[5th Chapter] Story Love of Murder

lovestoryofmurder-arinyessy

Title : The Story Love of Murder

Authors : exo-lbaekkie baekhyun

Length : CHAPTER

Genre : Thriller, Dark –romance, sad , Fantasy,School -life

Cast : Yoon Do Joon |  Park Ayoung | Nam Sang Mi

ARIN YESSY POSTER

 

“seorang pembunuh bayaran pun  mampu merasakan apa yang nama nya ‘CINTA’  ”

OooooO

 

Satu profesi yang paling jarang digunakan oleh orang banyak , pekerjaan ini tidak datang setiap waktu namun dengan bayaran yang menggiurkan. Pekerjaan ini harus di selesaikan tanpa rasa kasihan atau rasa ampun secara perlahan namun pasti , harus cepat dan tepat . tidak boleh ada tindakan kecerobohan pada pekerjaan ini , jika tidak nyawa mereka adalah bayaran nya .  atau paling tidak mereka harus di lenyapkan dari  bumi ini dengan cara yang misterius.

Dan satu yang perlu kau ketahui mereka berdarah dingin  korbannya akan berhenti bernafas  dalam waktu yang sesingkat mungkin , dan perkerjaan itu adalah …

 

‘pembunuh bayaran’

 

@Ayoung  house ..

Tak seperti biasa nya  ketika  ayoung bangun rumah terasa  sepi , tapi kali ini   terdapat  suara yang begitu berisik di ruang tv . ia pun keluar dari kamar nya dan sekalian berangkat ke sekolah . ada tiga orang namja yang sedang berada di ruangan itu dan salah satu adalah oppa tiri –nya “good morning ! agasshi . . kau akan berangkat pagi ini ?” sapa  seorang namja  yang sedang duduk di sofa sembari menonton tv . “ne . .”jawab nya. “ji yong –ah  adikmu jutek sekali. .adik tiri saja  belagu” umpat seorang namja .

“jaga ucapan mu , yong bae –a ..” kata ji yong  membela ayoung . dan ayoung hanya diam tanpa kata . “dongsaeng mu cantik juga , ji yong –ah kau beruntung , siapa nama mu , haksaeng –nim ?” Tanya namja lain yang juga ada diruangan itu .

“kau akan pergi tanpa sarapan ? sarapan lah dulu , aku sudah siapkan di meja, makanlah walau hanya sedikit.” Tawar  ji yong pada ayoung . “tak perlu , simpan saja untuk mu dan teman mu .” kata ayoung menolak  tawaran ji yong untuk sarapan . “ternyata kau sebagai oppa perhatian juga pada  nya . kwon ji yong .” ujar teman nya yang bernama yong bae itu.

“park ayoung ? nama nya seperti tak asing saja . ahh benar , hei kau yang dua hari  tertangkap polisi seung ri kan ?” Tanya salah satu namja itu karena melihat tag nama yang ada diseragam ayoung . “aku kan juga bertugas waktu hari itu , petugas dae sung . kau tak ingat ?” katanya lagi . “apa yang terjadi ? apa ada masalah?” Tanya ji yong , ia terlihat khawatir sekaligus heran , utuk apa  siswa seperti ayoung berurusan dengan polisi . “kau tak perlu tau , bukan masalah yang besar .” kata ayoung sembari memakai sepatu nya.

“oppa , bilang pada teman mu itu lain kali lihatlah waktu , jika ingin berkunjung , kau dan teman mu itu  mengganggu orang untuk belajar . aku tidak ingin rumah ini berantakkan seperti ini ketika appa dan eomma pulang nanti , aku tidak ingin mendengar  amarah mereka . itu sangat mengganggu.  Jadi , mintalah teman mu untuk membantu mu. Aku harus berangkat , jam pertama akan segera di mulai”  jelas ayoung , sebenar nya ia kesal sekali dengan tingkah  ji yong yang selalu saja membuat keributan di rumah ,dan yang kena imbasnya adalah ayoung karena ia lebih banyak berada di rumah ketimbang ji yong.

“yak! Beraninya kau menyuruh ku ! sial !” teriak ji yong kesal , padahal ia sudah berusaha baik pada ayoung . ia juga tak menyukai ayoung jika ia berperilaku seperti itu .

“ji yong –ah kau tau ?” Tanya dae sung . “mwo?!” jawab nya ketus . “saat ia di kantor polisi , ia menanyakan diri mu , ia juga menitip salam pada  seung ri.”

“benarkah? Itu hanya tipuan saja .”   “tapi , seperti nya tidak begitu . ia benar –benar menanyakan diri mu dan wajah nya begitu berbeda pada saat itu . ia benar –benar peduli pada mu”

Ji yong hanya tersenyum  heran  mendengar kata –kata dae sung barusan .

.

.

.

“2 bulan 18 minggu 60 hari …”  kotak ponsel  milik cheonsa kembali berbunyi .

“bel ini terlalu berisik , jika hanya aku yang mendengar nya” gerutu cheonsa.

“tunggu , waktu nya berjalan lebih cepat dari yang ku kira . waktu gadis  ini  tinggal sebentar lagi , tapi . masih saja sibuk belajar. Tapi , sejauh ini tak ada bahaya apapun   yang   mengikuti  diri nya.”

“kau ini  terlalu  cerewet sebagai  seorang  ‘cheonsa penjaga’ , sang mi”

terdengar suara seorang namja  dan muncullah  cheonsa Kang Seung yoon.

“ternyata benar , nama ku nam sang mi ya? Lalu , di masa lalu aku adalah manusia  bernama nam sang mi ?” Tanya cheonsa bernama sang mi itu .

“entahlah , kau ingin tau ?” Tanya kang seung yoon  . sang mi menangguk antusias ,

“bisakah ? kau tau kan ?” selidik sang mi .

“kemarilah ..” kata cheonsa seung yoon memerintahkan sang mi  mendekatkan telinga nya ke bibir cheonsa kang .

“cari tau sendiri. .” bisik nya , setelah itu cheonsa kang menghilang dan sukses membuat  sang mi kesal dan gregetan setengah mati .

“yak ! kang seung yoon , kembalilah !! sialan kau.” Umpat  sang mi . kemudian ia teringat kembali kata –kata cheonsa kang pada pertemuan pertama mereka .

‘kecuali kau ingat  sesuatu . .’

“sesuatu ? ingatan ? apa ?” sang mi mulai menyelidiki sendiri  apa maksud kata –kata dari  cheonsa kang .

Ia pun melihat  ayoung yang tengah terdiam di  tepi lapangan  yang sedang duduk di tangga, dan tak lama seseorang namja menghampiri  ayoung . “ketua kelas ,kau tak ikut olahraga ?”Tanya  namja  itu dengan pakaian olahraga yang ia kenakan . “tidak , perut ku sakit .” kata ayoung . “kalau begitu , ayo kuantarkan ke uks .” tawar namja itu  pada ayoung .

“dwaesseo –yeo chan woo –a , ini sudah biasa . aku sedang dalam masa menstruasi sekarang .”jelas ayoung .

“ahh , begitu . aku mengerti . kalau begitu , aku tinggal main  bola ya.”

“eoh.. kkabwa ..” (yaa. Pergilah . .)

.

.

Ayoung pun pergi ke uks seorang diri  dan di sana sudah ada cheonsa yang menunggu nya . “park ayoung , kau selalu sendiri . kau tak punya teman ?” Tanya cheonsa . “mereka sedang olahraga , aku tak ingin mengganggu. Untuk apa kau disini ?” Tanya ayoung .

“akhir nya kau bertanya juga, jadilah seseorang yang sedikit terbuka  park ayoung . yaa aku disini untuk  menjagamu tentu saja . apa lagi hal yang dapat kulakukan ?”

“ya di film yang ku tonton , malaikat dapat melakukan segala hal. . termasuk mengetahui  detail hidup orang lain.” Kata ayoung .

“setiap malaikat punya divisi masing –masing , kau tau tidak?” jawab  cheonsa sang mi .

“lalu , bagaimana dengan nama mu ? aku tidak mungkin harus selalu memanggi mu dengan sebutan ‘cheonsa .. cheonsa kan’ ”

“panggil saja aku , sang mi . nam sang mi. itu nama ku”

“siapa yang berikan nama mu ?”Tanya ayoung . “ketua malaikatku , aku bahkan tak  mengerti , mengapa aku tidak ingat siapa aku sebenar nya.”

“bagaimana  dengan  hidup mu di masa lalu ?” Tanya ayoung .

“masa lalu ? apa itu masa lalu?ahh aku baru dengar  kata –kata itu ” Tanya sang mi .

“masa lalu adalah , , adalah , , masa dimana kau  tumbuh , teringat akan kenangan selama  kau hidup , misalkan  kemarin kau bertemu dengan ku dan hari ini juga , dan pertemuan kita yang hari kemarin  biasa manusia sebut dengan masa lalu . yaa semacam itulah.” Ayong menjelaskan .

“ahh , seperti itu ya , , kau mau kemana ?” Tanya cheonsa namun ayong tak menggubris pertanyaan cheonsa dan segera memasuki ruangan ujung koridor . Ia berjalan kearah meja paling ujung ia membungkukkan badan nya sebagai tanda hormat .

“oh . . ayong-ah , ada urusan apa kau kesini ? apa terjadi sesuatu di kelas ?atau kau sakit ” tanya sang wali kelas .

A young menggelengkan kepala nya , “aniyeo , saem . aku . . aku sedang dalam siklus datang bulan jadi , ,’

Belum sempat a young melanjutkan pembicaraanya sang guru sudah memotong nya . “baiklah , aku mengerti , istirahatlah dan segera pulang ke rumah , apa chang min perlu mengantar mu ?” tawar guru shim .

“tidak perlu saem . aku bisa pulang sendiri . terima kasih saem , karena sudah memberiku izin” kata ayong .

“eo .. kesehatan mu lebih penting .  aku akan memberi tahu chang min nanti , hati- hati di jalan ne?” ujar guru shim . ayong pun membungkukkan badan nya dan segera keluar dari  ruang guru itu .

Cheonsa yang melihat kelakuan ayong  hanya menggelengkan kepala .

“manusia itu tak sebaik yang terlihat di luar , kau sudah mau mati  tapi , masih saja membolos pelajaran ”

“kau bicara dengan siapa ?” Tanya ayong sambil celingak celinguk kanan kiri .

“bergumam saja . huahh tiba –tiba saja aku mengantuk” cheonsa sambil menutup mulut nya seakan –akan ia benar – benar mengantuk .


Mereka pun tiba di sebuah perpustakaan yang terletak di seberang sekolah .

Suasana begitu Sepi dan Hening . Bahkan seperti nya hanya ada beberapa orang di dalam perpustakaan yang sudah cukup tua itu .

Ayoung berjalan ke tumpukan buku tebal dan perhitungan . “Ilmu -Ilmu ini terlalu  tinggi  untuk ku . Angka -angka , Rumus -Rumus aku benci  itu  semua” rutuk  Cheonsa keras -keras . Toh , mau dia berteriak pun tak kan ada yang mendengar nya . Mungkin hanya A young yang akan  marah -marah .

“Apa kau akan mempelajari semua itu ? A young -ah” tanya  Sang Mi . A young tampak berfikir sembari membuka lembaran buku itu .

“Tidak semua , hanya yang aku rasa perlu ku pelajari . Aku itu manusia  , Cheonsa . Tentu , ada sisi malas nya”

Jawab A young . Cheonsa hanya mengangguk saja . “Hah ! Aku mengambil buku yang salah . Kau jangan kemanapun ya , Aku akan kembali”

Sang Mi tak menjawab  dan hanya duduk dan mencoba membuka lembaran buku -buku tebal itu . “Hmm , seharus nya aku tak membuka buku membosan kan ini . Apa sebaik nya kita mencari buku lain saja ? Ide bagus”

 

Cheonsa pun mengambil asal buku yang menurut nya menarik . ” Buku kelulusan siswa ? hmm menarik”

Tiba -Tiba  Cheonsa Kang  muncul . “Hey ! ~ Cheonsa  Nam , Sok , sekali  kau , kau  ingin menjadi  manusia  bumi juga eoh? ”

Cheonsa Nam mengerucutkan bibir nya . Ia memutar  bola mata nya .  ” Yaa , Terserah  saja mau  aku bagaimana . Bukan  urusan mu ‘kan ?”

Cheonsa Kang melirik  buku  tebal  yang di biarkan terbuka . “Apa  kau  juga membaca  buku  tebal  itu ?”  Tanya  Cheonsa Nam .

Fokus  Cheonsa Nam  beralih  pada buku tebal  yang di tunjuk Cheonsa Kang .  “Huft ! Ya Tuhan , Cheonsa Kang  Aku benci  dengan rumus  dan  perhitungan . Aku benci matematika . Apa  kau  tak  tahu ?”

 

Cheonsa  Kang  membulatkan mata nya mendengar  apa  yang dikatakan  Cheonsa  Nam .  Ia menatap  Cheonsa Nam tak percaya . Kemudian memegang kedua bahu  mungil  milik  Cheonsa .

 

“Cheonsa  Nam , Baru  saja  kau  bilang kau  tahu  nama buku ini  apa ? Apa  kau  ingat  sesuatu  yang lain ?”

Pertanyaan  Cheonsa  Kang  yang lebih  seperti  menginterogasi  malah  membuat  Cheonsa Nam  menutup  telinga nya rapat -rapat , Walau  sebetul nya ia  berpikir  sesuatu .  Mengapa Ia  bisa  ingat   dengan  hal -hal  ini ? Darimana  ia  tahu  hal  itu ?

 

“Cheonsa  Nam ?”  Cheonsa  Kang menepuk  bahu  Cheonsa Nam  pelan . Dan  Ia  sedikit  tersentak  kebelakang . Kang  memicingkan  mata nya . “Kau  itu melamun ya ? Cheonsa Nam .”

 

Cheonsa  Nam  gelagapan . “Tidak .”

“Eyy ~  Kau  bohong . Sudah ku bilang , Kau  tak  bisa bohong  seperti  manusia  bumi  . Cheonsa  Nam ..

Atau  begini  saja ,  Aku  akan  memberi mu  satu  SPOILER .”  Kata  Cheonsa  Kang  memelankan  suara nya di bagian  akhir  kalimat .  “Spoiler  apa maksudmu ?”  Kata  cheonsa  Nam keras -keras .

“Ssst ! pelan -pelan , Cheonsa  Nam .”  ujar  Cheonsa Kang  menaruh  telunjuk nya di mulut  Cheonsa Nam .

“Maaf .”

“Yang ku sebut  SPOILER  adalah  Semakin  tinggi  tingkatan malaikat mu , maka  semakin  sulit juga  kau  mencari  kebenaran nya .”  terang  Cheonsa  Kang .

 

“Jadi , maksud  Cheonsa  Kang adalah  karena  kau  sudah  tingkat  atas  kau  akan semakin  sulit  untuk  mencari  apa  yang terjadi  pada mu  saat  kau  jadi manusia  di bumi  , Begitu ? dan  Aku  bisa mencari  sebab  kematian ku atau  apa  saja  yang terjadi  sewaktu  aku  sebagai  Nam Sang Mi  di bumi  karena  aku  masih di tingkat bawah ?”

 

“Bingo ! Jawaban mu tepat , Cheonsa Nam . Dan kupikir  ini adalah  kesempatan mu selagi  masih di Bumi .”

Seketika saja , Cheonsa Kang kembali  menghilang.

“Apalagi , yang  dapat  ku ingat ?”  gumam  Cheonsa  seraya membuka lembar demi lembar buku itu dan ia berhenti pada satu halaman .

Sang Mi mengerutkan kening nya . “Yong Jun Hyung ? , Yoon Do Joon ? seperti pernah lihat , Jun Hyung ? Tapi , ada apa dengan yang Do Joon , tidak ada foto nya”

Rasa penasaran muncul di benak Sang Mi entah mengapa . Sesuatu  yang berbeda seperti  merasuki diri nya . “Ada apa ini ? mengapa rasa nya sesak sekali”

Sang Mi memukul -mukul dada nya , Tak lama A young datang . A young keheranan melihat tingkah Sang Mi .

“Hei , Ada apa ? terjadi sesuatu ? seseorang melihat mu?” . Cheonsa  hanya menggeleng . A young melihat buku yang terbuka ia pun melihat nya .

“Eoh ? Nam sang mi ? Cheonsa , apa nama asli mu ?”

Cheonsa hanya menatap A Young bingung . “Wae ?”

“Katakan saja cepat”

“Nam Sang Mi” .

Bingo ! Aku menemukan masa lalu mu . Kau adalah siswa  di SMA ku . kau lulusan 2 tahun lalu”

“Mwo ?” Cheonsa  Nam  menatap  Ayoung  tak percaya .

 

** To Be Continued **

 

Advertisements

One thought on “[5th Chapter] Story Love of Murder

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s