[FICLET] On The Way

chat copy

Moonbin [ASTRO] | Chanwoo [iKON]

Mention! Vernon [17]

Friendship, comedy | -+300w | General

Kisah ini hanya menceritakan sebuah percakapan dalam perjalanan menuju rumah.

“Duh, ternyata Chanwoo sama saja.”

*

Seperti biasanya, Moonbin pulang bersama Chanwoo. Arah rumah mereka sama, bahkan rumah mereka bersebelahan. Iya, mereka tetanggaan, jadi seperti ini merupakan hal biasa.

Dalam perjalanan, Moonbin bercerita mengenai kakak sepupunya yang menginap di rumahnya selama tiga hari karena ingin berlibur di Seoul. Kim Jiyeon–kakak sepupu–Moonbin berasal dari Busan tapi, mempunyai apartemen di Seoul. Hanya saja karena sekarang akhir bulan maka Jiyeon menginap di rumahnya.

“Eh, siapa?” tanya Chanwoo.

Moonbin hendak menjawab tapi langsung mengurungkannya. Ia ingat ini jebakan yang selalu digunakan Vernon jika Moonbin sudah bercerita maka Vernon akan mengatakan ‘siapa’ lalu Moonbin menyebutkan nama orangnya dan diakhiri dengan Vernon yang menyebutkan ‘yang nanya’. Sungguh, itu mengesalkan sampai-sampai Moonbin ingin melemparkan Vernon saat itu juga ke Antartika.

Tetapi, karena Chanwoo belum pernah berlaku seperti itu kepadanya, maka tidak ada salahnya untuk pura-pura terjebak pada candaannya. Moonbin teman yang baik ‘kan?

“Itu, Kak Jiyeon.”

“Oh, Kak Jiyeon yang cantik itu.”

Eh?

Moonbin sudah salah sangka, ternyata Chanwoo benar-benar bertanya mengenai siapa orangnya. Uh, Moonbin merasa buruk.

 

Chanwoo tiba-tiba menyodorkan sebuah permen karet kepada Moonbin.

 

“Nih, buat kamu.”

 

Moonbin menatap permen karet pemberian Chanwoo. Ia lantas memikirkan alasan dibalik pemberian permen karet secara cuma-cuma karena ia takut ada sesuatu dibaliknya. Bisa saja ‘kan permen itu ternyata permen pedas, padahal Moonbin sangat membenci permen pedas.

 

Atau bisa juga ternyata permen itu ternyata permen bohongan yang bisa membuat Moonbin muntah-muntah.

 

Atau, bisa juga kalau permen itu sama seperti permen yang diberikan Vernon. Permen lengket yang akan menempel di mulut selama satu jam.

 

Uh, memikirkannya membuat Moonbin jadi pusing sendiri. Namun, dirinya tak sampai hati mengecewakan sahabatnya. Bolehlah, untuk kali ini dia terkena jebakannya. Moonbin lantas mengambil permen karet yang diberikan Chanwoo.

 

“Makasih, ya.”

 

Chanwoo mengangguk.

 

Moonbin membuka bungkus permennya lalu, memasukannya ke mulut. Dikunyahnya permen karet tersebut pelan-pelan. Muncul kerutan di dahinya. Moonbin bersumpah bahwa permen karet yang dimakannya itu tidak memiliki efek samping apa-apa kecuali kenyataan bahwa permennya sangat enak.

“Bagaimana? Enak, tidak? itu oleh-oleh dari kakak sepupu yang baru pulang dari Indonesia,” ucap Chanwoo dengan senyum tak lepas dari bibirnya.

Moonbin mengangguk, “Iya enak.”  lantas berpikir bahwa ternyata dirinya sudah berburuk sangka pada sahabatnya, uh sahabat macam apa Moonbin ini.

“Masa?”

“Iya seriusan enak,” ucap Moonbin meyakinkan Chanwoo.

“BODO.”

 

Duh, ternyata Chanwoo sama saja.

fin.

a.n: Semoga paham maksudnya T.T

 

 

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s