[Page 1] Just Turn The Page

jttp-cover

JUST TURN THE PAGE

“Don’t close your book, just turn the page.”

Multichapter // Slice of life, Entertainment, Love/Hate, Friendship, Music, Dream // PG-18

zulfhania production © 2016

Starring by.

cast-new

Previous. Trailer | Prologue

PAGE ONE: DECEMBER, 30th

Pada tanggal 30 Desember, sepasang hati yang pernah bersatu itu kembali bertemu di tempat yang sama dengan saat berpisah

-page one-

“Shin-hye! Jihyun! Hana! Mina! Sunkyo! Nayoung! Minji! SISTER!”

Suara fanchant bersahutan dengan suara musik yang terputar di dalam gedung KBS dalam acara ‘Open Concert’. Ketujuh perempuan muda menari di atas panggung mengikuti dentuman musik. Mina dan Hana bergantian bernyanyi pada bagian chorus, lalu dilanjutkan dengan suara kolaborasi rap antara Shin-hye dan Sunkyo. Sementara Jihyun, Nayoung, dan Minji tetap menari mengikuti irama musik. Suara fanchant mengiringi penampilan mereka hingga musik selesai. Ketujuhnya membungkuk berterima kasih pada para fans yang telah datang melihat penampilan mereka. Setelah melambaikan tangan dan memuaskan diri menyapa serta mengucapkan selamat hari natal dan tahun baru pada para penggemarnya, mereka kembali ke belakang panggung.

Nayoung bergegas melepas segala aksesori yang terpasang pada tubuhnya begitu tiba di backstage.

“Nayoung-ah, kau langsung pergi sekarang?” tanya Sunkyo yang baru saja tiba di backstage.

Nayoung mengangkat ponsel dan menunjukkan beberapa panggilan tak terjawab di layar ponselnya pada Sunkyo. “Sutradara sudah meneleponku berkali-kali.”

“Hmm, artis drama kita yang satu ini sibuk sekali ya rupanya,” komentar Hana.

“Mungkin sebentar lagi Nayoung akan lebih dikenal sebagai pemain drama dibandingkan anggota girlband,” tambah Mina.

Eonni!” Nayoung melayangkan bentuk protes.

Ponsel Nayoung berdering, entah untuk yang keberapa kalinya pada beberapa menit terakhir. “Aku pergi sekarang ya. Bye!” ucapnya, lalu berlalu keluar ruangan.

“Jangan pulang terlalu larut, Nayoung-ah, kau tidak boleh ketinggalan pesta kita. Benar kan, Mina-ya?” seru Shin-hye, lalu melirik Mina. Sementara yang dilirik hanya menggelengkan kepala sambil berdecak, pertanda tidak ingin ikut campur.

Sementara Sunkyo hanya memandang punggung Nayoung yang semakin menjauh dengan pandangan tanpa ekspresi.

* * *

“CHEERS!”

Beberapa gelas kaca terangkat ke udara, saling bertemu di satu titik yang sama hingga terdengar suara dentingan yang kemudian diiringi suara gelak tawa oleh pemilik tangan.

“Selamat atas promosi terakhir kalian!” seru Chanmi setelah menghabiskan gelas berisi soju dalam sekali teguk. “Malam ini kalian boleh makan apa saja yang kalian inginkan. Aku, Park Chanmi, sebagai PD kalian, akan mentraktir kalian semua!”

“Wah, daebak! Terima kasih, PD-nim!” sahut para perempuan muda yang duduk mengelilingi meja yang sama dengan Chanmi.

Selain Chanmi dan keenam member SISTER, kecuali Nayoung yang masih berada di tempat syuting, ada Yonghwa dan Seokjin juga yang duduk mengelilingi meja yang sama dengan mereka. Sebagai manajer dan juga komposer yang biasa membuatkan lagu untuk album SISTER, sudah seharusnya mereka berdua turut merayakan pesta perayaan promosi terakhir pada album mini kedua SISTER.

Hari ini memanglah hari terakhir mereka melakukan promosi pada lagu di album mini kedua. Penampilan mereka di ‘Open Concert’ tadi merupakan promosi terakhir mereka sekaligus menutup penampilan SISTER pada akhir tahun. Pada tahun ini, mereka berhasil mendapatkan pencapaian tertinggi di PC Agency dalam penjualan album tersebut, mengalahkan penjualan album terakhir Baek Juho, salah satu penyanyi solo yang juga berada di dalam naungan agensi yang sama dengan SISTER. Maka dari itu, Chanmi mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kesuksesan girlband barunya itu. Seharusnya Jiseo ikut bersama mereka. Bagaimana pun juga wanita itu turut andil dalam kesuksesan SISTER. Namun wanita itu memiliki jadwal kencan bersama calon suaminya sehingga dia tidak bisa datang. Padahal selain merayakan kesuksesan album mini kedua, mereka juga akan merayakan pesta yang lain.

“Huh, sayang sekali Juho oppa tidak diundang ke pesta ini,” celetuk Minji setelah meneguk gelasnya yang ketiga.

Sunbae-nim, Ahn Minji!” ralat Shin-hye dengan mimik kesal. Sudah berulangkali ia mengingatkan Minji untuk memanggil laki-laki itu dengan sebutan sunbae, tetapi Minji selalu tidak pernah mendengarkan. Dia selalu saja menyahut dengan ucapan, ‘Juho oppa kan pacarku, jadi untuk apa aku memanggilnya sunbae, yang kemudian akan dihadiahkan pelototan mata dari para member SISTER lainnya. Namun karena di sini ada Chanmi, Minji memilih untuk tidak mengucapkan kalimat tersebut karena nantinya malah akan mengundang ceramahan panjang lebar dari wanita itu. Lagipula Yonghwa pun menyuruhnya tutup mulut untuk tidak membahas hal tersebut. Minji hanya mengikuti kode dari manajernya itu.

By the way, apakah hanya perasaanku saja atau memang malam ini para penggemar banyak sekali yang datang melihat penampilan kita tadi?” ujar Yonghwa, mengalihkan pembicaraan.

“Kurasa itu bukan hanya perasaanmu saja, Oppa. Hari ini kan promosi terakhir lagu kita. Jadi pasti mereka akan melihat penampilan kita untuk yang terakhir kalinya,” sahut Hana.

Mina yang mendengar ucapan Hana tertawa lucu. “Yya, Kim Hana, kau berkata seolah-olah tadi adalah benar-benar penampilan terakhir kita dan kita tidak akan pernah tampil bersama lagi, tahu!”

Shin-hye menahan napas mendengar ucapan Mina. Ia tahu kalau perempuan itu bermaksud bercanda dengan berkata seperti itu, tetapi kenapa rasanya Shin-hye menjadi sulit bernapas kemudian? Ia seperti merasa de javu, dan ini bukan pertanda baik.

Lho, benar, kan? Yah, tentu saja maksudku penampilan kita yang terakhir untuk mempromosikan lagu kita, Mina,” sahut Hana, setengah bercanda.

“Tetapi itu bukan penampilan terakhir kita, Hana,” kata Mina, tidak ingin bercanda.

“Iya, iya, aku tahu, Mina. Maksudku, kan, penampilan terakhir untuk promosi lagu kita. Aku kan hanya bercanda. Harus berapa kali kubilang, sih, agar kau mengerti?”

Mina hendak berkata lagi ketika Shin-hye tiba-tiba saja menyela, “Yya, berhentilah. Apa lagi yang sedang diperdebatkan oleh kedua sahabat kita ini, sih?”

Chanmi tertawa pelan melihat perdebatan kecil antara Mina dan Hana. Sayang sekali Shin-hye menghentikan aksi mereka. Padahal entah kenapa hal itu membuat Chanmi sedikit terhibur di tengah kepenatan yang sedang dialaminya dalam menghadapi salah satu artisnya yang bersifat keras kepala macam Baek Juho. “Bagaimana perasaan kalian setelah menyelesaikan promosi untuk album mini kedua kalian? Sepertinya mengesankan sekali melihat kedua sahabat kita ini sampai berdebat begitu,” tanyanya kemudian.

Mina dan Hana saling menyalahkan satu sama lain dengan saling mendelik ketika Chanmi menyindirnya. Membuat wanita itu kembali tertawa pelan.

“Benar-benar hebat, PD-nim!” ucap Minji bersemangat.

“Yah, meskipun penjualan album mini kami tidak terlalu baik bila dibandingkan dengan agensi lain, tetapi aku cukup puas dengan apa yang telah kami raih. Kami sudah melakukannya dengan baik, kan, PD-nim?” kata Sunkyo.

“Bahkan setelah album mini ini, SISTER pasti akan terus berlanjut. Tidak akan ada di antara kita yang menyerah dan saling meninggalkan, kan? Ini bukan malam terakhir kita, kan?” sahut Mina.

“Te-tentu saja!” Shin-hye menyahut dengan cepat untuk menahan rasa gugup yang sedari tadi disembunyikannya setelah merasa de javu akibat ucapan Mina tadi. “Masih akan ada malam-malam berikutnya untuk SISTER tampil bersama. Kita harus semangat!”

“Semangat!” seru semuanya serempak, kecuali Jihyun.

Chanmi tersenyum melihat semangat mereka. “Wah, kalian benar-benar bersemangat sekali. Apakah kalian ingin melangkah lebih tinggi lagi?”

“Tentu saja!” sahut semuanya serempak, kecuali Jihyun.

Cha! Kalau begitu, bersiaplah untuk comeback bulan Maret nanti untuk album perdana kalian,” kata Chanmi.

“Benarkah?! Album perdana?!” Kali ini mereka memekik dengan serempak. Jihyun tidak memekik, tetapi mata sipitnya tampak melebar mendengar pemberitahuan Chanmi.

“Aku sudah menduga hal ini pasti akan terjadi setelah setahun hari debut kami,” kata Minji.

“Kau satu-satunya orang yang paling bersemangat, Ahn Minji. Aku suka itu,” kata Chanmi pada Minji, lalu dibalas dengan senyum malu-malu oleh perempuan itu.

“Oh ya, PD-nim, member terbaik pada album ini siapa? Biasanya di akhir promosi album kita, kau selalu mengumumkan member terbaik pada kita,” sahut Minji ketika teringat sesuatu.

“Ah, benar. Di album perdana kita kemarin, Shin-hye eonni yang meraih posisi member terbaik. Apakah album mini kedua ini aku yang meraih posisi itu?” ujar Mina.

Hana mendesis. “Jangan berharap. Itu aku orangnya!”

Mina balas mendesis tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas.

Chanmi tertawa pelan melihat tingkah kedua sahabat itu lagi. “Aku akan mengumumkannya nanti. Sekaligus Seokjin akan menjelaskan konsep lebih lanjut mengenai comeback kalian. Sekarang kita makan dulu saja.”

“Ah, kenapa nanti, PD-nim? Kami ingin mendengarnya sekarang,” Minji merajuk.

“Kita harus menunggu member SISTER lengkap dulu, Minji-ya,” kali ini Seokjin yang menyahut.

“Ah, benar. Kenapa Nayoung lama sekali ya?” celetuk Shin-hye sambil melirik Mina dengan tatapan menggoda. Sementara yang dilirik hanya menggelengkan kepala sambil berdecak, seperti biasa. Mereka ini mau memberi kejutan padanya kok pakai kode segala sih, mungkin itu yang dipikirkan Mina.

* * *

Nayoung berdiri di depan ‘Nature Cafe’ dengan gelisah. Tangannya memegang ponsel yang ditempelkan di telinga. Matanya berkali-kali melirik jam kecil di pergelangan tangan dan halaman parkir secara bergantian. Sudah hampir pukul 12 malam dan orang itu belum datang juga. Bahkan nomor ponselnya sama sekali tidak bisa dihubungi, hanya terdengar nada tunggu yang membuat Nayoung jengkel setengah mati. Kalau saja Nayoung mengenal orang itu secara dekat, ia pasti sudah mengobrak-abrik wajah orang itu apabila dia sudah datang.

Ketika waktu menunjukkan pukul sebelas lewat lima puluh enam menit, Porsche Panamera S memasuki halaman parkir dan berhenti di salah satu lahan parkir yang kosong. Nayoung melihat laki-laki berwajah baby face keluar dari mobil dan berlari menghampirinya dengan menenteng sekotak bungkusan.

Yya, Jeon Wonwoo, kenapa kau lama sekali?!” tanya Nayoung setibanya laki-laki itu di sana.

Wonwoo tersenyum meminta maaf, lalu mengangkat sekotak bungkusan berisi kue tar beserta segala aksesori khas ulang tahun di tangannya. “Maaf, noona. Yang penting aku membawa pesananmu. Apakah semua orang sudah berkumpul di dalam?”

“Kau telat, tentu saja semua orang sudah berkumpul! Kalau bukan karena kau adalah sahabat dekat Mina eonni dan Hana eonni, aku tidak akan membiarkanmu yang membeli kue tar dan membuatku menunggumu lama di sini. Bahkan aku hampir mati kedinginan karena menunggumu!”

Kembali, Wonwoo tersenyum meminta maaf. “Aku kan sudah bilang minta maaf, noona. Lagipula aku tahu benar mana selera Mina noona, jadi percaya saja padaku. Kue ini adalah kue yang terbaik dari kue yang terbaik,” ucapnya menyombongkan diri, lalu melirik jam tangan. “Sudah waktunya. Ayo, kita masuk ke dalam. Kejutannya bisa dimulai sekarang kan?”

* * *

Lampu di salah satu ruangan pada ‘Nature Cafe’ yang telah di-booking atas nama PC Agency mendadak padam. Lantas beberapa perempuan muda yang sedang menikmati makan malamnya di dalam ruangan langsung menjerit histeris, terlebih Jihyun yang takut dengan kegelapan, sementara Chanmi, Yonghwa, dan Seokjin hanya celingak-celinguk dengan wajah tak mengerti. Mina sama sekali tidak menjerit. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Bahkan ia tahu alur yang terjadi kemudian akan seperti apa. Setelah lampu padam, pasti selanjutnya akan terdengar suara…

Saengil chukkae hamnida! Saengil chukkae hamnida! Saranghaneun Mina-ya, saengil chukkae hamnida!

Ketika lagu itu dinyanyikan, Mina melihat cahaya temaram dari balik pintu yang kemudian bergerak mendekat ke arahnya. Nayoung yang membawa kue tar dengan beberapa lilin di atasnya, diikuti oleh seorang laki-laki yang berdiri di belakang perempuan itu dengan tangan memegang handycam. Tampaknya laki-laki itu sedang merekam.

Butuh waktu beberapa detik untuk Mina mengerjapkan mata dan mengenali laki-laki itu sebagai Wonwoo ketika konfeti yang sedari tadi disembunyikan oleh Shin-hye dan Minji mendadak diledakkan, juga suara terompet yang mendadak dibunyikan oleh Jihyun dan Sunkyo, dan juga Hana yang kemudian memasangkan topi kertas khas ulang tahun ke atas kepala Mina. Saat itulah Mina baru merasakan kalau kejutan yang disiapkan para membernya itu berhasil dan mengesankan.

Hanya karena kehadiran seseorang.

“Cepat tiup lilinnya, Mina!” kata Hana setelah memasangkan topi tersebut pada kepala Mina.

Mina baru saja hendak meniup ke-21 lilin di atas kue ketika Minji menahan aksinya.

Eonni, kau harus make a wish terlebih dahulu!”

Mwoya? Aku tak melakukan hal semacam itu,” kata Mina.

“Mulai tahun ini, kau harus melakukannya, eonni,” kata Minji.

Karena mood Mina mendadak berubah membaik, ia pun menuruti permintaan Minji. Ia memejamkan matanya sejenak, mengucap sebuah doa dalam hati, lalu kembali membuka mata dan meniup lilin di atas kue hingga ruangan yang tadinya temaram mendadak gelap seketika.

Noona,” Mina merasa lengannya dipegang oleh seseorang. Dalam kegelapan, ia masih dapat melihat Wonwoo tengah memandang ke arahnya. “Selamat ulang tahun.”

Mina tersenyum. “Terima kasih, Wonwoo-ya.”

Pandangan Mina melewati bahu Wonwoo dan seketika air mukanya berubah sedih saat menyadari kalau tahun ini memang tidaklah sama seperti tahun kemarin.

Hari ini, pukul dua belas lewat dua belas menit tengah malam, pada tanggal 30 Desember, adalah hari ulang tahun Mina.

Awalnya, ia merasa kejutan yang disiapkan teman-temannya akan gagal, karena ia sudah dapat menebak alurnya. Namun begitu melihat kedatangan Wonwoo, orang tak terduga yang akan datang ke pesta kecil-kecilan ini, mood-nya mendadak membaik dan ia merasa bahwa kejutan ini amat mengesankan. Karena biasanya ia merayakan hari ulang tahunnya bersama Hana dan Wonwoo, kedua sahabatnya, dan ditemani oleh Taehyung, kekasihnya, dulu.

Namun, rupanya sama saja. Tanpa laki-laki itu, ulang tahunnya tetap terasa sepi. Karena tahun ini, untuk yang pertama kalinya, Mina tidak merayakannya bersama Taehyung.

* * *

Lampu di salah satu ruangan pada ‘Nature Cafe’ kembali terang. Orang-orang di dalam ruangan kembali melanjutkan makan malam sambil mengobrol. Wonwoo ikut bergabung bersama mereka. Laki-laki itu duduk di bangku paling ujung, bersebelahan dengan Hana, dan berhadapan dengan Mina.

“Hmm, sekarang aku mengerti,” tiba-tiba saja Nayoung bergumam sambil melirik ke arah Wonwoo dan Hana. “Kau ngotot padaku untuk minta datang ke pesta ini pasti karena ingin bertemu dengan Hana, kan? Alibimu sudah ketebak rupanya, Jeon Wonwoo.”

“Sst, Nayoung-ah, jangan bicara keras-keras,” timpal Mina sambil melirik jahil ke arah Wonwoo dan Hana. “Kalau sampai Chanmi PD-nim tahu soal ini, mereka berdua bisa habis!” katanya sambil melakukan gerakan memotong secara horizontal pada lehernya.

Noona!”

“Mina Park!”

Wonwoo dan Hana mengeluarkan bentuk protes pada Mina secara bersamaan, hingga menimbulkan tawa ledekan dari para member SISTER.

Mwoya? Apakah kalian berpacaran?” tuduh Chanmi dengan intonasi tidak suka.

Wonwoo dan Hana mendelik pada Mina, sementara perempuan itu membentuk huruf V pada jarinya.

“Akan kuklarifikasi, Chanmi PD-nim,” Sunkyo menyahut. “Mereka tidak berpacaran. Hanya saja mereka sedang dalam tahap pendekatan, dan itu sudah terjadi sejak sebelum girlband SISTER ini terbentuk. Benar kan, Hana eonni?”

“Terima kasih atas klarifikasinya, Sunkyo noona!” Alih-alih Hana yang menjawab, justru malah Wonwoo yang menyahut sambil membungkukkan setengah badannya, lalu menoleh pada Chanmi dengan cepat. “Tetapi itu tidak benar, Chanmi PD-nim. Kami hanya bersahabat. Sa-ha-bat. Tanya saja pada Mina noona. Benar, kan?”

Mina sengaja tidak menjawab. Ia melanjutkan menikmati dessert-nya yang sempat tertunda tanpa menggubris ucapan Wonwoo yang meminta persetujuan.

“Aish, dasar anak-anak muda!” Chanmi mendesis sekaligus meleraikan perdebatan yang mereka lakukan. “Aku tahu kalau kalian berdua bersahabat dekat, tetapi awas saja kalau sampai kalian berpacaran! Tak akan kuberi ampun kau, Kim Hana, Jeon Wonwoo!”

“Siap, PD-nim!” jawab Wonwoo mantap. Sementara Hana hanya tersenyum miris.

Kemudian Chanmi memandang para member SISTER satu persatu. “Peringatan ini bukan hanya untuk Hana dan Wonwoo saja, tetapi juga untuk member lainnya; Mina, Nayoung, Sunkyo, Shin-hye, Jihyun, dan juga kau Minji. Aku tidak tahu apakah kau benar-benar memiliki hubungan khusus dengan artisku yang satu itu, tetapi kuharap itu tidak benar.”

Kegaduhan di dalam ruangan mendadak berubah senyap. Minji pun memilih untuk diam. Hal inilah yang membuat Minji tidak ingin membahas soal Juho di depan Chanmi karena ia tidak ingin wanita itu menceramahinya tentang hal ini. Tetapi gara-gara Hana dan Wonwoo, masalah ini tetap saja dibahas oleh wanita itu.

“Saat ini kalian adalah seorang entertainer. Hampir seluruh orang di negara ini mengenal wajah kalian. Jadi kalian harus lebih berhati-hati dalam berhubungan dengan lawan jenis, meskipun itu adalah sahabat kalian sendiri. Dan apabila aku tahu kalau kalian diam-diam berpacaran di luar, lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Nasib kalian akan berakhir seperti Juho. Apakah kalian mengerti?”

Tak ada yang menyahut ucapan Chanmi. Mereka hanya menganggukkan kepala pelan, kecuali Sunkyo. Ia pura-pura tidak mendengar dan melanjutkan menikmati dessert-nya dalam diam, meskipun dalam hatinya ia mendadak merasa gelisah. Ia melihat Nayoung melirik ke arahnya dan memberikan tatapan prihatin, tetapi Sunkyo memalingkan pandangannya. Pura-pura tidak melihat wajah iba yang ditunjukkan oleh Nayoung.

Pokoknya Chanmi tidak boleh tahu tentang hubungannya dengan kekasihnya. Dan ia tak akan membiarkan Nayoung membocorinya.

* * *

Pukul satu lewat enam menit waktu dini hari.

Salah satu ruangan di ‘Nature Cafe’ itu masih ramai. Chanmi baru saja memberikan hadiah berupa kalung berbentuk tulisan PC pada Jihyun atas bentuk penghargaannya sebagai member terbaik pada album mini kedua. Pada album perdana kemarin, Chanmi memberikan anting perak keluaran terbaru pada Shin-hye atas bentuk penghargaannya sebagai member terbaik.

“Apakah kalian tahu kenapa aku memilih Jihyun sebagai member terbaik?” Chanmi bertanya pada seluruh member SISTER.

Seluruh orang di dalam ruangan hanya diam.

“Karena Jihyun menari dengan amat sangat baik,” jawab Chanmi. “Di antara kalian semua, hanya Jihyun yang tidak pernah banyak protes dan selalu menjalankan peraturan dengan baik.”

“Itu kan karena Jihyun eonni pendiam,” celetuk Nayoung.

“Benar,” Chanmi menjentikkan jarinya. “Pendiam dan tidak banyak bertingkah, tetapi melakukan seluruh kegiatan dengan baik. Selama ini siapa yang paling pertama datang latihan ke studio? Siapa yang pagi-pagi buta sudah sampai di studio untuk latihan?” Sekilas ia melirik Jihyun yang hanya terdiam di bangkunya. “Seharusnya kalian sudah tahu jawabannya.”

“Tetapi aku setuju kalau Jihyun eonni dijadikan member terbaik kali ini. Dia pantas mendapatkannya,” kata Minji.

“Aku juga setuju,” ucap member SISTER lainnya.

“Pasti selama ini Jihyun sudah berusaha keras, bukan? Selamat untukmu, Park Jihyun!” kata Shin-hye menepuk bahu Jihyun sebagai bentuk respect.

Jihyun hanya tersenyum tipis. Tangannya menggenggam kalung pemberian Chanmi yang kini terlingkar di lehernya. “Terima kasih banyak.”

Kemudian Chanmi melirik Seokjin dan memberinya kode untuk melanjutkan. Mengerti maksud kode itu, laki-laki itu pun mengambil alih pembicaraan.

“Nah, karena Jihyun terpilih sebagai member terbaik, maka dari itu, Jihyun-ah,” Seokjin memanggil nama Jihyun sehingga perempuan itu menoleh padanya. “Kau akan dijadikan center untuk comeback tahun depan.”

“Benarkah?!” Para member SISTER lainnya berkata serempak dengan tatapan tak percaya. Jihyun pun tampak terkejut mendengar pemberitahuan itu.

“Karena Jihyun adalah main dancer, berarti untuk konsep kali ini kita akan full mengeluarkan album dengan lagu yang energik. Oh ya, salah satu lagu kalian nantinya akan berkolaborasi dengan Park Jimin ‘Bangtan Boys’,” tambah Seokjin.

“Benarkah?!” Lagi-lagi para member SISTER terkejut dengan serempak.

“Wah, daebak! Aku iri sekali pada Jihyun eonni,” kata Nayoung.

Yya, Lee Nayoung! Kau sudah sering menjadi center dan sekarang kau pun sedang sibuk syuting untuk dramamu, jadi sekali-sekali kau harus memberikan posisi center itu pada member yang lain,” celetuk Sunkyo dengan nada tidak suka.

“Aku tahu,” sahut Nayoung. Ia tidak suka dengan nada suara Sunkyo.

Wait, wait, kenapa Nayoung harus memberikan posisi center itu pada Jihyun?” Chanmi masuk ke pembicaraan.

Seokjin menunjukkan wajah heran. “Bukankah begitu kesepakatannya saat kita berdiskusi bertiga kemarin?”

“Bukan, Seokjin-ah. Jihyun memang menjadi center untuk comeback tahun depan, tetapi bukan untuk di drama. Untuk drama MV, Nayoung yang akan tetap menjadi center, berkolaborasi dengan Park Jimin,” Yonghwa yang menjelaskan.

Air muka Nayoung berubah cerah. “Jadi, aku nanti akan berakting bersama Park Jimin?”

Chanmi menjentikkan jari pada Nayoung. “Benar sekali. Tetap saja visual harus diutamakan untuk comeback kalian.”

Minji menghela napas pendek. “Kapan aku bisa jadi center?”

Member lainnya pun mengeluarkan keluhan yang sama dengan Minji. Wonwoo sampai harus merangkul pundak Hana dan memberikan semangat pada perempuan itu. Ia juga memberikan kepalan tangan semangat untuk Mina yang tampak lesu di depannya.

Sementara itu, Sunkyo memandang Nayoung dengan pandangan tanpa ekspresi. Ia memerhatikan sendiri bagaimana Nayoung dan Chanmi saling berpandangan, lalu wanita itu mengacungkan jempol untuk Nayoung. Ada yang aneh dari gerak-gerik mereka. Bukan hanya untuk malam ini, tapi juga hari-hari sebelumnya. Sunkyo selalu memerhatikan gerak-gerik aneh mereka, dan Sunkyo tidak suka itu.

* * *

“Terima kasih atas makanannya, Chanmi PD-nim!”

“Segera pulang ke dorm dan istirahatlah!” seru Chanmi.

“Baik, PD-nim.”

Hujan baru saja turun ketika para member SISTER pamit pada Chanmi untuk kembali ke dorm, sementara Chanmi dan Seokjin memilih untuk berdiam di dalam kafe.

“Kalian tunggu sini saja. Aku akan mengambil mobil dulu,” kata Yonghwa, lalu berlari menerjang hujan menuju mobil.

“Aku akan pulang setelah kalian pergi,” kata Wonwoo tanpa ditanya.

Selagi menunggu Yonghwa bersama mobilnya datang, Mina meminta Hana untuk menemaninya ke toilet. Toilet di ‘Nature Cafe’ terletak hampir di ujung belakang, jauh dari pintu masuk. Belum lagi mereka harus melewati lorong-lorong dengan pencahayaan yang minim. Kalau saja jam tidak menunjukkan waktu dini hari, mungkin Mina berani pergi ke toilet sendirian.

“Aku sudah menahannya sejak tadi,” kata Mina sebelum masuk ke dalam toilet.

Hana sempat memukul lengan perempuan itu. “Aish, kau ini kebiasaan dari dulu!”

Mina hanya tertawa.

By the way, tadi pertama kalinya kau melakukan make a wish, bukan?” tanya Hana.

Mina menyahut dari dalam toilet, “Benar. Ah, Minji memang kekanakan sekali.”

Hana tertawa pelan. “Lalu, apa harapanmu?”

Mina tidak sempat menjawab, lalu beberapa detik kemudian ia keluar dari toilet.

“Memangnya kau boleh tahu tentang harapan orang lain?” Mina balas bertanya sambil membersihkan tangannya di kran wastafel.

Hana mengangkat bahu. “Siapa tahu aku bisa bantu mengabulkan harapanmu.”

“Memangnya kau Tuhan?” Mina tertawa.

“Ya, kan, siapa tahu.”

Ya, memang siapa yang tahu. Bisa jadi memang Hana bisa mengabulkan harapan Mina, karena siapa yang tahu pula kalau rupanya harapan Mina langsung terwujud pada hari itu juga.

Di persimpangan koridor menuju pintu, Mina menghentikan langkah saat melihat sosok laki-laki yang dikenalnya baru saja keluar dari salah satu ruangan VIP bersama teman-temannya.

“Kim Taehyung,” ini bukan suara Mina. Melainkan suara Hana.

Entah karena suasana malam di kafe yang begitu hening atau memang pendengaran laki-laki itu yang tajam, Taehyung menolehkan kepala ke sumber suara dan saat itu juga tertegun begitu mengenali kedua perempuan yang sudah hampir setahun ini tak ia temui.

Ada beberapa detik keheningan yang terjadi di antara mereka bertiga sebelum teman-teman laki-laki itu mengikuti arah pandang Taehyung dan berceletuk, “Astaga, bukankah itu Mina dan Hana SISTER?”

Celetukan temannya itu kemudian membuat Taehyung tersadar. Ia menoleh pada teman-temannya dan menyuruh mereka untuk menunggu di mobil. Setelah teman-temannya itu pergi sambil menunjukkan wajah kecewa karena tidak diberikan kesempatan untuk berfoto bersama kedua artis pendatang baru itu, Taehyung kembali menoleh pada Mina dan Hana.

“Lama tak berjumpa, Taehyung,” ucap Hana.

Mina masih terdiam. Bibirnya terlalu kaku untuk mengucapkan sepatah kata pun. Oh Tuhan, apakah Engkau baru saja mengabulkan permohonannya?

“Oh, by the way, selamat ulang tahun untukmu, Taehyung. Kau pasti baru saja merayakannya bersama teman-temanmu, kan? Kami dan member SISTER lainnya juga baru saja merayakan ulang tahun Mina di sini, oh, Wonwoo juga datang. Ruangan kami di lantai 2, tapi kami sekarang sudah akan pulang. Aku dan Mina baru saja dari toilet,” tambah Hana panjang lebar. Tanpa menyadari ekspresi Mina dan Taehyung yang sama sekali tidak berekspresi.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Taehyung. Tentu saja pertanyaan itu ditujukan untuk Mina. Dan perhatian sekecil itu, entah kenapa membuat mata Mina langsung berkaca-kaca. Sudah berapa lama ia tidak mendengar suara laki-laki itu?

“Kenapa waktu itu kau pergi?” Mina balas bertanya. Oh, sial, ia tak bisa menahan air matanya.

Baru saja Taehyung hendak menjawab, suara melengking dari belakang punggung Taehyung mengacaukan segalanya. Dan tidak ada yang mengetahui kalau kemunculan suara itu benar-benar akan mengacaukan segalanya.

Noona, kenapa kalian lama sekali? Yonghwa hyung sudah—” ucapan Wonwoo kemudian terhenti begitu tatapannya bertemu dengan Taehyung. “Taehyung hyung!”

Yya, sudah lama sekali kita tidak ber—” Wonwoo hendak memeluk laki-laki itu ketika Taehyung malah menghindar. “Hyung?” Wonwoo menunjukkan wajah kecewa.

Butuh waktu beberapa saat untuk Taehyung mengalihkan pandangannya pada Mina dan Hana, lalu kembali memandang Wonwoo secara bergantian. Ia mendengus lucu, lalu tertawa begitu menyadari sesuatu.

“Kenapa kau tertawa, hyung?” tanya Wonwoo, merasa heran. Sementara Mina dan Hana hanya bisa memandang tanpa mengucapkan kalimat sepatah kata pun.

“Melihat kalian bertiga bersama, itu benar-benar membuatku lucu. Yya, Kim Hana, apakah kau masih pedekate dengan laki-laki ini?” tanya Taehyung pada Hana sambil menunjuk Wonwoo yang berdiri di sebelahnya.

Hana tak menjawab, tetapi Taehyung sudah tahu jawabannya.

“Dasar pemberi harapan palsu!” dengus Taehyung sambil tertawa.

Hyung,” Wonwoo nyaris saja menyangka Taehyung berubah gila, ketika tatapan Taehyung berubah tajam saat menatapnya.

“Kapan kau akan berhenti bersandiwara, Jeon Wonwoo?” ucap Taehyung.

Wonwoo tertegun.

“Kapan kau akan berhenti menjadikan Hana sebagai tameng untukmu berkencan dengan Mina?”

Kali ini ganti Mina dan Hana yang tertegun. Mereka berdua saling berpandangan. Hana dengan pandangan tak mengerti, dan Mina dengan pandangan terkejut.

Hyung, kau ini bicara apa sih?”

“Jujur sajalah pada Hana, Wonwoo. Selama ini kau mendekati Hana hanya untuk bisa dekat dengan Mina, kan? Menurutmu aku tak tahu kalau selama aku dan Mina berpacaran, kau seringkali berkencan dengan Mina di belakangku dan Hana?”

“Kim Taehyung!” Mina mengeluarkan bentuk protes. Air matanya yang sempat mengalir kini sudah mengering.

Taehyung mengalihkan pandangannya pada Mina. “Itulah alasanku kenapa aku pergi darimu, Mina Park.”

Mina terpekur.

“Percuma aku selalu putus nyambung denganmu kalau kau selalu saja melakukan kesalahan yang sama bersama Wonwoo, bukan? Jadi, dengan perginya aku darimu, bukankah itu akan lebih baik?”

Taehyung lalu mengalihkan pandangannya pada Hana yang tampak kebingungan. “Ah, benar, Hana yang malang. Kau pasti merasa syok sekali mendengar laki-laki yang selama ini pedekate denganmu ternyata diam-diam berkencan bersama sahabatmu tanpa sepengetahuanmu, kan?”

Hana mundur selangkah. Tangannya yang melingkar di lengan Mina terlepas.

“Hana-ya…” suara Mina terdengar amat bersalah saat melihat tatapan Hana yang tampak terpekur. Ia hendak meraih kembali tangan Hana, namun sayang seribu sayang, perempuan itu menolaknya.

Mulai pada hari itulah, persahabatan mereka diuji.

–tbc–

Halaman pertama pada JTTP akan membahas tentang persahabatan. Konflik sudah terbuka dengan jelas untuk persahabatan Mina-Hana, dan chapter selanjutnya akan membuka konflik yang lebih jelas untuk persahabatan Nayoung-Sunkyo. Oh, tentu saja konflik untuk Shin-hye, Minji, dan Jihyun tetap ada. Tetapi akan ada waktunya, jadi bersabarlah menunggu, okey? 🙂 Happy reading ya!

Regards,

Zulfa Azkia (zulfhania)

Advertisements

17 thoughts on “[Page 1] Just Turn The Page

  1. Waah!!! aku telat bacanya ><
    Sebelumnya aku ucapkan makasih ya Zul, krna udah update-tin ff nya.

    Entah mengapa aku merasa kalo si chanmi itu ada sesuatu dengan nayoung? Mungkin kah mereka itu…???
    / abaikan, hahaa 😀

    Dan sosok OCku itu, pendiem banget ya, jadi kasihan ma dia dan bikin gemesin karena kepasrahannya saat posisinya di ambil lagi sama nayoung. di sini abang ganteng jaejoong lum nongol ya? jadi penasaran gimana sosok si abang manis itu di sini, wkkww…

    Katamu ini belm konfliknya ya? belum konfliknya ajah dah seru di part ini apalagi part selanjutnya. jadi makin penasaran deh buat baca next partnya.

    Di tunggu ya next partnya, Hwaithing ^^9

  2. Holllaaaaaaa Zullll~~~ aku datang untuk bikin rusuh di kolom komenmu kwkwkwkw aku udah baca ff ini kemarin sih sebenernya tapi pas mau komen eh harus konsul seminar heuu terus lupa dan baru komen skrg dehh.

    First of all… thanks to you yg udah update ini ff karena ff ini mampu menghilangkan penatku kwkwkwk

    Aku kesel setengah mampus sama Taehyung. Kalau emang yg dibilang sama taehyung itu bener, ya gak gitu juga dong cara ngasih taunya, bikin persahabatan runyam aja. Berasa pingin bilang gini ke Taehyung: “Situ cemburu karena diajak ngerayain ultah Mina, hah? Itu mulut kurang ajar banget sih.” Kwkwkwkw maafkan aku Zulll tp sumpah aku kesel sama diaaaaaaa. Dan entah kenapa aku mikirnya yg diomongin sama tae cuma bualan doang. Carper. Heuh!! #bakartaehyung

    Ini si Park Chanmi juga kayaknya tipe tipe CEO plus PD nyebelin nyebelin gitu yah. I understand dia protektif ke Sister tapi…. kayaknya protektifnya dia harus diwaspadai kwkwkwkw. Chanmi dan Nayoung juga jangan jangan main api nihhh #ismellsomethingfishy

    BTW Zul, J-Hope kok gak muncul muncul yak? Kwkwkwkw aku sebenernya penasaran jd sosok suami kayak gimana si Jehop ini bwahahaha

    Overall, ceritanya menarik as always…. konfliknya pun pasti bakal seru buat diikutin kwkwkwkw. Kutunggu next partnya dan always keep writing!!! :*

    • Wkwkwk, sedih ya kok orang orang jadi malah sebel sama Taehyung, padahal kan dia pacarku, eh tapi kalo aku jadi reader juga aku pasti sebel sama mulut nyinyirnya Taehyung, wkwk

      J-Hope masih kusimpen di kantong kak, belum saatnya nongol, karena belum ada konflik yg mengarah pada Chanmi, nanti pasti suamimu itu akan nongol pada waktu yg tepat kok :*

  3. Oh my gosh! Bomb waktu sudah meledak! Gila gila gila yg diblg si Taehyung itu bener? Asli speechless bgt dg pernyataan itu. Don’t know what to say about it. Sakit bgt tuh si hana pasti.
    Juho knp? Kok disindir gitu sama Chanmi? Kan Min Ji jadi bingung. Dan yg lebih bingung lagi itu mereka beneran udh kasian semudah itu???
    Hayooo sunkyo jangan sampe ketauan sama Chanmi klo kamu sudah punya siwon.
    Itu si Nayoung ada hubungan apa sama Chanmi? Main main nih mereka. Ckckck.
    Ini blm masuk ke konflik inti aja udh GREGET gimana udh konflik inti coba. Hmmmm…..
    Ditunggu kak kelanjutan nya.

  4. W…o…ww…… Wooowwww…..

    Gilaaa…. Ini gilaa… Konfiknya ngena bgtzzzz… Sumpahh.. Penasarann sma persahabatann nayoung dn sunkyong… Gra2 cowo pershabatan bsa hanciurr…

    Nextt di tunggu… Keep writing …. 😘😍

  5. Huahhhh it like a boom!! Terutama pas taehyung bongkar kedoknya weonwoo. And as always yg mau aku bilang adalah… ini luar biasa zul. Eum pembawaan karakter dan suasananya pas. Aku suka caramu menjabarkam setiap masalah yg berujung detail. Dan untuk hana-mina yg notabenenya udh sahabatan sejak sebelom sister, ini pukulan besar. A big problem. Apalagi si weonwoo masih naif dan taehyun keliatan bgt udh enek sama weonwoo. Entah sih zul, tapi aku punya spekulasi kalau mereka punya background problem yg lebih besar dari ini. Semoga nanti ada flasback atau side story terkait ini wkwkwkwk…

    Dan selanjutnya soal chanmi dan nayoung. Entahlah, spekulasi ini mungkin didasari dari kebaperanku karena siwon gak muncul. But i know if there was a bad feeling in the sunkyo’s mind #RIPenglish
    Tapi yg jelas harusnya keliatan jelas kalau antara nayoung dan chanmi ada something (if u know what i mean) kode diatara mereka yg sering di perhatiin sunkyo juga jadi salah satu klu sebenernya kalau akan ada kemungkinan nayoung bakalan bocorin hubungan siwon sunkyo, dan itu yg pecah banget diantara persahabatannya nayoung sunkyo (meskopun sebenernya merek gak bisa dibilang sahabat krn sunkyo udh merasa ‘kalah start’ dari nayoung pas nentuin center) dan aku merasa kalau pertemanan mereka di setting sama chanmi, sementara shin hye ini sibuk khawatir bakalan ada apa2 sama grupnya

    Dan aku masih ga jelas soal masalah juho sama minji. Mereka akhirnya pacarankah ? Wkwkwkwkkwk setelah pengakuan memalukan yg kemaren itu ? Wkwkwkwkkwk yasudahlah wkwkwk tapi yg bikin penasara adalah dr mana taehyung tau kalau weonwoo itu punya alibi ke mina? Dan mungkin karena imajinasiku terllu luas, aku sempet berasumsi kalau ternyata itu cuman alasan taehyung aja wkwkwk

    Sudahlah zul aku lelah bersprkulasi.. dan karena baca ini plot SHS ku buyar wakakakakaka.. ku tunggu page ke 2nya…

    • Aku gak berniat nulis flashback sih, tapi hmm, akan kupertimbangkan nanti.

      Aku agak bingung menanggapi komenmu kayak gimana, mau kutanggapin tentang nayoung dan sunkyo, tapi takutnya malah spoiler, mau kutanggapin tentang masalah juho dan minji, juga nanti takutnya spoiler, jadi aku gak usah tanggapin aja ya, hahaha

      Aku cukup tertegun melihat kamu banyak berspekulasi. Dan maafkan akuuuhh karena plot SHSmu jadi buyar, HAHAHAHA.. kutunggu juga kelanjutan SHS nyaaa ^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s