[Ficlet] Riddle: Apartment

apartement copy

©2016 – Tob

Nayoung – Soyee

Riddle – G – Ficlet

“Nayoung sepertinya harus pindah apartemen dalam waktu dekat ini.”

:::

“Kak Nayoung jadi pindah ke rumah-ku kan?”

Suara Soyee, sepupunya, terdengar dari ponsel yang Nayoung letakkan di atas tempat tidur. Nayoung sengaja mengaktifkan mode loudspeaker supaya bisa sambil leluasa bergerak. Gadis itu sedang mencari buku ekonomi kontemporernya di atas meja belajar.

Yang dimaksud Soyee dengan ‘rumah-ku’ adalah rumah Soyee dan orang tuanya. Mereka memaksa Nayoung yang sedang menempuh kuliah di kota yang sama dengan keluarga Soyee untuk tinggal di rumah mereka daripada hidup sendiri di apartemen.

“Kak Nayoung?”

“Entahlah, Soyee. Aku bahkan baru menempati apartemen ini kurang dari satu minggu.” Nayoung membalas dengan kencang supaya suaranya terdengar oleh Soyee di seberang sana.

Terdengar helaan napas di seberang. “Yah … padahal kalau Kak Nayoung jadi pindah ke sini aku tidak akan kesepian dan kita bisa bergosip sepanjang malam! Itu pasti menyenangkan.”

Nayoung sudah mendapatkan buku ekonomi kontemporernya. Ia mengambil langkah menuju tempat tidur lalu meraih ponselnya, mendekatkan layar benda pipih itu pada bibirnya.

“Kau bisa berkunjung kemari atau aku yang ke sana. Itu tidak sulit, Soyee. Kau ini selalu memusingkan hal-hal kecil.”

Uh, baiklah. Jangan lupa datang kemari dengan bawa oleh-oleh, ya” Nayoung memasang wajah masam bersamaan dengan kekehan di seberang. “Ini sudah malam. Aku harus cepat tidur atau besok bangun kesiangan dan mendapatkan masalah besar. Asal Kak Nayoung tahu saja, besok jadwalnya kurang menyenangkan. Aku harus bertemu pelajaran sejarah.”

“Ya sudah. Cepat tidur, jangan menelurkan gosip lagi.”

“Ya, ya, ya. Aku tutup, ya. Dah!”

Klik.

Nayoung melirik layar ponselnya yang memberitahukan sambungan terputus. Netranya kemudian ia ajak untuk melihat jam digital yang ada di sudut layar.

21.10

Masih pukul sembilan malam. Ia belum mengantuk. Dirinya terbiasa tidur pukul sepuluh. Kedua tangannya lantas mengambil buku yang tadi baru saja ia temukan. Membunuh waktu dengan membaca.

Baru dua lembar Nayoung melahap materi di buku tebal itu. Matanya sudah terasa berat. Dua detik kemudian tanpa sadar kedua mataya sudah terpejam. Waktunya merajut mimpi.

:::

Hari ini Nayoung ada kuliah pagi. Pukul enam tepat dirinya sudah siap dengan kemeja putih yang bagian lengannya digulung hingga siku. Rok hitam selutut dan rambut dibiarkan tergerai dengan bando berwarna senada dengan kemejanya.

Selesai sarapan gadis itu kembali ke kamar, mencari ransel kemudian melihat isinya, memastikan tidak ada buku yang tertinggal. Menatap cermin sekilas, mematikan lampu kamar, lalu menutup pintunya.

Pukul enam lebih tiga puluh menit Nayoung keluar dari pintu apartemennya setelah sebelumnya memastikan lampu semua ruangan telah padam.

:::

Nayoung kembali ke apartemen ketika matahari telah tergelincir di langit barat. Hari ini jadwalnya benar-benar padat. Sebenarnya ini dikarenakan jadwal pukul sepuluh pagi dipindahkan menjadi pukul empat sore. Dosen yang benar-benar ‘baik sekali’.

Dengan perasaan lelah yang sudah menyelimuti tubuhnya, Nayoung membuka pintu apartemen. Kedua kakinya lantas ia paksa untuk pergi menuju kamarnya, dirinya butuh tempat untuk merebahkan diri.

Baru saja lima menit merebahkan diri ponselnya bergetar. Ada telepon masuk. Gadis itu dengan perasaan malas mulai merogoh tasnya yang masih melekat di tubuhnya.

“Halo.” Nayoung menyapa dengan malas, matanya terpejam.

“Kak Nayoung? Kok lemas sekali? Baru pulang kuliah, ya?” Suara Soyee terdengar dari seberang.

“Hm.”

“Baguslah! Aku tadi habis dari bioskop dengan teman-teman. Sekarang mau mampir ke apartemen kakak. Sepuluh menit lagi mungkin sampai.”

Nayoung membuka matanya. Ia melirik jam dinding beruangnya. Jarum pendeknya menunjukkan angka enam sedangkan jarum panjangnya menunjuk angka empat. Soyee berarti akan sampai pukul enam lebih tiga puluh menit.

Setelah memastikan waktu kedatangan sang sepupu, gadis itu kembali memejamkan matanya.

“Kak Nayoung sudah makan belum? Mau pesan apa? aku sedang di minimarket.”

“Aku titip sosis, roti, dan sela—” Nayoung menghentikan kalimatnya. Tubuhnya yang lelah kembali segar. Ia lantas beranjak dari kasur menuju pintu apartemen dengan tergesa-gesa. “Soyee, tidak usah ke sini. Aku mau menginap di rumahmu.”

Nayoung sepertinya harus pindah apartemen dalam waktu dekat ini.

FIN.

a/n: Ya. ceritanya ini riddle, tapi ya … gitulah.

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Riddle: Apartment

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s