OBSESSION [Part I]

apelijo

 

 

 

A fanfiction by apelijo©

[SVT] Jeon Wonwoo | [BTS] Jeon Jungkook | [NCT] Qian Kun | [BTS] Jung Hoseok | [BTS] Park Jimin | [EXO] Oh Sehun | [BTS] Kim Taehyung // [OC] Ji Saehyun | Lee Nayoung| Park Chanmi | Park Jihyun | Mina Park | Choi Hana

Genre : Drama, Marriage Life // Length : Chaptered // Rate : PG16

Poster by  BluebellsBerry

 

Disclaimer

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Cast’s milik Tuhan, Orang tua dan agensi masing-masing, I only own the story, don’t plagiat or copy-paste without my permission!Hargai penulis yang sudah susah payah mencari ide ceritanya.

Summary

Semakin kau terhanyut dalam ambisi, semakin jiwamu tenggelam dalam Obsesi

***

 

Berkali-kali lonceng yang terletak di atas pintu masuk kafe berdering, dan aku lihat pengunjung kafe ini semakin ramai saja. Tujuan mereka sepertinya sama denganku. Mencoba menghangatkan diri dari dinginnya cuaca di luar sana. Terlebih kepingan-kepingan salju tadi kini telah berubah menjadi tumpukan salju yang hampir menutupi sebagian ruas jalanan.

Kututup kedua mataku, mencoba menikmati aroma cokelat panas yang kuhirup. Aku selalu menyukai aromanya, yah, kupikir mungkin aku mirip dengan ibuku yang sangat menyukai cokelat panas. Ah— iya, aku jadi teringat pada kisah yang akan aku ceritakan padamu tadi. Oh— hei, wajar saja kan kalau aku lupa, aku hanya terhanyut dalam suasana yang tengah kunikmati ini, tentu aku akan melanjutkan kisahnya.

 

Oke, sekarang akan aku ceritakan padamu. Kisah ini berawal dari percakapan antara perkumpulan pemuda di sebuah bar, surga duniawi bagi pecinta dunia malam.

 

ooOoo

 

“DIJODOHKAN?!” pekik Jimin tepat di telinga Wonwoo, ya maklum saja karena saat ini mereka sedang berada di sebuah klub malam.

Deguman alunan musik yang kencang membuat siapapun yang berada di dalamnya harus berusaha sekuat tenaga agar ucapannya terdengar oleh lawan bicara mereka. Wonwoo meneguk segelas penuh bir dalam sekali tegukan ditemani dua orang wanita penghibur disamping kanan-kirinya.

“Begitulah. Ah, yang benar saja! Ayah sialan!”

“Harusnya kau bersyukur karena Ayahmu sangat peduli padamu.” Ucap seorang bartender tampan sembari menaruh beberapa botol bir di meja.

“Hoseok benar. Setidaknya cobalah untuk menuruti apa kata Ayahmu. Hei, siapa tahu gadis yang akan dijodohkan denganmu itu cantik dan seksi.” Seungcheol menambahkan dengan diiringi gerakan tangannya yang meliuk-liuk menggambarkan kata seksi menurutnya.

“Lalu, setelah kau menikah nanti apa kau tidak akan bermain denganku lagi, Wonwoo-ya?” ucap salah satu wanita penghibur di sebelah Wonwoo dengan manja.

“Entahlah… Tergantung bisa atau tidaknya gadis itu menghiburku.” Wonwoo menampilkan senyum menawannya.

Tanpa mereka sadari, sepasang telinga telah mencuri dengar semua percakapan mereka. Lelaki berambut blonde itu menampilkan senyum liciknya dibalik segelas bir yang hendak diteguknya.

Game’s start!”

 

Esok paginya Rumah Sakit Myungwoon malah digemparkan dengan berita penggabungan bisnis antara JS Group yang terkenal itu dengan salah satu konglomerat paling berpengaruh di Korea Selatan. Mulai dari petinggi rumah sakit hingga perawat tahu akan kabar mengejutkan ini.

Seorang perempuan berkuncir kuda berdiri tak jauh dari kerumunan orang-orang yang tengah menyaksikan berita utama pagi ini, apalagi kalau bukan berita penggabungan usaha dari dua perusahaan terbesar di Korea itu. Gadis berbalut jas putih itu hanya bisa tersenyum tak percaya atas apa yang tengah ia saksikan saat ini.

“Sepertinya kau berhutang penjelasan padaku, Nona muda.” Sindir seorang dokter cantik, Divisi Obgyn—Lee Nayoung, nama dokter tersebut yang terukir jelas di jas putihnya.

Sedangkan yang diajak bicara hanya balas menatap Nayoung dengan tatapan malas.

 

“Ulangi sekali lagi!” pinta Mina, perawat sekaligus asisten pribadi Nayoung.

“Aku dijodohkan oleh Ayah dengan salah satu putra dari kolega Ayah.” Saehyun mendaratkan kepalanya di atas meja dengan frustasi.

“Berita bagus. Akhirnya kau bisa menikah juga!” lagi-lagi Mina yang dikenal ceria itu malah bersorak sorai.

Mendengarnya membuat Saehyun terlonjak dan mendelitkan mata ke arah Mina.

“Kau pikir jika Ayahku tidak menjodohkanku, aku tidak akan pernah bisa menikah, begitu?!”

“Jangan salah mengartikan, Saehyun-ah. Maksud perkataan Mina itu baik, percayalah,” Nayoung tersenyum menyemangati Mina maupun Saehyun.

Ngomong-ngomong, siapa orang yang akan dijodohkan dengan dokter perkasa ini, ya?” goda Nayoung.

“Aku belum tahu seperti apa wajahnya itu. Ayah dan Ibuku bilang dia tampan, tinggi dan baik. Kalau tidak salah namanya… Won-, Wonho? Ah, bukan! Woohyun? Atau Won— ah, entahlah Won yang mana, yang jelas aku tidak mau, sunbae…” rengek Saehyun.

“Jangan begitu, aku yakin keputusan orang tuamu adalah yang terbaik untukmu.” Tutur Nayoung dengan bijak.

Nayoung memang dikenal sebagai seseorang yang periang, baik hati, dan dewasa. Hampir semua orang yang berada di rumah sakit ini menyukainya, terlebih Nayoung memiliki paras yang cantik. Sayangnya, mereka harus menelan kekecewaan, sebab Nayoung sudah tak sendiri lagi. Nayoung sudah menikah beberapa bulan yang lalu dengan seorang pegawai swasta keturunan Tiongkok yang bekerja di salah satu perusahaan besar di Seoul. Banyak yang bilang bahwa Nayoung dan suaminya merupakan pasangan yang sempurna meski bukan dari kalangan chaebol.

“Lalu, bagaimana dengan direktur tampan itu?” tanya Mina penasaran

“Siapa?”

“Itu, orang yang sering menjemputmu setiap pulang kerja. Bagaimana perasaannya ya saat tahu kalau kau akan dijodohkan begini?”

“Maksudmu Oh Sehun?” kali ini Nayoung yang bertanya balik pada Mina.

“Dia tidak ada hubungannya dengan ini, lagi pula hubungan kami hanya sebatas teman. Lebih tepatnya bahkan aku tak mengenalnya dengan baik.” Jawab Saehyun menjelaskan.

“Ah, kupikir kalian sepasang kekasih,” Mina terdengar kecewa, “Karena menurutku kalian itu sangat cocok, pasangan sempurna!”

“Jangan sembarangan bicara, aku mana sudi bersanding dengan orang misterius sepertinya! Terlebih, firasatku selalu buruk kalau dekat-dekat dengannya.” Saehyun bergidik ngeri membayangkan hal-hal buruk yang sekiranya bisa saja terjadi padanya.

Ttik Ttok

Handphone Saehyun berbunyi, menandakan sebuah pesan masuk. Dengan malas, gadis itu membuka dan membaca pesan yang diterimanya tadi yang membuat Saehyun hanya bisa menghela nafas berat.

 

From : Mommy

W Hotel and Restorant, jam 7 malam.

Jangan sampai telat, dan berdandanlah yang cantik.

 

 

Saehyun tengah berdiri di hadapan cermin berukuran besar yang menampilkan hampir seluruh tubuhnya yang berbalut dress soft pink selutut dengan lengan pendek, di tambah dengan riasan naturalnya yang semakin menambah tingkat kecantikannya malam ini. Sedangkan rambut kecoklatannya sengaja ia biarkan tergerai tanpa hiasan apapun. Sebuah jam tangan berhiaskan berlian melingkar dipergelangan tangan kirinya, ditambah high heels berwarna senada dengan dress yang ia kenakan. Sungguh, malam ini Saehyun terlihat berbeda dari biasanya.

Sudah lama sekali ia tak pernah bertemu dengan keluarganya, maklum saja karena Saehyun lebih memilih untuk tinggal sendirian dengan membeli sebuah apartement dekat tempat bekerjanya, itulah alasannya saat ditanyai oleh Ayah maupun Ibunya. Namun sebenarnya Saehyun hanya tidak mau terus dibayang-bayangi oleh mendiang kakak sulungnya. Karena begitu banyak kenangan antara ia dan kakaknya di sana, yang membuat Saehyun lebih memilih untuk menghindar sekaligus mencoba mencari tahu kebenaran dibalik kematian mendiang kakaknya.

Jam yang melingkar dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul enam lebih lima puluh lima menit. Hanya sekitar lima menit lagi pertemuan keluarga itu akan dimulai. Segera Saehyun keluar dari kamarnya, menyambar sebuah parka berwarna merah marun dan kunci mobilnya.

 

Sementara itu, pertemuan kedua keluarga besar itu tengah berlangsung. Kedua pemimpin perusahaan besar itu saling bercerita mengenai persahabatan mereka dahulu, mulai dari masa-masa sekolah sampai pada masa disaat mereka sama-sama mewarisi harta kedua orang tua masing-masing hingga saat menjadi pemimpin seperti sekarang ini. Tak lupa pula kedua keluarga itu juga saling membahas mengenai keluarga masing-masing, meski belum ada tanda-tanda kehadiran Saehyun ditengah-tengah mereka.

“Bu, kenapa anak kita lama sekali? Aku merasa tak enak pada Tuan Jeon dan keluarganya.” bisik Tuan Ji pelan.

“Seorang wanita itu butuh waktu untuk mempersiapkan penampilan mereka agar terlihat sempurna. Kita tunggu saja,”

Tak lama, seorang gadis berbalut mini dress yang cantik menghampiri perkumpulan keluarga tersebut dengan tergesa-gesa.

“Maaf karena sudah membuat menunggu lama.” ucapnya sembari membungkukan badannya memberi hormat.

Setelahnya, Saehyun kembali menaikkan wajahnya, matanya membulat saat netranya menangkap sebuah pemandangan yang tak asing lagi baginya. Jungkook ada ditegah-tengah keluarga tersebut. Pun dengan Jungkook yang langsung berdiri saking terkejutnya melihat sosok Saehyun berdiri tak jauh dari hadapannya.

“Kenapa? Apa kau mengenalnya, Jungkook-ah?” tanya Tuan Jeon saat melihat Jungkook yang tiba-tiba berdiri dengan ekspresi wajahnya yang terkejut.

“Iya, Ayah.” lirih Jungkook terdengar lemah.

“Syukurlah kalau begitu, aku tidak perlu memperkenalkan calon kakak iparmu lagi.”

Mata Jungkook membulat, semakin tidak percaya atas pernyataan Ayahnya. Perlahan Jungkook kembali mendudukkan dirinya meski air mukanya masih sama. Lain halnya dengan Saehyun yang berusaha memasang wajah cerianya, menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah kurva manis, tak menyadari betapa terkejutnya Jungkook.

“Perkenalkan dirimu, Nak.”

“Selamat malam, namaku Ji Saehyun, dan aku bekerja sebagai salah satu dokter tim pengembangan obat Rumah Sakit Myungwoon.” Saehyun membungkuk sekitar empat puluh lima derajat diakhir perkenalannya.

“Kau, berdiri dan perkenalkan dirimu.”

Kali ini Tuan Jeon menyuruh putra sulungnya yang notabennya calon suami Saehyun untuk memperkenalkan diri. Dengan malas, Wonwoo – nama anak sulung Tuan Jeon itu berdiri menatap tak minat pada Saehyun yang masih berdiri tepat dihadapannya.

“Jeon Wonwoo.” singkatnya.

‘Apa-apaan dia?! Dasar tidak sopan! Ya Tuhan sabarkanlah aku agar tidak membuat muka datarnya itu semakin tak beraturan…’ gerutu Saehyun dalam hati.

Pertemuan antara dua keluarga bergengsi itu berlangsung dengan lancar, meski sebetulnya hanya para kepala keluarga dan istrinya sajalah yang menikmati pertemuan malam ini. Berbeda dengan keempat lainnya yang tenggelam dalam pikiran masing-masing. Jungkook dengan pikirannya yang tidak percaya akan kehadiran Saehyun, Wonwoo yang seolah tidak peduli dengan pertemuan ini terlebih dengan kehadiran gadis di hadapannya, Saehyun yang masih terus berkelut dengan egonya, dan Hansol—kakak kedua Saehyun yang tidak peduli sama sekali dengan acara malam ini dan lebih mementingkan diri sendiri.

Pertemuan berakhir dengan sebuah kesepakatan sepihak, tanpa meminta persetujuan, baik pada Saehyun maupun Wonwoo. Sebuah kesepakatan yang membuat hati Jungkook mencelos, pernikahan antara Wonwoo dan Saehyun akan berlangsung satu minggu lagi.

 

***

 

Jungkook menyandarkan diri pada pagar pembatas atap gedung Rumah Sakit Myungwoon menunggu kedatangan seseorang yang sudah lama tak ia temui. Terlihat jelas, Jungkook cemas, gelisah dan ingin sekali rasanya mengobrak-abrik seisi rumah sakit. Kesal, itulah yang tengah ia rasakan saat ini.

Saehyun datang menghampiri Jungkook yang tengah menunggunya. Dokter muda itu ikut menyandarkan diri pada pagar pembatas selayaknya yang Jungkook lakukan. Hening. Tak ada yang membuka suara. Jungkook masih sibuk berkelut dengan pikirannya mengenai kejadian semalam yang begitu mengejutkannya, sedangkan Saehyun bahkan tidak tahu hal apa yang ingin Jungkook bicarakan padanya.

 

Ekhem!” Saehyun berdeham, mengusir atmosfer aneh yang menyelimuti mereka, “Lama tidak bertemu dan tiba-tiba saja kau menghubungiku, bahkan mendatangi tempat kerjaku dan ingin membicarakan suatu hal denganku. Hei, ada apa?” Saehyun menapilkan senyuman hangatnya.

“Aku masih tidak percaya atas apa yang terjadi semalam,” suara Jungkook terdengar begitu lirih, hampir seperti gumaman.

Saehyun mengalihkan seratus persen atensinya pada sosok pemuda tampan di sampingnya, “Maksudmu?”

“Perjodohanmu dengan kakakku.”

“Ah, itu. Memangnya kenapa?”

“Apa kau masih juga tidak mengerti perasaanku?!” Jungkook mulai geram, kedua tangannya kini telah beralih tempat, mencengkeram bahu Saehyun yang membuat gadis itu menegakkan tubuhnya secara otomatis.

Mata Jungkook memanas, nafasnya bergemuruh, bisa dilihat pada kilatan matanya terpancar amarah. Tentu Saehyun bisa dengan jelas melihatnya dalam jarak yang sedekat ini. Saehyun mencoba menghentikan amarah Jungkook, perlahan tangannya terangkat menyentuh tangan Jungkook yang mencengkeram bahunya dengan sentuhan lembut, menggenggamnya hingga membuat cengkaraman itu terlepas begitu saja.

“Kalau hal itu bisa membuat Ayahku senang dan bahagia, aku bisa apa. Aku hanya bisa menuruti kehendak Ayahku, Jung.”

“Lalu aku? Bagaimana denganku?”

“Maksudmu?” Saehyun terlihat kebingungan, “Tentu saja kau harus mendukung aku dan kakakmu, bukankah kita ini teman?”

Genggaman tangan mereka dilepas secara paksa oleh Jungkook, pemuda itu lebih memilih membelakangi Saehyun yang masih terlihat kebingungan. Tanpa Saehyun ketahui Jungkook tengah mencoba memasang senyum seramah mungkin, menutupi kesedihan dalam hatinya.

“Aku akan menjemputmu saat pulang nanti.”

Setelah mengucapkan kalimat pendek itu Jungkook meninggalkan Saehyun seorang diri, bahkan tanpa kata pamit.

 

Di lain tempat, Wonwoo tengah berdiri tegak di hadapan Ayahnya, wajah keduanya terlihat begitu tegang. Rupanya Wonwoo mencoba untuk membatalkan perjodohan yang melibatkan dirinya dan Saehyun. Baik Wonwoo maupun Ayahnya, keduanya terkenal dengan sifat keras kepala mereka, tak ada satupun dari keduanya yang mau mengalah untuk urusan apapun.

“Keluar!” singkat ayahnya, “Sebelum aku menghancurkan wajah menyebalkanmu itu.” lanjutnya sakratis.

“Kau pikir aku akan mengikuti semua keinginanmu? Bukankah sudah aku bilang, kriteria wanita yang akan menjadi istriku itu harus cantik dan seksi.” Wonwoo tak mau kalah.

“Bagiku, Saehyun adalah gadis tercantik yang aku kenal, dan juga dia seorang yang berpendidikan dan bermoral tinggi. Berbanding terbalik dengan dirimu!”

“Baiklah, aku akui dia lumayan untuk ukuran gadis kutu buku sepertinya, tapi dia itu sama sekali bukan tipeku! Lihat saja badan kurusnya itu. Tidak seksi sama sekali!”

Tak ada kalimat balasan lagi dari ayahnya. Sepertinya Tuan Jeon lebih memilih untuk diam ketimbang harus menasihati Wonwoo yang keras kepala. Beliau akui, bahwa anaknya yang satu ini sangat mirip dengannya. Dalam hatinya, beliau teringat akan sosok Jungkook yang berlawanan dengan kakaknya. Malah beliau sempat punya pemikiran kenapa tidak Jungkook saja yang menjadi anak sulungnya.

“Hah! Sudahlah, percuma saja aku bicara pada orang tua kuno sepertimu.” Wonwoo berbalik meninggalkan ruangan ayahnya.

“Wonwoo-ya,”

Suara baritone ayahnya mampu membuat pemuda itu menghentikan langkahnya tepat diambanag pintu.

“Ada saatnya nanti kau akan berterima kasih padaku atas apa yang sedang kau keluhkan sekarang ini.”

Kembali Wonwoo melanjutkan langkahnya yang terhenti tanpa mengindahkan perkataan ayahnya. Pintu ditutup dengan keras, menghasilkan suara deguman yang lumayan memekakakkan telinga. Tuan Jeon hanya bias menghela nafas melihat tingkah anaknya.

“Aku harap kau bisa merubah sikap menyebalkan dan tak sopannya itu, Sahyun-ah.” Gumam Tuan Jeon diakhiri dengan sebuah senyuman.

 

***

 

“Buru-buru sekali? Ada janji dengan pangeran berkulit putihmu itu,ya?” goda salah satu rekan kerja Saehyun, Han Sunkyo.

“Siapa yang kau maksud pangeran putihku?”

“Menurutmu?”

Saehyun tersentak, memutar kedua bola matanya malas saat ia memahami perkataan Sunkyo.

“Maaf sekali, aku bahkan tak menganggapnya sebagai temanku apalagi pacarku?!”

Sunkyo tertawa terbahak-bahak tak memperdulikan kilatan tajam tajam dari sang Manajer yang diarahkan padanya. Sementara itu Saehyun langsung bergegas keluar ruangan.

 

“Dasar Sunkyo gila! Astaga kenapa semua orang yangkukenal mengaggap Sehun adalah pacarku, sih?!” gerutu Saehyun kesal.

Langkah kasarnya terhenti seketika saat netranya menangkap sebuah pemandangan yang tak mengenakkan sekaligus mengejutkan di hadapannya. Di sana sudah berdiri tiga sosok pemuda yang familiar baginya, saling berhadapan dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti oleh Saehyun. Sehun tampak begitu menawan dengan setelan jas serba putihnya, Jungkook dengan penampilan santainya namun tetap terlihat menawan, dan astaga Saehyun sangat tidak percaya ini. Diantara mereka berdiri sosok yang sangat tak ingin ia temui, siapa lagi kalau bukan Jeon Wonwoo. Pemuda itu menatap Jungkook dan Sehun dengan wajah angkuhnya. Saehyun akui, dia memang terlihat sangat tampan dengan setelan jas serba hitamnya.

Nampaknya ketiga pemuda itu menyadari kehadiran Saehyun. Ketiganya menatap Saehyun dengan pandangan yang berbeda. Sehun dengan pandangannya yang seperti biasanya, terkesan dingin dengan senyuman khasnya. Lain halnya dengan Jungkook yang menatap hangat Saehyun, alih-alih menyambut dengan hangat Wonwoo malah menampilkan wajah angkuhnya.

Dengan malas Saehyun mengahmpiri ketiga pemuda itu. Tentu saja, Jungkooklah yang menjadi tujuan akhirnya. Tak lupa Saehyun menyapa balik kegitanya terlebih dulu.

“Lama menunggu?” tanya Saehyun to te point pada Jungkook, “Ayo pergi.” Ajaknya kemudian.

Langkah Saehyun tertahan saat sebuah tangan kekar menahannya dengan kasar. Keterkejutan Saehyun semakin menjadi saat dilihatnya Wonwoo lah yang menahannya.

“Kau lupa aku ini adalah calon suamimu?”

 

 

*to be continued*

 

 

Hai, intinya aku mau minta maaf banget baru sempet lanjut ini ff, dan maaf kalau hasilnya absurd nan tidak jelas yaa. Mohon koreksiannya hehe

Salam,

apelijo

 

Advertisements

16 thoughts on “OBSESSION [Part I]

  1. Makasih ya kak udah ngingetin aku kalo ff ini update, sampe ngechat aku omona feel so special :’3. Overall part 1 ini keren kak. Feelnya udah dapet. Saehyun juga bejo banget dikelilingi 3 cogan :’3. Wonunya aku suka banget, kakak ngebawainnya wonu ini keras kepala dan itu dapet banget kesannya. Amazing kak! Aku tunggu lanjutannya~~

  2. Haiiii peel… maaf baru nongol di sini dan oemji ternyata ada aku juga di ff ini. Aku baca ulang prolognya dan kayaknya aku bakal jd wanita paling menyebalkan kayaknya di sini kwkwkwkw

    Hmmm jadi Wonwoo mainannya sama fisik yaa… mau dijodohin tapi sama cewek cantik dan seksi. Unchh kupingin menoyor kepala wonwoo jadinya u.u semoga dia sadar dehhh… aku harap sih wonwoo bisa jatuh hati sama Saehyun tapi Saehyun enggak jatuh hati sama Wonwoo. Biar tau rasa aja gitu buat Wonwoo kalau cinta sejati itu susah buat didapetin, biar sekali kali dia berjuang gitu #keselsamawonwoo #justiceforJUNGKOOK #JungkookSaehyunShipper

    Btw aku suka alur dan ceritanyaa… keep writing pokokna mah dan always ditunggu part selanjutnyaaaa 😘😘😘

    P.s: Maafkan aku kalau komennya ngelantur. Sepertinya aku mulai ngantuk dan akan segera tidur lalu mimpiin Jhope kwkwkw #abaikan

    • Haii juga, Shafaa 😁
      Wih ampe dibaca ulang lg prolognya biar nyambung ya kkk
      Yaa kita liat aja nanti, aku aja yg buatnya rada sebel sama karakter Wonwoo 😅 ekhem nambah satu lagi nih #JungkookSaehyunShipper kkk
      Yow semoga kedepannya kamu suka ffku ini… Selamat memimpikan jeyhop kkk

  3. Ciee… akhirnya nongol juga part atunya ^^
    Alur ceritanya seru tapi lebih seru lagih kalau ada jihyun, wkwkw XD#modusniholang#
    Disini Wonwoonya rada dingin ya sikapnya, antara dingin ma songong betis-sih, kkkk XD

    SIh Hunnie emang cocok kalo jadi orang yang misterius, soalnya mukanya dah innocent banget. Ditunggu part duanya yah, Pel. Fighting!!!

  4. Halooo kak 🍏🍏🍏🍏
    Seriusan aku gak tagih ini ff krn gatau ada sunkyo.. cmn inget aku bantuin bikin poster abal2 sama review prolog wkwkwk… overall aku cukup menikmati ceritanya meskipun masih ada beberapa kalimat yg bikin bingung dan agak bertele2

    Tapi secara garis besar alur dan yg lainnya udah bagus. Feelnya juga berasa, terutama perasaannya jungkook ke saehyun wkwkwkwk trus aku agak bingung sih… sebetulnya sehun ngapain disitu wakakakaka tapi yasudahlah….

    Btw kak pel itu si wonwoo aura seremnya kok agak kurang berasa ya… aku malah lebih ngerasa kalau sehun lebih misterius dan dingin wakakakka… tapi tbc nya keren. Di waktj dan suasana yg tepat. Wkkwkk

    Keep fighting kak 🍏🍏🍏 ditunggu kisah sunkyo dan bogum #eaaaaa

    • Hohoho entahlah, abis aku bingung mau pakai siapa lgi. Kalau pake idol cewek agak gimana gtu, soalnya oc semua kkk

      Haha maklum aku juga berasa gtu sih yun, masih ada kalimat yg belibet gtu lah. Untuk sehun yaa liat aja nanti hahaha

      Sunkyo bogum? Hmmh, kapan2 ya haha
      Makasih sudah menyempatkan waktunya 😘

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s