[Ficlet] Love Fool

love-fool

 

a fanfiction by apelijo©

[Actor]  Hong Jongyun  &  [OC] Park Jihyun

Support cast’s find by yourself

Romance, Fluff// Ficlet // PG-15

Disclaimer

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Cast’s milik Tuhan, Orang tua dan agensi masing-masing, I only own the story, don’t plagiat or copy-paste without my permission!

Note : Jujur, aku dapet ide membuat fanfiction ini pas lagi di kamar mandi heheh Fanfiction ini aku jadiin salah satu project fanfiction aku di tahun 2016, dan masuk kategori series fiction Musim Semi alias Spring! Tai karena lupa sama ini ff jadinya ku posting di tahun 2017 deh wkwkkw Semoga Kak Phiy suka ya sama ceritanya. Selamat membaca ^^.

Musim semi yang datang dengan membawa cinta darimu yang mampu menghangatkan hatiku yang dingin…

=+=Spring’s Love=+=

 

Jonghyun berlarian di sepanjang koridor kampus setelah sebelumnya ia mendengar kabar yang tak mengenakkan di telinganya. Pagi tadi, saat berangkat ke kampus kekosongan menghampiri hatinya saat sosok yang selama ini diam-diam sudah mampu menempatkan diri di hati Jonghyun— lebih tepatnya Jonghyun lah yang menempatkan nama gadis itu di hatinya, tak ada bersamanya.

Dan saat jam istirahat tadi, Jonghyun yang tak satu kelas dengan gadis itu datang untuk menanyakan keberadaan si gadis.

“Jonghyun-ah, sepertinya Jihyun tidak masuk kelas hari ini.” Ucap seorang teman sekelas Jihyun, gadis yang sedari tadi pagi dicarinya.

 

Dengan gerakan cepat, bahkan tanpa membalas atau setidaknya mengucapkan terima kasih pada temannya tadi, Jonghyun langsung meluncur mencari keberadaan Jihyun. Pemilik nama lengkap Hong Jonghyun itu menelusuri setiap sudut ruangan di kampusnya. Namun nihil! Tak ada satu pun tanda-tanda keberadaan Jihyun.

 

Hingga suatu ingatan tiba-tiba saja melintasi pikirannya. Langkah Jonghyun terhenti seketika. Saat ini, di kepala dan pikirannya tengah berputar sebuah memori kebersamaannya dengan Jihyun yang bisa menjadi petunjuk keberadaan gadis bermarga Park tersebut.

 

‘Aku suka hembusan angin yang menerpa wajahku, karena dengan begitu aku merasa lega karena kesedihanku tersapu bersih oleh angin…’

 

Dengan gerakan secepat kilat, Jihyun meluncur ke tempat yang biasa gadis itu kunjungi saat hatinya sedang resah. Karena setahu Jonghyun, semalam Jihyun bilang ia sedang ingin sendirian dan tidak mau ada yang mengganggunya.

 

Jonghyun masih berlari hingga ke luar area kampusnya, dengan pandangan mata yang menelusuri seluruh jalanan di sekelilingnya demi mencari keberadaan Jihyun. Langkah kakinya terhenti, saat manik matanya menangkap sosok siluet yang tak asing lagi baginya. Park Jihyun sedang berdiri menghadap aliran Sungai Han yang dibatasi oleh pagar pembatas tak jauh dari tempatnya berpijak.

 

Jonghyun berjalan pelan sembari mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat berlarian tadi. Langkahnya terhenti tepat di sampng gadis itu. Merasa ada orang lain selain dirinya, gadis itu menoleh dan mendapati Jonghyun dengan tatapan penuh amarahnya disertai tangannya yang mengepal kuat.

“Jong-“

Jonghyun langsung menarik tubuh mungil Jihyun yang masih mengenakan pakaian santainya  ke dalam dekapannya. Memeluknya erat seakan tak mau lagi melepaskannya.

 

“Hei, Hong Jong-“

“Kau kemana saja, huh?! Apa kau tidak tahu kalau aku sangat mengkhawatirkanmu?” nadanya menurun seiring berakhirnya kalimat yang ia lontarkan.

“Aku hanya sedang mencari angin segar.”

“Bukankah sudah aku bilang, ceritakan semua keluh kesahmu, tak peduli apapun itu.”

 

Jihyun tersenyum dalam dekapan Jonghyun, tangannya terangkat untuk membalas pelukan erat Jonghyun yang tiba-tiba.

“Maafkan aku…” ucapnya, “Karena menurutku tidak semua hal bisa aku ceritakan padamu, Jong…” lanjutnya.

“Baiklah…”

 

Keduanya berpelukan cukup lama, masing-masing dari mereka sama-sama tengah menikmati momen yang langka ini. Dua tahun lamanya mereka menjalin hubungan pertemanan, baru kali ini keduanya merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Ataukah salah satu dari mereka baru menyadari hal itu?

 

“Aku hanya sedang malas ke tempat ramai seperti kampus, dan ingin menenangkan pikiran sejenak.” Ungkap Jihyun pada akhinya.

“Apa karena masalah pagelaran seni di kampus kemarin?”

Jihyun hanya menganggukkan kepalanya yang masih berada dalam pelukan Jonghyun.

“Sudahlah, tak usah terlalu dipikirkan. Itu kan sudah berakhir.” Kini tangan Jonghyun berpindah untuk mengusap punggung kecil milik Jihyun. Berniat menenangkan hati si gadis.

 

Jihyun melepaskan diri dari dekapan Jonghyun, wajahnya terlihat ragu-ragu dan tak seperti biasanya. Bahkan terkesan malu. Atensinya ia alihkan kembali pada aliran Sungai Han yang mengalir tepat di hadapannya.

Kedua lengannya saling bertautan, seolah sudah menjadi kebiasaannya jika sedang malu atau bingung. Itu lah yang diketahui oleh Jonghyun. Karena pemuda bermarga Hong itu sudah hafal betul perangai gadis di hadapannya ini.

 

“Jonghyun-ah, sebenarnya aku sedang menyukai seseorang…” lirihnya hampir seperti gumaman, namun masih dapat terdengar oleh Jonghyun.

Kening Jonghyun mengkerut membentuk tiga garis di sana, menandakan Jonghyun tidak mengerti maksud ucapan Jihyun.

“Maksudmu?”

“Aku sedang menyukai seseorang.” Jihyun terdengar malu-malu.

“Siapa?” tanya pemuda itu, ‘Aku harap itu aku, Jihyun-ah…’ gumamnya dalam hati.

 

“Dia itu tidak terlalu tampan, sih, dan tidak terlalu tinggi juga. Tapi pintar dan sangat lihai bermain basket. Dia baik, dan-“ kalimat Jihyun terhenti seketika saat dilihatnya Jonghyun yang tengah tersenyum berseri namun nampak malu-malu dengan semburat kemerahan yang muncul di pipinya. “Kau kenapa, Tuan Hong?” tanyanya pada akhirnya.

“Aku tahu siapa dia.”

Jihyun tambah dibuat kebingungan dengan jawaban ambigu dari Jonghyun. Dengan wajah malas Jihyun kembali mengalihkan atensinya dari Jonghyun.

 

‘Bocah tidak waras!’ rutuknya dalam hati.

 

Lama tak ada percakapan antara mereka berdua, meski begitu pandangan Jonghyun tak pernah beralih dari wajah Jihyun. Bahkan kini tangannya ia sandarkan di atas pagar pembatas yang tidak tajam dengan kedua tangannya yang ia jadikan sebagai tumpuannya.

Sebuah ide gila terbesit begitu saja di benaknya. Jonghyun tersenyum jahil di balik kedua tangannya yang ia lipat tadi. Masih dalam posisi yang sama.

 

“Hei, Jihyun!” dengan penuh semangat Jonghyun memanggil nama Jihyun seolah ada sesuatu yang mengejutkannya.

“Apa?” dengan nada cueknya, Jihyun balik bertanya.

“Lihat itu!” Jonghyun yang terlihat antusias menunjuk arah samping kiri Jihyun, dengan refleks gadis itu langsung membelokkan atensinya pada arah yang Jonghyun tujukan.

 

“Apa?! Tidak ada apa-apa, dasar bod-“

 

Chu~

 

Jonghyun menempelkan bibirnya pada bibir Jihyun tepat saat gadis itu memprotesnya tadi. Mata Jihyun terbelalak, sangat terkejut. Sedangkan Jonghyun malah memejamkan matanya seakan menikmati momen yang menurutnya sangat langka ini.

Tak lama, tautan mereka terlepas. Jihyun masih memasang wajah kebingungannya. Jonghyun kini malah menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Mungkin sedikit malu juga atas tingkahnya yang sembarangan itu.

“Ma-maaf Hyun. Kelepasan!” Jonghyun terdengar gugup.

“Hei, bodoh! Tad-tadi itu apa…” nadanya semakin merendah di kahir kalimatnya.

“Itu balasan untukmu! Karena aku tahu siapa orang yang kau sukai itu.” Jihyun manatap bingung pada Jonghyun.

Kebingungannya bertambah seiring dengan tangan Jonghyun yang terulur di hadapannya. Jonghyun menghela nafas berat, menghilangkan kegugupan yang melanda dirinya. Matanya pun ikut terpejam sesaat.

 

“Kalau kau menerima uluran tanganku, aku anggap kau pacarku!” ucapnya semangat.

“Apa-apaan itu? Mana ada cara mengajak kencan seorang gadis dengan cara aneh seperti itu?!” protes Jihyun.

“Yang penting orang yang mengajak kencannya adalah aku, Hong Jonghyun!” tegasnya.

Jihyun tersenyum tipis, sebelum akhirnya tangannya mulai terangkat seakan-akan ia menerima ajakan Jonghyun. Tangannya terhenti sebelum menyentuh tangan Jonghyun.

 

Eum, tidak mau!” ketusnya dan berlari meninggalkan Jonghyun yang terkejut.

Yak!”

 

Jihyun seolah mengejek Jonghyun di ujung sana. Pemuda itu hanya tersenyum melihat tingkah kekanakan Jihyun. Kaki panjangnya bergerak mengejar Jihyun, yang kini sudah resmi menjadi pacarnya, menurut versi Jonghyun tentunya.

 

 

 

Karena musim semi telah datang dengan membawa cinta darimu yang mampu menghangatkan hatiku yang dingin. Aku mencintaimu, Park Jihyun! – Hong Jonghyun

 

 

=FIN=

 

 

Hi, kak Phiyun…

Maaf banget lama proses requestannya. Dan aku harap kakak suka meskipun ini amat terangat sangat gaje kkk, semoga kakaksuka yaa… ^^

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Love Fool

  1. Wooowww…. demi apa ini apelijoo…
    Fanfic buatanmu membuatku meleleh, 😍😍😍
    Ommoo sih oppa jong coocwiitt banget, walaupun nembaknya kaga romantis sih, wkwkw 😆😆😆

    Aku suka banget pas moment peluk-pelukan#jadiingetseseorang# 😂😂😂#mohondiabaikankegajeanku#

    Makasih banyak ya, Pel… buat fanfic requesantnya, lopee uuuu deh 😘😘😘

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s