[FICLET] Marry You

marry-you-l-joo-indo-fanfictions-arts

Scriptwriter Oyewyn. K || Poster Designer L.Joo @ Indo Fanfictions Arts || Genre Romance-Drama || Starred CNBLUE’s Lee Jung Shin and OC’s Ahn Min Ji || Disclaimer This is original from my mind. No plagiarsm! No Silent readers!

 

~Story Begin~

.

.

.

Menikah adalah ritual sakral dalam membangun rumah tangga. Bukan hanya tentang menyatukan dua kepala tapi tentang menyatukan dua keluarga. Dan cintalah yang dapat mempersatukan semuanya. Cinta yang kuat dari dua insan yang berlainan jenis, pria dan wanita. Kau tidak harus mencari tahu bagaimana cinta itu tumbuh, kau hanya perlu menyadari bahwa cinta itu tumbuh. Sadari itu sebelum semuanya terlambat dan kau menyesali itu semua.

Lee Jung Shin dan Ahn Min Ji adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Hubungan spesial ini sudah terjalin kurang lebih selama lima tahun, mereka dipertemukan pada sebuah rapat. Pada saat itu Jung Shin seabagi tuan rumah sekaligus pemilik perusahaan mengadakan rapat dengan salah satu pengusaha sukses yang berasal dari Indonesia. Sedangkan Ahn Min ji, gadis keturunan Korea-Indonesia itu disewa jasanya sebagai seorang penerjemah oleh perusahaan Jung Shin. Pria itu menyukai cara kerja dan pribadi Min Ji sehingga wanita itu dipekerjakan sebagai salah satu penerjemah tetap bagi perusahaan yang dipimpin Jung Shin.

Mengenai hubungan spesial mereka, mereka mendapat restui dari orangtua Jung Shin. Beruntung Tuan dan Nyonya Lee berpaham liberal sehingga Jung Shin dapat dengan bebas memilih wanita yang nantinya akan menjadi teman sisa hidupnya. Bagi orangtuanya, asalkan wanita itu baik, pintar, setia, dan dapat membahagiakan Jung Shin maka mereka akan merestuinya.

Dan kini tekad pria dewasa itu sudah bulat, ia akan melamar wanita pujaannya itu untuk menjadi pasangan hidupnya. Jung Shin yakin dia akan diterima. Tapi tentu saja dia tetap harus membuat proses lamaran yang mengesankan untuk Min Ji karena lamaran ini hanya akan menjadi sekali seumur hidup, sama seperti pernikahan yang akan mereka lakukan nantinya. Harus sempurna.

Hari ini Jung Shin dan Min Ji akan bertemu dengan Bob Smith, seorang sahabat Jung Shin yang berasal dari Amerika Serikat. Sambil menunggu Bob kedua insan kasih itu berbincang ringan. Sesekali terlihat mereka saling melempar senyum dan tertawa ringan bersama. Terlihat sangat mesra dan serasi, membuat orang yang melihat mereka iri.

Ting.

Lonceng di atas pintu kafe berdenting, semua mata tertuju ke arah sana. Mengetahui orang yang baru saja masuk adalah sahabatnya, Jung Shin mengangkat tangannya memberi isyarat mengenai keberadaannya yang sudah berada di kafe lebih dulu. Bob yang melihat isyarat itu segera menghampiri meja Jung Shin dan Min Ji.

Hi, bro! Long time no see.” Tanpa menunggu balasan keduanya berjabat tangan dan berpelukan erat.

And you? You’re Ahn Min Ji, Lee Jung Shin’s woman. Right?” Bob beralih pada satu – satunya wanita yang berada  bersama mereka.

Min Ji hanya tersenyum, sejujurnya ia sedikit malu dengan sebutan Lee Jung Shin’s woman yang ditujukan Bob untuknya meskipun itu adalah fakta.

Acara perkenalan berakhir dan mereka mulai hanyut dalam perbincangan antar sahabat. Perbincangan itu tidak ada sedikitpun yang menyerempet masalah bisnis. Mereka hanya bernostalgia, menertawakan kekonyolan yang telah mereka alami bersama. Tapi kemudian Jung Shin permisi kepada keduanya untuk pergi ke toilet. Dan sepeninggalnya Jung Shin raut wajah Bob berubah, tak ada senyuman dan tak ada keramahan. Min Ji sedikit mereasa terintimidasi dan curiga pada pria Amerika itu.

“Ahn Min Ji-ssi,  what do you love from Jung Shin?

Everything, i’d lovin everything about him.” Min Ji menjawab dengan tegas.

So, are you really loving my Jung Shin?

Mendengar pertanyaan itu sontak saja Min Ji mengangkat alisnya bingung. Apa maksud pria ini? Batin Min Ji.

Of course yes. Why? But, wait… your Jung Shin? Are you kidding me?

I love him so much. I’m fallin  for him at first sight.

So what?” Min Ji mulai merasa kesal dan jengkel pada pria tak normal di depannya.

Can you let him be mine?

Tidak, ini tidak bisa diteruskan. Perbincangan ini sangat salah.

What do you mean? Are you crazy? He is mine. Not yours or others. Only mine.” Wanita berusia dua puluhan itu sudah diambang batas.

I love Jung Shin. Can’t you understand it? You’re not stupid, right?

No, i wont understand it.”

So, Ahn Min Ji-ssi, would you marry Jung Shin?

Min Ji terdiam, sebenarnya bisa saja dia menjawabnya dengan mudah. Tapi apa lagi maksud dari pria sinting ini?

Hei!  He wait you answer!” Bob menunjuk ke arah jendela yang berada tepat di sebelah kiri Min Ji.

Benar saja, pandangan Min Ji beralih ke jendela itu dan mendapati Jung Shin sudah berdiri di luar sambil memegang kertas berukuran A3.

“Apa yang kau lakukan?” Min Ji menggerakkan bibirnya tanpa bersuara, bertanya pada Jung Shin yang berada di luar.

Pria jangkung itu membalikkan kertas yang dipegangnya menunjukkan isi dari kertas itu.

KAU WANITA PERTAMA YANG BERHASIL MEMBUATKU JATUH CINTA.

Kalimat itu ditulis dalam bahasa Indonesia, tanah kelahiran Min Ji. Tak lama setelah Min Ji membacanya Jung Shin menjatuhkan kertas itu, ternyata di baliknya masih ada kertas lain.

KAU WANITA YANG BERHASIL MEMENUHI HATI DAN PIKIRANKU.

Lagi, kertas kedua dijatuhkan oleh Jung Shin, memperlihatkan kertas lain yang ada di baliknya.

KAU WANITA YANG BERHASIL MENGIKAT ERAT HATIKU.

Jung Shin kembali menjatuhkan kertas ketiganya.

DAN AKU AKAN BERHASIL JIKA DAPAT MENGIKATMU DENGAN JANJI PERNIKAHAN.

Mata Min Ji terus berkaca – kaca ia terharu, sungguh ini sangat sederhana dan dia suka itu. Ini sangat berbeda dari cara orang lain melamar kekasihnya. Tak ada bunga, tak ada cincin, tak ada makan malam romantis. Benar – benar seorang Lee Jung Shin, pria yang sangat dicintainya. Dan yang membuatnya terkesan, semua tulisan itu dituliskan dalam bahasa Indonesia. Bahasa nasional negara asal ibunya.

WULAN AGNES OKTAVIANY, BERSEDIAKAH KAU MENIKAH DENGANKU?

Tulisan di kertas terakhir itu berhasil membuat airmata yang sedari tadi Min Ji tahan meluncur begitu saja. Wanita itu hanya bisa menutup mulutnya kaget, ia sangat senang. Tak menyangka bahwa hari seperti ini datang di siang normal seperti ini tanpa terdeteksi keanehan apapun dari prianya.

Min Ji berlari keluar menghampiri pria tercintanya. Dia menabrak pria itu dan memeluknya erat.

“Ya, aku bersedia menikahimu.” Bisikan Min Ji memenuhi ruang pendengaran Jung Shin. Kabar gembira, jawaban yang memuaskan. Dan mereka akan segera menikah.

Tanpa malu keduanya berciuman mesra di depan publik yang ramai mengelilingi mereka. Banyak yang saling berbisik membicarakan kedua insan, ikut tersenyum atas kebahagiaan dua orang yang tidak mereka kenal.

Ekhemm… sorry for disturb you guys.” Bob menyela kegiatan ciuman mereka. Sontak saja keduanya melepaskan pagutan bibir mereka dan menyadari bahwa mereka berada di depan umum.

“Min Ji-ssi, i just want to clarify. I’m normal. And this is my wife, Harmione.” Tukas Bob pada Min Ji yang masih mengira bahwa dia adalah pria abnormal.

Burung bertebangan bebas di langit – langit gereja yang akan menjadi tempat Jung Shin dan Min Ji mengikat janji sehidup semati mereka. Di ruangan tunggunya Min Ji berjalan bolak – balik mengelilingi ruangan dan mencoba mengatur napasnya berulang kali.

“Bagaimana jika aku salah mengucapkan janji pernikahan nanti? Bagaimana jika aku membuat cincin itu terjatuh nantinya?” Wanita itu benar – benar merasa gugup. “Aaahhh…. aku gugup sekali.” Dia berteriak kecil melepaskan  kegugupannya.

Tok. Tok. Tok.

Seseorang mengetuk pintu, orang itu adalah ayah dari Min Ji.

“Ayo kita berlatih lagi berjalan menuju altar.” Tukas ayah Min Ji memasuki ruangan mempelai wanita.

Papa!” Min Ji berlari memeluk ayahnya, dan dia ingin menangis sekarang karena merasa gugup dan takut.

“Jangan menangis sayang. Atau riasanmu akan luntur. Mana bisa mempelasi wanita terlihat jelek dipernikahannya.”

Papa...”

“Kau sudah dewasa sekarang dan dalam hitungan menit kau akan menjadi istri dari pria lain serta berganti marga. Tapi satu yang pasti, kau tetaplah putri kecil papa. Papa mencintaimu.” Tukas ayah Min Ji dengan suara sedikit serak, berusaha menahan kesedihannya karena harus melepas putri tunggalnya.

Kajja. Dia juga gugup dan tak sabar menunggumu di depan altar.”

Keduanya pun keluar dari ruangan itu dan berdiri di ujung jalan menuju altar. Ayah dan putri itu menarik napas panjang bersama – sama dan mulai berjalan menuju altar dengan iringan alunan lembut instrumen piano. Mereka berjalan perlahan – lahan dengan senyuman lebar, menatap ke arah Jung Shin yang juga tersenyum bahagia menatap wanita yang akan menjadi istrinya bersama calon ayah mertuanya. Hingga akhirnya mereka tiba di hadapan Jung Shin. Ahn Jae Hyun dengan perasaan yang campur aduk menyerahkan tangan putrinya untuk digenggam pria lain.

“Dia memang tidak sempurna tapi aku mohon padamu jangan pernah menyakitinya. Atau aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri.” Tukasnya tegas pada Jung Shin dan berbalas anggukan tegas dan yakin dari pria yang menjadi menantunya.

Pastur sudah berada di posisinya, siap memimpin berjalannya pemberkatan nikah antara dua insan yang saling mencintai itu.

“Mempelai berdua yang berbahagia, saudara telah datang kemari untuk merayakan sakramen pernikahan di hadapan perjabat Gereja dan disaksikan oleh seluruh umat beriman. Tuhan  memberkati dan meneguhkan saudara, agar saudara sanggup saling mencintai dengan setia dan menunaikan tanggung jawab sebagai suami istri. Maka sekarang saya minta, supaya saudara menyatakan maksud dan isi hati saudara dengan menjawab pertanyaan saya.” Tukas sang pastur mulai memimpin upacara perkawinan kedua insan itu.

“Lee Jung Shin-ssi, adakah saudarah meresmikan pernikahan ini sungguh dengan ikhlas hati?” Pastur menanyakan kesediaan kepada mempelai pria.

“Ya, saya bersedia.” Mempelai pria menjawab dengan tegas.

“Bersediakah saudara mengasihi dan menghormati istri saudara sepanjang hidup?” Pastur kembali menanyakan kesediaan Jung Shin

“Ya, saya bersedia.” Dengan mantap Jung Shin menjawab pertanyaan pastur.

“Bersediakah saudara menjadi ayah yang baik bagi ana – naka yang akan dipercayakan Tuhan kepada saudara, dan mendidik mereka menjadi umat Tuhan yang setia?” Pastur beralih pada pertanyaan lain.

“Ya, saya bersedia.” Kembali Jung Shin menjawab dengan mantap.

“Ahn Min Ji-ssi, adakah saudari meresmikan pernikahan ini sungguh dengan ikhlas hati?” Kini pertanyaan diajukan kepada mempelai wanita.

“Ya, saya bersedia.” Min Ji dengan yakin menjawab pertanyaan pastur.

“Bersediakah saudari mengasihi dan menghormati suami saudari sepanjang hidup?”

“Ya, saya besedia.”

“Bersediakah saudari menjadi ibu yang baik bagi anak yang akan dipercayakan Tuhan kepada saudari dan mendidik mereka menjadi umat Tuhan yang setia?”

“Ya, saya bersedia.”

Semua pertanyaan kesediaan dari pastur dapat dijawab dengan baik, yakin, dan mantap oleh kedua mempelai. Kini pastur akan beralih pada janji pernikahan yang sebenarnya.

“Kini tiba saatnya untuk meresmikan pernikahan saudara. Saya persilakan saudara mengujapkan janji nikah satu persatu.” Tukas sang pastur pada kedua mempelai.

“Dihadapan pastur dan para saksi, saya Lee Jung Shin menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Ahn Min Ji yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit. Dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.” Jung Shin mendaraskan janji pernikahannya.

“Dihadapan pastur dan para saksi, saya Ahn Min Ji menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Lee Jung Shin yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit. Dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.” Ganti Min Ji mendaraskan janji pernikahannya.

“Atas nama Gereja Allah dan dihadapan para saksi dan hadirin sekalian, saya menegaskan bahwa pernikahan ini telah diresmikan dan sah. Semoga upacara kudus ini menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan bagi saudara berdua yang dipersatukan Tuhan, janganlah diceraikan manusia.”

Pernikahan kedua insan itu sudah terjadi pertukaran cincin berjalan dengan lancar dan kini tiba saatnya mereka melakukan ciuman pertama sebagai sepasang suami istri. Semua mata hadirin menatap mereka, menantikan ciuman sepasang suami istri baru itu.

Tanpa ragu Jung Shin menangkup wajah mungil Min Ji dengan kedua tangannya. Dan dia mulai mengikis jarak yang memisahkan mereka. Hingga akhirnya bibir mereka menempel, Jung Shin mulai menyesapi bibir wanita itu, menyalurkan perasaan cinta dan kebahagiaannya. Dia tak peduli dengan mata – mata yang menikmati pertunjukkan ciuman mereka, karena pada faktanya mereka sudah resmi.

Finally i marry you.” Tukas Jung Shin selepas memagut lembut bibir manis istri sahnya.

 

FIN.

COMMENT JUSEYO! JANGAN SIDER. DEAR SIDER, JUST GO TO THE HELL.

Advertisements

One thought on “[FICLET] Marry You

  1. Ceritanya co cweet banget sih…
    abis baca ff love ke ff ini rasa sedihnya terobati, haha 😀
    Jadi curcol kita, wkwkwk… 😀
    Ditunggu karya-karyamu selanjutnya ^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s