[Oneshoot] Masquerade

ayun1

|| Title: Masquerade|| Author: Phiyun || Genre: Romance | Sad | Cast: Choi Siwon |Han Sunkyo |Park Bogum || Lenght: Oneshoot

Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter  aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik Tuhan, keluarganya dan agencynya. Heheee… XD

Please Dont Be Silent Readers, Guys!!! 

&

*** Happy  Reading ***

“Ti—tidak!!! Tidak mungkin, aku buta!!!” histeris seorang gadis bermarga Han tersebut. “Kalian pasti sedang berbohong padaku!!!” ia meronta-ronta saat para perawat sedang berusaha menenangkan dirinya.

Gadis berparas cantik itu meraung-raung saat ia terbangun dari komanya dia tidak dapat melihat apapun. Semua terlihat gelap. Han Sunkyo sangat tidak menyukai kegelapan, dirinya sangat takut akan gelap dan ketidaksukaan gadis itu dimengerti oleh pria  yang hampir selalu terjaga ditiap malam menungguinya di rumah sakit. “Sunkyo-ah…” panggil sang sahabat sambil berusaha menenangkannya.

Untuk sesaat gadis bernama Han Sunkyo, terdiam saat ada seseorang menyebut namanya. Suaranya terdengar bersahabat namun ia ragumenebak siapa itu. “Si—siapa kau?” tanyanya seraya memalingkan kepalanya kearah asal muasal suara tersebut. “Apakah itu kau, Siwon-ah?”

Sayangnya lawan bicaranya tidak menjawab, ia terdiam membisu dan itu membuat rasa takut yang saat tadi menghilang seketika mencuat kembali kepermukaan. “Yak! Choi Siwon, aku tidak suka becandamu! Siwon-ah!!! Yya…” tanpa Sunkyo sadari jatuhlah buliran-buliran bening dari kedua sudut matanya.

“Sebenarnya… apa yang telah terjadi padaku?? Ke—kenapa…” belum sempat gadis bermarga Han itu menyelesaikan ucapannya tiba-tiba seseorang mendekap tubuhnya. Sunkyo dapat merasakan kehangatan dari sosok yang telah merangkul tubuhnya, meskipun lelaki itu tidak banyak berkata apapun pada dirinya, ketulusan hatinya dapat terkirim tepat kerelung jiwa Sunkyo. “Oppa… me—mengapa aku tidak dapat…”

“Semua akan baik-baik saja, Sunkyo-ah.” suara lelaki itu begitu lembut saat ia berkata di sebelah cupin milik Sunkyo. “Semua… akan baik-baik saja, aku janji.” mendengar perkataan itu, Sunkyo semakin tak dapat menahan air mata yang telah terbendung di bawah pelupuk matanya dan dalam beberapa detik kedua pipinya sudah basah oleh tetesan cairan bening tersebut. Ya, Sunkyo menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan pria tersebut.

~OoO~

-Beberapa hari kemudian-

“Pah… mengapa akhir-akhir ini, Siwon Oppa jarang menjengukku? Apakah dia marah padaku?” kata Sunkyo ragu, dengan wajah yang sendu. “Aku kangen sama dia, Pah…”

Lelaki paruh baya itu terlihat enggan untuk menjawab pertanyaan putrinya. Namun ia tidak ingin membuat putri semata wayangnya sedih dengan jawaban yang sesungguhnya. Ia ingin sekali memberitahukah hal yang sebenarnya yang telah terjadi kepada Siwon, tapi Tuan Han tak tega mengatakannya.

“Mu—mungkin, Nak Siwon sedang sibuk,  Sunkyo-ah.”

“Tapi, Pah… ini sudah hampir seminggu dia tidak menjengukku! Apa… mungkin Oppa sedang berusaha menjauhi diriku karena aku buta?”  seketika kedua mata milik Sunkyo memanas saat mengucapkan kalimat terakhir tersebut.

Dengan cepat Tuan Han mengalihkan pikiran buruk itu dari benak putrinya. “I—itu tidak mungkin sayang, Siwon memberitahuku bila selama sebulan ini dia sibuk dengan urusan pekerjaanya. Dalam sehari, Nak Siwon menghubungiku bila dia harus bolak-balik Seoul – Canada.”

“Tapi, Pah.. dia kan bisa menghubungiku? Minimal aku bisa mendengar suaranya. Dia memang menyebalkan, gak peka!” tungkas Sunkyo, ia ingin marah semarah-marahnya sama lelaki yang satu itu tapi semua itu hanya bisa ia pendam karena orang tersebut saat ini tidak ada di depannya.

~OoO~

Tok…tok…tok…

Suara ketukan pintu membuat Sunkyo langsung menoleh kearah depan pintu. Tak lama kemudian pintu itu pun terbuka dan di sana sudah ada seorang pria berjas putih panjang dengan wajah yang tertutup masker. Tatapan mata lelaki itu terlihat begitu sendu tapi saat ia menatap ke arah gadis yang sedang duduk di atas bangsal, segurat senyuman tertarik di balik masker yang ia kenakan.

Perlahan-lahan, pemuda itu mendekat ke depan gadis itu. Disaat lelaki itu hampir sampai, tiba-tiba langkah kakinya terhenti. Sunkyo sama sekali tida bergerak, gadis itu masih menunggu apa yang akan dilakukan oleh sosok yang baru saja masuk kedalam ruangan inapnya.

Sunkyo memasang kedua pendengarannya dengan seksama, karena dia yakin bila orang yang saat tadi masuk ke dalam ruangannya masih berdiri di dekatnya. “Pah… apakah itu kau Papa?” tanya Sunkyo ragu. “Bukannya Papa bilang ingin menjemput Mama kesini? Di mana Mama??”

Tiba-tiba suasana di ruangan Sunkyo menjadi begitu sunyi dan kesunyian itu membuat gadis bernama Sunkyo itu menjadi takut. “ Si—siapa di—sana…” pertanyaan itu pun tak di sahuti oleh  lelaki yang saat ini berdiri tak jauh disisi kirinya. Bukannya jawaban yang ia dapatkan ia malah hanya mendengar ketukan sepatu yang semakin lama semakin jelas terdengar di gendang telinganya. “Si—siapa di sana! kau…kau siapa!”

~OoO~

“Sunkyo-ah, Mama da…” perkataan Nyonya Han terhenti sejenak saat melihat ada seorang pria sedang bersedang gurau dengan putrinya. “Kau… sudah tiba di sini… Nak…”

“Ya, Bibi Han.” sahut pemuda berjas putih itu.

“Mah… kata Siwon Oppa, dia akan menemaniku sekarang, semua pekerjaannya sudah selesai sekarang.” kata Sunkyo. “Benar kan, Oppa?”

Pertanyaan itu pun langsung di balas dengan anggukan. “Hemmm…”

“Ta—tapi… Sunkyo-ah, dia tidak bisa…” kata Nyonya Han, “Dia bukan…”

“Aku bisa Bi…”

Kedua mata Nyonya Han langsung terbuka lebar. “Tolong percayakan Sunkyo padaku.” tambah pemuda itu, Nyonya Han tak yakin bila ini hal yang baik untuk sang putri maupun lelaki tersebut. “Ta—tapi…”

“Mah… kenapa memangnya? Apakah kau tak mengijinkan aku bersama Siwon Oppa?” racau putrinya. “Bukannya Mama, sudah merestui hubungan kami berdua.”

Wanita paruh baya itu menjadi bingung menjawab pertanyaan sang anaknya. “Bu—bukan begitu sayang, Mama cuma…”

“Bibi tak perlu khawatir.” Pemuda itu berusaha menenangkan kegelisahan Nyonya Han. Setelah itu pria yang sadari tadi dipanggil oleh Sunkyo dengan sebutan Siwon minta ijin untuk berbicara kepada ibunya. Nyonya Han pun langsung pergi bersama pria jangkung itu keluar dari dalam ruang inap putrinya.

~OoO~

Setibanya di luar ruangan, air wajah milik pemuda itu berubah drastis. Matanya yang saat itu menunjukan kehangatan dan senyuman yang bersahabat seketika berubah muram tanpa ekspresi.

“Nak… apakah kau baik-baik saja?” tanya wanita paruh baya itu sambil menepuk pelan atas pundak lawan bicaranya. Pemuda itu menoleh dan kemudian langsung menghambur kepelukan sang wanita paruh baya itu.

Tubuh pria itu gemetar, sesekali terdengar suara sesegukan dari dalam gumaman pemuda tersebut. “Maafkan aku Bi… aku tidak bisa menjaga janjiku padamu bahkan janjiku kepada keluarga Choi.” ungkap pria itu gemetar. Kedua matanya sudah basah dengan airmata.

“Kau sudah berusaha sekuat tenagamu, Nak. Kau tidak perlu merasa bersalah pada kami.” sahut Nyonya Han seraya melepaskan pelukannya dari tubuh pemuda tersebut. “Kau sudah cukup banyak  membantu kami.”

Pria itu berusaha untuk memperlihatkaan senyuman di sudut bibirnya namun itu terlihat sangat sulit baginya untuk dilakukan saat ini. “Aku sudah mendengar semuanya dari Ibu Siwon sudah mengabariku tentang perihal itu semua. Dan ia juga menitip salam untukmu, Nak Bogum… ia sangat berterimakasih karena kau mau berjuang menolong putranya dan mau menemani Siwon sampai ajal menjemputnya.” Kemudian menghapus lembut tetesan airmata yang membasahi kedua pipi Bogum.

“Itu sudah pekerjaanku Bi… dan juga Siwon adalah sahabat baikku, aku merasa bersalah pada dirinya karena aku tidak bisa menyelamatkan nyawanya. Aku memang seorang dokter yang tidak berguna!” suaranya yang parau membuat hati Nyonya Han semakin merasakan perasaan sedih Bogum. Ia tahu bila Pria bernama Park Bogum itu adalah sahabat karib dari kekasih putrinya, Siwon.

Siwon pernah mengenalkan Bogum pada dirinya sebulan yang lalu saat tak sengaja bertemu mereka di sebuah Mall, sayangnya saat itu Sunkyo sedang tidak ikut dengan dirinya karena ada urusan kuliah. Mereka berdua sudah bersahabat sejak kecil. Maka dari itu Siwon sudah menganggap Bogum layaknya saudara sendiri.

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, Bogum-ah…” tanya ibunda Sunkyo.

Dan kemudian disahuti oleh Bogum. “Kita akan merahasiakan semua ini pada Sunkyo, Bibi Han. Bibi kan tahu keadaan Sunkyo sangat buruk. Saat ini dia tidak dapat melihat karena trauma yang diterimanya saat kecelakaan mobil bersama Siwon.” kata Bogum dengan gamblang.

Nyonya Han tahu bahwa, putrinya Sunkyo mengalami pendarahan yang cukup parah di bagian kepalanya sehingga membuat dirinya koma hampir setangah tahun. Saat pemeriksaan dibagian mata putrinya, ahli spesialis yang menanganinya tidak menemukan keanehan. Semuanya normal tapi kejadian yang dialami oleh Sunkyo  sering terjadi karena traumatik sehabis kecelakaan.

“Semua kebenaran akan mengganggu pemulihan kesehatan Sunkyo. Kita harus menyembunyikannya sampai Sunkyo dapat melihat kembali dan sehat sedia kala.” kata Bogum tegas.

“Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila Sunkyo mengetahui kebenarannya. Ibu takut, Bogum-ah.”

Mendengar kegelisahan yang dirasakan oleh Nyonya Han, Bogum lalu menggegam lembut kedua tangan milik wanita paruh baya tersebut dan kemudian berkata. “Aku yang akan menanggung semuanya, Bi… Aku akan mengantikan Siwon untuk menjaga Sunkyo untukmu.”

~OoO~

Hari pun berlalu begitu cepat. Dan tak terasa sudah hampir empat bulan Sunkyo telah sadar dari komanya. Namun hari-hari dirinya di rumah sakit membuat gadis berambut kecoklatan itu merasa mual dengan bau aroma rumah sakit.

“Siwon Oppa, kapan aku bisa melihat kembali?” tanya Sunkyo. “Aku sangat merindukanmu, Oppa.”

Pria yang ada di depannya tersenyum sebelum ia menjawab pertanyaan itu. “Secepatnya, aku sudah lihat hasil medismu. Kau akan segera melihat, hanya menunggu hari saja.”

“Benarkah?”

“Hemm…” kemudian menepuk lembut puncak kepala milik Sunkyo.

Karena saking senangnya, Sunkyo pun langsung memeluk pria yang ada di sampingnya. “Gomawo, Oppa-ah. Aku…” tiba-tiba Bogum mendorong tubuh Sunkyo untuk menjauh dari dirinya. “Ada apa, Oppa?” tanya Sunkyo bingung. Tak biasanya kekasihnya memperlakukan dirinya seperti ini. Memang beberapa bulan belakangan ini nampaknya kekasihnya mengambil jarak darinya. Kekasihnya juga tidak pernah mengatakan kalimat cinta untuk dirinya bahkan berpegangan tangan saja suatu moment yang sangat sulit dilakukan oleh mereka berdua.

“Aku lupa bila aku ada panggilan kerja saat ini, Sunkyo-ah. Aku pergi dulu.” Dengan terburu-buru Bogum berjalan setengah berlari keluar dari ruang rawat inap Sunkyo.

Sunkyo semakin bingung bahkan ia samakin tidak mengenal lagi kekasihnya yang baru saja ia kencani beberapa minggu sebelum hari kecelakaan. “Ada apa dengan dirimu, Siwon-ah. Mengapa aku merasa selama kau di dekatku, dirimu bukan lah lagi dirimu. Kau begitu asing namun anehnya ketulusanmu dapat aku rasakan.”

Ingin Sunkyo mengatakan semua perasaannya pada pria tersebut namun ia tak mampu, ia tak ingin bila hubungan mereka menjadi canggung. Apalagi saat ini Sunkyo masih tak dapat melihat jadi pada akhirnya gadis itu hanya bisa menyimpan itu semua di dalam hatinya.

~OoO~

-Keesokan paginya-

Terlihat seorang lelaki sedang berlari kencang menuju kesebuah ruangan. Sesampainya di sana ia melihat sudah banyak perawat mengelilingi seorang gadis yang sedang duduk di atas bangsal. Di sana juga ia melihat kedua pipi pasien itu sudah basah dengan air mata.

“A—ada yang telah terjadi pada dirinya?” tanya pria itu sambil mengatur napasnya. Para perawat pun menoleh,

“Dok..” belum sempat perawat itu melanjutkan perkataannya lelaki itu langsung memotongnya.

“Sstt!” imbuhnya sambil menaruh jari telunjuk di depan mulutnya, seakan memberi isyarat bila perawat itu tidak menyebutkan namanya.

Dan isyarat itu di mengerti oleh para perawat. “Nona Sunkyo tadi dapat melihat namun tak beberapa lama kemudian penglihatannya kabur dan sekarang ia tak dapat melihat kembali.” Kata salah satu perawat. “Nampaknya kita harus melakukan pemeriksaan lebih dalam kepada Nona Sunkyo, Tuan… Siwon.” nada bicara perawat itu berubah saat menyebutkan nama sang lelaki.

~OoO~

-Di ruangan lab-

Di sana sudah ada Bogum beserta dua asisten dokter dan beberapa perawat lainnya yang sedang membantu Sunkyo untuk melakukan pemeriksaan. Tak lama kemudian ada seorang wanita berseragam putih menarik lengannya untuk keluar dari dalam ruangan.

“Dokter, ada yang ingin saya bicarakan padamu.” bisik seorang perawat itu.

Setelah mereka berdua tiba di ambang pintu, pintu itu pun di tutup.

“Apa kau sudah tidak waras Dokter Bogum? Mau sampai kapan kau berbohong padanya?” tanya perawat itu.

Mendengar ocehan lawan bicaranya membuat lelaki itu menghela napas panjang, seolah ia sudah lelah dengan pertanyaan sang gadis. “Sampai kapan? Kau pasti sudah tahu jawaban apa yang akan aku katakan padamu, Jihyun-ah.”

Oppa, kau benar-benar bodoh! Kau itu bukan lah Choi Siwon, kau itu Park Bogum! Choi Siwon sudah tidak ada di dunia ini.  Harus kah aku selalu mengingatkanmu siapa kau sebenarnya!” pekik gadis itu geram.

“Cukup! Aku tidak mau membahas lagi masalah ini, dan satu lagi kau harus ingat kita ada di rumah sakit, dan juga tak pantas seorang perawat sepertimu berteriak-teriak di sini, mengerti!” ucapnya pelan namun terdengar tegas. “Kau seharusnya tahu apa tugas seorang dokter jadi kau tahu juga jawaban apa yang akan kau terima dariku.” Lalu Bogum pergi meninggalkan Jihyun dan saat Bogum pergi ia berpapasan dengan seorang pria yang berpakaian sama dengan dirinya.

“Dokter Park, apa kabarmu?” sapa pria berjas putih panjang itu namun tak digubris oleh Bogum, Ya Bogum tetap berjalan tanpa membalas sapaannya. Merasa tak di sahuti ia pun lalu berjalan menghampir Jihyun. “Ada apa dengan dia, Jihyun-ah?” tanya sang dokter.

Gadis itu tetap terdiam, ia nampak tak ingin menyahuti pertanyaan sang pria. “Oh iya, ngomong-ngomong Suster Jihyun suka pria seperti apa?” tanyanya malu-malu, entah lah apakah gadis itu sadar atau tidak dengan pertanyaan rekan kerjanya.

Tak beberapa kemudian wanita berseragam putih itu berkata. “Park Bogum! Kau itu manusia yang paling tidak waras yang pernah kutemui.” imbuhnya geram sambil menatap belakang punggung berjas putih tersebut.

Pria di sampingnya sempat terkejut saat mendengar jawaban darinya, karena itu ia lalu menepuk belakang pundak gadis itu untuk menegaskannya. “Apa pria keteriamu seperti Dokter Park Bogum, Jihyun-ah?” katanya tak yakin.

Gadis itu lalu menoleh dan terkejut saat menyadari bila sudah ada seseorang di sampingnya. “Apa yang kau lakukan di sini Dokter Kim Taehyung?”

“Kau suka dengan pria seperti Dokter Park? Dia kan tidak waras, masa dia mau saja melakukan hal semacam itu pada pasiennya, Sunkyo?” kata pria bermarga Kim tersebut, nampaknya guyonan pria itu membuat Jihyun merasa kesal. “Aku lebih memilih pria tidak waras seperti dirinya dari pada harus memilih dirimu! Bodoh!” tungkas Jihyun kemudian langsung berlalu.

Pria yang bernama lengkap Kim Taehyung itu pun membeku. Ia berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakan gadis itu padanya. “Bodoh?” ia mulai terkekeh. “Tunggu sebentar, apakah tadi itu dia menyumpahiku?” netranya lalu menatap fokus ke arah gadis yang ada di depannya dan dengan langkah yang ringan laki-laki itu lalu berlari menyusul Jihyun.

Di tempat yang lainnya, ternyata Sunkyo sudah berdiri di balik ambang pintu sedari tadi. Dadanya terasa sesak saat mendengar kenyataannya  bahwa pria yang selama ini di sampingnya semenjak dirinya dirawat di rumah sakit bukan lah kekasihnya. Yang paling memilukan hati Sunkyo adalah kabar kematian sang kekasihnya. Tanpa terasa meneteslah buliran bening dari salah satu sisi sudut mata milik gadis bermarga Han tersebut.

“Mari Nona Han, saya antar Anda kembali keruangan.” tawar sang perawat yang membuat Sunkyo tersadar akan lamunannya. Sunkyo buru-buru menghapus airmatanya kemudian kembali ke ruangannya bersama perawat, beberapa saat kemudian sampailah mereka dan Sunkyo di tuntun sampai ke depan bangsalnya setiba di sana perawat itu pun undur diri.

“Tunggu sebentar, Suster!” panggil Sunkyo. Sang perawat langsung menoleh dan berjalan kembali ke arah Sunkyo yang sedang duduk di atas ranjangnya. “Bisakah kau membawa Dokter Park Bogum ke sini? Aku ingin mengucapkan terimakasih banyak padanya.” kata Sunkyo tenang meskipun suaranya terdengar bergetar.

~OoO~

Beberapa jam kemudian akhirnya datanglah pria yang sedari tadi ditunggu-tunggu oleh Sunkyo. Pria itu terlihat kikuk saat akan menginjakan kakinya ke dalam ruangan tersebut. Karena ini kali pertama ia berhadapan langsung dengan Sunkyo sebagai dirinya sendiri. Meskipun ia tahu gadis itu tak dapat melihat dirinya namun Bogum merasa kalau kedua mata milik gadis berambut kecoklatan itu sedang mengamati gerak-geriknya.

Bogum lalu melepaskan masker yang selalu menempel di wajahnya bila saat bersama Sunkyo. Ia melakukan itu semua agar Sunkyo tidak tahu suara asli miliknya. Perlahan-lahan Bogum berjalan menghampiri Sunkyo. Gadis itu masih terdiam, namun tatapan matanya terus menatap kearahnya.

“Si—siapa disana?” kata yang keluar dari bibir mungil milik dara manis itu. Sejenak langkah kaki pria itu terhenti,  setelah itu ia kembali melangkah kan langkah kakinya. “Maaf telah membuatmu lama menungguku, Nona Han Sunkyo.” katanya pelan.

Sunkyo  terlihat ragu untuk membalasnya. “A—apakah kau Dokter Park?”

“Ya, maaf baru bisa memperkenalkan diriku sekarang. Karena ini awal pertemuan kita, Saya akan memperkenalkan diri. Perkenalkan Park Bogum, Dokter ahli saraf.”

“Han Sunkyo, senang bertemu denganmu” sahutnya kemudian mengangkat tangan kanannya seakan mengisyratkan untuk berjabat tangan, dan dengan gentlemen Bogum menyambut lembut tangan lentik milik Sunkyo. “Senang bertemu denganmu juga.” tambahnya.

~OoO~

 

Hari pun berjalan begitu cepat, dan tak terasa sudah hampir tiga minggu pertemuan mereka tanpa ada penyamaran dari pihak lelaki. Seperti biasa juga Bogum selalu menyempatkan mampir ke ruangan Sunkyo sekedar mengecek keadaannya sebelum ia memeriksa pasien yang lainnya. Kebetulan pada hari ini, waktunya kosong karena saat ini adalah hari sabtu. Jarang ada aktivitas di keluar masuk pasien untuk di rawat inap sehngga Bogum bisa lebih lama menemani Sunkyo.

“Bagaimana keadaanmu hari ini, Sunkyo-ah.”

“Baik.” suaranya terdengar jenuh, Bogum menyadari bila moodnya Sunkyo sedang tidak baik.

Dengan hati-hati pria itu lalu berkata. “Mengapa kau terlihat tak semangat,Sunkyo-ah?” Sunkyo  masih terdiam, ia nampak enggan berbicara. “Apakah kau marah denganku? Maaf bila akhir-akhir ini aku jarang datang kemari, sebenarnya…”

“Bolehkah aku memegang tanganmu?” tiba-tiba Sunkyo menyela. Bogum sedikit bingung dengan prilaku yang ditunjukan kepadanya. Tampa perlawanan ia pun lalu mengulurkan tangannya ke arah  gadis itu agar  Sunkyo dapat mengengamnya.

Sunkyo masih dengan keadaan diam seribu bahasa saat menggengam tangan Bogum. Gadis itu terus menunduk, dan pemandangan itu membuat perasaan Bogum rikuh. “Apakah kau…”

Belum sempat Bogum menyelesaikan perkataannya, lagi-lagi Sunkyo  memotongnya. “Siwon Oppa mengapa tanganmu berbeda?” mendengar perkataan itu, Bogum langsung menarik tangannya dari gengaman Sunkyo. “Siwon Oppa, mengapa suaramu dari awal bertemu tidak sama seperti yang dulu? Kau bahkan tak pernah menyentuh tanganku saat kita bertemu? Mengapa kau berubah, Oppa?” tanya Sunkyo dengan tatapan yang dalam kearah Bogum.

Ditanya tentang soal itu, membuat Bogum bingung menjawabnya. Pria itu bungkam seribu bahasa. “Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi? Atau memang tak seharusnya kau mencintaiku, Dokter Park Bogum?

Lelaki itu langsung mengangkat dagu untuk melihat Sunkyo. Mata terbuka lebar dan tak percaya saat Sunkyo mengatakan perkataan semacam itu pada dirinya. “A—apa kau…”

“Sudah cukup, kau merahasia kan jati dirimu.”

“Sejak kapan…” masih dengan wajah yang terkejut.

“Kau tidak perlu tahu, aku sudah lelah berpura-pura di depanmu. Aku butuh penjelasanmu dengan apa yang telah terjadi kepadaku maupun Siwon.”

“I—itu…sebenarnya aku ingin mengatakannya, kalau Siwon sudah tiada. Ia meninggal di meja operasi saat akan melakukan transplatasi jantung. Luka yang kalian alami saat kecelakaan mobil cukup berat. Bahkan supir Truk yang menabrak mobil kalian tewas di tempat.”

Seketika, airmata yang sedari tadi ditampung oleh Sunkyo pun meleleh begitu saja membasahi kedua pipinya. Ia berusaha keras untuk tidak menangis namun itu adalah sesuatu yang sulit untuk ia lakukan di saat ini. Seperti mencari sebuah jarum di atas tumpukan jerami. Usaha yang ia lakukan itu akan sia-sia. “…Oppa…. mengapa kau pergi meninggalkanku seperti ini, Siwon Oppa.” tutur Sunkyo parau. Gadis itu sesunggukan saat  ia menyebut nama terkasihnya. “Wae… Waeyo Oppa?

Melihat itu Bogum pun berjalan menghampiri Sunkyo kemudian memeluk tubuh gadis itu yang sedang gemetar. Ia melakukan itu semata-mata untuk menenagkan hati gadis tersebut. “Mengapa kau pergi meninggalkan diriku begitu cepat, Siwon Oppa.” ujarnya kembali di dalam dekapan Bogum.

~OoO~

-Tiga minggu kemudian-

Cuaca hari itu begitu cerah. Semilir angin berhembus menyibak lembut rambut milik seorang gadis yang berpakaian serba hitam. Tak beberapa lama kemudian datanglah sesosok pria yang memakai pakaain berwarna sama dengan sosok gadis yang saat ini sedang berdiri di depan pusaran orang ia ia kasihi.

“Kau datang ke sini juga, Sunkyo-ah?” mendengar namanya dipanggil, gadis itu pun mengangguk. “Bagaimana keadaanmu sekarang, apakah kau baik-baik saja?” tanya pria itu kembali.

Sejenak gadis itu terdiam sebelum ia membalas pertanyaan seorang pria yang bernama Park Bogum. “Aku baik-baik saja, Dokter Park.” sahutnya seraya memperlihatkan seulas senyumannya ke arah Bogum setelah itu ia tatapan kembali ke arah batu nisan yang ada di depannya.

Bogum menghela napasnya panjang, seolah ada sesuatu yang sangat mengganjal di dadanya saat menatap gadis yang saat ini berdiri di sampingnya. “Sunkyo-ah… Apakah aku tak bisa?”

Kedua netra gadis itu kemudian mengarah ke arah pria yang saat ini berada di sisi kanannya. Bibir gadis itu masih tertutup rapat. Nampaknya ia enggan untuk menjawab pertanyaan lawan bicaranya. Merasa di acuhkan Bogum pun kembali berkata. “Apakah aku tak bisa mengantikan posisi Siwon di hatimu?” lirih pemuda itu.

“Maafkan aku, Bogum-sshi. Aku tidak mau kau melakukan itu semua karena rasa kasihan. Aku tidak butuh rasa ibamu.”

“Ini bukan rasa kasihan maupun rasa iba, Sunkyo-ah. Aku benar-benar mencintaimu.” Jelasnya.

Sayangnya Sunkyo tidak mau terlalu terjerumus terlalu dalam dengan keadaan yang menimpa dirinya. “Maafkan aku, Bogum-sshi. Namun bagiku, semua yang kau lakukan sekarang untukku itu semata-mata untuk memenuhi janjimu pada almarhum. Aku tak ingin membebanimu.”

“Tapi, Sunkyo-ah…Aku…”

“Tolong berikan aku waktu untuk sendiri, bila kita memang berjodoh tidak akan ada satu penghalang pun yang dapat memisahkan kita berdua.” balasnya kemudian seraya memperlihatkan seulas senyuman tipis di sudut bibirnya.

Lelaki itu termangun, ia tidak mampu berkata-kata lagi di depan Sunkyo. Ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknnya, ia hanya dapat menunggu kapan waktu berbahagia itu datang di dalam kehidupan mereka berdua.

~OoO~

-Dua tahun kemudian-

“Sunkyo-ah, Jangan lupa bawa kan apa yang Mama pesan ya.”

“Iya, Mam… aku sudah bawakan semua yang Mama pinta.” Sahut anak gadisnya.

Setelah semuanya telah rapi, ibu dan anak itu pun pergi menuju ke kawasan Pratunam yang tidak jauh dari kediamannya. Sang anak gadisnya menjinjing beberapa untaian bunga di dalam goody bag yang ia bawa.

Kawasan yang mereka datangi tak pernah sepi meskipun hari sudah gelap. Di Thailand banyak sekali altar di setiap daerah namun 4 Face Buddha di Bangkok yang memiliki mitos yang unik. Menurut kepercayaan, mereka yang datang ke altar ini keinginannya bisa terwujud.

Ibunya sering bersembahyang di sana tiap seminggu sekali. Keinginan sang Bunda tak muluk-muluk ia hanya ingin seluruh keluarganya sehat dan dijauhkan dari marabahaya. Terkadang Sunkyo juga sering diam-diam pergi ke4 Face Buddha untuk pergi berdoa.

Meskipun di dalam hatinya terkadang menyangkal bagaimana mungkin semua yang tidak mungkin bisa ia dapatkan. Apalagi untuk permasalahan dirinya dengan Bogum. Bagaimana lelaki itu bisa menemukan dirinya, bila ia pergi bergitu saja tanpa memberitahukan dimana dirinya akan pergi. Hampir dua tahun ia berpikir masak-masak. Apakah ia mampu menerima lelaki itu untuk masuk ke dalam kehidupannya. Sunkyo tidak mau bila rasa kasih yang lelaki itu berikan padanya semata-mata hanya rasa belas kasihan, ia benar-benar tidak membutuhkannya. Sunkyo lebih memilih hidup tanpa kekasih disisa hidupnya  dari pada harus mendapatkan pria yang hanya mengangap dirinya sebagai beban.

“Sunkyo-ah, Mama mau pergi membeli sesuatu dulu ya, Nak.” Kata Sang ibu. “Kau tunggu lah di sini, nanti Mama kesini lagi.” Sunkyo pun lalu mengiyakan perkataan sang ibunya dengan anggukan. Sunkyo cukup lama menunggu. Maniknya menatap jauh ke arah patung empat wajah Buddha yang berdiri di tengan jalan Pratunam.

Dalam hati gadis itu tergelitik untuk memanjatkan doa. Karena selama ini ia tidak pernah berdoa untuk hubungannya dengan Bogum, tak sekali pun ia nama Bogum di doanya. Doa yang selalu ia pint adalah agar kedua orang tuanya sehat selalu, banyak rezeki dan dijauhakan dari malampetaka. Itu saja. Namun hari ini ia ingin sekali memanjatkan doa untuk hubungan mereka berdua. Sunkyo juga tak terlalu berharap bila doanya akan dijamah oleh Tuhan, namun setidaknya dia mau berusaha untuk meminta kepada sang pencipta.

“Tuhan, bila dia memang adalah jodohku yang telah kau siapkan untuk diriku. Tolong pertemukan aku dengan dirinya. Bila aku bertemu dengan dirinya saat ini, aku  akan berjanji tidak akan menyia-nyiakannya lagi. Tak akan aku lepaskan dirinnya walaupun sedetik saja.” ujar batinnya.

Setelah memanjatkan doa, gadis campuran korea – Thailand itu pun bergegas kembali ke tempat ia menunggu Ibunya. Saat ia membalik kan tubuhnya, tak sengaja ia menabrak seseorang yang ada di depannya. Sunkyo nyaris jatuh tersungkur namun hal buruk itu tidak terjadi karena orang yang ada di depannya dengan sigap menarik tubuhnya yang nyaris mencium atas jalan beraspal tersebut.

“Maaf, aku tidak sengaja.” kata Sunkyo panik kemudian merapikan rambutnya untuk melihat sosok yang telah membantunya.

Kedua bola mata Sunkyo membulat sempurna saat melihat sosok yang ada di hadapannya. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat, gadis itu pun lalu mengucek sebelah matanya untuk mempertegas apakah gambaran itu nyata atau tidak. Tak selang beberapa saat, sebelah tangan Sunkyo yang sedang sibuk mengucek matanya di gengam lembut oleh pria di depannya.

 “Akhirnya aku menemukanmu, Sunkyo-ah.” kata pria itu lembut, dan dibalas oleh Sunkyo dengan seyuman yang mengembang di wajahnya.

-The End-

~OoO~

Hai…hai… akhirnya selesai juga ^^

Maap ya kalau ceritanya agak aneh#samakayayangbuat# ini kali pertamaku buat cerita abang wonppa ma Bogum di satu FF… Dan pas Jadi, penulisnya jadi iri sama yang jadi OC-nya, wkwkwk XD berhubung ini ceritanya requesant sih Sunkyo a.k.a Ayun… semoga yang requeast sama yang lainnya ikutan suka ^^

Maap kegajeanku ya, Yun, and… Hutangku lunas yah!!! Mudah-mudahan Ffnya bisa mengurangi rasa peningmu saat berkutat menyusun skripsi ya, Saiii… siapa tau abis baca punya ide buat Skripsinya n siapa tau juga bisa dapet ide buat ngelanjutin ff mu yang lain, wakakaka… oke deh sekian cuap-cuapnya, sampe ketemu di fanficku yang lainnya, bhay..bhay..  ^^

 

Advertisements

15 thoughts on “[Oneshoot] Masquerade

  1. Jihyun eonniii…. Nayoung is here… Wkwkwkkw😂😂😂😂

    Biasalah efek gk bsa tdur jdi baca malm2… Oiya kak aq suka sama alurnya dn penggabaran certanya… Pkoknyaa.suka2….

    #jgnlupaffnayoungjinyakak

  2. Satu kalimat yg tepat buat ff ini “pahit di awal, manis di akhir” huwaaah co cuwiit, kak.

    yaa meski Sunkyo harus menderita dulu namun pada akhirnya dia berhasil menemukan kebahagiaannya. Btw, kalimat dia Sunkyo untuk Bugeom, bikin baper wkwkwk

    ditunggu ff sequel bur saehyun taeyongnya hahahah

    • Penulisnya juga ikutan baper pas nulis ceritanya, sih sunkyo menang banyak, kkkk 😂😂😂gak dapet oom mesum dapet cogan imut 😆😆😆

      Ditunggu aja ya pel, mudah-mudahan bisa dibuatin, loh??? Makacih buat rclnya 😘😘😘

  3. Halooo kak phi~

    First aku mau bilang a big thankyou!! Really dr semua orang yg ku rekues, ff ini paling berkesan sih… sama punya zul juga deh wkwkwkwk yg lain bagus banget juga.. tapi sayangnya pas aku minta fluff langsung di kasih fluff, akibatnya aku diabetes bacanya dan mulai bosen sama fluff😂😂😂😂

    Ff ini aku suka alurnya wkkwkwk… terutama siwon bogumnya wakakaka… thankyou sekali lagi kak phi… aku baru plg trus baca ini, rasanya kek bab 1 skripsi aku gaperlu revisi lg 😂😂😂😂 #plaakk

    Oh iya, btw aku agak bingung kenapa sunkyo dr buta tb2 bisa liat lg… mungkin prosesnya invisible ya kak wkwkwkwk… tp aku demen sih ceritanya… berasa penting bgt… btw itu jihyun sama v unyu bgt momennya. Ku pikir bakalan ada lanjutannya ttg merek wakkakaka…

    Overall ceritanya bagus dan aku suka, meskipun ada beberap typo tapi its ok lah apalagi aku juga typo princess wkkwkwk… btw krn sunkyo di nistain aku jadi gabisa liat bogum senyum loh… aih.. padahal itu tuh yg bikin sunkyo naksir berat trus diabetes liatnya 😂😂😂😂 maafkan adek ya bang siwon 😂😂😂😂 abang bole marah ntar kalo udh pulang.. tapi tolong kasih kesempatan adek bang kali ini 😂😂😂😂 #plaakk

    Hooh iya.. ini ff yg paling sesui pesanan wakakkaak.. ada siwon sunkyo bogum dan hepi ending. Wakakkaka ff impian sunkyo bgt 😂😂😂😂😂 krn udh makin ngaco, so sunkyo undur diri ya kak phi..

    Keep fighting and keep writing^^

    • Haloo juga yun…
      Senengnya kalo kamu suka sama ceritanya n maap kalo lama banget aku postinginya, biasa stak waktu mau buat endingnya.

      Jujur aku gak jago buat ff yg genrenya fluff, mungkin jarang digombalin juga ma doi, wkwkwk jadi kaya begini dah 😂😂😂

      Jadi sunkyo itu sebenernya gak buta permanen cuman sementara karena dia mengalami trauma gitu dan gak ada obat yg bisa nyembuhin dia, wkwkw 😂😂😂#akibatkebanyakannontonsinetronnihpenilisnya#

      Disini aku nistain 2 org loh sunkyo sama siwon… yg atu meninggal yg atunya lagi buta,#sadisbangetyanihorang# untuk penulisnya gak khilaf ampe ending 😂😂😂

      Emang aku selipin jihyun ma sih tae buat selingan luucu-lucuan 😆😆😆 siapa gau tar mereka nongol lagih di cerita yag akan datang. #bukansequelnyayah#

      Btw makacih ya yun atas apresiasinya, 😘😘😘

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s