[Ficlet] Jealous

1458739461914Jealous
SantiiAng Proudly Present
EXO’s Park Chanyeol Γ— OC’s Berlin
AU, Romance, School of Life
Ficlet || 16

Sudah hampir tiga bulan aku mencoba mendekati gadis bernama Berlin. Menurut teman-temanku dia tidak ada istimewanya. Dia hanya gadis biasa, bahkan hanya sedikit orang yang mengenal gadis itu. Nah, di situlah masalah utamanya. Aku lebih senang jika memiliki seorang gadis yang sama sekali tidak populer. Kau tahu kan? Itu berarti sainganku tidak terlalu berat.

Untuk pertama kali aku pikir akan mudah mendekatinya. Tapi ternyata, semua pemikiranku salah. Ia adalah gadis yang pendiam dan sangat sulit untuk di dekati. Lagi pula, banyak kebiasaannya yang tidak disukai para lelaki ada dalam dirinya. Wajahnya cukup rupawan. Kecantikannya akan terpancar jika ia menggerai surai kuning nya begitu saja, dan kacamata hitamnya, akan lebih baik jika dibuka. Tapi aku tahu, dia tidak bisa hidup tanpa kacamatanya.

Setiap harinya aku semakin penasaran dengan Berlin. Dia selalu menjauhiku. Entah kenapa, apa mungkin karena aku salah satu anak populer di sekolahku? Entahlah yang pasti suatu saat aku akan mendapatkan hatinya.

“Hi.” Hari ini aku sengaja datang lebih awal, menunggu dia di depan kelasnya. Teman-temannya selalu iri ketika aku menunggunya di sana. Silahkan, iri sesuka kalian.

Hah. Tidak ada jawaban. Dia hanya tersenyum padaku. Oke, kali ini senyumannya begitu manis, semanis gula. Apa ini artinya?

“Berlin!” Ah. Anak itu datang lagi. Tanpa memperdulikanku ia langsung merangkul calon gadisku begitu saja. Bayangkan! Betapa panasnya hatiku ini!

“Pulang sekolah jadi?” Mataku sedikit membulat. Ada acara apa mereka berdua. Ku tukar pandang antara melihat anak tengik itu dan Berlin. Berlin perlahan mengangguk, ia tersipu malu. Apa Berlin menyukainya? Sepertinya aku harus menyiapkan sebuah strategi.

“Ehem.” Aku berdeham, mereka berdua hanya melirikku sekilas lalu masuk ke dalam kelas mereka. Oh tuhan, memang benar susah mendekati gadis satu ini, dan sepertinya sainganku cukup berat. Anak baru ini harus sedikit aku beri pelajaran.

🌈

Bel berdering lebih cepat hari ini. Temanku bilang guru-guru akan melakukan kunjungan ke luar kota. Entah mereka mau melakukan apa. Yang pasti hari ini aku akan membuntuti mereka berdua.

“Jangan pernah bilang.” Sahabatku Baekhyun memutar bola matanya dengan perlahan. Aku hanya bisa menampakkan cengiran khasku. Tanpa perlu menjawabnya, dia pasti sudah tahu.

Rencana awalku sekarang adalah pergi ke kelas mereka berdua. Baru saja kulangkahkan kaki menuju pintu kelas sudah kudapati Berlin berdiam diri di depan tempat parkir dan waktu itu juga kudapati anak tengik itu datang dengan motor ninjanya. Hanya perlu menunggu beberapa detik bentukan mereka berdua menghilang dari pandanganku. “Kejar mereka, bukan melihatnya saja. Kau ingin kehilangan jejak mereka?”

Ya. Seulgi benar, kenapa aku berdiam diri di sini? Aku ini kurang pintar atau apa?

“Cepat naik!” Baekhyun! Sejak kapan dia mengambil mobilnya, ah aku tidak mau ambil pusing. Segera ku masuk ke dalam mobilnya bersama Seulgi. Dan tanpa perlu waktu yang lama Baekhyun sudah menancabkan gas mobilnya dengan cepat. Sungguh sulit mengikuti mereka. Apalagi anak tengik itu memakai motornya.

“Sudahlah jangan terlalu berharap. Berlin pasti lebih memilih dia.” Ini yang paling aku benci dari seorang Baekhyun. Dia selalu berusaha membuatku putus asa. Tapi, aku tahu. Ini adalah kalimat semangat darinya.

Sudah hampir lima belas menit kami mengikuti motor mereka. Dan aku tidak tahu, tempat apa ini. Pasalnya, di sini hanya ada pepohonan yang menjulang tinggi. Ini hutan? Tapi jalan raya berada di tengah-tengah tempat ini.

“Mau ke mana mereka? Ini seperti menuju perbatasan.” Seulgi tiba-tiba mengerutkan keningnya. “Tuh kan! Lihat plang besar itu. Apa mereka mencari mati?”

Aku dan Seulgi saling menukar pandang, kami berdua tepatnya bertiga, keheranan. Ayolah perbatasan?

“Mereka berhenti!” Baekhyun memelankan laju mobilnya. Sedikit menjaga jarak, “lebih baik kita turun. Mobil ini terlalu besar, dan warnanya terlalu mencolok.”

Kami; Seulgi dan Aku. Menyetujui usul Baekhyun. Perlahan kami melangkah mengikuti perginya motor itu. Untung sekali, jalanannya tidak berliku-liku.

Samar-samar kami dapat mendengar sebuah perbincangan, “aku mohon. Hanya lima menit saja. Hari ini ulang tahunnya.”

Oh, untuk apa Berlin memelas kepada gerombolan tentara itu?

“Tapi, ia dialihkan Hyosung-ah. Baru saja kemarin. Apa kau tidak mengetahuinya? Dia sedang menjadi spionase sekarang.” Pria bertubuh besar dan berpangkat tinggi membuka mulutnya. Dapat aku lihat, wajah menyesalnya. Begitupun Berlin. Eh Hyosung?

“Aku, aku, tidak tahu. Tapi bagaimana bisa?” Suara Berlin tercekat, aku berani taruhan. Jika sebentar lagi air matanya akan keluar.

Apa aku bilang? Berlin menangis, dalam pelukkan bocah tengik itu. Tunggu?!

Oke aku mulai panas. Sangat panas malah. Dengan tergesa-gesa aku berjalan ke arah mereka bedua. Aku masih bisa dengar seruan Baekhyun dan Seulgi agar aku kembali. Tapi, aku tidak pedululi. Aku ingin yang menjadi sandaran Berlin adalah aku. Bukan bocah tengik itu!

“Siapa kau?!” Seorang pria berpangkat lebih rendah mengacungkan pistolnya tepat ke arah kepalaku.

“Hyosung, apa kau kenal dia?” Timpal pria tadi dengan tenang. Tidak ada satu pergerakan yang menggambarkan jika ia akan menodongkan sebuah pistol atau alat senjata mungkin. Pikirku. Hanya sebuah analisis dadakan.

Hyosung melepaskan pelukkannya. Ia terkejut, pastinya. “Sunbae-nim? Untuk apa kau berada di sini?”

“Aku mengikutimu, untuk apa kau berada di sini? Bersama dia?!” Ku lirik bocah tengik itu dengan tatapan tajamku. Sudah cukup!

“Aku ingin menemui kakak pertamaku, Sunbae. Dan Hanbin adalah kakak kedua ku.”

Mati aku! Aku bisa melihat, dengan jelas. Bocah tengik eh maksudku Hanbin menertawakanku. Kau sangat bodoh Park Chanyeol! Sangat bodoh!

Aishhh. Aku lupa, sangat lupa jika nama asli Berlin adalah Hyosung. Kim Hyosung.

Apa karena cinta mataku buta, emosiku tak dapat aku kontrol, dan otakku tidak berfungsi? Entahlah yang pasti aku sangat menyukai Hyosung.

-end.

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Jealous

  1. Wahaha mati kau chanyeol :v

    Gy, at first yang pergi sama chanbaek itu seulgi, kok di tengah tengah berubah anna?.-.

    Coba edit lagi yaaa masih ada typo ehehe :3

    • Astaga si anna muncul di situ? Kurang jeli lagi 😦

      Siap siap, maaf mataku burem:( makasih zull πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s