[Winter Event] Love is not A Fault

things_i_almost_remember______kaneki_ken__rize_by_34kai-d8fdyly

Love is Not a Fault

Jinho48 storyline

With the casts Min Yoongi BTS &Jung Hajin OC

A fict contain Action | Fantasy | Romance

PG-17

This story is mine. Don’t be plagiat! Happy reading!^^

“Cinta bukanlah sebuah kesalahan.Jadi, tidak masalah jika kita saling mencintai.Walaupun kita dipisahkan oleh dimensi berbeda, cinta kita tetap menjadi satu.”

# # #

Disebuah gang yang sempit dan kumuh, seorang gadis berjalan sempoyongan. Beberapa kali ia hampir terjatuh namun dia masih bisa menahan keseimbangan tubuhnya. Tangan kanannya masih menggenggam botol vodka yang tadi ia beli di bar dekat apartmennya.

Sesekali ia meneguknya. Tak berapa lama, sampailah ia di apartmennya. Setelah membuka pintu, dia langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya dikasur.

Tubuhnya benar-benar lelah setelah bermain dengan pria berhidung belang yang ia temui di bar tadi. Ini bukan pertama kali ia bermain-main seperti itu. Sudah sejak lama dia melakukan pergaulan bebas.

Meski usianya baru menginjak 20 tahun, pengalamannya di bidang seks sudah banyak.Namanya adalah Jung Hajin.Seorang siswi di SMA Paran.Dia pernah tidak naik kelas sekali karena jarang masuk sekolah dan mengikuti tawuran.

Keluarganya tak jelas.Orang tuanya pergi entah kemana.Kakaknya juga menghilang.Di Seoul, ia hanya hidup sendiri tanpa ada teman pula.Dulunya dia tidak seperti ini. Tapi, semenjak keluarganya pecah, ia berubah menjadi gadis yang liar.

Dia melakukan semua ini demi menutupi kesedihan yang dipendamnya.Tak ada yang bisa dijadikan sandaran sehingga keadaan ini memaksanya untuk bertahan dengan caranya sendiri.Meski dia tahu itu salah.

Tanpa disadarinya, ada sosok menyeramkan yang memperhatikannya dari jendela kamar.Sosok itu menatap tajam Hajin. Dia tak suka dengan apa yang dilakukan gadis itu. Setelah memastikan gadis itu tertidur, sosok itu memutuskan untuk masuk.

Dia membenarkan posisi tidur Hajin. Lalu melepaskan stoking, tas, dan aksesoris lainnya. Kemudian ia menyelimuti tubuh gadis itu sebatas dada. Perlahan tangannya terulur untuk mengusap kepalanya.

“Sampai kapan kau akan melakukan hal buruk seperti ini, eoh? Jangan rusak dirimu lagi! Maaf karena aku tak bisa melakukan apapun untuk membantumu.Hiduplah dengan baik, Hajin!”

Lantas sosok itu mengecup kening Hajin sebelum akhirnya pergi dari kamar.

Hajin POV

Dengan gontai aku berjalan menuju ke sekolahku.Aku merasa tubuhku lemas sekali hari ini tapi aku tetap ke sekolah karena tak ingin membuat masalah lagi.Sesampainya aku dikelas, aku langsung duduk di bangkuku.Kuletakkan tasku lalu aku menumpukkan kedua tanganku di meja dan aku pun memilih untuk tidur sebelum pelajaran pertama di mulai.

Tak lama aku mendengar bel masuk berbunyi.Aku pun terbangun dan membenarkan posisi dudukku. Lalu ku keluarkan buku sejarah yang akan menjadi pelajaran pertamaku di hari ini. Beberapa menit kemudian, Kim Saem masuk ke dalam bersama seorang pemuda asing.

Siapa itu?Apakah murid baru?Tsk! Awas saja jika dia duduk di sebelahku. Aku akan membuat hidupnya tidak tenang selama bersekolah disini.

“Selamat pagi, anak-anak!”

“Selamat pagi, Saem!”

“Hari ini kita kedatangan murid baru.Silahkan perkenalkan dirimu!”

“Halo, namaku Min Yoongi.Mohon kerjasamanya!” ujarnya sambil membungkukkan badannya sekilas.

“Hai, Yoongi!” sapa para siswi di kelasku dengan nada genit dan itu membuatku ingin muntah.Tsk! Gadis-gadis kampungan.

“Baiklah, silahkan duduk di sebelah Hajin.Hajin?”

Yes, Sir!” sahutku sambil mengacungkan jari.Lantas pemuda itu berjalan ke arahku lalu duduk di sebelahku.

“Oke, kita mulai pelajaran kita hari ini.Buka halaman 83. Kita ganti bab perang dunia.”

Aku pun langsung mengikuti instruksi dari Kim Saem dan fokus pada penjelasannya.Begitu pula dengan anak baru itu.Dia sibuk mencatat beberapa hal yang menurutnya penting.Aku meliriknya sekilas lalu kembali mendengarkan penjelasan Kim Saem dengan seksama.

Tapi lama-kelamaan aku merasa ada yang memperhatikanku dan ketika aku menoleh, aku mendapati anak baru itu tengah menatapku. Buru-buru ia mengalihkan pandangan ke arah lain. Tsk! Dasar bodoh! Apa dia mau cari mati denganku? Aku pun memilih untuk mengabaikannya.

KRINGG

Akhirnya pelajaran pertama pun berakhir dan ini waktunya untuk istirahat.Dengan segera aku beranjak dari tempatku.Pemuda itu juga ikut beranjak.Aku merasa dia berjalan mengikutiku tapi aku tak peduli.Mungkin dia tidak tahu jalan di sekolah ini.

Sesampainya di kantin, aku membeli dua bungkus roti krim dan milkshake cokelat.Lalu mencari tempat duduk yang kosong.Untung tempat favoritku masih kosong. Jadi, aku segera ke sana dan sibuk menikmati makananku sambil mengutak-atik ponselku.

BRAK

Huh?” Aku menatap seseorang yang baru saja duduk di depanku dengan nampan berisi steak. Rambut blonde ini….

YA!Siapa yang mengijinkanmu untuk duduk di depanku?”

“Kenapa?Kau keberatan?”

Aish! Iya! Pergi sana!”

Tsk! Kenapa aku harus pergi? Aku punya hak untuk duduk disini.Ini kan bukan bangku milikmu.”

“Kau!!! Aish, terserah! Jangan menggangguku!” ujarku sebal lalu aku kembali menyibukkan diri dengan ponsel dan rotiku.

Dia pun diam dan mulai memakan makanannya.Setelah itu kami hanya diam hingga bel masuk berbunyi.Aku bergegas kembali ke kelas.Meninggalkan pria tak jelas itu.Tsk! Kenapa ada pria seperti dia di sekolah ini sih? Menyebalkan!

Beberapa pria saling serang menyerang. Mereka saling baku hantam. Seorang pria berkulit putih pucat berusaha untuk menangkis serangan yang di lancarkan padanya.Tapi lama kelamaan tenanganya berkurang.Dia mulai kualahan menghadapi orang-orang yang menghajarnya itu.Salah satu dari mereka berhasil melumpuhkannya dengan tendangan keras di ulu hati.

BRAK

BUG

DUAGH

Pemuda itu jatuh teruduk.Dan hal itu tak di sia-siakan oleh lawannya.Mereka harus membereskan pria berkulit pucat itu malam ini juga.Dengan brutal seorang pria berbadan besar terus memukul dan menendang pria berbadan mungil di sebuah gang kecil nan kumuh.

Pria mungil itu hanya bisa mengerang pilu atas ketidakberdayaannya.Tubuhnya serasa mati rasa.Pandangannya pun mulai mengabur. Mungkin dia akan pingsan setelah ini. Beberapa kali ia memntahkan darah segar dari mulutnya.

YA!Hentikan!”

 

Pria berbadan besar itu berhenti memukuli pria mungil yang sudah tak sadarkan diri lagi.Ia menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam. Pria itu tersenyum meremehkan.

Dia menganggap gadis itu hanya bocah ingusan yang mau menjadi pahlawan kesiangan.Lantas pria itu menghampiri bocah ingusan itu dan langsung memberikan bogeman mentah.Dan dengan lihai bocah itu menghindarinya.

Tsk! Kurang ajar! Kau mau jadi sok jagoan, huh?Kemari kau bocah!”

 

BUGH

DUAGH

BRAK

“Rasakan itu, Ahjussi bodoh! Jangan pernah meremehkanku! Cih!” cibir gadis itu setelah berhasil membuat pria berbadan besar tadi terkapar tak berdaya di bak sampah.

 

Kemudian ia begegas membantu pria mungil yang tadi di hajar oleh pria berbadan besar. Sejenak dia berpikir tentang pria yang kini tengah di gendong di punggungnya. Apa dia harus membawa pria itu ke apartmennya?

Aish! Dasar menyusahkan!” gerutu gadis itu lalu berjalan ke arah apartmennya.

Sampai di rumah ia membawa pria asing tadi ke kamarnya lalu dengan telaten ia melepaskan sepatu dan pakaian pria itu. Lantas ia pergi ke dapur untuk mengambil baskom berisi air hangat dan kotak P3K untuk membersihkan luka-luka pria itu. Perlahan ia membersihkan dan mengibati luka yang ada di wajah dan tubuh pria asing itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada Min Yoongi?Kenapa dia dipukuli?Siapa orang-orang tadi?Apa rentenir? Aish! Mollayo! Untuk apa aku peduli padamu? Untung saja kau teman sekelasku.Jika tidak, aku akan membiarkanmu tergeletak di gang tadi.”

Gadis itu mengobati luka sambil terus mengoceh tak jelas hingga akhirnya selesai.Dia menaruh kotak obat dan baskom tadi di atas meja. Lalu ia mematikan lampu dan membenarkan letak selimut pemuda itu, sebelum akhirnya ia memilih.untuk tidur di sofa.

Yoongi POV

Perlahan aku membuka mataku.Ku edarkan pandanganku kesekeliling. Huh? Dimana ini? Ah, kepalaku sakit sekali. Dengan sangat pelan aku berusaha bangun dan mendudukan diriku di kasur itu.

Manik mataku menangkap sosok seseorang yang masih tertidur pulas di sofa yang ada di dekat meja belajar.Hm, aku ingat sekarang.Gadis itu yang menolongku semalam. Energinya sama dengan yang ku rasakan semalam. Kalau begitu, ini kamarnya ya?

Tunggu, aku tidak asing dengan tempat ini. Bukankah ini kamarnya….. Jung Hajin? Astaga! Aku telah menyusahkannya.Aku harus segera pergi.Dengan segera aku beranjak dari kasur.Baru beberapa langkah aku berjalan, tubuhku limbung dan hampir saja terjatuh.

“Dasar bodoh! Jangan memaksakan diri! Isitirahatlah!”

“Maaf!”

“Hmm… kau tidur saja.Aku akan membuatkan bubur untukmu.”

“Eh? Tidak usah.Aku tidak suka makan bubur.Lebih baik kau bersiap saja ke sekolah.Aku akan tidur disini.”

“Begitu?Baiklah.Kau disini saja sampai pulih.Aku akan membuat surat ijin untukmu.”

“Terimakasih banyak, Hajin.”

“Ya, sama-sama,” ujar gadis itu seraya tersenyum manis lalu dia berjalan menuju kamar mandi.

Aku tak kuasa menahan senyumku.Sangat membahagiakan bisa merasakan kehangatan dari seorang Jung Hajin yang terkenal dingin.Tapi, aku takut kehilangannya.Karena cinta ini telah membawaku kepada jurang kematian. Namun, aku akan berusaha untuk bertahan.

Tak lama dia keluar dari kamar mandi dengan seragam sekolah.Aku memejamkan mataku dan menutup tubuhku dengan selimut.Dia menatap rambut dan pakaiannya sambil bersenandung kecil.Wah, suaranya cukup merdu.

“Hey, jika terjadi sesuatu kau bisa menghubungiku.Aku sudah mencatatkan nomor ponselku di note.Ku tempel di kaca rias ya? Sampai jumpa! Get well soon, Min!”

CKLEK

Aku mendengar langkah kaki yang menjauh.Lantas aku membuka mataku.Ku tatap pintu kamar Hajin dengan tatapan kosong.Huh…. Sampai kapan aku harus memendam rasa ini?Aku takut jika aku pergi sebelum dia tahu tetang perasaanku.

Sudah lama aku mengamatinya, tepatnya sejak aku menyelamatkannya dari gangguan preman.Aku mulai tertarik dengannya walau aku tahu peringainya buruk. Karena aku yakin dia adalah gadis yang baik, manis, dan rapuh. Aku ingin menjaganya selalu.

Meski aku tahu mungkin aku akan segera mati karena klan Kato terus memburuku. Hah. Kalau saja aku tak memakan daging Keisha, kekasih Yohiko Kato, aku pasti tak akan di buru oleh mereka. Tapi aku akan berusaha untuk bertahan. Tidak akan mudah memusnahkanku.

Ah, lebih baik aku pergi sekarang. Aku harus memulihkan lukaku dengan berburu.Dengan segera aku pergi meninggalkan tempat ini lewat jendela kamar.Tujuanku adalah hutan. Aku akan mencari manusia pedalaman agar lebih aman.

Di sebuah rumah sakit, seorang gadis tengah duduk teremenung di bangku taman. Di tangannya, ada selembar kertas yang merupakan hasil dari tes kesehatan.Tak ada air mata yang mengalir dari matanya.Padahal hasilnya tidak baik.

HIV.Dia positif terkena HIV. Yah, ini semua buah hasil dari pergaulan bebas yang selama ini ia lakukan. Tapi dia merasa tak menyesal.Hanya dengusan yang terdengar.Lantas dia meremas kertas itu dan membuangnya ke sembarang tempat.

Kemudian ia beranjak dari tempatnya lalu berjalan menuju tempat parkir. Sesampainya di tempat parkir, ia segera memasuki mobilnya namun ada sebuah tangan yang mencekal pergelangan tangannya. Terpaksa gadis itu menoleh dan melepaskan cekalan tangan itu.

Wae?”

“Kau meninggalkan barangmu, Nona Jung!” ujar orang itu sambil menyodorkan selember kertas yang sudah lusuh.

Tsk! Itu sudah ku buang. Kenapa kau ambil?Jangan-jangan kau juga sudah membacanya ya?”

“Seharusnya kau tak membuangnya di sembarang tempat.Dan, ya, aku sudah membacanya. Tapi aku–“

“Aku apa?Kau mau mengatakannya pada semua orang, Min Yoongi?”

“Tidak. Tentu saja aku akan merahasiakannya dari orang lain. Justru aku akan–“

“Apa kau jijik padaku?Aku seorang penderita HIV, Min. Bukankah aku sangat hina dimatamu?Apakah aku tak pantas untuk hidup lagi?Apa aku tak akan men–“

“Sssttt! Jangan berkata seperti itu. Bagiku kau tetaplah Jung Hajin yang polos, manis, dan keras kepala. Aku tak akan menjauhimu. Kau harus tetap hidup dan berusaha untuk melawan penyakit itu. Aku yakin kau pasti bisa! Aku akan selalu ada untukmu. Aku–”

Pemuda itu memberi jeda sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.Dia menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Hajin agar gadis itu menatapnya namun Hajin mengarahkan pandangannya ke bawah.“Kau tahu?Sesungguhnya sudah lama aku memperhatikanmu.”

Hajin mengerutkan dahinya.“Apa maksudmu?”

“Apa kau ingat?Dulu ada pria menyeramkan yang menolongmu dari gangguan preman lalu orang itu memakan daging preman-preman itu.Kau sangat syok saat itu hingga akhirnya kau pingsan dan setelahnya kau melupakan kejadian tersebut.”

Mwo?Jadi… kau makhluk kanibal itu?Ghoul?Apa kau seorang ghoul?”

Yoongi menganggukkan kepalanya.“Saranghae, Jung Hajin!” ujarnya tegas.

Hajin teridam.Ia menatap pria itu lekat-lekat. Lantas ia menangis tertunduk. Pria itu pun menarik pujaan hatinya ke dalam pelukkannya.Dia membelai surai kecokelatan milik Hajin.Membiarkan gadis itu menumpahkan segala emosinya.

“Apa kau bersungguh-sungguh? Meski kau tahu aku menderita HIV?”tanya Hajin lirih seraya melepas diri dari dekapan Yoongi.

“Tataplah mataku!Apa aku terlihat bercanda? Aku sungguh mencintaimu dengan tulus, Hajin-ah.Maukah kau memberiku kesempatan?”

Gadis itu menatap pemuda berkulit pucat itu dalam.Ia tersenyum tipis. “Baiklah.Aku akan memberimu kesempatan tapi kau juga harus memberiku kesempatan untuk mencintaimu dengan tulus juga, Yoongi.”

“Sungguh? Ah, baiklah. Aku akan membantumu agar jatuh cinta padaku. Hehe…. ayo pulang!”

Ne. kaja!”Hajin pun menarik Yoongi masuk ke mobil. Lantas ia segera melajukan mobilnya menuju apartmennya.

Hajin POV

Malam ini aku dan Yoongi memutuskan untuk berkencan di pasar malam dan menonton festival musik.Aku menatap tampilanku di cermin.Rambut cokelatku ku gerai. Wajahnya ku poles dengan make-up natural agar tak terlihat pucat. Aku memakai dress selutut berwarna peach dengan sepatu berwarna senada.

Lantas ku ambil tas selempang putih yang ku gantung di belakang pintu. Setelah memastikan penampilanku sudah sempurna, aku segera keluar dari apartmenku.Yoongi sudah menungguku di basement.Ku percepat langkah kakiku. Ah, aku tak ingin membuatnya menunggu lama. Hmm….Aku tak sabar ingin memulai kencan kami.

“Yoongi, ayo berangkat!” ujarku ketika aku sampai di basement dan aku langsung masuk ke dalam mobil.

“Baiklah, Tuan Puteri. Pakai seatbelt-mu dengan benar, saying.”

Ne. kaja!Aku sudah tidak sabar ingin berkencan denganmu, Yoon!”

“Haha, araseo.Kita berangkat sekarang!”Lalu Yoongi melajukan mobilku menuju ke pasar malam.

Sampai di pasar malam, aku dan Yoongi berjalan ke stand permen kapas. Aku memilih rasa mints. Lantas kami berkeliling dari satu stand ke stand lain. Yoongi hanya membeli kopi.Sementara aku sudah mencoba jajanan macam-macam.

“Yoon, apa kau mau coba es krim ini, eoh?Ini enak sekali lho,” Aku menyodorkan es krim stoberi ke arahnya tapi dia menolak.

“Tidak mau.Rasanya tidak enak bagiku,” tolaknya datar.

Aku tersenyum jahil. Haha, akan ku buat kau merasakan es krim enak ini, Yoon. Aku pun menggigit es krim itu lalu aku mengecup bibirnya dan memaksa untuk membuka mulutnya.Ku salurkan es krim tersebut tapi dia malah menggigit bibirku lalu menyesap darah yang keluar dari bibirku.

YA!Kenapa menggigit bibirku?”

“Kau itu yang kenapa memaksaku untuk makan es krim, eoh?Tapi, darahmu pahit sekali.Kau habis minum jamu ya?”

“Bodoh!Kenapa menyesap darahku? Aku kan penderita HIV. Bagaimana jika kau tertular?”

“Hah? Oh, aku lupa. Hm… tapi tak apa. Aku tak akan tertular. Aku kan bukan manusia, Hajin-ah.”

“Sungguh?Bagaimana jika kau tetap tertular?Aku tak mau kau mati sia-sia.”

“Tidak akan.Sudahlah. Ayo kita ke stand permainan itu!” ujarnya semabri menunjuk salah satu stand permainan yang ada di pasar malam itu.

“Hm, baiklah. Ayo!”

Sesampainya di stand permainan itu, Yoongi membayar 1000 won untuk satu kali bermain dengan 3 kali kesempatan. Aku pun merebut pistol mainan itu lalu menembak beberapa bebek bergerak tepat di kepalanya.Hingga tersisa 5 bebek, aku menyerahkan pistolnya ke Yoongi.

“Tuntaskan permainan ini dan dapatkan boneka panda itu untukku, Yoon!”

“Oke. Lihat saja! Aku pasti akan mendapatkan boneka itu.”

Yoongi pun mulai bermain dan dia berhasil menumbangkan semua bebek itu. Lantas penjaga stand memberikan boneka panda yang sanagt besar itu padaku. Aku tersenyum senang lalu memeluk boneka itu erat-erat.Kemudian kami berjalan menjauh setelah mengucapkan terimakasih.

Tsk! Kenapa hanya bonekanya yang kau peluk? Kekasihmu tidak kau peluk, eoh?”

“Hehe… kau kan sudah sering ku peluk, sayang. Sudahlah, ayo kita naik biang lala! Setelah itu kita menonton festival musik ya?”

“Hmm…. Araseo.Kaja!”

Lantas kami pergi ke wahana biang lala.Kami harus mengantri dulu sebelum bermain biang lala.Tak lama giliran kami naik pun tiba.Aku menarik Yoongi untuk segera mausk ke dalam.Kemudian biang lala mulai bergerak.Aku pun mulai mengamati pemandangan di luar.

Wah, pemandangan kota Seoul di malam hari sangatlah indah. Aku suka melihatnya.Sesekali aku mengambil gambar panorama tersebut.Kadang aku juga memotret Yoongi diam-diam. Dia sedang sibuk mengamati pemandangan juga.Tapi aku merasa pikirannya sedang melayang entah kemana.

“Yoon?”

“Yoongi?”

“Yoongi-ya?”

YA!Min Yoongi!” teriakku keras.

“Eh? Ada apa?”tanyanya ketika tersadar dari kamunannya.

“Kau ini kenapa?Aku memanggilmu dari tadi tapi kau diam saja.Apa yang sedang kau pikirkan, hah?”

“Hmm… maaf.Aku tak memikirkan apapun kok.”

“Jangan bohong!Apa yang kau pikirkan? Ayo katakana padaku!”

“Aku hanya sedang lapar makanya tidak fokus.”

“Sungguh?Hanya itu?”

“Iya, sayang.Sudahlah.Jangan khawatirkan aku!”

“Baiklah.”

Aku pun diam sembari menatapnya tajam. Ku hela napasku sejenak lalu kembali mengamati panorama malam kota Seoul. Hingga tak terasa biang lala ini pun berhenti. Kami segera turun dan pergi ke festival musik dan setelah itu kami akan pulang.

Aku cukup senang dengan kencan kami malam ini. Hah…. Aku rasa aku sudah mulai mencintai Min Yoongi. Tapi aku takut jika aku akan pergi setelah dia pergi. Sungguh, aku tak ingin kehilangannya.Dia sangat berharga untukku dan aku sangat mencintainya.

Bertahun-tahun mereka hidup bersama dan sudah menikah tapi mereka tak berniat untuk memiliki anak karena baik Yoongi maupun Hajin tak menginginkannya.Yoongi tak mau anaknya menjadi manusia setengah ghoul dan Hajin tak ingin anaknya mengidap HIV.Jadi, mereka memutuskan untuk tak mempunyai anak.

Keadaan Hajin pun memburuk dan Yoongi menjadi semakin kurus. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Klan Kato pun sudah tak memburunya lagi. Terakhir mereka bertemu, Yoongi hanya mengatakan sesuatu yang membuat klan Kato bungkam lalu pergi dan tak mencarinya lagi. Sehingga dua-tiga tahun belakangan ia hidup dalam ketenangan.

Saat ini Yoongi dan Hajin sedang duduk berdua di balkon.Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.Sesekali Yoongi menyerutup espresso favoritnya dan Hajin sesekali menikmati green tea-nya. Keduanya tak berniat membuka percakapan sama sekali. Mereka hanya ingin menikmati semilir angina sore yang menyejukkan bersama.Sudah lama mereka tak seperti itu.

Yeobo?”

“Hmm…?”

“Apa yang akan kau lakukan jika aku mati terlebih dahulu sebelum kau mati?”

Huh? Apa maksudmu? Kau berniat meninggalkanku, Oppa?”

Aniya.Aku hanya bertanya, sayang.”

“Hmm… aku rasa itu tidak mungkin. Aku pasti akan mati mendahuluimu. Tapi jika itu terjadi, aku hanya akan diam dan menunggu ajal menjemputku.”

Tsk! Kenapa begitu? Kau ini terlalu pesimis. Hmm… tak ada hal lain yang akan kau lakukan?”

“Memang kau mau aku melakukan apa?”

“Err… mencari pria lain mungkin?”

“Haha, tidak, tidak. Aku tidak akan melakukannya. Aku akan tetap setia padamu. Lagipula aku juga akan segera mati. Aku tak ingin menyusahkan orang lain lagi. Cukup kau saja yang ku repotkan.”

Yoongi tersenyum.Ia mengusap pucuk kepala Hajin dengan lembut. “Aigoo… istriku sangat mencintaiku ya?Aku jadi makin sayang padamu.Saranghae yongwonhi, Jung Hajin!”

Nado saranghae yongwonhi, Min Yoongi!” balas Hajin seraya tersenyum manis.

Kemudian keduanya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mereka.Keduanya berbaring di kasur sembari berpelukkan. Mereka menatap lurus ke depan. Tak ada percakapan yang tercipta di antara mereka.Baik Yoongi maupun Hajin hanya bungkam.

Oppa…”

Wae?”

“Apakah cinta kita adalah sebuah kesalahan?”

“Cinta bukanlah sebuah kesalahan.Jadi, tidak masalah jika kita saling mencintai.Walaupun kita dipisahkan oleh dimensi berbeda, cinta kita tetap menjadi satu.Meski kita berbeda.Aku tetap mencintaimu dan kau tetap mencintaiku.Benarkan?”

“Ya, kau benar.Cinta kita bukanlah sebuah kesalahan.Tapi cinta kita adalah keajaiban.Aku senang bisa memilikimu, Oppa.

“Aku juga senang bisa memilikimu.Kau adalah anugerah terindah bagiku.”

“Hehe. Hah. Aku lelah sekali.Rasanya aku ingin tidur lebih awal.”

“Hm, begitu? Aku akan menemanimu. Tenang saja, aku tak akan meninggalkanmu.”

“Benarkah? Kau tak akan meninggalkanku kan, Oppa?”

“Iya.Sudahlah.Ayo tidur!”

“Baiklah, Oppa. Aku sangat mencintaimu. Jangan lupakan aku, Yoon! Maaf karena aku selalu menyusahkanmu.”

“Ssssttt! Jangan bicara begitu.Sudah, ayo tidur!”

Hajin pun mengangguk.Dia mulai memejamkan kelopak matanya.Yoongi mengeratkan pelukkannya hingga membuat tubuh Hajin menempel padanya.Mereka pun tidur bersama dengan harapan besok masuk bisa membuka mata.

Tapi ketika pagi datang, Hajin tak membuka matanya kembali dan itulah akhir hidupnya. Sementara Yoongi, masih bisa membuka matanya. Dia hanya diam ketika mengetahui hal itu.Yoongi pun mengkremasi gadis itu sebelum akhirnya menaburkan abunya di laut dekat dengan rumah mereka.

Yoongi memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya dan hidup sendiri selamanya.Tak ada niatan untuk mencari pasangan lagi. Dia akan tetap setia pada Hajin sampai kapanpun. Dan berharap mereka bisa bersatu lagi.

END

#

Annyeong! Wah, aku tak menyangka bisa menyelesaikan cerita ini dalam waktu dua hari. Hm, cerita ini sudah aku edit sebaik mungkin jadi maafkan jika ada typo karena namanya juga manusia ya? Bisa lalai juga, hehe.Maaf juga kalua ceritanya aneh. Aku emang engga pinter bikin FF fantasy tapi aku berusaha semaksimal mungkin. Terimakasih jika kalian berkenan membaca. Jangan lupa tinggalkan jejak ya! ^^

Advertisements

One thought on “[Winter Event] Love is not A Fault

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s