[Ficlet] Love (Sad) Rain

image

EXO’s Sehun & OC’s Seorin

©2016.billhun94


 

Seorin Pov

Duduk termenung menatap lurus kearah suatu objek yang menyematkan irisku sambil menyeruput secangkir hot coffee disebuah Cafe.

Sudah lama Aku menyulam, menghapus rindu yang semakin tak tertahan. Kini Aku membawa segenggam pesan, tanpa bermaksud apapun.

Ketika senja diselimuti hujan. Titik demi titik air jatuh dari langit. Begitu banyak tetesan air turun dari langit. Sama sepertiku, tetesan air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahku saat mengingat dirimu. Menangisimu, menangisi kepergianmu.

Bersama air hujan yang turun senja ini, kujatuhkan sebuah perasaan yang menjelma
air mata, perasaan rindu yang mendalam.

Apakah rindu masih bermakna jika diucapkan di bawah derasnya air hujan? Apakah tetes air mata ini masih bermakna jika diteteskan di bawah rintik air hujan? Dan hujan selalu memaksa peradaban berhenti sejenak. Menikmati luka-luka lama yang tertanak.

Aku tidak benci hujan. Tapi semua itu terkadang membuat kenangan. Seolah datangnya hujan membuka kembali lembar-lembar kisah cinta di masa lalu.

Masih ingatkah kau kenangan kita berdua? Saat pertama kali kita bertemu dibawah rintik-rintik hujan. Menikmati tetes demi tetes air hujan bersama. Pada luka yang Dia lupakan, ada kenangan yang Dia terlantarkan. Dan itulah yang membuat hujan kali ini terasa begitu memilukan.

Bagaikan hujan ini adalah Kau yang selalu bisa membuatku tersenyum. Tapi kadang kala tepat saat hujan datang, membuat semua kenangan dan luka terkuak kembali. Luka dimana saat Kau harus meninggalkanku.

“Untuk apa berteduh di kala hujan, tiap tetesnya adalah candu rinduku untukmu.” Itulah kata yang sering kau ucapkan kepadaku, sangat manis.

Saat menatap rintik hujan, bayangmu singgah kemudian tak mau pergi.

“Hitunglah ada berapa banyak rintik hujan yang jatuh, maka sebanyak itu pula rinduku yang sampai padamu.” Kata-kata yang pas untuk mengungkapkan perasaanku saat ini terhadapmu.

Hujan kali ini mengingatkan kenangan kita berdua di mana saat itu kita menikmati hujan bersama, kenangan yang membuatku tersenyum pahit saat mengingatnya.

Gemercik rintik hujan tak lagi terdengar, tertutup sunyi terbalut sepi saat Kau tak disini. Sebaik apa perpisahan, hujan pasti akan datang, entah saat rindu atau mengenang.

“Aku merindukanmu, Oh Sehun. Kumohon datanglah…walau itu dalam mimpiku sekalipun.”


FIN


Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s