyu yg swag abis 😂😂😂😂😂 ngakak sama perkenalannya mamih lay 😂😂😂😂😂 imut tapi galak 😂😂😂😂😂 itu asli ya 😂😂😂😂😂 lanjutka jin.. btw kacau juga kalo ternyata pacar sunkyo itu abangnya mina.. kita mestinya kaga berantem…. 😂😂😂😂😂 ditunggu chapter berikutnya jin… mangattsss

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s