[FREELANCE || Oneshoot] Once Upon A Time

POSTER.png

Well… it just a story about us

.

.

Title:Once Upon A Time  || Scriptwriter: Pecintarakun|| Main Cast: Zhang Yixing & Im Minyoung(OC) || Supporting Cast: Song Hyera(OC) || Genre: Romance || Duration: Oneshoot || Rating: G

SELAMAT MEMBACA^^

SONGFIC INSPIRED BY MOCCA’S SONG

———————————————-

Once upon a time – Mocca

Once upon a time, when the sky was covered with blue

Once upon a time, when the sun was smiling too

“Alkisah pada suatu masa.. hiduplah seorang putri cantik nan jelita dari dinasti Im, bernama putri min young. Ayahanda dan ibunda sangat menyayangi sang putri, begitu juga dengan para penduduknya. Mereka begitu bangga mempunyai seorang putri yang tak pernah memandang rendah siapapun itu”

“pada suatu hari ketika langit dilapisi warna biru berhiaskan mentari yang tersenyum cerah—”

“yi xing-ah”

Yi xing menghentikan bacaannya. Ia tatap min young tak suka. “wae?”

“ceritanya terlalu kekanakan”

“ceritanya untuk anak-anak. Wajar bukan?”

Min young menarik matanya keatas. Berpikir keras mengenai perkataan yi xing. Ada benarnya juga, tapi.. “tapi terlalu biasa. Kau tahu! PA-SA-RAN. Tidak ada esensi yang berbeda”

Yi xing memicing. Matanya lurus menatap pantulan layar yang menyajikan gambaran microsoft word lengkap dengan beberapa baris paragraf didalamnya. “menurutmu begitu?”

“ya begitulah”

Walau sebal, perkataan minyoung ada benarnya juga. Yi xing hapus semua tulisannya hingga menyisa visualisasi kertas putih. Garis kecil yang berkedip disana memacu ia untuk menulis kembali. Sayang, tangannya memang berada diatas keyboard namun tak ada gerakan yang tercipta untuk membuat rangkaian kata didalamnya.

“bagus!! Kau membuatku kehilangan ide”

Min young mendelik tak setuju. Segera ia layangkan sebuah buku kecil yang malah menghantam tanah, bukan kepala yixing.

“seperti biasa, lemparanmu buruk sekali”

“dan seperti biasa, cara menghindarmu bagus sekali”

……………………………….

We’re just common people with an ordinary look

We’re just common people with an ordinary love

“APA?kau—apa?”

Ya tuhan.. ingin sekali rasanya Minyoung menyumpal mulut hyera dengan gumpalan kertas. Sekarang mereka sedang berada di kantin kampus. Tempat paling ramai manusia dari berbagai macam latar dengan status mahasiswa.. dan gadis itu malah berteriak histeris mendengar pengakuan dadakannya. Ditambah dua porsi besar makan siang hyera yang hadir diatas meja. Mereka sukses menarik perhatian massa untuk kepo dengan mereka. Otomatis saja pipi minyoung langsung memerah malu, berkat semua itu.

“kecilkan suaramu”

Desis minyoung tak nyaman. Hyera mendengus. Ia suapkan sesendok penuh makan siangnya.

“apa bagusnya si kutu buku itu?”

Cih.. pertanyaan yang sama. Kemarin ia baru saja menceritakan peningkatan statusnya sebagai kekasih yixing dengan raein dan seongni. Bukannya menyemangati mereka malah tertawa kencang. Mengatai minyoung dengan ucapan jangan mengada-ngada dan tak mungkin, padahal itulah faktanya. Hanya pada yooeun dan sepupunya, seorin. Ia sedikit bernafas lega karena mereka… yah setidaknya mereka hanya diam saja dan tidak mengatainya macam-macam.

 “memangnya butuh alasan untuk menyukai seseorang?”

Hyera meletakkan sendok makannya. Entah kenapa selera makannya musnah tiba-tiba. ia sandarkan punggung pada kursi sembari melipat kedua tangannya didepan dada. Dipandanginya manusia yang ada di hadapannya lamat-lamat. Hyera sedang dalam mode berpikir sekarang. Itulah yang terlintas dalam benak minyoung.

well.. kurasa tidak. Malah akan sangat mencurigakan kalau ada alasannya”

Minyoung terdiam. Takjub mendengar seorang hyera yang terkenal amburadul itu mengatakan sesuatu yang sangat menyentuh hati seperti tadi. Kalau saja gadis itu tidak memasang tatapan sok serius yang mengarah langsung ke matanya. Mungkin minyoung akan merasa sangat tersentuh. Namun, ia lebih memilih menumpahkan tawa atas apa yang didengarnya. Geli menggerayangi dirinya, menolak kalimat indah atau tepatnya menolak fakta bahwa orang yang mengucapkan kalimat itu adalah si song hyera.

“huahahahahahahahahahaha”

“yak! Yak! Aku serius”

Hyera menggembungkan pipi. Tidak luhan, tidak minyoung.. semua sama saja.

“yak! Aku serius im minyoung. Berhentilah tertawa!”

Minyoung  langsung menutup paksa mulutnya yang sebenarnya masih ingin tertawa. Hyera nampak menatapnya gemas. Puas saling adu tatap beberapa saat. Minyoung mengalah. Ia hembuskan udara yang semula berkumpul dirongga mulutnya tuk tenangkan diri.

“aku tahu. Hanya saja.. sulit untuk menerima kenyataan kalau kau yang mengatakannya”

“kau sama saja seperti luhan”

“luhan? Kekasihmu itu?”

What? Sejak kapan rusa itu jadi kekasihku. Luhan tak lebih dari makhluk gaib pembuat onar yang sialnya adalah tetangga dan teman masa kecilnya. Minyoung tersenyum kecil melihat hyera. Ia sangat tahu kalau luhan bukanlah kekasih hyera seperti yang barusan ia katakan. Ia hanya iseng saja. Jenuh juga dengan kelambanan teman bodohnya.

“kalau begitu biar kubalik pertanyaannya… ini hanya kalau ya, kalau kau ternyata menyukai luhan. Apa yang kau sukai dari orang itu?”

Hyera mendengus. Ia lepaskan lipatan tangannya dan meletakkannya diatas meja.

“jangan panggil dia dengan orang itu. ia punya nama”

Lihat! Bahkan memanggil luhan dengan sebutan “orang itu” saja sudah menyinggung gadis ini. Fix. Minyoung tetapkan. Hyera memang menyukai luhan. Tinggal waktu yang membuktikan dan tuhan yang menetapkan.

“yah… aku… entahlah, aku tak tahu. Kurasa yang aku tahu hanya… aku menyukainya. Itu saja”

Min young tersenyum cerah. Hyera memutar kepalanya berpikir. Itukah yang gadis itu rasakan. Memang yixing hanya manusia rata-rata, berkemampuan biasa, tak ada yang istimewa. Ia seperti manusia lainnya. Sama seperti dirinya sendiri dan minyoung. Hanya saja, temannya ini adalah salah satu mahasiswi terbaik dikampusnya jadi.. agak aneh saja mendengar pengakuaannya kalau ia berpacaran dengan si biasa yixing yang kutu buku pula. Yah.. walapun ia katanya seorang penulis tapi tetap saja. Masih amatiran.

“sekarang kau mengerti? Itulah yang kurasakan”

Hyera menganggukan kepala. Ia mengerti. Yah.. sangat mengerti.

“yak.. song hyera”

Hyera menegakkan kepala. Ditatapnya minyoung dengan mata bertanya kenapa.

“kau mengerti?”

“ya.. aku mengerti”

Minyoung tersenyum.

“cepat-cepatlah peka dengan perasaanmu”

………………………………………………………………………………

 “minyoung-ah.. Yak! Minyoung-ah. Kau melamun?”

“ah.. kenapa? Kau lapar?”

Yixing mengerutkan kening. Ia tidak bilang kalau ia lapar. Apa itu kode ajakan minyoung untuk makan. Ah.. baru ingat. Sudah tiga jam mereka berada di taman kampus. Dari siang tadi mereka samasekali belum memasukan apapun untuk dicerna, karena yixing ingin menyelesaikan sebuah cerita terlebih dahulu yang ternyata malah berakhir sia-sia karena tiba-tiba saja ia kehilangan ide. Tepat saat minyoung mengatakan kata PA-SA-RAN. Pasaran! Seperti kebanyakan orang. Agak menyakitkan mendengar kata itu sebenarnya.

“yixing-ah”

Yixing menoleh.

“aku menyukaimu”

Hah? Kenapa tiba-tiba—mengerti raut bingung yixing. Minyoung menarik senyum di wajahnya. Cukup dengan melihat yixing saja sudah membuat ia mau pingsan saking bahagianya. Alasan apa lagi yang ia butuhkan untuk menyukai laki-laki ini.

“kenapa tiba-tiba kau—berkata begitu?”

“tidak boleh?”

“bukan begitu. Hanya saja…”

“aku hanya ingin mengatakannya. Itu saja.. dan kalau ada yang bertanya kenapa kita bisa menjadi sepasang kekasih. Katakan saja.. karena kita manusia dan sama seperti manusia lainnya kita mempunyai cinta. Aku menyukaimu dan kau menyukaiku. Selesai. Ayo makan. Aku lapar, kita lanjutkan nanti menulis ceritamu”

Menurut yixing membereskan laptopnya yang terbuka. Sesekali ia tatap minyoung yang sibuk berkemas juga. Kerasukan apa gadis ini?

And once upon a time, when I fell in love with you

……………………………………………………………..

FIN.

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s