Auto-Adore Mode: On

1459760188538

This fic is part of this event. 

Persiapkan kantung muntah sebelum membaca!

Enjoy!

 

 

How was heaven when you left it?

Pagi ini, sebenarnya tak berubah dari pagi sebelumnya. Jungkook yang anteng dengan acara kartun kesukaannya, Namjoon duduk di kursi teras sembari membaca koran, Jin yang setia menemani sohibnya dengan secangkir kopi, juga Hoseok, Yoongi, dan Jimin yang masih meringkuk dengan selimut menggulung di kamar mereka. Oh, jangan lupakan juga Taehyung yang sejak pagi sebelumnya–dan pagi sebelumnya-mengeluarkan cengiran bodoh sampai saat ini.

Pemuda itu duduk di karpet cokelat berbulu di ruang tengah, sedang menemani si otak kartun–Jungkook. Tidak ada yang lucu, atau setidaknya tidak ada yang akan membuatmu tertawa terbahak-bahak seperti orang gila ketika menonton serial Detective Conan dengan adegan menegangkan di dalamnya. Namun Taehyung justru melakukan hal bodoh itu tepat saat Jungkook tengah serius, dan sebuah pukulan tepat di kepalanya adalah cara paling ampuh untuk mengusir pengganggu ritual pagi Jungkook.

“Pergi sana! Otakmu mulai terganggu, hyung!”

Taehyung akhirnya mengalah dan kali ini menempatkan Namjoon dan Jin sebagai sasaran berikutnya. Sebelumnya, kedua tetua itu tengah membicarakan pengeboman yang terjadi di Brussels, Belgia. Dan pembicaraan mengenai bom itu kian terdengar seperti lelucon semenjak Taehyung datang.

“Apa? Bom di Belgia? Hahaha…”

“Tolong benahi otakmu dan segera enyah dari sini, Kim Taehyung!” Baru saja datang, dia sudah kembali diusir.

Tidak ada jalan lain selain pergi ke ruangan yang sesak dipenuhi kasur bertingkat. Sengaja, sih, mereka membuat kamar tidur yang tidak terpisah, biar tidak terlalu berantakan katanya. Taehyung berdiam diri di ranjang miliknya, tepat di bawah ranjang milik Jimin. Ia meraih ponselnya dan kembali tertawa layaknya orang kesurupan. Hal yang terparah dari semua hal yang ia sebabkan di pagi ini adalah; Taehyung mampu membangunkan si Sleeping Beauty Min Yoongi tanpa harus mencari pangeran untuk menciumnya! Tiga bantal sekaligus mengenai wajah Taehyung, karena setan dalam tubuhnya mungkin akan segera enyah jika dipukul keras-keras.

“Pergi sekarang atau aku yang akan mengantarkanmu pergi untuk selamanya, Kim Taehyung?” Oh, tentu saja Yoongi sedang membual tentang mimpinya.

“Serius, Kim Taehyung! Aku sedang memimpikan nonton konser Bigbang bersama Claire sebelum kau datang! Aaargh!!!”

“Bukan hanya kau, Park Jimin! Aku hampir dapat hadiah milyaran dolar sebelum suara Taehyung menggema di seluruh ruang kuis sampai pembawa acaranya mati kebisingan!” Netra Hoseok berapi-api. Dan sudah saatnya Taehyung mencari lahan baru yang sekiranya cukup aman untuk didiami. Tentunya, tanpa harus menurunkan sudut bibirnya yang naik dan hampir melenyapkan matanya sendiri.

Ada baiknya sekarang pemuda itu berdiam diri di ruang belajar, tepat di sebelah kamar tidur mereka. Ia meraih secarik kertas, dan mulai menuliskan sesuatu di sana.

Teruntuk Shawn Aston,

yang aku kagumi.

Hi Shawn! Aku tahu kalau kita baru bertemu beberapa hari yang lalu, tapi ternyata kau memiliki pengaruh besar untuk mengubah duniaku, ya?

Bagus sekali Shawn, sekarang aku berhasil dicap sebagai orang gila juga pengganggu di rumahku sendiri. Mereka terus menerus mengusirku, mereka membuatku merasa kalau aku ini kucing kampung yang nakal dan suka mengambil makanan mereka. Padahal aku hanya tersenyum–dan tertawa-saking bahagianya saat melihat kau mau mengikuti akun instagramku.

Oh, apa aku terlihat aneh di matamu? Memang, sih, saling follow akun instagram itu bukan hal besar, tapi seorang Shawn Aston benar-benar mampu mengubah segalanya. Kuharap kau bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi padaku, Shawn!

Jangan pedulikan kalimat itu, aku hanya bergurau, hehe.

Yang membuatku begitu bingung saat ini adalah, bagaimana keadaan di surga saat salah satu bidadarinya turun ke bumi untuk mengikuti akun instagramku? Bahkan manusia sepertiku saja sukses kacau karena ulahnya, apalagi surga yang sekarang mungkin sama seperti aku karena kehilangan bidadari tercantiknya.

Kehadiranmu mampu membuat sistem dalam tubuhku berubah. Sepertinya kau tak sengaja menekan tombol Auto-Adore di dalam tubuhku, ya? Aku benar-benar mengagumimu dan kurasa tak akan berubah sampai aku benar-benar mendapatkanmu.

Aku terlihat seperti psikopat, ya? Aku sedang bercanda, Shawn. Tapi tentang aku yang mengagumimu, itu 100%, atau bahkan 200% benar adanya. Aku tidak mengada-ada.

Semoga bidadariku ini mau membalas suratku.

P.S. aku sengaja memakai surat disaat zaman sudah modern, aku takut mata bidadariku terkena radiasi alat elektronik yang terlalu banyak kalau aku mengirim pesan elektronik padamu.

Dari Kim Taehyung,

yang selalu mengagumimu.

Advertisements

2 thoughts on “Auto-Adore Mode: On

  1. /muntah/ gombalannya itu lo, duh. Apalagi bagian terakhirnya. Bikin gemeeeeees!
    Sengaja pakai Surat biar tidak terkena radiasi. Ha!:’))(

    • Hi! Maafkan karena udah bikin muntah ya xD kealayannya emang merajalela, saya aja geli sendiri :’3

      Tapi tq sudah baca dan meninggalkan review😊

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s