EVIL ANGEL (Chapter 4)

PicsArt_1469190409257

Cantikagretha’s present

Starring EXO’s Oh Sehun, OC’s Yoo Yeon Hee

A Medical, sci-fi, medical, thriller and romance fanfiction

Rated PG-15

Disclaimer :

All the cast belongs to God, but all the plot’s mine. This fanfiction’s still in working progress, so be careful! There’s typos everywhere.

 

Cast detail :

Oh Sehun : 32, Neurosurgeon, a physician who specializes in the diagnosis and surgical treatment of disorders of the central and peripheral nervous system including congenital anomalies, trauma, tumors, vascular disorders, infections of the brain or spine, stroke, or degenerative diseases of the spine.

YooYeon Hee : 28, Cardiac (heart) surgeon, is one a specialization in the surgical field that is dedicated to treating heart conditions. Cardiac surgeons perform coronary artery, bypass surgery, heart transplants, valve replacements and repairs of congenital heart conditions.

Kim Junmyeon : 35, Ophtalmologic (eye) surgeon, s a surgical procedure performed on the eye or any part of the eye.

Park Jira : 30, Obstetrics and Ginecology surgeon, a physicians who possess special knowledge, skills and professional capability in the medical and surgical care of the female reproductive system and associated disorders, such that it distinguishes them from other physicians and enables them to serve as consultants to other physicians and as primary physicians for women.

Park Chanyeol & Byun Baekhyun : 32, General surgeon, is a physician who has been educated and trained in the diagnosis and preoperative, operative, and postoperative management of patient care. Surgery requires knowledge of anatomy, emergency and intensive care, immunology, metabolism, nutrition, pathology, physiology, shock and resuscitation, and wound healing.

 

 

Previous…

Seorang wanita berbaju biru mendudukkan dirinya di atas Sehun, sementara 2 wanita lainnya duduk mengepung Jaehyun.

  Jaehyun tak bisa berhenti menatap wanita-wanita cantik yang kini tengah menggerayangi nya. Sehun juga sudah tidak bisa menahan nafsunya. Aroma darah wanita itu begitu manis di indera penciumannya.

“Babe, ayo kita pergi”, ucap Sehun sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jaehyun. Jaehyun yang sudah mengerti maksud Sehun membiarkan hyungnya itu pergi dengan wanita tersebut.

  “Sayangg, ayo kita pergi juga.. Aku sudah tidak tahan”, ucap salah satu wanita sambil menarik Jaehyun agar berdiri. Jaehyun tersenyum, lalu merangkul kedua wanita itu, setidaknya rasa hausnya akan terpuaskan malam ini.

 

 

-악한 천사-

 

Yeon Hee mendudukkan dirinya di kursi di depan ruang operasi. Ia kemudian melepas masker dan penutup kepalanya. Wajahnya terlihat sangat pucat dan berkeringat. Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya, sudah pukul 11 malam.

“Kenapa belum pulang? Seharusnya kau beristirahat.. Kau baru saja pingsan”, Yeon Hee menoleh ke sumber suara. Itu Jira. Disampingnya ada Chanyeol yang berdiri bersandar di dinding. Mereka berdua sudah mengganti pakaiannya dan bersiap pulang.

“Aku baik-baik saja.. Lagipula ada operasi mendadak, eonnie. Mau tidak mau aku mengurusnya, karena kita tidak punya ahli bedah jantung lain”, jawab Yeon Hee.

Melihat keringat Yeon Hee yang bercucuran, Jira merogoh sakunya dan mengeluarkan beberapa lembar tissue dari sana. “Kau ini terus saja membantahku. Sudahlah, cepat ganti bajumu dan pulang”, ucap Jira sambil mengelap keringat adiknya itu.

“Bagaimana jika kami antar? Malam-malam seperti ini kau pulang naik apa?”, ajak Chanyeol.

“Tidak usah, oppa. Kau dan eonnie pulang saja terlebih dahulu. Aku sudah janji akan pulang dengan Junmyeon oppa hehe”, kekeh Yeon Hee.

“Heyy.. Kau ternyata ya..”, canda Chanyeol.

“Oppa apa-apaan sih? Junmyeon oppa sudah kuanggap oppa ku sendiri, mana mungkin aku–“,

“Memangnya apa yang kukatakan, adik manis? Aku tidak bilang kau mengencani Junmyeon hyung”, ucap Chanyeol sambil mengusap kepala Yeon Hee gemas.

“Heyy sudahlah kalian ini seperti anak kecil saja.. Baiklah Yeon Hee, kami pulang dulu, arra? Jaga dirimu”, Yeon Hee mengangguk. Jira kemudian menyambar lengan Chanyeol dan menggandengnya manja.

“Mereka..romantis sekali.. Ahh kapan aku bisa seperti itu?”, gumam Yeon Hee sambil berjalan menyusuri lorong rumah sakit.

 

-악한 천사-

 

Disisi lain, Sehun menatap penuh gairah wanita yang ada di pangkuannya saat ini. Tentu wanita itu berpakaian cukup minim dan sexy, tapi Sehun tidak tertarik dengan itu. “Sayang, jangan melihatku seperti itu.. Apa kau sudah benar-benar tidak tahan, huh? Bersabarlah.. Aku akan memuaskanmu nanti”, ucap wanita itu dengan nada yang dibuat-buat.

“Ya, aku sudah tidak tahan”, desis Sehun.

‘Tidak tahan untuk meminum darahmu’ batin Sehun.

Sebuah panggilan masuk ke ponsel Sehun, dari Jaehyun. “Ne, Jaehyun-ahh”

“Hyung, apa kau sudah meminumnya?”, tanya Jaehyun.

“Belum, kami masih diperjalanan. Kau?”

“Tentu saja sudah. Aku menyewa sebuah kamar hotel dan langsung menikmatinya. Mereka meraung-raung meminta kenikmatan padaku tanpa menyadari bahwa aku akan membunuhnya. Tragis sekali. Tapi hey, tubuh mereka sangat menggiurkan.. dan juga darahnya sangat segar. Jarang-jarang aku dapat yang seperti itu”, canda Jaehyun.

“Hmm kau beruntung kalau begitu. Baiklah aku sudah hampir sampai. Nanti akan kuceritakan segalanya”, canda Sehun.

“Baiklah, bersenang-senanglah, hyung! Oh ya, jangan langsung kau serap semuanya, seraplah sedikit-sedikit dan nikmati.. Kita sudah semakin jarang minum darah, jadi nikmatilah hyung!”

PIP. Telepon dimatikan.

Sehun menatap keluar jendela dan meminta supir taksi untuk berhenti. Ia memberikan sejumlah uang dan mengajak wanita itu keluar dari taksi. Wanita itu membantu memapah Sehun yang mabuk masuk ke dalam lift,”Sayang, apartemenmu di lantai berapa?”

“Lantai 10”, wanita itu langsung menekan angka 10.

“Heyy..Ahh”, wanita itu mengerang ketika tiba-tiba Sehun membopongnya. Ya, Sehun sudah tidak bisa menahannya lagi. Insting Sehun memaksanya untuk segera meminum darah wanita itu, atau sesuatu yang buruk akan terjadi.

 

-악한 천사-

 

“Ahh … Segarnya”, Yeon Hee keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutnya yang masih basah. Sakit dikepalanya masih terasa, namun setidaknya sudah sedikit berkurang setelah Yeon Hee mencuci rambutnya.

Drrtt.. (sebuah pesan masuk)

 

From : Jira Eonnie

Jenny-ya, apa kau sudah sampai di rumah? Jangan lupa kunci pintu, arra! Sekarang ini sedang marak pencurian kekeke.

 

Yeon Hee tertawa sendiri membaca pesan itu. Kakaknya ini memang sangat overprotective, tentu saja itu beralasan. Kakaknya tidak ingin dia kenapa-kenapa, makanya ia mengirim pesan seperti itu.

“Sudah. Aku sudah kunci pintunya eonnie.. Selamat malam”, ketik Yeon Hee di ponselnya.

 

Ting tong…

 

‘Siapa yang datang malam-malam seperti ini?’ batin Yeon Hee. Ia pun melemparkan handuknya sembarangan dan bergegas membuka pintu.

“Tunggu sebentar”, teriak Yeon Hee.

 

Cklekk..

 

“Nug-“, ucapan Yeon Hee menggantung ketika ia melihat dua insan yang sedang bercumbu di depan pintu apartemennya. Aishh.. menjijikan. Ciuman itu dapat menularkan berbagai penyakit. Mengerikan. Tapi setelah dilihat-lihat, Yeon Hee merasa seperti mengenal laki-laki yang ada di depannya ini.

“Sehun sunbae?”

Sehun terlihat sedikit kaget lalu menghentikan ciumannya. Ia menggenggam tangan Yeon Hee dan menariknya keluar dari apartemen.

“Masuklah terlebih dahulu, babe”, ucap Sehun pada wanita bar itu.

Setelah wanita itu masuk, Sehun yang sudah mabuk berat mengalihkan pandangannya pada Yeon Hee. Gadis itu bersandar pada dinding dan menyilangkan tangannya di depan dada. “Sunbae, sebenarnya apa–”

“Dasar penguntit! Seenaknya saja masuk apartemen orang lain”, kesal Sehun.

“Mwo? Penguntit? Yak!! Jangan sembarangan bicara!”, teriak Yeon Hee tak terima dengan ucapan Sehun.

“Sssshhhtt”, Yeon Hee terkejut merasakan telunjuk Sehun menyentuh bibirnya, “Jangan berteriak, sayang. Ini sudah malam”, gumam Sehun.

Yeon Hee berdiri mematung dengan tatapan bingung. Ia bahkan tidak menyadari bahwa Sehun sudah beranjak masuk ke dalam apartemennya. Diulangi, APARTEMEN YEON HEE. Ini sudah larut malam, otaknya agak sulit untuk diajak berpikir. “Seenaknya saja masuk apartemen orang lain?”, pikir Yeon Hee bingung.

“Yak! Oh Sehun! Itu apartemenku!”, Yeon Hee menggedor-gedor pintu apartemennya. Ia memencet password pada pintu, tapi tidak bisa terbuka. Sepertinya laki-laki itu sudah mengganti passwordnya.

“Oh Sehun!! Buka pintunya!!”, teriak Yeon Hee terus menerus.

Tapi teriakan Yeon Hee tidak bertahan lama. Setelah setengah jam berteriak-teriak terus, ia pun menyerah. “Apartemenmu itu kedap suara, bodoh! Percuma kau berteriak-teriak! Dia tidak akan dengar”, gumam Yeon Hee pada dirinya sendiri.

Yeon Hee menepuk-nepuk keset yang ada di depan pintu apartemennya dan duduk diatas nya bersandar ke pintu. “Mungkin malam ini aku memang harus tidur diluar.. Sialan kau Oh Sehun! Lihat saja besok”, kutuk Yeon Hee.

-악한 천사-

kringg…kringg…kringg…

“Aishh … berisik sekali”, dengan susah payah Sehun berdiri dan mematikan alarm yang mengusik pendengarannya sejak tadi. Meskipun ia sudah meminum darah semalam, dan energinya juga sudah pulih, namun sisi manusianya masih merasa lemah.

Sehun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun beberapa benda yang tergeletak di lantai menarik perhatiannya. “Painkiller?”, gumam Sehun. Seingatnya ia tidak pernah menyimpan painkiller di apartemennya.

Sehun kemudian menyimpan painkiller di sakunya dan melangkah menuju kamar mandi. Lagi-lagi, Sehun dikejutkan dengan barang-barang aneh yang kini muncul di apartemennya. “Bra? Sikat gigi pink?”, gumam Sehun.

Sehun dapat merasakan ada yang aneh dengan apartemennya. Ia pun keluar dari kamar mandi dan memperhatikan keadaan apartemennya. Sofa oranye. Meja rias yang penuh dengan kosmetik. Walk in closet yang penuh dengan barang-barang wanita. “Astaga … Jangan-jangan?”

Ckleekk …

Brruugghh …

“Yeon Hee?”, Sehun kaget bukan main. Kepala gadis itu terhempas ke lantai tepat saat Sehun membuka pintu apartemen. Ia semakin kaget saat melihat bibir kebiruan Yeon Hee dan denyutnya yang sangat lemah.

“Yeon Hee-ya, kau kenapa? Heyy .. . bangunlah”, Sehun meletakkan handuk yang sudah dicelupkan air panas di dahi Yeon Hee setelah memindahkannya ke atas sofa. “Bagaimana ini? Sepertinya dia demam”, gumam Sehun saat memegang tangan Yeon Hee yang sedingin es.

Menit demi menit berlalu. Denyut dan suhu tubuh Yeon Hee sudah mulai normal, namun ia masih belum menunjukkan tanda-tanda akan siuman. Sehun, yang mulai bosan menunggu Yeon Hee pun mulai melangkahkan kakinya mengelilingi apartemen. Ada banyak buku-buku mengenai dunia kedokteran di atas meja, beberapa botol kecil painkiller di kotak obat dan … teddy bear itu.

“Tidak mungkin”, Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tulisan yang terdapat di kaki teddy bear.

“Janice sudah meninggal. Ia pasti sudah meninggal dimakan binatang buas malam itu”, gumam Sehun.

“Sehun?”,  Sehun menengok ke sumber suara. Yeon Hee sudah siuman, dan kini ia menatap aneh pada Sehun yang sedari tadi bergumam sendiri.

“Kau s–sudah bangun?”, tanya Sehun gagap. Yeon Hee dapat merasakan perubahan sikap Sehun, badannya gemetar dan wajahnya menampakkan kepanikan. “Sunbae, sebenarnya ada apa?”

Masih dengan mulut yang sedikit ternganga, Sehun menatap teddy bear itu dan bertanya, “Apakah kau Janice? Janice Yoo?”

“Ya … Aku Janice. Itu nama panggilanku di Amerika”, jawab Yeon Hee. Namun sepersekian detik kemudian Yeon Hee merasa ada yang janggal, tidak ada yang mengetahui nama lainnya selain Jira dan Junmyeon. “Hey …bagaimana kau bisa tahu?”

Sehun melangkahkan kakinya mendekati Yeon Hee dan menatap Yeon Hee dengan tatapan aneh yang membuat Yeon Hee sedikit takut, “Kau tidak ingat aku? Tatap wajahku baik-baik”.

Yeon Hee menatap wajah Sehun dalam-dalam, namun ia tidak mengerti maksud ucapan Sehun. “Ya, aku mengenalmu. Kau Oh Sehun, seniorku. Sudahlah, jangan berbicara yang aneh-aneh. Aku harus bersiap ke rumah sakit”, Yeon Hee berjalan melewati Sehun dan bergegas menuju kamar mandi.

Sedangkan Sehun? Ia masih berdiri mematung. Semua ini benar-benar membingungkan. Ia tidak pernah menyangka bahwa gadis itu masih hidup. Gadis yang pernah begitu dicintainya. Tapi juga anak dari seseorang yang telah dilenyapkannya. Seseorang yang telah menjadikannya bahan percobaan dan mengubahnya menjadi monster. ‘Aku harus menyingkirkannya, atau sesuatu yang buruk akan terjadi’ batin Sehun.

“Sunbae?”, Sehun terlonjak kaget saat melihat Yeon Hee di depannya. “Kau tidak ke rumah sakit? Bukankah ada pasien yang harus kau operasi? Jadwal operasi ku tepat setelah operasi mu”, ucap Yeon Hee.

“Ahh … ya. Maaf … saya permisi dulu”, jawab Sehun sambil berjalan meninggalkan apartemen Yeon Hee.

“Dia itu kenapa? Aneh sekali”, gumam Yeon Hee. Ia kemudian menatap ke arah teddy bear yang tadi dipegang Sehun. Setahunya teddy bear ini hadiah ulang tahunnya saat kecil. Namun ia tidak ingat siapa yang memberikannya. “Ahh … biarkan saja. Lagipula aku sudah terlambat”, Yeon Hee menyambar tas nya kemudian keluar dari apartemennya.

 

 

-악한 천-

Di tempat lain, Jira kini tengah mencemaskan adiknya. Ini sudah jam 10 pagi, dan Yeon Hee belum datang juga ke rumah sakit. Padahal biasanya Yeon Hee selalu datang pagi. “Jira-ya”, Jira menoleh ke sumber suara. Itu Dr.Kim Junmyeon.

“Ne, sunbae”, Jira mempersilakan Junmyeon untuk duduk di kursi di sampingnya. “Ada apa, sunbae? Tumben sekali kau menemuiku”.

“Ini tentang Yeon Hee”, jawab Junmyeon cepat.

“Yeon Hee?”, Junmyeon mengangguk. “Aku sudah mempelajari beberapa hal tentang aneurisma otak dan … ia harus segera dioperasi. Atau ia tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi”.

“Aku tahu itu”, Jira menghela napas berat, “Tapi Yeon Hee tidak ingin dioperasi setelah mengetahui bahwa ia akan mengalami masa-masa sulit setelahnya”.

Junmyeon terdiam. Memang, dengan ukuran aneurisma otak Yeon Hee yang cukup besar, segala kemungkinan bisa terjadi. Junmyeon mengerti benar apa yang dimaksud Yeon Hee. “Kalau begitu, kita harus siap akan segala hal buruk yang akan terjadi”.

 

-악한 천사-

Sehun sudah mengganti pakaiannya lengkap dengan masker dan penutup kepala. Seperti biasa, sebelum melakukan operasi, dokter ahli akan memimpin doa. “Pasien kita bernama Park Hyunra, 25 tahun, akan menjalani operasi pengangkatan tumor otak. Semoga Tuhan memberkati kita”.

“Segera pasang intravena (IV) dan beri anestesi umum”

“Baik, dokter”

“Jangan lupa pasang kateter urin”

“Hyorim, pantau jantung, tekanan darah, pernapasan, dan tingkat oksigen darah selama operasi”

“Ne, usianim”

“Berikan aku pisau”, setelah memposisikan kepala pasien,  Sehun membuat sayatan di bagian depan kepala pasien tempat tumor berada. Dengan hati-hati kemudian Sehun membuat beberapa lubang sedalam 1 cm menggunakan bor khusus dimana nantinya tulang di antara tiap lubang akan dipotong, sehingga terbentuk suatu potongan tulang tengkorak yang dapat dilepas. Setelah itu Sehun menyayat selaput pembungkus otak dan membukanya untuk mencapai jaringan otak dan tempat dimana tumor itu berada.

Terhitung sudah 3,5 jam Sehun berkutat dengan tumor yang ada di kepala pasien, dan akhirnya Sehun dapat mengeluarkan tumor tersebut dari kepala pasien dengan selamat tanpa adanya pendarahan yang berarti.

“Hyorim, pasang kembali tulangnya dan tutup sayatan kulit kepalanya. Pastikan kau melakukannya dengan baik”, Sehun meninggikan sedikit nada bicaranya.

Sehun keluar dari ruang operasi dengan peluh yang bercucuran. Ia melepas masker yang menutupi mulutnya dan membiarkannya menggantung di lehernya yang jenjang.

“Sunbae”, Sehun menengok ke belakang. Itu Yeon Hee.

“Sedang apa kau disini?”, tanya Sehun ketus.

“Tidak, aku hanya ingin menyiapkan beberapa hal untuk operasi pasienku”, jawab Yeon Hee cepat. Sehun mengangguk dan mempersilakan Yeon Hee untuk masuk ke dalam ruang operasi.

Sehun kembali termenung, ia masih tidak percaya bahwa Yeon Hee adalah Janice Yoo. “Apa yang harus kulakukan?”, Sehun mengelap wajahnya kasar.

Tiba-tiba sebuah ide melintas di pikiran Sehun. Meskipun nampaknya ide ini cukup beresiko, tapi hanya ini cara untuk menyingkirkan Yeon Hee dari rumah sakit ini. “Aku harus mengacaukan operasinya”

 

 

TBC

Advertisements

3 thoughts on “EVIL ANGEL (Chapter 4)

  1. ini si yeon hee lupa ingatan kah?
    knp dia gk bisa inget masa lalunya?

    terus gmna ceritanya jaehyun bisa sama kyk sehun ya, apa dia jg korban dr percobaan ayahnya yeon hee atau ada sebab lain???

    penasaran bgt ama lanjutan ceritanya, moga sehun gk nyakitin yeon hee nantinya 🙂

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s