[Drabble] Monster

image

I hated you but I want you–[EXO-Monster]

_____________________________________
_____________________________________

Dunia ini penuh dengan orang-orang bermuka tebal, menaruh topeng mereka dimana-mana. Menjijikan, bukan? Juga pengkhianat yang bertebaran mencari posisi aman bagi mereka. Terkadang, mereka tidak segan untuk menjatuhkan teman mereka sendiri karena merasa terancam. Teman menjadi musuh, atau sebaliknya. Dan satu hal, jangan pernah menaruh kepercayaan besar pada seseorang jika kalian tidak ingin merasa kecewa.

Tapi tidak bagi seorang wanita—yang kini sedang menghadap jendela besar—ia berusaha untuk tidak mempercayai hal itu walaupun kenyataan menamparnya untuk sadar. Berusaha sekeras apapun untuk mengelak, kenyataan juga akan datang untuk menyapa.

“Nona Nam, ini data yang Anda minta.”

Suara lelaki berhasil membuyarkan lamunan panjang tak berujung wanita itu. Dengan langkah pasti, ia mendekat kearah lelaki tadi untuk mengambil data yang berada ditangannya.

“Apa ini sudah semua?” Tanya si wanita dengan suara yang parau.

“Iya,” sahut cepat lelaki tadi.

“Kalau begitu, kau bisa keluar.” Ujar wanita itu, memberi perintah karena ia adalah penguasa keadaan disini.

Lelaki tadi membungkuk, setelahnya menghilang dibalik pintu ber-cat hitam yang ada di ruangan; bersamaan dengan si wanita yang mendudukkan dirinya dikursi kerjanya.

Tenggorokannya terasa mengering saat wanita tersebut membaca deret demi deret tinta hitam di kertas putih. Berusaha sekaras apapun untuk tidak menyakini, fakta sebenarnya akan datang walau tanpa diundang. Kertas-kertas yang tadinya licin kini sudah tidak berbentuk karena remasan tangan si wanita. Hatinya berkecamuk perih, seperti ada sesuatu yang mencengkeram hatinya dengan kuat.

“Tuan Oh menggunakan dana perusahaan untuk berlibur bersama seorang wanita pada tanggal 24 Desember 2015.”

Nyatanya kalimat itu mampu membuat sang wanita menjerit dalam hati saat sesuatu mencekatnya.

Wanita tersebut bukanlah wanita bodoh yang dapat dibodohi, ia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ia berusaha untuk mengabaikannya, walaupun itu sakit.

-o0o-

Langkah gontai itu membuat seorang pria menjatuhkan dirinya di ranjang berukuran king size. Bau alkohol sangat kentara, dan wajah babak belurnya membuat si pria tampak menyedihkan. Wajahnya memang tampan, bahkan dengan luka-luka berdarah diwajah pria tersebut. Penampilannya yang lebih mirip sebagai seorang gelandangan, tidak menguak fakta jika pria itu adalah pewaris tunggal Oh Corp.

Pening mendera kepalanya akibat pengaruh alkohol yang si pria konsumsi, jemari tangannya memijat sekitar kening dan pelipis untuk mengurangi rasa pening tersebut.

Tanpa terasa, kedua mata pria itu semakin terpejam. Sejenak menutup hidup yang penuh kehampaan bagi si pria, dan menyambut alam mimpi yang indah.

Derap langkah seseorang bahkan tidak mengusik tidur pria itu, ia mencoba untuk menulikan pendengarannya sementara.

Plak!

Sampai saat dimana satu tamparan keras mendarat dipipi sang pria, membuat ia mau tidak mau untuk membuka maniknya. Dan seorang wanita menyambut irisnya, pencahayaan yang remang tidak mempengaruhi kerja retinanya. Si pria mengubah posisinya menjadi duduk.

image

Emosi yang memuncak membuat wajah si wanita memerah, tangannya mengepal, membiarkan kuku-kuku jarinya kebas.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya pria itu sembari menoleh, mencoba untuk menatap sang wanita.

image

“SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA PADAMU. APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA KAU MEMBUAT HIDUPKU HANCUR SEPERTI INI? AKU MUAK DENGANMU.” Pekik wanita itu, seraya melempar kertas beserta selembar foto yang berada ditangannya kearah wajah si pria.

Emosi wanita tersebut sudah tidak dapat ditahan lagi, matanya mengembun, siap mengeluarkan air mata kapan pun.

Wajah pria itu masih sama–datar tanpa emosi. Ia berdiri, mendekat kearah wanita tersebut. Si wanita tidak menolak ataupun menerima, ia hanya memalingkan wajahnya kearah lain.

“Sstt, nanti dia dengar….” bisik pria itu ditelinga sang wanita, tangannya yang bebas ditaruh di permukaan perut si wanita yang sedikit membuncit.

Wanita itu memutar bola matanya, “Apa pedulimu?” Tanyanya sarkastis.

Seringaian menggoda si pria tunjukan, “Tentu saja aku peduli, dia darah dagingku.”

Napas si wanita tercekat, perkataan macam apa itu? Omong kosong!

Jarak antara pria itu dan wanita dihadapannya kini sudah terkikis sempurna, tidak ada spasi di antara mereka lagi. Tangan si pria meraih dagu wanita itu, mencoba untuk membuat netra kelam mereka bertemu.

“Dengar…aku tidak pernah mau untuk melakukan itu semua, lagi pula itu adalah masa lalu…sayang,” ucap pria itu, tepat dibibir sang wanita.

Tatapan kosong pria tersebut membuat wanita itu terenyuh beberapa saat, sebelum akhirnya tersadar dengan keadaan.

“Aku tidak peduli. Mari kita berpisah, ini semua terlalu memuakkan untuk di pertahankan.” Ujar wanita itu dengan penuh penekanan.

“APA KAU SUDAH GILA NAM SEORIN?! BAGAIMANA NASIB ANAK KITA NANTINYA?!” Bentak pria itu tepat diwajah si wanita, sampai-sampai membuat wanita tersebut harus menutup matanya.

Nam Seorin sudah tidak dapat menahan ini lebih lama lagi.

“Setelah apa yang sudah hiks…kau lakukan pada keluarga ku…aku tidak bisa bertahan…kau seperti seorang monster…monster yang sangat mengerikan…hiks…mari kita hentikan semua ini…kumohon…Oh Sehun….”

Wanita bernama lengkap Nam Seorin itu mencoba untuk tidak lemah dihadapan pria yang sudah mengombang-ambingkan hidupnya ini, tapi tidak bisa, rasa takut saat mendengar bentakan pria itu membuat ia lemah.

“Kau bisa memanggilku monster…tapi, aku tidak peduli dengan apapun. Kita harus bertahan sampai akhir,” bisik lembut Sehun ditelinga istrinya. “Maaf sudah membentakmu, sayang….” lanjutnya.

Tangisan Seorin semakin menjadi-jadi, ia tidak mengelak jika ia lelah terus hidup seperti ini. Hidup dengan bayang-bayang kekesalan, kecewa, cinta, dan mati.

Sehun tidak sanggup untuk melihat wanita yang dicintainya ini menangis, perih hatinya saat melihat. Segera ia dekap tubuh Seorin, membiarkan wanita itu bersandar didadanya.

“Aku membencimu, tapi aku menginginkanmu, Sehun. Aku memang serakah. ..” ujar Seorin ditengah-tengah isak tangisnya.

“Bukankah aku ini monster yang seperti kau katakan? Lalu kenapa kau menginginkanku?” Tanya Sehun, seraya mengelus lembut rambut Seorin.

Wanita itu mendongak, menatap wajah Sehun dari posisinya. Bahkan saat wajah pria itu penuh dengan luka, ketampanan yang dia miliki tidak berkurang adanya.

“Kau memang monster bagi hidupku…Sehun, tapi sialnya, aku malah mencintai pria brengsek seperti dirimu….”

_____________________________________
_____________________________________

Advertisements

3 thoughts on “[Drabble] Monster

  1. Itu ngomong ngomong sehun abis di gebukin siapa yah xd
    istri lg hamil bisa bisanyaaa hun minum minum kekeke…
    semoga bener deh itu masalalu sehun pas selingkuh:” kasian kan seorin cinta bgt samaaa sehun :””

  2. sehun : galak sih kayaknya, nyebelin, tapi ganteng, pewaris pula, gimana seorin ga terombang ambing πŸ˜‚
    Dan foto yg d tengah lumayan menghibur (?) biarpun mikirnya ‘gilak seorin nampar sampe pipi sehun bedarah’ biarpun sblmnya udh dijelasin sehun babak belur gatau kenapa πŸ˜…
    then, itu yg berlibur, si sehun selingkuh gt ? Aku pikir itu POV emaknya wkwk
    nice fic btw!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s