[Freelance || Chapter 4-END] A Reason To Love

Part 3-4

Title : A Reason To Love  Chaptered 4 end

Author : ExoLbaekkie Baekhyun

Cast : Yoo Jae In (oc) | Park Chan Yeol | Yoon Mi Rae (oc) | Kim Jong In

Other Cast : Yoo Jae Suk as Appa Jae in

Yoo Young Jae as Brother Jae in

Length : Chaptered

Genre : Romance , Sad , Family , Friendship

Disclaimer : No Plagiat ! Kkeut !

Author Note : Ini chapter Final , harapan author masih ada yang mau baca Fanfic abal ini 😥 . Typo Everywhere . . KEEP RCL THANK YOU ^^

Cr Poster : credit : arin yessy @ Indo Fanfictions Arts

 

 

 

*happy reading*

 

Author  POV

 

Little a bit flashback ~

 

Seorang  yeoja berjalan dengan busana casual yang ia gunakan dan  jaket  kulit berwarna coklat  memasuki sebuah  kampus dan  dari arah yang berlawanan seorang namja dengan asik nya sedang menikmati kopi nya tapi terkesan buru-buru,yeoja itu juga tak sadar kalau ada orang di depan nya alhasil ‘bukk’tabrakan pun terjadi kopi yang tadi masih banyak di gelas sekarang telah mengenai baju pria tersebut.  Namja itu memakai topi  dan hanya menghela nafas,ia segera membersihkan baju nya yang terkena noda kopi sebisa mungkin agar bau nya sedikit hilang.

“jeoseonghamnida,gwaenchannhayeo?” tanya sang yeoja dengan wajah penasaran mungkin dengan wajah si Namja . Namun ,Namja itu masih membersihkan baju nya yang lengket dan lembab,tanpa melihat  wajah sang yeoja ia pergi .

“ne,gwaenchannha”jwb nya walau si namja sudah berpaling dan hanya terlihat punggung belakang nya saja.

Author pov end

****

Jae in pov

Aku masih termangu,bertabrakan dengan siapa aku tadi? Suara  siapa yang baru saja kudengar dan itu tidaklah asing. Aku bahkan penasaran dengan wajah nya .. apa mungkin itu chan yeol? Sebenar nya hati ku ingin melihat mu.    bogosipda.

Jae in pov end

 

flashback end~

 

[Jae In House]

 

Jae in membuka mata nya,seperti biasa dengan rambut berantakkan ia keluar dari kamar nya  namun tepat di pintu kamar nya terdapat sebuah foto.ia langsung mengambil nya dan mengantongi nya tanpa melihat nya lebih dulu. Ia langsung menuju ke dapur dan menyapa appa nya. “anyeonghaseo appa” sapa jae in.  “eohh.. jae in putri appa  sudah bangun?maaf ayah harus sarapan duluan karena ada meeting di kantor .dan sarapan lah dengan young jae kau bau sekali alcohol sudah ya appa berangkat” ujar appa.

Jae in hanya tersenyum kecil, “ne.hati hati appa” ujar young jae dan jae in berbarengan. Sekarang mereka tinggal  berdua di rumah.

Young jae duduk berhadapan dengan kaka nya,ia kemudian tertawa,jae in diam saja tapi ia bertanya. “yak.apa yang kau tertawakan ?rambutku?atau aku ?” tanya jae in. young jae masih meneruskan makan nya. “kau.noona apa kau tidak ingat kau mengatakan sesuatu semalam padaku.” Tanya young jae.

“ani,dwaesseo. Noona  apa kau tak sadar sekarang kau menyukai chan yeol hyung,bukan begitu?” ledek young jae . jae in terdiam ia kemudian langsung ke kamar.ia merapihkan diri nya dan bergegas pergi tanpa young jae tau.

Skip~~~

Jae in mengunjungi sekolah nya sewaktu sma SMA di Anyang dan begitu juga chan yeol mereka datang pada jam yang sama tapi mereka tidak lah bertemu karena mereka beda gedung.

setelah itu jae in mengunjungi makam jong in baru saja ia ingin menaruh bunga sudah ada rangkaian bunga yang masih segar(karena chan yeol sehari sebelum nya ke makam jong in).

“oraemanida,oppa.mianheseo.baik baik lah di sana” ujar jae in lalu meninggalkan pemakaman.sambil berjalan ia mengambil foto yang ia temui dan ia melihat nya. Diwaktu yang sama chan yeol juga melihat foto yang sama.

 

Flashback ~

2 minggu sebelum pernikahan  dengan jong in (1-2 th lalu)

jae in dan jong in  membicarakan sesuatu padahal mereka telah sampai tempat untuk vitting baju pernikahan mereka.

“kau gila? Bisa kah kau singgah sebentar saja?apa kau mau mengecewakan appa  ku?”

“ini penting jae in-a aku harus pergi sudah lah chan yeol akan menggantikan ku” jelas jong in langsung menghilang seperti angin  .dan chan yeol datang menemuiku.

“dia memang seperti itu,maklumi saja” ujar nya cool  dan mengajak jae in masuk.

“anyeonghaseo,abeonim” sapa chanyeol dan membungkukkan badannya 90 derajat .

” dimana jong in ?” tanya appa jae in .

“ahh molla,tadi dia mendapat telpon mendesak dari manajer nya.

“aisshh,,bocah itu kapan dia mau serius disaat seperti ini?.tapi chan yeol lebih baik .ini kan hanya untuk vitting ,kau baik baik saja kan jae in –a?”

“hhh,baiklah tidak masalah.”.

“nona jae in mari ke sini”ujar sang pelayan.  Begitu juga dengan chan yeol.  Chan yeol sudah selesai namun jae in blm keluar juga dari ruang vitting nya,wajah nya terlihat sungguh penasaran.

“chanyeol-ra ,  seandai nya saja kau tidak memutus kan hubungan mu dengan jae in,pasti moment indah ini adalah milik mu.jujur saja,aku ingin sekali kau jadi menantuku dan menjadi suami jae in,aku yakin kau akan menjaga jae in ku dengan baik,aku tidak memaksa jae in memang ,tapi orang seperti itu yang ia pilih aku sebagai appa nya hanya bisa mendukung nya.

Kemudian chan yeol tampak berfikir dan termangu melihat  jae in berada di depan nya dan tersenyum.  “otte??yeppuji?keuchi?”

“yak kau tak menjawab?”

“yepujji tentu saja”

“cha! Kajja kita ambil foto.”

“kalian berdua senyumlah” ujar appa nya.

“appa..”jae in keliatan ingin menolak nya. “1,2,3” tapi pada akhir nya ia tetap memaparkan senyum nya hanya karena itu sebuah foto.

Flashback end  ~

 

November, 10

Mereka pun berjalan dan berpapasan di sebuah jembatan  di dekat sungai han.dengan masih memegang foto itu. “kau ingat bukan?” tanya chan yeol . “ne.giokheyeo”

“mianhe,aku telah menyia-nyiakan mu” “amudeun,mungkin saja itu memang saat nya kita berpisah.tuhan memang adil.” Chan yeol membenarkan.

“Mungkin sebentar lagi kau akan ulang tahun chanyeol-ra

“benar ini sudah November.”

“bisakah kau menuruti satu hal saja.” Tanya jae in. “mungkin saja,kau bisa  kembali datang ke pelukan ku park chan yeol .aku tidak mengulang perkataan ku” ujar nya lagi  kemudian  berlari meninggal kan chan yeol.

Chan yeol terdiam ,tak bergeming ingin sekali ia mengatakan sesuatu setelah  kata-kata yang di ucapkan jae in barusan tapi bibir nya kelu seperti es .kaki nya seakan terpaku untuk berlari mengejar jae in .namun, senyum nya terpapar jelas di wajah nya senyum yang benar-benar berbeda kali ini.

 

 

 

Skip~

@apartment chan yeol

Sambil menggosok rambut nya memakai handuk ia terduduk di kasur nya,meingat   kata kata yang di katakan   jae in barusan,itu benar benar membuatnya  lega. “gamsahae jae in-a”.

[ jae in-young jae house]

Young jae pov

“Malam ini noona tidak ada ,mungkin ia akan pulang malam.lagipula kalian takut sekali kalau noona ku ada di rumah memang dia menggigit.dia cantik ,anggun dan kadang ya seperti itu lah”

di saat seperti ini memang aku senang membanggakan noona ku,oiya sekarang ini aku dengan rekan ku B.A.P atau best absolute perfect.

“aniya,tapi aku hanya  tidak enak saja” ujar zelo. “tidak ada salah nya kita menyapa nya dulu” ujar yong guk.

“ mungkin saja dia bisa menjadi pacarku” tambah dae hyun. “yak ! jugeosseo?”ujar ku benar-benar geram dengan member yang satu ini tapi bagaimanapun aku tetap sayang pada mereka. “jika dae hyun bilang begitu aku jadi penasaran..”timpal jong up. Aku tersenyum-senyum kali ini.

Tiba-tiba saja seseorang membuka engsel pintu yang membuat lantai berdecit karena bergesekan dengan bawah  pintu. Dan benar saja itu jae in noona,

“anyeonghaseo” sapa member b.a.p . noona terlihat sedikit terkejut. “omo.” Noona terkejut. “mian tidak memberitahu lebih dulu diri mu, cha.. perkenalkan ini member grup ku b.a.p”  “sapalah noona ku” kata ku  , ia benar-benar terlihat setengah sadar.

“anyeonghaseo,yong guk-imnida”. “zelo-imnida” . “jong up-imnida”      “sudah ya,noona ku mabuk seperti nya perkenalan dilanjut kan lain waktu” ujar ku sambil membawa noona ke kamar. “yak!bahkan aku saja belum menyapa. young jae -a aishh dasar” member lain hanya tertawa.

“young jae-a appa wasseo.”

“appa..ini member grup ku.maafkan aku tidak meminta izin dulu dari mu” appa terlihat marah kali ini,yaa benar saja ia memang tidak menyukai jika aku debut sebagai penyanyi atau semacam nya.appa ingin aku menjadi seorang yang mengabdi untuk negara . “ini sudah tengah malam,istirahatlah . kita bicarakan ini besok saja. Appa lelah” appa pun masuk ke kamar tanpa basa basi lagi .

“ young jae-a istirahatlah ini sudah larut kami harus  pulang ke asrama, dan kau jangan lupa latihan besok.bilang ke appa mu maaf  jika kami mengganggumu”ujar yong guk sebagai sang leader. “baiklah ,hyung . jaga diri kalian baik-baik.aku akan minta dukungan appa. Geokjeongma!”. Ujar ku pada hyung.

 

Author pov

November 20,

Mungkin sudah seminggu keluarga ini saling tak sapa satu sama lain, entah apa penyebabnya sibuk ? bukan itu masalah nya.

Terhitung sudah tujuh hari  yeoja itu terus saja melihat ke jendela , apa yang di lihatnya hanya hamparan salju putih tebal tanpa seorang pun bersukarelawan untuk membersihkan nya. “noona,ayo sarapan.” Ajak young jae malas tak seperti biasa nya. “sarapan bersama appa?” tanya nya. Young jae mendecak kesal , “dia sedang menunggu mu” pungkas nya.  “ehm,,arra”.

***

Semua nya sudah duduk di meja makan, namun semua nya dalam diam . keadaan  sarapan pagi ini memang  benar-benar muram. “appa,kemana selama ini jika kau mau sarapan?kau tak pernah terlihat di rumah sekarang” jae in mulai perbincangan dengan berharap dalam hati kalau saja ada yang mau mengalah dua  dari mereka.

Dan untuk yang ke tiga kali nya ucapan jae in dianggap angin lalu. Sembari mengunyah sarapan nya otak   jae in berfikir  apa lagi yang harus di katakannya.dengan tiba-tiba saja  pertanyaan yang mungkin konyol ini terlontar dari mulut jae in yang penuh dengan makanan yang belum di telannya.

“…. tanggal berapa sekarang ?apa kaliann tidak mau menjawab juga?” tanya jae in .

“20 november!”  dua namja itu menjawab sigap berbarengan,melihat hal itu jae in tersenyum  namun tidak dengan mereka berdua  masih dengan tatapan kesal terlihat di mata mereka.

“tanggal 20 yaa.. eomona!aish” jae in baru teringat ternyata sudah empat belas hari berlalu sejak kejadian itu .

“wae geurae?”tanya appa . jae in langsung terfokus pada appa nya. “eoh? A-a ani, aku ke kamar dulu”

“seminggu lagi ulang tahun chanyeol,tapi di mana dia kenapa dia tidak menemuiku?apa yang harus ku berikan pada nya ya?” gumam jae in .

***

November 24

Handphone nya  kini  tak aktif, walau ku tau dia  berada di negara ini di langit yang sama  dengan ku aku tidak ingin mencarinya.  Memang benar mungkin air mata tak terbendung lagi , hati ku ingin mencari nya tapi ,aku merasa seperti tertahan sesuatu,sesuatu yang menegaskan ‘ kau tak perlu mencari dia , biarlah dia sendiri yang akan kembali pada mu’.

***

Young jae sedang  asik mendengar musik dengan headsheat nya di ruang makan sambil berkutat dengan buku –buku kuliah nya.entah apa yang ia tulis semua nya abstrak. Ia menggunakan buku sebagai perantara supaya appa tidak mengomelinya.

Appa  yang baru saja mandi setelah pulang kantor  menghampiri young jae di meja makan .

pertama   appa terdiam berdiri di hadapan young jae, (mungkin walau pun young jae menyadari kehadiran appa nya ia tetap pura-pura tidak tau) namun young jae tak bergeming tanpa alasan.

Kedua ia duduk,di samping young jae .young jae masih juga tak bergeming dan membuka buku dari halaman yg sama. Kemudian tiba –tiba saja appa merebut salah satu headshet yg terpasang di telinga young jae,walau mungkin ia tak suka musik selama ini tapi ia tetap mendengarkan lagu anak nya.

Young jae terlihat kesal dengan tingkah ayah nya.ia ingin pergi namun appa nya menahan dan akhir nya ia duduk kembali.

“maaf,selama ini appa fikir yang kau lakukan adalah kesalahan .tapi sekarang appa mengerti . jadilah apapun yang kau ingin kan ,tapi selesaikan kuliah mu dulu baru kau ambil fakultas yang sesuai  dengan mu .”                “appa….” young jae langsung memeluk appa nya dan meminta maaf juga.

 

 

November 27 D-day ^^

Akhir nya hari yang di tunggu- tunggu oleh jae in tiba juga, ya entah apa dan kenapa  setiap kali tanggal itu tiba ia lebih senang dan bahagia bahkan melebihi tanggal ulang tahun nya sendiri.

Dengan membawa sebuah sekotak  cake  berukuran sedang ia berjalan dengan gembira  menuju suatu tempat ,ya apalagi kalau bukan apartemen chan yeol  karena hari ini adalah hari ulang tahun nya chan yeol.

Tapi ,setelah sampai depan pintu apartemen nya chan yeol entah apa yang merasuki diri jae in  ia merasa  kaki nya terpaku tak mau bergerak  ingin sekali rasa nya ia kembali pulang ke rumah dan memakan kue itu sendiri  namun tangan nya sudah terlanjur membunyikan bel.

1 detik ..2 detik 3detik tak ada jawaban apapun jae in merasa sedikit lega karena pikirnya mungkin saja chan yeol tak ada  di rumah, ‘drrtt,,drtt’suara getar ponsel jae in membuat diri nya kaget sendiri,seperti dugaan chan yeol menelpon nya, “aduh , bagaimana ini ?” jae in pun memutuskan untuk menjawab.

Chan yeol : neo eodiya ?

Jae in : ng? Di rumah wae?

Chan yeol : (ia terkekeh geli tanpa suara,padahal jelas-jelas ia melihat jae in di depan pintu apartemen nya sekarang) kau jangan kerumah , aku sedang  di gedung SM sekarang ,mungkin akan pulang malam juga.

Jae in : ( jae in tampak terlihat kecewa, ia pun berjongkok di depan pintu apartemen chan yeol) begitu ya.. baik lah, aku juga sedang tidak ingin keluar. Amudeun , saengil chukha-handa

Jae in memutuskan sambungan telpon lebih dulu. “ aissh .. semua nya sia-sia saja” gerutu jae in kesal. Ia pun segera berdiri  dan segera pulang , namun tiba-tiba seseorang menarik tangan nya  dan tentu saja jae in langsung jatuh ke pelukan orang tsb yang tak lain adalah chanyeol.

“ mianhe-seo,aku tidak bermaksud” ujar chan yeol  masih memeluk jae in.

“ ani, aku bersyukur cake nya jadi tidak sia-sia” ujar nya sambil tertawa .  “ayo  kita makan  sama-sama”  . “kaja!” .

“jamkkaman. (tiba-tiba chan yeol  berlutut  dan memberikan sebuah cincin tipis di hadapan   jae in) neon naega kyeoron-hae jullae?”

“ yes, i do oppa”

Kemudian  chan yeol mengecup dahi jae in.

****

 Jae in  POV

Entah sudah berapa tahun berlalu sejak  chan yeol melamarku  pada akhir nya, aku merasa lebih bahagia dari selama ini aku menjalani hidupku, penantian  akhir nya berakhir.

Hidup memang tidak bisa di tebak oleh akal sehat manusia,tidak bisa di takar atau ukur dengan uang . tapi aku tau tentu hidup bisa di ukur  dengan kasih sayang dan cinta.dua hal itu yang di butuhkan oleh manusia. Dan akhir nya aku memiliki nya , cinta yang memang mungkin sulit dan terhalangi oleh segala hal akhir nya aku menemukan nya .

aku bersyukur kisah cintaku tak seperti kisah cinta sang ‘rubah ekor sembilan’.  Aku bersyukur telah memiliki seorang malaikat kecil yang cantik ia bernama  park ji hoo  karisma nya seperti jong in hanya saja ketampanan nya melebihi chan yeol pasti nya,akan ku pastikan ketika ia besar nanti. Dan jong in  terimakasih  karena kau  kami kembali bersama.

 

“Chan yeol-ra ani , Ji Hoo appa ?”

“Wae ?”

“Appa , ibu ingin bertanya apa alasan Appa untuk mencintai Ibu”

“Aigoo , Anak ini . Ibu mu kan tak menyuruh mu untuk berkata seperti itu”

“Eii , Kau masih saja memalukan seperti dulu Yoo Jae In”

“Sekarang aku adalah Eomma nya Ji Hoo , Bukan , Yoo Jae In”

“ahh iya , Ku pikir kau masih mencintai Jong In karena  tadi kau mengatakan Ji Hoo berkharisma sperti Jong In”

“Kau selalu saja tahu apa yang ku pikirkan . Tapi kan , ketampanan nya melebihi diri mu .”

“Itulah Jawaban dari pertanyaan mu itu”

“Hah? Jawaban ? Yang mana ?”

“Karena tanpa ku sadari , aku seperti  awan di langit yang mengikuti mu . Baik langit cerah , mendung  atau hujan dan bersalju sekalipun , Langit selalu di hiasi awan dan karena tertiup angin awan berjalan seiring tekanan udara yang ada di atsmofer seakan awan mengetahui apa saja yang langit ingin lakukan , pikirkan . Begitu juga dengan ku , Yoo Jae In”

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s