[Freelance || Part 1] Message

picsart_01-23-09-24-41

Author : Kayit

Genre : romance, school life, sad

Length : chaptered

Cast : Yerin Gfriend | Nam Joo Hyuk | Ji Soo Blackpink | Yuju Gfriend | dan cast pendukung lainnya yang tidak disebutkan ^^

FF ini berdasarkan pemikiran dan imajinasi author sendiri, jadi jika ada kesamaan dengan cerita yang lain itu berarti ketidaksengajaan dan kebetulan semata. Dalam FF ini juga masih terdapat banyak kekurangan jadi diharapkan kritik dan saran dari para pembaca sekalian terimakasih ~

Happy reading ^^

          Menyukai seseorang. Menghargai perasaan seseorang. Membalas perasaan seseorang.  Bagi Yerin mungkin orang itu tidak mengerti bagaimana caranya menghargai perasaan seseorang, menghargai saja tidak bisa bagaimana mungkin dia akan membalasnya.

          Sudah kurang lebih 2 tahun Yerin menyimpan perasaannya pada Joo Hyuk, hampir semua usaha sudah ia lakukan, dan hampir semuanya sia-sia. Ia tidak mengerti kenapa Joo Hyuk tidak pernah merespon semua usahanya. Dia tahu Joo Hyuk memdibayangk tapi dulu Joo Hyuk tidak sedingin sekarang, semenjak kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan satu tahun yang lalu ia menjadi lebih diam dan seolah tak memperdulikan orang-orang disekitarnya, semenjak kejadian itu dia lebih suka menyendiri dari pada ikut berkumpul dengan teman-temannya. Tidak ada yang pernah mengerti apa yang ia rasakan jauh di dalam hatinya, jika saja ia memberi Yerin sedikit celah untuk masuk ke dalam hatinya, mungkin Yerin bisa untuk membantu sedikit menghilangkan rasa sakitnya.

           Kenaikan kelas 3 sudah berlangsung, tahun ajaran baru akan dimulai dan tahun depan Yerin akan lulus dari bangku SMA. Perasaannya semakin bercampur aduk setiap kali dia ingat semua ini akan segera berakhir. Semua usaha untuk mengambil hati Joo Hyuk sudah ia lakukan, mengirimkan salam setiap hari untuk Joo Hyuk lewat teman-temannya, mencari alamat rumahnya, mencari tahu semua hal yang ia suka sampai yang ia tidak suka, tapi satu hal yang sampai saat ini belum bisa ia dapatkan. Nomor telpon Joo Hyuk. Entah kenapa begitu sulit untuk mendapatkan sejumlah angka yang akan menyambungkannya langsung dengan ponsel Joo Hyuk. Mereka bilang Joo Hyuk punya kebiasaan aneh, ia suka mengganti nomor telponnya. Tidak ada yang tahu kenapa ia begitu. Setiap orang memang mempunyai kebiasaan yang aneh, dan itu hal yang biasa bagi Yerin. Tapi dia akan terus berusaha agar bisa mendapatkan nomor telpon Joo Hyuk. Harus !

           Hari ini Yerin sengaja lewat kelas Joo Hyuk sekedar untuk mengirimkan salam lewat teman Joo Hyuk untuknya, biasanya memang dia jarang menitipkan salam pagi hari seperti sekarang tapi entah kenapa dia ingin melakukannya hari ini. Biasanya dia menitipkan salam lewat teman yang cukup dekat dengan Joo Hyuk namanya Jong Suk, Lee Jong Suk. Dia merupakan satu-satunya informan yang paling bisa Yerin percaya, semua informasi yang Yerin dapatkan bisa dibilang 90% adalah dari Jong Suk.

           Yerin mengintip ke dalam kelas Joo Hyuk lewat jendela belakang, belum ada tanda-tanda gurunya datang. Yerin pun langsung memberi aba-aba pada Jong Suk untuk keluar dari kelas tanpa sepengetahuan Joo Hyuk.

           “Ya! Ada apa kau memanggilku pagi-pagi begini ?” Yerin kemudian tersenyum lebar sampai memamerkan deretan giginya.

           “Seperti biasa, sampaikan salamku untuk Joo Hyuk.”

           “Tumben sekali, biasanya kau akan menitipkan salam ketika jam istirahat.”

           “Sudahlah sampaikan saja salamku, entah kenapa hari ini aku merasa ingin menitipkan salam lebih awal. Aku punya firasat akan ada sesuatu hal baik yang akan terjadi hari ini. Sudah ya aku ke kelas dulu bye.”

           Yerin segera berlari menuju kelasnya takut kalau gurunya sudah datang, dan betapa leganya dia ketika mengetahui bangku gurunya itu masih kosong, Yerin pun masuk ke kelas dengan langkah penuh percaya diri sampai ketika dia melihat tatapan seseorang yang menatapnya dengan tatapan curiga.

           “Kau dari mana saja ? Biasanya kau selalu datang duluan dari pada aku.” tanya Yuju teman dekat sekaligus teman sebangku Yerin, Yerin menggaruk kepalanya bingung akan menjawab apa, jika ia berkata jujur bahwa ia baru saja mampir ke kelas Joo Hyuk sekedar untuk menitipkan salam untuknya pasti Yuju akan memarahinya, haha Yuju sudah kesal dengan tingkah Joo Hyuk yang tidak pernah merespon semua usaha Yerin. Teman mana yang tega melihat teman dekatnya sendiri diperlakukan seperti itu.

            “Ya ! Kenapa kau diam ? Pasti kau habis dari kelas Joo Hyuk kan ?? Jujur saja ! Tunben sekali kau menitipkan salam untuk Joo Hyuk pagi-pagi begini.” Yerin hanya bisa tertawa seperti orang bodoh setelah dipojokkan Yuju. Yerin tidak perduli tentang apa yang orang katakan tentangnya, ini perasaannya bukan perasaan mereka. Yerin tau ini demi kebaikannya sendiri tapi mau bagaimana lagi, dia pun tak mengerti bagaimana caranya menyadarkan dirinya sendiri. Dia tidak tau bagaimana caranya untuk berhenti. Dia tau dia memang bodoh.

            “Hehe sudahlah biarkan saja.”

            “Bagaimana bisa biarkan saja ?? Menyerahlah Yerin, sudah tak ada harapan lagi. Sudah 2 tahun kau berusaha tapi selama 2 tahun itu pula tak ada tanda-tanda ia meresponmu meski hanya sedikit. Kemungkinan Joo Hyuk akan membalas perasaanmu hanya 0,1% kau mengerti ?” kata-kata Yuju sebenarnya begitu menusuk kedalam hati Yerin, tapi dia tau temannya itu benar karena itulah kenyataannya. Yerin hanya bisa tersenyum miris mendengar kata-kata temannya itu, matanya sedikit berkaca-kaca tapi dia merasa dia masih kuat untuk terus berusaha, masih ada 0,1% kan, dan sekali lagi dia sadar dia memang bodoh.

           “Kau langsung pulang ?”

           “Ya, aku akan pergi bersama ibu setelah ini.”

           ” Hm baiklah, ayo kita pulang.”

           Yerin dan Yuju berjalan keluar kelas, tepat selangkah setelah keluar dari pintu kelas langkah Yerin terhenti. Matanya tertuju pada satu arah dan tidak bergerak sama sekali, Yuju yang menyadari sikap temannya itu langsung mengikuti kemana arah mata Yerin tertuju, didetik berikutnya Yuju berdecak, ternyata ada Joo Hyuk disana dia sedang berjalan menuju gerbang sekolah. Yerin merasakan jantungnya berdegup begitu kencang meski hanya melihatnya dari jauh saja, Yerin hendak berbalik kedalam kelas jika saja Yuju tidak menarik tasnya dan menahannya.

           “Kau mau kemana ?”

           “Itu … Kurasa aku meninggalkan bukuku diloker.”

           “Kau yakin ? Tapi aku tadi melihat ke dalam lokernya dan tidak ada apa-apa disana.”

           “Ah begitu ya hahaha, aku memang pelupa.” Yuju menepuk pundak sahabatnya itu pelan,

           “Yerin … Joo Hyuk sudah tidak ada lihatlah, dia sudah pulang.”

           Yerin menoleh perlahan untuk memastikan jika Joo Hyuk benar-benar sudah pulang, dan didetik berikutnya dia bisa bernafas dengan lega mengetahui Joo Hyuk memang sudah pulang. Ia pun langsung mengajak Yuju untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda.

 –

           Yerin membaringkan tubuhnya dikasur, pagi tadi dia begitu bersemangat tapi saat ini terasa begitu melelahkan untuknya meskipun tidak ada kegiatan yang memberatkan haha entahlah mungkin kondisi tubuhnya menurun itu sebabnya dia lelah ditambah lagi cuaca yang cukup panas, ketika saat-saat seperti ini Yerin memang paling suka berbaring di kasur dan mengkhayal tentang dirinya dan Joo Hyuk lalu setelah tersadar ia akan menertawakan dirinya sendiri seperti orang bodoh. Baru akan melakukan aktivitasnya itu tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya, Yerin mengangkat panggilan itu dengan segera.

           “Halo Jong Suk ada apa ?? Apa kau punya info baru untukku ??”

          “Tentu saja, info ini akan membuatmu melayang terbang jauh ke angkasa. Coba kau tebak aku akhirnya mendapatkan nomor tetap Joo Hyuk !” Yerin membuka lebar matanya, jantungnya berdegup kencang. Ia tidak tau bagaimana mengekspresikan rasa senangnya ini, sungguh ini seperti perjuangannya akan tetap berlanjut.

           “Bagaimana … Bagaimana kau mendapatkannya ??”

           “Haha itu adalah hal yang mudah untukku. Tadi wali kelas memanggilku ke ruangannya, dia bilang akan ada lomba renang tingkat Nasional dan dia berniat untuk mengikut sertakan Joo Hyuk dalam lomba tersebut yah kau taukan dia itu sudah berenang sejak kecil, wali kelasku kemudian meminta nomor telponnya lagi padaku karena nomornya yang lama sudah tidak aktif jadi dia meminta yang baru supaya mudah untuk menghubunginya jika ada pertemuan dan lain-lain , aku pun menceritakan tentang kebiasaan aneh Joo Hyuk lalu dia memintaku berbicara pada Joo Hyuk tentang masalah ini dan kau tau Joo Hyuk setuju memberikan nomornya pada wali kelas, dia bilang dia tidak akan mengganti nomornya lagi sampai lomba itu selesai. Mungkin ada pengecualian untuk itu hahaha. Ini adalah peluang untukmu Yerin !” Sedetik setelah mendengar cerita Jong Suk, kedua pinggiran bibir Yerin terangkat begitu saja, ini adalah langkah baru lagi untuknya mendekati Joo Hyuk.

           “Bisa kau kirimkan nomornya padaku ??”

           “Tentu saja kau tunggulah haha”

           Semua rasa lelah yang menempel pada tubuh Yerin seketika hilang seketika, ia tidak sabar untuk memulai usaha yang baru setelah ini. Semoga saja.

 

-part 1 fin-

Advertisements

8 thoughts on “[Freelance || Part 1] Message

  1. Annyeong!! Selamat utk debut sbg freelancer di IF jangan kapok yaaaa dan tolong kirim part berikutnya secepatnya minggu ini.
    Oke…. Cerita dan bahasanya ringan jadi gampang utk dipahami. Yg sulit dipahami adalah typo di paragraf kedua yg ga bisa aku cerna sama sekalo tulisan yg benernya itu apa. Wkwk
    Dan setuju sama mihchun… It feels like something gone. Dunno what sih. Mungkin sesuatu yg bikin greget atau kepoo sama kelanjutan ff ini??
    Tp overall, this is good. Jauh lebih baik drpd ff ku yg aku buat pas lagi unmood dan hilang feel atas otp aku.

    Hwaiting!!!! Kita maju sama2 yaa…. Ramaikan IF tercinta ini. 😘😘😘😘

    • Makasih atas dukungannya dan masukannya kak. Smga bisa jadi lebih baik lagi buat kedepannya dan maafkan typo yang tidak terkendali, itu sbnernya tulisannya ‘memang dingin’ wkwk 😂 hwaiting !

  2. HAI NYOTSHIII
    AKU SENANG INI ADALAH 1ST DEBUTMU SEBAGAI FREELANCE HEHEHEEH
    mmm ceritanya udah bagus, bahasanya juga enteng, cuma sama sih sama komen pertama. Kurang ada sesuatu yang bikin teasing2 pembaca. Terus nggak usah takut buat meng Explorer tulisan, apa yang pingin kamu tulis ya tulis ajaaa nggak apa. Jangan takut buat menuangkan inspirasi tapi tetep dengan gaya tulisanmu sendiri. Sering2 baca aja si, biar lebih luwes. Semangaaaaatt kamu pasti bisa 😗😗😗😘😘😘

  3. Lumayan bagus sih. Masih ada typo ya biarlah tu dah penyakit lama q juga sering gtu. Tapi untuk chapter 1 menurutku kurang sesuatu yang membuat pembaca tu pengen baca ff ini. Mungkin lain kali kamu bisa bikin pembacanya penasaran jadinya menantikan ff ini. Gtu ja sih….

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s