[Oneshoot] Always In My Heart

images-1

Always In My Heart || Vera Riantiwi29  || Main Cast : Park Jimin (BTS) – Park Mina || Other Cast : Kim Taehyung (BTS) – Kim Seok Jin (BTS) – Lee Nayoung (Oc) || Romance – Sad || Oneshoot || PG-General ||

Disclaimer : FF ini murni pemikiran 100% milik Author dan imajinasi Author. Untuk Cast yang ada di dalamnya nanti milik Tuhan, Orang Tua mereka, dan tentunya Entertaiment mereka.

Summary :
Meski kau selalu menyakiti ku entah kenapa aku tidak bisa membenci mu sedikitpun.
Dan bodohnya aku masih disini menunggu mu kembali

♥ Always In My Heart ♥

Seorang pria berambut blonde baru saja keluar dari toko buku yang ada di pinggir kota Seoul. Saat hendak melangkahkan kakinya pergi tiba-tiba saja pandangannya beralih kepada pasangan yang ada dihadapannya kali ini. Park Jimin pria itu tampak berusaha bersikap biasa, dan lebih memilih untuk segera pergi menjauh. Dan tanpa Jimin sadari seorang gadis menatap penuh kesedihan setelah kepergiannya.

Jimin-ah, bogoshipo….

Ke esok harinya Jimin yang bekerja di toko buku itu kembali bekerja seperti biasa. Salah satu pengunjung datang dan membeli beberapa buku disana.

“Jimin-shi, aku ambil buku ini.”

“Ohhh…. Jin Hyung tentu saja… kau sendirian?”

“Iya… Biasa Nayoung sedang pergi bersama teman-temannya jadi dia tidak bisa ikut.”

“Ohhh… begitu…”

“Oiya… kalung itu bagus sekali, apa itu milik mu?”

“Kalung ini…. Iya…”

“Bagus… Kalau begitu aku pergi dulu… Jaga kesehatan mu, kau semakin kurus.”

“Ahh… Iya hyung kau tenang saja.”

Tak beberapa lama kemudian Jimin meraih kalungnya dan duduk menatap kalung itu. Jimin akhirnya mengingat masa-masa indah waktu bersama dengan gadis yang sangat di cintainya. Gadis cantik yang memperkenalkannya tentang cinta, gadis yang selalu ada disaat dia terpuruk. Tapi semua itu sudah berakhir gadis itu sudah pergi meninggalkannya dan lebih memilih dengan pria lain. Tiba-tiba saja Jimin teringat sesuatu dan dia mencari di salah satu rak tumpukan buku. Dan benar saja dia menemukan apa yang dicarinya. beberapa surat lama yang memang ditulis gadis itu ketika berada disini. Dengan ragu Jimin membuka salah satu isi surat itu dia membaca dengan gugup.

Dear Park Jimin,

Hallo Jimin-ah… mungkin setelah kau membaca surat ini berarti aku sudah tidak ada disisi mu lagi. maafkan aku karena aku tidak bisa lagi berada disisi mu. Bukan karena aku tidak mencintaimu tapi ku melakukan ini karena tidak ingin melihat mu menderita lagi.
-Park Mina-
Dear Jimin,

Apa yang harus ku lakukan? Aku bingung… mereka terus menerus memaksaku. Aku tidak mau Jimin… Tolong aku…

-Park Mina-

Membaca surat itu membuat Jimin bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa Mina terus berkata seperti itu. Karena rasa penasaran itu akhirnya Jimin membuka surat terakhir dan segera membacanya.

Dear Jimin,

Jimin-ah, mungkin ini surat terakhir yang akan aku tulis untuk mu, semoga kau akan selalu bahagia walau aku tidak ada disisimu. Maafkan aku…. Maafkan aku…. Aku tidak bisa mempertahankan cinta kita karena ku terlalu lemah. Aku akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi agar kau tidak membenciku. Egois mungkin iya aku egois tapi aku tidak ingin suatu hari nanti kita bertemu dan kau memandangku dengan penuh kebencian.

Sebenarnya aku dijodohkan dengan seorang pria dan pastinya kau akan terkejut kalau tahu siapa pria itu.

Kim Taehyung, pria yang dijodohkan dengan ku.

Apa yang ku lakukan?? Aku bingun… ditambah Taehyung mengancam akan menghancurkan toko buku milik mu. Aku tidak ingin hal itu terjadi, sudah cukup kau menderita dan bersedih selama ini. Aku tidak ingin kau seperti itu jadi aku memutuskan untuk menerima perjodohan itu. maafkan aku…. Walau aku menerima perjodoahn itu asal kau tahu hanya kau yang ku cintai.

Saranghae Park Jimin

Park Mina
Setelah membaca surat itu ada rasa menyesal karena mengira bahwa gadis itu meninggalkannya karena sudah tidak ada rasa cinta lagi. tapi ternyata Mina melakukan ini semua karena ingin melindungi dirinya.

Kau bodoh … kenapa kau menanggung ini semua sendiri.

Air mata Jimin tiba-tiba saja jatuh, dia menangis pilu. Dia lagi-lagi tidak bisa menjaga apa yang ada disisinya dan kehilangan lagi. Tanpa disadari Jimin hari sudah semakin larut, dia memutuskan untuk kembali kerumah. Dalam perjalan pulang tanpa sengaja Jimin melihat Mina sedang bersama dengan Taehyung. Disana Taehyung seperti sedang memakaikan sebuah kalung kepada Mina, melihat itu Jimin bergegas untuk pergi.

“Bagaimana kau suka? Kalung ini lebih bagus dari kalung murahan itu kan?” ucap Taehyung.

“Maaf Taehyung-ah, aku harus pergi?”

“Kau mau kemana? Apa kau ingin menemui dia? Tidak.. tidak akan ku biarkan? Kau itu milik ku Park Mina, jadi kau tidak boleh pergi menemuinya.”

“Tapi aku harus pergi Kim Taehyung-shi.”

“Aku bilang tidak ya tidak… kenapa sih kau itu suka dengan dia, kau pasti tahu seorang Park Jimin itu tidak memiliki apapun, dia miskin, dan tidak tampan.”

“Memang Jimin tidak sekaya dirimu, tidak setampan dirimu tapi dia memiliki hati yang baik seperti malaikat. Dan mungkin dari awal aku tidak menerima perjodohan konyol ini.” ucap Mina dengan menahan emosi dan pergi meninggalkan Taehyung.

Mina berlari kearah Toko Buku, gadis itu yakin Jimin akan pergi kesana. Setiba disana betapa terkejutnya Mina ketika melihat tulisan di toko buku itu “Di jual” dia tidak percaya dengan apa yang di tulis itu. Dia berbalik dan kemudian melihat Jimin yang berdiri mematung disana.

“Jimin-ah…” panggil Mina lirih sambil melangkah maju mendekati pria itu dan memeluknya dengan erat.

“Maafkan aku, Jimin-ah…. Maafkan aku… hikkss..” Mina menangis di dalam dekapan Jimin, dengan lembut pria itu mengusap pundak gadis itu dan berusaha membuat gadis itu tenang.

“Ssstt… Jangan menangis… kau tak perlu meminta maaf, yang seharusnya minta maaf itu aku bukan dirimu. Kau harus mengorbankan kebahagiaan mu demi aku, maaf kan aku.”

“Anniya… kau tidak salah… seharusnya aku mengikuti apa yang di katakan Nayoung pasti hal ini tidak akan terjadi. Sekali lagi maaf kan aku.”

“Sudahlah…. Yang terpenting kau saat ini kau ada disini… disampingku.”

“Lalu kenapa kau menjual toko buku ini?”

“Aku menjualnya untuk biaya hidup kita nanti di kota lain.”

“Jinjja…”

“Ne… apa kau ingin hidup bersama dengan ku dengan kekurangan yang ada nantinya?”

“Aku bersedia… asalkan kau selalu ada disamping ku. aku tidak peduli hal lainnya itu.”

“Terima kasih sayang… Saranghae”

“Nado Saranghae….”

END

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s