[Freelance || Ficlet] Please Stay with Me

picsart_1456451988111

 

 

Author : @Yunietananda (IG, Twitter)

 

Title : Please, Stay With Me

 

Main Cast : Kim Seokjin / Jin (BTS), Kim Hyuna (Fiction Cast).

 

Other Cast : Park Yunhee (Fiction Cast).

 

Genre : Hurt, Sad, Angst.

 

Rating : G

 

Lenght : Ficlet

 

Disclaimer : Jin BTS milik Tuhan, Keluarga, BigHit Ent, dan A.R.M.Y. Cerita dan Fiction Cast milik penulis. Jika ada kemiripan alur, watak, karakter, nama, waktu dan tempat merupakan unsur ketidak sengajaan.

 

Author Notes : Annyeong! Aku balik dengan FF yang mengusung JinHyun Couple (Please, jangan di bash! Ini hanya fiktif untuk hiburan semata). Ok! FF kali ini Request dari Kak Hyuna dengan backsound Please Stay With Me milik Yui. Awalnya aku emang lagi pengen banget nulis Hurt, tapi saat membaca lirik dari lagu ini aku tetiba kehilangan Feel. So, maafkan jika akan berasa absurd serta melenceng jauh dari lirik. Well, Happy reading! Di tunggu komentar, review, kritik dan sarannya! Gomawo ^_^

 

Story :

 

Please, Stay With Me!

 

.

.

.

 

Serpihan pertama…

 

Aku rasa, aku telah jatuh cinta! Cinta pada pandangan pertama. Ya! Aku jatuh cinta pada sesosok namja bernama Kim Seokjin, salah seorang Sunbae dari Jurusan Seni Musik.

 

Caranya menatapku, suaranya yang memanggil namaku, semuanya aku suka. Dapatkah aku bersamanya? Melalui waktu demi waktu berdua? – Harapan besar itu menjadi energi baru untukku menjalani hari – hari.

 

.

 

Serpihan kedua…

 

Aku mengumpulkan semua keberanian untuk mendekati pujaan hatiku. Aku mengikuti Klub Drama kampus yang di ketuai oleh Kim Seokjin, meskipun aku tidak terlalu berbakat dalam seni peran. Oh Sungguh, perasaan ini membuatku ingin terus berada di dekatnya.

 

Hanya menatapnya, jantung ini berdetak tanpa aturan. Berbincang – bincang dengan namja jangkung itu membuatku bahagia. Senyumnya yang menawan berhasil membawaku terbang ke awan. Cinta ini membuatku gila.

 

.

 

Serpihan ketiga…

 

Kenapa hatiku terasa sakit kala melihat Seokjin bersikap hangat kepada yeoja lain? Inikah yang di namakan cemburu? Demi apapun di dunia ini, aku berharap bahwa senyuman indah itu hanya untukku.

 

‘Oh Hentikan, Kim Hyuna!’ Pekikku dalam hati untuk menyadarkan diri sendiri. Aku hanya ingin mencintainya bukan terobsesi padanya. Jadi aku berusaha membunuh rasa cemburu yang mulai menjalar di hatiku.

 

.

 

Serpihan demi sepihan aku tumpuk rapi dalam hatiku, hingga rasanya ingin meledak. Aku sangat menyukai Seokjin Sunbae, namun aku tidak bisa mengungkapkannya. Aku hanya bisa berharap semoga dia menyadari keberadaanku yang menyimpan perasaan mendalam padanya.

 

.

.

.

 

Hampir satu Semester berlalu sejak aku di mabuk asmara oleh sosok Kim Seokjin. Tapi, 3 hari yang lalu gundukan perasaanku terhadapnya kembali hancur menjadi serpihan.

 

Flashback On

 

“Apa benar yang di katakan oleh teman – teman?” Tanya Seokjin Sunbae selepas kegiatan Klub. “Apa benar kamu menyukaiku, Kim Hyuna?” Aku shock! Aku bingung harus menjawab apa? Bahkan bibirku terlalu keluh untuk berkata.

 

Hanya diam, dan tertunduk malu, itulah sikapku petang itu. Rambut panjangku yang terurai ku biarkan menutupi wajahku yang mungkin memerah seperti tomat.

 

Mianhae, Hyuna-a! Ku harap kamu bisa menghapus perasaan terhadapku. Karena bagiku kamu tak lebih dari seorang Hobae. Jangan mendekatiku lagi!” Kalimat Seokjin berhasil membuatku kembali terkejut. Aku mencoba menatap kedua netranya, tapi namja itu justru berpaling.

 

Bukan lagi malu, apalagi perasaan gembira. Hatiku justru sakit bak tersayat belati. Perih! Bahkan sangat perih hingga aku hampir tak bisa bernafas. Rasa ngilu semakin menjalari relung hatiku saat menatap langkah Seokjin yang menjauh dariku. – Cintaku bertepuk sebelah tangan.

 

.

.

.

 

Baboya, Kim Seokjin!” Teriakku di malam yang dingin. Aku hanya bisa melampiaskan kekesalan dan sakit ini pada Bulan dan Bintang yang menghiasi malam. Bahkan angin musim gugur mendorong bulir – bulir air mata untuk membasahi pipiku. Aku mengutuk sikap lelaki itu lantaran mengabaikan ketulusan hatiku.

 

‘Apa dan Kenapa?’ Kata tanya itu terus berkeliaran mendampingi pikiranku sepanjang malam. Aku hanya tidak mengerti akan sikap Seokjin. Apa cinta ini salah? Kenapa dia menolakku? Adakah orang lain dihatinya? Kenapa dia melakukan ini padaku? Apa kurangku? Kenapa dia tidak bisa membalas perasaanku? Kenapa patah hati sesakit ini?

 

‘Aaarrgghhh! Aku sangat tersiksa dengan semua ini!’

 

Flashback Off

 

.

.

.

 

Jika bukan karena Park Yunhee, sepupu sekaligus sahabatku yang selama 3 hari ini meneriakiku dengan sederet kata semangat, makian serta ceramah, mungkin saat ini aku masih berada di kamarku yang hangat, dan menangis di balik selimut tebal bermotif awan milikku.

 

“Lihatlah! Peringai Kim Seokjin! Dia bisa tertawa lepas seperti itu tanpa penyesalan sedikitpun! Jadi untuk apa kamu menangisinya?” Sungut Yunhee yang memberitahuku akan keberadaan Seokjin yang tengah berkumpul dengan beberapa mahasiswa lain di kantin kampus.

 

Yunhee benar, lelaki itu terlihat bahagia tanpa merasa bersalah sedikitpun. Aku bersyukur, karena ternyata masalahku tidak membebani dirinya. Tapi jujur saja, nyeri di hatiku mulai mengusik lantaran melihatnya tertawa lepas.

 

Hatiku kembali terluka saat aku dan Seokjin tak sengaja berpapasan di lorong gedung Fakultas. Sikapnya sungguh bertolak belakang dengan sebelumnya, dia lebih bersikap dingin bahkan acuh terhadapku. Aku yakin dia melihatku, tapi entah kenapa dia tidak membalas salam dariku yang membungkukkan sedikit badanku. Padahal aku sudah sangat berharap akan hadirnya kesempatan seperti ini.

 

Diam, selalu membuang muka, serta berlagak tidak mendengar ucapanku, itulah sikap yang di tunjukkan oleh Seokjin saat berada di Klub Drama. Hal itu membuatku terluka semakin dalam lagi.

 

Menangis seperti orang yang lemah, dan kembali larut dalam duka itulah aku di kala malam datang. Betapa jahatnya lelaki itu yang dengan mudahnya menyakitiku, padahal bagiku dia sangat berharga. Sekejam apapun sikapnya tetap saja aku tidak bisa membencinya.

 

.

.

.

 

Aku merindukannya! Sangat merindukan sikap hangatnya yang dulu, saat pertama kali aku mengenalnya. Aku ingin melihat wajahnya! Wajah yang teduh dan menenangkan bagai malaikat. Sungguh aku ingin bertemu dengannya.

 

Air mataku terus saja mengalir tanpa hentinya, seolah luka di hatiku tidak bisa di sembuhkan. Berbagai cara yang Yunhee lakukan untuk menghibur serta mengalihkan pikiranku tetap saja terasa percuma. Karena aku hanya memikirkan Kim Seokjin seorang.

 

Aku ingin tahu kabar tentangnya, kembali bertukar pikiran dengannya, serta mendengar suara merdunya. Aku hancur! Hancur oleh perasaan yang terpendam ini. Aku masih saja menangis, meratapi apa yang kini menimpaku.

 

Lagi – lagi hanya malam yang menjadi saksi sekaligus tempat aku melepaskan semuanya. Terluka berkali – kali hanya karena satu cinta, sungguh sangat memilukan. Aku pun tak tahu alasan kenapa aku begitu menyukai Seokjin? Meski sakit, jauh di lubuk hatiku masih saja ada cinta untuknya.

 

.

.

.

 

Sunbae! Bisakah kau memberiku alasan kenapa aku harus menghapus perasaanku terhadapmu?” Keberanian ini muncul begitu saja kala aku memiliki kesempatan bertemu berdua saja dengan namja 3 Tahun lebih tua dariku itu.

 

Seokjin hanya diam sambil tersenyum menatapku yang mati – matian menahan emosi sekaligus air mata ini.

 

“Meski kau menolakku, tidak bisakah kau tetap bersikap baik kepadaku? Aku yakin bisa menahannya! Tapi jika kau bersikap seperti ini, jujur saja aku tidak sanggup.”

 

Masih saja terdiam, namja itu justru terlihat menanti kelanjutan dari perkataanku.

 

“Kumohon tetaplah bersamaku, Sunbae!” Ungkapku pada akhirnya, dan itu membuat Seokjin mendekat ke arahku, menyeka butiran bening pada wajahku yang tak kusadari sudah mengalir deras tanpa permisi.

 

“Maafkan aku Kim Hyuna! Aku harus membuatmu terluka serta membenciku, agar kamu bisa menghapus perasaan terhadapku dengan cara seperti ini. Karena aku adalah seorang suami dari wanita yang sangat kucintai, dan aku akan segera menjadi seorang ayah.” Umbar Seokjin sembari menunjukkan cincin yang melingkari jari manisnya.

 

Kenyataan yang amat pahit harus kembali ku telan. ‘Jadi, selama ini aku menyukai suami orang?’ Pikirku. Kakiku lemas seketika membuatku terduduk di lantai ruang Klub Drama. ‘Bagaimana bisa aku tidak mengetahui hal ini?’ – ‘Dasar Kim Hyuna, bodoh!’ Rutukku pada diri sendiri.

 

“Kamu gadis yang baik, aku yakin suatu saat nanti akan ada seorang namja yang bisa berada di sisimu selamanya.”

 

Hanya ucapan itu yang tak ingin ku hapus tentang Seokjin, selebihnya aku benar – benar ingin menguburnya.

 

“Maaf dan terima kasih, Sunbae.” Ujarku lirih sebelum namja itu benar – benar meninggalkanku (lagi).

 

Sebesar apapun aku berharap dan memohon agar dia tetap disisiku seperti awal kami saling mengenal, tetap saja aku harus melepasnya pergi, karena dia bukan tercipta untukku.

 

-FIN-

 

By Yunietananda

26.02.2016

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “[Freelance || Ficlet] Please Stay with Me

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s