[ONESHOOT] Rapuh – selviakim

rapuh-jinhoo481[posterkakjin]

Rapuh

selviakim storyline [This story for kak jin ~]

Mark Tuan [GOT7] and Calistha Alenthea [OC]

school-life and sad

General

Poster:  charismagirl – Indo Fanfiction Arts ( Thank you for an amazing poster, kak ❤ )

“Sebegitu rapuhnya kah diriku di matamu sehingga membuat dirimu datang jauh-jauh dari Eropa hanya untuk melindungiku?”

I own the plot and OC. Don’t be plagiator!

sorry for typo(s)

***

-In Author’s Eyes-

“Apa yang ingin kau lakukan lagi, Ryu Sena?!” Teriak seorang perempuan bernama Calistha Alentha atau biasanya dipanggil Alen. Singkat cerita, perempuan yang berasal dari Jerman itu pindah ke Seoul karena urusan bisnis ayahnya yang menyebabkan dia juga harus bersekolah di Seoul selama dua tahun ini. Dia pindah ke Seoul ketika baru saja masuk ke SMA. Selama satu tahun itu, dia belajar bahasa korea, hangul, serta les privat tentang pembelajaran anak kelas satu SMA. Agar dia bersekolah di Seoul dan tidak ketinggalan kelas. Kembali ke awal cerita, saat ini dia sedang berada di belakang sekolah nya bersama dengan orang yang sekelas dengannya.

“Apa yang ingin ku lakukan?”

Perkataan Sena dengan ekspresi wajah kesal. “Aku hanya ingin merusak wajahmu itu” ucap Sena selanjutnya. “Meskipun aku sudah membullymu berapa kali, seharusnya kau sudah pindah sekarang. Apakah kau sangat mencintai sekolah Hanlim ini? Memang benar sekolah ini termasuk sekolah terbaik” lanjut Sena sambil menampar pipi kanannya Alen.

“Apakah kau iri denganku?” Tanya Alen sambil menatap tajam ke arah Sena. Sena yang mendengarnya hanya tersenyum saja. “Mengapa kau baru saja menanyakan hal itu setelah setahun saat kita sudah kelas tiga?” Kata Sena sambil menampar pipi Alen lagi. Tapi kali ini pipi kiri Alen.

“Tentu saja aku iri padamu.”

***

-Alen’s POV-

Seonsaengnim, aku ingin ke UKS. Bolehkah?” Tanyaku sambil mengangkat tangan kanan ku saat sedang pelajaran sekarang ini. “Apakah kau sedang sakit Alen? Kalau kau terlalu sakit, kau bisa pulang ke rumah” jawab Seonsaengnim. Aku pun berdiri dan mengangguk-anggukan kepalaku. “Terima kasih, ssaem” ucapku yang langsung keluar dari kelas dan menuju ke ruangan UKS.

Saat masuk ke UKS, aku langsung merebahkan diriku ke tempat tidur yang tersedia. Namun ternyata, ada dua orang perempuan yang memasuki ruangan setelah aku. Salah satu dari mereka duduk di tempat tidur. Sedangkan yang satunya, mengambil kotak P3K. Sepertinya, orang yang yang duduk di tempat tidur sedang terluka. Aku pun tidak memperdulikannya dan memejamkan mataku berusaha untuk tertidur. Tapi sebelum aku tertidur, aku mendengarkan mereka berbisik tentangku.

“Itu adalah senior kelas tiga, ‘kan? Orang yang berasal dari Jerman asli. Tapi sayang, dia di bully oleh salah satu teman sekelasnya” ucap salah satu dari mereka. Sepertinya seseorang yang sedang terluka. Karena setelah mengatakan hal itu, dia merintih kesakitan.

“Jangan membicarakan orang lain.”

“Tapi dia sungguh sangat cantik. Bahkan dalam keadaan tidur seperti sekarang ini.”

***

Mom, aku pulang.”

Ucapku ketika aku baru saja memasuki ruang tengah di rumah kami. Aku pun menuju ke dapur. Mungkin saja, ibuku sedang ada di sana.

“Bagaiman hari mu di sekolah, sayang?” Tanya ibuku setelah aku menemukannya di dapur. Aku pun hanya mengangkat bahu ku. “Seperti biasa. Tidak ada hal istimewa” jawabku sambil membantunya menyiapkan makan malam. Ayahku saat ini sedang berada di jalan menuju ke sini. “Kau selalu mengatakan hal seperti itu jika ibumu ini menanyakan bagaimana hari mu di sekolah. Padahal kau ini termasuk anak pintar di sana. Bagaimana mungkin tidak menyenangkan?”

Ucap ibuku selanjutnya. Aku pun mengacuhkannya.

Tidak berapa lama, seseorang memasuki rumah. Sepertinya itu ayah.

“Apakah makan malamnya sudah siap? Kau sudah pulang, anakku?”

***

Saat ini aku sedang mengerjakan tugas-tugas dari beberapa guru. Setelah selesai makan malam tadi, aku langsung menuju ke kamar dan langsung masuk ke kamar mandi, karena aku ingin membersihkan badanku terlebih dahulu sebelum mengerjakan tugas-tugas ini. Agar setelah selesai, aku dapat tertidur sedikit lebih nyenyak. Mengingat aku baru saja naik ke kelas tiga dan ajaran semester baru, apalagi kelas tiga harus belajar penuh untuk menghadapi ujian dan masuk ke perguruan tinggi. Untuk perguruan tinggi, aku berharap supaya ayah dipindahkan tugas. Agar aku tidak bertemu dengan Ryu Sena menyebalkan itu.

***

Aku paling pertama tiba di kelas ku. Jelas saja, sekarang baru saja pukul jam enam pagi. Aku memeriksa tugas-tugas yang diberikan Seonsaengnim. Mungkin saja ada yang lupa ku kerjakan. Beberapa saat kemudian, satu persatu dari orang-orang yang sekelas denganku sudah memasuki kelas ini. Sampai Sena dan beberapa temannya masuk ke kelas dan berbicang. Aku mendengar perbincangan mereka, karena aku duduk paling depan dan mereka duduk di belakang ku.

“Katanya, di kelas kita akan ada siswa baru” ucap salah satu temannya Kwon Ahra. Sepertinya Sena sangat antusias menyambut anak baru itu hingga dia bertepuk tangan. “Benarkah? Apa dia ganteng?” Tanyanya sambil bertepuk tangan lagi. “

“Mungkin. Dia berasal dari Jerman asli.”

“Jerman?”

Aku tahu setelah Sena kebingungan mendengar kata Jerman, dia melihat ke arah ku yang ada di depannya. Aku pun berusaha tidak memperdulikannya dengan menganggap tidak mendengar apapun yang dibicarakannya.

“Apakah kau yakin?”  Tanya Sena hampir semenit kemudian.

“Aku sangat yakin karena aku mendengar para guru membicarakannya di kantor tadi.”

***

“Kurasa gosip sudah menyebar. Kelas kita memang mempunyai siswa baru yang berasal dari Barat. Karena kita baru saja semester baru, maka masih diperbolehkan seorang siswa yang ingin masuk ke sini.”

Ucap Seonsaengnim ketika dia baru saja tiba di depan kelas. Aku sedikit penasaran dengan siswa baru itu. Apakah dia kenalan aku pada saat di Jerman atau bukan?

“Silahkan masuk siswa baru”

Setelah Seonsaengim mengucapkannya, seorang siswa memasuki ruangan kelas dan berhasil membuat para siswi harus menahan jeritannya karena ketampanan siswa tersebut. Di karenakan Seonsaengnim sekarang ini termasuk salah satu guru killer di sini. Jadi mau tak mau, para siswi sekarang ini harus menahan jeritannya.

Tapi berbeda denganku, aku sangat terkejut melihatnya. Bagaimana bisa?

“Perkenalkan dirimu” ucap Seonsaengnim ketika dia sudah berdiri di depan kelas dan tersenyum.

“Halo. Namaku Mark Tuan. Kalian dapat memanggilku dengan sebutan ‘Mark’. Terima kasih dan mohon kerja samanya.”

Ucap siswa baru itu yang kali ini juga berhasil membuatku membulatkan mataku. Padahal tadi awalnya aku berharap jika ini hanyalah mimpi.

***

Aku menikmati makanan ku di kantin seorang diri. Sebagai seseorang yang diketahui sebagai anak yang sering di bully oleh siswa dan siswi di sekolah ini kecuali para guru, tentu saja mereka takut untuk berdekatan denganku. Takut jika dia juga akan menjadi korban seperti diriku.

Baru saja aku memikirkan jika aku adalah seorang korban di sini, datanglah sang pelaku ke meja tempat ku yang sedang makan siang ini.

“Apakah kau mengenal Mark? Siswa baru yang berasal dari Jerman?” Tanyanya langsung saat dia sudah ada berdiri di sampingku. “Mengapa kau menanyakan hal itu padaku? Kau seharusnya tahu jika Jerman itu juga termasuk Negara yang besar” jawabku sambil memakan makananku.

Sena yang sepertinya tak puas dengan jawabanku, langsung menarik rambutku ke belakang dengan kuat. Hingga membuat siswa siswi yang sedang makan di kantin ini langsung memperhatikan kami. “Kau sangat terkejut ketika melihat wajahnya. Jadi kurasa kau sangat mengenalnya, Calistha Alenthea” ucapnya yang masih dengan menarik rambut panjangku. Aku ingin melawannya dan berteriak. Tapi laki-laki itu Mark, melindungiku terlebih dahulu.

“Sepertinya memang benar jika di Korea lah, selalu terjadi seperti ini”

Perkataan Mark itu berhasil membuat Sena melepaskan tangannya dari rambut ku dan terkejut atas perilaku Mark. “Memangnya kenapa jika hal seperti ini selalu terjadi? Apakah di Negara mu kau tidak pernah mengalaminya?” Ucap Sena melawan perkataan Mark itu. Aku yang tidak ingin mendengar perkelahian mereka, melarikan diri ke atas atap. Tapi, Mark ternyata mengikuti hingga tinggalah kami berdua di sini. Di atas atap sekolah ini.

“Sebegitu rapuhnya kah diriku di matamu sehingga membuat dirimu datang jauh-jauh dari Eropa hanya untuk melindungiku?”

Ucapku yang hampir saja menangis akibatnya. Mark pun mendekat ke arahku dan memelukku dengan erat. Aku melawan. Tapi apa daya, kekuatan Mark melebihi diriku. Aku pun menangis pada akhirnya.

“Ya. Kau sangatlah rapuh di mataku hingga membuatku harus pindah ke sini setelah dua tahun kau pindah dari Jerman menuju ke Korea. Kau seharusnya tahu seberapa besar pengorbananku untuk belajar bahasa Korea karena sebegitu rapuhnya dirimu”

Ucap Mark yang masih memelukku begitupula denganku yang masih menangis di pelukannya.

“Kau bahkan begitu lemah waktu di Jerman saat kau diganggu oleh beberapa anak laki-laki yang mabuk dan tidak melawan mereka. Sebegitu rapuhnya dirimu di mataku” lanjut Mark lagi yang semakin membuatku menangis di pelukannya.

“Kau bahkan tidak melawan saat kau dilakukan seperti itu oleh mereka. Kau lemah dan rapuh di mataku” lanjut Mark lagi dan membuatku melepaskan pelukanku padanya. Kali ini berhasil dengan mata yang hampir sembab. “Benar! Aku sangatlah lemah dan sangatlah rapuh di matamu! Itu adalah kenyataan Mark!”

Aku berteriak di depannya dengan air mata yang tidak mau berhenti keluar. Mark mencoba memelukku lagi namun aku menolaknya. Hongga dia memelukku secara paksa.

“Karena itulah mengapa aku mencintaimu. Kau lemah dan sangatlah rapuh. Membuatku ingin melindungimu untuk selamanya, Calistha Alenthea.”

-fin.

tolong tinggalkan komentar setelah membaca^^.

Advertisements

2 thoughts on “[ONESHOOT] Rapuh – selviakim

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s