[Freelancer] Wait For Me

ha

 

Wait for me

 

Main cast : Kim Taehyung (BTS)

Sujeong (Lovelyz)

Genre : romance

Length : Onsehoot

Rating : general

 

Setiap orang pasti memiliki hal yang tidak disukai dalam hidupnya. Entah itu terhadap perlakuan, benda atau semacamnya yang membuat mereka tidak mood melakukan apapun. Tapi mungkin semua orang tidak akan pernah suka dengan ‘menunggu’.

Hal yang paling menyebalkan sekaligus dibenci banyak orang. Siapa yang suka dengan menunggu sesuatu, apalagi dengan waktu yang lama. Orang pasti berpikir lebih baik melakukan hal hal lain dibanding harus menunggu lama.

 

Tapi menunggu bisa menjadi salah satu tes yang paling ampuh untuk menguji sifat seseorang. Meski tak banyak dari mereka yang menyukai itu, tapi terkadang dengan ‘menunggu’ akan terlihat bagaimana sifat seseorang. Mungkin juga tidak hanya soal sifat, melainkan juga tentang perasaan.

 

Seperti yang sedang dialami Sujeong. Gadis cantik dengan rambut cokelatnya yang panjang itu tengah duduk manis di bangku panjang, sendirian. Dia sedang diuji. Menunggu seseorang yang sudah sangat lama tidak bertemu dengannya lagi. Bahkan sebelum orang itu pergi, dia sama sekali belum beratatap muka dengan Sujeong lagi. Sujeong sampai hampir lupa bagaimana wajah orang yang sedang ditungguinya itu. Tapi ingatannya masih kuat, dimana tiga tahun yang lalu saat Sujeong pertama kali bertemu dengan orang itu.

 

………………………………………………………………

 

Ketika itu, malam hari. Dimana Sujeong sedang menikmati buku bacaannya tentang tata Negara kerajaan. Buku itu sudah dibacanya berkali-kali. Tapi Sujeong masih sering lupa dengan sesuatu yang penting dalam buku itu. Selain itu dia juga ingin melatih daya ingatnya. Lima tahun berjalan, setelah kejadian yang mengenaskan dalam hidupnya. Yang merenggut nyawa kedua saudara laki-laki yang dicintainya. Beruntung Sujeong selamat dalam kecelakaan maut waktu itu, meski akhirnya dia kehilangan ingatannya sejak hari itu.

Semua orang begitu mengkhawatirkan keadaan Sujeong saat itu. Tak hanya ayah dan ibunya, tapi seluruh lapisan masyarakat di tempat kelahiran Sujeong. Orang-orang berpikir, setidaknya masih ada satu keturunan Kerajaan Korea yang masih hidup. Bahkan mereka salalu berdoa untuk kesembuhan putri Kerajaan Dinasti Chuseon itu. Dan hari berganti hari sampai di umurnya yang ke 19 tahun, dia mulai bisa mengingat banyak hal.

Meski ternyata terapi selama lima tahun itu ternyata cukup memberatkannya, tapi Sujeong tak pantang menyerah. Dia sering melatih daya ingatnya dengan membaca sejarah tentang keluarga kerajaan dan tata negaranya.

 

Malam itu dia benar-benar ingin menghilangkan penyakit lupa ingatannya dengan mmebaca buku tua itu dengan sungguh-sungguh. Lalu, pelayan kerajaan masuk kedalam kamarnya dan menyuruhnya untuk menemui seseorang di ruang tamu kerajaan. Awalnya Sujeong benar-benar menolak, tapi mendengar itu pasan dari ayahnya, dia tak berani berkomentar. Sujeong segera keluar dari kamarnya dan menemui seseorang yang diminta ayahnya itu.

Putri keturunan Kerajaan Korea itu melihat ayah dan ibunya yang duduk, seketika langsung berdiri, bermaksud menyambut kedatangan Sujeong. Raja dan sang Ratu lalu memperkenalkan putrinya pada keluarga orang paling penting di Negara itu, beserta putranya juga. Putra dari Presiden terbaik Korea. Laki-laki itu membungkukkan badannya kearah Sujeong.

“Selamat malam tuan putri, namaku Kim Taehyung. Senang bertemu denganmu.”

 

 

Sejak malam itu mereka sering bertemu. Secara tidak sengaja. Banyak pertemuan pejabat Negara dengan staff Kerajaan. Jadi mereka lalu bertemu begitu saja, tanpa skenario. Dari awal melihat tuan putri, Taehyung memang sudah menaruh hati dengan gadis cantik itu. Tapi begitulah Taehyung, dia tidak dengan cepat mengungkapkan perasaannya pada sang tuan putri. Lagipula putra presiden itu berpikir, akan lebih baik jika mereka saling mengenal satu sama lain dulu, bersikap terburu-buru terdengar tidak baik.

Berbeda dengan Sujeong, dia tak merasakan apapun saat bertemu Taehyung. Biasa saja. Yang Sujeong tahu dia harus menghormati laki-laki itu karena dia putra Presiden terbaik Korea. Dan Sujeong juga harus mengakui bahwa Taehyung memiliki penampilan yang menarik. Sujeong sempat berpikir, mustahil jika Taehyung sedang tidak bersama seorang gadis. Laki-laki itu lebih tua darinya, jadi mungkin saja Taehyung sudah memiliki calon untuk pendamping hidupnya nanti. Jadi sang putri ini merasa dia harus bisa menjaga jarak dengan putra presiden.

Selama sering bertemu, banyak yang mereka lakukan. Tak hanya membahas soal permasalah masyarakat Korea yang juga harus ikut mereka selesaikan. Tanpa alasan, Taehyung sering berkunjung ke Kerajaan. Jika ingin bertemu, maka dia akan meminta pelayan untuk memanggil Sujeong dan setelahnya mereka akan membuat banyak percakapan di ruang tamu kerajaan atau di taman belakang kerajaan. Jika hanya ingin melihat, maka dia akan meminta pelayan untuk merahasiakan kedatangannya kepada Sujeong dan hanya melihat dari jauh apa saja yang dilakukan Sujeong. Dan dengan itu, entah selalu membuat Taehyung merasa senang.

Pernah suatu hari, saat Taehyung kembali berkunjung ke Kerajaan, Sujeong mulai merasa aneh dengan sikap Taehyung padanya. Taehyung jadi sering berkunjung. Bukan, Sujeong saja yang sebenarnya baru sadar jika Taehyung memang suka pergi ke Kerajaan untuk menemuinya. Seperti saat itu, akhirnya Sujeong memberanikan diri bertanya pada putra presiden yang tampan itu.

 

“apa yang membuatmu datang kemari, putra kehormatan?”

“tidak ada.” Jawab Taehyung singkat. Memang tidak ada yang penting, dia hanya ingin bertemu dengan Sujeong. Alasan yang sederhana.

Sujeong merenung sebentar. Mencoba mengingat-ingat terkahir kali apa yang mereka bicarakan. Mungkin saja saat itu ingatannya sedang tidak baik, jadi dia lupa mengatakan apa yang membuat Taehyung akhirnya datang ke Kerajaan tanpa alasan.

Menyadari itu, Taehyung tersenyum sendiri. Dia bisa memahami, mungkin Sujeong masih belum bisa mengerti maksud kedatangannya. Dia tidak menyangka, ternyata tuan putri itu memiliki sisi polos juga.

“tidak biasanya kau bertanya seperti itu tuan putri.”

“maaf, hanya saja aku merasa aneh. Kau jadi sering menemuiku, padahal tidak ada hal penting yang harus dibicarkan.”

“anggap saja sebagai kunjungan teman, tuan putri”. Bagi Taehyung, kata ‘teman’ sepertinya bisa menjadi alasan yang paling mudah diterima untuk Sujeong.

 

Kali ini Taehyung meminta Sujeong untuk mengajaknya berjalan-jalan mengelilingi isi kerajaan. Taehyung sebenarnya memang penasaran seperti apa isi Kerajaan Korea yang bangunannya sudah modern itu. Kerajaan itu benar-benar berbeda dengan rumahnya yang dia pikir itu sudah cukup besar. Ternyata kerajaan ini jauh lebih besar, luas dan begitu mewah. Setiap ruangannya terdapat banyak ukiran di dinding yang begitu detail. Seperti di dongeng-dongeng, Kerajaan Korea memang sangat mengagumkan. Taehyung benar-benar merasa beruntung, bisa berkeliling ke dalam Kerajaan ditemani sang putri cantik.

Ketika mereka asyik berkeliling, satu buah foto lalu menarik perhatian Taehyung. Foto itu dipigora dengan ukuran besar yang hampir menutupi satu sisi dinding penuh. Dalam foto terdapat satu pria yang duduk di tengah, lalu di sebelah kanannya ada wanita cantik yang terlihat begitu serasi dengan sang pria. Ah benar, itu sang Raja dan Ratu. Di belakang mereka ada dua lelaki dan satu perempuan yang berdiri diantara dua lelaki itu. Dua lelaki itu pasti sang pangeran, dan perempuan itu tentu saja gadis yang sekarang berdiri berdampingan dengan Taehyung.

Melihat itu, tiba-tiba saja Taehyung merasa sedih. Dia tahu apa yang terjadi pada keluarga kerajaan dulu. Siapa yang senang mendengar berita kematian dua pengeran Kerajaan Korea. Taehyung masih ingat bagaimana dia bermain denga dua pangeran itu semasa kecil. Hanya sebentar, setelah itu mereka jadi jarang bertemu. Dan mendengar berita na’as itu membuat Taehyung sedih.

“aku turut berduka atas kematian saudaramu.”

Sujeong sama sekali tidak menjawab. Gadis itu rasanya tidak bisa bicara. Sudah lama sekali dia tidak melihat wajah kedua saudara kesayangannya. Jadi tuan putri itu memperhatikan wajah kedua kakaknya lamat-lamat. Taehyung yang merasa aneh dengan sikap Sujeong yang diam saja, lalu menoleh kearah tuan putri. Memastikan jika sang putri masih baik-baik saja.

“ya tuhan, aku hampir lupa bagaimana wajah kakak-kakakku.” Sujeong menyunggingkan sebelah bibirnya. Berusaha terlihat baik-baik saja. Setidaknya dia masih bisa melihat wajah kedua kakaknya meski hanya di foto.

“aku benar-benar sedih mengetahui saat mereka tiada.”

“aku tahu kau berteman dengan mereka dulu. Doakan saja, aku yakin mereka pasti berada ditempat yang baik.”

Taehyung tersenyum. Tanda menyanggupi permintaan sang tuan putri. Tiba-tiba Taehyung sadar akan apa yang dikatakan Sujeong tadi.

Lupa.

Taehyung tahu semua tentang Sujeong. Termasuk tentang bagaimana dia menjalani terapi untuk menghilangkan penyakitnya. Lalu dia hampir lupa tentang kakak-kakaknya? apa Sujeong masih sakit?.

“kau baik-baik saja kan?”

Sujeong tersenyum pada Taehyung. Tanpa perlu banyak membuat perkiraan, Sujeong mengerti jika Taehyung mungkin saja tahu mengenai penyakitnya. Semua orang tahu, tak terkecuali. Dan entah, ada perasaan sedikit senang dalam diri Sujeong saat mendengar pertanyaan Taehyung dengan nada bicaranya yang khawatir.

“ingatan ku sudah sedikit pulih. Banyak yang kukerjakan akhir-akhir ini. Aku sampai jadi sedikit kesusahan mengingat wajah tampan kakak-kakakku.”

Mendengar itu Taehyung lalu bernafas lega. Dia senang jika Sujeong memang dalam keadaan baik.

“meski begitu, daya ingat ku harus sering dilatih. Kau tahu kan, jika barang rusak, mungkin memang masih bisa diperbaiki. Tapi tak ada barang yang bisa kembali baik seperti semula. Sama seperti ingatanku. Jadi aku harus sering melatih daya ingat ku agar bisa kembali baik, meski sepertinya tak semuanya akan kembali.”

Taehyung yang mendengar itu, menjadi iba pada Sujeong. Ia menatap gadis itu lekat-lekat. Dalam hatinya dia ingin menjaga gadis ini. Dan apa mungkin dia akan melupakannya juga?

“………………….akan lebih mudah mengingat seseorang jika sebelumnya melakukan sesuatu yang membuatku senang. Banyak kenangan kedua kakakku yang membantu agar aku selalu mengingat mereka.”

 

 

Seharian penuh Taehyung memikirkan kata-kata Sujeong. Taehyung ingin agar Sujeong selalu ingat padanya. Melakukan sesuatu yang membuatnya senang? Apa selama ini berkunjung ke Kerajaan untuk menemui Sujeong tidak membuatnya senang? Tentu saja tidak. Itu perlakuan yang terlalu biasa untuk ukuran seorang tuan putri dengan penyakit lupa ingatannya yang masih harus terus dilatih.

Jadi malam ini, saat pertemuan rutin keluarga pejabat Negara dengan keluarga Kerajaan di gedung mewah di pusat kota, Taehyung kembali bertemu dengan Sujeong. Ada ide sederhana yang terlintas di pikiran putra Presiden Korea itu. Saat orang-orang sibuk berbicara satu sama lain, Taehyung lalu mengajak Sujeong untuk keluar, berjalan-jalan mengelilingi kota di malam hari. Awalnya Sujeong diam, dia tak bermaksud untuk menolak, tapi dia takut jika hal buruk mungkin terjadi.

“Jangan khawatir, aku akan menjagamu.”

Mendengar itu, Sujeong hampir saja luluh. Apalagi saat melihat senyum Taehyung yang memang menawan.

Menit selanjutnya, mereka sudah berada di jalanan kota. Malam ini jalanan kota ramai sekali. Banyak lampu dimana-mana, orang berjualan, dan tentu saja masyarakat kota yang berlalu lalang. Taehyung mengajak Sujeong berkeliling pusat kota, yang di kanan-kirinya banyak bangunan tinggi, juga toko-toko yang menjual berbagai macam barang yang menarik.

Sujeong tidak bisa menutup rasa senangnya. Dia benar-benar seorang putri yang tidak pernah keluar dari kerajaan. Keluar kearajaan untuk berjalan-jalan tidak pernah ada dalam jadwal kegiatannya. Lalu melihat keindahan kota saat malam hari benar-benar membuat Sujeong merasa senang. Dia bahkan tidak merasa lelah untuk terus mengembangkan senyumnya selama berjalan mengelilingi kota. Dan mengetahui itu Taehyung juga merasa lebih senang. Bahkan bisa dikatakan bahagia. Ya, dia ingin Sujeong mengingat ini semua. Mengingatnya yang membuat sang putri merasa senang.

 

“apa tuan putri lapar?”

“ya, sedikit.”

“apa kau pernah mencoba makanan rakyat?”

Sujeong menggelengkan kepalanya. Lalu dengan cepat, Taehyung menggandeng tangan Sujeong dan membawanya ke sebuah kedai. Taehyung lalu memesan dua bingsoo dengan rasa original. Ketika makanan dihidangkan, Sujeong menatap makanan itu. Dia ingat, dia harus menjaga makanannya.

“ini baik untuk kesehatanmu, cobalah! Enak sekali.”

Taehyung tersenyum, meyakinkan Sujeong. Lalu setelahnya, Sujeong mulai mencicipi satu sendok bingsoo. Matanya lalu membuka, dan satu senyuman lagi-lagi menghiasi wajah cantiknya.

“aku akan menyuruh dapur kerajaan untuk mencantumkan makanan ini menjadi salah satu makanan favoritku.”

 

 

 

Perut mereka sudah tidak lapar lagi. Bingsoo memang sangat mengenyangkan, meski rasanya Sujeong ingin memakannya lagi satu porsi dengan rasa yang lain. Taehyung berjanji akan mengajak Sujeong pergi lagi ke tempat itu. Mereka lalu berjalan pulang, kembali ke gedung pertemuan itu. Sujeong sangat senang malam ini. Berjalan-jalan di malam hari sambil melihat keindahan kota lalu makan bingsoo dengan rasa yang luar biasa enak, sepertinya Sujeong tidak akan lupa.

Sujeong hendak berterima kasih pada Taehyung, sebelum akhirnya ada seorang gadis berlari kearah Taehyung sambil memanggil namanya. Gadis itu memakai dress malam dengan warna hitam dengan hiasan yang glamour. Rambutnya bergelombang dan terurai panjang. Wajahnya seperti orang Eropa, cantik sekali.

“Melanie? Bagaimana kau tahu aku ada disini?”

Gadis berdarah Eropa bernama Melanie itu mengatur nafasnya sebentar, lalu menatap mata Taehyung tajam.

“ada yang harus ku bicarakan denganmu sekarang.” Ujarnya tegas. Taehyung mengerutkan dahinya. Sedang Melanie lalu terkejut melihat siapa yang sedang bersama Taehyung. Melanie bahkan sampai menganga melihat siapa gadis cantik jelita di depannya itu.

Sujeong sama sekali tidak terkejut, dia justru tersenyum dan membungkukkan badannya kearah gadis Eropa itu. Sujeong pikir benar, lelaki se tampan Taehyung tidak mungkin tidak memiliki calon pendamping hidupnya nanti. Dilihat dari gayanya, mungkin saja gadis ini orangnya.

“aku teman Taehyung, tolong jangan salah paham. Aku pergi dulu, kalian bicara saja.”

Taehyung bingung sendiri. Dia rasa Sujeonglah yang salah paham. Sebenarnya Taehyung ingin menjelaskan pada Sujeong saat itu juga, tapi Melanie ingin berbicara sesuatu padanya. Jadi dia membiarkan Sujeong berjalan sendiri ke gedung pertemuan. Dia berjanji pada dirinya untuk menjelaskan semuanya besok pagi.

 

 

Tapi tidak ada yang pernah tahu bagaimana rencana Tuhan berjalan. Taehyung harus pergi ke Inggris esok paginya bersama Melanie. Malam kemarin Melanie meminta nya untuk membatalkan niat ayahandanya yang menginginkannya untuk segera menikah dengan Taehyung. Melanie baru mengenal Taehyung tiga hari yang lalu. Tapi ayah Melanie sudah berbicara dengan ayah Taehyung, sang Presiden Korea untuk menikahkan kedua anaknya. Taehyung memang tampan dan menarik, tapi Melanie masih ingin melanjutkan sekolahnya di Korea. Dia belum ingin menikah.

Dan baginya. Taehyung hanya sekedar teman. Begitupula dengan Taehyung, ada gadis lain dalam hatinya yang lebih disukainya dibanding dengan Melanie. Beruntung ayah Taehyung begitu mengerti perasaan puteranya, jadi dia mengizinkan Taehyung pergi bersama Melanie untuk berbicara pada ayah Melanie dan membatalakan pernikahannya di Inggris.

Ketika pesawat mulai lepas landas, Taehyung mengingat sesuatu. Dia belum menjelaskan pada Sujeong, bahkan belum berpamitan. Taehyung akan lama berada di Inggris. Setelah selesai urusannya dengan ayah Melanie, dia akan bersekolah di Oxford untuk meneruskan jurusan kenegaraannnya. Taehyung sebenarnya tahu tanggal keberangkatannya ke Inggris, tapi dia tidak sadar jika hari itu berdekatan dengan saat dimana dia harus pergi ke Inggris untuk membatalkan pernikahan. Intinya, tak ada waktu untuk bertemu dengan Sujeong lagi. Taehyung bertekad untuk menyelesaikan sekolahnya tidak lebih dari lima tahun. Dia tidak mau Sujeong akan terus salah paham tentangnya.

 

 

 

Tapi perasaan salah paham itu tak berlangsung lama. Esok paginya di Kerajaan, Sujeong memang tidak akan pernah bisa lupa kejadian malam itu. Dimana dia merasa senang, sekaligus kecewa pada Taehyung. Berhari-hari Sujeong memikirkan itu sampai dia jatuh sakit. Perasaan kecewanya ternyata membuat tubuhnya perlahan melemah. Orang-orang di kerajaan begitu khawatir dengan Sujeong, tapi Sujeong berusaha agar dia terlihat baik-baik saja.

Malam itu Melani sebenarnya tahu siapa Sujeong itu. Dia terkejut karena bagaimana bisa tuan putri yang begitu dilindungi berjalan-jalan ke kota. Tapi dia sadar, ada Taehyung disana. Melanie merasa tak enak hati pada Sujeong. Jadi sebelum dia pergi ke Inggris, tanpa sepengetahuan Taehyung dia pergi ke kerajaan, bermaksud untuk menemui Sujeong. Tapi ketika itu Sujeong tidak ingin bertemu dengan siapapun. Akhirnya, Melanie menitipkan surat yang isinya menjelaskan semua apa yang terjadi padanya dan Taehyung.

saat Sujeong membaca isi surat itu, dia benar benar lega. Bahkan senang sekali. Tubuh Sujeong pun seketika kembali sehat. Ajaibnya, tiba-tiba saja Sujeong merindukan Taehyung. Setelah kesembuhannya, dia begitu merindukan Taehyung yang selalu datang menemuinya di kerajaan. Sujeong jadi suka duduk termenung di ruang tamu, atau berjalan mengelilingi taman belakang kerajaan. Bermaksud menunggu kedatangan Taehyung. Melanie lupa satu hal. Dia lupa menuliskan dalam surat bahwa Taehyung akan bersekolah di Inggris.

 

Sampai akhirnya Sujeong tidak tahan. Setahun berjalan, dia memutuskan untuk mendatangai kediaman keluarga presiden. Ketika itu dia bertemu dengan pelayan rumah kepala Negara. Sujeong mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Taehyung. Pelayan itu dengan sabar menjelaskan bahwa Taehyung tidak berada di rumah. Dan hanya mengatakan bahwa ia sekolah di luar negeri.

Mendengar itu Sujeong sebenarnya sedih. Dia merasa dia mungkin tidak bisa bertemu dengan Taehyung lagi. Bersekolah bukan waktu yang lama. Tapi setidaknya dia senang masih bisa mengingat Taehyung. Bahkan dengan sangat jelas. Jadi selama dua tahun terakhir, Sujeong selalu meminta diantarkan untuk pergi ke bukit di daerah Ilsan. Tempat kesukaan Taehyung. Sujeong pikir, mungkin saja Taehyung akan pergi kesana. Tak peduli sampai kapan, dia akan menunggu Taehyung di tempat itu. Menunggu Taehyung kembali menemuinya.

 

Dan seperti itulah Sujeong diuji.

 

………………………………………………………………………………………….

 

 

Hingga hari ini. Tepat di hari, bulan, dan tanggal yang sama saat pertama kali mereka bertemu. Taehyung kembali pulang ke Korea. Seperti janjinya, dia hanya menyelesaikan sekolahnya di Inggris selama tiga tahun. Begitu dinyatakan lulus, dia langsung membeli tiket penerbangan ke Korea dan pergi ke Kerajaan untuk menemui Sujeong. Tapi Sujeong tak ada disana. Ia lalu pergi mengelilingi seluruh kota untuk mencari Sujeong sendirian. Dia berlarian kesana kemari, mencari gadis berambut coklat panjang yang begitu dirindukannya itu. Dia bahkan mendatangi kedai bingsoo dimana terakhir dia makan bersama Sujeong. Tapi sang tuan putri tak ada disana.

Taehyung sempat putus asa. Taehyung hampir saja akan pergi menemui Raja untuk menanyakan keberadaan putrinya itu jika dia tidak mengingat perkataan Melanie. Sebelum Taehyung pergi ke bandara waktu itu, dia sempat berpamitan pada Melanie. Melanie lebih dulu menyelesaikan sekolahnya di Korea, jadi dia sempat bertemu dengan Taehyung di Inggris.

“kau pasti ingin segera bertemu dengan tuan putri kan? Pergilah ke bukit kesukaanmu, dan jangan terkejut dengan apa yang akan kau lihat”

 

Taehyung lalu segera berlari ke bukit di Ilsan. Dia tak peduli seberapa jauhnya dia berlari dari Seoul ke bukit di Ilsan. Yang dia pikirkan hanya satu, bertemu dengan Sujeong.

 

Dan saat berada di puncak bukit, Taehyung merasa lega. Taehyung merasa seperti lahir kembali. Melihat Sujeong berada disana, Taehyung sempat berpikir dia mungkin bermimpi. Tapi tidak, Sujeong terlihat begitu nyata saat itu. Taehyung lalu berjalan perlahan mendekati Sujeong. Lalu duduk disebelahnya.

Sujeong tentu saja terkejut. Dia bahkan membulatkan matanya melihat Taehyung. Dia hampir tidak percaya Taehyung berada disampingnya saat ini. Bagaimana tidak? Satu menit yang lalu, Sujeong memejamkan matanya, dan berdoa agar Taehyung kembali padanya. Begitu dia membuka matanya, lelaki itu sudah berada di sampingnya, tersenyum kearah Sujeong.

Tuan putri itu lalu berdiri sambil mengerjapkan matanya, memastikan jika Taehyung yang diinginkannya memang ada bersamanya sekarang.

“apa kau merindukanku?”

Sujeong tersenyum lebar sekali. Menunggu selama tiga tahun ternyata tidak membuatnya lupa dengan suara Taehyung.

“ini benar kau?”

“harusnya kau jawab pertanyaan ku tuan putri!”

Sujeong tersipu mendengar perkataan Taehyung. Sujeong lalu mengangguk tanpa ragu. Dia merindukan Taehyung lebih dari yang ia bayangkan.

Selama hidup Sujeong, dia tak pernah menangis. Terakhir kalinya menangis, saat dia mendengar kematian kedua kakaknya. Tapi kali ini, melihat Taehyung benar-benar bearada di hadapannya. Setelah dia menunggu selama tiga tahun, lalu Tuhan mengabulkan doanya , Sujeong merasa senang sampai rasanya ingin menangis. Dan ketika air matanya mulai menjelajahi pipinya, Taehyung memberanikan diri memeluk tubuh Sujeong.

“maafkan aku. Aku berjanji tak akan pergi kemanapun tanpa dirimu.

 

Terimakasih, sudah menungguku, tuan putri”

 

-end-

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s