[Vignette] Heartbreaker

Sweetheart present

Starring by [17] Jeon Wonwoo, and other member x [OC] Aeera Kwon

Hurt, Angst, Slice of Life, School life x Vignette x General

I just own the plot.

Rasa rindu yang memuncak, dan amarah yang lebih membludak, semuanya tercampur tanpa permisi.

Ketika badai menyeruak mengusik ketenangan, dan menghancurkannya berkeping-keping tanpa rasa ampun. Aeera sudah merasakan hantaman badai bertubi-tubi dalam hidupnya.

Oke, katakan seseorang yang bernama Aeera Kwon itu, seperti pemeran utama drama Korea yang hidupnya selalu tragis. Tapi, itulah kenyataannya. Hidupnya lebih menyedihkan ketika dirinya, menjalani semua, seorang diri, tanpa campur tangan orang lain. Karena memang, orang lain tidak cuma-cuma memberinya bantuan. Munafik. Manusia.

Untuk masalah asmara, itupun sama saja, berakhir mengenaskan dengan pihak ketiga.

Huh, rasanya Aeera ingin mati saja menjalani hidupnya yang penuh dengan hantaman badai juga hujan deras yang menyelimuti setiap saat.

Seperti saat ini, dengan semua tanda tanya besar mengelilingi atas kepalanya.

@wonujeon started following you

Ada apakah ini?

Dengan perasaan kacau menyeruak dalam hati Aeera ketika melihat notifikasi handphone miliknya. Jika boleh jujur, dirinya rindu saat-saat bersama mantan kekasihnya itu.

Di sisi lain, dalam gedung apartement berukuran big, dipenuhi tawa yang amat kencang. Beruntung, gedung ini memiliki fasilitas kedap suara, sehingga para pemuda di dalam ruangan apartement bernomor 1045 itu dengan puas tertawa terbahak-bahak tanpa perlu khawatir tetangga yang akan menggedor-gedor pintu menyuruhnya berhenti.

Ada pria yang sedang duduk menyila memainkan ponsel dengan raut tak bersahabat. Jika membunuh itu tidak dilarang, sudah pasti teman-temannya itu sudah habis ditangannya.

Sorot mata yang tajam. Alis yang tebal. Hidung mancung. Bibir tipis berwarna merah muda. Rahang tegas dengan kulit putih pucat yang dimilikinya. Sempurna. Kata itu cocok untuk spesifikasi bentuk wajah pria yang sedang memainkan ponsel. Mata tajamnya terus menatap satu per satu orang di hadapannya dengan tatapan membunuh. Namun, para bedebah itu bergeming seolah menikmati tujuannya.

“Sudahlah, Won, kita tahu semuanya, kau juga ingin melakukan ini ‘kan?” Tanya pria berambut blonde bernama Mingyu, menelisik jauh ke sorot tajam lawan bicara mencari kebenaran akan ucapannya barusan. Namun, apa daya, dirinya tak pandai mengartikan tatapan seseorang.

“Diam.”

Suara baritone itu terdengar menyeramkan. Ketiga pria yang melihat, sontak bergeming seketika. Menelan ludah mereka kelu.

“Jeon Wonwoo, ini hanya game, ayolah! Tak usah dipermasalahkan,” sahut pria bernama Dokyeom takut-takut.

Pria yang dipanggil–Jeon Wonwoo–itu, mendelik tajam.

“Ayolah, kau tak usah munafik. Ada perasaan senang di hatimu ‘kan? Buanglah egomu itu jauh-jauh, tak ada yang ingin. Tak usah pikirkan Loly yang terus membuatmu sengsara. Kita tahu, Won, bahkan lebih tahu. Bahwa kau, masih merindukannya.”

Ucapan Jun seolah menyentil hati kecilnya. Wonwoo menatap mereka, menarik napas setelah melihat notifikasi di layar ponselnya.

@aeeraxxx started following you

“Kalian pulanglah.” Ucapannya terdengar biasa, namun Mingyu yakin, sebagai sahabat yang selalu mendengarnya, pria itu memiliki rasa bersalah yang membuncah merusak hatinya. Mingyu paham. Karena bagaimana pun, gadis itu, masih melekat di hati Wonwoo.

Dokyeom, si pria yang selalu ceria dan periang dalam menjalani hidup itu, menarik kerah baju Jun untuk segera menjauh dari apartement Wonwoo, memberi pria jangkung itu untuk menyendiri. Mingyu paham. Lalu, segera melenggang pergi meninggalkan Dokyeom dan Jun di belakang.

Setelah mereka pergi. Wonwoo tersadar dalam sekali tampar. Bodoh memang. Pengecut memang. Itulah dirinya, menyedihkan.

Aku merindukanmu, Aeera.

Seorang bernama Jeon Wonwoo dalam hidup Aeera hanya seorang perusak mood-nya. Dahulu, mood itu selalu menjadi baik. Namun, sekarang, mood itu berubah menjadi buruk, retak, hancur.

Jeon Wonwoo, sang pematah hatinya.

Langkah kecil Aeera berjalan melewati meja kantin tempat keempat pria tampan itu duduk–Wonwoo, Mingyu, Jun, dan Dokyeom.

Sebenarnya, hazel cantik Aeera tak berniat melirik pria berkacamata bulat dengan tatapan tajam menusuknya itu. Namun, hatinya berkata lain. Perasaan rindu itu menyeruak seketika. Senyum cantik menghias wajah kala teringat akun instagram Wonwoo mengikuti akun miliknya. Dengan dorongan hati, Aeera lantas men-klik kata bertuliskan; follow.

Wonwoo yang sedang berjalan bersama Loly, melintas begitu saja dalam benak Aeera. Lantas Aeera segera menepis pikiran anehnya tentang tindakannya mengikuti akun instagram Wonwoo kembali.

Tenang, hanya kebetulan, kita …, teman, kok. Batin Aeera berkecamuk.

“Ini salah kita, salah kita,” ucap Dokyeom gemetar. Pria itu takut ketika melihat Wonwoo dengan tatapan kosong seperti itu.

Wonwoo si pria dingin itu terdiam dengan pandangan kosong. Telinganya tuli akan percakapan ketiga temannya tentang dirinya.

“Sudahlah, biarkan, dia hanya perlu waktu atas tindakannya tadi malam.” sahut pria berambut hitam legam sambli menyesap kopi miliknya.

Dokyeom melirik sinis Jun. “Hei, jika aku jadi Wonwoo pun, aku akan gelabakan. Bagaimana bisa mendapat dare untuk memfollow akun instagram seseorang yang sudah lama kita lupakan? Kau, jangan bercanda, Jun,”

Dokyeom kita sudah mulai paham akan arti cinta.

Dan, Aeera dengan posisi membelakangi tubuh mereka, mulai paham akan situasi yang melanda hatinya tadi malam.

Hanya … dare? Yang benar saja.

Aeera tanpa sadar mendesah kesal lumayan keras. Kontan keempat orang yang menduduki meja berwarna kuning itu mendelik. Membulatkan mata serempak. Hanya, Wonwoo yang terlihat santai. Tanpa Aeera sadari, lelaki itu berkali-kali lipat lebih terkejut dibanding teman-temannya.

“Ae …,” bibir tipis Wonwoo yang sedari bangun tidur terus rapat. Kini, terbuka mengucap nama indah seseorang yang dirindukannya.

Aeera berjalan mendekat, berdiri di samping Wonwoo yang terduduk mendongak menatapnya.

“Jadi, ini? Huh, aku bodoh berharap lebih dari seseorang seperti kau. Hebat. Sudah berapa tahun ini, Won? Empat? Lima? Selama itukah namamu terus berputar di hatiku? Betapa bodoh aku terus berharap kau akan kembali seperti dulu, menyapaku, menjelaskan beberapa hal yang terus menjadi tanda tanya besar bagiku. Kau, pergi begitu saja entah kemana, tanpa kembali, tanpa mengucap salam perpisahan.

“Dan ketika aku senang kau akhirnya kembali, kau, kau bersama gadis lain di sisimu. Aku tersadar aku seharusnya sadar sedari dulu, bahwa kau memang tak akan pernah bisa menyukaiku kembali, aku …, bodoh. Sekali lagi aku bodoh. Dan kau, hebat sekali menjadi seorang pematah hati lemahku? Apa kau tak menyadari sedari dulu? Asal kau tahu, aku begitu menderita saat bersamamu dahulu. Jangan melakukan sesuatu lagi yang membuatku terus berharap. Karena kini, aku tak akan memercayaimu, lagi.”

Selesai mengucapkan dengan buliran kristal jatuh membasahi wajah cantik itu, Aeera berlari meninggalkan arena kantin dengan tatapan aneh seluruh isi kantin.

Wonwoo pria itu, hanya bergeming. Tak tahu harus melakukan apa. Ketiga temannya membeku di tempat. Terutama Dokyeom yang merasa bersalah terus saja menutup mulutnya sambil berucap; “bodoh, bodoh, bodoh.”

Jantung Wonwoo seakan berhenti berdetak. Hatinya, hatinya seakan terhunus pedang tajam. Perkataan Aeera yang begitu jelas, menyakitinya, menamparnya, melukainya dalam sekali hantam.

Wonwoo terjatuh. Menangis dalam diam. Kaki jenjangnya tak berniat berlari mengejar apa yang hatinya perintah. Seluruh bagian tubuhnya menginginkan hal yang bertentangan.

Wonwoo hancur.

Tubuhnya terus berdiam tanpa pergerakan sedikit pun, hanya amarah yang membludak yang menghampirinya disertai hantaman pedang yang begitu menyakitkan melukai seluruh organ miliknya. Semunya mati.

Bodohnya Wonwoo terus berpikir menghindar adalah hal terbaik. Dan prinsip itu, terus melekat dalam dirinya. Seperti itulah,

Jeon Wonwoo.

-fin.

Hello, guys! Saya sweety eh panggil saja “Ay”

I am back with Heartbreaker yuhuu….

Ay.

Advertisements

One thought on “[Vignette] Heartbreaker

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s