[Vignette] Insensible

req-oyewyn-insensible-by-laykim

Scriptwriter Oyewyn. K || Poster Designed By Laykim @ Indo Fanfictions Arts || Genre Romance, Hurt, Sad, and Marriage Life || Starred CNBLUE’s Kang Min Hyuk and F(x)’s Jung Soo Jung a.k.a Krystal Jung || Disclaimer This is original from my mind. No plagiarsm! No Silent readers! || Note Penulisan dengan font italic adalah flashback

~Story Begin~

.

.

.

Pernikahan adalah impian setiap wanita, sama halnya dengan diriku. Dan menikahi pria yang ku cintai adalah pilihanku, pria yang selama ini selalu ada bersamaku. Pria tampan bernama Kang Min Hyuk. ya, tapi nyatanya realita tak seindah ekspektasi. Dulu kukira menikah dengan pria yang ku cintai akan membuatku bahagia, tapi kenyataan pahit seakan menyadarkanku dari mimpi yang selama ini memenuhi alam bawah sadarku hingga aku lupa untuk terbangun. Kang Min Hyuk yang menikahiku berbeda dengan Kang Min Hyuk yang dulu mengejarku. Kini yang dapat kulakukan hanyalah menangis, sebuah penyesalan tiada akhir. Ya, pernikahan kami berakhir. Aku dan dirinya memutuskan untuk memisahkan diri. Bahkan aku tidak dapat mempercayai apa yang ku alami ini. Ini terlalu jauh… terlalu jauh dari harapan yang pernah kami impikan bersama.

“Oppa, aku ingin punya tiga anak.” Ucapku sambil memandang langit yang cerah dan menydarkan kepalaku dipundak kokohnya.

“Satu saja, agar kasih sayang kita tercurah hanya unuknya.” Tolak pria tampan yang sangat kucintai itu.

“Aniya, jika dia anak tunggal dia akan kesepian seperti diriku.” Aku kembali mendebat.

“Baiklah, apapun untukmu sayang.” Min Hyuk mengalah dengan senyuman manis terukir di wajah tampannya.

“Lalu aku ingin rumah yang besar untuk kita tinggal. Kita bisa bermain di sana bersama dengan mereka. Kita akan hidup bahagia sampai kita tua dan meninggal.” Aku kembali berangan – angan. “Kita akan memberikan semua hal yang terbaik untuk anak – anak kita.” Aku tetap berceloteh riang.

“Ya, tentu saja. Dan aku akan bekerja keras untuk membahagiakan kalian. Karena kalian yang akan menjadi poros kehidupanku.” Dia selalu menyetujui apapun yang aku katakan.

Ingatanku berputar bagaikan roll film. Mengalir tiada henti, yang tanpa sadar membuat airmata membasahi wajahku. Kini tiada lagi yang akan menghapus airmataku, tiada lagi yang menghapus kesedihanku. Kang Min Hyuk yang dulu aku klaim sebagai milikku sudah menghilang. Dia sudah pergi jauh dan hidup bahagia bersama orang lain. Sedangkan aku, memori bahwa aku mencintai dirinya yang membuatku hidup sampai saat ini.

.

.

.

Bebauan petrikor menggelitik hidungku. Hujan kembali turun membasahi bumi, membersihkan udara kotor yang berisikan polusi yang disebabkan manusia. Andaikan saja, hujan itu juga bisa membersihkan kesedihanku. Ya, sayangnya itu hanyalah pengandaian. Tidak dapat benar – benar terjadi. Aku ingat sebuah artikel yang pernah kubaca. Dalam artikel itu menyebutkan bahwa hujan dapat menjadi faktor pendorong untuk manusia memanggil kembali ingatan lamanya, atau sekarang lebih sering disebut dengan istilah flashback. Untukku, itu benar. Setiap kali hujan datang aku selalu mengingat pria itu. Pria yang sampai saat ini selalu menjadi satu – satunya pria yang kucintai. Ini membuatku bingung, aku harus membenci hujan atau tidak. Tapi terkadang aku merasa membenci hujan bukanlah sebuah solusi untuk mengenyahkan perasaanku padanya.

Drrttt… drrttt…

Sebuah pesan masuk untukku. Itu dari Min Hyuk.

Krys, ayo kita bertemu. Aku di taman. Jangan lupa kenakan pakaian hangat.

Ya, dia selalu memberikan perhatian untuk hal sepele sekalipun. Dengan segera aku berlari menuju taman. Aku merindukannya meskpun kami baru bertemu kemarin. Sesampainya di taman, semuanya gelap, tidak ada siapapun.

“Oppa!” Aku berteriak memanggilnya. Aku benci gelap.

“Min Hyuk oppa!” Kembali aku memanggilnya. Mataku berkaca – kaca, aku sungguh takut.

Trek!

Tiba – tiba menjadi terang. Tempat ini diterangi oleh lampu dekorasi yang sangat indah. Dan di ujung sana aku melihatnya duduk sambil memegang sebuah gitar. Dia terlihat tampan, sangat tampan. Dia Kang Min Hyuk. Dia priaku, pria yang kucintai.Petikan gitar memenuhi runguku, mengalun indah dan menyentuh hati. Liriknya pun sangat indah. Aku tahu lagu itu, tapi aku tidak tahu bahwa lagu itu diciptakan untukku.  Perlahan – lahan aku melangkahkan kedua tungkaiku ke arahnya. Hingga akhirnya aku berhenti dan menatapnya dengan senyum tipis bahagia. Mataku kembali berkaca – kaca, kali ini bukan karena takut tapi karena aku bahagia. Sangat bahagia.

Dia selesai bernyanyi. Kemudian meletakkan gitarnya dan bangkit berdiri. Menghampiriku dan menarikku lembut ke sebuah ayunan. Di atasnya terletak sebuket bunga, aku tahu bunga itu. Bunga angelica putih yang dikelilingi bunga gerbera. Tunggu dulu… itu bunga gerbera? Mataku tidak salah melihatkan? Dia melamarku? Oh Tuhan, Kang Min Hyuk melamarku. Airmataku kali ini benar – benar mengalir. Dia segera mengambil bunga itu dan memintaku untuk duduk di ayunan itu. Lalu dia berlutut di hadapanku.

“Krystal Jung, saat ini aku tak bisa memberimu cincin indah yang mahal. Hanya sebuket bunga sederhana yang bisa menyampaikan perasaanku padamu. Aku tak berjanji bisa membuatmu bahagia, karena aku tidak sempurna. Tapi satu yang pasti, aku membutuhkanmu dalam hidupku.” Dia berkata panjang kemudian menari napas panjang. Aku tahu dia sangat gugup, tapi aku juga sangat ingin mendengarkan semua yang ingin dia ungkapkan.

“Krystal Jung, will you marry me?” Dia menyerahkan buket bunga itu padaku.

Dan dengan mantap dan yakin aku menjawabnya tanpa perlu berpikir ulang, “Yes, i will.”

Sekejap mata dia mengecup dahiku hangat lalu turun mengecup bibirku lembut. Ciuman pertama yang tak akan pernah ku lupakan.

Hhh, hanya mengingat masa itu saja membuatku seperti dapat sedikit energi untuk menjalani hidup ini. Membuatku melupakan sejenak luka dihatiku yang masih menganga. Seandainya saja saat itu aku tidak terbuai akan cinta yang baru pertama kali ku rasakan mungkin sekarang ini aku hidup bahagis. Lagi – lagi itu semua hanya pengandaian. Ya, mimpi ya tak akan bisa menjadi nyata. Masa lalu yang tak bisa diubah. Aku sangat ingin mengakhiri keterpurukan cinta ini, tapi aku tak tahu bagaimana caranya. Dia benar – benar berhasil mencuri hatiku, berhasil mencuri hidupku. Bahkan kini, meski aku tahu dia mencuri hidupku aku tetap tidak bisa membencinya. Aku tak bisa melupakannya. Dia selalu memenuhi pikiranku. Dia berhasil membuat dirinya menjadi oksigen untuk diriku.

.

.

.

Perceraian. Satu kata laknat yang sebenarnya aku benci. Satu kata yang sangat ku hindari. Tapi nyatanya, satu kata itu berhasil muncul dalam kehidupanku. Perceraian yang cetuskan oleh Kang Min Hyuk. Entah itu karena dia menyesal telah menyakitiku atau apa. Dan entah kenapa aku menyetujuinya begitu saja. Membuatku hingga kini merasakan penyesalan besar. Bagaimana seandainya aku tidak menyetujui perceraian itu? Akankah kami bisa kembali menjadi semula? Saling mencintai dan hidup bahagia. Bisakah itu terjadi? Mungkinkah itu terwujud?

Lagi dan lagi sebuah pengandaian. Aku percaya akan harapan itulah kenapa aku suka berandai. Tapi kenapa aku masih saja berandai jika kenyataan sudah sangat jelas terlihat. Akhir yang akan terjadi juga sudah sangat pasti. Kenapa aku masih berandai padahal harapan itu sudah jelas tidak ada? Aku sadar ini adalah sebuah kebodohan tapi aku tetap tidak bisa berhenti berandai.

Aku menangis tersedu di dalam kamar tamu, menangisi kejadian yang aku lihat. Dia berselingkuh di depan mataku, di dalam kamar kami. Hatiku benar – benar hancur. Aku tak tahu harus bagaimana. Tuhan, jika bisa tolong cabut nyawaku sekarang. Selama ini aku tahu dia berselingkuh, tapi baru kali ini dia membawa wanita simpanannya ke rumah. Setelah cukup mampu mengontrol emosi aku keluar dari kamar tamu dan memasuki kamar kami.

Aku menarik keras rambut wanita yang sedang tertidur dalam pelukan suamiku tanpa rasa ampun. Aku sangat ingin membunuhnya. Dia wanita jalang yang pantas mati di tanganku. Wanita laknat murahan yang harus masuk neraka.

Plak!

Aku menampar wajahnya sekeras yang aku bisa. Wajahnya memerah, aku yakin itu pasti sakit. Matanya juga berkaca – kaca. Aku merasa menang. Tapi aku tak tahu apa yang akan ku lakukan pada suamiku.

“Kau wanita jalang! Keluar dari rumahku sekarang juga!” Teriakku keras di depan wajah wanita murahan itu.

Dengan cepat wanita itu memakai pakaiannya, mengambil barangnya, dan keluar dari rumahku. Sedangkan Kang Min Hyuk, pria itu terbangun mendengar suaraku.Dia menatapku kaget, tapi seperti ada ekspresi lain yang tidak aku ketahui apa itu.

“Kau selingkuh.” Aku berbisik sangat pelan.

“Ya, maaf.”

“Maaf?” Aku menatapnya tak percaya. Hanya satu kata itu yang keluar dari mulutnya. Dia tidak membela diri, itu artinya bahwa dia memang berselingkuh.

“Aku percaya padamu dan kau mengkhianatiku.” Airmata tak bisa lagi ku tahan.

“KAU MENGKHIANATIKU KANG MIN HYUK. APA ARTI DIRIKU INI UNTUKMU? TIDAK CUKUPKAH AKU UNTUK DIRIMU? APA SALAHKU HINGGA KAU MENJADI SEPERTI INI? APA YANG KURANG DARI DIRIKU? KATAKAN PADAKU KANG MIN HYUK! KATAKAN PADAKU!” Aku berteriak frustasi. Aku benar – benar hancur.

“SELAMA INI YANG AKU KIRA APA YANG KUDENGAR DARI ORANG LAIN ADALAH KESALAHAN. AKU TERUS MEMBENTENGI DIRIKU DENGAN KEBOHONGAN YANG KUBANGUN SENDIRI. TERUS PERCAYA BAHWA KAU HANYA MILIKKU. TERUS PERCAYA BAHWA KAU HANYA MENCINTAIKU.” Aku kembali meluapkan amarahku padanya.

“BAGAIMANA BISA KAU MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI? APA KAU SANGAT MEMBENCI DIRIKU?” Aku tersungkur di lantai berteriak dan menangis tanpa menatap dirinya.

“Aku ingin bercerai.” Satu kalimat jelas mengenai indraku.

“Ya, ayo kita bercerai.” Aku menyetujui itu begitu saja dan pergi tanpa arah.

Ya, perceraian itu terjadi begitu saja di saat aku dalam emosi yang sangat buruk. Dan aku tak tahu dengan sungguh apakah aku harus menyesali hal ini atau tidak. Hanya ada satu kepastian, bahwa kini kami sudah berpisah. Kami bukan lagi sepasang suami istri. Kami tak memiliki hubungan apapun.

Lagi – lagi sama seperti hari saat aku membiarkanmu pergi menghilang dari kehidupanku, aku merasa mati rasa. Aku tak merasakan apapun lagi. Aku hanay seperti seonggok tubuh tanpa jiwa. Berulang kali aku mencoba untuk keluar dari keterpurukan ini, berhenti dari kebiasan mencintaimu, dan mencoba memahami bahwa kehidupan masih panjang. Tapi semua itu tidak berhasil. Dan bahkan kini airmataku serasa habis, aku tak bisa lagi menangis. Terlalu lelah untuk menangis. Tapi aku selalu dibayangi masa lalu, rasa cinta padamu, dan kepedihan.

Dan selalu berkata pada bayang dirimu yang selalu muncul dibenakku, “Tolong datang kembali padaku, suatu hari nanti. Aku akan terus menunggumu.”

FINAL

Ini request dari salah satu teman BOICE. Semoga memuaskan.

Advertisements

17 thoughts on “[Vignette] Insensible

  1. Wao tega sama krys wkwkwkwk berasa kayak peluapan kekesalan *tapi nggak juga sih* yah gitulah wkwkwk… tp ada peningkatan di tulisannya wao. Diksinya lebih teratur… penyusunan,pemilihan kata dan kalimatnya makin rapih dan alurnya makin jelas di bandin yg dulu pernah ku review di kfr 😂😂😂 (btw i’m sorry waktu itu kalo jahat ngereviewnya) dan tulisannya makin punya karakter yg wao bgt wkkwk keep fighting~ kapan2 bikinin aku ff wkwkwk

  2. hai kak..aku udah baca ff kaka ini. aku suka dengan penulisannya dan juga narasi krystal. tapi aku ngerasa sedih..kenapa harus yang sad ending?huhuhu:( ff hyukstal paling sulit ditemui akhir-akhir ini semenjak krystal sama kai. sebagai hyukstal shipper saya bisa apa :D. lanjutkan ya kak..kalo bisa yang happy ending 🙂 fighting!! 😀

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s