EVIL ANGEL (Chapter 3) Full

EVIL ANGEL

[3]

PicsArt_1467612618104

Cantikagretha’s present

Starring EXO’s Oh Sehun, OC’s Yoo Yeon Hee

A Medical, sci-fi, medical, thriller and romance fanfiction

Rated PG-15

Disclaimer :

All the cast belongs to God, but all the plot’s mine. This fanfiction’s still in working progress, so be careful! There’s typos everywhere.

 

Cast detail :

Oh Sehun : 32, Neurosurgeon, a physician who specializes in the diagnosis and surgical treatment of disorders of the central and peripheral nervous system including congenital anomalies, trauma, tumors, vascular disorders, infections of the brain or spine, stroke, or degenerative diseases of the spine.

YooYeon Hee : 28, Cardiac (heart) surgeon, is one a specialization in the surgical field that is dedicated to treating heart conditions. Cardiac surgeons perform coronary artery, bypass surgery, heart transplants, valve replacements and repairs of congenital heart conditions.

Kim Junmyeon : 35, Ophtalmologic (eye) surgeon, s a surgical procedure performed on the eye or any part of the eye.

Park Jira : 30, Obstetrics and Ginecology surgeon, a physicians who possess special knowledge, skills and professional capability in the medical and surgical care of the female reproductive system and associated disorders, such that it distinguishes them from other physicians and enables them to serve as consultants to other physicians and as primary physicians for women.

Park Chanyeol & Byun Baekhyun : 32, General surgeon, is a physician who has been educated and trained in the diagnosis and preoperative, operative, and postoperative management of patient care. Surgery requires knowledge of anatomy, emergency and intensive care, immunology, metabolism, nutrition, pathology, physiology, shock and resuscitation, and wound healing.

 

 

Previous…

Yeon Hee berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang sepi seperti orang linglung. Semua yang terjadi hari ini benar-benar diluar kendalinya.

“Kau pembunuh, dokter!!”

“Kau membunuh suamiku!!”

“Kau bilang semuanya akan lebih baik setelah operasi, tapi kau malah membunuhnya!!”

 “Tidakk.. aku tidak membununhnya”, tiba-tiba Yeon Hee merasakan sakit yang amat sangat menjalar diseluruh tubuhnya, terutama kepalanya. Ia kemudian merogoh saku jas dokternya.

“Sial, obatku ada di atas meja”, umpat Yeon Hee ketika ia tidak dapat menemukan apapun di sakunya.

 Yeon Hee berusaha berjalan secepat mungkin menuju ruangannya tapi ia mulai kehilangan keseimbangannya.

“Akhhh..”, Sakit dikepalanya semakin parah, tubuh Yeon Hee limbung ke samping dan membentur dinding, ia mulai merasa seperti oksigen disekitarnya menghilang.

“Yeon Hee”, lewat pandangan mata Yeon Hee yang mulai mengabur, ia dapat melihat seseorang berlari ke arahnya dan mengangkatnya.

“Tolonggg.. tolongg aku”, ucap Yeon Hee seiring dengan pandangannya yang tiba-tiba menggelap.

 

 

Now : Evil Angel [3]

-Author’s POV-

6 jam berlalu sejak Junmyeon menemukan Yeon Hee, namun gadis yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit itu masih belum menampakkan tanda-tanda akan siuman.

“Jira-ya, apa kau tahu tentang ini ?”, seorang dokter laki-laki bertanya pada Jira yang sedari tadi menggenggam tangan Yeon Hee.

Jira mengangguk. “Iya, aku tahu semua tentang penyakitnya, Junmyeon sunbae.”

“Kenapa kau tidak memberitahuku ?”, tanya Junmyeon.

“Yeon Hee tidak ingin ada yang tahu mengenai penyakitnya”, jawab Jira lesu.

“Apa Ny.Lee tahu ?”, Jira menggeleng.

Junmyeon menghela napasnya berat.

Melihat wajah pucat Yeon Hee membuat Junmyeon ingin mencari cara untuk menyembuhkannya. Ia pun membuka ponselnya dan menelpon seseorang.

“Yoboseyo”

“….”

“Datanglah ke ruanganku, ada sesuatu yang penting”

“….”

“Hm. Terimakasih”, Junmyeon menutup telponnya dan kembali menatap Yeon Hee.

‘Aku akan mencari cara untuk menyembuhkanmu, adik kecil’ batin Junmyeon.

Adik kecil ? Ya. Sama seperti Jira dan Chanyeol, Junmyeon juga telah menganggap Yeon Hee seperti adiknya sendiri. Saat itu, tepatnya 3 tahun yang lalu ketika Yeon Hee masih duduk di bangku perkuliahan kedokteran, Junmyeon menjadi salah satu dosen pendamping Yeon Hee. Mulai dari saat itu Yeon Hee dan Junmyeon sering berkomunikasi, bahkan bepergian bersama. Setidaknya, itu dapat mengobati kesepian Junmyeon yang baru saja ditinggal pergi adiknya.

“Jira-yaa, aku tinggal dulu, ne ? Jaga Yeon Hee baik-baik”, ucap Junmyeon sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

 

 

-Junmyeons Room-

“Dr. Kim ?”, Junmyeon menoleh ke sumber suara.

“Dr. Oh, duduklah”, Sehun segera duduk di kursi yang berseberangan dengan Junmyeon.

“Ada apa ini hyung ? Tumben sekali kau meminta bertemu saat bekerja”, Junmyeon menyerahkan sebuah map coklat yang langsung diterima oleh Sehun.

Junmyeon mengisyaratkan Sehun untuk membaca isi map tersebut. Sehun pun membuka map tersebut.

“Penyakit apa itu ?”, tanya Junmyeon.

“Brain Aneurysm ? Ini hasil CT-Scan siapa, hyung ?”, tanya Sehun.

Brain Aneurysm ? Junmyeon sedikit tahu tentang penyakit itu. Brain Aneurysm adalah kelainan pembuluh darah otak yang muncul akibat penipisan dan degenerasi dinding pembuluh darah arteri.

“Hey hyung!”, teriakan Sehun membuyarkan lamunan Junmyeon.

“Ini hasil CT-Scan siapa ?”, tanya Sehun penasaran.

“Itu… itu milik Yeon Hee”

 

Deg.

 

Sehun tercekat. Yeon Hee terkena aneurisma otak? Tapi bagaimana bisa?

“Apa ada cara untuk menyembuhkannya tanpa operasi ?”, tanya Junmyeon.

Sehun kembali mengamati CT-Scan Yeon Hee, terdapat sebuah pembuluh darah yang telah menggelembung cukup besar, mungkin 33 milimeter.

“Dilihat dari ukurannya, aneurisma nya harus segera dioperasi. Ada dua treatment yang bisa kita lakukan, endovascular coiling dan open surgery”, jawab Sehun.

“Sehun, kau dokter neurologi terbaik yang pernah kutemui. Kau pasti bisa menyembuhkannya kan?”, Sehun menghela napasnya. Jujur, ia tak pernah menangani kasus aneurisma.

“Aku belum pernah melakukan ini, hyung. Tapi aku akan berusaha mencari tahu”, gumam Sehun.

 

 

-악한 천사

 

Setelah berbincang dengan Dr.Kim, Sehun berkunjung ke kamar rawat nomor 3002, kamar dimana Yeon Hee kini masih terbaring lemah. Sehun melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Yeon Hee, menatap betapa pucatnya wajah gadis itu.

“Eoh, Dr.Oh ?”, Sehun menoleh ke sumber suara. Itu Park Jira. Ia baru saja mengambil air minum.

“Kau sedang apa sunbae ?”, Jira memposisikan dirinya di samping Sehun.

“Aku hanya ingin melihat kondisi Yeon Hee”, ucap Sehun cepat.

“Sudah berapa lama ia menyembunyikan aneurismanya?”, perkataan Sehun membuat Jira terkejut.

“Bagaimana sunbae bisa tahu ?”, Sehun memberikan file Yeon Hee dan langsung dibaca oleh Jira.

“Oh astaga”, pekik Jira. Ia sungguh kaget melihat ukuran aneurisma Yeon Hee yang semakin membesar. Terakhir kali ia melihat CT-Scan Yeon Hee, kira-kira 3 tahun yang lalu, ukurannya hanya sekitar 10 mm, tapi sekarang sudah berukuran kurang lebih 30 mm.

“Ada apa, Jira ?”, tanya Sehun saat mendengar pekikan Jira. “Apa ada sesuatu yang kau tahu tentang penyakit Yeon Hee ?”

“Tidak”, jawab Jira cepat, “aku tidak mengetahui apapun.”

“Sehun sunbae, ada sesuatu yang harus ku urus sekarang. Tolong jaga Yeon Hee”, Sehun tersenyum lalu mengangguk.

Setelah Jira pergi, Sehun duduk dikursi yang telah disediakan di samping tempat tidur.

“Saat itu kau marah-marah padaku dan mengancam akan mengambil posisiku, kupikir kau orang yang hebat”, gumam Sehun.

“Aku tidak tahu kalau kau juga bisa sakit”, lanjutnya.

“Tapi itu berarti aku tidak perlu susah payah untuk menyingkirkanmu bukan? Kau akan lenyap sendirinya karena penyakit itu.. Tapi aku harus tetap berusaha mendekatimu”, Sehun menyunggingkan senyuman mautnya.

Ia kemudian menyibukkan dirinya dengan mengamati CT-Scan Yeon Hee dan membaca-baca buku novel yang tergeletak di atas meja. Namun ketika Sehun sedang asik membaca..

“Aku bukan pembunuh… bukan…”, Sehun melirik ke arah Yeon Hee yang tiba-tiba saja terisak dalam tidurnya.

“Bahkan kejadian itu masuk ke mimpinya”, kekeh Sehun.

“Aku tidak bersalah…”

“Maafkan aku..”

“AKU BUKAN PEMBUNUH!!”, tiba-tiba saja Yeon Hee berteriak, membuat Sehun yang duduk disampingnya terkejut bukan main.

“Yeon Hee, kau kenapa ?”, tanya Sehun panik ketika melihat Yeon Hee menarik-nari rambutnya sendiri.

“Aku bukan pembunuh, Sehun.. aku bukan pembunuh”, Sehun segera membawa Yeon Hee ke dalam pelukannya. Ia menepuk-nepuk pundak gadis itu yang bergetar hebat, berusaha membuatnya lebih tenang.

“Aku tidak membunuhnya.. sungguh.. aku tidak tahu kenapa itu bisa terjadi”, ucap Yeon Hee disela-sela isakannya.

“Kau percaya padaku, kan ? Aku tidak melakukan apapun..”, lanjut Yeon Hee.

Sehun hanya terdiam. Bibirnya terlalu kelu untuk sekedar berkata bahwa ia mempercayainya.

Setelah merasa baikan, Sehun melepas pelukannya. Wajah yang sebelumnya begitu cantik dan menawan kini menjadi sembab dan kusut.

“Kenapa melihatku seperti itu ?”, tanya Yeon Hee melihat Sehun yang terus menatapnya.

“Kau.. sangat jelek”, kekehan Sehun cukup membuat Yeon Hee kesal. Yeon Hee lalu mengambil beberapa tisu dari atas meja dan mengelap air matanya.

“Sudah tidak jelek, kan ?”, tawa Sehun pecah begitu saja melihat ekspresi Yeon Hee.

“Kenapa tertawa ?”, Sehun menggeleng. Ia lalu menghentikan tawanya dan kembali menatap Yeon Hee. Sehun mengulurkan tangannya dan merapikan rambut Yeon Hee yang sedikit berantakan.

Untuk beberapa detik, Yeon Hee menahan napasnya. Ia tidak menyangka laki-laki sombong dan dingin seperti Sehun bisa melakukan hal-hal manis seperti ini.

Menyadari tindakannya, Sehun segera menarik tangannya dan berpura-pura tidak ada yang terjadi.

‘Astaga, apa yang baru saja kulakukan ?’ batin Sehun.

Suasana canggung meliputi mereka berdua. Yeon Hee yang termasuk talkative sungguh tidak menyukai keadaan ini, namun ia tidak tahu harus berbicara apa.

“Hmm.. bagaimana kondisimu ? Sudah lebih baik ?”, tanya Sehun.

Yeon Hee mengangguk. “Sudah lebih baik sekarang.”

Yeon Hee menatap ruangan sekitarnya, dan ia dapat menangkap sebuah berkas hasil CT-Scan di atas meja. Yeon Hee mengulurkan tangannya hendak mengambil file itu, tapi Sehun berhasil mengambilnya terlebih dahulu.

“Apa itu ?”, tanya Yeon Hee.

“Tidak.. ini berkas pasienku”, jawab Sehun cepat. Ia menggenggam file tersebut dan sedikit menyembunyikannya di belakang punggungnya.

Sehun kemudian berdiri dan bergegas pergi. Namun langkahnya terhenti ketika tiba-tiba saja ia mendengar sesuatu yang jatuh.

“Yeon Hee!”, Sehun menghampiri Yeon Hee yang terjatuh di lantai dan membantunya berdiri.

“Apa yang kau lakukan ? Lebih baik istirahat saja.”

“Shirreo.. aku bosan..”, ucap Yeon Hee.

“Apa kau sedang sibuk sekarang ?”, Sehun menggeleng.

“Kalau begitu bantu aku berjalan ke cafetaria, aku sangat lapar”, lanjut Yeon Hee sambil tersenyum.

“Baiklah”, Sehun kemudian meletakkan tangan Yeon Hee di belakang lehernya, memegang pinggul Yeon Hee untuk menjaga keseimbangannya dan memapahnya berjalan meninggalkan ruang perawatan.

 

 

-악한 천사

 

-Author’s POV-

Jira berjalan cepat sepanjang koridor rumah sakit sambil tak henti-hentinya membaca pesan di ponselnya.

 

Dr.Park terjatuh dari tangga saat berlari menuju ambulance. Pergelangan kakinya terluka. Aku menawarkan untuk mengobatinya, tapi Dr.Park hanya mau diobati olehmu.

-Residen Kim-

 

“Aisshh”, Jira berdecak kesal lalu mempercepat langkahnya. Sesampainya di ruangan Dr.Park, Jira dapat melihat laki-laki itu tengah duduk dengan kaki diangkat diatas meja. Ia bahkan sedang memainkan gadgetnya dan tertawa sesekali.

“Yak! Park Chanyeol!”, teriak Jira kesal.

“Wae ?”, tanya Chanyeol dengan wajah polosnya.

Jira duduk di samping Chanyeol dan menarik kaki Chanyeol ke atas pangkuannya.

“Hey! Hey! Kau mau apa ? “, teriak Chanyeol ketika Jira menekan-nekan pergelangan kakinya.

“Kakimu tidak bengkak dan tidak memar. Kau hanya pura-pura ya ?”, ucap Jira dengan penuh selidik.

“Tidak.. lagipula siapa yang bilang kakiku sakit ?”, tanya Chanyeol.

Jira menceritakan bahwa salah seorang residen rumah sakit ini mengiriminya pesan kalau Chanyeol terluka di pergelangan kakinya akibat terjatuh dari tangga.

“Ya, itu memang benar. Tapi yang terluka itu siku ku, bukan kaki ku”, Chanyeol menunjukkan luka di sikunya yang sudah terbalut kapas dengan sempurna.

“Haishhh.. Jadi aku dikerjai ?”, Jira berdecak kesal. “Pasti kau yang menyuruhnya kan ?”

“Aa..apa ?”, jawab Chanyeol kikuk, “aku tidak tahu apa-apa.”

“Isshh.. aku berlarian seperti orang gila disepanjang koridor karena mendengarmu terluka. Aku bahkan meninggalkan Yeon Hee demi kau. Dan ternyata aku dikerjai ?”, Jira mengacak-acak rambutnya frustasi, membuat laki-laki jangkung yang ada di sampingnya tertawa.

“Hey.. ternyata kau sangat peduli padaku”, kekeh Chanyeol pelan.

“Tidak”, ucap Jira menyangkal perkataan Chanyeol.

“Iya.. kau peduli”

“Tidakk!!”

“Iya”

“Tid–“, Jira membelalakkan matanya ketika ia merasakan sesuatu di bibirnya. Chanyeol mengecup Jira singkat dan kembali menatap wanita itu.

“Aishh kau ini.. bagaimana bisa kau sembarangan mencium ?”, omel Jira.

“Kenapa ? Kau kan istriku”, perkataan ‘istri’ membuat Jira salah tingkah. Ia dan Chanyeol baru menikah satu tahun, masih terbilang pengantin baru. Ia juga belum biasa dipanggil ‘istri’ oleh Chanyeol.

“Sudahlah.. aku harus menjaga Yeon Hee”, ucap Jira.

“Aku ikut”, Jira dan Chanyeol kemudian berjalan berdampingan menuju ke kamar rawat Yeon Hee.

 

 

악한 천사

 

 

“Kenapa tidak dimakan ? Makanannya tidak enak ?”, tanya Yeon Hee ketika melihat Sehun hanya mengacak-acak makanannya.

“Ani.. hanya tidak lapar”, jawab Sehun cepat. Sebenarnya saat ini Sehun lebih membutuhkan darah dibanding nasi. Ia sudah seminggu tidak minum darah.

“Kalau begitu kenapa dipesan ? Kau ini hanya membuang-buang makanan”, kesal Yeon Hee.

“Apa kau baru saja memarahiku ?”, Sehun berujar dengan nada tinggi, membuat Yeon Hee langsung terdiam.

“Aissh anak ini…”, Sehun menghentakkan sendoknya dengan keras, menciptakan suara yang begitu nyaring.

“Dengar, moodku sedang tidak baik. Besok kau ada jadwal operasi ?”, tanya Sehun.

Yeon Hee mengangguk, “Ya. Operasi cangkok jantung. Wae ?”

Sehun terlihat berpikir. Ia mengingat-ingat apakah besok ia punya jadwal operasi. “Aku akan membantumu.”

“Hah ?”, gumam Yeon Hee.

“Aku akan membantumu besok, bodoh”, Sehun menjitak kepala Yeon Hee dengan keras, membuat gadis itu meringis kesakitan.

“Ya ampun.. Yeon Hee, gwenchana ?”, melihat Yeon Hee meringis membuat Junmyeon yang baru saja datang panik. Ia mengelus-elus puncak kepala Yeon Hee untuk sekedar meredakan rasa sakitnya.

“Oppa, na gwenchana”, Yeon Hee tersenyum dan menarik tangan Junmyeon dari kepalanya. “Kau berlebihan, oppa.”

‘oppa? apa-apaan ini’ batin Sehun.

Senyuman Yeon Hee yang begitu manis pada Junmyeon membuat Sehun muak. Ia pun pergi tanpa mengatakan apapun, meninggalkan Yeon Hee dan Junmyeon yang bingung melihat sikap Sehun.

 

 

악한 천사

 

 

Pintu sebuah apartemen terbuka, menampakkan seorang laki-laki yang tengah menggendong seorang wanita dengan pakaiannya yang sudah berantakan.

Laki-laki itu kemudian menutup pintu apartemennya kasar, melangkah menuju ranjang king size nya dan menyentakkan perempuan tersebut ke atasnya.

Laki-laki itu mulai membuka satu per satu pakaiannya lalu naik ke atas ranjang dan mulai menciumi wanita tersebut dengan kasar.

“ahhh..”, erang wanita tersebut ketika laki-laki itu menyapukan bibirnya di lehernya.

Laki-laki itu menjauhkan bibirnya dan tersenyum senang ketika melihat wanita tersebut menikmati permainannya.

Namun dalam sepersekian detik, mata laki-laki tersebut berubah menjadi semerah darah, bahkan gigi taringnya mulai memanjang.

Laki-laki itu mengulurkan tangannya dan menutup mata wanita itu selagi taringnya mulai mendekati leher sang wanita.

Drrrttt..drttt.. ponsel ring

Seketika taring dan mata laki-laki tersebut berubah menjadi normal kembali. Ia mendengus kesal dan melangkah dari ranjangnya untuk mengambil ponselnya.

 

Incoming Call….

SEHUN HYUNG

 

“Siapa yang menelepon, sayang ?”, tanya gadis itu sambil bergelayut manja di lengan laki-laki tersebut.

“Temanku”, jawabnya. “Yeoboseyo ?”

“…”

“Baiklah. Hyung sedang dimana sekarang ?”

“…”

“Aku akan segera kesana”

 

PIP.

 

“Aku harus pergi”, laki-laki tersebut menghempaskan tangannya untuk melepaskan pegangan sang wanita, membuat wanita itu marah.

“Lalu bagaimana denganku ?”, teriak wanita itu.

“Pulang saja sana! Atau cari saja laki-laki lain yang mau kau tiduri”, jawab laki-laki itu acuh.

“Kau belum membayarku!”, ucapan wanita itu membuatnya murka. Laki-laki itu mengeluarkan setumpuk uang dari dompetnya dan melemparkannya ke wajah wanita itu.

“Makan saja semua uang itu! Dasar jalang”, lalu laki-laki itu segera pergi dari apartemennya, meninggalkan sang wanita yang memunguti lembaran-lembaran uang yang berserakan di lantai.

 

악한 천사

 

 

Gemerlapan lampu-lampu di club malam tidak membuat Sehun kehilangan fokusnya. Ia bahkan sudah meminum 2 botol wine kualitas terbaik, mungkin kalau orang lain yang meminumnya pasti sudah tidak sadarkan diri. Namun Sehun masih dalam kondisi yang sama seperti sebelum minum.

“Hey, hyung!!”, Sehun mendongakkan kepalanya menuju ke sumber suara.

“Lama sekali kau datang, Jaehyun-ahh”, ejek Sehun. “Aku bahkan sudah menghabiskan 2 botol selama menunggumu.”

Jaehyun terkekeh pelan, “mian”

Sehun memutar bola matanya malas, “kau tidak shift malam ?”

Jaehyun menggeleng, “aku bertukar shift dengan temanku.”

Sehun mengangguk. “Oh ya, terimakasih sudah membantuku malam itu. Aku penasaran, apa yang kau suntikkan ? Kematiannya benar-benar cepat dan terlihat alami.”

“Tidak masalah. Aku menggunakan sejenis pentobarbital. Agak sulit untuk mendapatkannya, tapi yah.. Apa yang tidak bisa kulakukan, hyung ??”

Sehun tersenyum kecil. Jaehyun lalu menuangkan wine ke dalam gelasnya dan menengguknya perlahan, “Sebenarnya kenapa kau memintaku ke sini, hyung?”

Sehun menatap wanita-wanita cantik di sekelilingnya dan berbisik pada Jaehyun, “Ayo kita cari mangsa. Sudah 1 minggu aku tidak minum darah.”

Jaehyun menggela napas kasar. Ia tidak percaya kalau hyungnya ini hanya ingin mengajaknya mencari mangsa. “Hyung lebih baik kau lari sekarang sebelum kuterkam.”

Ucapan Jaehyun membuat Sehun mengerutkan alisnya bingung, “maksudmu ?”

“Aishhh hyung ku ini bodoh sekali. Bagaimana bisa kau jadi dokter, hah ?”, ucap Jaehyun kesal, “Aku baru saja dapat mangsa tadi. Aku bahkan sudah dapat mencium aroma darahnya yang sangat segar…. Dan tiba-tiba saja kau menelponku dan menyuruhku ke sini. Kupikir ada yang pentingg!!!!!!”

Sehun tersenyum mendengar penjelasan Jaehyun yang sangat panjang. Ia tidak pernah melihat orang yang dianggapnya ‘adik’ ini begitu kesal.

“Arraseo, arraseo. Aku akan mencarikan 2 untukmu. Puas ?”, tanya Sehun. Jaehyun mengangguk.

Sehun pun segera bediri, melangkah menuju meja bar dan berbisik pada bartender yang ada disana. Bartender itu mengangguk dan mempersilakan Sehun kembali duduk sementara bartender itu memanggil beberapa wanita. Wanita-wanita cantik bertubuh seksi itu segera melangkah mendekati Sehun dan Jaehyun.

Seorang wanita berbaju biru mendudukkan dirinya di atas Sehun, sementara 2 wanita lainnya duduk mengepung Jaehyun.

Jaehyun tak bisa berhenti menatap wanita-wanita cantik yang kini tengah menggerayangi nya. Sehun juga sudah tidak bisa menahan nafsunya. Aroma darah wanita itu begitu manis di indera penciumannya.

“Babe, ayo kita pergi”, ucap Sehun sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jaehyun. Jaehyun yang sudah mengerti maksud Sehun membiarkan hyungnya itu pergi dengan wanita tersebut.

“Sayangg, ayo kita pergi juga.. Aku sudah tidak tahan”, ucap salah satu wanita sambil menarik Jaehyun agar berdiri. Jaehyun tersenyum, lalu merangkul kedua wanita itu, setidaknya rasa hausnya akan terpuaskan malam ini.

 

 

 

 

TBC

 

Note :

Pentobarbital : sejenis obat penenang yang dapat menenangkan kejang-kejang dalam keadaan darurat. Jika digunakan melebihi dosis yang diperbolehkan akan menyebabkan kematian karena serangan pernpasan. Obat ini sering digunakan untuk eksekusi mati.

Advertisements

3 thoughts on “EVIL ANGEL (Chapter 3) Full

  1. sebenernya apa sih motif sehun dibalik semua tindakan yg dia lakukan???
    dia gk pengen posisinya tergeser gitu? atau ada alasan lain knp dia ngelakuin itu pada yeon hee…..
    jadi sehun dan jaehyun itu makhluk apa sih? vampir kah?
    anak kecil yg dulu itu sehun kan? terus knp bisa jaehyun jg jadi vampir?
    itu sehun cemburu ya sama suho 🙂
    ditunggu next nya ya kak….
    semangat ^_^

    • Motif Sehun ?? Entah mungkin motif parang rusak atau *eyy* *slapped* hahaha motifnya masih RAHASIA lah yaa… nanti akan ada penjelasannya di beberapa chapter ke depan.
      Sehun dan Jaehyun itu makhluk yang menghuni hatiku wkkwkw *get slapped again*
      Makasih ya udh komen😊😄😁

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s