More Than Alteration [Chapter 5]

image

Main cast:
Park Jiyeon, Leo Jung, Bae Irene, Ken
Support cast:
Find by yourself
Genre:
Romance, Family, Angst, Hurt/ comfort
Rating: PG – 15
Length: Multichapter

More than Alteration 5

Jung Taekwon atau lebih akrab dipanggil Leo, sedang merenung di balkon apartemennya. Lika liku hidupnya semakin rumit. Saat ini dirinya diharuskan bertunangan dengan gadis yang sama sekali tidak dicintainya. Bahkan, bisa dikatakan gadis itu malah sosok yang sangat dibenci Leo sejak dirinya putus hubungan dengan Irene. Penyebab putusnya hubungan mereka adalah Park Chorong yang telah melakukam sesuatu di luar dugaan banyak orang.
Leo pov
Semakin lama aku merenung, semakin aku membuat pikiranku sendiri menjadi bingung dan berakhir gila. Sungguh, aku tidak mengerti tentang hidup yang ku jalani. Setelah beberapa tahun menjalin kasih dengan Irene dan hubungan kami hancur begitu saja karena ulah Chorong, kini aku merasa sepertinya cinta akan menjauhiku. Terbukti dengan adanya perjodohan gila itu. Gadis bernama Park Chorong itu yang benar-benar tidak waras.
Ah, ku rebahkan badanku di atas sofa panjang di apartemen pribadiku. Ku pejamkan dua kelopak mataku. Rasanya begitu nyaman meski tiba-tiba berbagai masalah hinggap di pikiranku lagi.
Kriiiing!
Sialan! Siapa yang berani meneleponku larut malam begini?
Ku lihat layar ponselku. Park Chanyeol? Ada urusan apa dia meneleponku?
Tit!
“Yoboseo…” ucapku berusaha ramah pada kakak Park Jiyeon itu.
Chanyeol segera menyahut, “Jung Taekwon-ssi? Syukurlah, akhirnya aku bisa menghubungimu. Ada yang ingin aku bicarakan  denganmu. Kau ada waktu?”
“Ya,” jawabku singkat.
Leo pov end


Leo memenuhi permintaan Chanyeol yang mengatakan ada keperluan mendesak dengan dirinya. Sesuatu yang bersifat rahasia… akan dibocorkan oleh putra kedua keluarga Park untuk menyelamatkan Leo dari perjodohannya dengan Chorong.

“Sebenarnya aku sangat tidak setuju kau bertunangan dengan kakakku,” kata Leo sembari menikmati pemandangan tengah malam di tepi sungai Han. Kerlip lampu menghiasi keindahan panorama malam itu.

Leo mnegernyitkan keningnya, tak tahu apa alasan Chanyeol mengatakan hal itu. “Apa perlunya mendapat persetujuanmu?” tanya Leo dingin. Namja itu berubah super dingin saat dirinya hendak bertunangan dengan Chorong.
Chanyeol tersenyum sinis. “Aku tidak suka kalau kau menjadi kakak iparku. Yang aku inginkan adalah kau menjadi adik iparku. Kau tahu? Itu yang seharusnya terjadi.”
“Maksudmu… aku harus menikahi adikmu?” tanya Leo tambah bingung.
“Begitulah. Chorong nuna mengatakan kalau perjanjian perjodohan kakek-kakek kita telah diubah. Padahal sebenarnya….”
“Sebenarnya apa?” tanya Leo.
Chanyeol ragu untuk mengatakan kebenaran pada Leo. Ia takut menyakiti hati kakaknya namun jika dia membisu maka yang menjadi korban adalah adiknya.
“Seharusnya….”
Chanyeol menggantungkan kalimatnya. Ia mengerutkan kening dan nampak berpikir keras.
“Jika kau tidak ingin mengatakannya, untuk apa kau memintaku datang kemari? Kata-katamu itu hanya membuatku semakin pusing. Aku bisa gila karena perlakuan keluargamu.” Leo mulai kesal karena Chanyeol hanya membuang-buang waktunya.
“Baiklah, maafkan aku. Aku… akan mengatakan kebenarannya. Perjodohan antara keluargaku dengan keluargamu memang benar adanya dan itu… atas kesepakatan kakek kita yang sekarang telah meninggal. Namun dalam perjanjian itu bukan Park Chorong yang akan dijodohkan denganmu.”
Leo semakin muak dan ingin segera pergi, enyah dari hadapan Chanyeol. “Lalu siapa?” tanya Leo acuh.
“Putri terakhir keluarga kami yang tidak lain adalah Jiyeon, Park Jiyeon. Dia lah yang seharusnya bertunangan denganmu, Taekwon-a.”
Deg!
“Apa? Jiyeon?”
Chanyeol mengangguk. Entah hal buruk appa yang akan terjadi, yang terpenting adalah Leo sudah mengetahui kebenaran yang selama bertahun-tahun disimpan darinya. “Bukankah dia adik angkatmu?”
Chanyeol menundukkan kepalanya, memikirkan sang adik yabg bernasib malang. Kapankah nasibnya akan berubah. “Dia adalah adik kandung kami, putri kandung keluarga Park yang lahir dari rahim ibu kami.”
“Apa?”
Tentu saja Leo kaget mendengar kebenaran dari Chanyeol tentang Park Jiyeon. Dari awal dia memang menyangka kalau Jiyeon adalah putri kandung tuan Park. Jiyeon mirip dengan Chanyeol. Postur tubuh mereka berdua pun sama-sama tinggi.
“Tentang perjodohan tadi… seharusnya Jiyeon lah yang dijodohkan denganmu, bukan kakakku Park Chorong. Karena dalam perjanjian kakek memang dia yang dijodohkan dengan cucu keluarga Jung. Aku tidak memaksamu untuk menikahu adikku. Tetapi… aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya.”


Masalah semakin rumit. Memang benar kalau Leo tidak ingin dijodohkan dengan Chorong, tetapi bukan berarti dia harus bertunangan dengan Jiyeon.
Leo terbaring malas di atas tempat tidurnya. Pagi ini seharusnya ia menyiapkan kostum untuk acara pertunangan yang akan dilaksanakan nanti malam. Entah siapa yang harus ia nikahi nantinya, ia enggan untuk memutuskannya sendiri.
“Baiklah, aku tahu harus bertunangan dengan siapa… semoga pilihanku tidak keliru.”

Pagi ini cerah sekali, seakam menyambut baik pelaksanaam pertunangan putra keluarga Jung dengan putri keluarga Park. Kesibukan di kediaman keluarga Park telah dimulai. Beberapa orang yang bertugas menata dekorasi untuk acara pesta nanti malam tengah melakukam tugasnya dengan baik.
Kesibukan banyak orang di rumah membuat Jiyeon terpana. Begitu pentingnya acara pertunangan nanti malam hingga dekorasinya dibuat seindah pesta pernikahan. Ia tersenyum senang melihat beberapa orang berlari ke sana kemari sibuk dengan tugas masing-masing.
“Kau senang melihatnya?” Tiba-tiba Chanyeol muncul di belakang Jiyeon yang berdiri di atas anak tangga terakhir dari bawah.
Jiyeon tersentak kaget namun dirinya sukses menyembunyikan kekagetannya dari sang kakak. “Ah, iya benar, Oppa. Aku senang melihat orang sibuk bekerja. Hal itu bisa memberiku semangat untuk melakukan aktivitasku.”
Chanyeol membelai rambut Jiyeon lembut. “Kau selalu membuatku tersentuh, Jiyeon-a. Lihat saja acara nanti malam. Semua orang pasti senang dan bangga telah datang di acara keluarga kita.”
Jiyeon mengangguk setuju. “Aku berangkat ya, Oppa.”
“Biar aku antar sampai di perusahaan tuan Choi yang terhormat itu.”


Kabar pertunangan Jung Taekwon dengan salah satu putri keluarga Park, yaitu Park Chorong, telah menyebar di berbagai kalangan. Entah siapa yang membocorkan rahasia itu, tidak ada yang peduli sama sekali. Orang-orang sibuk membicarakan Taekwon alias Leo yang terlalu tertutup pada media. Sehingga banyak fans yang kecewa terhadap dirinya. Bahkan beberapa fans telah berubah menjadi haters yang siap menjelek-jelekkan Leo ataupun tunangannya nanti.
Leo memang tidak pernah menyangkal kalau dirinya akan bertunangan pada hari itu. Namun dirinya juga tidak memberikan pernyataan yang pasti kalau ia akan bertunangan dengan Park Chorong. Sebagian besar fansnya setuju dengan pertunangan itu karena gadis yang dipilih adalah seorang direktur perusahaan ternm di Korsel, bukan seorang idol atau yang satu profesi dengan Leo. Tetapi menurut Leo sendiri, justru gadis sesama idol lah yang bisa membuatnya senang dan bahagia, mungkin.
Telepon di kantor agensi milik Choi Siwon tidak pernah berhenti berdering. Semua telepon itu bertujuan untuk mengetahui kebenaran tentang pertunangan Leo dengan gadis bernama Park Chorong. Pihak agensi kebingungan menjawab semua telepon itu. Akhirnya Presdir Choi mengeluarkan keputusan mengadakan konferensi pers mendadak pada hari ini.


Park Jiyeon sedang mengkopi beberapa berkas yang akan digunakan untuk rapat proyek album Leo terbaru. Hari ini ada yang berbeda dari sosok Park Jiyeon. Ia terlihat murung dan tidak bersemangat sepertI biasanya. Ken dan Hakyeon pun tak tahu bagaimana cara membuat Jiyeon kembali semangat seperti kemarin. Saat ditanya, gadis itu hanya menjawab ‘baik-baik saja’
Selesai mengkopi seluruh berkas yang ia pegang, Jiyeon meletakkan berkas-berkas penting itu  di atas meja kerjanya kemudian pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong dan menenangkan diri.

“Jiyeon-a, tunggu!” panggil Ken yang berlari menyusul Jiyeon ke kantin.
Ken berjalan cepat untuk mengiringi langkah Jiyeon yang berjalan berdiri semakin cepat. “Jiyeon-a!” panggil Ken seraya menarik lengan Jiyeon agar gadis itu menghentikan ayunan kakinya.
“Wae?” tanya Jiyeon datar.
“Kenapa wajahmu seperti mayat hidup begitu? Kau sakit?” tanya Ken khawatir.
Jiyeon memalingkan wajah. “Tidak. Aku hanya kurang tidur. Semalam aku menyelesaikan tugas kantor sampai jam dua pagi.”
Akhirnya Ken dapat bernafas lega. Ia khawatir kalau Jiyeon sakit atau bahkan lesu karena pertunangan Leo dengan kakaknya.
“Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Ini sangat penting, jadi kau harus menjawabnya dengan jujur.”
“Aku selalu bicara apa adanya. Memangnya kenapa kau berkata seperti itu? Apa yang ingin kau katakan?” tanya Jiyeon balik. Saat ini Jiyeon tampak normal seperti hari biasa. Wajahnya sudah lebih berseri.
“Apakah….” Ken takut menanyakan pertanyaan yang bersarang dian otaknya sejak beberapa minggu yang lalu. “Hmm… apakah… kau menyukai Leo hyung? Aku lihat kalian sering berduaan.”
Jiyeon mengerutkan keningnya kemudian menggeleng. Ia baru saja bertemu namja asing saat dirinya menginjakkan kaki di kantor agensi itu, bagaimana bisa dirinya bisa secepat itu menyukai seseorang?

“Lee Jaehwan dan Park Jiyeon! Ikut aku sekarang!”
Jiyeon dan Ken terkejut mendengar seruan dari General Manajer.
“Pasti ada masalah besar,” lirih Ken seraya melangkahkan kaki mengekor di belakang sang GM.
Jiyeon pun melakukan hal yang sama. Ia menurut begitu saja tanpa ingin tahu alasan dirinya dipanggil oleh sang GM.

Setiba dian kantor GM, Ken dan Jiyeon disilahkan duduk.
“Kalau boleh saya tahu, ada apa kami dipanggil ke sini?” tanya Ken polos.
Sang GM terdiam sesaat dengan tatapan tajam dari Ken ke Jiyeon. Ken merasa ada sesuatu yang dirahasiakan oleh sang GM.
“Ada sesuatu yang harus kalian lakukan.”

“Tugas?” tanya Jiyeon dengan ekspresi datar.
GM mengangguk. “Ya. Kalian harus berpura-pura menjalin kasih. Agensi yang akan membuat rumornya dan segera mengkonfirmasi hal tersebut.”

Ken membelalakkan kedua bola matanya. “Apa? Jangan-jangan ini hanya upaya mengalihkan perhatian publik dari pertunangan Leo dengan Chorong. Ini tidak adil. Kami tidak sudi menjalankan rencana busuk itu. Leo hyung yang berbuat ulah, kenapa aku juga harus menanggungnya?”
“Lee Jaehwan!” bentak GM. “Keputusan ini adalah hasil rapat para petinggi termasuk presdir Choi. Alasan kami memilihmu adalah untuk menaikkan popularitasmu dengan menyebar rumor tentang hubungan asmara.”
Jaehwan terdiam. “Lalu kenapa harus dengan Park Jiyeon?”
Jiyeon yang semula menundukkan kepala, kini mendongakkan bagian utama tubuhnya itu. Ia juga bertanya-tanya kenapa GM memilih dirinya untuk berpura-pura menjadi kekasih Ken.
“Tentang hal itu, kami memiliki alasan tersendiri.”
Ken semakin curiga.
“Tenanglah, Ken. Kau tidak akan merugi dengan adanya rumor ini. Kami sedang menyiapkan album mini solo untukmu. Tetapi sebelum itu, popularitasnu harus didongkrak naik lebih dulu. Jika kau ingin tahu alasan kami memilih Jiyeon sebagai pacar pura-pura adalah….” GM menghentikan kata-katanya sejenak. Ia memandang Jiyeon penuh iba.
“Aku tahu kebenaran tentang Park Jiyeon. Kau juga tahu itu, Ken. Maka dari itu, aku menjadikan dia sebagai pacar pura-pura untuk melatih memtalnya dan mengembalikan dia pada kepribadiannya yang dulu.”
“Bagaimana Anda tahu tentang Park Jiyeon?” tanya Ken penuh tanda tanya di kepalanya. Ia sangat terkejut dengan situasi dan kondisi saat ini, ditambah GM yang mengetahui rahasia kepribadian Jiyeon.
“Sudahlah, jangan bertanya terus. Menurut saja pada kami. Kau akan menerima keuntungannya. Kami sedang berusaha mengambil manfaat dari rumor pertunangan Leo. Kau bisa menjadi penyanyi solo terkenal setelah Leo. Kau mengerti? Yang perlu kau lakukan sekarang adalah berlatih dan berpura-pura berpacaran dengan Park Jiyeon. Tunjukkan pada media kalau kalian berkencan. Aku memilih Jiyeon juga karena dia adalah pegawai baru di kantor ini. Belum banyak yang mengenalnya. Jadi, cukup aman untuk menjaga rahasia pura-pura ini. Kau mengerti, kan?”
Ken mendesah kasar. “Terserah.”
Sebenarnya namja bermarga Lee itu senang bisa dekat dengan Jiyeon. Namun cara yang digunakan bukanlah seperti ini. Maka dari itu, Ken keberatan dengan keputusan petinggi perusahaan tempatnya bernaung saat ini.


Ken dan Jiyeon berjalan gontai saat keluar dari kantor GM yang terletak di lantai tiga. Keduanya sama-sama berpikir bagaimana memulai hubungan itu? Pura-pura berpacaran malah akan membuat mereka canggung satu sama lain.
Jiyeon berbelok ke arah kanan namun tiba-tiba Ken mencegahnya melangkah lebih jauh.
“Kita ke ruang latihan saja. Aku… perlu bicara denganmu.” Ken ingin membicarakan sesuatu dengan gadis cantik yang berdiri di depannya itu.
“Baiklah,” ucap Jiyeon singkat. Ia bersedia bicara dengan Ken karena tugas-tugasnya telah selesai.

Hanya berselang beberapa menit setelah berjalan menyusuri koridor lantai tiga dan lantai dua, keduanya telah sampai di ruang latihan. Ken segera menutup pintu rapat-rapat karena ia ingin membicarakan suatu rahasia dengan Jiyeon.
“Duduklah di mana saja. Ruang latihan tidak memiliki kursi atau meja. Kau bisa duduk di lantai, di manapun yang kau suka.” Ken duduk tidak jauh dari pintu. Sementara itu, Jiyeon memutuskan untuk duduk di sebelah Ken.
Beruntung saat itu Jiyeon memakai celana jeans panjang, jadi dia bisa duduk bersila mengikuti gaya Ken.
“Kau yakin bisa melakukannya?” tanya Ken secara tiba-tiba.
Jiyeon mengernyitkan dahi. “Melakukan apa? Pura-pura pacaran? Kenapa tidak?”
Ken heran pada Jiyeon. Ia mengira kalau sahabatnya dari kecil itu keberatan atau bahkan sebenarnya menolak berpura-pura pacaran. “Kau yakin?”
Jiyeon mengangguk. “Tentu saja. Ini adalah langkah awal untuk mengantarkanmu menuju kesuksesan. Jika rencana ini berhasil, kau bisa merilis album solo, Ken. Bukankah itu yang kau mau?”
Apa yang dikatakan Jiyeon memang benar. “Tapi bagaimana dengan perasaanmu? Aku tidak enak kalau kau menyukai orang lain dan harus berpura-pura menjadi pacarku.”
“Tenang saja. Untuk saat ini… aku… belum menyukai siapapun,” kata Jiyeon yang tiba-tiba teringat sosok Leo dan senyuman namja itu padanya. “Meskipun aku menyukai seseorang, aku rasa itu tidak ada gunanya. Orang itu pasti telah memiliki gadis lain sebagai kekasihnya. Tidak ada yang mau menyukai gadis aneh sepertiku.” Jiyeon berubah drastis. Ia nampak murung dan menundukkan kepalanya, merendahkan harga dirinya sendiri.
“Kenapa bicara begitu? Setiap orang berhak mencintai dan dicintai. Jangan pernah percaya pada orang yang tidak senang melihat kau bahagia, Jiyeon-a.”
“Maksudnya?” tanya Jiyeon tidak mengerti maksud kata-kata Jaehwan. “Apakah… aku tidak boleh bahagia?”
Ken menoleh ke arah Jiyeon yang duduk di sampingnya kemudian dia duduk menghadap ke Jiyeon. “Aku berjanji akam mengembalikanmu seperti yang dulu, Jiyeon-a.”
Jiyeon terpana melihat kesungguhan Ken. “Tapi… bagaimana caranya?”
“Perlahan tapi pasti, aku akan mengembalikanmu seperti yang dulu. Aku tidak mau melihatmu seperti ini. Kau bukan Park Jiyeon. KauIa harus berubah, Jiyeon-a. Berjanjilah padaku untuk berubah seperti yang dulu, dirimu yang ceria, cerdas, cantik, cekatan dan berbeda dengan Jiyeon yang sekarang.” Ken memegang kedua bahu Jiyeon. Ekspresi wajahnya nampak sungguh-sungguh.
Jiyeon menatap kosong pada latai berwarna putih yang ia gunakan sebagai alas duduknya. Ia berpikir sejenak dan berusaha meyakinkan diri kalau semua pasti bisa ia lakukan asalkan ada niat dan kesungguhan.
“Jiyeon-a!” panggil Ken, menyadarkan Jiyeon dari lamunannya.
“Baiklah, aku janji padamu, Ken. Apapun yang terjadi, aku akan berubah. Aku… akan berusaha demi orang-orang yang ku sayangi.”
Ken tersenyum senang. Ia juga berjanji pada dirinya sendiri, dia akan membantu Jiyeon kembali pada kepribadiannya yang dulu.


Malam pun tiba. Acara pertunangan segera dimulai. Tidak banyak undangan yang disebar. Kebanyakan dari tamu yang telah datang adalah para kerabat dan sanak famili. Acara itu nampak tenang dan tidak begitu ramai. Konsep telah diubah karena adanya rumor yang tersebar dan untuk menyelamatkan karir Leo. Acara yang semula bersifat terbuka, kini berganti konsep dan akhirnya ditutup untuk semua kalangan media.
Park Chorong, dengan gaun putih sepanjang lutut, tengah duduk manis di atas sebuah kursi kayu yang berwarna senada dengan pakaiannya. Ia tampak gusar karena konsep acara telah berubah dan mungkin saja Leo juga sudha berubah pikiran gegara rumor yang tersebar sejak pagi tadi. Tentu saja Leo akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan karir Leo yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
“Keluarga Jung sudah datang, Nuna.” Park Chanyeol berdiri di samping Chorong.
Chorong yangg awalnya sedang melamun, tiba-tiba tergagap mendengar ucapan Chanyeol yang berdiri di sampingnya. “Oh, terimakasih, Chanyeol-a.”
Setelah memberi tahu Chorong kalau keluarga Jung sudah tiba, Chanyeol berlari keluarke rumah. Tentu saja namja itu mencari adik kesayangan yang tak kunjung pulang.
“Jiyeon-a, di mana kamu sekarang?” gumam Chanyeol cemas.
Jiyeon telah berjanji padanya untuk segera pulang. Namun kenyataannya, hingga saat ini gadis cantik itu belum menampakkan batang hidungnya di hadapan kakak terus mencarinya.

“Oppa!” seru Jiyeon yang baru saja keluar dari sebuah mobil mewah milik Jaehwan.
Chanyeol terbengong, terpana, atau entah kata apa yang tepat untuk menjelaskan. Intinya, ia kagum melihat penampilan Jiyeon yang sangat berbeda dari biasanya.
“I, ini benar-benar Park Jiyeon?” tanya Chanyeol tidak percaya terhadap apa yang dilihatnya. Ia melihat sosok gadis cantik dengan balutan gaun berwarna putih dan panjangnya setengah paha dan lengan baju panjang menutupi seluruh kulit lengannya. Tatanan rambut yang dijapit di belakang, sungguh sederhana namun terlihat sangat cantik.
“Hati-hati, Chanyeol-a. Dia adalah adikmu. Jangan sampai kau jatuh hati padanya,” kata Ken yang berjalan di belakang Jiyeon. Sedangkan Jiyeon malah terkikik geli.
Chanyeol mengelus dada, lega karena Jiyeon pulang dengan pakaian yang mengagumkan. “Sangat cantik, Jiyeon-a.”


Dua keluarga sudah datang. Acara pun dimulai dengan alur yang cepat karena dikhawatirkan akan bocor di kalangan wartawan. Banyak wartawan yang menyamar sebagai warga sipil dan sengaja lewat di depan kediaman Park untuk melihat suasana acara pertunangan itu.
Acara demi acara telah terlaksana dengan baik. Sekarang saatnya Leo dan Chorong bertukar cincin. Acara inilah yang paling mendebarkan. Tidak hanya Chorong, Jiyeon pun ikut tegang melihat kakaknya sebentar lagi bertukar cincin dengan Leo. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa setelah acara ini, ia akan menjaga jarak dengan Leo karena namja itu adalah calon kaak iparnya.
Leo dan Chorong telah memegang cincin masing-masing dan siap dilingkarkan di jari manis pasangannya.
“Baiklah, nona Park Chorong, silahkan Anda ulurkan tangan kiri dan tuan muda Jung silahkan melingkarkan cincin di jari manis nona Park.”

Suasana berubah tegang. Chanyeol sangat berharap pertunangan itu batal dan Jiyeon menggantikan Chorong di depan sana.
“Maaf, cincin ini bukan untuk Park Chorong melainkan untuk….” Leo mencari sosok gadis yang seharusnya menjadi tunangannya malam ini.
Chanyeol sedikit lega. Akhirnya Leo mau menuruti keinginannya yang sesuai dengan kebenaran perjanjian tempo dulu.
Chorong resah. Ia meremas gaun cantiknya sendiri. “Apa maksudmu?” tanya Chorong yang mencoba mencari tahu maksud kata-kata Leo tadi.

Leo telah menemukan gadis yang berhak mendapatkan cincin itu. Ia tersenyum tipis waktu melihat gadis itu. “Cincin ini seharusnya melingkar di jari manis Park Jiyeon, bukan Park Chorong.”
Semua tamu yang datang kaget bukan kepalang atas pengakuan Leo. Jelas-jelas acara itu adalah pesta pertunangan Leo dengan Chorong. Namun kenyataannya Leo malah lebih memilih Jiyeon dibanding Chorong.
‘Setidaknya aku tidak menikah dengan orang yang menghancurkan cintaku di masa lalu,’ batin Leo.

Chanyeol meminta Jiyeon maju ke tempat Leo dan Chorong berdiri. Adik kesayangannya itu ragu untuk melangkah.
“Oppa, kenapa jadi begini?” Jiyeon bingung sekali.
Chanyeol tidak berniat menjawab pertanyaan Jiyeon. Ia malah menarik lengan Jiyeon agar adiknya segera berdiri di depan Leo.
Jiyeon tidak ingin melangkahkan kakinya lebih jauh. Ia menoleh ke arah Ken yang menatapnya tanpa kedip. ‘Bagaimana aku bisa menjalani dua hubungan sekaligus?’ batin Jiyeon galau.

Jiyeon telah berdiri di depan Leo dan menggeser Park Chorong yang menahan malu. Putri pertama tuan Park itu berlari ke dalam rumah dengan beribu malu menghinggapi dirinya. Leo telah berhasil membuatnya dipermalukan di depan umum.
Dengan keyakinan penuh, Leo melingkarkan cincin cantik yang dipegangnya pada jari manis milik Jiyeon. Cincin itu pas sekali di jari manis Jiyeon dan terlihat sangat cantik.
“Malam ini kau sangat cantik, Jiyeon-a,” bisik Leo yang sukses membuat Jiyeon merinding.
Jiyeon menundukkan kepalanya, menahan malu di hadapan banyak orang. Tiba-tiba Leo memegang dagu Jiyeon dan mendongakkan kepala tunangannya agar wajah mereka saling berhadapan dan mata saling menatap.
Jiyeon meremas jari jemarinya, gugup dan takut mengecewakan Ken. Tak lama setelah Leo berhasil membuat Jiyeon mengangkat dagunya, Leo mendekatkan bibir seksinya pada bibir  mungil Jiyeon yang merah semerah buah delima.
Bibir Leo berhasil melumat singkat bibir Jiyeon. Sedangkan Jiyeon berdiri tegang dengan bibir bertaut mesra.
“Inikah yang dinamakan cemburu?” gumam Ken menyaksikan adegan ciuman itu dengan hati teriris.


Keesokan harinya, rumor yang beredar sangat berbeda dari rumor yang kemarin. Pihak keluarga Jung, keluarga Park dan agensi milik presdir Choi berhasil mengelabuhi khalayak publik. Mereka mengatak kepada publik bahwa pertunangan Leo dan Chorong dibatalkan karena urusan perusahaan yang semakin rumit. Ditamba lagi, Leo tidak siap melanjutkan estafet kepemimpinan di perusahaan keluarganya.
Seiring dengan beredarnya rumor tentang hubungan Ken dan Jiyeon. Keduanya dikabarkan tengah terlibat hubungan asmara saat Jiyeon mulai bekerja di kantor agensi yang menaungi Ken. Mendengar kabar tersebut, Chanyeol dan Leo geram karena Jiyeon adalah tunangan sah Jung Taekwon.

“Ken!” panggil Leo saat mereka tiba di tempat parkir kantor agensi.
Ken membalikkan badan setelah ia menyadari kalau Leo lah yang memanggilnya. “Ada apa, Hyung?” tanya Ken datar dan polos.

Bruk!
Tiba-tiba Leo melayangkan tinjunya ke arah Ken, tepat mengena pada sasaran yaitu wajah tampan seorang Lee Jaehwan. Bibir Ken langsung bengkak dan sedikit berdarah. Ia pun meringis kesakitan.
“Hyung, aku bisa melaporkan ini ke polisi,” ancam Ken serius.
Leo menarik kerah hem Ken dan mendekatkan wajahnya dengan namja berhidung super mancung itu. “Oh ya? Lalu perbuatanmu itu apa? Aku bisa saja membongkarnya di depan fansmu kalau itu semua hanya rekayasa.”
Ken sama sekali tidak takut pada ancaman Leo. “Lakukan saja. Dengan begitu, kau bisa membongkar kebusukanmu juga, Hyung. Kau bisa membongkar rahasia pertunanganmu dengan Jiyeon. Kau tahu siapa korban dari ini semua nantinya? Jiyeon, Hyung. Jika kau melakukan itu, Jiyeon akan dicap sebagai wanita murahan karena dia dianggap telah mempermainkan kita berdua. Rencana tentang rumor kami sudah diputuskan kemarin siang. Pertunanganmu itulah yang tidak masuk akal. Kau… gemar mempermainkan gadis-gadis.”
Bruk!
Tinju kedua berhasil membuat tubuh Ken terjatuh ke lantai.
“Ya, setelah itu kau meninggalkan mereka begitu saja. Lihat apa yang terjadi pada Irene! Kau telah meninggalkannya karena Park Chorong. Sekarang kau meninggalkan Park Chorong karena Jiyeon. Berikutnya siapa yang akan membuatmu meninggalkan Jiyeon?”
Leo terdiam. Ia baru sadar kalau selama ini dirinya telah mempermainkan perasaan wanita meski tidak sengaja.
“Apakah kau bisa berjanji padaku kalau kau akan membahagiakan Jiyeon selamanya? Bisakah kau berjanji padaku untuk menikahinya?”
Lagi-lagi Leo terdiam.
“Kau pasti tidak akan sanggup melakukannya karena kau tidak mencintai Park Jiyeon. Di hatimu hanya ada Irene, kan? Akui saja itu, Hyung. Aku… tidak akan membiarkan kau menyakiti Jiyeon. Ingatlah kalau aku adalah kekasih Jiyeon meski hanya pura-pura. Tapi aku yakin bisa membuatnya bahagia di dunia fakta. Aku… akan membahagiakan Jiyeon.”
Ken bangun dari duduknya kemudian berdiri dan meninggalkan Leo seorang diri.

“Kau benar, Ken. Kau memang selalu dapat membaca pikiranku,” lirih Leo.

Tbc

Advertisements

7 thoughts on “More Than Alteration [Chapter 5]

  1. Leo jga plin plan
    Cinta am irene tp manfaatin jiyeon buat jauhin Chorong
    Kesel deh
    Ksihan ama jiyeon
    Kapan tuh anak bhagia

  2. Horeee jiyeon tunangan dengan leo,,, apa yang akan corong lakukan setelah dipermalukan jangan sampai menyakiti jiyeon

  3. tetap yg jadi korban jiyeon,ah pelindung yg sebenarnya itu ken,chanyeol,yg lain pada egois..
    q kira jiyeon nolak waktu leo mau tunangan dgnya,soalnya lebih baik menghindar dan lebih mementingkan ken..

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s