[Freelance || Oneshoot] Miss You Eonni

miss-you-eonnie

Nama Author : Oktavv

Judul FF : Miss You Eonni
Length FF : Oneshot
Contact : Pin BBM : 57C4ACC3

 

Sesuatu yang sangat menyedihkan bahkan sangat menyakitkan terasa sangat perih didalam hati. Apalagi itu yang bersangkutan pada keluarga. Ya, itu memang sangatlah sakit. Itulah yang dirasakan seorang gadis yang kini sedang menatap bangunan yang menjulang tinggi dari sebuah jendela kaca besar.

Dilihatnya bahwa ia menitikkan sebuah tetesan air bening dari pelupuk matanya. Dengan isakan yang pelan ia merasakan bahwa hidupnya terasa hampa tanpa adanya seorang kakak.

“kakakmu sedang ada tugas di sekolah, jadi dia tidak pulang untuk beberapa hari.” Sebuah lintasan pikiran telah lewat di dalam pikiran gadis itu. Sebuah kalimat yang terucap dari bibir ibunya.

“jika hanya beberapa hari mengapa eonni tidak pulang selama 3 bulan ?” gumaman yang seperti pertanyaan itu keluar dari mulut gadis itu. Namanya Sae Ron, ia merindukan sosok kakaknya yang kini selama 3 bulan belum pulang kerumah.

~Eonni~

“Eomma, bolehkah aku bertanya ?” tanya Sae Ron pada eommanya yang kini sedang memasakan makan malam untuknya dan eommanya. “tentu, mau tanya apa ?” jawab eommanya dengan senang hati. Bau masakan yang menyengat membuat Sae Ron diam sejenak untuk menghirup aroma masakan itu.

“Eomma, eonni ada dimana ?” sebuah pertanyaan yang dilontarkan Sae Ron membuat eommanya terkejut sekaligus terharu. Sebuah pertanyaan mengenai dimana salah satu keluarganya berada.

“Eonni berada di sebuah tempat nyaman, bentar lagi dia akan pulang.” Jawaban yang membuat Sae Ron ingin menangis. Kapan ? kapan eonninya pulang ? apakah besok ? lusa ? munggu depan atau bulan depan ? atau sampai tehun depan ? Kapan ? kapan ?

Itulah pertanyaan yang ada dibenak Sae Ron saat ini, ia tidak terima dengan jawaban eommanya, itu jawaban yang sudah lama ia dengar. 3 tahun yang lalu. Selama 3 tahun Sae Ron selalu mendengar jawaban yang sama dari eommanya.

~Eonni~

Huffftttt ..

Sebuah tiupan dari mulut Sae Ron dan eommanya pada sebuah lilin yang bertuliskan 17th. Hari ini adalah hari yang special bagi Sae Ron yaitu hari dimana ia meniupkan lilin di umur 17 tahun. Ia sangat senang. Namun disaat itu juga, Sae Ron menatap sebuah foto yang berfigura berwarna emas itu. Foto keluarganya. Foto dia bersama Eonni dan eommanya. Tanpa ayah. Ayahnya meninggal saat Sae Ron berumur 2 tahun. Jadi mereka belum sempat memliki foto keluarga yang lengkap.

“eomma, tolong beritahu aku, dimanakah eonni ?” pertanyaan yang selalu ia tanyakan pada eommanya setiap hari. Namun hanya saat ini saja ia ingin mengungkapkan betapa kangennya ia pada seorang eonninya yang tak kunjung pulang kerumah.

“tolong jawab dengan jujur eomma, mengapa eonni tidak pulang kerumah selama 5 tahun ? apa mungkin eonni kabur ? apa eonni punya rumah lain ? apa eonni sudah menikah ? apa eonni sudah …” pertanyaan yang kini ia lontarkan membuat eommanya menangis. Eommanya menangis terisak. Sae Ron tidak tau apa yang membuat eommanya menangis.

“eomma kenapa menangis ?” pertanyaan yang langsung membuat Sae Ron ingin memeluk erat eommanya dan membuat eommanya berhenti menangis. Namun ia tidak melakukan itu karena eommanya yang memeluknya duluan dengan erat.

“maafkan eomma Sae, maafkan, eomma tidak tau apa yang harus dikatakan, maafkan eomma.” Pelukan hangat eommanya membuat Sae Ron bingung. Memangnya apa yang mau eommanya bicarakan sehingga tidak tau apa yang harus dikatakan ? entah, Sae Ron tidak tau apa itu.

“memangnya eomma mau mengatakan apa sehingga eomma ..” ia melihat sebuah hadiah yang berkotak kecil dengan memakai pita ungu diatasnya. Eommanya menyodorkan kotak kecil itu.

“ini apa ?”

“Sae, sebenarnya eonnimu berada di sebuah rumah sakit.” Suara parau dari ibunya membuat Sae Ron membulatkan matanya. Kata Rumah Sakit itu membuat Sae Ron menahan tangisan.

“Rumah sakit apa eomma ? eomma ? tolong jawab aku.” Suara Sae Ron terlihat memaksa namun ucapan Sae Ron membuat eommanya menangis dengan keras. Sae Ron pun dengan penasarannya membuka kotak kecil itu sambil menahan isakan tangisnya.

PASIEN GANGGUAN JIWA

Sebuah tulisan yang terukir dalam sebuah gelang berwarna biru itu membuat Sae Ron menangis. Dilihatnya sebuah foto seorang gadis berumur 22 tahun tengah tersenyum kikuk sambil menatap kamera.

“apa ini eonni ? Ya Tuhan, eonni sudah tua eomma, lihatlah senyumannya, berbeda sekali saat aku melihat dia terakhir kali.” Sebuah senyuman terpancar dalam kehidupan Sae Ron. Sekaligus dengan tatapan terharu dari Sae Ron kepada eommanya yang kini sedang bersandar pada kursi. Mungkin eommanya lelah karena sedari tadi menangis.

“tapi eonni menjadi seperti ini karena apa ?”

“karena dia telah menyakitimu untuk sesekali di hidupnya. Yaitu memukulmu sebanyak 5 kali dan menamparmu sebanyak .. ah entahlah Sae, eomma lupa.”

~Eonni~

 “Eonnimu sekarang sudah ke surga, Sae. Tepat kemarin lusa ia meninggal dengan keadaan tersenyum dan ucapan terakhirnya adalah bahwa dia merindukanmu.”

Sekarang,Sae Ron tidak akan marah pada eommanya mengenai eonninya yang telah hidup di dalam sebuah Rumah Sakit Jiwa selama bertahun tahun. Kenapa ? karena, eommanya telah membuat kado yang sangat istimewa. Kado yang sangat dinanti-nantikannya yaitu foto eonninya.

Dan sekarang, Sae Ron tidak akan berpikir macam macam tentang eonninya lagi sebab sekarang ia sekarang sudah tau apa yang telah terjadi dengan eonninya.

Sekarang yang harus dia lakukan adalah membahagiakan eommanya yang telah mengurusnya bahkan yang selalu tersenyum pada nya setiap hari selain senyuman dari seorang eonninya yang tersayang. Seorang eonni yang sangat sayang pada adiknya itu, tidak akan tega menyakiti adiknya selain terdapat masalah.

Eonninya itu menjadi gila karena Sae Ron, pada saat itu Sae Ron tidak mau mendengar perkataan eonninya, Sae Ron tidak mau mengerjakan PR, dan juga Sae Ron bilang akan membenci eonninya selama-lamanya.

Walaupun itu hanya lelucon bagi Sae Ron, tapi menurut eonninya itu adalah perkataan yang menyakitkan baginya, seorang adik yang akan membenci kakanya selamanya kan tidak mungkin ? yah, itu hanyalah sebuah lelucon Sae Ron.

“Eonni maafkan aku.”

“Maafkan aku yang membuatmu seperti ini.”

“Dan ..”

“Aku merindukanmu juga..”

END

Wahhh wahhh, mian FF nya gaje, ga dapet feel, eh ? maafkan kesalahan saya, karena saya baru pertama bikin FF hehehee ..

Advertisements

One thought on “[Freelance || Oneshoot] Miss You Eonni

  1. Awalnya bingung sama maksud ceritanya, setelah dibaca ampe abis ternyata oh ternyata….

    di sini kasian sama Saeronnya ama eonnienya juga. ckckck

    terus berkarya yaa ^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s