If You Do

if-you-do-cover

IF YOU DO

Starring by. GOT7’s Jr. & TWICE’s Nayeon

Series // Song-fic, Bad-Romance // PG-17

zulfhania production © 2016

=================

Haiiii :))
Lama tak bersuara, semoga kalian masih inget dengan writer kece yang satu ini yaa B-) /ditimpukbias/ Oke, di sini aku nggak mau banyak cincong, aku cuma mau memberi selamat kepada diriku sendiri yang telah comeback ke dunia per-fanfiction-an di IF ini /yeaaaay/ Ini adalah fanfic comeback-ku. Fanfic yang sederhana, singkat, padat, dan… tidak jelas. Intinya, aku ngepos ff comeback ini karena aku ingin… comeback! /yeaaaay/ /abaikan/
By the way, akhirnya kuputuskan untuk menjadikan Jr. sebagai main cast pada comeback-ku kali ini. Sebenernya ini adalah series, di mana tiap member GOT7 akan mendapatkan jatahnya untuk berbagi kisah tentang ‘If You Do’ versi mereka. Tapi, itu hanya wacana, dan doakan saja itu hanyalah wacana biar kisah ini langsung tamat cukup sampai di sini /ngakakdevil/ Hm, oke, ralat. Doakan saja itu bukan hanya sekedar menjadi wacana. Hehe.
Duh, jadi kepanjangan kan cincongnya. Oke, langsung cekidot aja. Semoga kalian terhibur dan menemukan makna di balik kisahnya 🙂

Regards,
Zulfa Azkia (zulfhania)

======================

#1
(Jr. – Nayeon)

If you do it’s good, if I do it’s done
How can you always say that I’m wrong
You always want to win. Tears are your ultimate weapon

“Jinyoung-ah!”

Jinyoung baru saja keluar dari gedung klub renang yang diikutinya bersama kedua temannya ketika ia mendengar suara gadis yang memanggil namanya dari kejauhan. Ia mengalihkan perhatiannya pada sesosok gadis yang sudah berdiri menunggunya di sebelah pintu gerbang yang setengah terbuka dengan wajah ditekuk dan tangan terlipat di depan dada.

Miss Perfect itu datang menjemputmu lagi,” komentar salah satu temannya dengan suara yang terdengar malas.

Jinyoung tersenyum tipis, tapi kalau kau menyelidik lebih dalam, senyuman itu malah terlihat amat miris. “Dia itu pacarku.”

“Ya, pacarmu yang selalu tampil perfect hingga kau juga dituntut untuk selalu tampil perfect,” sindir temannya yang lain.

Kembali, Jinyoung tersenyum tipis. “Aku pergi dulu.”

“Jangan lupa besok kembali latihan pukul 6 sore, Jinyoung,” teriak kedua temannya ketika Jinyoung melangkah mendekati gadisnya yang tampaknya sudah bosan menunggunya.

Jinyoung hanya mengacungkan jempolnya ke atas tanpa sama sekali mengalihkan pandangannya pada gadisnya.

“Sudah lama menunggu?” tanya Jinyoung setibanya di sebelah gadisnya. Ia langsung merangkul bahu gadisnya.

Namun gadis itu malah mengenyahkan tangan Jinyoung dari bahunya sambil bersuara ketus, “Kau masih bertanya?”

Tubuh Jinyoung menegang, bahkan tanpa sadar ia menahan napas.

“Pulang sekolah pukul 5 sore, lalu latihan renang pukul 6 sore sampai pukul 8 malam, kapan kau punya waktu untukku?” tanya gadisnya ketus.

Jinyoung tersenyum kikuk. Ia kembali merangkul bahu gadisnya dengan gerakan ragu-ragu, khawatir gadisnya akan menolaknya lagi.

“Aku punya waktu untukmu sekarang, chagi.”

Beberapa menit kemudian mereka sudah berpindah ke sebuah restoran Jepang di daerah Myeong-dong. Mereka mengambil posisi duduk di sebelah kaca besar yang langsung menghadap pemandangan suasana hiruk-pikuk pusat perbelanjaan Myeong-dong pada malam hari. Tak ada pembicaraan di antara mereka sejak mereka duduk di sana, hingga akhirnya pesanan pun datang.

Jinyoung membantu meletakkan sumpit di sebelah mangkok gadisnya. Begitu ia menarik kembali tangannya ke posisi semula, ia baru menyadari kalau gadisnya mengawasinya dengan lirikan tajam.

“Kulitmu tampak lebih coklat,” ucap gadisnya dengan suara tajam.

“Mungkin karena aku sering berenang,” jawab Jinyoung.

“Kau kan selalu latihan renang pada malam hari. Bagaimana bisa kulitmu jadi berwarna seperti itu?”

“Kalau hari olimpiade kan renangnya pada siang hari, chagi.”

“Kalau begitu kau tidak perlu ikut olimpiade renang lagi,” ucap gadisnya dengan suara tak ingin dibantah. “Bahkan kalau perlu, tinggalkan klub renang.”

Jinyoung tertegun. Ia menatap gadisnya yang kini menyantap makanan di depannya dengan tatapan tidak mengerti.

“Renang adalah hobiku, Im Nayeon. Aku tak bisa meninggalkannya.”

“Kau bisa cari hobi lain yang tidak dapat membuat kulitmu berubah warna seperti itu.”

Jinyoung mendengus lucu. Nafsu makannya menguap seketika hanya karena ucapan gadisnya.

“Jadi kau melarangku berenang hanya karena perubahan warna kulitku ini?” tanya Jinyoung sambil mengangkat tangannya yang berkulit lebih coklat dari hari sebelumnya.

Gadisnya meletakkan sumpit di atas meja dengan cukup keras. “Ini bukan ‘hanya karena’, Park Jinyoung. Tapi ini demi kebaikanmu agar kau tidak dilecehkan oleh teman-temanku karena kulitmu itu. Aku ingin kau tampil sempurna di depan teman-temanku.”

Jinyoung kembali mendengus lucu. “Omong kosong! Itu bukan demi kebaikanku, Nayeon, tapi untuk kebaikan dirimu sendiri. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, tidak pernah memikirkan perasaanku. Kau tak lebih dari seseorang yang hanya menganggapku sebagai bonekamu dan selalu menyuruhku melakukan ini-itu yang sama sekali tak kusukai.”

Gadisnya tampak terpekur mendengar ucapan Jinyoung. Tanpa berbicara sepatah kata pun ia bangun dari duduknya sebelum Jinyoung menyadari airmata pahit yang terbentuk di pelupuk matanya.

Yya! Im Nayeon, kau mau ke mana?!” teriak Jinyoung, merasa frustasi dengan sikap gadisnya yang mudah merajuk.

Gadisnya sama sekali tidak menjawab dan terus berlari keluar dari restoran. Jinyoung menggerutu sesaat sebelum akhirnya memutuskan untuk menyusul gadisnya.

Yya, kau mau ke mana?” tanya Jinyoung setelah berhasil menangkap lengan gadisnya tepat setelah melewati pintu restoran. Ia memutuskan untuk bersikap melembut setelah melihatnya gadisnya terisak.

“Ya, aku memang begitu padamu, Jinyoung. Aku memang selalu menginginkan kau tampil sempurna di depan teman-temanku. Aku memang hanya memikirkan diriku sendiri. Kau sama sekali tidak salah kalau kau menganggapku berpikiran kau adalah bonekaku. Aku yang salah karena terlalu buruk untuk menjadi pacarmu,” racau gadisnya sambil terisak.

Jinyoung sampai terluka mendengarnya.

“Nayeon-ah, hentikan,” Jinyoung meraih tubuh gadisnya untuk mendekat ke pelukannya dengan gerakan pelan. “Itu terdengar menyakitkan. Hentikan ucapanmu, chagi. Aku minta maaf.”

Gadisnya balas memeluk Jinyoung dengan tangan gemetar. “Aku hanya mengungkapkan kehawatiranku padamu, Jinyoung. Aku tak ingin teman-temanku melecehkanmu. Mereka sudah tidak menyukaimu, aku tak ingin mereka semakin tidak menyukaimu karena perubahan warna kulitmu itu. Aku ini memikirkanmu. Tapi kau malah mengucapkan kata-kata keterlaluan itu padaku.”

Jinyoung mengangguk. Pada akhirnya ialah yang selalu salah dan mengalah.

“Aku tahu. Aku yang salah. Aku minta maaf. Aku akan keluar dari klub renang besok. Jadi, berhentilah menangis dan kembalilah ke dalam,” ucapnya lirih.

Setelah gadisnya agak tenang, mereka kembali masuk ke dalam restoran sambil bergandengan tangan. Mereka nyaris bertabrakan dengan seorang pria bertato saat masuk ke dalam dan mendapatkan umpatan kasar dari pria tersebut. Alih-alih merasa takut, Jinyoung malah melihat gadisnya menatap pria yang berlalu pergi itu dengan tatapan takjub.

“Ayo,” Jinyoung kembali menarik tangan gadisnya.

“Jinyoung-ah,” gadisnya berkata lirih saat mereka merangkai langkah bersama menuju mejanya. Jinyoung menoleh dan menemukan gadisnya tersenyum smirk menatap tengkuk lehernya dengan tatapan yang sulit dibaca. Jinyoung mendapat firasat buruk.

“Aku ingin kau ditato seperti pria tadi. Di sini,” ucap gadisnya sambil menunjuk tengkuk leher Jinyoung dengan suara yang tak ingin dibantah.

Jinyoung menatap gadisnya dengan tatapan lelah. Miss perfect berbicara, maka tak ada pilihan lain selain menuruti permintaannya. Jinyoung memang tidak pernah bisa menolak, bukan?

End?

Bonus pict:

12940935_1675356792723783_1179856262_n

bukan editan saya

Advertisements

4 thoughts on “If You Do

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s