When Cupid Fall In Love [chapter 1]

when-cupid-fall-in-love

Tittle : When Cupid Fall In Love (chapter 1) || Author : babythinkgirl || Main Cast : Kim Myungsoo – Im Yoona

Sinar matahari yang masuk ke kamar mewah itu melalui celah-celah gordeng yang berwarna putih tulang itu membangunkan seorang pria tampan yang memiliki kulit yang pucat. Dengan posisi yang masih terbaring di atas ranjang king sizenya pria itu menaikan tanganya untuk menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari tersebut.

 Beberapa menit dengan posisi yang sama akhirnya pria itu bangun dari posisinya lalu terduduk di atas ranjangnya, ia memalingkan matanya kea rah jam weker yang berada di atas meja bundar yang berada di samping ranjangnya. Jarum jam menunjukan pukul 07.10 pria itu pun bangkit dari duduknya berjalan santai menuju kamar mandi yang berada di sudut kamarnya. Sekitar 30 menit berada di kamar mandi akhirnya pria itu keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang hanya menutup pinggang sampai lututnya saja, pria itu berjalan menuju kaca yang berada tidak jauh dari ranjangnya. Beberapa saat ia hanaya memandang pantulan tubuhnya yang berada di kaca tersebut lalu ia berbalik sehingga pantulan punggungnya yang kini berada di kaca itu, pria itu memiringkan kepalanya sedikit sehingga bias melihat ke arah kaca tersebut. Perlahan tangannya mulai menuju kea rah pertengahan punggungnya yang terlihat luka tersobek dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang dari luka tersebut.
Drrrt… drrrttt
Getaran handphonenya yang berada di atas ranjangnya berhasil menyadarkannya dari lamunannya. Dengan cepat pria itu mengambil handphonenya lalu menekan tombol dial yang ada di layer hpnya.
“selamat pagi pak. Saya hanya mengingatkan kalua hari ini wanita yang bernama Im Yoona akan melakukan wawancara pukul 8.30.”
“ya saya ingat”
“apa bapak mau ada orang lain juga yang menemani bapak untuk melakukan wawancara dengan Im Yoona ?”
“tidak. Tinggalkan hanya aku dan dia di ruangan tersebut”
“baiklah pak saya mengerti. Saya akan mengaturnya”
Setelah mendengar jawaban dari sekretarisnya tersebut pria itupun menutup telpnya dan membuang hpnya ke ranjangnya”


Suara pintu ruang kantornya tersebut diketuk namun mata pria itu tetap mengarah ke depan macnya.
“masuk”
Seorang wanita cantic dengan balutan dress casual yang panjangnya di atas lutut itu masuk.
“selamat pagi pak”
“silahkan duduk”
Wanita cantik itupun duduk “perkenalkan nama saya….”
“apa kau berniat bekerja disini ?” potong pria tersebut.
Wanita itu hanya terdiam sesaat lalu menjawab “ ya pak”
“baiklah, dari hari ini kau bias mulai bekerja. Sekarang temui sekretaris kim dan tanyakan apa saja yang akan kau kerjakan. Apa ada pertanyaan ?”
“apa bapak tidak berniat untuk melihat skill saya ?”
“apa itu penting ?”
“tapi..”
“jika kau tidak ada pertanyaan lain silahkan keluar dan temui sekretaris kim”
Wanita itu hanya terdiam dengan raut wajahnya yang kebingungan lalu ia membungkuk memberi hormat lalu keluar dari ruangan tersebut.

“apa kau berniat bekerja disini ?” “hah ? pertanyaan macam apa itu ? hmm tapi ya sudahlah itu bagus untukku” saat wanita itu asyik tersenyum dengan segala pikirannya tentang atasan barunya itu tiba-tiba sekretaris kim memanggilnya.
“Im Yoona”
“ya pak ?”
“dari sekarang kau akan menjadi sekretaris pribadi tuan kim myungsoo. Kau harus selalu ada di sampingnya mengurus segala keperluannya. Kau akan berada di ruanganan yang sama dengan tuan myungsoo dari besok. Untuk hari ini kau cukup mempelajari tentang kebiasaan tuan myungsoo”
“ah baiklah pak”
“apa ada pertanyaan ?”
“apa aku juga harus memanggil presdir dengan panggilan tuan juga ?”
Pria yang bernama lengkap kim soo hyun itu hanya memberikan senyum tipisnya lalu menatap yoona “panggilan apapun yang kau sematkan pada tuan myungsoo itu tidak akan menjadi masalah besar. Dia akan menyukai semua panggilanmu untuk tuan myungsoo”
“maksud anda ?”
“kau akan mengerti sendiri nantinya” sekretaris kim pun pergi meninggalkan yoona yang masih kebingungan dengan perkataanya.


“yooonaaaaaa” teriak wanita cantic dengan kulit yang sedikit gelap itu saat membuka kamar yoona.
“ya yuri! Apa kau tidak bias memanggil pelan saja ? aku belum tuli!” gerutu yoona saat sahabatnya itu langsung menyambarnya di atas ranjang miliknya.
“maafkan aku. Bagaimana hari pertamamu bekerja dengan malaikat tampan itu ?”
“malaikat ? siapa yang kau maksud ?”
“myungsoo, tentu saja kim myungsoo. Semua orang menganggapnya sebagai malaikat karna kulitnya yang begitu bagus dan wajahnya yang sangat tampan”
“kau terlalu berlebihan.”
Yuri hanya memanyunkan bibirnya kepada yoona.
“ayo katakana bagaimana hari pertamamu disana ?”
“dia benar-benar pria yang aneh”
“aneh ?”
“apa kau bias bayangkan dia memintaku untuk selalu diam jika dia tidak menyuruhku bicara, dia akan sangat terganggu jika aku terlalu banyak bergerak jika berada di dekatnya, dan yang paling parahnya lagi dia bilang aku tidak bias tersenyum padanya!!”
“apa kau serius ?”
“untuk apa aku bohong ?”
“wow dia pasti sangat keren saat mengatakan itu. Woho aku semakin mengidolakannya”
“ya! Bagaimana bias kau mengatakan itu keren ?” “kalua aku tidak dipecat secara tiba-tiba dari kantorku sebelumnya mungkin aku tidak akan pernah mengenal orang aneh sepertinya”
“seharusnya kau beruntung bias bekerja disana, gajimu 10 kali lipat lebih tinggi dari gajimu sebelumnya dan yang lebih mengasyikan kau bekerja dengan malaikat tampan ituuu”
“ah sudahlah tidak ada gunanya aku berbicara denganmu”
Yuri hanya memeluk yoona manja yang membuat yoona rishi dengan tingkahnya itu.


Pagi-pagi sekali yoona sudah berada di meja yang berada di dinding depan meja myungsoo. tak lama kemudian myungsoo pun masuk dengan suit hitam dipadu dengan kemeja putih dan dasi berwarna hitam. Dengan cepat yoona berdiri dan memberikan salam pada myungsoo.
“selamat pagi tuan” yoona memberikan senyum manisnya pada myungsoo.
Myungsoo yang melihat senyum itu hanya memberikan tatapan dinginnya lalu berjalan menuju mejanya.
“bukankah sudah aku katakana untuk tidak tersenyum padaku ?” myungsoo tidak memandang yoona saat berbicara ia hanya sibuk dengan berkas yang berada di atas mejanya.
“maafkan aku tuan, aku tidak akan melakukannya lagi” dengan kikuk yoona kembali duduk di kursinya lalu pura-pura sibuk dengan berkas yang berada di mejanya.
‘dasar pria menyebalkan’ gerutu yoona dalam hatinya.
Myungsoo hanya menggeleng melihat yoona lalu kembali sibuk dengan berkasnya.
“tuan hari ini ada rapat dengan jcw group di hotel kyungsang jam 1 siang”
Myungsoo hanya mengangguk memandangi penjelasan yoona “baiklah, apa kau sudah menyiapkan semua berkasnya ?”
“sudah tuan”
“hm, kau harus selalu di sampingku nanti jangan pergi kemana-mana tanpa perintah dariku”
“baiklah tuan”
Saat yoona hendak pergi dari hadapan myungsoo “jangan bersikap terlalu manis dengannya nanti”
“maaf ? maksud tuan siapa ?”
“ji chang wook”
“baik tuan”


“myungsoo, sudah lama tidak bertemu. Apa kabarmu ?” sapa pria yang bernama ji chang wook itu dengan senyum sumringah saat myungsoo baru saja keluar dari dalam mobil hitam mewah miliknya.
“aku baik-baik saja. Kau bagaimana ?” jawab myungsoo sedikit menyunggingkan senyumnya.
‘dasar pria sombong. Bagaimana bias dia sedingin itu saat ada orang tersenyum selebar itu padanya’ gerutu yoona dalam hatinya saat melihat myungsoo dan chang wook berjabat tangan.
“ ah siapa wanita cantic di sampingmu itu ?” kata chang wook melihat ke arah yoona.
“perkenalkan namaku…”
“dia sekretaris baruku” potong myungsoo
“hm seleramu ternyata bagus juga myungsoo” chang wook hanya tertawa sambal matanya mengarah ke yoona.
“sudahlah, ayo kita selesaikan secepatnya kerja sama ini”
“baiklah, ayo masuk”

Saat berada di ruangan vvip di hotel tersebut myungsoo dan chang wook melakukan kerjasama antar perusahaan JCW group dan KI group.
Beberapa jam mereka membicarakan kerja sama mereka akhirnya merekapun berjabat tangan tanda kerjasama mereka telah dilakukan.
“baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Senang bias bekerja sama denganmu”
“ya aku juga senang bias bekerja sama dengan perusahaanmu myungsoo”
Myungsoo dan yoona pun bersiap-siap untuk meninggalkan ruangan itu, namun saat yoona sudah berjalan beberapa langkah myungsoo berhenti lalu mendekatkan bibirnya kea rah telinga chang wook “jangan menatapnya seperti yang kau lakukan tadi, aku sangat membenci pria lain menatapnya seperti itu” myungsoo menjauhkan bibirnya dari telinga changwook lalu menatap chang wook tajam “ku harap kau mengerti maksudku tuang ji chang wook” myungsoo memberikan senyum sinisnya pada chang wook lalu pergi meninggalkan chang wook.


“cukup untuk hari ini, sekarang kau bias pulang” kata myungsoo saat mereka sampai di depan hotel.
“jam segini ?” yoona mengerutkan dahinya.
“ya. Apa ada masalah ?”
“ini sudah sangat malam”
“lalu ?”
Yoona mendengus kesal lalu mencoba tersenyum kepada myungsoo “ baiklah kalau begitu, saya pulang dulu tuan” yoona berjalan meninggalkan myungsoo dengan tangannya yang terkepal di kedua sisi badannya.

“apa dia benar-benar seorang pria ?” dengus yoona saat sampai di halte bus menuju rumahnya.
“haiz benar-benar pria menyebalkan” yoona mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
Beberapa menit kemudian bus pun datang, dengan langkah berat yoona naik ke dalam bus lalu duduk di sudut bangku belakang.

TBC ~~~
mau baca ff buatan aku yang lain ? silahkan kunjungi blog aku di sini babythinkgirl
oke selesai juga ini ff aku yang baru setelah sekian lama menghilang (?) . terima kasih udah mau meluangkan waktunya untuk membaca ff buatan aku🙂
jika ingin berkomentar silahkan berkomentar di kolom komentar🙂
gomawo ^^

Advertisements

19 thoughts on “When Cupid Fall In Love [chapter 1]

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s