#Prolog – Twist Your Tragedy

hayah

Title: Twist Your Tragedy #Prolog

Cast: Lee Haeun, Byun Baekhyun

Genre: Angst, Romance

Disclaimer: I only own the plot.

*

“Everything happens for a reason.”

*

Tidak ada yang mengerti tentang bagaimana kehidupan berjalan.

Matahari hanya tergantung di semenanjung dirgantara, menandakan bahwa akan ada banyak ketidakmungkinan yang bisa saja terjadi di bawah sinarannya. Bulan tidak akan pernah meredupkan cahayanya di setiap malam, menyiratkan bahwa masih ada hari esok yang akan datang dengan kemungkinan harapan. Bintang pun juga akan dengan setia mendampingi sang bulan, menunjukkan bahwa keberadaan manusia, sebenarnya hanyalah molekul kecil dalam perjalanan waktu dunia.

Don’t expect that everything will always be the same.

Malam yang sunyi, hawa jiwa yang sepi. Sudut kota Seoul pada pukul 2 pagi mungkin akan menjadi saksi mata bagaimana sebuah garis hidup akan mulai tertata.

Semuanya baik-baik saja awalnya di lintasan pertigaan jalan raya pada saat itu; Sebuah mobil mewah yang alang melaju kencang, dikendarai seorang gadis yang tengah merasa sakit kepala akibat banyaknya alkohol yang baru saja ia konsumsi.  Sementara dari arah jalan yang lain, akan datang sebuah truk besar pengangkut batu bara yang dikendarai oleh pria paruh baya yang ingin lekas mencapai tujuan karena rasa kantuk tak tertahankan. Dan juga, seorang wanita berpayung hitam yang ayal berjalan di pinggir, dengan kedua telinganya yang asyik mendengarkan lagu dari ponsel lewat headset yang dikenakan. Sesekali, tangan kirinya ia sejajarkan dengan pandangannya, demi tersenyum melihat si jari manis di mana telah terlingkar sebuah cincin berwarna emas.

Hanya saja, ada satu hal yang mereka tidak ketahui pada saat itu, yaitu keberadaan bulan. Bulan yang sedang mengamati mereka dalam temaram sinarnya, yang tahu apa yang akan segera terjadi dalam beberapa sekon saja, yang tahu apa yang kini takdir tengah coba laksanakan. Dan juga yang tahu, bahwa ia tak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa ia lakukan, hanyalah merasa kasihan atas apa yang akan terbina selanjutnya, atas kehidupan seperti apa yang akan terjalin oleh gadis yang kini sedang menjenjam matanya erat-erat dalam beberapa saat demi menghilangkan sedikit rasa sakit kepalanya.

Tapi apa pun yang sudah ditancapkan oleh takdir, sejatinya memang harus berjalan sebagaimana mestinya.

Karena sekeras apa pun dirimu berusaha, sekeras apa pun dirimu mengelak, sekeras apa pun jiwa dan ragamu menolak, akan selalu ada takdir yang berhasil menjebakmu.

Dan kau tak dapat menghindar.

Pria paruh baya itu membelakkan matanya saat dirinya sadar bahwa rem truknya mendadak hilang kendali, di detik ia akan mengiblatkan setir ke arah kanan. Sedangkan kedua netranya mencerminkan kepanikan, saat menangkap mobil mewah berwarna hitam yang juga melejang cepat dari arah yang lain. Buru-buru ia menekan klakson, kakinya tak berhenti menginjak-injak pedal rem, dan matanya pun seketika awas mendapati mobil tersebut tak kunjung tahu atas kemungkinan terjadinya kecelakaan. Karena kalau mobil itu tak berhenti, maka bisa-bisa akan terjadi tabrakan yang sangat keras dari arah samping mobil.

Jarak keduanya semakin dekat. Harapan pria itu juga mulai menipis.

Sedangkan satu orang gadis di dalam mobil mewah itu yang terancam menjadi korban tabrakan, justru baru sadar akan malapetaka ketika cahaya lampu yang datang dari bagian depan truk menyilaukan matanya. Berusaha secepat mungkin menyelamatkan nyawa, si gadis tanpa pikir panjang segera membanting setir ke kiri, menyebabkan mobil itu kini melesat turun membelah semak-semak belukar pada lembah di samping jalan, lalu berguling-guling tanpa jeda, sebelum akhirnya berhenti di tanah lapang kosong dengan keadaan mobil yang terbalik.

Sudah kubilang, kau tak dapat menghindar.

Si supir truk tetap berusaha mengatur laju truknya, walau ia sudah cukup gemetar karena telah mencelakakan nyawa seseorang. Dan pada saat dirinya paham bahwa mobil tersebut tengah menyimpang dengan terjun melewati batas jalan ke arah kiri, maka sebelum bagian depan truk itu menyentuh bagian belakang mobil tersebut, tangannya bergerak cepat membanting setir berbelok ke kanan, masuk ke jalur dan berniat akan menabrak sesuatu untuk dapat menghentikan rejang truknya.

Walau sesuatu itu tentu saja bukanlah seorang manusia.

Karena tepat pada saat truk itu berbelok ke kanan, cahaya lampu dari mobilnya menampakkan presensi seorang wanita yang tengah melenggang santai di pinggir jalan, seakan tidak tahu apa yang barusan terjadi di belakang tubuhnya. Sang supir bergidik. Namun sebelum pikirannya dapat kembali terpusat untuk mengambil tindakan, ujung bagian depan truk tersebut sudah menyerang tubuh perempuan itu dari belakang. Merampak tubuhnya dan melindasnya dengan ban truk tanpa ampun.

Perlu aku mengatakannya sekali lagi? Kau tidak akan dapat menghindar.

Ketakutan, kepanikan, dan kengerian. Perasaan itu bercampur aduk dalam diri pria paruh baya itu. Matanya mengawasi keadaan sekitar dengan kedua matanya yang kini berair. Hingga ketika dilihatnya ada sebuah pohon besar di pinggir kanan, kedua tangannya lekas menghajar setir ke arah kanan, memandu truknya untuk menabrak pohon tersebut.

Dan keluarlah ia dari dalam truknya, dengan kedua tangannya yang gemetar tak karuan, bersamaan dengan wajahnya yang menoleh kecut saat sorot matanya mendapati sebuah tubuh manusia yang terkapar tak berkutik di jalan, lengkap dengan lumuran darah yang ada di sekeliling tubuh itu.

Tak mau masuk penjara, apalagi dikenakan hukuman tanpa ada yang menolongnya, akal sehatnya pun hilang. Ditariknya handle pintu truk dengan segala rasa takut yang ada. Dan tanpa dirinya sanggup untuk kembali berpikir apakah tindakannya sekarang benar atau salah, ditancapkannya benda itu tepat menghunus dadanya, membuat cipratan berwarna merah keluar dari dalam mulutnya, dan tubuhnya pun jatuh tatkala.

Benar, ‘kan? Kau tidak dapat menghindar.

Semuanya berlangsung begitu saja. Seorang gadis yang terkulai tak berdaya di dalam mobil yang terbalik, bersamaan darah yang mengucur pada dahinya. Dan seorang wanita manis yang hanya dalam hitungan beberapa sekon saja—setelah ia memandangi cincin pertunangannya, terkulai tak berdaya dan seketika tidak sadarkan diri.

Sedangkan si supir truk, ia hanyalah sebuah perantara, yang ditugaskan Tuhan untuk menggenapkan  permulaan dari takdir dua orang yang lain, sebelum Ia memanggilnya ke pangkuan-Nya tepat pada saat itu juga.

Semuanya memang berlangsung begitu saja, ketika takdir nyata bersua.

Semuanya memang berlangsung begitu saja, karena manusia tidak akan dapat melawan ketetapan yang sudah digariskan.

Semuanya memang berlangsung saja, tatkala seseorang harus berkorban, demi kebaikan hidup akan seseorang yang dicintainya.

Karena di detik itu, di tempat lain, ada seorang pria yang tak akan tahu, sebenarnya dengan siapa nantinya hatinya akan berakhir berlabuh.

Dan ia pun, juga tak dapat menghindar.

– to be continued.

  • Hai! Kamu bisa memanggil author dengan panggilan Gashi 🙂
Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s