[Multichapter] #1 Seiryu High School : Lyra & Orion

_shs_cover_

SEIRYU HIGH SCHOOL

“Ever tried, ever failed. No matter what, try again, fail again. Then, fail better—The best way out is always trough….”

A fanfic by BluebellsBerry

|| Prolog || 1 || 2 || 3 || 4 || 5 || 6 || 7 || 8 || 9 || 10 ||

Starring by:

SF9’s Baek Juho || NCT’s Lee Taeyong || Actor’s Kim Woobin || INFINITE’s Kim Myungsoo || BTS’s Kim Seokjin || NUEST’s Choi Ren || BTS’s Min Yoongi || BTS’s Kim Taehyung || OC’s Ahn Minji / Kim Yena / Han Jihyun / Kim Yuna / Lee Nayoung / Go Yun Ae (Yeollane Enric Vives Scilia) / Park Chanmi / Park Mina ||

Other cast by:

Actres’s Kim Tae Hee & T-ARRA’s Park Jiyeon || OC’s Han Sun Kyo & Super Junior’s Choi Siwon || Actres’s Go Hyeon Jong & OC’s King Andrew Kayonna Earth || EXO’s Lay Kayonna Earth (crown prince of Andorra) & MISS – A’s Suzy Kayonna Earth (crown princess of Andorra) || Actor’s Ahn Jae Hyun & Actres’s Go Hye Sun || Actres’s Han Hyojo || Others ||

Genre: School Life, Drama, Family, Friendship, Romance

Disclaimer:

All cast belong to God; their self, family, agency and fans. All plot and storyline are belong to author. Cerita ini hanyalah fanfiction semata, apabila ada kesamaan nama, tempat kejadian, atau pun cerita, maka itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesenganjaan dari penulisnya.

Rating: PG-13

Warning!

Tidak disarankan bagi para pembaca berkategori silent readers untuk sekedar penasaran atau bahkan membaca. Ada kemungkinan dapat menyebabkan ketagihan dan halusinasi berlebihan terhadap tokoh-tokoh utama. Tinggalkan komentar setelah membaca, dilarang memberikan komentar yang memicu keributan. BE A GOOD READERS PLEASE!

Don’t copy, claim or sharing this fiction without permission!

.

.

.

And the story is begin

__oO0__

_shs_cover_cast

Chapter 1: Lyra & Orion

 

oOo

Other Cast: Juniel ||Kim Seung Woo

oOo

 

“Kehidupan ini tak selalu memberikan kita pilihan terbaik. Terkadang yang tersisa hanya pilihan – pilihan berikutnya. Dan orang yang bahagia selalu berpegang pada pilihan kedua, yang terbaik”—Tere Liye, Berjuta Rasanya

.

.

.

 

Setelah pembukaan dari Kim Tae Hee, Park Jiyeon lantas mengambil alih podium. Dengan wajah tak kalah cantik dan anggun yang begitu mirip, mereka mungkin seperti orang yang sama di mata orang-orang yang baru pertama kali mengenal dua saudari  beda marga itu.

“Selain karena reputasi yang baik dan fasilitas yang super lengkap, Seiryu juga terkenal dengan julukan Sekolah 1001 aturan dan 1001 permainan. Begitu banyak hal-hal yang tidak boleh dilanggar demi menjaga keamanan dan kenyamanan kita bersama. Pun tak sedikit hal-hal menyenangkan yang mungkin tidak akan kalian dapatkan di tempat lain—tapi tidak sekarang, karena kalian bisa melihat sendiri di buku panduan siswa dan merasakannya nanti.” Senyumnya mengembang, menimbulkan efek pinang di belah dua dengan saudarinya itu, “Dan permainan pertama akan dimulai… sekarang!”

EH?!

Kemudian tawa itu pecah, membungkam ratusan siswa yang tengah bertanya-tanya dalam kebingungan, “Ini tugas yang sangat mudah, dan siapapun bisa melakukannya. Batas waktu penyelesaian adalah sampai matahari terbenam. Di Seiryu semua sudut di pasangi CCTV, termasuk toilet—kecuali kloset. Jadi kumohon dengan sangat untuk tidak melakukan apapun yang bisa membuat kalian gagal di permainan kecil ini. Kalau kalian berhasil menyelesaikannya sebelum matahari terbenam, maka akan ada kredit poin tambahan yang bisa kalian gunakan untuk menambah nilai. Tapi kalau gagal, kredit poin kalian akan langsung minus.”

“Seperti yang kita tahu bahwa Seiryu memiliki sistem kredit poin yang legendaris, dimana besar kemungkinan kredit poin lebih menentukan kelulusan dari pada nilai. Berdiri di tanah seluas tiga ratus ribu meter pergegi, kita memiliki dua asrama yaitu Lyra  dan Orion. Masing-masing kamar dapat ditinggali oleh empat orang. Inti dari permainan ini adalah menemukan asarama kalian masing-masing dan menjaga agar empat teman kalian berada di kamar saat matahari terbenam—dan orang yang sudah masuk ke dalam ruangan, tidak di izinkan keluar atau empat orang sisanya akan ikut gagal. Tidak ada persyaratan lain, yang harus dilakukan cuma berdiam diri di dalam kamar bersama teman sekamarmu ketika matahari terbenam. Bagi yang berhasil melewati permainan ini maka akan mendapat tambahan kredit langsung sebesar 25 poin. Dan untuk yang gagal, akan minus 50 poin.” Senyum Jiyeon mengembang lagi, “Apa ada pertanyaan?”

“Kami baru tiba disini tadi pagi, apa ini tidak berlebihan, busajang-nim?” seorang siswa mengangkat tangan.

“Bagaimana ya,” Jiyeon tersenyum lagi—kali ini terkesan dingin, “Kalau kalian merasa ini berlebihan, kenapa tidak pulang saja?”

Para siswa tersentak, tak percaya dengan apa yang dikatakan Jiyeon barusan.

“Semua orang yang masuk Seiryu adalah orang-orang berkualitas, berani menghadapi tantangan dan bisa diandalkan—kalau dengan permainan kecil ini saja kalian menyerah, bagaimana aku bisa bertanggung jawab pada mimpi yang akan kalian wujudkan itu?” wanita muda itu menarik napas panjang, memberi jeda sejenak.

“Bisakah kita hanya pengenalan lalu istirahat, busajang-nim?” seorang pemuda mengangkat tangannya tinggi-tinggi, “Ini sangat konyol.”

Jiyeon terkekeh lagi, “Konyol atau tidak, itu tergantung apa tujuanmu…”

“Orang-orang yang masuk melalui jalur reguler, audisi, maupun lotre semuanya sama. Memiliki kesempatan, dan kedudukan yang setara—dan jangan membanggakan uang yang kalian gunakan apalagi hasil audisi untuk masuk Seiryu, karena kami lebih dari apa yang kalian bayangkan.” Ia berucap lagi, “Apa kalian tahu mengapa akhir-akhir ini banyak yang gagal dalam audisi maupun ujian kelulusan?”

“Mungkin karena anda melakukan hal konyol!” seru siswa yang lain.

“Yah, mungkin itu salah satu penyebabnya,” Jiyeon tertawa, “Tapi kebanyakan karena mereka yang gagal memiliki mindset yang sama persis sepertimu—mindset seorang pecundang.”

oOo

 

 

Nayoung dan Minji memasuki ruang Moon bersama-sama. Kamar berukuran lima puluh enam meter persegi itu sukses membuat keduanya terpesona sejenak. Meskipun mereka berdua tidak berada pada tingkat keuangan yang dibawah rata-rata, akan tetapi ini adalah pertama kalinya kedua gadis itu melihat asrama yang betul-betul asrama—terutama apabila di tinjau dari fasilitasnya.

Daebakk!” Minji membelalakan matanya, “Ini adalah asrama paling sempurna yang pernah kulihat.”

Nayoung sama takjubnya dengan Minji, “Geurae, geurae!! Aku bahkan tidak pernah membayangkan kalau asramanya akan sebagus ini.”

Geurae, uri appa mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk sekolah ini—jadi, sudah kewajiban mereka memberikan segala fasilitas yang mumpuni.” Seorang gadis dengan surai hitam legam menerobos masuk, melewati Minji dan Nayoung begitu saja—gadis yang sangat menyebalkan, dan dia adalah Kim Yura. Putri tunggal Kim Seung Woo, salah satu pemilik agensi terbesar di Korea Selatan—predator bakat-bakat luar biasa.

“Hei, Kim Yura,” panggil Minji kesal, “Aku tidak peduli apa dan siapa ayahmu, yang perlu kau perhatikan adalah sikap burukmu itu.”

“Ada apa denganmu?” Yura tertawa, mengejek, “Ah, aku lupa—kau terlalu biasa untuk berada di dekat orang yang luar biasa sepertiku.”

“Sebaiknya perhatikan ucapanmu, di buku panduan siswa jelas ditulis kalau aku bisa mengadukan apapun yang kau katakan itu sebagai pelanggaran—dan poinmu akan di minus nanti.” Minji tersenyum sinis.

Yura tidak membalas, yang dilakukan gadis itu cuma berdiri diam sambil memegangi kenop pintu—dan sejurus kemudian suara bantingan pintu menggema di koridor. Tawa bahagia Yura pecah dari dalam, sementara Minji, Nayoung dan Yena diluar.

“H—hei!!!” seru Minji dan Nayoung bersamaan, “BUKA PINTUNYA GADIS LICIK!!”

Minji menggedor pintu, meninggalkan suara berisik yang teramat sangat, “O—oi, Kim Yura, sialan!!”

“Eum—bisakah aku masuk?” dan di belakang mereka tampak Kim Yena begitu tenang. Nampaknya pepatah yang mengatakan diam itu emas masih berlaku pada gadis itu.

“Kau ini buta atau bodoh?!” kesal Minji, “Kita terkunci di luar, dan kau masih tanya?”

“Anh Min Ji, ck!” tegur Nayoung sejurus kemudian, “Kim Yena tidak salah.”

“HEI, GADIS LICIK CEPAT BUKA PINTUNYA!!!” Minji mulai menggedor lagi

Dan untuk kesekian kalinya tawa Yura pecah dari dalam, “AKU TIDAK PEDULI, KAMPUNGAN BODOH!”

“KIM YURA, SIALAN!!” maki Minji kemudian, “BUKA PINTUNYA ATAU KITA AKAN GAGAL SAMA-SAMA, BODOH!!!”

Detik berikutnya kepala Yura menyembul dari balik pintu, “Yang harus kau lakukan adalah minta maaf, lalu aku akan membiarkanmu masuk.”

“APA?!”

“Berhenti berteriak, mau tau tidak?” Yura terkekeh, “Khusus untuk Yena dan Nayoung, kalian bisa masuk.”

“HEI, KAU BERCANDA?!”

“Sudah kubilang, berhenti berteriak—kita ini di Seoul, bukan di gunung Jiri.” Candanya lagi, “Oh iya, kalian berdua bisa masuk….”

Yena mengerutkan keningnya, “Eh—lalu Minji bagaimana?”

“Anak itu harus minta maaf padaku, kalau bisa berlutut.” Sombong Yura lagi, “Dia harus bilang putri Yura yang cantik, Minji salah—tolong maafkan Minji, ya—setidaknya begitu.”

Nayoung menarik napas panjang, rasanya masalah ini tidak akan selesai dengan mudah.

“Kalau begitu aku tidak jadi masuk, Yura.” Yena berpikir sejenak, “Bukan cuma Minji yang salah, tapi kau juga salah—jadi seharusnya kau juga minta maaf.”

“Apa?” Yura mengeryitkan kening, “Aku memintamu masuk, kalau kau bersikeras kita akan gagal!”

“Justru kalau kau tetap keras kepala, ini akan benar-benar berakhir untuk kita,” Nayoung mendengus, “Minji punya harga diri setinggi langit, dia tidak akan mengatakan apa yang kau minta tadi—jadi percuma kalau aku masuk, toh akan tetapi minus 50 poin.”

“Kami pergi, princess….”

oOo

 

 

Yun Ae melangkahkan kakinya lamat-lamat pada koridor asrama Lyra. Sekali lagi di lihatnya secarik kertas persegi berukuran kecil dengan tulisan Sky diatasnya, dan perlahan netra gadis itu beralih pada papan – papan kayu kecil yang tergantung di setiap pintu, melihat dengan seksama untuk memastikan bahwa ia tidak salah kamar. Yang di bilang Juniel tadi adalah bahwasanya Seiryu High School memiliki dua asrama—Lyra Dorm dan Orion Dorm, dimana kedua asrama ini memiliki penomoran kamar yang unik.

Dan gadis itu tengah menjejaki asrama Lyra sekarang, salah satu tempat dengan nilai artistik yang tinggi. Dibuat dengan gaya bangunan Barat dan Yunani yang minimalis, asrama Lyra menawarkan kenyamanan bagi siswi SHS—dilengkapi set komputer dan meja belajar pribadi, meja makan, dan dua kamar mandi di setiap ruangan. Memungkinkan empat orang tinggal di dalamnya dengan nyaman.

Lantas di detik itu juga salah satu pintu asrama bertuliskan Sky di ketuk dari luar. Dimana setelahnya muncul seorang gadis bretubuh semampai dengan rambut ikal sebahu dan manik keemasan, melangkahkan kakinya masuk secara perlahan sambil menebar senyum pada tiga orang yang sudah ada di sana.

Annyeong,” canggungnya, membuat tiga gadis di sana terkekeh bersamaan, “Namaku Go Yun Ae, salam kenal.”

“Park Mina,” gadis mungil dengan rambut ekor kuda itu leih dulu menyambut Yun Ae, membuat gadis itu bisa tersenyum lebar sekarang, “Kau bisa panggil aku Min atau Mina, yang mana saja tak masalah.”

Gadis besurai panjang itu terkekeh, “Park Chanmi—dan sepertinya ini bukan pertemuan pertama kita, kan’?”

“Han Jihyun, salam kenal,” kali ini wanita cantik dengan tampilan fashionable yang up to date, “Mohon bantuannya,”

Melepaskan senyum terbaiknya, Yun Ae kemudian meletakan kopernya disudut kemudian membuka secarik amplop cokelat dengan cap Andorra di belakangnya. Perlahan tapi pasti gadis itu membukanya, membaca isinya dengan seksama—terlalu seksama sampai-sampai ia sendiri tidak menyadari bahwasanya ada yang janggal dengan orang-orang di ruangan ini.

Mina, gadis imut dengan rambut ekor kuda itu pada dasarnya tengah membaca sebuah buku, namun dilihat dari sisi manapun itu tidak benar—karena buku yang dibaca gadis itu terbalik. Si sudut lainnya ada Han Jihyun, gadis cantik dengan setelan fashionable yang tidak melakukan apa-apa selain bergumam tidak jelas selama hampir setengah jam penuh. Yang terakhir Chanmi. Gadis itu mirip dengannya, pandai berpura-pura. Termasuk berpura-pura sibuk dengan sesuatu yang tidak jelas.

Ruangan Sky yang sekilas tampak menghangat kala itu menjadi titik awal bagi mereka—seolah menunjukan bahwa Seiryu benar-benar tempat yang ama untuk bersembunyi. Terutama dari kejamnya kehidupan.

oOo

 

 

Lalu jam yang mulai menunjukan waktu sore itu sedikit demi sedikit meresahkan para murid laki-laki di ruang Sun, asrama mereka yang seharusnya diisi empat orang kini baru ditinggali oleh dua pendatang baru—sementara sisanya sama sekali tidak jelas dimana keberadaannya. Padahal sudah sangat jelas pengumuman yang disuarakan ke seluruh penjuru Seiryu itu mengatakan bahwa seluruh siswa harus sudah berada di kamarnya saat matahari terbenam, pun Seokjin dan Yoongi masih mempertanyakan kabar kedua rekannya.

“Aku harus mencarinya!” seru Yoongi sejurus kemudian.

Dan secepat itu Seokjin menahan teman barunya itu, “Kita bahkan tidak tahu siapa, dimana atau apa yang mereka lakukan sekarang. Kalau kau pergi, itu akan menambah kegelisahanku—karena pada akhirnya cuma aku yang tersisa.”

“Aku akan kembali secepatnya, Jin-ah,” sela Yoongi, “Kau mau kita di minus 50 poin cuma karena mereka kabur terlambat?”

“Yah, entahlah,” Seokjin mengerutkan kening, menampilkan wajah yang sama bingungnya dengan Yoongi, “Yang bisa kita lakukan cuma percaya pada mereka berdua.”

“Kau?!”

“Dengar, Min Yoongi, mereka sama seperti kita—dan mereka juga pasti sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan.”

“Cih,” Yoongi mendengus, “Terdengar luar biasa.”

 

Di sisi lain Seiryu Kim Woobin masih sibuk dengan ponselnya—sangat sibuk menjabarkan kalau yang ia butuhkan cuma kesempatan, bukan yang lain. Dan hal ini seolah menjadi penjara tersendiri baginya, kala orang yang paling di hormatinya bahkan tidak memandang impiannya—sama sekali tidak. Dan semoga pemuda Kim satu ini tidak melupakan apapun.

 

Dan situasi yang tak kalah menggentingkan datang dari ruangan Star, tempat dimana Ren, Myungsoo, Taehyung dan taeyeong berada. Memang benar bahwasanya mereka berempat sudah menyelesaikan permainan dari Kim Tae Hee dan Park Jiyeon, akan tetapi masalah besar yang sessungguhnya justru datang menghampiri mereka—terlebih kala matahari hampi-hampir kemali ke peraduannya, saat jam sudah menunjukan pukul lima sore.

“Myung, bagaimana keadaannya?” tanya Ren khawatir.

Pemuda bermarga Kim itu menggeleng, “Aku tidak tahu, belum pernah belajar kedokteran….”

“Tolong, aku serius, Kim Myungsoo!” seru Ren frustasi, “Ya Tuhan, bagaimana bisa dua orang demam di saat yang bersamaan?!”

“Sudahlah, kita kompres saja—nanti juga turun demamnya.” Myungsoo menarik napas.

“Demamnya naik lagi,” Ren kembali mengukur suhu tubuh dua pemuda yang tergeletak dengan punggung tangannya, “Kalau lebih panas dari ini ada kemungkinan kalau mereka berdua tidak akan selamat.”

“Kau bercanda.”

Ren mendelik, “Bagian mana yang menurutmu sebercanda itu, Kim Myungsoo?”

“Lantas apa?!” Myungsoo ikut frustasi, “Saat aku datang yang sakit cuma Taeyong, dan saat kau datang Taehyung ikut sakit—jangan jangan kau penyebabnya.”

“Berhenti bicara, ini sama sekali tidak lucu!” Ren menarik napas, “Kita harus bergegas keluar dan mencari dokter untuk mereka.”

“APA KAU BERCANDA?!” Myungsoo membelalakan mata.

Shit, damn!!” Ren menjambak rambutnya sendiri, meremas kuat-kuat kepala yang rasanya sudah mau pecah itu, “Demamnya terus naik, apa lagi yang bisa kita lakukan?!”

“Kita akan kehilangan 50 poin kalau keluar sekarang!!” suara Myungsoo meninggi.

“Dan kita akan menjadi pembunuh kalau memaksakan kehendak pada 25 poin….”
pelan Ren.

 

Di tempat lainnya Juho yang tampak begitu menyedihkan itu berusaha kembali ke sekolah. Pakaiannya yang sobek dan kusut bercampur bercak darah itu menarik perhatian banyak orang, termasuk memar di sekitar mata dan bibirnya yang pecah bekas di tinju. Ditambah lagi, kaki yang tampaknya terkilir itu masih di paksakan berjalan. Dia ingat, bahwasanya ada teman sekamarnya yang menunggu dia pulang—setidaknya untuk menyelesaikan permainan itu.

oOo_TBC_oOo

Author’s note:

Cuman mau bilang, mian kalau ini gak sesuai sama ekspektasi. Malam ini mencoba menulis sekuat tenaga dan akhirnya bisa post SHS chapter 1 dgn penuh keniatan (untung besok libur). Dan untuk mengobati kekecewaan disini aku ada siapin FMV bbuat di tonton kalo FF-nya ternyata kependekan. tapi emang ini pndek banget sih wkkwkwk…. sebenernya ini semacem opening gitu… wakakaka mau tulis prolog, tapi prolognya udah keduluan kemaren, jadi yasudahlah… BTW seriously maafkan karena ini bikinnya cmn 3 jam… anggap aja pembukaan deh yaa wkwkwkwk….

Advertisements

17 thoughts on “[Multichapter] #1 Seiryu High School : Lyra & Orion

  1. Oh iya.. mau spoiler dikit. Gak semua cast ku pasangin sama couplenya masing2 spt yg kalian tulis di plot.

    Gak semua cast baik selalu baik gak semua cast nyebelin akhirnya nyebelin. Gak semua cast kalem beneran kalem 😂😂😂

    Untuk sekarang itu dulu, mungkin nati aku akan berubah pikiran setelah uas. Dan pasti seiring perubahan pikiran itu, plotnya bakal ngikut berubah wahahahaha #ketawajahat

    Sekian

  2. Hai kakak! Aku baca ini disela-sela membimbing LDK OSIS anak SMP.
    Pertama, aku ingin menyampaikan rasa duka ku karena part ini pendek. Juho sama Minji pun cuma keluar seujung jari. Tp gpp yg penting nongol. Wkwk. Tapi (lagi), itu Juho nya Min Ji kok bisa bonyok? Please bgt itu harus diobatin Minji. (Lagi – lagi) tapi, Minji punya harga diri tinggi dan Juho seperti itu, kira2 hubungan mereka bakal kayak apa ya? Love hate relationship kah??
    Kedua, as always aku suka sama penjabarannya. Dan ide bikin permainan utk screening siswa itu mungkin hanya ada di SHS ini. Asli itu guru/kepsek nya nyolotnya beleberan, ngeselin.
    Ketiga, aku suka MV nya. Ada 2 potongan MV juniel tuuuh wkwk. Dan lagi – lagi, Juho keluarnya cuma seujung jari. Hmmmm…..

    • Eh ciehh wao yg lg jd pembimbing LDK anak SMP wkwkwkwk sibuk yaa weekendnya.. pantes sepi… temen pc di grupku ternyata lg ngerjain anak osis smp 😂😂😂😂

      Dan ciehh lg wao… yg merasa ff ini pendek wahahaha… alasannya sudah ku jabarkan di komen2 debelumnya, silahkan cek #eaaaa

      Dan lagi2 Ciehh wao yang cuman seujung jari si minji sama juhonya 😂😂😂 mereka semua seukung jari kok.. ga ada yg lebih dominan. Yg dominan banyak ngomong cuman jiyeon wuahahahha…

      Soal juho aku juga gatau kenapa dia bonyok dan bisa kluar dari shs padahal ada permainan yg blm kelar. Blm kupikirkan alasannya. Dan belom kutentukan juga apakah si juho bakal ketemu minji dan tipe hate-love couple. Tapi yg jelas chapter depannya bakal greget 😂😂😂

      Soal fmv… aku pake punya juniel sama akmu karena unyu wakakakka… berulang kali juga masukin lagunya juniel tapi masih merasa kurang pas

  3. Haiiii Ayuunnnn…. Shafa’s coming untuk meninggalkan jejak komentar yang mungkin akan bikin rusuh kwkwkwkwkw

    Pertama, aku gak sadar kalau ini FF pendek. Karena aku baca ini ketika lagi diskusi isu liputan sama temen dan bacanya satu paragraf-terus nulis angle berita-baca satu paragraf lagi-nulis proyeksi narsum-baca lagi, jd berasa gak afdol (tp aku udah kepalang penasaran jd paksain baca sambil multitasking) gak nyangka ini chapter pendek banget yun, terus pas aku baca ulang untuk kali kedua aku baru sadar kalau ini ff pendek kwkwkw

    Dannnnn…. so we playing game, huh? Buat uji kekompakan kah? Hmmm menarik menarik yuun. Aku ngakak parah itu yg kamar Moon. Itu kamar kayaknya gak bakal tentram hidupnya. Ahn Minji – Kim Yura Disatuin = World War III kwkwkwkw kamar Sun kebalikannya, itu kamar ter-awkward sedunia deh kayaknya kwkwkwkw keempat cewek di sana bagai hanyut dalam masalahnya masing masing dan gak peka ke dunia sekitar.

    Buat karakter Suga…. ohmaigat Ayunnnnn thanks kepadamu krn udah ngebuat Agus 180 derajat berbeda dr karakter aslinya…. seorang Suga peduli sama kedua temennya yg blm masuk kamar adalah sebuah keajaiban. Setidaknya walau cuma di dunia FF tapi Suga masih ada sisi kemanusiaan (walaupun dia ngelakuin itu juga krn gak pingin dapet minus 50 poin kwkwkwk)

    Untuk konflik selebihnya aku blm bisa nerawang… yg pasti ini bakal rumit banget. Salut sama kamu yg mampu bikin plot cerita dengan banyak karakter kwkwkwkw

    Btw soal fmv, are you seriousss??? Kamu ngomongnya beginner tapi hasil fmv mu udah bagusssssss…. u.u

    Pokoknya semangat lanjutin ffnyaaaaaaa…. Hwaitinggg!!!!

    • Wakakaka halo pak shafa~ btw pasti pak shafa kalo makan cepet #plakk *sotoyyy* soalnya aku baca di line news kalo makannya cepet berarti tipe2 orang multi tasking. #nahloh

      Soal game itu entah kenapa tiba2 kepikiran. Karena sebenernya aku gamau nulis ini tadinya. Tadinya ini sangat panjang dan pas ku baca lagi membosankan dgn perkenalan yg datar, dan ku prediksi bakalan mempersulit aku masuk ke konflik utamanya. Jadi ku hapus aja 3000kata membosankan itu jadi opening pendek yang lumayan greget….

      Soal minji sama yura itu aku ambil dr karakternya wao sama mamih yg kadang suka awakward tapi gamau ngalah. 😂😂😂😂 #sungkem mamih# tapi ku modif banyak supaya aku bisa nyatuin watak mereka ke permainan berikutnya.

      • (Lanjutan, tadi karena terlalu bersemangat jd kepencet kirim)

        Dan soal kang agus alias suga sebetulnya aku gatau karakter aslinya gimana… krn cast nya banyak gak memungkinkan aku riset karakter cowoknya karena bakal lama(biasanya aku riset dulu, baca2 bias fact di blog wkwkwk)

        Dan soal fmv.. ini adalah fmv ketiga sebetulnya…. tapi ini gak lebih mendingan dari pada yg dia sebelumnya wakakaka… tapi disini lebih rapih karena kemaren aku tanya fade in fade out suara…

  4. Uahhhh…. Kerennn… Tapii knapa pendek yaaa… Kekekeke….

    Hehehhee…. Tp gpp… Udh di posting ajh udh seneng… Ttp semangatt yaaa buat bkin lanjutannya… Masihh bner2 penasaran sma ceritanyaaa… 🙂

    Keep writing yaa

  5. Holla Ayuuun… aku datang…
    Hrum ini pendek banget sih yun, tp tak apa, udh diposting aja aku udah seneng koq wkwkwk

    btw pertanyaanku sama kayk zulfa. penasaran juga sih. oh ya ada beberapa typo mungkin karena bikinnya tengah malem kali ya wkwkwk

    btw kutunggu lanjutannya 😊

  6. Ayuun, kenapa dirimu membuatku sedih karena part ini pendek sekaliii T_T

    Oke, seperti biasa Yun, aku suka gayamu bertutur kata dan bercerita. Berasa lagi nonton drama, dan pula penjabaran katamu bikin aku bisa banget membayangkan semua yang kamu tulis, intinya aku seolah benar2 ada di sana dan memerhatikan semuanya. Dan ini keren banget!

    Aku suka permulaan cerita ini. Hmm, dimulai dari permainan yaa… menarik banget pake permainan segala! Tapi, unik! Kok ya kepikiran sih bikin permainan kayak gitu.. Btw, aku sebel dengan karakter Yura di sini, gayanya selangit banget mentang mentang tuan putri, terus aku suka banget sama nayoung dan yena yang lebih membela minji daripada yura. Sepertinya akan terjadi kisah rumit di kamar moon ini, wkwk..Oh ya, aku penasaran dengan apa yang terjadi di kamar Sky. Kenapa gerak gerik chanmi, mina, dan jihyun tampak mencurigakan begitu ke yun ae, pasti ada sesuatu nih di antara mereka..

    >> Ruangan Sky yang sekilas tampak menghangat kala itu menjadi titik awal bagi mereka—seolah menunjukan bahwa Seiryu benar-benar tempat yang ama untuk bersembunyi. Terutama dari kejamnya kehidupan. << dan kalimat ini entah kenapa membuat aku berpikir kalau keempat orang di ruangan sky punya nasib yang hampir sama: menghindar dari kenyataan.

    Terus aku masih bingung sama di ruangan Sun, itu yang gak ada si woobin dan juho bukan sih? Woobin aku masih gak ngerti kenapa dia malah ngegalau sendirian, tapi juho? kenapa dia bonyok gitu? kan kasian 😦 Nah, kalo yang di ruangan star, aku rada gregetan. Itu double tae kenapa baru awal2 cerita malah sakit sihh :(( greget juga liat myung sama ren malah berdebat gitu, eh btw, ren itu choi minki bukan sih? Agak bingung tiba2 ada nama ren, dan nama minki menghilang begitu saja.

    Dan sekali lagi, Yun, kau membuatku menangis karena part ini pendeknya kebangetan! Butuh part yang lebih panjaaaang~ baca ffmu tuh macam lagi nonton drakor, bikin ketagihan, jadi next part lebih dipanjangin dikit ya, eh jangan dikit deh, dipanjangin yang panjang sepanjang panjangnya ya yun, hahaha… cepet lanjut yuuun~ penasaran tingkat akut nih! Lama menunggu part 1 keluar, eh malah partnya sependek ini 😦

    Tapi aku menghargaimu yang sudah bela2in nulis 3 jam untuk ngepos part 1 ini. Gak sia sia kok Yun, ini ff great sangat! Btw, aku suka fmv yang kamu buat, kok bisa sih dapet video video kayak gitu? Kayaknya pas banget sama yang mau kamu bawain nanti di ff ini, tapi kok aku gak ngeliat ada taehyung d fmv itu ya? Atau aku kelewat? Oke, kayaknya akan kutonton lagi setelah nulis komen yang panjang ini.

    The last, semangat nulisnya yuuuun~ sini aku bantu pijitin pundakmu kalo kamu dah pegel nulis, wkwk… Kutunggu banget kelanjutannya yaw! :***

    • wkwkwk sepertinya aku tau knp Taehyung gak ada di FMV, karena Ayun salah mengenali wajah Taehyung, malah masukin Jungkook yg jelas2 gak ada di deretan cast wkwkwk

      Sabr ya Yun, Zul hahaha ngakak aku

    • Hai zul… hm, sebenernya ini belom selesai karena target aku 4000an kata… tapi baru 2000an kata aku udh mabok, sementara kepala masih ngebul ngeluarin ide2… banyak yg mau di tulis sebenernya… tapi demi menjaga supaya ada gregetnya jadi ku akhiri dulu sampai disini 😂😂😂

      Pssstt… spoiler utk chapter 2: Challange, akan ada games yg gak kalah seru dari Lyra dan Orion ini wkwkwkwk

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s