EVIL ANGEL (Chapter 1)

EVIL ANGEL
[Chapter 1]

cantikagretha-copy

Starring EXO’s Oh Sehun, OC’s Yoo Yeon Hee

Amazing poster by #chocoyeppeo @indofanfictionarts

A supra-natural, science fiction, medical, thriller and romance fanfiction

Rated PG-15

Disclaimer :
All the cast belongs to God, but the plot’s mine. This fanfiction’s still in working progress, so be careful! There’s typos everywhere.

Cast detail :
Oh Sehun : 32, Neurosurgeon, a physician who specializes in the diagnosis and surgical treatment of disorders of the central and peripheral nervous system including congenital anomalies, trauma, tumors, vascular disorders, infections of the brain or spine, stroke, or degenerative diseases of the spine.

YooYeon Hee : 28, Cardiac (heart) surgeon, is one a specialization in the surgical field that is dedicated to treating heart conditions. Cardiac surgeons perform coronary artery, bypass surgery, heart transplants, valve replacements and repairs of congenital heart conditions.

Kim Junmyeon : 35, Ophtalmologic (eye) surgeon, is a surgical procedure performed on the eye or any part of the eye.

Park Jira : 30, Obstetrics and Ginecology surgeon, a physicians who possess special knowledge, skills and professional capability in the medical and surgical care of the female reproductive system and associated disorders, such that it distinguishes them from other physicians and enables them to serve as consultants to other physicians and as primary physicians for women.

Park Chanyeol & Byun Baekhyun : 32, General surgeon, is a physician who has been educated and trained in the diagnosis and preoperative, operative, and postoperative management of patient care. Surgery requires knowledge of anatomy, emergency and intensive care, immunology, metabolism, nutrition, pathology, physiology, shock and resuscitation, and wound healing.

.

.

.

.

Philadelphia, 1994
Di suatu malam yang dingin, semua orang tengah terlelap. Tidak terkecuali Janice Yoo, anak perempuan dari seorang dokter sekaligus ilmuwan terkemuka di dunia.

Saat itu pukul 01.00 pagi, ketika Janice terbangun dari tidurnya karena mendengar suara teriakan.

Daddy ? Why it’s so noisy ? I want to sleep“, teriak Janice dari kamarnya.

.

.

.

.

“I’m sorry, sweety”, ayah Janice (dr.Yoo) menatap tajam anak laki-laki yang baru saja berteriak tadi, “Can’t you be quiet? My daughter has to sleep.”
“I’ll be quiet. But please, let me go”, anak laki-laki yang diperkirakan berumur 10 tahun itu meronta-ronta minta dilepaskan.
“Don’t worry, little boy. I will letting you go after this”, dr.Yoo mengambil sebuah suntikan, mengisinya dengan sebuah cairan berwarna merah pekat dan menyuntikkannya pada anak laki-laki itu.
“Now, lets see”, dr.Yoo mengambil kursi dan duduk berseberangan dengan anak itu.
“Akkhh..”, anak laki-laki itu meringis, kepalanya terasa sangat pusing akibat dari suntikan tadi. Anak tersebut kembali berteriak, lebih tepatnya berteriak kesakitan.
“Ssstt.. shut up”, teriak dr.Yoo.
“Akkkhh… akkh”, seiring dengan teriakannya, mata anak itu berubah menjadi merah darah, guratan-guratan otot bermunculan di sekujur tubuhnya.
“Oh Lord”, dr.Yoo mengangakan mulutnya, “I don’t believe this.”
Dr.Yoo sungguh tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Setelah bertahun-tahun melakukan percobaan dan terus gagal, akhirnya ia berhasil membuat virus yang bisa mengubah manusia menjadi sejenis vampir.
Dr.Yoo mendekati anak tersebut dan hendak menyentuhnya, namun anak tersebut menghempaskan tubuh dr.Yoo ke tembok.
“Daddy!!”, Janice berteriak histeris melihat ayahnya yang tak sadarkan diri.
“Hi, sweety. Wanna play with me ?”, anak laki-laki itu mengeluarkan smirknya dan mendekati Janice yang bergetar ketakutan.
“Go away, Seth”, Janice menangis sejadi-jadinya sambil memeluk erat boneka teddy bear pemberian Seth.
Ekspresi ketakutan Janice membuat kesadaran Seth kembali. Mata dan tubuhnya berangsur-angsur normal. Seth menatap keadaan sekitarnya, ruang laboratorium yang sebelumnya tertata rapi dan bersih kini berantakan dan penuh dengan bercak darah yang berceceran di lantai. Itu darah dr.Yoo.
Mencium bau darah membuat insting vampir Seth kembali. Ia mendekati tubuh dr.Yoo, mencolek sedikit darahnya dan mencicipinya.
“Janice, run.. as fast as you can.. cause I’ll make sure to kill you if I catch you”, Seth melirik Janice dan menyunggikan smirk mematikannya, membuat gadis kecil itu langsung berlari pergi.
.

.

.

.
Seoul, South Korea, 2016
“Yeon Hee-yaa”, wanita bernama Yeon Hee itu menoleh ke sumber suara dan tersenyum, “Jira eonnie ?”
“Kapan kau kembali ? Mengapa kau tidak memakai seragammu ?”, ucap seorang dokter muda bernama Jira.
“Aku baru sampai tadi pagi. Seragamku ada di ruanganku, aku baru ingin mengambilnya, eonnie”, kata Yeon Hee.

Mereka kemudian berjalan menuju ruangan Yeon Hee dan saling bertukar cerita.
“Kau tahu ? Disana ada banyak-ouhh”, Yeon Hee menabrak seseorang dan terjatuh. Semua orang di lobby tersebut menatap ke arah Yeon Hee, tapi ia tetap berusaha berdiri pelan-pelan seakan tak terjadi apa-apa.
“Yak!! Kau–“, ucapan Yeon Hee terpotong ketika Jira menariknya mundur dan memintanya minta maaf pada orang yang ditabraknya tadi.
“Hey, kenapa aku harus meminta maaf?”, teriak Yeon Hee kesal.
Jira akhirnya maju selangkah dan membungkukkan badannya, “maafkan kami, sunbae. Kami akan lebih berhati-hati.”
Kesal, Yeon Hee menarik Jira kebelakang dan berdiri tepat di depan laki-laki tadi.
“I’m sorry, but who are you ? Are you a doctor or a head president, maybe ?”, tanya Yeon Hee.
“I’m Oh Sehun, the head president of this hospital”, jawab laki-laki bernama Oh Sehun itu.
“Eoh ? Really ? Uhm, let me tell you something, then. It’ll make you a little shock”, ucap Yeon Hee dengan sedikit gemas.
“I’m not going to fire you, but from now on I’m the head president of this hospital”, ucapan Yeon Hee membuat Sehun sedikit kaget, tapi ia berusaha untuk menutupi keterkejutannya itu.
“Aku sudah bilang persiapkan dirimu, kan ? Aishh.. kau pasti sangat terpukul, kan ? Tenang, kau bisa menempati posisi wakil”, Yeon Hee menepuk-nepuk pundak Sehun, sedikit memberinya support.
“Baiklah. Kajja, Jira eonnie, aku harus mengambil seragamku”, Yeon Hee menarik Jira pergi, meninggalkan Sehun yang mengepalkan tangannya erat.
.

.

.

.
Brakkkk..
Sehun membuka pintu ruangannya kasar dan itu membuat orang yang ada di dalamnya kaget.
“Sir”, orang itu membungkuk, namun Sehun menghempaskan orang tersebut ke dinding dan menarik kerahnya.
“Apa-apaan ini, huh ? Siapa wanita bernama Yeon Hee itu ?”, tanya Sehun geram.
“Yeon Hee, dalam surat wasiat Lee Sajangnim memintanya untuk menjadi kepala rumah sakit ini”, jawab orang tersebut.
“Lalu kenapa kau tidak bilang padaku?”, Sehun menatap orang tersebut tajam.
“Maaf, tuan Sehun”, ucap orang tersebut takut-takut.
“Uhm, begini saja, tuan. Kita biarkan dia memiliki jabatan ini, lalu kita jatuhkan dia perlahan-lahan dan rebut kembali posisinya”, Sehun terdiam. Ia terlihat berpikir.
Ia kemudian tersenyum dan menepuk-nepuk bahu asistennya itu, “Ide mu boleh juga, kita biarkan saja dia menjadi kepala rumah sakit, lalu kita jatuhkan dia perlahan-lahan dan whooshh..”, Sehun menyunggingkan senyum liciknya, “aku akan kembali menjadi kepala rumah sakit ini.”
.

.

.

.
-In front of OR Asan Medical Centre-
“Kau yakin akan melakukan operasi ini, Yeon Hee-ya ?”, tanya Jira.
“Ne, eonnie. Tenang saja, aku sudah terlatih”, Yeon Hee menepuk-nepuk tangan Jira, berusaha membuatnya tenang.
“Ini operasi perdanamu disini, pastikan semuanya benar, arra ?”, ucap dr.Park.
“Ne, Chanyeol sunbaenim!!”, teriak Yeon Hee.
“Dr.Yoo, semuanya sudah siap”, ucap salah satu perawat.
Yeon Hee mengangguk, “baiklah. Doakan aku ya ?”, Yeon Hee pun masuk ke dalam ruang operasi. Lampu berwarna merah menyala, itu artinya operasi siap dimulai.
“Semoga saja Yeon Hee berhasil”, gumam Jira.
Chanyeol merangkul pundak Jira dan berusaha menenangkannya, “Tenang saja chagiyaa, aku tahu Yeon Hee, dia sangat terlatih.”
.

.

.

.
-Inside OR Asan Medical Centre-
Yeon Hee sudah memakai baju operasinya, masker serta penutup kepala. Sebelum operasi ia memimpin tim dokternya untuk berdoa.
“Kim Yunsik, 50 tahun, akan menjalani operasi jantung by pass tertanggal 6 April 2016. Operasi dipimpin oleh dr.Yoo Yeon Hee dan Tim Alpha sebagai pendamping. Semoga Tuhan beserta kita”, ucap Yeon Hee.
“Baiklah. Kita mulai. Ambilkan pisau”, seorang dokter residen memberikan pisau ke tangan Yeon Hee.
Yeon Hee mengambil pisau tersebut dan mulai membuat sayatan sepanjang 10 inchi. Ia kemudian memisahkan tulang dada agar dapat melihat letak jantung dan aorta.

Yeon Hee memperhatikan pembuluh darah jantung dengan saksama, terjadi penyempitan disana. Itulah mengapa harus dilakukan cangkok pembuluh darah agar darah dapat mengalir dengan lancar.
“Dr.Yoo, arteri mana yang lebih baik untuk dicangkok? Dari paha atau dada?”, tanya salah seorang residen.
“Aku tidak ingin ambil resiko. Lebih baik kita ambil Internal Thoracic Artery,” jawab Yeon Hee. Ia segera melakukan sayatan lagi di daerah antara tulang rusuk di dada pasien.
(Internal Thoracic Artery : biasa dikenal dengan Arteri Mammaria Interna, adalah pembuluh darah arteri di bagian dada yang mengalirkan darah ke otot-otot tubuh. Penggunaan arteri ini untuk pencangkokan dianggap lebih efisien karena salah satu ujungnya sudah terhubung dengan aorta, sehingga dokter tinggal menjahit ujung yang satunya lagi)
Yeon Hee kemudian melakukan proses pencangkokan arteri, menjahit sisi arteri yang satunya dan setelah semuanya selesai, ia kembali menyambungkan tulang dada pasien yang tadi dipisahkan.
“Jaehyun-ssi, tolong tutup sayatannya ya”, ucap Yeon Hee pada Jaehyun, salah satu residen yang ada disana.
Setelah 2 jam bergelut dengan jantung pasien akhirnya operasi dapat selesai dengan hasil yang memuaskan. Tidak ada tanda-tanda buruk di vital pasien.
Yeon Hee keluar dari ruang operasi dengan peluh yang bercucuran. Keluarga Kim Yunsik telah menunggunya sejak tadi, “bagaimana operasinya, dokter ?”
“Berhasil. Semuanya berjalan lancar”, ucap Yeon Hee sambil tersenyum.
Keluarga Kim Yunsik sangat bersyukur, mereka sangat berterima kasih pada Yeon Hee dan mereka merasa berhutang budi pada Yeon Hee.
Jira yang sudah menunggu dari tadi segera memeluk Yeon Hee dan menepuk-nepuk pundaknya.
“Kau berhasil, adik kecil”, ucapan Jira membuat Yeon Hee tersenyum. Eonnie nya yang satu ini memang sangat baik padanya, bahkan Jira sudah menganggap Yeon Hee seperti adiknya sendiri.
Dari kejauhan, terlihat seorang laki-laki yang kesal akan keberhasilan operasi tersebut. Ia menggenggam ujung jas dokternya kuat, menandakan kemarahan yang amat sangat.
“Yeon Hee”, gumamnya, “Kau boleh senang sekarang. Tapi lihatlah apa yang akan terjadi nanti.”

TBC

Author notes : Setelah memikirkan alur dan konsep, akhirnya aku memutuskan untuk menulis judul fanfiction baru, EVIL ANGEL.
Medical. Kenapa aku milih genre medical untuk ff ini ? Bukan kok. Bukan karna aku mau jadi dokter, sempet sih mau jadi dokter tapi ga jadi. Intinya, aku dapet banyak banget pelajaran selama nulis ff ini.
Please support and give so much love to this fanfiction guys❤

Sincerely,
Gretha

Advertisements

7 thoughts on “EVIL ANGEL (Chapter 1)

  1. Aku juga mikirnya Seth itu sehun Dan Janice itu yeon her tapi kok mereka jadi gak kenal gitu, ya? Apa efek dari suntikan itu, ya?
    Pokoknya, ditunggu ceritanya selanjutnya^^

  2. lanjut kak….
    yoo yeon hee dan janice yoo itu orang yg sama kah?
    dia anak dari dr.yoo yg trbunuh oleh vampir kecil dlu ya?
    dan sehun kah vampir itu?
    penasaran bgt nih ma lanjutannya.
    ditunggu ya 🙂

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s