He&She

seyofx-copy1

Scriptwriter: seyofx| Title: HE&SHE | Main Cast:

Park Chanyeol as Chandra Hirawan

Son Wendy as Claire Tandiono

Kim Jongin as Andrian Januari

Kang Seulgi as Sagita Edith

Xiumin as Raditya Sugiono

| Genre: campus life, romance, drama, slice of life, friendship| Rating: teen | Lenght: chaptered | Disclaimer: This story is my own. Don’t be a plagiator. Be a good readers. ALERT! This fanfiction is a LOCAL VERSION. Don’t forget to like and comment ^^ and give me some feedback

Poster by #ChocoYeppeo’s Design

Vancouver, 17 Januari 2015

 

Aku mengalungkan syal tebal berwarna peach kesukaanku di leher. Perjalanan kali ini adalah perjalanan terpanjang yang akan aku alami di hidupku. Perjalanan ini pun juga akan menjadi lembaran baru di hidupku. Saatnya aku bangkit dari kesedihan yang sudah berlarut-larut. Kali ini aku harus lebih terbuka, aku harus kembali dengan senyuman yang sudah lama hilang akhir-akhir ini.

Lalu aku membuka notebook milikku. Nama panjangku tertulis di halaman depannya

Clarrisa Diane Ryder

Aku menghapus tulisan nama tersebut. Lalu aku mengambil pensil dan mulai berpikir untuk nama baru yang akan aku pakai nanti.

“Claire, Claire Tandiono. Bagus juga” Gumanku pelan

 

Jogja, 17 April 2015    

       

AUTHOR P.O.V

Kalau bukan karena Gigi, Chandra pasti udah langsung pulang ke rumahnya karena dia benar-benar capek dan ingin langsung tidur. Tapi sialnya saat berjalan ke parkiran motor ia membuka group chat dan membaca pesan kalau Gigi lagi BM (banyak mau) makan tahu bakso pake nasi di café angkringan tempat biasa Chandra dan teman-temannya berkumpul

Dan parahnya, Gigi punya aplikasi pelacak silent reader di group.

Karena itulah Chandra langsung mengendarai motornya menuju café, karena dia tahu kalau teman-temannya pasti bakal langsung berangkat untuk menghindari ngambeknya Gigi.

“Parah, Cuma di tempat ini  nasi gorennya enak banget!” pekik Gigi ceria

“yayaya terserah, gi. Cepat habisin itu makannya, gua ngantuk mau tidur.” Keluh Andrian

“ya ampun dri, ini masih jam 9 toh. Biasanya kamu kan ngalong.” Kata Radit sembari melihat jam tangannya

“Gua capek abis ngurus event fakultas. Gak jelas emang panitianya, selalu aja ngaret. Kan gua jadinya capek nunggu.”

“Berisik dri. Kan kamu udah kebal kalau berhubungan tentang ‘tunggu-menunggu’!” timpal Chandra yang disusul tawa dari teman-temannya

Chandra, Gigi, Radit, dan Andrian. Mereka adalah 4 sahabat yang sudah dekat sejak awal orientasi di kampus mereka, UGM. Semua berawal dari Gigi yang diusili oleh kakak tingkatnya karena Gigi lupa membawa barang adat individu. Gigi pun disuruh kakak-kakaknya untuk mencari orang-orang yang memakai sepatu vans hitam. Dan kebetulan Chandra, Radit, dan Andrian yang ditemui Gigi. Berkat mereka, Gigi berhasil lolos dari keusilan kakak-kakak tingkatnya. Dan semenjak itulah mereka dekat, ditambah lagi Gigi dan Andrian berasal dari luar kota dan tidak punya teman satu sekolahan sama sekali di UGM. Berbeda dengan  Chandra dan Radit yang asli penduduk Jogja tetapi beda sekolah.

Chandra Hirawan alias Chandra. Adalah mahasiswa jurusan Ekonomi dan Bisnis UGM. Chandra termasuk pintar karena ia bisa masuk UGM lewat jalur undangan, selain itu juga dia penerus usaha ayahnya karena itulah ia mengambil jurusan bisnis. Tapi Chandra terkenal karena jangkung dan pemalasnya. Ke kampus aja modalnya hanya tas ransel hitam favoritnya, buku tulis, dan 1 pulpen hitam yang tintanya mulai habis!

Andrian Januari. Andrian berasal dari Jakarta, diantara yang lain hanya dia yang berbicara dengan bahasa ‘gua-elu’ padahal yang lain sudah memancingnya untuk berbicara ‘aku-kamu’. Dulu Andrian bandel di sekolah, pernah merokok dan hobi membolos. Tetapi ia berubah setelah memasuki tahun akhir di sekolahnya, dia berhenti merokok, mulai rajin belajar dan akhirnya ia berhasil mendapat tiket menjadi mahasiswa UGM jurusan sastra Jepang. Alasan Andrian memilih sastra Jepang pun unik, “gua pengen ngobrol sama komikus anime favorit. Udah itu aja.” Itulah alasannya. Dia juga di cap playboy angkatan.

Sagita alias Gigi. Satu-satunya perempuan diantara mereka. Gigi termasuk anak yang rajin, dia adalah mahasiswa jurusan psikologi. Karena dia perempuan satu-satunya dan anak psikologi, dia lah yang menjadi pemberi nasehat untuk teman-temannya. Gigi terkadang suka ngidam dan harus dituruti, kadang juga teman-temannya sebal dengan Gigi tetapi jika mereka melihat Gigi menunjukkan ‘puppy eye’-nya, kekesalan mereka pun sirna.

Terakhir, Raditya Sugiono. Sebenarnya dia asli Jawa Timur tapi sejak SMP ia tinggal di Jogja, jadi terkadang bahasa jawa Jogja dan Surabaya nya tercampur-campur. Radit memiliki wajah jawa asli (kata teman-temannya sih dia jawa manis) dan hanya Radit yang berani terang-terangan kalau dia suka boyband Korea seperti EXO, dan dia pun juga suka Red Velvet dan Choi Sulli.

“Gi, katanya kamu mau bicarain sesuatu.” Kata Chandra sembari membaca notif di handphonenya

“oh iya, aku mau kasih tahu kalian. Kalau café yang ada di lantai bawahnya rumah Chandra bakalan dibuka lagi” kata Gigi

Chandra terkejut, “serius? Kata ayah, café itu udah ditutup karena pemilik asli cafenya enggak urus café itu lagi. Makanya ayah bisa dapat ‘apartemen’ untukku di lantai atas café.”

“Serius, Chan. Kok malah aku duluan ya, yang dapet informasinya duluan?-_-“ kata Gigi

“kurang update banget deh Chan. Makanya jangan sibuk di BEM mulu.” Kata Andrian sambil memakan roti bakar pesanannya

“terus, yang urus cafenya nanti sopo?” Tanya Radit

“anak pemiliknya. Jadi, anaknya nanti bakal urus café dan tinggal di tempatnya Chandra. Kan lantai 2-nya Chandra kayak ada 2 apartemen kan? Yang satu ditempatin Chandra, satunya lagi ditempatin sama dia. Dan katanya Chandra juga dapet kerjaan di cafenya jadi barista, gara-gara ayahnya Chandra bilang kalo Chandra jago bikin makanan hits sama kopi, dan Chandra pun juga bisa membantu anak pemilik itu karena Chandra kan anak bisnis.” Jelas Gigi

“hah serius? Kok ayah enggak kabarin dulu ya?! Duh, aku enggak mau ngurus begituan, cukup BEM aja yang bikin sibuk.  Males.” Kata Chandra kesal

“tapi lumayan lho, Chan. Keuntungan café nanti bisa dibagi dua buat kamu. Dapet gaji, jadi bisa buat jajan atau beli buku tulis baru gantiin buku tulis SIDU milik kamu yang mulai menguning.” Ledek Radit

“gua setuju sama Radit. Kalo gua jadi elu, gua bakal kerja dan dapet gaji. Jadi bisa ajak gebetan jalan setiap hari.”

“YEUUUUU” ucapan Andrian tadi dibalas dengan sorakan Gigi dan Radit

“ah males deh kerja kayak gitu. Toh BEM juga kalo eventnya surplus bisa dapat uang.”

“tapi lumayan loh Chan, bisa dapat duit. Apalagi katanya anak pemiliknya itu bule dan masuk jurusan psikologi juga, jadi aku ada teman baru cihuy.” Sahut Gigi

“ah pusing deh, udah Gi cepat habisin makanannya, apa perlu aku bantu habisin?” Chandra

“Eh Eh enggak perlu!” Gigi langsung menghabiskan makanannya

“jangan alihin pembicaraan deh Chan. Sekarang face the fact aja, kalo kemungkinan elu gabakal bisa aktif banget di BEM dan enggak bisa jadi ketua BEM nanti.”

Ucapan Andrian itu seketika terngiang-ngiang di telinga Chandra. Bahkan selama perjalanan pulang ucapan Andrian itu membuat Chandra berpikir terus menerus

Andrian bisa saja benar

Aku sangat diandalkan kakak-kakak senior di BEM. Apa jadinya kalau tidak ada aku?

Apalagi aku digosipkan akan dicalonkan sebagai ketua BEM?

Tapi, aku tidak ingin banget sih jadi ketua BEM!

Tapi…aku ingin

Ah Sudahkan Chandra! Fokuslah menyetir!

Chandra langsung mengendarai cepat motornya ke rumahnya. Sampai disana, ia memarkirkan motornya di depan rumah dan masuk ke dalam. Lantai satunya memang bekas café, café bergaya minimalis yang nyaman untuk ditempati. Apalagi cafe ini berhadapan langsung dengan jalanan sehingga memberikan efek ‘Sidetown café’ ala luar negeri. Lantai satu memang berdebu karena Chandra malas membersihkannya. Ia berjalan menaikki tangga dan membuka kunci ruangannya.

Sebenarnya ruangan ini dibilang kamar pun juga tidak bisa karena terdapat dapur kecil, ruang TV dan pemandangan kota Jogja dari jendela berukuran sedang membuat ruangan ini berbeda. Gigi menyebut ruangan ini adalah apartemennya Chandra. Chandra cukup setuju dengan pendapat gigi. Selama ia kuliah, ia hanya tinggal sendiri disini. Ayahnya tidak pernah menyewakan ruangan yang berada di sebelah Chandra untuk dijadikan kost atau sejenisnya

Disini tempat dia tenang. Dengan berbekal secangkir caramel macchiato hangat, buku pelajaran, laptop yang berisi laporan BEM dan duduk di alas jendela membuat Chandra tenang dan mendapat inspirasi untuk mengerjakan tugas.

Sekarang, ia benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana kedepannya nanti. Sebentar lagi dia akan mendapat ‘roommate’ dan dia juga akan membagi waktunya untuk kuliah, BEM, dan bekerja. Dia ingin sekali marah ke ayahnya ketika ayahnya datang besok

“Sial. Kenapa sih pas lagi aktif-aktifnya BEM tiba-tiba dapat pekerjaan kayak gini?!”

Chandra mengerti, ayahnya sengaja menyuruh Chandra untuk bekerja agar uang untuk kebutuhan Chandra terpenuhi, dan juga Chandra sempat berpikir untuk menjadi Chef sekaligus pemilik sebuah resto. Tapi, bukan ini caranya. Ini bukan cara yang baik untuk membantu Chandra dalam menggapai cita-citanya

Chandra melihat post-it yang tertempel di kulkasnya. Ia mencabut post-it itu dan membacanya

Chandra, besok anak pemilik café datang. Kamu kan besok libur jadi bantu bersih-bersih café sama kamarnya. –ayah

Chandra menghela napas. Benar-benar merepotkan, sudah membuatnya pusing membagi waktu sekarang membuat Chandra jadi harus bersih-bersih segala. Jujur, Chandra benci sekali bersih-bersih. Chandra memutuskan untuk menelpon Andrian untuk membantunya besok, Radit tidak bisa membantunya karena Radit pergi ke Gathering fans Red velvet di Jogja City Mall.

“Serius Chan? Asik deh, bisa ketemu bule. Untung-untung kalo bulenya itu perempuan.” Itulah respon Andrian ketika Chandra menelponnya

“iya Dri, terserah kamu. Kalo kamu nanti naksir dia, ambil aja dia. Terus rayu dia buat berhentiin aku jadi karyawan di cafenya nanti.”

 

 

 

Author notes: Halo! makasih udah baca FF ini, jujur ini pertama kali aku coba bikin FF yang lokal vers dengan latar Jogja, biasanya aku ambil latar kalo enggak di Seoul ya kota-kota di luar negeri #cintaiprodukindonesia /? ngomong-ngomong ada yang org Jogja gak nih? coba kalian ksh saran ke aku aku latar tempat yang bagus untuk latar chapter berikutnya, dan ksh tau aku juga pas baca ini kalian bayanginnya latar-latar tadi dmn aja’-‘

Advertisements

One thought on “He&She

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s