[Trailer/Prologue] Distance

distance

DISTANCE

‘Kota telah mati, apakah mereka bertiga belas juga akan mati?’

Starring by. Seventeen‘s member
Choi Seungcheol (S.Coups), Yoon Jeonghan, Hong Jisoo (Joshua), Kwon Soon-young (Hoshi), Wen Jun Hui (Jun), Jeon Wonwoo, Lee Jihoon (Woozi), Lee Seokmin (DK/Dokyeom), Kim Mingyu, Xu Ming Hao (The8), Boo Seungkwan, Choi Hansol (Vernon), Lee Chan (Dino)

Multichapter // Adventure, Brothership, Mistery, Tragedy // PG-18

zulfhania production © 2016

* * *

-[Trailer]-

Jarak memisahkan 13 pemuda yang terdampar dan terjebak di kota tak berpenghuni. Sebagian dari mereka tidak mengingat apa yang sedang terjadi sebelumnya, sebagian mengingatnya bahwa bencana besar baru saja datang memporakporandakan perkotaan, dan sebagiannya lagi mengingatnya bahwa kehancuran baru saja terjadi hingga membuat kota menjadi mati. Tak ada hewan tersisa. Tak ada manusia tersisa. Hanya ada rumah-rumah tak berpenghuni, minimarket tanpa pemilik, dan pom bensin tanpa penjaga. Dan juga suara deburan ombak pantai yang semakin lama semakin melahap permukaan daratan. Peristiwa aneh semakin bermunculan diiringi dengan semakin sempitnya jarak yang terbentang di antara mereka. Ini bukan hanya sekedar bencana besar. Ini lebih daripada itu. Kota telah mati, apakah mereka bertiga belas juga akan mati?

* * *

-[Prologue]-

2014-porsche-panamera-first-drive-review-car-and-driver-photo-524196-s-429x262

Porsche Panamera S berwarna hitam melintas dengan kecepatan standar di jalanan kota. Padahal jalanan begitu lengang, tetapi pemuda yang duduk di balik kemudi itu sama sekali tidak tertarik untuk menginjak pedal gas lebih kencang. Mobil kemudian berbelok memasuki area pom bensin. Pom bensin itu juga lengang. Tak ada satu pun kendaraan yang mengantre, bahkan tak ada satu pun orang yang menjaga pom.

be2c088f2191f040a32d021dec4aae38

Pemuda itu memberhentikan mobilnya di salah satu pom. Ia mengisi bensinnya sendiri pada tangki bensin, lalu tanpa mengeluarkan sepeser biaya pun ia kembali mengemudikan mobilnya keluar pom. Ia tidak perlu membayar bensin di kota tak berpenghuni ini. Kalaupun ingin melakukannya, kepada siapakah ia harus membayar? Tak ada siapapun di kota ini, kecuali ia dan kelima temannya yang tinggal di rumah yang sama.

Mobil hitam itu terus melaju. Membelah kelelangan jalanan kota. Melewati rumah-rumah tak berpenghuni. Menerobos lampu merah yang menyala. Merasakan kesunyian yang terjadi di kota mati ini sendirian.

Hingga akhirnya mobil itu berhenti di depan rumah bertingkat dua dengan segala keramaiannya di sana.

kota-seram-elmo

Di kota mati ini, hanya rumah bertingkat dua itulah yang memiliki penghuni.

Oh, sepertinya bukan hanya rumah bertingkat dua itu.

Cobalah menelisik ke pinggiran pantai di kejauhan beberapa kilometer dari kota mati itu.

img_20140617001819_539f26db182fb

images

Rumah kayu setengah hancur yang begitu menyedihkan tampak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Itu adalah satu-satunya rumah yang ada di pinggiran pantai. Jaraknya hanya beberapa meter dari bibir pantai. Kedua pemuda bertubuh tinggi bergotong royong membenahi rumah sederhana itu yang tampaknya hancur akibat bencana yang baru saja terjadi dengan wajah menyenangkan. Pemuda lain yang duduk berselonjor di pasir pantai dengan betis kiri yang dibalut oleh kain hanya dapat membantu sebisanya. Meskipun mengalami masa sulit, ketiga pemuda itu tetap ceria.

Tetapi lihatlah pemuda lain yang duduk menyendiri di bibir pantai. Ia terlihat tidak ceria. Ia terlihat tidak bahagia. Bahkan ia sama sekali tidak tertarik untuk membantu ketiga pemuda yang sedang bergotong royong di kejauhan sana. Ia hanya melempari kerikil-kerikil tak berdosa ke air laut. Dengan penuh kekuatan. Dengan penuh kekesalan. Dengan penuh emosi.

Ya Tuhan, bagaimana ia tidak emosi? Rumahnya hancur lagi karena bencana yang baru saja terjadi. Ia sungguh sudah lelah dengan segala kekurangan dan kesusahan yang ia miliki saat ini. Ia ingin semuanya segera berakhir. Ia benar-benar sudah muak dengan kehidupan ini.

Ia merasa, kini hanya ialah satu-satunya orang yang paling menderita di dunia ini akibat bencana besar itu.

Tetapi, hei, pemuda itu sungguh pengeluh sekali. Apakah ia tidak melihat apa yang terjadi di dalam hutan yang jaraknya hanya beberapa meter di sampingnya?

pantai-pasir-panjang-3

Oh iya, pemuda itu tidak dapat melihatnya. Jauh di dalam hutan, jauh, jauh, jauh, jauuuh sekali, ia mengira sudah tak ditemukan lagi kehidupan di dalam sana. Ia mengira hanya ia dan ketiga pemuda itu yang masih hidup. Nyatanya, ia salah besar.

hutan

Di tengah hutan sana, busur panah baru saja melesat dengan kecepatan tinggi dari atas pohon. Panah itu menancap pada dedaunan kering yang berserakan di atas tanah. Hewan berkaki empat yang berada di sekitar sana mendadak berlari dengan refleks ketika mendengar suara lesatan panah yang mengarah padanya itu. Pemuda di atas pohon itu mengumpat kesal. Hewan buruannya yang terakhir kembali kabur.

Tanpa pemuda itu ketahui, ia tidak sendirian di dalam hutan. Pemuda lain yang sedang berjalan dengan langkah menderap karena ketakutan tiba-tiba saja berhenti melangkah ketika hewan berkaki empat itu melintas dengan cepat menuju arahnya. Ia berteriak, lalu terjatuh ketika hewan itu menabraknya. Kakinya terluka. Ia meringis kesakitan. Untuk yang kesekian kalinya, ia menggerutu, kenapa ia bisa terdampar di hutan seperti ini?

Tetapi keadaan kedua pemuda itu masih jauh lebih menguntungkan, karena cobalah lihat beberapa meter lagi ke depan, seorang pemuda lain tampak terbaring dengan lemah di atas tanah. Peluh tampak membasahi pelipisnya. Wajahnya meringis, ia tampak kesakitan. Kedua kakinya terjepit oleh pohon besar yang tumbang.

Hutan bukanlah tempat yang aman untuk berlindung. Tetapi ketiga pemuda itu terjebak di dalam sana, dengan jarak yang terbentang. Dengan kondisi yang jauh lebih rumit dan menyedihkan dibandingkan keseluruh manusia yang masih hidup di kota ini.

* T B C *

Cuap-cuap: Hello, Readers! Pasti kalian sebel deh liat aku posting fanfic baru melulu, terus length-nya multichapter pula, dan lagi fanfic yang lama malah gak di update sama sekali. Hahahaha. Mianhae, chingu-ya, tapi saat ini aku bener-bener lagi kesengsem banget sama 13 pemuda di atas, hihi. Semuanya gara-gara Wonwoo!! *pelukdedekwonu* Tapi jangan khawatir, fanfic lama tetep kukerjakan kok, termasuk yang pada request fanfic ke aku. Nah, kembali ke fanfic di atas ini, ini fanfic perdana gue tentang seventeen woey! *tepuktangan* Mengambil genre mistery yang sebenarnya nggak ada misteri-misterinya sama sekali, hahaha, tadinya pengin buat thriller yang rada fantasy gitu, tapi nggak tau sih nanti bakal masuk ke genre itu apa engga, jadi tulis aja dulu genre mistery. Mungkin di tiap chapternya nanti bakal berubah genre, wkwk.. Well, semoga fanfic ini kelar yah! *pelukdedekwonulagi* Selamat membaca semuaaa~ ^^

Regards,

Zulfa Azkia (zulfhania)

Advertisements

7 thoughts on “[Trailer/Prologue] Distance

  1. hallooooo kak kenalin aq readerd bru dsini//Zahra 97L//
    sneng bnget ad yg Bkin ff genre mystery plus yg main member SEVENTEEN smua….
    dtunggu lanjutannya kak !!!!

    • Haloo Zahraa, waah aku juga seneng banget nemuin ada yg mau baca ff seventeen, salken yaa ^^
      Lanjutannya akan ku publish lewat tengah malam ini, nantikan aja ya ^^
      Btw, makasih banyak Zahraa :))

  2. Hai zul wakakakkaa..

    aku ga kenal svt bahkan blm ingat mukanya wonwoo atau mingyu atau scoups yg terkenal itu 😂😂😂😂 but secara personal aku tertarik sama ceritanya dan pikiranku langsung melayang layang. Secara visualisasi aku dapet gambarannya (mungkin krn aku delusional 😂😂😂) tapi satu yg jelas bikin penasaran sih bencana apa kira2 yg melanda kota sebelumnya.

    Trus pertanyaan terbesar: dari mana dia dapet porsche di tengah kota mati yg katanya abis kena bencana berkali2 pula dan yg lain lg ribet pula. Dan kenapa rumah tingkat 2 nya gak hancur…. pom bensin gak lulu lantah dan bangunan2 ttp utuh. Sementara di bibir pantai rumahnya reyot gitu.

    Dan buat tarzan2 tamvan di dalam hutan…. oh my god… kalian dr pada manteng disitu dan hidup ala wild life yg biasa ku tonton di channel cnn itu (film hutan dan binatang2) mending bertolak ke kota deh. Cari rumah tingkat 2 yg ada mobil porsche nya. Berlaku juga buat holang tamvan yg sibuk ngurusin rumah reyot di pinggir pantai. Udh sana kumpul ber13… kali2 aku bisa jd carat tiba2 krn flashback suju waktu ber13 😂😂😂😂😂 *tibatibabaper

    Dan zul… aku sebetulnya agak bingung sih… ini mereka kena bencana atau apa? Kalau kena bencana mestinya dramatisasi dgn ciri khas lulu lantah. Atau ini semacem sci-fi fantasy, dimana ada alasan logis sekaligus fantasi kenapa mereka tiba2 ada di kota mati atau apa… entahlah….

    Aku sudah gak bisa menduga dan sepertiya mulai lelah… ditunggu part 1 nya zul wakakakakaka…

    • Halo Yun, aku gak heran kalo kamu gak inget wajah ketiga cowok tampan di SVT, aku memakluminya kok ketika kamu pun gak bisa membedakan wajah2 para member BTS yg jumlahnya cuma 7,haha..

      Yaps, itulah salah satu misteri yg ada di ff ini: kenapa kota mati tetep utuh bangunannya, sementara di pantai bangunan malah hancur. Bukan berarti logika gak dipake di ff ini, tapi memang beginilah alur ceritanya. Memang beginilah misteri yg ada pada ff ini,haha..

      Btw aku pun masih bingung ini sebenernya kena bencana apaan, hmm mungkin ini bisa dibilang masuk genre sci-fi fantasy kali ya, oke next part kutambahkan genre nya 😂

      Makasih Ayuuuuun~ karena kamu baca aku jadi semangat buat ngelanjutinnya, hihi 😆

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s